Anda di halaman 1dari 15

TUGAS EKONOMI MANAJERIAL

SEMESTER GANJIL 2019/2020


DOSEN PENGAMPU : Dr. Luh Gede Sri Artini, SE.,M.si

Oleh Kelompok 7:
PUTU BAGUS WICHITAKANI WAHYU CAKRANINGRAT (1880611004)
RAYMOND LEONARD LIE (1880611054)
MADE WIDYA ASTITI (1880611050)
GEDE KARMEITA KUSUMA ATMAJA (1880611051)
KADEK HANDI JUNIARTA (1880611061)
I KOMANG SATRIA WARLA PUTRA (1880611067)

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2019
Pasar Persaingan Sempurna

Definisi tentang monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli, dinyatakan berdasarkan


jumlah penjual produk di pasar. Jenis-jenis struktur pasar yang serupa juga bisa didefinisikan
dalam kaitannya dengan jumlah pembeli dari produk atau input pasar. Dari sudut pandang
pembeli, terdapat pasar monopsoni, persaingan monopsonistik, dan oligopsoni. Monopsoni
mengacu pada situasi pasar yang ada di dalamnya hanya terdapat pembeli tunggal bagi
sebuah komoditas atau input tertentu, padahal tidak terdapat substitusi dekat atas komoditas
itu. Persaingan monopsonistik dan oligopsoni juga didefinisikan dengan cara serupa.
Monopsoni dan oligopsoni lebih umum terjadi dalam pasar input (faktor produksi) ketimbang
dalam pasar komoditas. Struktur pasar yang demikian kadang-kadang terjadi dalam pasar
tenaga kerja, yang didominasi oleh satu atau sedikit perusahaan besar yang mempekerjakan
mereka, dalam pasar hasil-hasil pertanian lokal yang didominasi oleh satu atau sedikit
penampung, atau dalam hal pembelian pemerintah atas sistem pertahanan keamanan dalam
jumlah besar.

Arti dan Nilai Penting Pasar Persaingan Sempurna

Produk yang dihasilkan oleh setiap perusahaan dalam persaingan sempurna bersifat
homogen, identik, dan terstandarisasi secara sempurna. Contohnya adalah gandum musim
dingin kelas A. Sebagai akibatnya, pembeli tidak bisa membedakan antara output satu
perusahaan dengan yang lainnya, sehingga mereka tidak peduli dari mana harus memperoleh
produk tersebut. Hal ini tidak hanya mengacu pada ciri fisik dari produk itu, tetapi juga
“lingkungan” tempat pembelian tersebut dilakukan (misalnya keramahan penjual dan lokasi
penjualan).

Dalam pasar persaingan sempurna, terdapat mobilitas sempurna dari berbagai sumber daya
yang ada. Artinya, pekerja dan faktor produksi lainnya dapat dengan mudah bergerak secara
geografis dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, dan dapat bereaksi dengan cepat terhadap
insentif berupa uang. Tidak terdapat monopoli atas faktor produksi yang dibutuhkan untuk
memproduksi sebuah produk, baik oleh pemilik maupun pembuatnya. Dalam jangka panjang,
perusahaan dapat masuk atau keluar dari industri tersebut tanpa banyak kesulitan. Artinya,
tidak terdapat paten atau hak cipta, tidak diperlukan modal dalam “jumlah besar” untuk
memasuki pasar, dan perusahaan yang sudah berdiri tidak memiliki faktor penekan biaya
yang lebih baik dibanding perusahaan baru, yang bisa muncul akibat adanya pengalaman atau
besarnya ukuran perusahaan.

