Anda di halaman 1dari 5

A

ASAS – ASAS HUKUM PAJAK


A. PENGERTIAN PAJAK
 Pajak adalah iuran kepda negra yang terhutang
oleh yang wajib menbayarnya (wajib
pajak).dengan dasr UU dengan tidak dapat
prestasi(balas jasa) kembali secara langsung.
 Sebagai pemasukan pada Negara di samping
pajak di kenal retribusi dan sumbangan:
 Yang di maksut dengan retribusi adalah
pembayaran oleh wajib retribusi (seperti retribusi
parker ).
 Sumbangan :missal, setoran wajib pemeliharaan
pembangunan prasarana daerah (SWP3D) harus
di bayar oleh para pemilik kendaan bermotor.
Sumbangan ini di gnakan utk pemeliharaan dan
pembutan jalan.
NEGARA ATAU PEMERINTAH DALAM MEMUNGGUT
HARUS BERDASRKAN UUD . HALINI DAPAT KITA LIHAT
DLAM KETETNTUAN PSL 23 UUD 1945 PSL 23 AYAT (2)
YANG ISINYA SEBAGI BERIKUT :
“ SEGALA PAJAK UNTUK KEPERLUAN NEGARA
BERDASRKAAN UNDANG-UNDANG “.
 Jadi dalam hal ini, pemungutan pajak harus di
tetapkan oleh presiden bersama-sama DPR
sebagai badan perundang-undangan (badan
legislative ).
 Yang di maksut dengan wajib pajak adalah orang
atau badan yang menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan di tentuakan
utuk melakukan kewajiban perpajkan.
 Badan dalam ketentuan ini adalah perseroan
terbatas, komaditer, BUMN, persekutuan,
perseroan, perkumpulan koprasi, firma, yayasan/
lembaga & bentuk usaha tetap.
JENIS – JENIS PAJAK
1. PAJAK DAERAH : Pajak yang di pungut oleh daerah
tingkat I (provinsi), daerah tingkat II, kotamadya,
atau kabupaten utk pembiyayaan rumah tangga
masing-masing. (cth; pajak tontonan, pajak jalan,
pajak anjing ) dll.
2. PAJAK PUSAT : adalah pajak yang di pngut oleh
pemerintah pusat , penyelegranya di lakukakn oleh
kantor pelyanan pajak utk pembiyayaan rumah
tanga Negara pada umumnya. (cth : pajak deviden,
impor, penghasilan, perseroan )dll.
3. PAJAK LANSUNG : adlah pajak yang harus di pikul
sendiri oleh si wajib pajak dan tidak di limpahkan
kepada orang lain. (cth: pajak peghasilan, upah ,
deviden ).
4. PAJAK TAK LANGSUNG : ialah pajak yang pada
akhirnya dapat menaikan harga , karna akhirnya di
tangung oleh pembeli dan pajak tersebut baru
terhutang jika terjadi hal-hal terhutangnya
pajakk.(cth: pajak penjualan, bea meterai, bea balik
nama ).
TIMBULNYA KEWAJIBAN PAJAK
 Kapan seorang dapat di kenakan pajak , atau
timbul wajib pajak, dapat dilihat pada UU dari
masing-masing pajak, akan tetapi secara umum
dpt dikatakan apa bila memenuhi dua syarat :
 KEWAJIBAN PAJAK OBYEKTIF : ialah
kewajiban pajak yang melihat pada hal-hal
yang dapat di kenakan pajak (obyektif ) .
seorang manusia atau badan hokum
memenuhi kewajiban pajak obyektif ini jika
mendapatan penghasilan, mempunyai
kekayaan atau memperoleh laba yang
melebihi batas minimum kenapajak yang di
sebut dalam UU pajak yg bersangkutan.
 KEWAJIPAN PAJAK SUBYEKTIF : ialah
kewajiban pajak yang melihat pada orang
/badan hukumnya. Pada umumnya semua
subyek hokum baik yang berupa manusia
/orang atau badan hokum seperti perseroan
terbatas , yayasan, yang berdomisili di
Indonesia.
A

HAK-HAK WAJIB PAJAK


 Seorang wajib pajak dapat mengajukan eberatan kepada
derektorat jendaral pajak , atas suwatu :
1. Surat pemberitaan
2. Surat ketetapan pajak tambahan
3. Surat keputusan kelebihan pembayaran
4. Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga
berdasrkan ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan.
 Keberatan ini di ajkukan secra tertulis dengan menyatakan
alasan –alsan yang jelas, dan di ajukan dalan jangka waktu 3
bln, sejak tanggal surat, tanggal pemotongan, atu
pemungutan.
 Wajib pajak dapat mengajukan banding kepada majelis
pertimbangan pajak, apa bila wajib pajak keberatan atas :
1. Keputusan yang di ambil oleh kepala antor pelayan pajak.
2. Surat tagihan susulan yang di keluarkan oleh kepala
kantor pelayanan pajak.
 Majelis pertimbangan pajak ada di JKT, sebagi lembaga yang
bertugas dan berkewajiban utk memutus pada tingktan
tertinggi/ terakhir atas semua perselisihan-perselisihan
pajak.