Anda di halaman 1dari 8

MODUL III

PRODUCTION PLANNING AND CONTROL

Nama : Kelvin
NIM : 170403166
Kelompok :I
Hari : Senin
Nilai Tugas :
Nilai Responsi :

LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI


DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2019
I. Judul Praktikum
Production Planning and Control..

II. Tujuan Praktikum


Tujuan praktikum Modul III : Production Planning and Control adalah
sebagai berikut.
1. Praktikan mampu melakukan perencanaan jangka panjang sesuai dengan
kerangka perencanaan dan pengendalian produksi.
2. Praktikan mampu melakukan perencanaan jangka menengah sesuai dengan
kerangka perencanaan dan pengendalian produksi.
3. Praktikan mampu melakukan perencanaan jangka pendek sesuai dengan
kerangka perencanaan dan pengendalian produksi.
4. Praktikan mampu membandingkan perhitungan Jadwal Induk Produksi
manual dengan software.
III. Landasan Teori dan Review Teori Jurnal Praktikum
1. Pengertian dan Fungsi Perencanaan dan Pengendalian Produksi
1Perencanaan produksi ialah suatu kegiatan yang berkenaan dengan
penentuan apa yang harus diproduksi, berapa banyak diproduksi, kapan
diproduksi dan apa sumber daya yang dibutuhkan untuk mendapatkan produk
yang telah ditetapkan. Pengendalian produksi ialah fungsi yang mengarahkan atau
mengatur pergerakan material (bahan, part/komponen/sub assembly dan produk)
melalui seluruh siklus manufacturing dari permintaan bahan baku sampai pada
pengiriman produk atau kepada pelanggan. Fungsi perencanaan dan pengendalian
produksi (production planning and control) yang disingkat sebagai pengendalian
produksi (production control) mencakup semua kegiatan yang berhubungan
dengan perencanaan produksi, perencanaan persediaan, perencanaan kapasitas,
otorisasi produksi dan penngadaan, pengendalian bahan dan penyimpanan bahan.
2
Perencanaan merupakan salah satu fungsi dari manajemen, dimana dalam
perencanaan tersebut ditentukan usaha-usaha dan tindakan-tindakan yang akan
atau perlu diambil oleh pimpinan peusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Perencanaan memegang penting dalam menetukan tujuan-tujuan itu sendiri, agar
tujuan-tujuan itu diintegrasikan dan pengawasan. Perencanaan itu mengandung
beberapa aspek, yaitu penentuan tujuan yang akan dicapai, memilih dan
menentukan cara yang akan ditempuh dari semua alternative yang mungkin
dipilih dan usaha-usaha atau langkah-langkah yang akan ditempuh dari semua
alternatif. Perencanaan itu dapat dibagi dua bagian yaitu perencanaan usaha yang
bersifat umum (general business planning) dan perencanaan produksi (production
planning) yang dimaksud dengan perencanaan usaha adalah perencanaan kegiatan
yang dijalankan setiap perusahaan, baik perusahaan besar maupun perusahaan
kecil untuk berhasil /suksesnya perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sedangkan
perencanaan produksi (production planning) adalah perencanaan dan
pengorganisasian sebelumnya mengenai orang-orang, bahan-bahan, mesin-mesin

1
Sukaria Sinulingga. Perencanaan dan Pengendalian Produksi (Medan:USU Press:2017). Hal
132-137
2
Tria S Lengkey, dkk. “Perencanaan Produksi Produk Kecap Dan Saos Pada CV. Fani Jaya”.
Jurnal EMBA Vol 2 No 3. 2014. Hal 1615
dan peralatan lain serta modal yang diperlukan untuk memprodusir barang-barang
pada suatu periode tertentu dimasa depan sesuai dengan yang diperkirakan atau
diramalkan.
3
Tujuan perencanaan produksi adalah
a. Sebagai langkah awal untuk menentukan aktivitas produksi yaitu sebagai
referensi perencanaan lebih rinci dari rencana agregat menjadi item dalam
jadwal induk produksi
b. Sebagai masukan rencana sumber daya sehingga perencanaan sumber daya
dapat dikembangkan untuk mendukung perencanaan produksi.
c. Meredam (stabilisasi) produksi dan tenaga kerja terhadap fluktuasi
permintaan.
Pada dasarnya fungsi dasar yang harus dipenuhi oleh aktivitas perencanaan
dan pengendalian produksi adalah
a. Meramalkan permintaan produk
b. Menetapkan jumlah dan saat pemesanan bahan baku secara ekonomis dan
terpadu.
c. Menetapkan keseimbangan antara tingkat kebutuhan produksi, teknik
pemenuhan pesanan, serta memonitor tingkat persediaan produk jadi setiap
saat, membandingkannya dengan rencana persediaan dan melakukan revisi
atas rencana produksi pada saat yang ditentukan.
d. Membuat jadwal produksi, penugasan, pembebanan measin dan tenaga
kerja yang terperinci sesuai dengan ketersediaan kapasitas dan fluktuasi
permintaan pada suatu periode
Sebelum melakukan produksi, terlebih dahulu dilakukan perencanaan
produksi dimana akan ditentukan apa yang akan diproduksi, berapa banyak yang
akan diproduksi dan kapan akan diproduksi. Sedangkan pengendalian produksi
adalah kegiatan mengendalikan aliran produksi seperti bahan, komponen dan
produk selama proses produksi dari input hingga output. Salah satu fungsi
dilakukannya adalah untuk meramalkan permintaan dari produk yang diproduksi.

