Anda di halaman 1dari 6

Khairul Anam dan Oktadoni Saputra|Gaya Hidup Sebagai Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Pantai

Gaya Hidup sebagai Faktor Risiko Hipertensi pada Masyarakat Pesisir Pantai
1 2
Oktadoni Saputra , Khairul Anam
1
Bagian Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
2
Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Abstrak
Hipertensi adalah penyakit yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi diatas normal dan bersifat menetap.Penyakit ini
menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia maupun di dunia.Hipertensi sering disebut sebagai silent killer
dikarenakan kondisi yang dialami penderita umunya tanpa gejala dan kemudian baru memiliki makna saat sudah mencapai
tingkat kerusakan yang parah. Hipertensi memiliki beberapa faktor yang dapat menjadi risiko untuk terkena hipertensi
seperti riwayat keluarga, kebiasaan merokok, kebiasaan makan makanan berlemak, kurang aktiftas tubuh,dan asupan
natrium yang tinggi. Hipertensi dapat di cegah dengan menjaga gayahidup untuk menghindari fakto risiko dari hipertensi
tersebut. Terdapat kaitan faktor tempat tinggal dengan risiko kejadian hipertensi dimana menurut penelitan terjadi
kecenderungan hipertensi pada daerah pesisir pantai.Penelitianmenunjukkan masyarakat pesisir pantai memiliki gaya hidup
mengkonsumsi Natrium yang tinggi serta konsumsi ikan dan hewan laut yang memiliki kadar kolestrerol lebih tinggi.Hal
tersebut menjadi faktor risiko kejadian hipertensi di daerah pesisir pantai. Simpulan,Gaya hidup masyarakat pesisir pantai
yang mengkonsumsi Natrium dan kolesterol yang tinggi tanpa disadari menjadi faktor risiko kejadian hipertensi di daerah
pesisir pantai.

Kata kunci: hipertensi, tekanan darah, gaya hidup, faktor risiko

Life Style as Risk Factor of Hypertension in Seaboard Community


Abstract
Hypertension is a disease characterized by high blood pressure above normal andbeing persistent.This Disease become one
of the health problem in Indonesia and also in the world. Hypertension is known as silent killer because this condition have
no symptom and have manifestation when it have reached the hard damage level. Hypertension have some risk factor like
family history, smoking habit,fatty food consumption, less physical activity, and the high level of Natrium intake.
Hypertension can be prevented by life style change to avoid therisk factor of hypertension.There are relation between
residence and hypertension occurrence. A research found there are hypertension tendency on seaboard community. This
condition occure because of seaboard community have a life style that being risk factor of hypertension like high
consumption of Natriumand consumption of sea fish and animal that have higher cholesterol level. That become risk factor
of hipertension in the seaboard community. Summary, life style of seaboard community become the risk factor of
hypertension on seaboard community.

Keywords: hypertension, blood pressure, life style, risk factor

Korespondensi: Khairul Anam, alamat Jl.Soemantri Brodjonegoro No.1, HP 085381907566, e-mail


anama,yanama@yahoo.com

Pendahuluan yang sudah diobati tetapi tekanan darahnya


Penyakit tidak menular(PTM) adalah belum mencapai target serta adanya penyakit
penyebab kematian terbanyak di Indonesia, lain yang memperngaruhi hipertensi sehingga
dimana penyakit tidak menular masih dapat meningkatkan morbiditas dan
1
merupakan masalah kesehatan yang penting mortalitas.
sehingga dalam waktu bersamaan morbiditas Berdasarkan data Riset kesehatan Dasar
dan mortalitas PTM makin meningkat.Oleh tahun 2013 provinsi dengan angka prevalensi
karena itu PTM menjadi beban ganda dan hipertensi tertinggi adalah Kep. Bangka
tantangan yang harus dihadapi dalam Belitung sebesar 30,9% dan terendah berada di
2
pembangunan bidang kesehatan di Papua sebesar 16,8%. Sementara dari
Indonesia.Salah satu penyakit tidak menular riskesdas tahun 2007 didapatkan daerah
yang menyerang masyarakat saat ini adalah dengan prevalensi hipertensi tertinggi di
penyakit hipertensi. Sampai saat ini hipertensi kepulauan Natuna (wilayah Pantai) sebanyak
masih menjadi masalah karena beberapa hal 53,3% sedangkan prevalensi hipertensi
antara lain, meningkatnya prevalensi terendah di pegunungan jayawijaya sebanyak
hipertensi, masih banyaknya pasien hipertensi 6,8%. Hal ini antara lain berhubungan dengan
yang belum mendapat pengobatan maupun

