Anda di halaman 1dari 6

Tugas Resume Geologi Dasar

Elian Duke
02100190027

1. Gempa Bumi
A. Pengertian

Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat
pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.
Gempa bumi juga bisa diartikan sebagai suatu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan
energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada
kerak bumi. Frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa
bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat
Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi
terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium
seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo.
Tsunami adalah gelombang air besar yang diakibatkan oleh gangguan di dasar laut,
seperti gempa bumi . Gangguan ini membentuk gelombang yang menyebar ke segala arah
dengan kecepatan gelombang mencapai 600–900 km/jam. Awalnya gelombang tersebut
memiliki amplitudo kecil (umumnya 30–60 cm) sehingga tidak terasa di laut lepas, tetapi
amplitudonya membesar saat mendekati pantai. Saat mencapai pantai, tsunami kadang
menghantam daratan berupa dinding air raksasa (terutama pada tsunami-tsunami besar),
tetapi bentuk yang lebih umum adalah naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Kenaikan
permukaan air dapat mencapai 15–30 meter, menyebabkan banjir dengan kecepatan arus
hingga 90 km/jam, menjangkau beberapa kilometer dari pantai, dan menyebabkan
kerusakan dan korban jiwa yang besar.

B. Penyebab

a. Berdasarkan Penyebabnya
Menurut penyebab terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Gempa Vulkanik
Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi.
Contoh : gempa G. Bromo, gempa G. Una-Una, gempa G. Krakatau. 2)Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi
akibat lepasya energi di zone penunjaman. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang
cukup dahsyat. Contoh : gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran. 3) Gempa runtuhan atau
terban
Gempa runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-
gua yang runtuh, dan sejenisnya. Tipe gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan
wilayahnya sempit.

b. Berdasarkan Kedalamannya
Berdasarkan kedalamannya, jenis-jenis gempa bumi juga dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Gempa bumi dalam


Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya (pusat gempa) berada lebih
dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada
umumnya tidak terlalu berbahaya. 2) Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km
sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya
menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa. 3) Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km
dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.
Penyebab terjadi nya tsunami sebagai berikut : Sebab tsunami yang paling umum
adalah gempa bumi bawah laut, terutama yang terjadi di zona penunjaman dengan
kekuatan 7,0 skala magnitudo momen atau lebih. Penyebab lainnya adalah longsor, letusan
gunug, dan jatuhnya benda besar seperti meteor ke dalam air.

C. Daerah yang berpotensi

Daerah yang berpotensi terjadinya genpa bumi adalah : 1) Daerah yang memiliki banyak
gunung berapi. 2) Daerah yang berada dekat dengan pertemuan lempeng bumi. 3) Daerah
yang berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar dan memiliki patahan. 4)
Daerah yang berada dekat dengan lempeng tektonik. 5) Daerah dekat pantai atau pinggiran
pantai

D. Kontribusi nya di Indonesia

 28 September 2018. Gempa bumi di Sulawesi Tengah, berkekuatan 7,4 Skala


Richter dengan kedalaman 10 km. Gempa bumi ini berpusat di Kecamatan Sirenja,
Kabupaten Donggal dan mengakibatkan Tsunami lokal setinggi maksimal 6 meter
di kota Palu dan pesisir Teluk Palu. Gempa dan Tsunami ini mengakibatkan korban
tewas sebesar 2.045 jiwa dan puluhan ribu orang mengungsi ke dataran tinggi. Gempa
ini juga terasa sampai di Kota Mamuju dan di kota-kota pesisir Kalimantan Timur
seperti Balikpapan, Samarinda, Bontang
 5 Agustus 2018. Gempa bumi di Lombok, NTB, berkekuatan 7,0 Skala Richter dengan
kedalaman 15KM. Gempa ini menelan 483 Meninggal Dunia, 417.529 jiwa mengungsi,
71.734 rumah rusak, 671 fasilitas pendidikan rusak, 115 masjid rusak, 65 fasilitas
kesehatan rusak, 6 jembatan rusak.
 2 Maret 2016. Gempa bumi di Mentawai, berkekuatan 7,8 skala Richter. Pusat gempa
berada 682 km barat daya Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 10 km. Gempa ini
berpotensi Tsunami dari Aceh hingga Lampung.

2. Gunung Meletus

A. Pengertian

Letusan gunung merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam
perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Peristiwa ini berhubungan
dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Aktifitas magma yang mempunyai suhu
yang sangat tinggi di dalam perut bumi berusaha keluar sehingga dapat terjadi retakan-
retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi. Magma yang keluar dari perut gunung berapi
adalah gunung yang sedang meletus atau vulkanisme.

