Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN TAHUNAN SANITASI

RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DIPONEGORO DUA SATU


TAHUN 2018

Penulis Dokumen SANITASI


Tanggal 14 Januari 2019
Jumlah Halaman 32 Halaman
BAB I
PENDAHULUAN

A. Tujuan
Unit Sanitasi adalah unit pelaksana fungsional yang bertujuan sebagai upaya
penyehatan dan pengawasan lingkungan rumah sakit. Pelayanan sanitasi
lingkungan merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan rumah sakit.
Mutu pelayanan dari sanitasi lingkungan harus menjadi bagian dari
pengendalian mutu pelayanan rumah sakit.

B. Tugas Pokok dan Fungsi


1. Tugas Pokok Sanitasi
a. Melakukan pengolahan limbah, baik limbah padat maupun limbah cair
yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit
b. Melakukan penyehatan bangunan yang berpedoman pada Permenkes
no. 1204 tahun 2004 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
c. Melakukan sterilisasi ruangan , khususnya pada ruangan yang critical
d. Melakukan penyehatan makanan dan minuman mulai dari inspeksi
penyediian bahan makanan hingga hasil olahan makanan
e. Memantau kualitas air bersih, mulai dari sumber, dan kualitasnya
f. Melakukan pemantauan tentang usap alat makan, kuman usap dinding,
dan kuman usap lantai
g. Melakukan pemantauan dan pengendalian binatang vektor yang ada di
rumah sakit
h. Membuat laporan dan melaporkannya kepada pimpinan rumah sakit
tepat waktu
i. Pembuatan SPO pembersihan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
rumah sakit.

2. Fungsi Sanitasi:

2
a. Menjaga kesehatan lingkungan rumah sakit
3. Peran Unit Kerja dalam Sistem Organisasi Rumah Sakit
Unit Sanitasi merupakan bagian dari sistem organisasi Rumah Sakit
yang berperan sebagai bagian dari penunjang non medis, yang dapat
menyelenggarakan terwujudnya lingkungan RSKB Diponegoro Dua Satu
Klaten yang sehat, aman, nyaman dan ramah lingkungan sesuai dengan
persyaratan kesehatan lingkungan. Penyelenggaraan ini harus
dilaksanakan secara dinamis sesuai perubahan yang dilakukan dan tetap
menjaga mutu pelayanan.

3
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA SANITASI

A. Bagan Organisasi

Direktur

Kepala Bidang Umum Dan Keuangan

Kepala Sanitasi

Sanitarian

Gambar 1. Bagan Organisasi Unit Sanitasi

B. Tugas dan Fungsi


1. Kepala Unit Sanitasi
a. Pengertian
Seseorang yang mempunyai tanggung-jawab dan wewenang dalam
mengelola Unit Sanitasi
b. Kedudukan dalam organisasi
 Kepala Sanitasi adalah seorang yang melaksanakan tugasnya
dibawah koordinasi Kepala Bidang Umum dan Keuangan.
 Bertugas melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan
lingkungan rumah sakit termasuk bangunan rumah sakit.

4
 Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Sanitasi bertanggung-jawab
kepada Kepala Bidang Umum dan Keuangan.
 Kepala Sanitasi dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh:
o Staff sanitarian
c. Tanggung jawab
Sebagai Kepala Sanitasi bertanggung-jawab menyelenggarakan
kegiatan inspeksi pada bangunan rumah sakit, binatang vektor,
penyehatan makanan dan minuman, pengelolaan limbah padat maupun
limbah cair, pengelolaan air bersih, dan pengelolaan sampah.
d. Uraian tugas
 Melakukan sosialisasi peraturan dan kebijakan rumah sakit kepada
staf dengan baik dan benar.
 Melaksanakan pedoman pelaksanakan pengelolaan dan
pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit.
 Melakukan koordinasi yang baik dengan staff dibawahnya
maupun dengan pejabat struktural terkait.
 Menyusun rencana pengembangan unit
 Menyusun jadwal inspeksi kesehatan lingkungan maupun
kebersihan yang ada di rumah sakit.
 Menciptakan dan menjaga kondisi dan suasana pelayanan agar
tetap nyaman, bersih, aman dan ramah lingkungan.
 Melakukan pengawasan dan pengendalian tugas staff
 Melakukan evaluasi dan penilaian kinerja bawahan.
 Membuat pencatatan, pembukuan dan pelaporan kepada pimpinan
secara rutin dan berkala mengenai kondisi kesehatan lingkungan
2. Staff Sanitasi
a. Pengertian
Orang yang mempunyai tanggung-jawab dalam membantu kepala
sanitasi untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan
kesehatan lingkungan

