Anda di halaman 1dari 26

KERJA TIM DALAM ORGANISASI

PERKUMPULAN PENGENDALIAN INFEKSI INDONESIA


© 2018™
MANUSIA BUKAN MASALAH BAGI PEMBANGUNAN
MANUSIA ADALAH SOLUSI DARI MASALAH PEMBANGUNAN
APAKAH TIM ITU?
Kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih
melakukan interaksi, koordinasi dan bersama-sama
bekerja untuk mencapai sasaran kinerja.
TIM DAN KERJA TIM
PENTINGNYA TIM
 Kelompok formal & informal merupakan blok bangunan organisasI
 Organisasi memanfaatkan komite, satuan tugas & tim multi fungsi
 Tim bersinergi dan memberikan berbagai manfaat untuk organisasi
& para anggotanya.
DESKRIPSI
 Kelompok Formal/resmi: kelompok yang dibentuk dan didukung organisasi
 Kelompok Informal/tidak resmi: kelompok yang terbentuk atas hubungan dan
minat yang sama diantara para anggota organisasi
 Proses Kelompok: cara interaksi dan kerjasama dalam kelompok untuk mengubah
input menjadi output
 Tim: suatu kelompok individu yang berinteraksi bagi mencapai tujuan yang sama
 Kerja Tim: proses aktif kerjasama para individu untuk mencapai tujuan yang sama
 Tim yang Efektif: menggunakan alternative jaringan komunikasi dan metode
pengambilan keputusan untuk menyelesaikan tugas
EFEKTIVITAS KERJA TIM

Menghasilkan

Hasil Produktif 1 2 Kepuasan Diri

Rumus Efektivitas Suatu Tim:


Efektivitas Tim= Kualitas input x (Keuntungan proses – Kerugian proses)
TUGAS DAN PERAN PEMELIHARAAN

 Kegiatan Tugas: berkontribusi langsung kepada tujuan kinerja tim


 Kegiatan Pemeliharaan: mendukung emosi dalam tim sebagai
sistem sosial yang berjalan
 Berbagi Tanggung Jawab: setiap anggota bertanggung jawab
dalam memnuhi kebutuhan kegiatan tugas dan pemeliharaan yang
ditemukan setiap waktu
MODEL KERJA TIM YANG EFEKTIF

Tipe Tim
 Formal
Konteks Organisasi  Informal
 Struktur formal  Mandiri
 Lingkungan PROSES
 Budaya Karakteristik Tim  Tahapan pengembangan EFEKTIVITAS
 Strategi  Ukuran  Keterpaduan  Produk yang dihasilkan
 Penghargaan dan  Peran  Norma-norma  Kepuasan Diri
Pengawalan sistem Komposisi Tim  Resolusi konflik
 Pengetahuan &
Keterampilan
 Manfaat & Biaya
TIM FORMAL
VERTIKAL
 Terdiri dari manajer dan Jajarannya dalam Garis Komando
 Seringkali disebut sebagai Tim Fungsional
 Biasanya terdapat 3-4 tingkatan
HORIZONTAL:
 Mewakili beberapa departemen
 Mempunyai tugas tertentu
 Dapat dibubarkan ketika tugas telah selesai
Tipe Tim yang paling umum
Satuan Tugas
Komite
ELEMEN TIM MANDIRI

• Beranggotakan individu dengan pelbagai keterampilan dan fungsi


• Memiliki akses sumberdaya
• Mempunyai kewenangan untuk membuat keputusan
MANFAAT SATUAN TUGAS DAN KOMITE

 Memudahkan Pertukaran Informasi

 Mengangkat usulan dan menerima masukan wakil unit yang berkoordinasi

 Mendapatkan ide dan memberikan solusi baru bagi masalah yang ada.

 Membantu pengembangan praktik dan kebijakan baru


KARAKTERISTIK TIM
Dua karakteristik yang menjadi fokus utama manajer:
 UKURAN--
Jumlah ideal adalah 7
 Bervariasi antara 5 hingga 12, biasanya terkait erat dengan
pencapaian kinerja tim yang baik
 Tim kecil beranggotakan 2-4 orang yang biasanya lebih
mudah mencapai kesepakatan dan lebih banyak bertanya.
 Tim Besar, biasanya beranggotakan 12 orang atau lebih.
Seringkali terjadi ketidak sepakatan
 PERAN ANGGOTA--
 Peran tugas spesialis adalah memberikan waktu dan tenaga
untuk membantu tim mencapai tujuannya.
 Peran sosio-emosional mendukung kebutuhan emosional
anggota tim
PERAN ANGGOTA TIM
Besar Peran Tugas Khusus Peran Ganda
Bertugas untuk memenuhi kebutuhan Fokus pada tugas dan individu.
anggota sebagai manusia. Peran ini Sebagai Pemimpin Tim (Team Leader)
penting, tapi apabila setiap orang Peran penting, tetapi menjadi kurang
melakukannya, maka kebutuhan esensial apabila anggota mengambil
Perilaku sosial tim tidak akan terpenuhi. peran tugas khusus dan emosi sosial
Satuan
Tugas Tidak Berperan Peran Emosi Sosial
Tidak ada kontribusi pada kebutuhan Fokus lebih pada kebutuhan tim
tenaga atau tugas dalam tim. daripada tugas. Peran penting,
Tidak ada peran, dan jika di adopsi akan tetapi apabila diadopsi oleh
oleh anggota tim, maka tim akan bubar setiap anggota, maka tugas tim tidak
akan terselesaikan.
Kecil
Rendah Perilaku Sosial Anggota Tinggi
LIMA TAHAPAN PEMBENTUKAN TIM
TAHAPAN PEMBENTUKAN
1 Membangun tim: orientasi, pencairan, hubungan interpersonal
Pemimpin: fasilitasi pertukaran sosial