Majority | Volume 5 | Nomor 3 | September 2016 |118


Khairul Anam dan Oktadoni Saputra|Gaya Hidup Sebagai Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Pantai

adanya intake natrium yang mendukung risiko yang penyebabnya tidak diketahui dan
3
terjadinya hipertensi. hipertensi sekunder yang dapat disebabkan
Di Indonesia dan negara berkembang oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin,
lainnya kasus hipertensi diperkirakan akan penyakit jantung gangguan anak ginjal, dll.
meingkat 80% pada tahun 2025, dari sejumlah Hipertensi seringkali tidak menimbulkan
639 juta kasus pada tahun 2000 diperkirakan gejala,sementara darah yang terus-menerus
menjadi 1,15 milyar kasus di tahun tinggi dalam jangka waktu lama dapat
3 menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu,
2025 .Menurut WHO (World Health
Government) 2011, sekitar 1 milyar penduduk hipertensi perlu di deteksi dini yaitu dengan
6
di seluruh dunia menderita hipertensi dimana pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
dua pertiganya terdapat di negara-negara Faktor-faktor yang mempengaruhi
1
berkembang. terjadinya hipertensi dibagi dalam dua
Di Indonesia banyaknya penderita kelompok besar yaitu faktor yang melekat atau
hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi tidak dapat diubah seperti jenis kelamin, umur,
hanya 4% yang merupakan hipertensi genetik dan faktor yang dapat diubah seperti
terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang pola makan, kebiasaan olah raga dan lain-lain.
dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari Untuk terjadinya hipertensi perlu peran faktor
sebagai penderita hipertensi sehingga mereka risiko tersebut secara bersama-sama (common
cenderung untuk menjadi hipertensi berat underlying risk factor), dengan kata lain satu
karena tidak menghindari dan tidak faktor risiko saja belum cukup menyebabkan
mengetahui faktor risikonya, DNA 905 7
timbulnya hipertensi.
4
merupakan hipertensi esensial. Hipertensi merupakan penyakit yang
Hipertensi adalah peningkatan tekanan dapat dicegah dengan mengendalikan faktor
darah di dalam arteri. Secara umum hipertensi risiko yang sebagian besar merupakan faktor
merupakan suatu keadaan tanpa gejala, perilaku dan kebiasaan hidup. Apabila
dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam seseorang mau menerapkan gaya hidup sehat,
arteri menyebabkan meningkatnya risiko maka kemungkinan besar akan terhindar dari
terhadap stroke, aneurisma gagal jantung, 7
hipertensi.
5
serangan jantung dan kerusakan ginjal.
Tekanan darah adalah daya yang Isi
dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuan Hipertensi merupakan salah satu
luas dinding pembuluh, dinyatakan dalam penyakit tidak menular yang masih menjadi
milimeter air raksa, diukur melalui alat masalah di bidang kesehatan. Hipertensi
sfignomanometer anaeroid dan digolongkan dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi,
dalam kriteria non hipertensi dan hipertensi. dengan tekanan sistolik yang menetap di atas
Sampel yang bertekanan darah tergolong 140 mmHg dan tekanan diastolik yang menetap
8
dalam tingkatan normal menurut Join National di atas 90 mmHg.
Comitte (JNC) 7, yaitu tekanan darah sistolik Meningkatnya tekanan darah di dalam
kurang dari 120 mmHgdan diastolik kurang dari arteri bisa terjadi melalui beberapa cara antara
80 mmHg, dan pre-hipertensi, yaitu tekanan lain jantung memompa lebih kuat sehingga
darah sistolik berkisar 120-139 mmHg dan/atau mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap
tekanaan darah diastolik 80-89 mmHg, 5
detiknya. Dapat pula terjadi kondisi arteri besar
sedangkan sampel yang yang termasuk dalam kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku,
kriteria hipertensi adalah sampel dengan sehingga mereka tidak dapat mengembang
tekanan darah yang tergolong hipertensi stage pada saat jantung memompa darah melalui
1 (tekanan darah sistolik berkisar 140-159 arteri tersebut.Karena itu darah pada setiap
mmHg dan/atau tekanan darah diastolik 90-99 denyut jantung dipaksa untuk melalui
mmHg) dan hipertensi stage 2 (tekanan darah pembuluh yang sempit daripada biasanya dan
sistolik lebih dari atau sama dengan 160 mmHg menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang
dan/atau tekanan darah diastolik lebih lebih terjadi pada usia lanjut, dimana dinding
dari atau sama dengan 100 mmHg) arterinya telah menebal dan kaku karena
6 atherosklerosis. Dengan cara yang sama,
berdasarkan JNC 7.
Hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi
2 jenis yaitu hipertensi primer atau esensial vasokontriksi, yaitu jika arteri kecil