Terakhir, dalam pasar persaingan sempurna, konsumen, pemilik faktor produksi, dan
perusahaan dalam pasar, memiliki pengetahuan yang sempurna terhadap tingkat harga, biaya-
biaya serta peluang-peluang ekonomi pada umumnya, baik yang berlaku saat ini maupun
yang bisa terjadi di masa depan. Dengan demikian, konsumen tidak akan membayar terlalu
mahal untuk produk tersebut. Perbedaan harga yang terjadi akan dihilangkan secara cepat,
dan sebuah harga tunggal bagi produk tersebut akan berlaku untuk keseluruhan pasar.
Sumber daya atau faktor produksi akan dijual kepada penawar tertinggi. Dengan adanya
pengetahuan yang sempurna tentang harga dan biaya saat ini maupun pada masa mendatang,
produsen tahu persis berapa banyak produk yang harus mereka hasilkan.

Pasar persaingan sempurna, sebagaimana yang didefinisikan di atas, tidak pernah benar-benar
ada dalam dunia nyata. Mungkin pasar yang paling mirip dengan pasar persaingan sempurna
di masa ini adalah pasar modal. Contoh lain yang agak memenuhi ketiga asumsi pertama
pasar persaingan sempurna adalah pasar komoditas pertanian seperti jagung dan gandum.
Industri gas alam dan angkutan truk juga mendekati pasar persaingan sempurna. Kenyataan
bahwa pasar persaingan sempurna dalam bentuknya yang murni tidak pernah terjadi dalam
dunia nyata, tidak mengurangi arti penting dari model pasar persaingan sempurna. Model
pasar persaingan sempurna juga memberikan beberapa hal bermanfaat kepada kita dalam
menjelaskan dan meramalkan banyak fenomena ekonomi di dunia nyata, meskipun asumsi-
asumsi yang digunakan dalam model pasar persaingan sempurna hanya mendekati nyata
(bukan tepat). Sebagai tambahan, model ini membantu kita mengevaluasi dan
membandingkan efisiensi penggunaan sumber daya di antara berbagai bentuk organisasi
pasar.

Penentuan Harga dalam Pasar Persaingan Sempurna

Dalam pasar persaingan sempurna, harga sebuah produk ditentukan pada perpotongan antara
kurva permintaan pasar dan kurva penawaran pasar dari produk itu. Kurva permintaan pasar
dari sebuah produk hanyalah penjumlahan horisontal dari kurva permintaan seluruh
konsumen dalam pasar tersebut.

Jika harga pasar dari suatu produk ditentukan oleh perpotongan kurva permintaan dan
penawaran pasar dari produk itu, maka perusahaan dalam pasar persaingan sempurna
merupakan pengembil /penerima harga (price taker). Artinya perusahaan tersebut menerima
harga dari produk tersebut apa adanya dan tidak memiliki kekuatan untuk memengaruhi
harga itu dengan cara mengubah tingkat output dan penjualan produknya. Karena produk dari
semua perusahaan tersebut bersifat homogen, suatu perusahaan tidak dapat menjual produk
itu di atas harga pasar; jika tidak, perusahaan tersebut akan kehilangan seluruh pelanggannya.
Di sisi lain, tidak ada alasan bagi perusahaan itu untuk menjual produk di bawah harga pasar,
karena perusahaan tersebut bisa menjual berapa pun jumlah produknya, pada tingkat harga
bunga yang berlaku di pasar.

Persaingan dalam Pasar Modal

Pasar modal adalah pasar yang saat ini paling mirip dengan pasar persaingan sempurna.
Dalam kebanyakan kasus, harga dari suatu saham ditentukan oleh kekuatan penawaran dan
permintaan pasar dari saham tersebut, dan setiap pembeli dan penjual saham itu tidak
memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga. Semua saham dalam setiap kategori yang
ada, kurang lebih bersifat homogen. Kenyataan bahwa saham sering dibeli dan dijual,
menunjukkan bahwa sumber daya memiliki mobilitas yang tinggi. Terakhir, informasi
tentang harga dan kuantitas yang diperdagangkan selalu siap tersedia.