5
b. Kedudukan dalam organisasi
a. Bertugas melakukan protap bidang sanitasi dan administrasi
b. Menyiapkan bahan dalam bentuk pembuatan laporan tahunan
c. Menghadiri rapat koordinasi
d. Menjalankan tugas yang diberikan oleh atasannya
c. Tanggung jawab
 Kelancaran kegitan di unit sanitasi
 Menjamin kedisiplinan pelaksanaan protap
d. Uraian tugas
 Meminta arahan dari atasan
 Memintta masukan dari bawahan dan unit kerja lain yang terkait
 Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan
 Melakukan dan membantu kegiatan dalam 5 dasar sanitasi

C. Hubungan dengan Unit Lain


1. Hubungan dengan unit keuangan
a. Melakukan koordinasi mengenai proses realisasi Anggaran Rutin
kegiatan sanitasi (pemeriksaan air bersih, pemeriksaan limbah,
pembayaran limbah, penyeterilan ruang, pemeriksaan usap alat
makan, pemariksaan sampel makanan, dan keperluan sanitasi
lainnya).
b. Melakukan follow up dengan bagian keuangan atas setiap anggaran
yang telah atau baru diproses.
2. Hubungan dengan unit administrasi umum, kepegawaian dan informasi.
a. Membuat dan menginformasikan atas setiap hasil ada dari
pemeriksaan yang berasal dari pihak luar untuk dilaporkan kepada
direksi.
b. Berkoordinasi dalam komunikasi dengan pihak ke III dalam proses
kesehatan lingkungan rumah sakit.
3. Hubungan dengan bagian diklat

6
Berkoordinasi tentang pengembangan karyawan (pelatihan, workshop,
sosialisasi kedinasan).
4. Hubungan dengan unit farmasi
a. Berkoordinasi tentang rencana pembeliaan bahan sterilisasi.
b. Berkoordinasi tentang pemilihan vendor.
c. Berkoordinasi dalam penyediaan bahan habis pakai (masker,
handscon, aseptik, aseptan)
5. Hubungan dengan seluruh pelayanan umum, medis dan keperawatan
a. Menerima komplain tentang kebersihan ruang, baik fisik maupun
personal.
b. Inspeksi untuk kepatuhan dalam memilah pembuangan limbah medis
dan non medis.
c. Melakukan sosialisasi SPO tentang hygiene
6. Hubungan dengan unit CSSD
Memantau kualitas udara ruang dan instrumen yang sudah di sterilisasi
7. Hubungan dengan unit UPSRS
Melakukan usulan perbaikan sarana dan prasarana
8. Hubungan dengan unit radiologi
Melakukan pembuangan limbah cair B3 bekerjasama dengan pihak
ketiga
9. Hubungan dengan unit laboratorium
a. Melakukan pembuangan limbah B3 bekerjasama dengan pihak ketiga
b. Melakukan penggantian safety box apabila sudah penuh ¾ bagian
10. Hubungan dengan unit IGD
a. Menerima permintaan sterilisasi ruang
b. Melakukan pemeriksaan kuman udara ruang
c. Melakukan penggantian safety box apabila sudah penuh ¾ bagian
11. Hubungan dengan unit gizi
a. Melakukan pemeriksaan angka usap alat makan
b. Melakukan pemeriksaan sampel makanan

7
BAB III
SUMBER DAYA UNIT

A. Sumber Daya Manusia


Tabel 1. Daftar Sumber Daya Manusia di Unit Sanitasi Tahun 2018
No Nama Kategori Ijazah Kualifikasi Ket
SDM
1 Ria Asrini Kepala DIII S1 Sesuai
Nurjanah, Sanitasi Kesehatan Kesehatan (mengikuti
A.Md.KL Lingkungan lingkungan pelatihan)
atau
Kesehatan
masyarakat
2 Adi Nur Admin SMA/SMK - -
Cahyo Sanitasi

B. Sarana Prasarana
Unit Sanitasi memiliki beberapa ruangan yang terdiri dari :
1. Ruang Pelayanan (Kepala dan Staf Sanitasi)
2. Ruang TPS B3
3. Instalasi pengolahan limbah cair

8
BAB IV
PROGRAM KERJA SANITASI TAHUN 2017

A. Program Kerja
No Program Rincian
1. Pengelolaan ruang a. Pemantauan kebersihan dan kondisi
ruangan
b. Penjadwalan kebersihan detail
ruangan (General Cleaning)
c. Pembuatan skala prioritas pekerjaan
(permintaan perbaikan ruangan
kebagian teknisi)
2. Pengelolaan limbah cair a. Uji Kualitas limbah cair
b. Pengukuran debit, pH, suhu harian
IPAL
c. Maintenance kondisi IPAL
d. Pengurasan lumpur satu tahun sekali
3. Pengelolaan limbah padat a. Penyediaan tempat sampah dengan
tanda pemilahan yang tepat di setiap
ruang
b. Pemantauan pemilahan sampah
medis dan non medis di pelayanan
c. Pemantauan pengangkutan ke TPS
d. Evaluasi kinerja pengelolaan limbah
B3RT oleh PT. Bank Sampah
Indonesia
e. Evaluasi kinerja pengelolaan limbah
medis PT. Teman Sejati Sejahtera
Abadi
f. Pengarsipan bukti pengiriman
limbah padat

