Anda di halaman 1dari 9

DENSITY PULVA

MAKALAH FARMASI FISIKA

DOSEN PENGAMPU : Lidia, M.Si., Apt

Oleh :
KELOMPOK 6

1. 1. EVI WIDIA NIM: 180101061


2. 2. IDA AYU SUSANTI NIM: 180101064
3. 3. ISA BELA NIM: 180101065
4. 4. MESSI KURNIA NIM: 180101072
5. 5. MIATUS SIDQIAH NIM: 180101074
6. 6. NANDA YULIANTINI NIM: 180101076
7. 7. PUTRI MIFTAHUL J. NIM: 180101081
8. 8. RESTU DWI KHAIRANI NIM: 180101083

KELAS : S1-B ANGKATAN 2018

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI


BHAKTI PERTIWI
PALEMBANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa
selesai pada waktunya.
Terima kasih juga saya ucapkan kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan
memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan rapi.
Saya berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun
terlepas dari itu, saya memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga
kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya
makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Palembang, 21 November 2019

Kelompok 6
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. 2


DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 3
BAB II ........................................................................................................................................ 4
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................. 4
1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................................ 4
1.3. Tujuan .......................................................................................................................... 4
BAB II ........................................................................................................................................ 5
2.1. Definisi Density.............................................................................................................. 5
2.2. Macam-macam Density Pulva ....................................................................................... 5
BAB III ...................................................................................................................................... 8
3.1. Kesimpulan..................................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Farmasi Fisika merupakan suatu ilmu yang menggabungkan antara ilmu Fisika dengan
ilmu Farmasi. Ilmu Fisika mempelajaritentang sifat-sifat fisika suatu zat baik berupa sifat
molekul maupun tentang sifat turunan suatu zat. Sedangkan ilmu Farmasi adalah ilmu tentang
obat-obat yangmempelajari cara membuat, memformulasi senyawa obat menjadi sebuah
sediaan jadi yang dapat beredar di pasaran. Gabungkan kedua ilmu tersebut akan
menghasilkan suatu sediaan farmasi yang berstandar baik, berefek baik,dan mempunyai
kestabilan yang baik pula.
Berhubungan dengan ilmu ini, ilmu Fisika sangat mendukung dalam memenuhi
kestabilan obat yang baik. Pengetahuan mengenai sifat fisika molekul zat obat merupakan
dasar dalam penyusunan formula sediaan obat karena sifat fisika molekul obat lah yang akan
memengaruhi aspek-aspek formulasi zat obat menjadi sebuah sediaan farmasi yang memenuhi
syarat.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan density pulva ?
2. Apa saja pembagian density pulva ?
3. Apa yang dimaksud dengan density murni?
4. Apa saja cara untuk menentukan density murni ?
5. Apa yang dimaksud dengan density granul ?
6. Apa yang dimaksud dengan density bulk ?

1.3. Tujuan
1. Mengetahui definisi density pulva
2. Mengetahui macam-macam pembagian density pulva
3. Mengetahui definisi density murni
4. Mengetahui cara menentukan density murni
5. Mengetahui definisi density granul
6. Mengetahui definisi density bulk
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Density
Density adalah berat per volume. Pada partikel yang mempunyai pori-pori dalam dan
pori-pori antar partikel akan sulit menentukan volumenya.

