Anda di halaman 1dari 3

16

CEDERA MEDULLA SPINALIS

1. Pengertian
Cedera yang terjadi pada medulla spinalis akibat tertekan, fraktur,
dislokasi, perdarahan atau edema mulai pada C 2 – S5
2. Etiologi
a. Fraktur vertebra akibat kecelakaan atau kekerasan
b. Dislokasi, edema atau perdarahan akibat olah raga
3. Tanda dan Gejala klinik
Manifestasi klinis tergantung dari segmen tulang belakang yang terkena,
secara umum adalah :
-. Paralise flaksid dibawah tingkat cedera
-. Tidak ada sensasi kutan dan propriosepty
-. Hipotensi dan bradikardi
-. Refleks hilang dibawah tingkat cedera
-. Kehilangan kontrol suhu
4. Pemeriksaan Penunjang
-. Foto vertebra
-. CT Scan Vertebra
-. CT Myelografi
-. MRI
5. Tindakan dan Penatalaksanaan Medik
-. Terapi pilihan adalah operasi yang bertujuan untuk membebaskan
dekompresi dan melakukan immobilisasi medulla dengan Laminectomi,
pemasangan Lueqe wire atau dengan Bone Graft.
-. Obat – obatan : Metil prednisolon untuk mengurangi edema

Created by ego comp.


17

DIAGNOSA RENCANA
NO
KEPERAWATAN
TUJUAN INTERVENSI
1 P o l a n a f a s t i Klien memperlihatkan a. Pertahankan patensi
d a k efektif b/d c e d pola nafas efektif, jalan nafas,
era neurogenik a t a u kriteria : hindarkan fleksi
traumatik -.Freq dan irama nafas pada leher
DBN b. K a j i fungsi
pernapasan
c. K a j i kemampuan
batuk
d. P a n t a u status
Neurologis
e. Observasi vital sign
1-2 jam

2. Perubahan p e r f us i P e r f u s i jaringan a. Pantau vital sign


jaringan k a r d i o adekuat, kriteria : tiap 1-2 jam
pulmoner b/d paralisis -. Tidak ada sianosis b. Pantau E K G ,
vasomotor perifer, atau sirkum Laporkan bila ada
oral aritmia
-. AGD dan Oksimetri c. Catat intake dan
DBN output cairan
d. Bantu pasif dan
aktif excersise
e. H i n d a r k a n
perubahan posisi
tiba– tiba
f. Beri obat – obatan
sesuai pesanan

3. K o n s t i p a s i b/d P a s i e n mampu a. Atur diit tinggi serat


paralisis pada usus mentoleransi d a n dan intake cairan
melakukan program yang adekuat
defikasi sendiri b. B u a t program
defikasi sendiri
c. B e r i privasi dan
posisi optimal un-
tuk meningkatkan
eliminasi

Created by ego comp.


18

d. K o l a b o r a s i
pemberian s u p p o
sitoria atau laxative

4. Perubahan eliminasi K o n t i n e n s i a a. Kaji pola berkemih


urine : inkontinensia urine dipertahankan klien
b/d hilangnya refleks b. L a k u k a n b l a d
pada kandung kemih der training saat ka-
teter terpasang
c. C a t a t intake dan
uotput cairan
d. C e g a h obstruksi
ekternal kateter,
seperti lipatan
e. Spooling c a t e t e r
s e c a r a periodik
untuk mengeluarkan
sedimen urine

5. R e s i k o kerusakan T i d a k t e r j a d i a. B u a t jadwal
intergritas kulit b/d kerusakan i n t e g perubahan posisi
immobilisasi,k e h i l a ritas kulit b. B a n t u keluarga
ngan sensasi dalam pemerik-saan
kulit
c. Gunakan p l e s t e r
hipo allergic bila
ada luka yang
ditutup
d. Lakukan perawatan
kulit secara periodik
e. Observasi t a n d a
tanda iritasi pada
kulit
f. Massage r i n g a n
pada daerah
t o n j o l a n
tulang-tulang

Created by ego comp.