9
g. Pencatatan limbah infeksius, non
infeksius dan B3
4. Pengelolaan air bersih dan a. Pengurasan bak tampungan air tiap
air minum 6 bulan
b. Uji kualitas air bakteriologis setiap 6
bulan
c. Uji kualitas air kimia tiap 6 bulan
d. Pemantauan debit air bersih
5. Pengelolaan taman a. Pengajuan kebutuhan taman
b. Monitoring dan evaluasi penataan
taman
c. Penyediaan tempat perawatan
tanaman
6. Pemantauan lingkungan Pengukuran lingkungan fisik yang
fisik meliputi kebisingan, pencahayaan, suhu
dan kelembaban menggunakan alat
ukur
7. Pemeriksaan udara Meliputi pemeriksaan SO2, NO2, OX,
ambient CO2 dan partikel debu
8. Desinfeksi ruangan Dengan bahan desinfektan yang
dilakukan oleh pihak ketiga atau SDM
Rumah Sakit
9. Pemantauan angka kuman a. Uji angka kuman ruang (dinding
ruang dan bakteriologis udara, dan lantai)
makanan b. Uji angka kuman alat makan
c. Uji sampel makanan

10
B. Hasil Evaluasi Kegiatan

A. Evaluasi Program Kerja Unit Sanitasi


Kegiatan yang sudah Waktu Persentase Kegiatan yang
No Program Rincian Kendala
dilakukan Pelaksanaan (%) belum terlaksana
1. Pengelolaan d. Pemantauan a. Pemantauan Setiap Bulan 90 % a. Penjadwalan Kurangnya ketersediaan
ruang kebersihan dan kebersihan dan General alat untuk General
kondisi ruangan kondisi ruangan Cleaning Cleaning.
e. Penjadwalan b. Penjadwalan belum
kebersihan detail kebersihan detail dilakukan
ruangan (General ruangan (General setiap bulan.
Cleaning) Cleaning)
f. Pembuatan skala c. Pembuatan skala
prioritas prioritas pekerjaan
pekerjaan (permintaan
(permintaan perbaikan ruangan
perbaikan kebagian teknisi)
ruangan kebagian
teknisi)
2. Pengelolaan e. Uji Kualitas a. Uji Kualitas Insidental 100 %
limbah cair limbah cair limbah cair
f. Perbaikan sistem b. Perbaikan sistem
g. Pengukuran debit c. Pemeliharaan
limbah harian IPAL
h. Pemeliharaan (Penambahan
IPAL kaporit)
(Penambahan d. Pengurasan lumpur
kaporit) satu tahun sekali
i. Pengurasan
lumpur satu tahun
sekali
3. Pengelolaan h. Penyediaan a. Penyediaan tempat Insidental 100%
limbah tempat sampah sampah dengan
padat dengan tanda tanda pemilahan
pemilahan yang yang tepat di setiap
tepat di setiap ruang
ruang b. Pemantauan
i. Pemantauan pemilahan sampah
pemilahan medis dan non
sampah medis medis di
dan non medis di pelayanan
pelayanan c. Pemantauan
j. Pemantauan pengangkutan ke
pengangkutan ke TPS
TPS d. Evaluasi kinerja
k. Evaluasi kinerja pengelolaan
pengelolaan limbah medis PT
limbah medis PT Temansejati
Temansejati Sejahtera Abadi
Sejahtera Abadi Pengarsipan bukti
l. Pengarsipan bukti pengiriman limbah
pengiriman padat.
limbah padat. e. Pencatatan limbah
m. Pencatatan infeksius, non
limbah infeksius, infeksius dan B3
non infeksius dan
B3
4. Pengelolaan e. Pengurasan bak a. Pengurasan bak Sesuai Jadwal 100%
air bersih tampungan air tampungan air tiap yang
dan air tiap 6 bulan 6 bulan ditentukan
minum f. Uji kualitas air b. Uji kualitas air
bakteriologis bakteriologis setiap
setiap 6 bulan 6 bulan
g. Uji kualitas air c. Uji kualitas air
kimia tiap 6 kimia tiap 6 bulan
bulan
5. Pengelolaan d. Pengajuan a. Pengajuan Insidental 90% Penyediaan a. Belum adanya
taman kebutuhan taman kebutuhan taman tempat perawatan tempat yang sesuai
