Anda di halaman 1dari 7

Apa yang dimaksud dengan Integrasi

Nasional ? Inilah Pengertiannya


Menurut Para Ahli
Apa yang di maksud dengan Integrasi Nasional ? Inilah Pengertian dan
Konsep Integrasi Nasional Menurut Para Ahli – Sebagai warga negara Indonesia
yang baik, kita tentu menyadari bahwa negara tercinta ini penuh akan perbedaan.
Perbedaan tersebut antara lain ; perbedaan suku, ras, agama, kepercayaan,
golongan, budaya, etnis, warna kulit, bahasa, wilayah, adat istiadat, dan lain
sebagainya.

Semua keanekaragaman yang terdapat di Indonesia memang harus kita jaga dan
kita pelihara dengan baik agar tercipta keadaan yang nyaman dan tentram di
lingkungan masyarakat.

Perbedaan yang sangat banyak dapat memberikan dampak positif bagi bangsa
Indonesia, karena dengan kekayaan dan keanekaragaman tersebut dapat
dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan umum. Di sisi lain, perbedaan
tersebut kerap kali menimbulkan pertentangan di antara beberapa pihak.

Sebagai contoh, wilayah dan budaya yang melimpah tentu menjadikan karakter dan
kebudayaan masyarakat yang bervariasi pula. Hal ini tentu harus mendapat
perhatian yang lebih di antara masing-masing pihak sehingga masyarakat tidak
memicu perselisihan yang nantinya dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, kita perlu memahami arti penting dari
integrasi/integritas nasional sehingga kita sepenuhnya menyadari bahwa keutuhan
bangsa harus benar-benar dipertahankan, bagaimanapun caranya.
Lalu apa sebenarnya integrasi nasional itu ? Ingin tahu ? Yuk simak
pembahasannya !

A. Pengertian Integrasi Nasional secara Harfiah

Integrasi Nasional berasal dari dua kata, yaitu Integrasi dan Nasional. Integrasi
sendiri berasal dari bahasa latin (integrate) yang artinya adalah
mempersatukan/menggabungkan. Adapun kata Nasional berasal dari bahasa Inggris
(Nation) yang berarti bangsa.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), integrasi memiliki arti
pembauran sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh atau bulat. Sedangkan istilah
“Nasional” mempunyai pengertian :
 Bersifat kebangsaan.
 Berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri.

 Meliputi suatu bangsa, misalnya cita-cita nasional, tarian nasional,


perusahaan nasional dan lain sebagainya.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Integrasi Nasional memiliki arti
secara Politis dan Antropologis. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
 Secara Politis

Integrasi Nasional secara politis mengandung arti bahwa proses penyatuan beragam
kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk
suatu identitas nasional.

 Secara Antropologis
Integrasi Nasional secara antropologis berarti bahwa proses penyesuaian di antara
unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai keserasian fungsi dalam
kehidupan masyarakat.

B. Pengertian Integrasi Nasional secara Umum


Intregasi Nasional adalah penyatuan unsur-unsur dalam masyarakat menurut
aturan-aturan dan kebijakan politik yang dibangun atas nilai-nilai kultur yang ada
dalam masyarakat yang bersangkutan, sehingga terjadi kesepakatan tentang tujuan
nasional yang hendak diwujudkan.

Intinya, arti dari integrasi nasional adalah proses penyatuan perbedaan dalam suatu
negara sehingga terjadi keselarasan secara nasional dalam suatu negara.

C. Pengertian Integrasi Nasional Menurut Para Ahli

Banyak juga para ahli/pakar yang mengemukakan gagasan mengenai makna atau
arti dari integrasi nasional. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

1. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin

Integrasi nasional merupakan proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup


semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

2. Howard Wriggins

Integrasi nasional adalah penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu


masyarakat menjadi suatu keseluruhan/kesatuan yang lebih utuh atau memadukan
masyarakat-masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu kesatuan
bangsa.

3. Myron Weiner
Integrasi Nasional adalah proses penyatuan dari berbagai kelompok budaya dan
sosial ke dalam satu kesatuan wilayah, dalam rangka pembentukan suatu identitas
nasional.

4. J. Soedjati Djiwandono

Integrasi nasional sebagai cara bagaimana kelestarian persatuan nasional dalam arti
luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional bangsa indonesia
berarti hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa, menjadi satu
kesatuan bangsa secara resmi, dan direalisasikan dalam satu kesepakatan atau
konsensus nasional melalui Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Adapun bunyi sumpah pemuda yaitu :

Kami putra dan puteri Indonesia mengakui :


1. Bertanah air satu, tanah air Indonesia.
2. Berbangsa satu, bangsa Indonesia

3. Berbahasa satu, bahasa Indonesia.

D. Konsep-Konsep Integrasi Nasional


1. Jones J. Clemens dan Carl G. Roberg

Menurut Jones J. Clemens dan Carl G. Roberg, proses pemerintahan bagian suatu
negara mencakup dua dimensi yaitu integrasi vertikal dan integrasi horisontal.
 Integarasi Vertical (Elite-Massa)

Integrasi ini mencakup berbagai masalah yang ada pada bidang vertikal. Integrasi ini
menjembatani celah perbedaan yang meyakini ada antara kaum elite dan massa
guna mengembangkan proses politik terpadu dan masyarakat politik yang
berpartisipasi, mereka kemudian menamakan dimensi vertikal ini sebagai integrasi
politik.

