Anda di halaman 1dari 35

PROSEDUR K2/K3 PADA INSTALASI LISTRIK

TEGANGAN TINGGI / EKSTRA TINGGI

9.1. Maksud Dan Tujuan


Prosedur K2/K3 pada instalasi TT/TET bertujuan agar setiap pekerjaan pada instalasi
listrik tegangan tinggi / ekstra tinggi dapat terlaksana dengan aman dan lancar serta
selamat (safety process), sehingga tercapai zero accident.
Personil yang diperlukan :
1. Penanggung jawab pekerjaan
2. Pengawas k3
3. Pengawas manuver
4. Pelaksana manuver
5. Pengawas pekerjaan
6. Pelaksana pekerjaan
Personil tersebut perlu diorganisir sebaik-baiknya, sehingga menjadi sebuah “ team
work “ yang solid. Pengawas K3, Pengawas manuver dan Pengawas pekerjaan tidak
boleh dirangkap.
Penerapan Prosedur K3 Pada Instalasi Tegangan Tinggi / Ekstra Tinggi meliputi:
1. Manuver pembebasan tegangan
2. Pelaksanaan pekerjaan pada instalasi dalam keadaan tidak bertegangan
3. Manuver pemberian tegangan

9.2. Peranan dan Tugas / Tanggung Jawab


9.2.1. Penanggung jawab pekerjaan :
a. Bertanggung jawab terhadap seluruh rangkaian pekerjaan yang akan dan sedang
dilaksanakan pada instalasi listrik TT / TET
b. Penanggung jawab pekerjaan adalah kuasa pemilik asset yaitu Manager UPT
c. Mengelola seluruh kegiatan yang meliputi : personil, peralatan kerja,
perlengkapan K3 dan material.
d. Melakukan koordinasi dengan unit lain yang terkait

9.2.2. Pengawas Manuver


a. Bertugas sebagai pengawas terhadap proses manuver (pembebasan / pengisian
tegangan) pada instalasi listrik TT / TET, sehingga keselamatan peralatan dan
operasi sistem terjamin
b. Personil yang ditunjuk sebagai pengawas manuver harus memiliki kompetensi
dan berpengalaman dalam bidangnya.
c. Menjaga keamanan instalasi dan menghindari kesalahan manuver yang
dilakukan oleh operator gardu induk dengan cara sebagai berikut :
- Mengawasi pelaksanaan manuver
- Mengawasi pemasangan dan pelepasan taging di panel kontrol serta
rambu pengaman di switch yard
- Mengawasi pemasangan dan pelepasan sistem pentanahan

9.2.3. Pelaksana Manuver


a. Bertindak selaku eksekutor manuver pada instalasi tegangan tinggi / ekstra tinggi
b. Pelaksana manuver adalah operator gardu induk dan Dispatcher yang sedang
bertugas pada saat pekerjaan berlangsung
c. Melakukan pemasangan dan pelepasan taging di panel kontrol serta rambu
pengaman di switch yard
d. Melakukan penutupan dan pembukaan PMS tanah

9.2.4. Pengawas Pekerjaan


a. Bertugas sebagai pengawas terhadap proses pekerjaan pada instalasi listrik TT /
TET
b. Personil yang ditunjuk sebagai pengawas pekerjaan harus memiliki kompetensi
dan berpengalaman dalam bidangnya.
c. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik yang meliputi :
- Pemasangan dan pelepasan pentanahan lokal
- Pemasangan dan pelepasan taging, gembok dan rambu pengaman
- Menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan
- Pengaturan waktu pelaksanaan pekerjaan
d. Menunjuk personil pelaksana pekerjaan sebagai pelaksana pengamanan instalasi
listrik untuk memasang dan melepas taging, gembok dan rambu pengaman.

