Anda di halaman 1dari 9

Prinsip Dasar Komunikasi Efektif

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi

Dr. Edwin Rizal, M.Si

Ute Leis Siti Khadijah, S.Sos, M.Si

Evi Nursanti Rukmana, M. I. Kom

Nama Penyusun :

1. Elisa Christiana Sulardja (210210170001)


2. Alfian Dwi Rahmawan (210210170009)
3. Defitria Maharani (210210170019)
4. Ziani Marni (210210170026)

Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan (Kelas A)


Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Padjadjaran
A. Abstrak
Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan
perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam
komunikasi. Komunikasi efektif juga merupakan komunikasi yang saling
bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan, dan sikap antara dua orang
atau sekelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan. Prinsip
komunikasi efektif merupakan prinsip komunikasi yang membahas
tentang model komunikasi Berlo yaitu SMCR (Source, Message, Channel
dan Receiver). Prinsip komunikasi efektif juga membahas tentang
karakteristik-karakteristik dalam komunikasi jugaa bentuk dan tekniknya.
Kata kunci : komunikasi efektif, model Berlo, SMCR

B. Pendahuluan
I. Latar Belakang
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari seseorang yang
berupa ide/gagasan atau pikiran/perasaan. Dengan berkomunikasi kita
dapat memenuhi kebutuhan kita baik fisik maupun psikologis,
berkomunikasi dengan sesama, mendapatkan atau bertukar informasi,
menambah wawasan dan masih banyak lainnya. Untuk melakukan
komunikasi dengan baik kita juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip.
Maka dari itu makalah kami membahas tentang Prinsip Dasar dalam
Komunikasi Efektif.

II. Tujuan Kelompok


Tugas ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu
Komunikasi sekaligus mengetahui lebih jauh lagi mengenai prinsip dasar
dalam komunikasi efektif.

III. Kontribusi bagi Ilmu Informasi dan Perpustakaan


Kontribusi terhadap ilmu informasi dan Perpustakaan yaitu, dengan
mempelajari materi komunikasi efektif adalah kita dapat melatih cara
berkomunikasi kita dengan baik contohnya saat berkomunikasi secara
langsung. Contohnya jika kita seorang pustakawan kita akan terbiasa
dalam berkomunikasi secara langsung dengan orang baru. Kita dapat
dengan mudah memahami apa yang orang lain katakan dengan baik.
Penyampaian dalam menyampaikan pesan pun akan sesuai dengan norma
yang berlaku.

C. ISI
I. Penjelasan
Salah satu model komunikasi yang dikenal luas adalah model David K
Berlo, yang dikemukakan pada tahun 1960. Model ini menjelaskan suatu
teori komunikasi yang bernama model komunikasi SMCR. Dalam
bukunya yang berjudul The Process of Communication, model komunikasi
dapat digambarkan sebagai berikut:

Sumber : www.buzzdeed.com/jimwhitema/interpersonal-communication-theory-models/

Berikut adalah penjelasan dari model Berlo SMCR, yaitu :

1. S (Source) adalah pihak yang menciptakkan pesan, baik seseorang atau


suatu kelompok yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

a. Keahlian berkomunikasi (Communication Skills) dimana seseorang


harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi

Contoh : Kemampuan komunikasi seperti membaca, menulis,


berbicara, mendengarkan)

b. Sikap (Attitude) adalah suatu hal yang ditunjukkan oleh seseorang


untuk mengajak berkomunikasi.
Contoh : Seorang siswa harus memiliki sikap yang mau belajar saat
ada pelajaran di kelas, begitu halnya dengan guru yang harus memiliki
sikap untuk mau mengajar anak muridnya.

c. Pengetahuan (Knowledge) adalah sebuah pemahaman mengenai


pesan atau topik yang ingin disampaikan.

Contoh : Seseorang yang hendak berpidato atau pembicara harus dapat


menguasai topik yang akan disampaikan.

d. Sistem sosial (Social System) adalah hal-hal yang berhubungan


dengan elemen pada masyarakat seperti kepercayaan, perasaan, norma,
peran, dan status.