Secara umum, harga sebuah saham mencerminkan semua informasi yang diketahui
masyarakat tentang keuntungan saat ini dan keuntungan yang diharapkan pada masa
mendatang dari saham yang dimaksud. Hal ini dikenal sebagai hipotesis pasar yang efisien
(efficient market hypothesis). Dana mengalir ke dalam saham, dan sumber daya mengalir
untuk digunakan pada kegiatan yang memberikan tingkat pengembalian yang paling tinggi,
tentunya setelah dikurangi faktor risiko. Dengan demikian, harga saham memberikan tanda
bagi alokasi investasi yang efisien dalam perekonomian. Meskipun terdapat kenyataan bahwa
pasar modal adalah yang paling mendekati pasar persaingan sempurna, ketidaksempurnaan
terjadi di sini. Misalnya, penjualan saham senilai $1 miliar oleh IBM atau perusahaan besar
lainnya tentu saja akan mempengaruhi harga saham-sahamnya. Lebih jauh, harga-harga
saham kadangkala bisa terlalu tinggi penilaiannya atau overvalued dan dengan demikian
harga saham tersebut bisa mengalami koreksi (turun) dengan tajam.

Beberapa tahun terakhir, New York Stock Exchange terlihat seperti kehilangan
kemampuannya untuk meramalkan perubahan kondisi ekonomi dan seperti kehilangan posisi
pentingnya sebagai sumber modal utama bagi pengusaha Amerika, karena semakin banyak
dari pengusaha yang meminjam dana dari berbagai bank untuk membiayai pengambil alihan
perusahaan dam merger.
Gambar 9.1

Harga dan kuantitas keseimbangan dapat ditentukan secara aljabar dengan


menyatakan bahwa fungsi permintaan sama dengan fungsi penawaran pasar, kemudian
mencari solusi untuk keseimbangannya. Persamaan bagi kurva permintaan dan penawaran
pasar bagi produk pada gambar 9.1 :

QD = 625 - 25P

QS = 175 + 15P

Dengan menyatakan QD sama dengan QS, kemudian mencari solusi untuk P,

QD = QS

625 – 5P = 175 + 15P

450 = 10P

P = $ 45

Dengan mensubstitusikan P = $45 ke dalam fungsi permintaan atau penawaran dan mencari
solusi Q, diperoleh

QD = 625 – 5P = 625 – 5 (45) = 400

QS 175 + 5P = 175 + 5 (45) = 400


Jika harga keseimbangan P = $45, maka sebuah perusahaan persaingan sempurna
menghadapi kurva permintaan yang horisontal atau yang elastisitasnya tak terhingga,
ditunjukkan oleh d pada P = $45 dalam gambar 9.1. Perusahaan tersebut hanya perlu
menentukan berapa kuantitas produk yang harus dihasilkan pada tingkat harga P = $45 agar
dapat memaksimalkan laba totalnya.

Jika ada 100 perusahaan yang identik dengan pasar ini, masing- masing menghasilkan 4 unit
produk pada P = $45, jika salah satu perusahaan menaikkan meningkatkan outputnya
sebanyak 25%, kuantitas produk X yang dijual dalam pasar ini hanya meningkat 1 unit, dari
400 menjadi 401, P akan turun menjadi $44,90. Jika ada 100 perusahaan, P hanya akan turun
menjadi $44,99. Jika seluruh perusahaan meningkatkan outputnya, kurva penawaran pasar
akan bergeser ke kanan dan memotong kurva permintaan pada tingkat harga keseimbangan
yang lebih rendah. Tetapi jika hanya ada satu perusahaan yang mengubah jumlah outputnya,
kita dapat asumsikan bahwa dampaknya terhadap harga keseimbangan sangatlah keci
(bersifat horisontal). Jika harga produk bersifat tetap, perubahan dalam penerimaan total
untuk setiap perubahan dalam unit output atau penerimaan marjinal juga bersifat tetap dan
sama dengan produk tersebut.
P = MR

Analisis Jangka Pendek dari Perusahaan Persaingan Sempurna

Tujuan dari sebuah perusahaan adalah untuk memaksimalkan laba. Dalam jangka
pendek, beberapa jenis input bersifat tetap dan hal ini menimbulkan biaya tetap, yaitu biaya
yang harus ditanggung perusahaan, terlepas dari berproduksi atau tidaknya perusahaan
tersebut. Karena itu, eskipun dalam jangka pendek perusahaan mengalami kerugian, masih
tetap lebih baik bagi perusahaan untuk tetap berproduksi, sejauh kerugiannya lebih kecil
dibanding biaya tetapnya.