9.2.5. Pelaksana Pekerjaan


a. Bertugas melaksanakan pekerjaan pada instalasi listrik TT / TET
b. Personil pelaksana pekerjaan ditunjuk oleh pengawas pekerjaan
c. Memasang dan melepas pentanahan lokal
d. Memasang dan melepas taging, gembok dan rambu pengaman
e. Melaksanakan pekerjaan

9.3. Pendelegasian Tugas


Pendelegasian tugas dapat diberikan kepada pejabat atau personil yang mempunyai
kompetensi dan berpengalaman dalam bidangnya. Pendelegasian dilakukan , dalam
hal :
1. Personil yang ditunjuk berhalangan melaksanakan tugasnya
2. Dalam satu pekerjaan diperlukan beberapa pengawas
• Penanggung Jawab Pekerjaan
Asisten Manager Pemeliharaan atau Pejabat / Staf lainnya yang mempunyai
kompetensi dan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pada
instalasi TT / TET, dengan catatan tidak sedang menjadi Pengawas Lainnya
(Tidak merangkap)
• Pengawas Manuver
Operator Utama atau personil yang mempunyai kompetensi dan
berpengalaman dalam bidang manuver.
• Pengawas Pekerjaan
Personil yang mempunyai kompetensi dan berpengalaman dalam
melaksanakan pekerjaaan pada instalasi TT / TET.
• Pengawas K3
Personil yang mempunyai kompetensi dan berpengalaman dalam
melaksanakan pekerjaan pada instalasi TT / TET serta memiliki kompetensi
dalam bidang K2 / k3.

9.4. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan / Penerapan Prosedur K3 Pada Instalasi TT /


TET
Tahapan pelaksanaan pekerjaan dan penerapan prosedur K2 / K3 pada pekerjaan
instalasi TT / TET terdiri dari :
1. Persiapan
2. Izin pembebasan instalasi untuk dikerjakan
3. Pelaksanaan manuver pembebasan tegangan
4. Pernyataan bebas tegangan
5. Pelaksanaan pekerjaan
6. Pekerjaan selesai
7. Pernyataan pekerjaan selesai
8. Pernyataan instalasi siap diberi tegangan
9. Pelaksanaan manuver pemberian tegangan

Briefing / penjelasan tentang rencana kerja yang akan dilaksanakan kepada seluruh
personil yang terlibat dalam pekerjaan, dilaksanakan oleh :
• Pengawas pekerjaan :
1. Memberikan penjelasan mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan
baik dan aman
2. Membagi tugas sesuai dengan kompetensi personil (formulir 3)
3. Memeriksa alat kerja dan material yang diperlukan
• Pengawas K3 :
1. Memberikan penjelasan mengenai penggunaan alat pelindung diri yang harus
dipakai (formulir 1 da 3)
2. Memberikan penjelasan mengenai pengamanan instalasi yang akan
dikerjakan
3. Menjelaskan tempat-tempat yang berbahaya dan rawan kecelakaan terhadap
pelaksana pekerjaan
4. Memeriksa kesiapan jasmani / rohani personil yang akan melaksanakan
pekerjaan (formulir 2).
• Pengawas manuver :
1. Menyampaikan hasil koordinasi dengan unit terkait
2. Menjelaskan langkah-langkah untuk menuver pembebasan dan pengisian
tegangan (formulir 4 dan 7)

9.5. Pelaksanaan Manuver Pembebasan Tegangan


• Pelaksana manuver melaksanakan :
1. Memposisikan switch lokal / remote ke posisi lokal
2. Manuver pembebasan tegangan, sesuai rencana manuver yang telah
dibuat (formulir 4)
3. Pemasangan taging pada panel kontrol dan memasang gembok pengaman
pada Box PMT, PMS line, PMS rel dan PMS tanah
4. Semua pekerjaan manuver tersebut di atas diawasi oleh pengawas manuver
dan pengawas K3
5. Apabila lokasi pekerjaan di luar jangkauan pengamatan operator gardu
induk, maka pengawas manuver dan pengawas pekerjaan agar menjalin
komunikasi via media komunikasi
• Pernyataan bebas tegangan :
Pengawas manuver membuat pernyataan bebas tegangan kemudian diserahkan
kepada pengawas pekerjaan dan disaksikan oleh pengawas K3 (formulir 5)
• Urutan pengamanan pekerjaan :
1. Pasang kunci / gembok mekanik PMS
2. Memutus supply tegangan untuk motor penggerak PMS (lepas sikring/MCB)
3. Gunakan Tester Tegangan Tinggi untuk memastikan bahwa pada peralatan
sudah tidak ada tegangan
4. Masukan PMS tanah
5. Pasang pentanahan lokal pada peralatan
6. Pasang rambu – rambu pengaman pada perbatasan daerah berbahaya dan
daerah aman
7. Pasang pengaman tambahan pada peralatan yang memungkinkan terjadi
pergerakan (pisau-pisau PMS yang terbuka dll),misalnya dengan memasang :
- sekat-sekat isolasi / partisi
- selubung isolasi
8. Pengawasan pekarjaan dan pengawasan K3