e. Monitoring dan b. Monitoring dan tanaman b. Belum adanya
evaluasi penataan evaluasi penataan tenaga yang
taman taman mencukupi untuk
f. Penyediaan mengelola taman
tempat perawatan
tanaman
6. Pemantauan d. Uji angka kuman a. Uji angka kuman Sesuai jadwal 100% Sudah berjalan namun
angka ruang dan kultur ruang dan kultur yang belum sesuai dengan
kuman ruang ruang ditentukan waktu yang
ruang dan e. Uji angka kuman b. Uji angka kuman dijadwalkan
bakteriologi makanan makanan
s makanan
7. Alat a. Perencanaan c. Perencanaan 70% Penambahan alat- Kepengurusan taman
Kelengkapa penambahan penambahan APD alat kebersihan yang ada sudah tidak
n Kerja APD taman terlalu produktif
b. Penambahan alat-
alat kebersihan
taman
8. Perbaikan a. Perbaikan a. Perbaikan dinding Insidental 80% a. Perencanaan Belum adanya teknisi
Sarana Fisik dinding dan dan langit-langit kebutuhan dan yang berkompeten
langit-langit yang yang berpotensi pengajuan
berpotensi beresiko permohonan
beresiko b. Perencanaan penambahan
b. Perencanaan kebutuhan dan Fly Cater
kebutuhan dan pengajuan
pengajuan permohonan
permohonan penambahan
penambahan tempat sampah
tempat sampah Induk
c. Perencanaan
kebutuhan dan
pengajuan
permohonan
penambahan Fly
Cater
9. Menyusun a. Evaluasi a. Evaluasi kuantitas Insidental 100%
Pola kuantitas dan dan kualitas SDM
Ketenagaan kualitas SDM b. Evaluasi job
b. Evaluasi job deskripsi Sanitasi
deskripsi Sanitasi
10. Pelatihan Mengikuti Mengikuti Insidental 100%
dan pelatihan/seminar pelatihan/seminar yang
Seminar yang diselenggarakan diselenggarakan instasi
instasi terkait terkait
11. SPM a. Baku Mutu a. Baku mutu air Insidental 95% Ada baku mutu
Limbah Cair bersih Limbah Cair yang
b. Baku mutu air b. Pengelolaan limbah masih fluktuatif
bersih padat berbahaya
c. Pengelolaan sesuai dengan aturan
limbah padat
berbahaya sesuai
dengan aturan
12 Indikator a. Pengendalian a. Pengendalian Sesuai Jadwal 100%
Mutu hama rayap hama rayap yang
b. Pengendalian b. Pengendalian ditentukan
vektor binatang vektor binatang
pengganggu pengganggu
13. Keselamata a. Sterilisasi a. Desinfeksi dinding Setiap hari 0% Belum Masih dalam proses
n Pasien ruangan dan lantai dilakukannya pertimbangan bahan
b. Pemantuan / sterilisasi ruang aktif yang akan
pengukuran digunakan
terhadap faktor
fisik, kimia,
biologi,
psikososial
ruangan.
14. PPI a. Pemeriksaan a. Pemeriksaan angka Sesuai jadwal 90% Belum Masih dalam proses
angka kuman kuman usap alat yang dilakukannya pertimbangan bahan
usap alat makan makan pasien ditentukan sterilisasi ruang aktif yang akan
pasien b. Pemeriksaan angka OK digunakan
b. Pemeriksaan kuman makanan
angka kuman pasien
makanan pasien c. Pemeriksaan angka
c. Pemeriksaan kuman ruangan
angka kuman d. Pemeriksaan air
ruangan bersih
d. Pemeriksaan air e. Desinfeksi ruangan
bersih f. Pemeriksaan usap
e. Desinfeksi alat medis pasca
ruangan sterilisasi
f. Pemeriksaan usap g. Kepatuhan cuci
alat medis pasca tangan petugas
sterilisasi
g. Kepatuhan cuci
tangan petugas
h. Sterilisasi Ruang
15. K3 a. Pemeriksaan a. Pemeriksaan Insidental 100%
kesehatan kesehatan
karyawan setahun karyawan setahun
1 kali 1 kali
b. Penggunaan APD b. Penggunaan APD
dengan benar dengan benar
BAB V
KINERJA