Tingkat output terbaik bagi perusahaan adalah pada saat penerimaan marjinalnya
sama dengan biaya marjinal jangka pendeknya. Selama MR lebih tinggi dibanding MC, akan
menguntungkan bagi perusahaan tersebut untuk meningkatkan outputnya. Perusahaan yang
berada dalam pasar persaingan sempurna menghadapi kurva permintaan yang horisontal atau
memiliki elastisitas yang tak terhingga atau P = MR.
Pada gambar 9.2, menunjukkan bahwa jika harga pasar dari produk tersebut adalah
$25 dan bukan $35, kurva permintaan yang dihadapi

𝑑𝜋 𝑑(𝑇𝑅) 𝑑(𝑇𝐶)
= - =0
𝑑𝑄 𝑑𝑄 𝑑𝑄

Karena

𝑑(𝑇𝑅) 𝑑(𝑇𝐶)
= MR dan = MC
𝑑𝑄 𝑑𝑄

Kondisi diatas menjadi MR = MC. Tetapi dalam pasar persaingan sempurna, berapa pun
tingkat harga diterima oleh perusahaan bersifat tetap, karena itu

𝑑(𝑇𝑅) 𝑑(𝑃𝑄)
= = P = MR
𝑑𝑄 𝑑𝑄

Sehingga kondisi agar terjadi maksimisasi dalam pasar persaingan sempurna menjadi

P = MR = MC

Pada d, tingkat output terbaik adalah 4 unit dan ditunjukkan pada gambar bagian atas oleh
titik E, yaitu ketika P = MR = MC, dan perusahaan tersebut memperoleh laba sebesar EA = $
147 per unit dan laba total sebesar EABC = $40 Pada d gambar bagian bawah , tingkat output
terbaik adalah 3 unit dan ditunjukkan oleh titik E yaitu ketika perusahaan mengalami
kerugian sebesar FE = $10 per unit dan kerugian total sebesar FE*CB = $30. Pada unit P,
perusahaan tersebut meminimalkan kerugiannya. Titik tutup (shut-down point) ditunjukkan
oleh titik H. Bagian yang menanjak dari Kurva MC di atas kurva AVC (titik tutup) adalah
kurva penawaran jangka pendek dari perusahaan oleh perusahaan tersebut adalah a dan bukan
d, maka tingkat output terbaik bagi perusahaan adalah 3 unit, sebagaimana ditunjukkan oleh
titik E, yaitu pada saat P = MR = MC. Pada saat Qx =3, P = $25 dan ATC = $35 perusahaan
merugi sebesar FE = $10 per unit atau kerugian total sebesar FE CB = $30. Meskipun begitu,
jika perusahaan berhenti berproduksi sama sekali dan meninggalkan pasar, dia akan
mengalami kerugian yang jauh lebih besar yaitu FA = $20 per unit dan kerugian total sebesar
FA B’ B = $60 (biaya tetap total). Cara lain untuk memandang masalah ini adalah dengan
menyatakan bahwa tingkat output terbaik adalah Q = 3, kelebihan dari P = $25 atas biaya
variabel rata-rata (AVC) sebesar $15 (juga berasal dari Gambar 7-1) bisa digunakan untuk
menutup sebagian biaya tetap perusahaan (FA’ per unit dan totalnya sebesar FA’ B’ B).
Karena itu, perusahaan akan meminimalkan kerugiannya dengan terus berproduksi pada
tingkat output terbaiknya. Jika harga pasar untuk produk itu turun hingga sedikit di bawah
$15, sehingga kurva permintaan yang dihadapi perusahaan berpotongan dengan kurva MC
pada titik H , maka hasilnya akan sama saja bagi perusahaan tersebut jika dia berproduksi
atau tidak. Alasannya adalah pada titik H, P=AVC dan kerugian total bagi perusahaan
tersebut akan sama dengan biaya tetap totalnya, tidak peduli apakah dia berproduksi atau
tidak. Jadi, titik H adalah titik tutup dari perusahaan tersebut. Di bawah titik H, perusahaan
bahkan tidak mampu menutup biaya variabelnya, sehingga jika perusahaan berhenti
melakukan bisnis, dia dapat membatasi kerugian hingga sebesar biaya tetap total.