9.6. Pelaksanaan Pekerjaan


Pelaksana pekerjaan melaksanakan :
1. Pemeriksaan tegangan pada peralatan / instalasi yang akan dikerjakan dengan
menggunakan tester tegangan
2. Pemasangan pentanahan lokal pada peralatan / instalasi listrik yang akan
dikerjakan
3. Perhatikan urutan pemasangan (kawat pentanahan lokal dipasang pada sistem
grounding / arde terlebih dahulu, baru kemudian dipasang pada bagian instalasi
yang akan dikerjakan), jangan terbalik urutannya
4. Pengaman tambahan (pengaman berlapis) seperti : memasang gembok, lock-pin
dan memblokir rangkaian kontrol dengan membuka MCB / Fuse / Terminal
5. Pemasangan taging, gembok dan rambu pengaman di switchyard pada daerah
berbahaya dan daerah aman
6. Pekerjaan dilaksanakan sesuai rencana
7. Semua pekerjaan tersebut diatas diawasi oleh pengawas pekerjaan dan
pengawas K3. Jika pekerjaan belum selesai dan akan diserahkan ke regu yang
lain, gunakan formulir 5 lanjutan.
• Bila pekerjaan selesai pelaksana pekerjaan melaksanakan :
1. Melepas pentanahan lokal
2. Perhatikan urutan melepas (kawat pentanahan lokal pada bagian instalasi
dilepas terlebih dahulu, kemudian kawat pentanahan lokal pada bagian
sistem grounding / arde dilepas)
3. Melepas pengaman tambahan seperti gembok dan lock-in, mengaktifkan
rangkaian kontrol dengan menutup MCB / Fuse / Terminal
4. Melepas taging, gembok dan rambu pengaman di switchyard
5. Merapikan peralatan kerja
6. Semua pekerjaan tersebut diatas diawasi oleh pengawas pekerjaan dan
pengawas K3
• Pernyataan pekerjaan selesai :
Pengawas Pekerjaan membuat Pernyataan Pekerjaan Selesai dan diserahkan
Kepada Pengawas Manuver serta disaksikan Oleh Pengawas K3 (Formulir 6 )
• Pernyataan instalasi siap diberi tegangan :
Pengawas Manuver menyatakan kepada Dispatcher bahwa Instalasi listrik siap
diberi kegangan kembali.

9.7. Pelaksanaan Manuver Pemberian Tegangan


• Pelaksana manuver melaksanakan :
1. Melepas gembok pengaman pada PMS line dan PMS rel serta PMS tanah
2. Membuka PMS tanah
3. Melepas taging pada panel kontrol
4. Memposisikan switch lokal / remote pada posisi remote
Jika remote kontrol dispatcher gagal, maka berdasarkan perintah dispatcher, posisi
switch lokal / remote diposisikan lokal dan pelaksana manuver melaksanakan
manuver penutupan PMT untuk pemberian tegangan.
Semua pekerjaan tersebut di atas diawasi oleh pengawas pekerjaan dan pengawas
K3.
9.8. Alat Pelindung Diri Yang Dibutuhkan
Terdiri dari :
1. Shackel stock (tongkat hubung)
2. Alat pentanahan portable (grounding lokal)
3. Voltage tester
4. Bangku isolator
5. Rambu-rambu pengaman / tanda-tanda peringatan
6. Topi pengaman (helm)
7. Pakaian kerja
8. Sarung tangan
9. Sarung tangan tahan tegangan / berisolasi
10. Sarung tangan untuk pemeliharaan batere
11. Kaca mata pengaman
12. Sabuk pengaman
13. Sepatu panjat
14. Sepatu kerja biasa
15. Sepatu tahan tegangan / berisolasi
16. Respirator (masker hidung)
17. Alat penutup telinga (ear protector)
18. Peralatan pernafasan (breating apparatus)
19. Jas hujan
20. Penutup dada untuk las listrik.