Majority | Volume 5 | Nomor 3 | September 2016 |119


Khairul Anam dan Oktadoni Saputra|Gaya Hidup Sebagai Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Pantai

(arteriola) untuk sementara waktu mengkerut usia 25-34 tahun mempunyai risiko hipertensi
karena perangsangan saraf atau hormon di 1,56 kali dibandingkan usia 18-24 tahun. Risiko
5
dalam darah. hipertensi meningkat bermakna sejalan dengan
Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bertambahnya usia dan kelompok usia≥75
12
juga bisa menyebabkanmeningkatnyatekanan tahun berisiko 11,53 kali. Hal ini disebabkan
darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan karena pada usia tersebut arteri besar
fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku
sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. karena itu darah pada setiap denyut jantung
Volumedarah dalam tubuh meningkat, dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit
5 daripada biasanya dan menyebabkan naiknya
sehingga tekanan darah juga meningkat.
11
Ada beberapa faktor dari kejadian tekanan.
hipertensi diantaranya asupan tinggi Nikotin berpengaruh dalam peningkatan
natrium.Asupan tinggi natrium berpengaruh darah sebab nikotin dalam tembakau
terhadap timbulnya hipertensi melalui menyebabkan meningkatnya tekanan darah
mekanisme peningkatan volume plasma, curah segera setelah hisapan pertama. Seperti zat-zat
jantung, dan tekanan darah. Kelebihan asupan kimia lain dalam asap rokok, nikotin diserap
akan meningkatkan cairan dari sel, dimana air oleh pembuluh-pembuluh darah amat kecil di
akan bergerak ke arah larutan elektrolit yang dalam paru—paru dan diedarkan ke aliran
mempunya konsentrasi lebih tinggi. Hal ini darah. Hanya dalam beberapa detik, nikotin
mengakibatkan peningkatan volume plasma sudah mencapai otak.Otak bereaksi terhadap
darah dan akan meningkatkan curah jantung, nikotin dengan memberi sinyal pada kelenjar
sehingga tekanan darah meningkat. Selain itu adrenal untuk melepas epinefrin (adrenalin).
asupan tinggi natrium dapat mengecilkan Hormon yang kuat ini akan menyempitkan
diameter arteri, sehingga jantung memompa pembuluh darah dan memaksa jantung untuk
lebih keras untuk mendorong volume darah bekerja lebih berat karena tekanan yang lebih
9
yang meningkat melalui ruang sempit. tinggi. Dengan menghisap sebatang rokok akan
Keadaan hipertensi juga dipengaruhi memberi pengaruh besar terhadap naiknya
oleh peningkatan usia karena terjadinya tekanan darah. Hal ini sejalan dengan
beberapa perubahan fisiologis seperti penelitian yang di lakukan pada masyarakat
peningkatan usia karena terjadinya beberapa Nagari Bungo Tanjung Sumatera Barat, dia
perubahanfisiologis seperti peningkatan mendapatkan bahwa perilaku merokok
resisitensi perifer dan aktivitas saraf simpatik, merupakan faktor risiko kejadian hipertensi
serta berkurangnya kelenturan pembuluh dengan besar risiko 6,9 kali lebih besar untuk
darah besar sehingga tekanan darah sistolik terjadinya hipertensi dan sebuah penelitian
meningkat sampai dekade kelima dan keenam menemukan bahwa ada hubungan antara
kemudian menetap atau cenderung menurun. jumlah rokok dengan kejadian hipertensi pada
Kejadian hipertensi pada penelitian ini lebih pasien di layanan kesehatan Cuma-Cuma
banyak terjadi pada kategori usia 36-40 tahun 3
Ciputat.
sesuai dengan hasil Survei Kesehatan Rumah Kurangnya aktifitas fisik dapat
Tangga (SKRT) tahun 1995 yang menyimpulkan meningkatkan risiko menderita hipertensi
bahwa kejadian hipertensi meningkat seiring karena meningkatkan risiko kelebihan berat
dengan pertambahan usia dan cenderung badan. Orang yang tidak aktif juga cenderung
10
meningkat mulai usia 35 tahun. Hal ini sejalan mempunyai frekuensi denyut jantung yang
dengan penelitan yang dilakukan di desa Bocor lebih tinggi sehingga otot jantungnya harus
Jawa tengah dari hasil distribusi umur bekerja lebih keras pada setiap kontraksi.Makin
didapatkan bahwa responden yang menderita keras dan sering otot jantung harus memompa,
prehipertensi berusia 56-77 tahun (8,82%) makin besar tekanan yang dibebankan pada
sementara yang menderita hipertensi grade I 3
arteri.
(28,43%) dan yang menderita hipertensi grade Tekanan darah dipengaruhi oleh aktivitas
11
II (18,65%). fisik dan lebih rendah ketika berisitrahat.
Selain itu berdasarkan Aktivitas fisik adalah gerakan yang dilakukan
penelitian,proporsi kelompok usia 45-54 tahun oleh otot tubuh dan sistem penunjangnya.
dan lebih tua selalu lebih tinggi pada kelompok Selama melakukan aktivitas fisik, otot
hipertensi dibandingkan kontrol. Kelompok membutuhkan energi diluar