Kurva Penawaran Jangka Pendek dari Perusahaan dan Persaingan Sempurna

Dari apa yang telah dikemukakan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa bagian dari kurva
MC perusahaan yang menanjak dan berada di atas kurva AVC atau titik tutup merupakan
atau mewakili kurva penawaran jangka pendek dari perusahaan persaingan sempurna (short-
run supply curve of the perfectly competitive firm) yaitu bagian kurva MC yang bergaris
tebal dan bertanda pada panel bawah Gambar 9-2). Alasannya, perusahaan dalam pasar
persaingan sempurna selalu menghasilkan output pada tingkat P = MR = MC, selama P >
AVC. Dengan demikian, pada P = $55, perusahaan akan memproduksi 4,5 unit (titik N); pada
P = $45, Q = 4 ; pada P = $25, Q =3; dan pada P = $15, Q = 2,5. Artinya, jika P diketahui,
kita dapat menentukan jumlah output yang ditawarkan oleh perusahaan persaingan sempurna
dengan menentukan titik P = MC. Jadi, bagian kurva MC perusahaan yang menanjak dan
berada di atas AVC menunjukan hubungan pemetaan satu-satu antara P dan Q, yang
merupakan definisi dari kurva penawaran.

Jika harga bersifat tetap, maka kurva penawaran atas sebuah produk dalam suatu pasar
persaingan sempurna, dapat diperoleh dengan menjumlahkan secara horizontal kurva
penawaran dari masing-masing perusahaan dalam pasar. Kurva penawaran pasar (S) yang
ditunjukkan dalam Gambar 9.1 didasarkan pada asumsi bahwa terdapat 100 perusahaan yang
identic dengan diperlihatkan dalam Gambar 9-2 . Jadi, S memiliki bentuk yang sama dengan
i, tetapi data kuantitasnya 100 kali lebih besar disbanding yang berlaku untuk s. Pada titik
perpotongan D dan S, kita kemudian memperoleh harga keseimbangan yang dihadapi oleh
perusahaan tersebut. Siklus penentuan harga dan kuantitas kini sudah lengkap – yaitu, kita
mulai dari pasar, kemudian bergerak kea rah perusahaan dan akhirnya kembali lagi ke pasar,
sedemikian rupa sehingga konsistensi internal dipertahankan dan berlangasung secara
simulan.