3
Laila Hafisah, dkk. “Perencanaan Produksi Menggunakan Goal Programming (Studi Kasus di
Bakpia Pathuk 75 Yogyakarta)”. Spektrum Industri Vol 14 No 2. 2016. Hal 210
2. Tahapan dan Kerangka Perencanaan dan Pengendalian Produksi
4
Tahapan dalam pengawasan produksi, adalah suatu proses yang meliputi.
a. Perencanaan Produksi
b. Routing, yaitu penentuan jalan yang harus ditempuh oleh setiap satuan
pekerjaan mulai dari bahan mentah sampai barang selesai.
c. Scheduling, yaitu penentuan waktu kapan proses produksidimulai dan
kapan proses produksi harus selesai.
d. Dispatching,yaitu memberikanorder-order serta mempersiapkan langkah-
langkah yang diperlukan agar semua pekerjaan dapat berjalan dengan
lancar.
5
Kerangka dasar sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang
terintegrasi melibatkkan tiga tingkatan perencanaan yaitu perencanaan jangka
panjang (top management planning), perencanaan jangka menengah (operation
management planning) dan perencanaan operasional (operation management
execution) atau perencanaan ekseskusi dilantai pabrik.
Perencanaan jangka panjang (long term planning) meliputi empat sub-
sistem perencanaan yang berjenjang yaitu perencanaan bisnis (business planning),
perencanaan pemasaran (marketing planning), perencanaan agregat (aggregate
planning) dan perencanaan sumber daya (resourch planning).
Perencanaan jangka menengah (middle term planning) juga meliputi
empat sub-sistem perencanaan yaitu perencanaan jadwal induk produksi (master
requirements planning), perencanaan kebutuhan bahan (material requirements
planning), perencanaan kebutuhan kapasitas (capacity requirements planning.
Perencanaan ini merupakan tanggung jawab manajer lini (line/middle managers).
Jangkauan waktu perencanaan ini pada umumnya berkisar 6 bulan hingga satu
tahun.
Perencanaan jangka pendek (short term planning) meliputi perencanaan
kegiatan produksi lantai pabrik yang lebih dikenal sebagai perencanaan sistem
pengendalian kegiatan produksi (production activity control). Dan perencanaan

4
Sulistya Dewi. “Efektivitas Dan Efisiensi Proses Produksi Melalui Optimalisasi Sistem
Pengendalian Manajemen”. Jurnal Kompilek Vol 6 No 2. 2014. Hal 208
5
Sukaria Sinulingga. Op Cit. Hal 73-74
pengadaan sumber daya operasional (purchasing) adalah perencanaan eksekusi.
Perencanaan ini merupakan tahap akhir seluruh perencanaan, disusun oleh para
manajer tingkat bawah (low managers) yang secara langsung menangani kegiatan
di lantai pabrik seperti manajer penjadwalan, manajer pengolahan dan lain-lain.
6
Perencanaan jangka panjan minimal 10 tahun, jangka menengah di atas 1
tahun sampai 5 tahun, dan jangka pendek maksimal 1 tahun. Di Indonesia,
perencanaan tipe ini disamakan dengan program pelita. Jangka panjang ialah
sekitar 5 sampai 6 pelita, yaitu 25 sampai dengan 30 tahun, sebagai rambu-rambu
untuk tinggal landas. Perencanaan jangkah menengah ialah 5 tahun, yaitu 1 pelita.
Adapun perencanaan jangka pendek adalah 1 tahun, yaitu 1 tahun anggaran.
Ketiga perencanaan ini saling berkaitan satu dan lainnya. perencanaan jangka
panjnag menjadi induk dari kedua tipe yang lain. Perenjanaan jangka menengah
menjadi sumber dari perencanaan jangka pendek. Dengan kata lain, perencanaan
jangka pendek hadus dijabarkan dari perencanaan menengah dan perencanaan
jangka panjang
Perencanaan Jangka Panjang :
a. Menambah fasilitas
b. Menambah peralatan yang memiliki lead time panjang
Perencanaan Jangka Menengah :
a. Subkontrak
b. Menambah Peralatan
c. Menambah shift
d. Membuat atau menggunakan persediaan
Perencanaan Jangka Pendek : Mengubah Kapasitas, menjadwalkan tugas,
penjadwalan karyawan, pengalokasian mesin
Tahapan perencanaan dan pengendalian produksi adalah perencanaan
produksi, routing, scheduling dan dispatching. Tiga tingkatan perencaaan yaitu
perencaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.

