Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ellen Novian Mufidah

NIM : 2031810013

Prodi : Teknik Kimia

Ruang : Coal mill 205

Resume Materi LKMM PRA-TD 2018

Materi 5 : A.K.U (Ambisi Kenyataan Usaha)

Pembicara : Kak Kurniawati Firdaus (Prodi Teknik Kimia SI-5)

Ambisi adalah keinginan yang kuat untuk memperoleh kesuksesan dalam hidup dan
mencapai hal-hal besar atau baik yang diinginkan.Sedangkan menurut KBBI ambisi adalah
suatu keinginan (hasrat, nafsu) yang ingin dicapai disertai dengan kemauan yang kuat.

Kenyataan adalah segala sesuatu hal yang dapat mendukung/menghambat dalam mencapai
ambisi kita. Bisa juga kenyataan diartikan sebagai hal-hal yang menghambat atau
mendukung pencapain sesuatu. Faktor-faktor yang memengaruhi kenyataan adalah dari
internal (dari dalam diri) misalnya kemauan/keyakinan, kesanggupan (bakat, kemampuan,
kecerdasan, keterampilan) sedangkan faktor eksternal (dari luar diri) misalnya kondisi,
lingkungan sekitar.

Usaha adalah Tindakan nyata yang dilakukan seseorang untuk mencapai dan mewujudkan
sesuatu. Sedangkan menurut KBBI sendiri usaha adalah Kegiatan dengan mengerahkan
Tenaga, Pikiran, atau Badan untuk mencapai suatu maksud pekerjaan (perbuatan, prakarsa,
ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu. Usaha dibedakan menjadi 2 tipe yaitu proaktif
(inisiatif dari diri sendiri) dan reaktif (ada dorongan dari luar untuk melakukannya).

Materi 6 : Kak Hendri Fandio Dana (Prodi Manajemen rekayasa SI-5)

Pembicara : Sasaran, Resiko, Konsekuensi (SRK)

Sasaran adalah tujuan/target/ hal yang ingin dicapai atau dipercaya akan dicapai. Atau bisa
diartikan sebagai suatu tujuan atau target nyata yang ingin dicapai padai dalam jangka
waktu tertentu.

Cara menentukan sasaran yaitu sebagai berikut :


1. Spesifik (memiliki sasaran yang jelas)

2. Measurable (memiliki tujuan yang terukur)

3. Attainable (target yang dicapai harus realistis dan dapat dicapai)

4. Relevat (target yang mendukung/selaras dengan target-target lainnya)

5. Time based (memiliki jangka waktu tertentu)

Menurut KBBI risiko adalah suatu kejadian yang bersifat atau berdampak negatif yang
mungkin terjadi ketika berusaha mencapai sesuatu atau sasaran.

Tiga karakter resiko yaitu :

1. Risk averter (takut adanya resiko)

2. Risk neutral (menerima adanya resiko, tetapi tidak mau mengambil resiko lebih)

3. Risk seeker (berani untuk mengambil sebuah resiko)

Pengendalian resiko yaitu :

1. Identifikasi ancaman

2. Identifikasi penyebab ancaman

3. Tentukan resiko

4. Tentukan langkah antisipasi

Dalam mengendalikan risiko kita harus mengidentifikasi ancaman dan penyebab ancaman,
serta menentukan resiko dan langkah antisipasinya.Cara – cara untuk mencegah kegagalan
yakni tuliskan, berkomitmen, motivasi, rencana lain, do the best, positif thinking, evaluasi
dan berdoa.

Konsekuensi merupakan akibat dari suatu perbuatan, pendirian, dll.Sedangkan menurut


KBBI konsekuensi adalah akibat yang timbul dari sebuah tindakan yang akan kita lakukan.
Perbedaan resiko dan konsekuensi yaitu Konsekuensi itu berhubungan dengan proses;
syarat untuk melakukan proses, sedangkan resiko berkaitan dengan hasil akhir yang
sifatnya bisa dihindari atau ditekan. Cara sukses untuk mencapai tujuan yaitu lakukan yang
terbaik, berfikir positif, evaluasi, berdoa, tuliskan tujuan, komitmen yang tinggi, motivasi,
dan rencana lain. Dalam mengendalikan risiko kita harus mengidentifikasi ancaman dan
penyebab ancaman, serta menentukan resiko dan langkah antisipasinya.
Materi 7 : Pengenalan diri

Pembicara : Kak Andrian Setia Nugroho (Prodi Teknik Logistik SI-5)

Pengenalan diri merupakan yaitu kesadaran dan pemahaman terhadap diri sendiri, serta
proses mengenali diri sendiri atau proses mengungkap sifat diri sendiri yang awalnya tidak
mengerti menjadi dimengerti dengan tepat. John Robert Powers mengatakan bahwa
pengenalan diri merupakan kesadaran dan pemahaman siapa aku, kemampuanku,
kekuranganku, kelebihanku, perananku, dan keinginaku.Tujuan dari pengenalan diri antara
lain tumbuh kesadaran akan untuk mengenali diri baik berupa kelemahan ataupun
kelebihan dalam diri kita, terbentuknya percaya diri, kemampuan mengekspresikan diri atau
mencapai titik maksimal, tujuan hidup lebih mudah untuk dicapai dan selalu berpikiran
positif.

Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan
individu lain paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang
ditunjukkan oleh seseorang. Sedangkan menurut Koentjaraningrat mengatakan bahwa
kepribadaian merupakan beberapa ciri watak yang diperlihatkan seseorang secara lahir,
konsisten, dan konsekuen.

Jenis-jenis kepribadian yaitu :

1. Sanguinis (populer)

Ciri-cirinya yaitu sosok pribadi yang menyenangkan,

Menyukai kesenangan,ramah, Cenderung banyak bicara

Antusias yang cukup tinggi dalam beraktivitas.

2. Koleris (kuat)

Ciri-cirinya yaitu selalu benar dalam keadaan darurat, menekankan fungsi bukan proses,
dinamis, tidak perlu teman, spontaitas, tipe pemimpin, bersaing, dan aktif

3. Plegmatis (damai)

Ciri-cirinya yaitu rendah hati, menjadi penengah, cerdas, mudah sepakat, tenang,
konsisten, menghindari konflik, mudah bergaul, suka menyembunyikan emosi, santai,
perhatian, tegar, dan pendengar baik.

4. Melankolis
Ciri-cirinya yaitu penuh pikiran, rapi, analisis, puitis, idealis, sensitif, serius, tekun,
prefeksionis, berbakat, teratur, setia, dan artistik.

Tips dan trik untuk kekurangan sifat tersebut

1. Sanguinis

Jangan berpikir bahwa semua adalah "aku", belajar bersabar, jangan berlebihan, dan
belajar mendahulukan keperluan orang lain.

2. Koleris

Jangan menyepelekan orang lain, menanggapi kepemimpinan orang lain, simpan nasihat
sampai diminta, dan singkirkan tekanan.

3. Melankolis

Bersyukur karena anda mampu memahami watak seseorang,positif thinking, jangan


mudah sakit hati, dan jangan lewatkan banyak waktu hanya untuk merencanakan.

4. Plegmatis

Jangan menunda pekerjaan, belajar untuk bertanggung jawab, berlatih membuat


keputusan, dan lebih memotivasi diri.

Materi 8 : Pengembangan diri

Pembicara : Kak Ahmad Aditya Pratama (Prodi Manajemen SI-5)

Pengembangan diri adalah proses pembentukan dan perwujudan dari kebiasaan buruk
menjadi kebiasaan yang lebih baik lagi dengan berlandaskan potensi dan kemampuan diri
sendiri. Atau bisa diartikan sebagai proses untuk mewujudkan dirinya yang terbaik sejalan
dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Langkah-langkah pengembangan diri yaitu :

1. Kenali diri sendiri

2. Tentukan tujuan yang jelas

3. Mengikuti informasi terkini

4. Membangun relasi
5. Manajemen waktu (tentukan prioritas, penjadwalan kembali, delegasi)

Materi 9 : Mahasiswa Organisasi Nasionalisme (MON)

Pembicara : Kak Khresna Aditya Pra hana (Prodi Akuntansi SI-5)

Mahasiswa adalah pelajar perguruan tinggi serta dalam struktur pendidikan nasional
merupakan jenjang paling tinggi. Organisasi adalah sekumpulan orang ataupun wadah
memanfaatkan sumber daya secara efisien dan efektif yang mempunyai visi dan misi yang
sama. Sedangkan Nasionalisme adalah rasa cinta terhadap tanah air.

Peran mahasiswa yaitu :

1. Agent of Change (Generasi perubahan)

2. Sosial control (Generasi pengontrol)

3. Iron stcok (Generasi penerus)

4. Moral force (Generasi moral)

Manfaat organisasi yaitu sebagai berikut :

1. Melatih leadership skill (jiwa kepemimpinan)

2. Menyalurkan hobi dan minat

3. Networking/memperluas jaringan

4. Belajar manajemen waktu

5. Problem solving dan manajemen konflik

6. Menambah wawasan

Tujuan Nasionalisme yaitu : Melahirkan semangat rela berkorban, menghilangkan


ekstremisme (berkubu-kubu), menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan menciptakan
hubungan yang harmonis.