Analisis Jangka Panjang dari Perusahaan Persaingan Sempurna

Dalam jangka panjang semua input dan biaya produksi bersifat variabel, dan perusahaan
dapat menentukan skala pabrik yang optimum atau paling tepat untuk menghasilkan tingkat
output terbaik. Tingkat output terbaik adalah tingkat di mana harga sama dengan kurva biaya
marjinal jangka panjang (LMC) dari perusahaan. Tingkat skala pabrik yang optimum adalah
tingkat di mana kurva biaya total rata-rata jangka pendek (SATC) dari perusahaan
bersinggungan dengan kurva biaya rata-rata jangka panjang perusahaan pada tingkat output
terbaik. Namun demikian, jika perusahaan yang ada dalam pasar memperoleh laba, maka
dalam jangka panjang akan lebih banyak perusahaan memasuki pasar. Hal ini akan
menyebabkan penawaran pasar atas produk tersebut meningkat (atau kurva bergeser ke
kanan) dan mengakibatkan turunnya harga produk hingga seluruh laba hilang dari pasar.
Sebaliknya, jika perusahaan-perusahaan dalam pasar mengalami kerugian, dalam jangka
panjang beberapa di antaranya akan meninggalkan pasar. Ini akan mengurangi penawaran
pasar atas produk itu hingga seluruh perusahaan yang tersisa dalam pasar hanya mencapai
titik impas. Jadi, ketika sebuah pasar persaingan sempurna mencapai keseimbangkan jangka
panjang, semua perusahaan berproduksi pada titik terendah dari kurva biaya rata-rata jangka
panjangnya (LAC) dan mencapai titik impas. Hal ini ditunjukkan dengan titik E* pada
Gambar 9-3.

Gambar 9-3 menunjukkan bahwa pada P = $25, tingkat output terbaik bagi perusahaan
persaingan sempurna adalah 4 unit dan ditunjukkan oleh titik E*, yaitu ketika P = LAC.
Karena perusahaan dapat keluar masuk pasar dengan bebas dan mudah, semua keuntungan
dan kerugian dalam pasar akan hilang dengan sendirinya, sehingga P = LMC = titik terndah
LAC. Jadi, agar suatu pasar persaingan sempurna bisa mencapai keseimbangan jangka
panjangnya semua perusahaan dalam industry tersebut harus berproduksi pada tingkat P =
MR = LMC = titik terendah LAC ( titik E* dalam Gambar 9-3), sehingga dengan demikian
seluruh perusahaan mencapai titik impas. Perusahaan persaingan sempurna beroperasi pada
skala pabrik yang digambarkan oleh kurva SATC yaitu pada titik terendahnya (titik E*),
sehingga biaya marjinal jangka pendeknya (SMC) juga sama dengan LMC.

Gambar 3. Keseimbangan jangka panjang dari perusahaan dan industry


persaingan sempurna

Tingkat output terbaik bagi perusahaan dalam pasar persaingan sempurna pada
tingkat output P = $25 adalah 4 unit dan ditunjukkan oleh titik E*, yaitu ketika P =
MR = LMC = titik terendah LAC. Karena perusahaan bisa bebas dan mudah
untuk keluar masuk pasar, semua laba atau kerugian dalam pasar akan hilang
dengan sendirinya, dan perusahaan memproduksi pada titik terendah kurva LAC-
nya. Perusahaan akan beroperasi pada skala pabrik yang ditentukan oleh SATC
pada titik terendahnya sehingga juga tercapai SMC=LMC.
Kehidupan nyata,kita jarang menemui pasar yang mencapai keseimbangam jangka
panjang karena selera konsumen yang terus berubah, kurva permintaan pasar
selalu bergeser, teknologi produksi, harga input berubah(kurva penawaran
bergeser).

A. PERSAINGAN DALAM PEREKONOMIAN GLOBAL


a. Permintaan dan Penawaarn Domestik, Impor dan harga
Perusahaan domestik yang ada di berbagai industri menghadapi persaingan yang ketat dari
luuar negeri. Kebanyakan barang – barang buatan AS, saat ini bersaing dengan barang
sejenisnya dari luar negeri di pasar luar negeri, dan pada gilirannya bersaing dengan barang
buatan dalam negeri di pasar luar negeri.

