Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum Pengolahan Alat Pengolahan Benih

TATA LETAK ALAT PENGOLAHAN BENIH JAGUNG

Kelompok: 5

Didik Pringadi (J3G818121)


M. Aulia Akbar (J3G918148)
Mega Elysa Agustiani (J3G918153)
Salsa Salfahera ( J3G818103)
Ulfa Dalilah Alfanin (J3G818109)

Dosen:
Dr. Ir. Muhammad Rahmat Suhartanto, MSi

Asisten:
Kirana Nugrahayu Lizansari, SP, MSi
M Abdul Goni, SP

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INDUSTRI BENIH


SEKOLAH VOKASI
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jagung merupakan komoditas tanaman pangan yang merupakan kebutuhan utama


setelah beras dan tingkat permintaannya cukup tinggi. Pada waktu ke waktu permintaan
terhadap jagung meningkat terutama pada sektor industri. Untuk memenuhi kebutuhan
tersebut jagung harus diimpor, yang membawa beberapa permasalahan baru, seperti
pemborosan devisa negara dan sulitnya pengawasan mutu benih yang diimpor. Menyadari
akan pentingnya ketersediaan benih jagung varietas hibrida yang berdaya hasil tinggi ,
pemerintah telah membuka peluang bagi tumbuh dan berkembangnya industri benih nasional
baik untuk jagung. Ini berarti bahwa pasar jagung dalam negeri masih terbuka luas dan
merupakan tantangan besar untuk lebih meningkatkan produksi jagung, baik untuk kebutuhan
propinsi maupun kebutuhan nasional.

Petani dihadapkan pada upaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman


pangan khususnya jagung adalah belum tersedianya benih unggul bermutu yang tepat jumlah
dan tepat waktu dengan harga yang terjangkau oleh petani. Selain ketersediaan yang terbatas,
faktor iklim yang berubah. Sehingga dibutuhkan benih unggul yang lebih tahan terhadap
perubahan iklim. Selain itu, teknologi penyimpanan juga menjadi masalah penting yang
sangat menentukan ketersediaan benih ditingkat petani saat penanaman. Sudah banyak
teknologi penyimpanan benih yang dihasilkan lembaga-lembaga penelitian seperti silo,
teknologi asap, sampai lokal petani (indigenous technology). masih belum mampu
menyediakan benih yang unggul.

Untuk membantu dalam meningkatkan produksi dan produktivitas jagung, perlu


dilakukan penelitian terhadap proses produksi benih unggul jagung.

1.2 Tujuan

Untuk mengetahui alur dari prosesing jagung yang baik dan benar. Dan pembuatan
tata letak pengolahan benih jagung agar dalam kegiatan pengolahan benih lebih terurut dan
tertib, sehingga benih yang dihasilkan mampu meningkatkan kualitas benih secara lot dengan
kualitas maksimum.
BAB II

HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Hasil

Gambar 1. Tampak Depan


Gambar 2. Tampak Atas

2.2 Pembahasan
2.2.1 Pendahuluan

Pada produksi benih ini kami hanya memproduki satu jenis benih saja yaitu benih
jagung manis varietas bisi sweet 2. Umur panen dari jagung ini adalah 64 hari. Dan pada
produksi benih jagung ini memiliki hasil rendemen sebesar 80% serta susut bobot total alat
sebesar 20%. Pada produksi ini kita mengasumsikan 4 kali panen dengan 1 kali panen
menghasilkan hasil bersihnya yaitu 250 ton. Sehingga dalam setahun kita menghasilkan 1000
ton. Dan diasumsikan dalam soal kita mempunya hari kerja sebanyak 300 hari. Dalam sehari
alat bekerja selama 8 jam dan dalam sehari kita dapat memproduksi 4 ton benih jagung. Kita
juga memiliki kiteria bahwa jagung yang sudah siap panen harus memiliki KA maks 25%.
Pada pembuatan maket ini kami mempunyai skala 1 : 70
2.2.2 Alur Pengolahan Benih Jagung

