Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL JOURNAL RIVIEW

PROFESI KEPENDIDIKAN

Disusun oleh :
NAMA : FERNANDEZ DANISH KHAN
NIM : 5183121011

DOSEN PENGAMPU:
Drs.Hidir Efendi,M.Pd.

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada tuhan yang maha esa atas rahmat dan
karunianya lah saya dapat menyelesaikan tugas makalah critical journal
mengenai profesi kependikan. Dan tidak lupa pula,saya ucapkan terima kasih
kepada teman teman sekalian yang telah membantu untuk menyelesaikan
makalah ini.

Penulis menyadari , bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat pada


pembuatan makalah ini . Akhir kata , penulis mengucapkan terimakasih dan
emoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca

Medan,19 Maret 2019

FERNANDEZ DANISH KHAN


5183121011
DAFTAR ISI

BAB I
A. Latar belakang .............................................................................................
B. Rumusan masalah ........................................................................................
C. Tujuan ..........................................................................................................
BAB II
A. Identitas jurnal ............................................................................................
B. Sajian materi jurnal 1 ..................................................................................
C. Sajian materi jurnal 2 ...................................................................................
D. Sajian materi jurnal 3 ...................................................................................
E. Kelebihan dan kekurangan jurnal 1..............................................................
F. Kelebihan dan kekurangan jurnal 2 .............................................................
G. Kelebihan dan kekurangan jurnal 3 .............................................................
H. Perbandingan ...............................................................................................
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan ..................................................................................................
B. Saran ............................................................................................................
C. Daftar pustaka ..............................................................................................
BAB I
A. PENDAHULUAN
Critical jurnal revew yang berbentuk makalah ini berisi tentang kesimpulan dari
perbandingan yang akan saya lakukan pada tiga jurnal yang sudah ditentukan dan saya akan
menyertakan ringkasan dari masing-masing jurnal, dimana jurnal pertama dan kedua dan
ketiga memiliki judul yang berbeda.dan juga tentunya juga memiliki kelebihan dan
kekuirangan nya masing masing.

Dalam critical jurnal review ini, saya akan memaparkan masalah tersebut lewat
pembahasan berikut. Semoga usaha ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi
penyusun

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan critical jurnal review ini dapat dijabarkan
sebagai berikut.
1. Bagaimana review maupun ringkasan jurnal tersebut?
2. Bagaimana kelebihan dan kekurangan jurnal tersebut?

C. Tujuan Dan Manfaat Penulisan


Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai penyusun dalam penulisan critical jurnal review
ini adalah untuk mengajak pembaca lebih memahami secara mendalam mengenai ketiga
jurnal tersebut.dan juga untuk menyelesaikan tugas wqjib perkuliahan .
BAB II
PEMBAHASAN

A. Identitas Jurnal

Identitas jurnal yang akan di review adalah sebagai berikut.


Jurnal 1
Judul jurnal : Sertifikasi untuk meningkatkan Profesionalisme guru
Volume penerbitan : 1 nomor 1
Tahun terbit : 2016
ISSN : 2528-2921
Penulis : Yopa taufik saleh
Publikasi : Universitas muhhamadiyah tasikmalaya
Reviewer : FERNANDEZ DANISH KHAN

Jurnal 2
Judul jurnal : Perlindungan profesi guru
Volume penerbitan : 1 nomor 2
Tahun terbit : 30 September 2016
ISSN : 2257-3868
Penulis : Prof.Dr.H.Endang komara
Publikasi : UPI
Reviewer : FERNANDEZ DANISH KHAN
B.SAJIAN MATERI JURNAL 1