Gambar 4. Konsumsi, Produksi dan Impor dalam kondisi Perdagangan


Bebas

Jika tidak terdapat perdagangan, keseimbangan terjadi pada titik E, ketika Dx dan
Sx berpotongan, sehingga Px = $5 dan Qx = 400. Jika terdapat perdagangan bebas
dan harga yang berlaku di pasar dunia adalah Px = $3, konsumen domestic akan
membeli AC = 600X, yang terdiri atas AB = 200X yang diproduksi dalam negeri
dan BC = 400X yang diimpor.

b. Penyesuaian Jangka Panjang dalam Industri Tekstil Katun di Amerika


Serikat

Penelitian tentang berbagai industry di A.S selama masa perang dunia, Lioyd Reynolds
menemukan bahwa industry tekstil katun di A.S paling mendekati perusahaan persaingan
sempurna. Tekstil katun bersifat homogeny, terdapat banyak penjual dan pembeli, kecil untuk
mempengaruhi harga pasar dan mudah untuk keluar masuk industry. Tingkat pengembalian
investasi dalam industry ini sekitar 6% di daerah Selatan dan 1% di daerah Utara (karena
lebih tingginya biaya kapas dam buruh). Rendahnya rata-rata pengembalian dibandingkan
dengan industry lainnya sebesar 8%, ini meramalkan perusahaan lainnya akan meninggalkan
industry tekstil dalam jangka panjang dan memasuki industry lainnya. Model ini juga
meramalkan bahwa karena imbalan di daerah Utara lebih rendah dibandingkan di Selatan,
maka pengurangan jumlah perusahaan akan terjadi di daerah Utara. Para pengusaha di
industry ini menggunakan pengetahuan ini dan bereaksi terhadap respon tersebut

Dolar. Dalam hal ini eksportir asinglah yang akan menukar dolar menjadi mata uang
domestiknya. Yang jelas, mengekspor atau mengimpor sebuah komoditi atau jasa, akan selalu
diikuti dengan penukaran suatu mata uang menjadi mata uang lainnya dan juga tergantung
pada nilai tukar yang berlaku di antara kedua mata uang

c. Nilai Tukar Dolar dan Daya Saing Internasional AS

Pasar tempat ditukarnya sebuah mata uang dengan mata uang lainnya disebut sebagai pasa
valuta asing. Pasar valuta asing (foreign exchange market) bagi suatu mata uang, misalnya
dolar AS, terwujud dan dibentuk di berbagai lokasinya (misalnya London, Tokyo dan
Frankfurt, selain juga New York) tempat dolar dibeli dan dijual terhadap mata uang negara
lain. Berbagai pusat moneter internasional ini dihubungkan dengan jaringan telepon dan
teleks serta selalu berhubungan satu sama lain. Tingkat penukaran antara satu mata uang
dengan mata uang lainnya disebut nilai tukar valuta asing (foreign exchange market). Ini
adalah harga dari sebuah unit mata uang asing dihitung dalam mata uang domestic. Misalnya,
nilai tukar (R) antara dolar AS dengan poundsterling Inggris (£) adalah jumlah dolar yang
diperlukan untuk membeli satu pound. Artinya, RR = $/£. Jadi, jika R = $/£ = $2, ini berarti
bahwa dibutuhkan 2 dolar untuk membeli 1 pound

Dalam sistem nilai tukar mengambang (flexible exchange rate) seperti yang dianut AS
sekarang ini, harga dolar dari pound (R) ditentukan (seperti halnya harga komoditas lainnya
dalam pasar persaingan sempurna) oleh perpotongan antara kurva permintaan dan penawaran
pasar dari pound. Hal ini ditunjukkan dalam Gambar 905 dengan sumbu vertikan mengukur
harga dolar dari pound. Atau nilai tukar (R = $/£) dan sumbu horizontal mengukur jumlah
pound. Kurva permintaan dan penawaran pasar dari pound berpotongan pada titik E sehingga
nilai tukar keseimbangan menjadi R = 2, yaitu pada saat jumlah pound yang diminta dan
yang ditawarkan adalah sama, yang jumlahnya £300 juta sehari. Pada nilia tukar yang lebih
tinggi, jumlsh pounf yang ditawarkan melebihi jumlah yang diminta dan nilai tukar akan
turun hingga mencapai nilai tukar keseimbangan R = 2. Pada nilai tukar di bawah R = 2
jumlah pound yang diminta melebihi yang ditawarkan dan nilai tukar akan meningkat hingga
mencapai nilai tukar keseimbangan R=2