Fungsi alat keselamatan kerja (Alat Pelindung Diri/APD)

No.
Nama Peralatan Fungsi / Kegunaan Keterangan
Urut
1. Shackel Stock - Terbuat dari bahan isolasi
(tongkat) bentuknya merupakan tongkat dan
penghubung ujungnya dilengkapi besi
melengkung ke dalam dan keluar
juga dilengkapi dengan kawat arde /
pentanahan
- Gunanya untuk mengeluarkan /
memasukkan PMS

Cara pemakaian :
- Pilih Shackel stock yang sesuai
dengan tegangan kerja
- Sebelum digunakan, alat
pentanahan shackel stock harus
dipasang terlebih dahulu
- Pakailah sarung tangan dan sepatu
berisolasi

2. PMS Tanah Alat ini digunakan sebagai pengaman


pada penghantar terhadap tegangan
sisa.

Cara penggunaannya :
- PMS pentanahan dimasukkan setelah
penghantar tersebut bebas dari
tegangan kerja
3. Alat pentanahan Digunakan untuk mengetanahkan
Portable peralatan / instalasi
4. Voltage Tester - Terbuat dari bahan non konduktor
(Tester Tegangan) seperti : Ebonit, plastic, fiber glass
dan lain sebagainya, kekuatan
isolasinya disesuaikan dengan
tegangan kerjanya
- Berbentuk seperti galah dan pada
ujungnya terdapat alat yang dapat
menyalakan indikator tegangan
- Alat ini gunanya untuk meyakinkan
apakah penyulang / peralatan listrik
lainnya yang telah dibebaskan dari
tegangan kerja masih bertegangan
atau sudah bebas, hal ini dapat
dilihat pada indikator tegangan alat
tersebut.

5. Bangku Isolator - Bangku yang terisolasi terhadap


tanah yang berfungsi sebagai alat
isolasi bagi petugas pada waktu
melaksanakan pekerjaan
6. Rambu-rambu Macamnya :
pengaman / Tanda - Pita/rantai yang terbuat dari bahan
Peringatan Non Konduktor yang berwarna
merah. Dilengkapi dengan tonggak-
tonggak / patok untuk penyangga
pita / rantai plastik tersebut dan
dipasang sebagai pembatas daerah
kerja pemeliharaan

- Bendera merah dipasang pada


tonggak-tonggak di daerah atau
lokasi yang berbahaya (diluar lokasi
pekerjaan pemeliharaan)

- Bendera hijau dipasang pada


tonggak-tonggak di daerah atau
lokasi pekerjaan yang aman

- Tanda-tanda peringatan yang


bertuliskan peringatan atau
larangan

- Daerah berbahaya dipasang tanda


peringatan “Awas Berbahaya ada
Tegangan”

- Tanda peringatan “Jangan


Dimasukkan Sedang Dikerjakan”
dipasang pada PMT dan PMS dari
daerah yang diisolir

- Sistem pemasangan rantai / pita


pengaman ada 2 macam. Sistem
pengamanan terbuka, yaitu
menutup daerah yang berbahaya
disekitar tempat pekerjaan

- Sistem pengamanan tertutup, yaitu


menutup / mengelilingi daerah
pekerjaan dan hanya disediakan
pintu masuk ke tempat pekerjaan
tersebut