Majority | Volume 5 | Nomor 3 | September 2016 |120


Khairul Anam dan Oktadoni Saputra|Gaya Hidup Sebagai Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Pantai

metabolisme untuk bergerak, sedangkan hipertensi dan berdasarkan nilai OR ditemukan


jantung dan paru-parumemerlukan tambahan kadar kolesterol total tidak normal merupakan
energi untuk mengantarkan zat-zat gizi dan faktor risiko terjadinya hipertensi sebsear 2,09
oksigen ke seluruh tubuh dan untuk 13
kali kolseterol normal.
3
mengeluarkan sisa-sisa dari tubuh. Hal ini sesuai dengan teori terjadinya
Riwayat keluarga dekat yang menderita atherosklerosis. Dimana hiperkoleterolemia
hipertensi juga mempertinggi risiko terkena menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi
hipertensi terutama pada hipertensi primer. dengan diawali dengan proses
Dari data statistik terbukti bahwa seseorang atherosklerosispada pembuluh darah akibat
akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk terbentuk gel busa. Kemudian membentuk
mendapatkan hipertensi jika orang tuanya bercak perlemakan yang akan menyebabkan
menderita hipertensi. Hipertensi cenderung terjadinya disrubsi endotelium. Akhirnya faktor
merupakan penyakit keturunan.Jika seseorang pertumbuhan akan menyebabkan gel menjadi
dari orang tua kita mempunyai hipertensi maka 13
atherosklerosis lanjut.
sepanjang hidup kita mempunyai 25% Hal ini sejalan dengan sebuah penelitian
Kemungkinan mendapatkannya pula.Jika kedua yang dimana responden dengan kebiasaan
orang tua kita mempunyai hipertensi, konsumsi makanan berlemak kategori cukup
kemungkinan kita mendapatkan penyakit sebagian bear tidak mengalami hipertensi (68,
4
tersebut 60%. 57%) dan responden dengan kebiasaan
Dalam penelitian di puskesmas Bangkala konsumsi makanan berlemak kategori sering
Sulawesi Selatan Riwayat keluarga secara sebagian besar mengalami hipertensi (84,21%)
statistik bermakna atau dengan kata lain menunjukkan bahwa hubungan antara
riwayat keluarga merupakan faktor risiko keduanya bersifat searah dimana semakin
kejadian hipertensi, hal ini dikarenakan sering kebiasaan konsumsi makanan berlemak
sebagian besar responden yang menjadi akan semakin berisiko untuk mengalami
14
sampel dalam penelitian baik untuk kelompok hipertensi.
kasus maupun kelompok kontrol memiliki Sebuah penelitian menunjukkan bahwa
riwayat keluarga yang menderita hipertensibaik hipertensi lebih banyak pada wilayah pantai
dari orang tua (bapak/ibu) maupun dari dibandingkan dengan wilayah pengunungan.
kakek/nenek ataupun dari paman/bibi. Orang Hasil analisis pada penelitian menunjukkan
yang mempunyai riwayat hipertensi, berisiko bahwa asupan natrium tertinggi adalah wilayah
terkena hipertensi sebesar 4,04 kali pesisir. Dari penelitian yang dilakukannya
dibandingkan orang yang orang tuanya penyebab tingginya hipertensi disebabkan oleh
4
menderita hipertensi. pola kebiasaan masyarakat yang cenderung
15
Riwayat keluarga (orang tua, mengasinkan makanan olahan laut. Hal ini
kakek/nenek, dan saudara kandung yang menyebabkan terjadi kecenderungan kejadian
menunjukkan adanya tekanan darah yang tinggi hipertensi di wilayah pesisir di mana intake
merupakan faktor risiko paling kuat bagi natrium berperan dalam kejadian hipertensi.
seseorang untuk mengidap hipertensi di masa Hal ini sejalan dengan penelitian yang
yang akan datang. Penyebab hipertensi karena menemukan dimana intake natrium
faktor riwayat keluarga ini diketahui disebakan berpengaruh signifikan terhadap hipertensi
oleh pola hidup yang kurang baik, dikaitkan esensial, p-value <0,05 dan odds ratio (OR)
dengan pola makan, jika seseorang sebesar 1,851 sehingga semakin tinggi intake
menerpakan pola makan yang baik, natrium mempunyai risiko 2(dua) kali lipat
kemungkinan orang tersebut akan terhindar 3
mengalami hipertensi.
13
dari hipertensi. Selain itu konsumsi makanan laut yang
Dalam sebuah penelitian di kota Padang tinggi juga berperan dalam kecenderungan
Sumatera Barat melalui analisis independent hipertensi di daerah pesisir pantai. Salah satu
sample T-test kadarkolesterol responden faktor risiko hipertensi adalah kandungan
hipertensi lebih tinggi dari pada kadar lemak di dalam tubuh seperti yang dinyatakan
kolesterol total responden normotensi dan nilai bahwa hiperkolesterolemia menjadi faktor
1
uji statistik chi-square menunjukkan terdapat risiko terjadinya hipertensi. Sementara
hubungan yang bermakna antara itu,Kandungan kolesterol jaringan ikan air
kadarkolesterol total dengan kejadian