2.2. Macam-macam Density Pulva


Pada penetuan Density Pulva , dibedakan atas:
1. Density Murni (True Density) adalah kerapatan dari bahan padat sebenarnya tanpa
pori-pori, baik pori-pori dalam maupun pori-pori antar partikel.
Ada 2 cara menentukan density murni yaitu:
a. Metoda Piknometer cairan
Digunakan piknometer dengan volume 25 cm3
Cairan pendispersi adalah cairan yang mudah membasahi partikel dan tidak
melarutkan partikel. Sehingga cairan dapat merembes masuk ke dalam pori-pori,
juga kedalam pori-pori dalam dan mendesak udara keluar.
Cara Kerja:
1. Timbang piknometer kering yang kosong (A)
2. Serbuk yang akan diukur, digerus halus, dan kemudian dikeringkan pada
temperature 1050C sampaiberat konstan kemudian didinginkan dalam
eksibator baru dimasukkan dalam piknometer.
3. Timbang piknometer bersama serbuk
4. Tambahkan sebagian cairan secara hati-hati sampai penuh, jangan sampai
ada partikel yang keluar
5. Tutup piknometer dengan penutup kapiler dan simpan dalam thermostat
untuk mencapai temperature yang diinginkan
6. Timbang piknometer bersama serbuk dan cairan pendispersi

Densiti dihitung dengan rumus:


Keterangan. :
A = Berat Piknometer Kering Yang Kosong
B = Berat Piknometer Bersama Serbuk
C = Berat Piknometer + Berat Pulva + Berat Cairan
Pendispersi
D = Berat Piknometer + Berat Cairan Pendispersi
B – A = Berat Serbuk
D – C = Kekurangan Berat Pulva Dalam Cairan

b. Metode Piknometer gas


Alat: piknometer gas dari Beckman
Prinsip Kerja alat:
Prinsip kerja alat ini adalah berdasarkan kepada hukum Boyle-Mariotte yang
menyatakan bahwa pada temperature konstan, volume gas berbanding terbalik
dengan tekanan.

2. Density Granul
Density granul adalah hasil bagi antara berat partikel dengan volume totalnya
(termasuk volume pori). Penentuan density granul ada dua yaitu dengan cara
piknometer cairan dan metode schwebe.

3. Density Bulk
a. Density nyata (Bulk density untapped)= bobot jenis tanpa goncangan
Dari sejumlah material yang diketahui beratnya biasanya ditimbang 100 gram,
dimasukkan hati-hati kedalam gelas ukur 200 ml, permukaan serbuk diratakan
dengan pinsel (brush), sehingga volume dapat langsung dibaca. Dari berat dan
volume dapat dicari bulk density untapped.
Sebelum pengukuran, pulva dikeringkan sampai berat konstan. Disini partikel-
partikel pulva berada dalam posisi yang teratur yang dapat tercapai pada partikel-
partikel isometric. Schuditche (bobot jenis murni) ini dapat memberikan gambaran
sampai berapa jauh partikel-partikel yang isometri, sehingga dapat memberikan
gambaran sampai berapa jauh partikel-partikel pulva masih dapat mengalir dan
berorientasi sesamanya.
Rumus untuk menghitung Density nyata:

b. Density mampat (Bulk density tapped)= bobot jenis setelah goncangan


Melalui mekanisme penggoyangan atau penghentakan dari material dalam gelas
ukur pada keadaan Schuttvolum adalah mungkin untuk memberikan energi pada
masing-masing partikel, dimana energi ini digunakan untuk mengatasi gaya gesekan
antar partikel sehingga dengan demikian terjadilah keadaan orientasi partikel yang
cukup tinggi. Alat yang dapat digunakan adalah tap volumeter (Stampvolumeter).
Rumus untuk menghitung Density mampat:
BAB III
KESIMPULAN

3.1. Kesimpulan
Density adalah berat per volume. Pada partikel yang mempunyai pori-pori dalam dan
pori-pori antar partikel akan sulit menentukan volumenya. Pada penetuan Density Pulva ,
dibedakan atas density murni (True Density), density granul, density bulk. Ada 2 cara
menentukan density murni yaitu Metoda Piknometer cairan dan Metode Piknometer gas.
Density granul adalah hasil bagi antara berat partikel dengan volume totalnya (termasuk
volume pori). Penentuan density granul ada dua yaitu dengan cara piknometer cairan dan
metode schwebe.
DAFTAR PUSTAKA

Halim, A. dan Erizal Zaini. 2015. Bahan Ajar Farfis I.https://dokumen.tips/documents/bahan-


ajar-farfis-1.html (diakses tanggal 20 November 2019: 20.30)