a. Pengertian Sertifikasi
Sertifikasi merupakan program pemerintahuntuk meningkatkan profesionalisme guru
diIndonesia. Terdapatbeberapa pasal yangtertuang di dalam Undang-Undang RI Nomor14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengenai sertifikasi diantaranya:
1) Pasal 1 butir 11: Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada gurudan
dosen.
2) Pasal 8: Guru wajib memiliki kualifikasiakademik, kompetensi, sertifikat pendidik,sehat
jasmani dan rohani, serta memilikikemampuan untuk mewujudkan tujuanpendidikan
nasional.
3) Pasal 11 butir 1: Sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal 8 diberikan kepada guru
yang telah memenuhi
persyaratan.
4) Pasal 16: Guru yang memiliki sertifikatpendidik memperoleh tunjangan profesisebesar
satu kali gaji, guru negeri maupunswasta dibayar pemerintah.
Menurut National Commission on EducationalServices (NCES), sertif ication is a
procedure wherebyt he st at e evaluat es and review a t eac her c andidat e‘scredentials and
provides him or her a license to teach(sertifikasi adalah prosedur untu menentukanapakah
seorang calon guru layak diberikan izindan kewenangan untuk mengajar). Hal inisejalan
dengan Mulyasa (2007) yangmengartikan sertifikasi sebagai proses ujikompetensi yang
dirancang untuk mengungkapkan penguasaan kompetensi seseorang sebagai landasan
pemberian sertifikat pendidik. Sedangkan Kunandar (2009)
menyatakan bahwa sertifikasi profesi guru adalah proses untuk memberikan sertifikat kepada
guru yang telah memenuhi standar kualifikasi dan standar kompetensi.

b. Manfaat dan Tujuan Sertifikasi


Tujuan sertifikasi sebagai program pemerintah yaitu salah satunya untuk
meningkatkan mutu pendidikan. Menurut Wibowo (dalam Mulyasa, 2007),mengungkapkan
bahwa sertifikasi guru bertujuan untuk hal-hal sebagai berikut:
1) Melindungi profesi pendidik dan tenaga kependidikan.
2) Melindungi masyarakat dari praktek-praktek yang tidak kompeten, sehingga merusak citra
pendidik dan tenaga
kependidikan.
3) Membantu dan melindungi lembaga penyelenggara pendidikan, dengan menyediakan
rambu-rambu dan instrumen untuk melakukan seleksi terhadap pelamar yang kompeten.
4) Membangun citra masyarakat terhadap profesi pendidik dan tenaga kependidikan.
5) Memberikan solusi dalam rangka meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.
Sudjanto (2009), mengungkapkan bahwa manfaat sertifikasi guru adalah sebagai
berikut:
1) Melindungi profesi guru dari praktik- praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak
citra profesi guru.
2) Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak
profesional.
3) Menjaga lembaga penyelenggar pendidikan tenaga kependidikan (LPTK dari keinginan
internal dan tekanan
eksternal yang menyimpang dari ketentuanketentuan yang berlaku. Lebih

c. Perlunya Guru Disertifikasi


Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah mengisyaratkan akan memberlakukan
sertifikasi bagi guru, sebagaimana yang telah tertuang
dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang program pembangunan
nasional yang berisi pembentukan badan akreditasi dan sertifikasi mengajar di daerah.
Undang-Undang tersebut dikeluarkan dengan tujuan meningkatkan kualitas tenaga
kependidikan secara nasional. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun
2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 8 dan pasal 11 ayat (1) dimana dalam pasal 8
dijelaskna bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik,
sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan
nasional serta dalam pasal 11 ayat (1) dijelaskan bahwa
sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dala pasal 8 diberikan kepada guru yang telah
memenuhi persyaratan, ayat (2) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi
yang memiliki program pengadaan tenaga
kependidikan yang terakreditasi dan ditetapka oleh Pemerintah, ayat (3) Sertifikasi pendidik
dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel, ayat (4) Ketentuan lebih lanjut
mengenai sertifikasi pendidik sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