Benih jagung yang boleh masuk kedalam prosesing sudah dalam keadaan KA 25%.
Setelah masuk tongkol jagung disortir terlebih dahulu untuk memisahkan antara tongkol
jagung yang busuk, muda, berjamur, dan abnormal. Setelah tongkol jagung sudah dipisahkan,
jagung yang mutunya baik kemudian dikeringkan dengan ear drying dengan suhu pemanas
40ºC. Tongkol jagung dikeringkan hingga mencampai Ka kritikal yaitu 11- 12%.
Dikarenakan jagung harus dipipil ketika Ka jagung 11 – 12% guna untuk menghindari
kerusakan padabenih jagung ketika dipipil. Kemudian jagung dipipil ke mesin scalpel untuk
memisahkan biji dengan tongkolnya. Tongkol jagung yang sudah tidak terpakai kemudia
dibuang lewan pintu pembuangan yang ada pada belakang alat scalpel. Setelah selesai dipipil
benih dipindahkan dengan forklip menuju waiting area untuk ke proses selanjutnya yaitu
pembersihan. Benih dimasukan kedalam asc guna membersihkan benih dari kotoran. Kotoran
benih akan dikeluarkan keluar ruangan melalui blower. Sedangkan benih yang lolos dari
screen kemudia naik ke elevator dan dilanjutkan dengan conveyor untuk masuk kedalam
proses pemilahan yaitu pada mesin gravity table seperator. Setelah selesai dipilah benih
kemudia disimpan kembali pada waiting area dengan menggunakan forklip.

Benih akan ditreatmen dengan fungisida bila ada permintaan, tidak semua benih
jagung disini kita treatment karena ada beberapa konsumen yang tidak ingin benih jagungnya
ditreatmen. Jika benih jagung kita treatment semua nantinya jika tidak ada yang beli benih
akan rusak atau kaldaruasa. Karna biaya untuk treatment mahal maka dari itu kami
menghindari kerrugian dengan tidak dimentreatment benih jagung dengan fungisida. Setelah
benih telah di seed treatment benih dikering anginkan selama 1 – 2 jam untuk menghilangkan
air yang menmpel pada enih agar jika di kemas tidak bercendawan. Setelah itu benih dikemas
pada area kemasan dengan menggunakan shelaer. Benih siap untuk diedarkan.

2.2.3 Data Perhitungan Kapasitas Untuk Prosesing Benih Jagung

1. Ear Drying
Dimensi : 3m x 3m x 2m
Kapasitas : 4 ton/perlakuan
Hari kerja : 250.000 kg / 4.000 kg = ± 63 hari ( 1x panen )
: 63 hari x 4 = 252 hari ( 4x panen )
2. Batch Dryer
Dimensi : 4,3m x 2,3m x 1m
Kapasitas : 4 ton/perlakuan
Pengeringan : 2% ka/jam
pengeringan KA : 25% - 12% = 13% (± 6.5 jam)
Hari kerja : 250.000 kg / 4.000 kg = ± 63 hari ( 1x panen )
: 63 hari x 4 = 252 hari ( 4x panen )

3. Scalpel / alat pemipil jagung @2alat


Dimensi : 1m x 1m x 1m
Kapasitas I : 250 kg/ jam
Kapasitas II : 250 kg/ jam
Hari Kerja :250.000 kg/ 2(250 x 8) = ± 63 hari ( 1x panen )
: 63 hari x 4 = 252 hari ( 4x panen )
4. Air Screen Cleaner
Dimensi : 3m x 5m x 2m
Kapasitas : 500 kg/ jam
Hari Kerja : 250.000 kg / 5.000 kg = ± 63 hari ( 1x panen )
: 63 hari x 4 = 252 hari ( 4x panen )

5. Gravity Table Seperator


Dimensi : 2m x 1m x 1m
Kapasitas : 500 kg/ jam
Hari Kerja : 250.000 kg / 5.000 kg = ± 63 hari ( 1x panen )
: 63 hari x 4 = 252 hari ( 4x panen )

6. Seed Coating
Dimensi : 1.5m x 1m x 1m
Kapasitas : 500 kg/ jam

7. Shealer
Dimensi : 2m x 1m x 2m
Kapasitas : 500 kemasan / jam
Ukuran : 1Kg
Bab III

PENUTUP

3.1 Simpulan
Pengelolaan tata letak alat pengolahan benih yang telah kami rancang sedemikian
rupa menghasilkan tata letak yang sangat efisien dengan tujuan mengurangi
harga/pengeluaran pengolahan benih komoditas jagung khususnya pada varietas bisi sweet 2
yang telah kami uji. Mulai dari jalur pengolahan, waktu pengerjaan, hingga tata letak alat
pengolahan benih yang dirancang efisien membuat para produsen benih jagung mampu
mendapatkan hasil yang maksimal dengan biaya produksi yang sangat minimal.

3.2 Saran
Saran yang kami terima dari pak tanto dan bu kirana yaitu untuk membuat jalur
forklip pada bangunan, membuat pintu pembuangan pada belakang alat scalpel untuk
membuang tongkol jagung supaya mudah, dan sebaiknya jagung dikeringkan terlebih dahulu
sebelum discalpel supaya benih tidak rusak saat di pipil. Maka dari itu kami sudah membuat
pintu pembuangan, jalur forklip, dan ear drying untuk masukan saran yang didapat.