- Pemberian tanda-tanda dilakukan


oleh pengawas pekerjaan dan
pengawas K3
7. Topi Pengaman Terbuat dari bahan non konduktor
(Helm) Fungsinya :
- Melindungi kepala dari benturan/
kejatuhan benda keras dan tajam
8. Pakaian Kerja - Dapat menyerap keringat dan
memenuhi syarat untuk pekerjaan di
bengkel, regu jaga maupun regu
pemeliharaan
- Berfungsi untuk melindungi diri
9. Sarung Tangan - Berfungsi untuk melindungi tangan Macamnya :
pada saat melaksanakan pekerjaan - Sarung
tangan
Isolasi
(Tahan
Teganga
n)
- Sarung
tangan
tahan
panas
- Sarung
tangan
kulit, dsb.
10. Kaca mata - Berfungsi untuk melindungi mata
pada waktu pelaksanaan pekerjaan
juga melindungi mata dari cahaya-
cahaya yang dapat merusak mata
11. Sabuk Pengaman - Sabuk pengaman dipakai untuk
pengamanan para petugas yang
bekerja memanjat ke tempat-tempat
yang tinggi seperti pada Tower,
tiang menara dan lain sebagainya
12. Sepatu Kerja - Terbuat dari karet atau kulit atau Macamnya :
juga bahan lain yang bersifat non - Sepatu
konduktor dengan sol atau alas tahan
tanpa paku dan lars yang tinggi Teganga
- Berfungsi untuk melindungi kaki n
pada saat melaksanakan pekerjaan - Sepatu
tahan
pukul
- Sepatu
tahan
licin
13. Masker Hidung - Berfungsi untuk mengamankan
(Respirator) petugas dari gangguan pernafasan
terhadap kotoran / debu-debu atau
bahan kimia
14. Alat penutup telinga - Berfungsi untuk melindungi telinga Macamnya :
(Ear Protector) dari kebisingan - Ear Muff
- Ear Plug
- Plug
Band
15. Peralatan - Terdiri dari masker hidung lengkap
pernafasan dengan saluran oksigen serta
(Breathing tabung zat asam (O2)
Apparatus) - Kegunaannya untuk memberikan
pertolongan pada orang yang
terjebak dalam ruangan yang
terancam kebakaran (penuh asap)
- Untuk pekerjaan pada tangki
minyak atau pada ruangan yang
mengandung zat racun
- Untuk bekerja pada tempat-tempat
yang tercemar/kekurangan oksigen

16. Penutup Dada - Berfungsi untuk melindungi dada


untuk Las Listrik dari radiasi panas pada waktu
mengelas listrik
17. Jas Hujan - Berfungsi untuk melindungi petugas
yang sedang melaksanakan
pekerjaan di lapangan pada waktu
hujan
9.9. Danger Zone Dan Safety Distance
Danger Zone dan Safety Distance dapat dijelaskan sebagai berikut :
9.10. Formulir Yang Digunakan
Formulir yang digunakan untuk menerapkan prosedur K2/K3 pada insatalasi
tegangan tinggi ( instalasai Gardu Induk dan Transmisi ) terdiri dari 9 (Sembilan)
Formulir, yaitu sebagai berikut :

LAMPIRAN FORMULIR 1 (Gambar Single Line Diagram)


Formulir 1
CHECK LIST / PROSEDUR PENGAMANAN
PADA INSTALASI TEGANGAN TINGGI / EKSTRA TINGGI

Lokasi : ............................... Pekerjaan : ..................................


Unit : ............................... Waktu : ..................................

Urutan Pengamanan
No. Jenis Pengaman Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Pembebasan Tegangan
2. Pemeriksaan Tegangan
3. Pemasangan kabel
pentanahan untuk pelepasan
muatan
4. Penggunaan alat keselamatan Gunakan
kerja pakaian kerja
• Helm pengaman sesuai
• Kaca mata tahan silau dengan
• Masker anti racun bidang
• Sabuk pengaman pekerjaan
• Sarung tangan kulit
• Sarung tangan tahan
tegangan
• Sepatu panjant
• Sepatu tahan air
• Sepatu tahan benturan
• Sepatu tahan tegangan
• Tongkat (Stock)
pentanahan
• Kabel pentanahan
fleksibel
• Detektor (tester) tegangan
5. Tanda-tanda peringatan
• Rantai pengaman
• Rambu-rambu
• Bendera merah & hijau

* Dilengkapi gambar diagram satu garis & lokasi kerja yang aman
** Rambu-rambu
• A. Aman tidak ada tegangan
• B. Awas berbahaya ada tegangan
• C. Awas ada tegangan balik
• D. Awas pemisah tanah masuk
• E. Jangan dimasukkan ; sedang dikerjakan

Beri tanda pada kolom-kolom matrik


( V ) Jika diperlukan
( x ) Jika tidak diperlukan

Pengawas Keselamatan ..................,..............................


dan Kesehatan Kerja Pengawas Pekerjaan
Penanggung Jawab Pekerjaan

........................................ ........................................
........................................
Formulir 2

PEMERIKSAAN KESIAPAN PELAKSANA


SEBELUM BEKERJA PADA /INSTALASI TEGANGAN TINGGI / EKSTRA TINGGI

Lokasi : ............................... Pekerjaan : ..................................