6
Muhammad Kholil, dkk. “Peningkatan Kapasitas Produksi Lini Produksi Ed Frame Untuk
Memenuhi Permintaan Pasar (Studi Kasus: PT. TMMIN)”. Jurnal Ilmiah Teknik Indsutri Vol 3
No 2. 2015. Hal 77
3. Perencanaan Agregat dan Strategi dalam Perencanaan Agregat
7Perencanaan agregat merupakan salah satu metode dalam perencanaan
produksi. Dengan menggunakan perencanaan agregat maka perencanaan produksi
dapat dilakukan dengan menggunakan satuan produk pengganti sehingga keluaran
dari perencanaan produksi tidak dinyatakan dalam tiap jenis produk (individual
produk). Jadi, dalam perencanaan agregat, tidak dihasilkan rencana dalam bentuk
individual produk melainkan dalam bentuk agregat produk. Penggunaan satuan
agregat ini dilakukan mengingat keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh
antara lain : kemudahan dalam pengolahan data, ketelitian hasil yang didapatkan,
kemudahan untuk melihat dan memahami mekanisme sistem produksi yang
terjadi dalam implementasi rencana.
Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk melakukan perencanaan
yaitu dengan melakukan manipulasi persediaan, laju produksi, jumlah tenaga
kerja, kapasitas atau variabel terkendali lainnya. Jika perubahan dilakukan
terhadap suatu variabel sehingga terjadi perubahan laju produksi disebut sebagai
strategi murni (pure strategy). Sebaliknya, strategi gabungan (mixed strategy)
merupakan gabungan perubahan dua atau lebih strategi murni sehingga diperoleh
perencanaan produksi fleksibel. Beberapa strategi murni adalah mengendalikan
jumlah persediaan, mengendalikan jumlah tenaga kerja, subkontrak dan
mempengaruhi demand. Setiap pure strategy akan melibatkan biaya yang besar
dan sering pure strategy menjadi tidak layak, oleh karena itu kombinasi dari pure
strategy ini menjadi mixed strategy lebih sering digunakan. Ketika suatu
perusahaan mempertimbangkan kemungkinan dari pencampuran strategi yang
bervariasi dengan tidak terbatasnya rasio untuk melakukan strategi yang bervariasi
tersebut, maka perusahaan baru akan menyadari tantangan yang sedang dihadapi.
Perencanaan produksi agregat merupakan salah satu metode dalam
perencanaan produksi. Dengan menggunakan perencanaan agregat maka
perencanaan produksi dapat dilakukan dengan menggunakan satuan produk
pengganti sehingga keluaran dari perencanaan produksi tidak dinyatakan dalam
tiap jenis produk (individual produk). Jadi di dalam perencanaan agregat, tidak

7
Rosnani Ginting.Sistem Produksi (Yogyakarta:Graha Ilmu:2007). Hal 71-74
dihasilkan rencana dalam bentuk individual produk melainkan dalam betuk
agregat produk. Penggunaan satuan agregat ini dilakukan mengingat keuntungan-
keuntungan yang dapatdiperoleh antara lain
a. Kemudahan dalam pengolahan data, dengan menggunakan satuan agregat
maka pengolahan data tidak dilakukan untuk setiap individual produk.
Keuntungan ini akan semakin terasa jika pabrik tempat perencanaan
dilakukan memproduksi banyak jenis produk.
b. Ketelitian hasil yang didapatkan, dengan hanya mengolah satu jenis data
produk maka kemungkinan untuk menerapkan metode yang canggih
semakin besar sehingga ketelitian hasil yang didapatkan semakin baik.
c. Kemudahan untuk melihat dan memahami mekanisme sistem produksi
yang terjadi dalam implementasi rencana yang telah dibuat.
8
Fungsi Perencanaan Agregat Beberapa fungsi dari perencanaan agregat
adalah
a. Menemukan metode yang tepat untuk digunakan sebagai strategi
perusahaan dalam menghadapi jumlah permintaan, sehingga ditemukan
jumlah biaya terkecil.
b. Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten terhadap
rencana strategi perusahaan
c. Alat ukur performansi proses perencanaan produksi
d. Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi dan
membuat penyesuaian
e. Memonitor hasil produk actual terhadap rencana produksi dan membuat
penyesuaian
Perencanaan agregat adalah perencanaan produksi dimana dalam
merencanakannya menggunakan satuan pengganti produksi. Misalnya, cat tembok
dan cat besi diganti satuannya menjadi ton cat dan baja rol dan baja coil dapat
diganti satuannya menjadi ton baja.

8
Amri, dkk. “Perencanaan Pengendalian Produksi Air Minum Dalam Kemasan Menggunakan
Metode Aggregate Planning” Malikussaleh Industrial Engineering Journal Vo 1 No 1. 2012. Hal
12