C.SAJIAN MATERI JURNAL 2

ABSTRAKSI: Perlindungan hukum dan profesi bagi guru merupakan bagian integral dari
upaya untuk memenuhi hak-hak guru. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang meliputi: memperoleh penghasilan di atas
kebutuhan minimum dan jaminan kesejahteraan sosial; mendapatkan promosi dan
penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; memperoleh perlindungan dalam
melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual; memperoleh kesempatan untuk
meningkatkan kompetensi pembelajaran untuk memperlancar tugas keprofesionalan;
memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana; memiliki kebebasan dalam
memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, termasuk penghargaan dan/atau sanksi
kepada peserta didik; memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan
tugas; memilik kebebasan berserikat dalam organisasi profesi; memiliki kesempatan berperan
dalam menentukan kebijakan pendidikan; memperoleh kesempatan untuk mengembangkan
dan meningkatkan kualifikasi akademik/kompetensi; serta memperoleh pelatihan dan
pengembangan profesi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hadirnya UndangUndang yang
mengatur tentang hak-hak dan perlindungan terhadap
anak, termasuk peserta didik di sekolah, perlu upaya sinkronisasi dan integrasi agar dalam
pelaksanaannya, undang-undang tersebut tidak bertentangan dengan Undang-Undang Guru
dan Dosen di Indonesia.

PEMBAHASAN
Berdasarkan data empiris, perlindungan hukum terhadap guru masih lemah. Ketika
guru terkena masalah hukum, khususnya yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru,
seolah harus berjuang sendiri. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen, pasal 7 ayat (1) huruf h, mengamanatkan bahwa guru harus memiliki jaminan
perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan (Setneg RI, 2005).
Berdasarkan hal tersebut, perlindungan bagi guru merupakan hal yang mutlak.Namun
demikian, banyak guru yang bekerja dalam ketidakpastian, baik berkaitan dengan status
kepegawaian, kesejahteraan, pengembangan profesi, atau pun advokasi hukum ketika terkena
masalah hukum.Pengurus organisasi profesi guru tampaknya perlu dilengkapi dengan
personel yang tugasnya melakukan advokasi hukum. Guru pun perlu didorong untuk menjadi
anggota profesi guru, supaya ketika menghadapi masalah, guru dapat meminta bantuan
kepada induk organisasinya untuk melakukan pendampingan atau bantuan hukum (Setneg
RI, 2005; dan Apandi, 2013). Disamping itu, Pasal 39 dalam UU (Undang-Undang) Nomor
14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan ranah perlindungan hukum bagi
guru. Frasa perlindungan hukum yang dimaksudkan di sini mencakup semua dimensi, yang
terkait dengan upaya mewujudkan kepastian hukum, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan
bagi guru dalam menjalankan tugas-tuga profesionalnya (Setneg RI, 2005; dan Kemendikbud
RI, 2012).

KESIMPULAN
Perlindungan hukum bagi guru merupakan bagian integral dari upaya untuk
memenuhi hak-hak guru, sesuai dengan amanat pasa14 Undang-Undang Guru dan Dosen.
Guru merupakan salah satu sumber daya utam dalam rangka mencapai tujuan pembangunan
pendidikan, yang harus diberi penghargaan secara layak sejalan dengan besarnya peran
mereka dalam rangka pembangunan nasional di bidang pendidikan. Maslahat tambahan bagi
guru merupakan tambahan kesejahteraan dalam bentuk tunjangan pendidikan, asuransi
pendidikan, beasiswa, penghargaan bagi guru, serta kemudahan untuk memperoleh
pendidikan bagi putra dan putri guru, pelayanan kesehatan atau bentuk kesejahteraan lain.
Beberapa kenyataan yang dihadapiguru, sebagai bukti bahwa mereka belum sepenuhnya
memperoleh profesi yang wajar, seperti: penugasan guru yang tidak sesuai dengan bidang
keahliannya; pengangkatan guru, khususnya guru bukan PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk
sebagian besar belum didasari atas perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama;
pembinaan dan pengembangan profesi serta pembinaan dan pengembangan karir guru yang
belum sepenuhnya terjamin; adanya pembatasan dan penyumbatan atas aspirasi guru untuk
memperjuangkan kemajuan pendidikan secara akademik dan profesional; pembayaran gaji
atau honorarium guru yang tidak wajar; arogansi oknum pemerintahan, masyarakat, orang tua
dan siswa terhadapguru; mutasi guru secara tidak adil dan atausemena-mena; pengenaan
tindakan disiplin terhadap guru karena berbeda pandangan dengan kepala sekolahnya; serta
guru yang menjadi korban karena bertugas di wilaya konflik atau di tempat (sekolah) yang
rusak.