Unit : ............................... Waktu : ..................................

TANDA TANGAN
Mengetahui dan
Kemampu
Kondis mengerti penjelasan
Kondisi an Teknis
No Nama i Disipl tentang pekerjaan
Rohani dan
. Pelaksana Jasma in yang akan
**) Ketrampil
ni *) dilaksanakan
an
/ kemungkinan
bahaya

Keterangan :
*) Contoh : Sakit mata (SM), sakit perut (SP), memar/luka (ML), kurang tidur (KT),
dsb
**) Contoh : Sedih / kematian anggotakeluarga/famili (S), problema rumah tangga
(PR), dll
Pe .. ........... .
nga . ......., .. .
wa Penangg ........... .
s ung ........... .
Ke Jawab ........ .
sel Pekerjaan P .
am e .
ata n .
n g .
dan ....... a
Ke ....... w
se ....... a
ha ....... s
ta .......
n ..... P
Ke e
rja k
e
r
j
. a
. a
. n
.
.
.
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
Formulir 3

PEMBAGIAN TUGAS DAN PENGGUNAAN ALAT KESELAMATAN KERJA


/ALAT PELINDUNG DIRI
UNTUK PELAKSANA PEKERJAAN

Lokasi : ............................... Pekerjaan : ..................................


Unit : ............................... Waktu : ..................................

PERALATAN KESELAMATAN KERJA / ALAT


PELINDUNG DIRI YANG DIGUNAKAN

Detector (Tester) Tegangan


Helm PpengaPengaman *)
Kaca Mata Tahan Silau *)

Sepatu Panjat *)
Sepatu Tahan Air *)
Masker Anti Racun *)
Sabuk Pengaman *)

Sepatu Tahan Benturan *)


Sepatu Tahan Tegangan *)

Kabel Pentanahan Fleksibel


Sarung Tangan Tahan
Sarung Tangan Kulit *)

Tongkat (Shock)
Pembagian
No. Nama Petugas
Tugas

Keterangan :
*) beri tanda V jika menggunakan
*) Beri tanda x jika tidak menggunakan
Pengawas Keselamatan dan .................., ................................
Kesehatan Kerja Pengawas Pekerjaan

........................................ .......................................

Penanggung Jawab Pekerjaan

........................................
Formulir 4

MANUVER PEMBEBASAN TEGANGAN


INSTALASI LISTRIK TEGANGAN TINGGI / EKSTRA TINGGI

LOKASI
:
PEKERJAAN
NAMA PERALATAN :
MACAM
:
PEKERJAAN
HARI : TANGGAL :
WAKTU :

URUTAN MANUVER
DIAGRAM SATU GARIS
No. Pukul Nama Peralatan Status
Peng P
awas
Manu
ver

.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....

Pelak
sana
Manu
ver

.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
.....
Formulir 5
PERNYATAAN BEBAS TEGANGAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : .....................................................................
NIP : .....................................................................
Jabatan : .....................................................................

sebagai pengawas manuver pada instalasi tegangan tinggi pada

Unit : .....................................................................
Lokasi : .....................................................................

menyatakan bahwa pada hari ini

Hari : .....................................................................
Tanggal : .....................................................................
Jam : .....................................................................

peralatan tersebut di bawah ini sesuai rencana sudah dibebaskan dari tegangan dan sudah
diperiksa kembali.