Majority | Volume 5 | Nomor 3 | September 2016 |121


Khairul Anam dan Oktadoni Saputra|Gaya Hidup Sebagai Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Pantai

tawar pada umumnya lebih rendah daripada kotamobagu selatan kota kotamobagu.
16
ikan laut. Jkesmasfkm. 2015;1(3):155-63.
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi 2. Kementerian Kesehatan RI. Hipertensi.
garam serta tinggi kolesterol pada masyarakat Jakarta: PUSDATIN KEMENKES RI;2014.
pesisir pantai tanpa disadari telah menjadi 3. Sundari, Aulani'am, Wahono SD, Widodo
faktor risiko kejadian hipertensi. Akibat dari MA. Faktor risiko non genetik
gaya hidup ini menyebabkan terjadinya danpolimorfisme promoter region gen
kecenderungan terjadinya hipertensi pada cyp11b2 varian t(-344)caldosterone
15
daerah pesisir pantai. synthase padapasien hipertensi esensial di
wilayah pantaidan pegunungan.J Ked
Ringkasan Brawijaya. 2013;3(27):169-77.
Hipertensi adalah kondisi dimana 4. Mannan H,Wahiduddin,Rismayanti. Faktor
tekanan darah tubuh yang berada diatas risiko kejadian hipertensi di wilayah kerja
normal diamana tekanan sistolik diatas 140 puskesmas bangkala kabupaten jeneponto
mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg, tahun 2012.MKMI. 2012; 1:1-13.
berdasarkan darata dari Riskesdas terdapat 5. Balai Informasi Teknologi LIPI. Hipertensi.
kecenderungan persebaran hipertensi di Jakarta: LIPI;2009.
daerah pesisir pantai yakni di Kepulauan 6. Masengi S, Palar S, Rotty L. Pengaruh
Natuna sebanyak 53,3% sedangkan prevalensi konsumsi makanan laut terhadap kejadian
hipertensi teendah di pegunungan jayawijaya hipertensi di desa malalayang dua.J e-
sebanyak 6,8%. Hipertensi jarang memiliki biomedik[internet]. 2013 [diakses tanggal
gejala sehingga sering disebut sebagai silent 11 April 2016];1(1):726-732. Tersedia dari:
killer.Hipertensi disebabkan oleh beberapa www.ejournal.unsrat.ac.id
faktor risiko seperti kebiasaan merokok, intake 7. Arif D, Rusnoto, Hartinah D. Faktor-faktor
natrium yang tinggi, konsumsi makanan yang berhubungan dengan kejadian
berlemak, kurangnya aktifitas tubuh, serta hipertensi pada lansia di pusling desa
keturunan. klumpit upt puskesmas gribig kabupaten
Pada masyarakat pesisir pantai terdapat kudus. JIKK. 2013;2(4):18-34.
gaya hidup yang tidak disadari menjadi faktor 8. Sapitri N, Suyanto, Ristua W. Analisis faktor
risiko hipertensi. Hal ini dikaitkan dengan risiko kejadian hipertensi pada masyarakat