A. Kinerja Operasional
Kinerja Operasional dapat dilihat dari tercapainya program yang telah
disusun di unit sanitasi Tahun 2017, sebagai berikut :
No Kegiatan Waktu Keterangan
1. Pengelolaan ruang dengan Setiap hari Sanitarian
inspeksi setiap hari di
lingkungan rumah sakit
2. Pengujian kualitas limbah cair Setiap bulan BBTKL Yogyakarta
3. Pengukuran debit dan pH Setiap hari Sanitarian
4. Pemantauan air limbah Setiap hari Sanitarian
5. Pengelolaan limbah padat Setiap hari Sanitarian
6. Pelaporan UKL-UPL 3 Bulan sekali Sanitarian kepada
BLH Kabupaten
Klaten
7. Pengelolaan air bersih dan air 6 Bulan sekali Sanitarian
minum
8. Pemeriksaan kualitas air bersih 1 Bulan sekali Sanitarian
dan air minum
9. Pemeriksaan sampel makanan 6 Bulan sekali Sanitarian
10. Pemeriksaan angka kuman 6 Bulan sekali Sanitarian
makanan
11. Pemeriksaan angka kuman 6 Bulan sekali Sanitarian
dinding, lantai dan udara
12. Pemeriksaan kesehatan 6 Bulan sekali Sanitarian
lingkungan rumah sakit
13. Pengendalian vektor 1x seminggu Rentokil
14. Pengendalian rayap On Call Terminix
B. Kinerja Mutu
Kinerja Mutu unit sanitasi dapat dilihat dari capaian hasil pemeriksaan
yang telah dilakukan, dibagi kedalam 2 periode :
I. Periode pertama, bulan Januari – Juli 2018
1. Data pemeriksaan kualitas air bersih
Hasil pemeriksaan kualitas air bersih sebagai berikut :
a. Bakteriologis
Parameter
MPN Coliform Total /100 ml
No Bulan Ruang
Kadar Maksimum Hasil Keterangan
yang diperbolehkan Pemeriksaan
Sumur Gali
Bukan Air PP CF = 50 0 Memenuhi Syarat
1 Mei Air PP
CF = 10
Air PDAM 0 Memenuhi Syarat
2. Maret Air RO ≤100 0 Memenuhi Syarat
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan mikrobiologi air bersih bulan Maret
dan Mei sudah sesuai baku mutu MPN Coliform Total/100 ml.

b. Kimia
1) Air Bersih Sumur Gali

No Parameter Satuan Kadar Hasil Ket


Maksimum
1 Ph - 6,5 – 9,0 6,7 Memenuhi syarat
2 Besi (Fe) mg/l 1,0 0,03 Memenuhi syarat
3 Nitrit Sebagai N mg/l 1,0 0,01 Memenuhi syarat
4 Nitrat Sebagai N mg/l 10,0 0,1 Memenuhi syarat
5 Flourida (F) mg/l 1,5 0,1 Memenuhi syarat
6 Mangan (Mn) mg/l 0,5 <0,5 Memenuhi syarat
*Syarat Kualitas Air Bersih Menurut Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990
2) Air Minum

No Parameter Satuan Kadar Hasil Ket


Maksimum
1 Ph - 6,5-8,5 7,2 Memenuhi Syarat
2 Besi (Fe) mg/l 0,3 0,02 Memenuhi Syarat
3 Nitrit Sebagai NO2 mg/l 3 0,02 Memenuhi Syarat
4 Nitrat sebagai NO3 mg/l 50 0,1 Memenuhi Syarat
4 Flourida (F) mg/l 1,5 0,2 Memenuhi Syarat
5 Mangan (Mn) mg/l 0,4 <0,40 Memenuhi Syarat
*Syarat Kualitas Air Minum Menurut Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010

2. Data pemeriksaan kualitas air limbah


a. Hasil pemeriksaan limbah cair parameter kimia
1) Januari

Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
Suhu o 26,0 SNI 06-26989.23-
1 C 26,0 30
2005
2 TSS mg/L 17 7 30 In House Methode
pH 5,8 SNI 06-6989.11-
3 - 6,6 6,0-9,0
2004
4 BOD mg/L 24,0 8,9 30 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 71,5 24,2 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
6 mg/L <0,0002 <0,0002 0.1
(NH3-N)
APHA2012 Section
7 Phospat (PO4) mg/L 9,353 2,014 2 4500 PB 5 dan 4500-
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah pada bulan Januari untuk
parameter pH dan phospat belum memenuhi baku mutu, sedangkan untuk
parameter yang lain sudah memenuhi baku mutu.
2) Februari

Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
Suhu o 25,0 SNI 06-26989.23-
1 C 25,0 30
2005
2 TSS mg/L 88 28 30 In House Methode
pH 7,6 SNI 06-6989.11-
3 - 7,4 6,0-9,0
2004
4 BOD mg/L 71,5 9,2 30 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 200,55 26,9 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
6 mg/L 0,5415 0,0059 0.1
(NH3-N)
APHA2012 Section
7 Phospat (PO4) mg/L 4,674 1,181 2 4500 PB 5 dan 4500-
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan Outlet air limbah parameter Kimia dan
Fisika sudah memenuhi baku mutu Bagi Kesehatan Rumah Sakit Perda Jateng
No.5 Tahun 2012.