Permintaa AS atas pound memiliki kemiringan negative, menunjukkan bahwa semakin


rendah nilai tukar ( R ) semakin banyak jumlah pound yang diminta oleh Amerika Serikat.
Alasannya adalah karena semakin rendah nilai tukar (artinya, semakin sedikit jumlah dolar
yang diperlukan untuk membeli 1 pound ) semakin murah bagi AS untuk mengimpor dari dan
untuk menanamkan investasi Di Inggris sehingga semakin besar jumlah pound yang diminta
oleh penduduk AS. Sebaliknya kurva penawaran pound di AS biasanya memilki kemiringan
yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai tukar ( R ) semakin besar jumlah pound
diperoleh atau ditawarkan kepada AS. Alasannya adalah karena pada nilai tukar yang lebih
tinggi, penduduk Inggris menerima lebih banyak dolar atas setiap pound yang mereka miliki.
Akhirnya bagi mereka harga barang dan investasi di AS menjadi lebih murah dan mereka
ingin belanja lebih banyak di AS, sehingga jumlah pound yang tersedia di AS menjadi
semakin banyak

JIka kurva permintaan AS atas pound bergeser ke atas (misalnya, sebagai akibat
meningkatnya selesa AS terhadap barang dari Inggris) dan memotong kurva penawaran
pound di AS pada titik A (Lihat gambar 9-5) nilai tukar keseimbangan akan menjadi R=2,10
dan kuantitas keseimbangan akan menjadi £400 juta per hari. Dolar dikatakan telah
mengalami depresiasi karena sekarang diperlukan $2,10 (dan bukan $2) untuk membeli 1
pound. Dengan demikian depresiasi mengacu kepada peningkatan harga mata uang asing
dalam mata uang domestic. Sebaliknya, jika dengan berlalunya waktu, kurva, permintaan AS
atas pound bergeser ke bawah sehingga memotong kurva penawaran AS atas pound pada titik
B, nilai tukar keseimbangan akan turun menjadi R = 1,90 dan dolar dikatakan telah
mengalami apresiasi (karena lebih sedikit dolar yang diperlukan untuk membeli 1 pound).
Dengan demikian apresiasi mengacu kepada turunnya harga tersebut akan mengimpor dalam
jumlah yang lebih kecil dari 400X. namun, tariff dan pembatasan lainnya terhadap aliran
perdagangan internasional telah banyak dikurangi selama beberapa decade terakhir, dan telah
benar – benar dihilangkan untuk perdagangan diantara 15 negara anggota Uni Eropa dan
perdagangan di Amerika Utara (dengan adanya North American Free Trade Agreement atau
NAFTA )

Dalam analisis terakhir sebuah perusahaan akan mengimpor sebuah komoditas selama harga
impornya yang diukur dengan mata uang domestik, lebih rendah dari komoditas sejenis yang
dihasilkan di dalam negeri hingga harga keduanya menjadi sama (tanpa adanya biaya
transportasi, tariff atau pembatasan lainnya atas perdagangan bebas). Namun demikian untuk
melakukan pembayaran, importir domestik harus menukar mata uang domestiknya dengan
mata uang asing karena dolar AS digunakan sebagai mata uang internasional sehingga
importir AS juga dapat melakukan pembayaran.

Gambar 5. Pasar Valuta Asing dan nilai Tukar Dollar


Sumbu vertical mengukur harga dollar dari euro ( R = $/ €) dan sumbu horizontal mengukur
jumlah euro. Dalam system nilai tukar mengambang, nilai tukar keseimbangan adalah R = 1
dan jumlah euro keseimbangan yang dibeli dan dijual adalah €300 juta per hari. Ini
ditunjukkan oleh titik E yang merupakan perpotongan kurva permintaan dan penawaran AS
atas Euro.