Dimensi vertikal menyangkut pengintegrasian persepsi dan perilaku elite dan massa
dengan cara menghilangkan, mengurangi perbedaan kesenjangan antara kelompok
yang berpengaruh dengan yang dipengaruhi atau dengan kata lain menjembatani
perbedaan antara elite dan massa.
 Integrasi Horisontal (Teritorial)

Integrasi ini mencakup berbagai masalah yang ada pada bidang horizontal.
Umumnya bertujuan untuk mengurangi diskonitalitas dan ketegangan kultur
kedaerahan dalam rangka proses penciptaan masyarakat politik yang homogen
(serasi/sama).

Dimensi horisontal menyangkut pengintegrasian kelompok-kelompok dalam


masyarakat, dengan cara menjembatani perbedaan-perbedaan yang ditimbulkan
oleh faktor-faktor teritorial/kultur dengan mengurangi kesenjangan yang ditimbulkan
oleh faktor-faktor tersebut.

2. Myron Weiner

Myron Weiner adalah seorang ilmuwan politik dari Amerika Serikat. Ia


mengidentifikasi dengan jelas berbagai masalah yang tercakup dalam setiap
pengertian yang pernah digunakan oleh para sarjana hingga pertengahan 1960-an.
Dari berbagai studinya itu, Myron Weiner mengemukakan beberapa pengertian
integrasi lain yang lebih bermanfaat umum, seperti integrasi nilai, integrasi budaya,
dan integrasi tingkah laku.

3. Claude Alce

Claude Alce adalah seorang sarjana kelahiran Nigeria yang menolak tegas integrasi
nasional. Ia lebih menyukai istilah integrasi politik. Menurutnya, istilah bangsa yang
menjadi akar kata nasional itu, secara normatik sudah mengandung makna
kelompok manusia yang sudah sangat terpadu.

Oleh karena itu, istilah bangsa sudah dengan sendirinya merujuk pada integrasi
karena komponen-komponennya memang sudah terintegrasi.

4. Mahfud MD

Menurutnya, integrasi nasional adalah pernyataan bagian-bagian yang berbeda dari


masyarakat menjadi keseluruhan yang lebih utuh, secara sederhana memadukan
masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi suatu bangsa.

Untuk mewujudkan integrasi nasional, perlu adanya keadilan, ketegasan dan


kebijaksanaan dari pemerintah dengan tidak membeda-bedakan SARA. Hal ini
benar-benar perlu dikembangkan karena pada hakekatnya integrasi nasional
menunjukkan tingkat kuatnya kesatuan dan persatuan bangsa.
Integrasi masyarakat dalam negara dapat tercapai apabila :

 Terciptanya kesepakatan dari sebagian besar anggotanya terhadap nilai-nilai


sosial tertentu yang bersifat fundamental dan krusial.
 Sebagian besar anggotanya terhimpun dalam berbagai unit sosial yang saling
mengawasi dalam berbagai aspek sosial yang potensial.
 Terjadinya saling ketergantungan diantara kelompok-kelompok sosial yang
terhimpun didalam pemenuhan kebutuhan ekonomi secara menyeluruh.

“Bersatu” adalah semangat kemauan oleh para tokoh nasional kemerdekaan


Indonesia, karena mereka menyadari begitu banyak ragam perbedaan dalam
bangsa Indonesia. Hal inilah yang menjadikan bangsa ini sebagai Negara Kesatuan
Republik Indonesia (sebagai perwujudan Integrasi Nasional Bangsa). Adapun bentuk
pengungkapan masyarakat dan budaya bangsa Indonesia itu adalah dengan
semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Semangat persatuan ini diharapkan terus berkelanjutan untuk generasi mendatang


(turun temurun) sehingga rasa persatuan ini tetap tercipta dalam negara tercinta ini.

Kesimpulan....

Sejatinya Integrasi Nasional benar-benar harus ditegakkan agar tidak terjadi


berbagai konflik, kesalahpahaman dan kekacauan di negeri ini. Hal ini tentu akan
menjadikan negeri ini lebih tentram, nyaman, aman, dan sejahtera. Dan tentunya
perlu adanya peran dari masing-masing individu, baik itu dari pemerintah maupun
rakyat Indonesia itu sendiri.

Sumber Asli : http://www.siswamaster.com/2016/02/pengertian-dan-konsep-


integrasi-nasional-menurut-ahli.html#ixzz4RSX6Q8X8