Peralatan yang aman untuk dikerjakan sebagai berikut :


....................................................................................................................................................
..................
....................................................................................................................................................
..................
....................................................................................................................................................
..................
....................................................................................................................................................
..................
Untuk pengamanan dilokasi pekerjaan pasanglah pentanahan lokal (Grounding Lokal)

PERALATAN SELAIN TERSEBUT DI ATAS BERBAHAYA

............., .............................................
Yang menerima pernyataan Yang memberi pernyataan

........................................ ........................................
Pengawas pekerjaan Pengawas Manuver

Catatan :

Pengawas manuver dan Pengawas pekerjaan dapat berkomunikasi via radio / telpun bila
lokasi pekerjaan berjauhan.
Formulir 5 Lanjutan
SERAH TERIMA PEKERJAAN PEMELIHARAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : .....................................................................
NIP : .....................................................................
Jabatan : .....................................................................

pada hari ini

Hari : .....................................................................
Tanggal : .....................................................................
Jam : .....................................................................

dengan ini saya serahkan

PEKERJAAN :
.................................................................................................................
LOKASI : ..................

.................................................................................................................
..................

KEMAJUAN PEKERJAAN :
.................................................................................................................
..................

PEKERJAAN YANG BELUM SELESAI :

.................................................................................................................
..................

Yang melanjutkan .................., ................................


Yang menyerahkan

........................................ ........................................
Pengawas pekerjaan Pengawas pekerjaan

Penanggung
jawab pekerjaan

............................
............
Formulir 6
PERNYATAAN PEKERJAAN SELESAI

Dengan ini saya menyatakan bahwa :

1. Pekerjaan :
.................................................................................................................................

Lokasi :
.................................................................................................................................

WaktuPelaksanaan: :
............................................................................................................................

Formulir 6

telah dilaksanakan dengan baik.

2. Para pekerja di bawah pengawasan saya sudah ditarik dari lokasi pekerjaan dan telah
diberi peringatan bahwa pada lokasi pekerjaan sudah tidak aman lagi.

3. Semua peralatan kerja sudah dikeluarkan dari lokasi pekerjaan

4. Semua sambungan pentanahan setempat (Grounding lokal ) sudah dilepas

Demikian pernyataan kami buat dengan sebenarnya.

Yang menerima pernyataan, Yang memberi pernyataan


Pengawas Manuver Pengawas pekerjaan/pemeliharaan
Pengawas Keselamatan
dan Kesehatan Kerja

........................................ ........................................
........................................

Catatan :
Pengawas pekerjaan dan pengawas manuver agar menjalin komunikasi via radio / telepun
bila lokasi pekerjaan berjauhan.
Formulir 7
MANUVER PEMBERIAN TEGANGAN
INSTALASI LISTRIK TEGANGAN TINGGI / EKSTRA TINGGI

LOKASI
:
PEKERJAAN
NAMA PERALATAN :
MACAM
:
PEKERJAAN
HARI : TANGGAL :
WAKTU :

URUTAN MANUVER
DIAGRAM SATU GARIS No
Pukul Nama Peralatan Status
.

Pengawas Manuver Penanggung Jawab Pekerjaan

........................................ ........................................

Pelaksana Manuver

........................................
Formulir 8

SURAT PENDELEGASIAN TUGAS


Nomor : ……………………………..

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : …………………………………………………..
NIP : …………………………………………………..
Jabatan : …………………………………………………..

Dalam hal ini bertindak selaku


……………………………………………………………………………………
Pekerjaan
……………………………………………………………………………………………………………
yang dilaksanakan pada hari ………………………………… tanggal
…………………………………………
dilokasi
……………………………………………………………………………………………….…………
……
dengan ini memberikan wewenang untuk melaksanakan tugas sebagai Penanggung Jawab tersebut kepada :

Nama : …………………………………………………..
NIP : …………………………………………………..
Jabatan : …………………………………………………..

Demikian untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

.................., ................................
Yang Y
menerim
a
wewena
ng

................
................
........
Formulir 9

PERMINTAAN IJIN KERJA *


No. : ………… / ……… / ……..……………. 2002

1. Lokasi pekerjaan :
……………………………………………………………………

2. Uraian pekerjaan :
……………………………………………………………………

3. Peralatan yang perlu dibebaskan :


……………………………………………………………………

4. Apakah perlu pentanahan (ya / tidak) :


……………………………………………………………………

5. Jenis pentanahan yang diperlukan :


……………………………………………………………………

6. Penanggung jawab :
……………………………………………………………………

7. Pengawas pekerjaan :
……………………………………………………………………

8. Pelaksana :
……………………………………………………………………

9. Pekerjaan di mulai hari : ………………… Tgl. : ………………………. Jam :


…………………………….