3) Maret

Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
Suhu o 28 SNI 06-26989.23-
1 C 28 30
2005
2 TSS mg/L 23,00 4,00 30 In House Methode
pH 7,78 SNI 06-6989.11-
3 - 7,78 6,0-9,0
2004
4 BOD mg/L 49,43 2,98 30 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 208,62 27,83 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
6 mg/L 48,18 12,56 0.1
(NH3-N)
APHA2012 Section
7 Phospat (PO4) mg/L 48,67 12,56 2 4500 PB 5 dan 4500-
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia pada bulan
Maret parameter amonia dan phosphat masih melebihi ambang batas ini di
sebabkan mesin blower IPLC pada proses aerasi tidak bekerja secara maksimal.
4) April

Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
Suhu o SNI 06-26989.23-
1 C 27,0 28 30
2005
2 TSS mg/L 54 9 30 In House Methode
pH 7,7 SNI 06-6989.11-
3 - 7,5 6,0-9,0
2004
4 BOD mg/L 37,7 9,9 30 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 90,5 28,7 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
6 mg/L 0,3190 0,1067 0.1
(NH3-N)
APHA2012 Section
7 Phospat (PO4) mg/L 2,713 0,223 2 4500 PB 5 dan 4500-
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia pada bulan
April belum sesuai baku mutu pada parameter Amonia bebas (NH3-N), hal ini di
sebabkan sistem IPLC tidak bekerja secara maksimal dan perlunya perbaikan
sistem IPLC.

5) Mei

Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
Suhu o SNI 06-26989.23-
1 C 25,6 25,6 30
2005
2 TSS mg/L 18 6 30 In House Methode
pH 8,5 SNI 06-6989.11-
3 - 7,0 6,0-9,0
2004
4 BOD mg/L 16,8 10,6 30 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 49,4 31,3 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
6 mg/L 0,3464 0,0119 0.1
(NH3-N)
APHA2012 Section
7 Phospat (PO4) mg/L 1,6553 1,055 2 4500 PB 5 dan 4500-
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia pada bulan
Mei sudah memenuhi baku Mutu yang ada.
6) Juni

Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
Suhu o SNI 06-26989.23-
1 C 25,6 24,6 30
2005
2 TSS mg/L 44 1 30 In House Methode
pH 7,4 SNI 06-6989.11-
3 - 7,6 6,0-9,0
2004
4 BOD mg/L 33,5 3,5 30 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 69,8 12,0 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
6 mg/L 0,9176 0,0109 0.1
(NH3-N)
APHA2012 Section
7 Phospat (PO4) mg/L 1,402 0,707 2 4500 PB 5 dan 4500-
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia pada bulan
Juni sudah memenuhi baku Mutu yang ada.

7) Juli

Hasil
Air Sungai Air Sungai
No Parameter Satuan sebelum sesudah Spesifikasi Metode
Tercampur Tercampur
Limbah Cair Limbah Cair
o
1 Suhu C 23,6 23,6 SNI 06-26989.23-2005
2 TSS mg/L 10 4 In House Methode
3 pH - 7,2 7,2 SNI 06-6989.11-2004
4 BOD mg/L 3,7 3,1 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 7,6 6,4 SNI 6968.2-2009
Amonia SNI 06-2479-1991
6 bebas mg/L <0,0002 <0,0002
(NH3-N)
APHA2012 Section
Phospat
7 mg/L 0,819 0,762 4500 PB 5 dan 4500-
(PO4)
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia pada bulan
Juli pada pemeriksaan air sungai sebelum tercampur Limbah Cair dan Air Sungai
Sesudah Tercampur Limbah Cair.
3. Data pengelolaan limbah medis dan non Infeksius (domestik)
a. Data pengelolaan limbah padat infeksius

No Bulan Jumlah limbah


1 Januari 1020,49
2 Februari 1075,89
3 Maret 958,2
4 April 1000,85
5 Mei 1001,53
6 Juni 718,5
7 Juli 1058,56
8 Agustus 1058,89
9 September 1012,54
10 Oktober 1106,35
11 November 1079,78
12 Desember 1103,56
Dari tabel dan grafik limbah padat infeksius diketahui bahwa limbah padat
infeksius mengalami kenaikan dan penurunan sepanjang tahun 2018, hal ini
di sebabkan karena adanya peningkatan dan penurunan jumlah pasien
Rumah Sakit setiap bulannya.
b. Data pengelolaan limbah padat non infeksius

Bulan Volume (M3)

Januari 2049

Februari 2312

Maret 2387

April 2503

Mei 1144

Juni 1281

Juli 1497

Agustus 1336
September 1378

Oktober 1540

November 1533

Desember 1284

Dari tabel dan grafik limbah padat domestik diketahui bahwa limbah padat
domestik mengalami peningkatan setelah Bulan Maret sampai dengan Bulan
Mei dan menurun sedikit pada Bulan Juni, hal ini di sebabkan karena
adanya peningkatan jumlah pasien Rumah Sakit dan pengunjung Rumah
Sakit.