kecenderungan masyarakat pesisir pantai di pesisir sungai siak kecamatan rumbai
mengonsumsi natrium yang tinggi pada.Serta kota pekanbaru. Jom FK. 2016;1(3):1-15.
kebiasaan masyarakat pesisir pantai untuk 9. Lestari D. Hubungan asupan kalium,
mengawetkan kelebihan hasil laut dengan cara kalsium, magnesium, natrium, indeks
diasinkan. Selain itu konsumsi hewan laut yang massa tubuh, serta aktifitas fisikdengan
memiliki kadar kolesterollebih tinggi menjadi kejadian hipertesi pada wanita usia 30-40
salah satu faktor risiko dari hipertensi. Tanpa tahun[skripsi]. Jawa Tengah: Fakultas
disadari gaya hidup masyarakat pesisir pantai Kedokteran Universitas Diponegoro; 2010.
menjadi faktor risiko kejadian hipertensi. 10. Sutangi H, Winantri. Faktor yang
berhubungan dengan kejadian hipertensi
Simpulan pada lansia di pobindu desa sukaurip
Gaya masyarakat pesisir pantai menjadi kecamatan balongan indramayu. Jurnal
faktor risiko kejadian hipertensi seperti UNWIR. 2013; 1:1-8.
konsumsi natrium yang tinggi serta konsumsi 11. Sigarlaki HJO. Karakteristik dan faktor
kolesterol yang tinggi dari hewan laut.Hal ini berhubungan dengan hipertensi di desa
menyebabkan kecenderungan kejadian bocor kecamatan bulus pesantren
hipertensi pada masyarakat pesisir pantai. kabupaten kebumen jawa tengah tahun
2016. MAKARA. 2016;2(10):78-88.
Daftar Pustaka 12. Rahajeng R, Sulistyowati T. Prevalensi
1. Dedullah RF,Malonda NS, Joseph hipertensi dandeterminannya di
WBS.Hubungan indonesia. Majalah Kesehatan Indonesia.
antarafaktorrisikohipertensidengan 2009;21(59):581-7.
kejadian hipertensi pada masyarakat di
kelurahan motoboi kecil kecamatan

Majority | Volume 5 | Nomor 3 | September 2016 |122


Khairul Anam dan Oktadoni Saputra|Gaya Hidup Sebagai Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Pantai

13. Yeni Y, Djannah SN,Solikhah. Faktor–faktor tahun2012.jurnal kesehatan


yang berhubungan dengan andalas.2014;3(2):206-11.
kejadianhipertensi pada wanita usia subur 15. Rusliafa J, Amiruddin R, Noor NB.
di puskesmas umbulharjo i yogyakarta Komparatif kejadian hipertensipada
tahun 2009. Jurnal Kesmas UAD. wilayah pesisirpantai dan pegunungan di
2010;2(4):76-143. kota kendari tahun 2014. MKMI.2014; 1:1-
14. Feryadi R, Sulastri D, Kadri H. Hubungan 13.
kadar profil lipid dengan kejadian 16. Saidin M. Kandungan kolesterol dalam
hipertensipadamasyarakatetnik berbagai bahanmakanan
minangkabaudikotapadang hewani.Bulpenkes.2000;27(2):224-30.

Majority | Volume 5 | Nomor 3 | September 2016 |123