Anda di halaman 1dari 5

Skor Physical global evaluation (PGA)

Physical global evaluation (PGA) diperkenalkan pertama kali pada tahun

1998 oleh Food and Drug Administration AS sebagai alat untuk menilai dan

mencatat keparahan penyakit dalam studi klinis dan menilai penyakit pasien dari

bersih ke parah atau sangat parah. Namun saat ini tidak ada definisi PGA yang

diakui secara standar. Beberapa versi yang digunakan saat ini semua bervariasi

dalam hal jumlah dan deskripsi gejala yang dinilai dan poin yang digunakan

untuk menilai setiap gejala. Versi yang umum digunakan dalam PGA yakni

dengan menggunakan skala lima hingga enam poin. (duffin-j) Physical global

evaluation sebelumnya telah diusulkan sebagai meknaisme intuitif yang

sederhana untuk mengumpulkan data hasil klinis, namun penyelidikan

penggunaannya hanya terbatas pada uji klinis. Penilaian PGA adalah salah satu

ukuran standar yang digunakan dalam uji klinis, dengan titik keberhasilan

pengobatan utama yang paling sering didefinisikan sebagai PGA adalah bersih

atau hampir bersih.(pascoe-j)

Physical global evaluation dapat menilai kondisi pasien membaik secara

signifikan selama perawatan dermatologis dan mengevaluasi derajat

peningkatan klinis individu. Clear response atau respon pembersihan lengkap

dinilai sebagai 1, yaitu pembersihan dari semua lesi yang digambarkan sebagai

hiper / hipopigmentasi pasca - inflamasi dan hilangnya pruritus, terowongan dan

vesikel. Excellent response atau sangat baik dinilai sebagai 2 jika terdapat lebih

dari 75% tetapi pengurangan lesi kulit dan pruritus kurang dari 100%. Marked

improvement atau peningkatan respons ditandai sebagai 3 jika terdapat 50

sampai 75% lesi kulit dan pruritus. Moderate improvement atau perbaikan

sedang dinilai sebagai 4 jika terdapat pengurangan 25 hingga 50% dari lesi kulit
dan pruritus. Slight improvement atau perbaikan ringan adalak 5 jika terdapat

perbaikan kurang dari 25% dari lesi kulit dan pruritus. Failure atau kegagalan

dinilai sebagai 6 jika pada akhir tiga minggu, tidak terdapat peningkatan pada lesi

pruritus dan kulit sementara worsen atau perburukan dinilai sebagai 7 jika

terdapat penambahan lesi baru selama pengobatan. Penilaian pasca evaluasi

dinilai sebagai penyembuhan klinis ketika penghilangan tanda dan gejala

penyakit secara menyeluruh. Perbaikan klinis diberikan jika temuan klinis mereda

secara signifikan pada akhir masa pengobatan tetapi dengan resolusi gejala

yang tidak lengkap. Infestasi ulang dilakukan jika terdapat kemunculan kembali

tanda dan gejala tiga minggu setelah terapi dan kegagalan jika terapi telah

dihentikan karena reaksi yang merugikan terkait dengan obat yang diteliti.(

Castillo et al, 2013)

Skor Visual analoque scale (VAS)

Dalam penatalaksanaan pruritus terdapat berbagai macam kendala

diantaranya permasalahan dalam menilai kuantitas keparahan pruritus dimana

gatal merupakan sensasi tidak menyenangkan yang memunculkan keinginan

untuk menggaruk, bersifat subjektif dan tidak terlokalisasi.(langner-J)

Alat yang paling umum digunakan untuk menilai intensitas pruritus adalah

visual analoque scale ( VAS). Visual analoque scale pertama kali dikembangkan

pada tahun 1921 oleh Hayes & Patterson yang pada awal nya umum digunakan

untuk mengukur rasa sakit, depresi, selain itu untuk menilai pruritus VAS juga

merupakan alat yang umum digunakan karena memberikan estimasi gatal yang

mudah dan cepat. Visual analoque scale merupakan alat grafik dengan garis

horisontal 100mm dengan ujung kiri ditandai sebagai tanpa gejala dan ujung
kanan di tandai sebagai gejala terburuk yang bisa di bayangkan. Pasien diminta

untuk menggambar garis vertikal untuk menunjukan skala horisontal pada titik

yang sesuai dengan intensitas gejala. Saat membaca VAS, posisi tanda

responden umumnya diberi skor antara 0 hingga 10. Panjang dari ujung kiri ke

tanda vertikal yang dibuat pasien diukur dalam millimeter dan ditransfer ke skala

100 jika didokumentasikan dalam bentuk kertas. Pemisahan dalam seperseratus

dianggap cukup sensitif.(phan-j). visual analoque scale memiliki tingkat resolusi

yang sangat tinggi dan karenanya pilihan nuansa penilaiannya sangat bagus

karena responden mampu mengekspresikan diri mereka lebih bebas.