II. Periode kedua, bulan Agustus – Desember 2018


1. Data pemeriksaan kualitas air limbah

a. Hasil pemeriksaan limbah cair parameter mikrobiologis

Parameter
No Bulan MPN /100 ml Keterangan
Kadar Maksimum Hasil
yang Pemeriksaan
diperbolehkan
1 Juli 5000 <1,8. 100 Memenuhi Syarat
2 Agustus 5000 - -
3 September 5000 - -
4 Oktober 5000 <1,8. 100 Memenuhi Syarat
5 November 3000 <1,8. 100 Memenuhi Syarat
6 Desember 3000 220. 100 Memenuhi Syarat

Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter biologi pada
bulan Juli, Oktober, November dan Desember sudah memenuhi syarat. Bulan
Juli – Oktober peraturan yang digunakan adalah Perda Prov. Jateng No. 5
tahun 2012, sedangkan bulan November – Desember menggunakan
PerMenLHK no 68/Menlhk/2016. Pada bulan Agustus dan September tidak
dilakukan pemeriksaan.

b. Hasil pemeriksaan limbah cair parameter kimia


1) Agustus

Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
Suhu o 25,6 SNI 06-26989.23-
1 C 25,6 30
2005
2 TSS mg/L 25 10 30 In House Methode
pH 7,6 SNI 06-6989.11-
3 - 8,0 6,0-9,0
2004
4 BOD mg/L 34,0 13,9 30 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 74,6 41,3 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
6 mg/L 1,1165 0,0005 0.1
(NH3-N)
APHA2012 Section
7 Phospat (PO4) mg/L 1,563 1,491 2 4500 PB 5 dan 4500-
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia
pada bulan Agustus, semua parameter telah memenuhi syarat.

2) September

Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
Suhu o 24,6 SNI 06-26989.23-
1 C 24,6 30
2005
2 TSS mg/L 11 3 30 In House Methode
pH 7,4 SNI 06-6989.11-
3 - 7,9 6,0-9,0
2004
4 BOD mg/L 8,2 5,8 30 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 23,1 16,1 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
6 mg/L 1,0183 0,0009 0.1
(NH3-N)
APHA2012 Section
7 Phospat (PO4) mg/L 1,519 1,118 2 4500 PB 5 dan 4500-
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia
pada bulan September semua parameter telah memenuhi syarat.

3) Oktober
Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
Suhu o 27,0 SNI 06-26989.23-
1 C 27,0 30
2005
2 TSS mg/L 39 6 30 In House Methode
pH 7,5 SNI 06-6989.11-
3 - 7,6 6,0-9,0
2004
4 BOD mg/L 45,8 5,9 30 SNI 6968.72-2009
5 COD mg/L 90,1 13,8 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
6 mg/L 0,09737 0,0071 0.1
(NH3-N)
APHA2012 Section
7 Phospat (PO4) mg/L 1,607 0,669 2 4500 PB 5 dan 4500-
PD
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia pada bulan
Oktober semua parameter telah memenuhi syarat

4) November

Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
1 TSS mg/L 21 3 30 In House Methode
pH 7,4 SNI 06-6989.11-
2 - 7,6 6,0-9,0
2004
3 BOD mg/L 108,0 6,7 30 SNI 6968.72-2009
4 COD mg/L 241,5 20,1 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
5 mg/L 1,5990 0,1388 0.1
(NH3-N)
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia pada bulan
November semua parameter telah memenuhi syarat

5) Desember
Hasil Baku
No Parameter Satuan Spesifikasi Metode
Inlet Outlet Mutu
1 TSS mg/L 38 7 30 In House Methode
pH 7,6 SNI 06-6989.11-
2 - 7,7 6,0-9,0
2004
3 BOD mg/L 86,0 10,5 30 SNI 6968.72-2009
4 COD mg/L 231,5 29,4 80 SNI 6968.2-2009
Amonia bebas SNI 06-2479-1991
5 mg/L 1,1544 0,1933 0.1
(NH3-N)
Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan air limbah parameter kimia pada bulan
Desember semua parameter telah memenuhi syarat

Data pengelolaan limbah medis dan non Infeksius (domestik)

a. Data pengelolaan limbah padat infeksius


Bulan Volume (Kg)

Juli 985,05

Agustus 982,58

September 1035,7

Oktober 1111,8

November 802,29

Desember 1015,55

Dari tabel diketahui bahwa limbah padat infeksius mengalami peningkatan


pada bulan oktober hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan jumlah
pelayanan.

b. Data pengelolaan limbah padat non infeksius


Bulan Volume (M3)

Juli 1253

Agustus 1250

September 1252

Oktober 957

November 1005

Desember 1102

Dari tabel limbah padat domestik diketahui bahwa limbah padat domestik
mengalami penurunan pada bulan oktober, hal ini di sebabkan karena
adanya penurunan jumlah pasien Rumah Sakit dan pengunjung Rumah
Sakit.

