Anda di halaman 1dari 2

Gambar 3.

Keseimbangan jangka panjang dari perusahaan dan industry


persaingan sempurna

Tingkat output terbaik bagi perusahaan dalam pasar persaingan sempurna pada tingkat
output P = $25 adalah 4 unit dan ditunjukkan oleh titik E*, yaitu ketika P = MR = LMC
= titik terendah LAC. Karena perusahaan bisa bebas dan mudah untuk keluar masuk
pasar, semua laba atau kerugian dalam pasar akan hilang dengan sendirinya, dan
perusahaan memproduksi pada titik terendah kurva LAC-nya. Perusahaan akan
beroperasi pada skala pabrik yang ditentukan oleh SATC pada titik terendahnya
sehingga juga tercapai SMC=LMC.
Kehidupan nyata,kita jarang menemui pasar yang mencapai keseimbangam jangka
panjang karena selera konsumen yang terus berubah, kurva permintaan pasar selalu
bergeser, teknologi produksi, harga input berubah(kurva penawaran bergeser).

A. PERSAINGAN DALAM PEREKONOMIAN GLOBAL


a. Permintaan dan Penawaarn Domestik, Impor dan harga
Perusahaan domestik yang ada di berbagai industri menghadapi persaingan yang ketat dari luuar
negeri. Kebanyakan barang – barang buatan AS, saat ini bersaing dengan barang sejenisnya dari
luar negeri di pasar luar negeri, dan pada gilirannya bersaing dengan barang buatan dalam negeri
di pasar luar negeri.
Penyesuaian Jangka Panjang dalam Industri Tekstil Katun di Amerika Serikat

Penelitian tentang berbagai industry di A.S selama masa perang dunia, Lioyd Reynolds
menemukan bahwa industry tekstil katun di A.S paling mendekati perusahaan persaingan
sempurna. Tekstil katun bersifat homogeny, terdapat banyak penjual dan pembeli, kecil untuk
mempengaruhi harga pasar dan mudah untuk keluar masuk industry. Tingkat pengembalian
investasi dalam industry ini sekitar 6% di daerah Selatan dan 1% di daerah Utara (karena lebih
tingginya biaya kapas dam buruh). Rendahnya rata-rata pengembalian dibandingkan dengan
industry lainnya sebesar 8%, ini meramalkan perusahaan lainnya akan meninggalkan industry
tekstil dalam jangka panjang dan memasuki industry lainnya. Model ini juga meramalkan bahwa
karena imbalan di daerah Utara lebih rendah dibandingkan di Selatan, maka pengurangan jumlah
perusahaan akan terjadi di daerah Utara. Para pengusaha di industry ini menggunakan pengetahuan
ini dan bereaksi terhadap respon tersebut