Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Pendahuluan
Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia,
dimana penyakit tidak menular masih merupakan masalah kesehatan yang
penting sehingga dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitas PTM makin
meningkat.

Berdasarkan data Riset kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi penyakit


Hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur >18 tahun di
Indonesia sebanyak 34,1%. provinsi dengan angka prevalensi hipertensi tertinggi
adalah Kalimantan Selatan sebesar 44,1% dan terendah berada di Papua sebesar
22,2%. sedangkan di Sumatera Barat didapatkan data sebesar 21%.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan provinsi Sumatera barat tahun 2017 10


penyakit terbanyak Hipertensi menempati urutan ke 3 dengan prevalensi Ispa
705.659 kasus (39,2%), Gastritis 285.282 kasus (15,8%), Hypertensi 248.964
(13,8%), Rheumatik 186.759 kasus (10,4%), Penyakit Kulit Alergi 84,667 kasus
(4,7%), Influenza 82.995 kasus (4.6%), Penyakit Kulit Infeksi 69,659 kasus (3,9%),
Diare 62,886 kasus (3.5%), Febris 50.864 kasus (2.8%), Ashma 23.500 kasus (1.3%).

Sementara dilihat dari data Riskesdas dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dari
tahun 2013-2018, terjadi peningkatan prevalensi Hipertensi menurut hasil
pengukuran pada penduduk >18 tahun sebanyak 8,3 %. Ini menunjukkan bahwa
kejadian hipertensi masih menjadi masalah di Indonesia saat ini

Oleh karena itu PTM menjadi beban ganda dan tantangan yang harus dihadapi
dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia. Salah satu penyakit tidak
menular yang menyerang masyarakat saat ini adalah penyakit hipertensi. Sampai
saat ini hipertensi masih menjadi masalah karena beberapa hal antara lain,
meningkatnya prevalensi hipertensi, masih banyaknya pasien hipertensi yang
belum mendapat pengobatan maupun yang sudah diobati tetapi tekanan
darahnya belum mencapai target serta adanya penyakit lain yang memperngaruhi
hipertensi sehingga dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum


hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang
abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya risiko terhadap
stroke, aneurisma gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi
masalah di bidang kesehatan. Hipertensi dikenal juga sebagai tekanan darah
tinggi, dengan tekanan sistolik yang menetap di atas 140 mmHg dan tekanan
diastolik yang menetap di atas 90 mmHg.

Hipertensi dipengaruhi oleh beberapa factor risiko diantaranya adalah Usia, Jenis
kelamin, yang merupakan factor risiko non-modifikasi. Adapun factor risiko
lainnya seperti gaya hidup, konsumsi alcohol, obesitas, kolesterol tinggi, dan
diabetes mellitus (Bhise, 2018).

Dengan adanya masalah hipertensi maka pemerintah Indonesia memiliki program


yang dilakukan melalui Puskesmas yaitu Program Indonesia Sehat Dengan
Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Senam Prolanis.

Usia Produktif…

Berdasarkan penelitian jurnal……(P Value tentang pola hidup dengan hipertensi)

Data Puskesmas Kota Padang…..

Berdasarkan uraian fenomena di atas peneliti ingin melakukan penelitian di …..


tentang hubungan pola hidup dengan kejadian Hipertensi pada usia Produktif
B. Rumusan masalah
Berdasarkan Latar belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat dirumuskan
masalah penelitian yaitu “adakah hubungan pola hidup dengan kejadian
Hipertensi pada usia Produktif” di ……

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian adalah Untuk mengetahui hubungan pola hidup
dengan kejadian Hipertensi pada Usia Produktif di…..
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui Hubungan pola hidup dengan kejasian hipertensi pada Usia
Produktif di…..
b. Mengetahui distribusi Frekuensi kejadian Hipertensi pada Usia Produktif
di…. Kota padang tahun 2019
c. Mengetahui distribusi frekuensi pola hidup yang mempengaruhi kejadian
Hipertensi di…… kota padang tahun 2019

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi pelayanan Kesehatan
Bagi pelayanan kesehatan Khusus nya perawat, penelitian ini dapat
membantu memberikan solusi atas permasalahan pola hidup dengan kejadian
hipertensi pada usia produktif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan
pencegahan dan penanggulangan hipertensi.
2. Bagi Puskesmas
Memberikasn informasi tentang hubungan pola hidup dengan kejadian
hipertensi pada usia produktif sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam rangka meningkatkan penanggulangan dan pencegahan
hipertensi
3. Bagi Pendidikan Keperawatan
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi pengembangan penelitian
selanjutnya untukl memperkaya dunia penelitian terutama dalam bidang
keperawatan.

4. Bagi peneliti selanjutnya


Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber bacaan dan sebagai
bahan masukan bagi peneliti selanjutnya