C. Standar Pelayanan Minimal


No Indikator Bulan Ketercapaian
1. Baku mutu limbah cair Januari Belum memenuhi
Februari Memenuhi
Maret Belum memenuhi
April -
Mei Belum memenuhi
Juni -
Juli -
Agustus Belum memenuhi
September -
Oktober -
November Belum memenuhi
Desember -
2. Kualitas Air Bersih April Memenuhi
3. Pengelolaan sampah Januari – Memenuhi
Desember
BAB VII
PEMBAHASAN

A. Kinerja Operasional
Kinerja operasional dari unit sanitasi terlihat dari kegiatan yang telah di
programkan kemudian apakah sudah dilaksanakan berdasarkan penjadwalan.
Pengelolaan ruang sudah rutin dilakukan setiap hari oleh sanitarian, pengujian
kualitas limbah cair dilakukan di BBTKL dengan pengambilan sampel
dilakukan oleh sanitarian, pengukuran debit dan pH dilakukan setiap hari oleh
sanitarian untuk memantau kualitas dari air limbah, pengelolaan limbah padat
dilakukan dengan logbook setiap hari untuk jumlah limbah masuk dan keluar
dan pengangkutan dilakukan oleh pihak ketiga transporter yang telah
bekerjasama di dalam perjanjian, pelaporan UKL-UPL dilakukan kepada
BLH Kabupaten Klaten setiap 3 bulan sekali oleh sanitarian dengan adanya
lembar serah terima, pengelolaan air bersih dilakukan dengan pemantauan
kualitas baik secra fisik maupun kimia yang dipeiksakan ke Dinas Kesehatan
Kabupaten Klaten dan setiap 6 bulan sekali tampungan air dikuras,
pemeriksaan sampel makanan dan alat makan dilakukan setiap 6 bulan sekali
di dinas kesehatan klaten dan BBTKL jogja oleh sanitarian, pengendalian
vektor dilakukan oleh pihak ketiga yaitu rentokil dilakukan kunjungan setiap
1 minggu sekali sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan lingkungan rumah
sakit dilakukan dengan pengukuran fisik lingkungan rumah sakit dengan
menggunakan alat ukur untuk menentukan apakah memenuhi persyaratan
atau tidak.
B. Kinerja Mutu
Hasil dari setiap pemeriksaan selalu dikomunikasikan baik kepada atasan
maupun unit yang berkaitan dengan hal itu agar dilakukan tindak lanjut
apabila hasil belum memenuhi persyaratan dan dipertahankan apabila hasil
sudah pada baku mutu yang ditetapkan.

C. Standar Pelayanan Minimal


Standar pelayanan minimal pada tahun 2017 ini menunjukkan belum
tercapainya beberapa indikator pada pemeriksaan kualitas air limbah dan
untuk pemeriksaan lain seperti kualitas air bersih belumk rutin untuk
dilakukan. Uraian untuk masing-masing standart pelayanan minimal
diantaranya :
1. Pemeriksaan limbah cair
Prosentase kualitas air limbah antara yang memenuhi dan belum
memenuhi masih besar yang belum memenuhi hal ini dikarenakan
kurangnya treatment yang stabil sehingga mempengaruhi dari kualitas
air limbah yang dihasilkan. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah
perbaikan sistem yang ada.
2. Pemeriksaan kualitas air bersih
Pemeriksaan kualitas air bersih pada awal semester sudah dilakukan
dan hasilnya memenuhi persyaratan akan tetapi pada semester kedua
tidak dilakukan sehingga belum diketahui kualitas pada semester itu.
3. Pengelolaan sampah
Pengelolaan sampah sudah dilakukan dengan pihak ketiga, akan tetapi
pada bulan-bulan tertentu terjadi permasalahan berupa keterlambatan
pengangkutan limbah ketiga sehingga mempengaruhi jumlah limbah
yang terdokumentasi pada logbook tidak stabil.
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Pemeriksaan limbah sudah rutin dilakukan.
2. Hasil pemeriksaan limbah belum memenuhi baku mutu, perlu diadakan
perbaikan sistem.
3. Pemeriksaan udara ambien belum dilakukan.
B. Saran
Pelaksanaan harus didasarkan pada jadwal yang telah ditentukan.

Ka. Bidang Umum dan Ka. Unit Sanitasi


Keuangan

Hilda Maharani, SE Ria Asrini N, Amd.Kes


NIP. 2011 05 64 NIP. 2017 11 369

Mengetahui,
Direktur
Rumah Sakit Khusus Bedah
Diponegoro Dua Satu Klaten

dr. Endah Prasetyowati, MPH.


NIP. 2008 09 51