10. Pekerjaan selesai hari …………………… Tgl. : ………………………. Jam :


…………………………….
11. Catatan khusus dan pemberitahuan :
……………………………………………………………………
..……….,
……………………………
Penanggung Jawab Pekerjaan *
Menyetujui,
Manager UPT ……………. PT ……………………………

........................................ ........................................

Keterangan :
Diberlakukan untuk pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak diluar Unit Pelayanan
Transmisi PT PLN P3B JB.
CATATAN KEJADIAN PENTING

……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
9.11. Persyaratan Umum Pemasangan Pentanahan (Grounding Lokal)
▪ Pentanahan utama harus difungsikan/dipasang pada daerah bebas tegangan dan
bila mungkin diletakkan diantara tempat kerja dan titik-titik pemisah. Pentanahan /
pembumian dapat diambil dari sistem pentanahan instalasi tetapi bukan dari
pentanahan Tegangan Rendah
▪ Penampang hantaran antara titik pentanahan dengan titik pembumian harus
cukup sehingga dapat menyalurkan dengan aman arus gangguan maupun arus
yang tidak disengaja
▪ Kawat pentanahan Portable yang dipergunakan di Pusat Pembangkit atau Gardu
Induk harus mempunyai penampang tidak kurang dari 65 mm2 setara tembaga
▪ Pada Gardu Induk yang besar perlu dipasang lebih dari satu kawat pentanahan
pada setiap titik pentanahan, sesuai dengan Fault Level Gardu Induk yang
bersangkutan
▪ Pemasangan kawat tanah seyogyanya didahului dengan pemasukan pemisah
tanah (apabila ada)
▪ Pelaksana pentanahan harus menerima perintah langsung dari Pejabat yang
berhak, baik secara tertulis, secara lisan, maupun melalui alat telekomunikasi.
Perintah tersebut harus dicatat oleh Pelaksana Pentanahan, kemudian dibacakan
kembali, untuk mendapat konfirmasi, sebelum dapat dilaksanakan
▪ Pemberi perintah pentanahan harus membuat rencana pentanahan secara
tertulis, terinci urutan pekerjaannya
▪ Alat pentanahan Portable harus disimpan di tempat khusus yang terhindar dari
bahaya-bahaya yang merusak, alat tersebut hanya dikeluarkan dari tempat
penyimpanan apabila ada perintah untuk menggunakannya. Dan setelah selesai
dipergunakan, alat tersebut harus segera dimasukkan kembali ke tempat
penyimpanannya
▪ Alat pentanahan Portable harus diperiksa setiap triwulan sekali, dan hasil
pemeriksaan dicatat dalam kartu pemeliharaan yang bersangkutan. Pemeriksaan
juga harus dilakukan sebelum dipergunakan. Setiap alat pentanahan portable
yang diketahui kondisinya rusak harus ditarik dari pemakaian/penyimpanan
▪ Pejabat Pemberi Perintah Pentanahan wajib mengatur dan mengambil langkah-
langkah yang perlu guna menjamin bahwa pelaksanaan pentanahan berada pada
jarak aman dari bagian-bagian yang bertegangan
▪ Selama berlangsungnya pentanahan tidak seorangpun dibenarkan berada pada
tempat yang lebih dekat daripada jarak aman terhadap bagian-bagian instalasi
yang bertegangan
▪ Sebagai pengaman tambahan, Pejabat Pemberi Perintah Pentanahan haruslah
memperhitungkan adanya cukup rele proteksi yang akan segera bekerja pada
rangkaian-rangkaian yang bersebelahan, bilamana terjadi kesalahan dalam
pelaksanaan pentanahan
▪ Pelaksanaan Pemasangan Alat Pentanahan Portable sebaiknya dilaksanakan
oleh 2 (dua) orang, satu sebagai Pelaksana yang lain sebagai Pengawas
▪ Kawat pelepas muatan untuk pentanahan pada tower harus mempunyai
penampang kawat tidak kurang dari 25 mm2 setara tembaga
▪ Pada saat membawa peralatan pelepas muatan ke atas Traverse agar
diperhatikan jangan sampai melampaui jarak aman yang diijinkan