E.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL 1


KELEBIHAN

 Materi yang dipaparkan sangat lengkap , terbukti bahwa sub sub bagian judul
mengandung pembahasan yang jelas dan juga dileengkapi dengan gambar
sehingga mempemudah si pembaca untuk memahami isi jurnal tersebut .
 Terdapat banyak sekali referensi yang di ambil untuk membuat jurnal ini
sehingga meyakinkan si pembaca bahwa jurnal tersebut memang jurnal yang
bagus dan juga patut untuk di baca.refernsi yangt diambil yaitu refernsi yang
memang meyakinkan dan tidak ada bentuk copy an . karena referensi tersebut
bayak berasal dari undang undang negara republik indonesia.
 Di akhir pembahasan di lengkapi dengan simpulan yang memudahkan si
pembaca untuk mengetahui amanat yang terdapat dalam jurnal tersebut
 Sudah dilengkapi dengan issn yang artinya jurnal ini sudah di akui dunia

KEKURANGAN

 Di bagian abstrak tidak dilengkapi dengan terjemahan bahasa


indonesia.sehingga mempersulit masyarakatt lokal yang ingin untuk membaca
jurnal tersebut dengan cepat tanpa harus membaca isi jurnal tersebut.
 Materi yangdi paparkan terlalu banyak dengan pasal pasal .

 Huruf yang dituliskan kecil sehingga menyulitkan pembaca untuk membaca


jurnal tersebut berlama lama

F.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL 2

KELEBIHAN

 Dibagian abstrak dilengkapi dengan bahasa inggris sehingga mempermudah orang


luar untuk membacajurnal tersebut
 Tata bahasanya sangat bagus dan teratur
 Huruf yang dipakai tidak terlalu kecil danmudah untuk dibaca.
 Sudah dilengkapi dengan issn yang artinya jurnal ini sudah di akui dunia

KEKURANGAN

 Materi yang dipaparkan sangat banyak sehingga membuat si pembaca menjadi jenuh
dengan jurnal tersebut
 Tidak dilengkapi dengan gambar gambar supaya mempermudah si pembaca untuk
lebih memahami
 Identitas jurnal tersebut berada di bawah dan juga tertulis dengan huruf yangh kecil
sehingga mempersulit pembaca untuk mengetahui identitas jurnal tersebut.

H.Perbaandingan kedua jurnal


 Pada jurnal 1dan 2 tidak ada sama sekali gambar yang menempel pada jurnal
tersebut .
 kemudian pada jurnal 1 kata kata yang dituliskan berukuran kecil dan
kemungkinan besar pembaca akan merasa tidak nyaman jika membaca jurnal ini
berlama lama.lain halnya dengan jurnal 2 yang menuliskan isi jurnal nya dengan
bahasa dan juga kata nya dengan rapi dan juga huruf yang dituliskan sesuia
ukuran ,
 pada jurnal 1 bagian abstrak nya hanya dibuat dengan satu bahasa . Pada jurnal 2
bagian abstrak n ya dibagi menjadi 2 bahasa yaitu bahasa lokal dan bahasa
interlokal.

BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Setiap karya tulis pastinya memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda antar satu dengan
yang lain,baik itu dari segi bahasanya, kelebihannya, dan kekurangannnya. Jurnal pasti
mengandung informasi yang sudah dipaparkan dengan jelas oleh penulisnya terlepas dari
kekurangan yang terkandung dalam setiap jurnal, namun sudah dapat dipastikan setiap jurnal
akan membawa keuntungan bagi pembaca dalam hal pendapatan informasi lebih.
Dalam kedua jurnal ini, terkandung informasi yang sangat melimpah yang mana membuat
pembaca menjadi tertarik untuk membaca atau menganalisis jurnal ini seperti yang telah saya
lakukan. Diatas telah kami sampaikan ringkasan dan juga kelebihan serta kekurangan dari
masing-masing jurnal yang diharapan dapat menjadi perbandingan antara opini atas pembaca
jurnal tersebut

B.SARAN
Di dalam kelebihan jurnal tersebut supaya dipertahankan dan diusahakan diperkuat
lagi.dan bagi kekurangan pada jurnal tersebut harap agar lebih di perbaiki lagi .