B. Penyebab

Gunung api meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong
keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung api
terbentuk. Hasil letusan gunung berapi berupa: gas vulkanik, lava dan aliran pasir serta batu
panas, lahar, tanah longsor, gempa bumi , abu letusan, awan panas. Letusannya yang
membawa abu dan batu dapat menyembur dengan keras hingga sejauh radius 18 km atau
lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km. Letusan gunung berapi
bisa menimbulkan korban jiwa

dan harta benda yang besar hingga sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bisa
mempengaruhi putaran iklim di bumi ini. Tidak semua gunung berapi sering meletus.
Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.

C. Daerah yang berpotensi


Daerah yang berpotensi terjadinya letusan gunung berapi adalah daerah yang memiliki
gunung berapi atau daerah yang dekat dengan gunung berapi, karena apabila dalam jarak
yang dekat atau tidak terlalu jauh maka tetap akan terkena dampak dari gunung Meletus
tersebut.

D. Kontribusinya di Indonesia
 Letusan Gunung Tambora pada tanggal 20 April 1815. Akibat ledakan gunung ini,
diperkirakan ada 71.000 orang di sekitar Sumbawa meninggal karena lava, dan juga
penyakit akibat debu dari gunung. Tak hanya di Indonesia, dunia juga mendapatkan
dampak dari Gunung Tambora. Usai erupsi, gunung ini mengirim banyak material
debu ke langit. Terjadilah perubahan iklim yang cukup signifikan. Bahkan suhu dunia
rata rata turun hingga 0,53 derajat Celcius.
 Letusan Gunung Krakatau pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Kota Merak
dihancurkan oleh gelombang tsunami dengan tinggi hingga mencapai tinggi 46
meter. Gunung Krakatau juga mengubah iklim dunia. Bahkan bertahan hingga
hampir satu tahun lamanya. Di belahan bumi sebelah utara, suhu udara saat musim
panas turun hingga 1,2 derajat Celcius.

3. Tanah Longsor

A. Pengertian
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi
karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya
bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua
faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang
memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang
menyebabkan bergeraknya material tersebut.

B. Penyebabnya
Penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam,
namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:eropsi yang disebabkan aliran
air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki
lereng-lereng bertambah curam, lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi
yang diakibatkan hujan lebat,gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-
partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan
longsornya lereng-lereng tersebut,gunung berapi menciptakan simpanan debu yang
lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu.

C. Daerah yang berpotensi


Daerah yang berpotensi terjadi tanah longsor adalah 1) daerah yang dengan curah hujan
yang cukup deras, 2) daerah yang terdapat lereng yang tebing dan terjal, 3) hutan yang
gundul sehingga tidak ada akar pohon untuk menyimpan air dan memperkuat struktur tanah,
4) lahan pertanian dan perkebunan memiliki akar yang kecil dan tidak kuat untuk
mempertahankan struktur kokoh tanah.

D. Kontribusinya di Indonesia

1. Bandung, Jawa Barat (23 Februari 2010): 33 meninggal, 17 luka, 11 hilang, dan 936
orang mengungsi.

2. Banjarnegara, Jawa Tengah (12 Desember 2014):


Informasi terbaru dari BNPB menyebut 20 orang meninggal, 11 orang mengalami luka-
luka dan 88 orang hilang.

3. Buru, Maluku 23 Juli 2010 : 18 meninggal, tujuh luka-luka.

4. Banjir

A. Pengertian

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.
Pengarahan Banjir. Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air
pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat
berarti masuknya pasang laut . Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air
seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar
dari sungai itu.

B. Penyebab

Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama
di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang
dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari
dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan
bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan
dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan
banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan
akibat banjir periodik.
C. Daerah yang berpotensi

Daerah yang berpotensi terjadi banjir adalah daerah dengan aliran saluran air yang tidak
lancar, banyak memiliki sampah yang tertumpuk.

D. Kontribusi nya di Indonesia

1. Banjir Jakarta 2007, dari tanggal 2 Februari – 12 Februari 2007 yang memakan
korban sampai 54 jiwa dan kerugian mencapai $400 juta.
2. Banjir bandang tangse di aceh pada tahun 2011 yang memakan 24 korban jiwa.
3. Banjir bandang di Manado, 18 orang tewas, 840 rumah hanyut, dan ribuan rumah
lainnya rusak sedang hingga berat. Kerugian ditafsirkan mencapai Rp 1.871 triliun.
Banjir bandang Sumbawa Sebanyak 129.187 orang terdampak banjir yang terjadi di
enam kecamatan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Januari 2017.
Banjir terjadi setelah beberapa hari hujan lebat dan menyebabkan air sungai meluap
juga diperparah dengan air laut yang pasang sehingga sulit surut. Tak hanya
merendam rumah penduduk, banjir tersebut juga mengakibatkan 175 hektare sawah
gagal panen.