TAHAPAN TANTANGAN
2 Mengatasi: perseteruan, perselisihan, perbedaan pendapat
Pemimpin: mendorong partisipasi

TAHAPAN NORMATIF
3 Menyepakati norma-norma: kesepakatan, ketertiban dan kekompakan
Pemimpin: klarifikasi peran tim, norma, nilai

TAHAPAN KINERJA
4 Mempertahankan kerjasama, pemecahan masalah melalui dialog
Pemimpin: fasilitasi pencapaian tugas

TAHAPAN PENANGGUHAN
5 Tahap akhir untuk komite sementara, satuan tugas dan tim proyek
Pemimpin: meresmikan penutupan, menyatakan selesai
FAKTOR PENENTU KEKOMPAKAN TIM
 INTERAKSI DALAM TIM
lebih sering kerja bersama akan lebih kompak Tim tersebut.
 TUJUAN YANG SAMA
apabila tujuan Tim disepakati oleh setiap anggota, maka Tim
itu akan lebih kompak.
 TERTARIK BERGABUNG DALAM TIM
 MEMILIKI SIKAP DAN NILAI YANG SAMA
 MENIKMATI KEBERSAMAAN
KESAN TIM YANG KOMPAK

 SECARA UMUM MEMILIKI SEMANGAT YANG TINGGI


 HASIL PRODUKSI BERMACAM-MACAM, AKAN TETAPI
PRODUKTIVITASNYA CENDERUNG LEBIH SERAGAM.
4 CARA TIM MEMBENTUK NORMA-NORMA

Belajar dari Terutama pada


pengalaman preseden perilaku
Tim lainnya pertama

Norma
Tim
Pernyataan
eksplisit dari
para pemimpin Peristiwa penting
atau anggota dalam sejarah tim
PENYEBAB PERSELISIHAN DALAM TIM
Keterbatasan sumber daya termasuk keuangan, informasi & sarana
Tugas yang tidak jelas sehingga timbul perselisihan ketika batas
kewenangan dan tanggung jawab pekerjaan tidak jelas.
Miskomunikasi akibat komunikasi yang buruk menimbulkan
kesalahpahaman diantara individu―individu dan individu―Tim.
Bentrokan kepribadian disebabkan oleh perbedaan mendasar dalam
kepribadian, nilai, dan sikap individu.
Perbedaan pengaruh dan status terjadi ketika salah satu pihak memiliki
kekuatan yang lebih besar dari lainnya.
Perbedaan tujuan sehingga perselisihan terjadi karena individu
mengejar tujuan yang malah bertentangan.
GAYA MODEL MENGATASI PERSELISIHAN
TEGAS
Persaingan Kolaborasi

KETEGASAN
(Mencoba untuk Kesepakatan
menghilangkan
kekhawatiran
sendiri)

TIDAK TEGAS Menghindari Mengakomodasi


Non-koperatif Koperatif

Koperatif
(Mencoba untuk menghilangkan kekhawatiran pihak lain)
MEMFASILITASI KOMUNIKASI
 BERFOKUS PADA FAKTA
 MENYUSUN BERBAGAI PILIHAN
 MEMPERTAHANKAN KESEIMBANGAN KEKUATAN
 HINDARI MEMAKSAKAN KESEPAKATAN
MANFAAT TIM
Tingkatan Upaya: memberikan tenaga dan sumber daya termasuk
penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan yang bermutu
Kepuasan Anggota: meningkatkan komitmen, motivasi, harga diri
dan martabat para anggotanya
Memperluas pengetahuan dan keterampilan: secara memanfaatkan
intelektual, kreativitas dan inovasi para anggotanya
Tanggapan organisasi: lebih disiplin dan mudah dikawal termasuk
kerjasama antar tim sehingga memungkinkan tukar menukar kerja.
KARAKTERISTIK TIM YANG SUKSES
 Kegiatan dengan tujuan yang jelas

 Struktur dibentuk berdasarkan hasil

 Terdiri dari anggota yang memiliki kompetensi

 Komitmen bersama

 Suasana kolaboratif

 Mencapai standar unggulan

 Pengakuan dan dukungan dari luar


2 (DUA) PERAN PADA TIM YANG SUKSES

Perilaku Petugas Khusus Perilaku Emosi Sosial


 Melakukan inisiasi  Memberikan dorongan
 Memberikan masukan  Harmonisasi
 Mencari Informasi  Mengurangi ketegangan
 Merangkum  Mengikuti
 Bersemangat  Kesepakatan
PERKIRAAN BIAYA TIM
Menyusun kembali kekuatan: kerugian terbesar terjadi pada manajer
tingkatan rendah dan menengah.
Penumpang gratis: anggota yang menikmati manfaat tim tetapi tidak
berkontribusi secara proporsional.
Biaya koordinasi: waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk
mengkoordinasikan kegiatan.
Sistem dikaji ulang: terutama pada penilaian kinerja dan sistem
pemberian penghargaan