Gambar. Visual analoque scale

Reich et al membuat suatu katergori penilaian VAS dimana nilai batas (4-

7-9) untuk membedakan pruritus ringan, sedang, berat dan sangat berat.(reich-J)

Meskipun VAS tampak menjadi metode pengukuran ambang pruritus,

terdapat beberapa keterbatasan dalam instrument ini yaitu pada pasien dengan

masalah motorik atau kognitif yang menghalangi pemahaman skala atau


menandai garis dengan pena. Keterbatasan ini terutama pada orang tua dan

anak kecil, selain itu VAS hanya menyediakan informasi mengenai intensitas

gatal sehingga supervise yang teliti dari dokter/terapis dapat meminimalkan

kesempatan eror, dengan demikian jika memilih VAS sebagai alat ukur maka

penjelasan yang akurat terhadap pasien dan perhatian terhadap nilai VAS adalah

hal yang vital. informasi komprehensif tentang berbagai aspek gatal dibutuhkan

agar didapatkan evaluasi pruritus dengan lebih rinci, namun instrument tersebut

biasanya dianggap tidak cocok dan terlalu panjang untuk penilaian ulang

terutama dalam seting klinis.(reich-j)

Meskipun masih sulit untuk menilai pruritus secara objektif, sangat

penting untuk mengetahui informasi mengenai intensitas, keparahan dan

perjalanan pruritus secara konsisten untuk penilaian awal gejala, evaluasi dan

efikasi pengobatan.(reich-j)

Dermatoloical life quality index (DLQI)

Penyakit kulit yang diderita oleh seseorang memiliki pengaruh efek yang

merugikan terhadap kualitas hidup. Kondisi kesehatan sangat terkait dengan

kualitas hidup.(finlay-j) Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi

persepsi kualitas hidup pada individu dengan penyakit. Penyakit kulit dapat

menyebabkan dampak negatif yang sangat besar pada kualitas hidup seseorang

dengan mempengaruhi penampilan, keadaan emosi, meningkatkan kebutuhan

untuk perawatan khusus, meningkatkan kekhawatiran dan mengganggu aktifitas

sehari-hari.(guimenes-dindaJ) Aspek psikososial ini memiliki implikasi yang

penting untuk manajemen penyakit yang optimal terhadap pasien, sehingga


kualitas hidup pasien oleh banyak dermatologis telah digunakan sebagai

penilaian parameter dalam pengelolaan penyakit kulit serta untuk evaluasi terapi

baru.(finlay-j)

Dermatoloical life quality index (DLQI) merupakan teknik kuesioner

sederhana dan praktis untuk penggunaan klinis. Penilaian tersebut dirancang

untuk memenuhi kebutuhan akan metode yang sederhana namun sensitif dalam

mengukur kualitas hidup pasien yang disebabkan oleh penyakit kulit. Kuesioner

ini telah digunakan dalam 33 kondisi kulit yang berbeda di 32 negara dan

tersedia dalam 55 bahasa. (jingang-j) Secara khusus, DLQI menyelidiki gejala-

gejala seperti gatal dan sakit pada kulit, gangguan penyakit pada hubungan

pribadi, pekerjaan atau studi, serta kegiatan sehari-hari dan hobi. Kuesioner

disusun dengan 10 pertanyaan, dimana setiap pertanyaan memiliki empat

alternatif jawaban yaitu ‘tidak sama sekali’, ‘sedikit’, ‘banyak’ atau ‘sangat

banyak’ dengan masing-masing skor yang sesuai dari 0,1,2 dan 3. Jawaban

‘tidak relevan’ diberi skor 0. Penilaian DLQI dihitung dengan menjumlahkan

masing-masing skor pertanyaan menghasilkan maksimum nilai 30 dan minimum

bernilai 0. Semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin besar penurunan

nilai kualitas hidup pasien.(finlay-j)

Beri Nilai