Contoh : Seorang pembicara yang berpidato di hadapan masyarakat


Jakarta tentunya akan berbeda jika ia berpidato di Makasar karena kedua
lokasi tersebut memiliki sistem sosial yang berbeda dan pembicara harus
bisa menyesuaikan dirinya.

e. Budaya (Culture) adalah bagian dari sistem sosial

2. M (Message) adalah terjemahan gagasan ke dalam kode simbolik.

Pesan yang disampaikan oleh komunikator memiliki beberapa unsur di


bawah ini:

a. Isi (Content) adalah muatan pesan yang disampaikan

Contoh : Pesan yang disampaikan oleh seorang pembicara atau yang


berpidato dari pembukaan hingga penutup merupakan isi pesannya.

b. Element adalah pesan yang terdiri dari berbagai bahasa verbal dan
non verbal.

c. Perlakuan (Treatment) adalah hal pengemasan pesan yang harus


dilakukan sebaik mungkin oleh komunikator agar pesan tersebut mudah
diterima oleh komunikan.

d. Struktur adalah susunan pesan atau alur pesan dari bagian


pembukaan hingga penutup.

e. Kode adalah bahasa yang digunakan dalam menyampaikan pesan.


3. C (Channel) adalah medium yang membawa pesan dimana seorang
komunikan akan memperoleh pesan melalui kelima panca inderanya,
yaitu:

a. Penglihatan (Seeing)

Contoh : Seseotang melihat suatu informasi pada sebuah poster atau


saat membaca buku.

b. Pendengaran (Hearing)

Contoh : Seseorang mendengarkan berita melalui radio atau


berkomunikasi melalui cara lisan.

c. Sentuhan (Touching)

Contoh : Seseorang membelai rambut kita yang menunjukkan bahwa


orang tersebut memberikan perhatian atau kasih sayang kepada kita.

d. Penciuman (Smelling)

Contoh : Kita mengetahui bahwa suatu makanan telah matang atau siap
saji melalui aroma tersebut.

e. Pengecapan (Tasting)

Contoh : Kita mengetahui bahwa suatu minuman itu rasanya manis


setelah kita merasakannya melalui pengecapan lidah.

3. R (Receiver) adalah orang yang menjadi sasaran komunikasi.

Kritik terhadap model komunikasi ini adalah

1. Tidak memperhitungkan adanya hambatan atau noise.

2. Komunikasi terjadi secara linear.

Kelebihan model Berlo adalah :

1. Tidak terbatas pada komunikasi publik atau komunikasi massa,


namun juga komunikasi antarpribadi dan berbagai bentuk komunikasi
tertulis.
2. Bersifat heuristik dimana model ini merangsang penelitian karena
mencinci pada unsur-unsur penting dalam proses komunikasi.

Kekurangan model Berlo adalah :

1. Menyajikan komunikasi sebagai fenomena yang statis dibandingkan


fenomena yang dinamis dan terus berubah.

2. Umpan balik (feedback) yang diterima pembicara dari khalayak


tidak dimasukkan dalam model grafiknya.

3. Komunikasi non verbal tidak dianggap penting dalam memengaruhi


orang lain.

PRINSIP DASAR KOMUNIKASI EFEKTIF

 Karakteristik sumber yaitu salah satu faktor yang menentukan


keberhasilan dari suatu komunikasi. Ada 3 karakteristik sumber, yaitu:
a. Kredibilitas (Credibility) yang menujuk pada suatu kondisi
dimana sumber ini dinilai memiliki pengetahuan, keahlian, atau
pengalaman yang relevan dengan topik pesan yang disampaikannya
sehingga pihak penerima menjadi percaya bahwa pesan yang
disampaikannya bersifat objektif.
b. Daya tarik (Attractiveness) dimana apaila sumber dinilai menarik
oleh penerima, maka upaya untuk meyakini akan lebih cepat
berhasil karena adanya proses identifikasi dalam diri pihak
penerima.
c. Kekuatan/Kekuasaan (Power) dimana segi sumber dari
keberhasilan komunikasi ditentukan oleh kredibitas, daya tarik, serta
kekuasaan untuk memengaruhi pihak pertama.
 Bentuk dan teknik penyajian pesan yang mencakup 2 aspek, yaitu:
struktur dan daya tarik.
Hal-hal dalam melalukan pengaturan struktur pesan, yaitu :
1. Sisi pesan (Message Sidedness)
Pesan dapat disusun secara satu sisi maupun dua sisi. Bila
penyusunan satu sisi saya, hal itu akan memberikan penekanan
hanya pada posisi kepentingan pihak pengirim pesan yang
menyangkup pada kelebihan atau hal positif dari suatu ide atau
produk yang akan dikomunikasikan. Sedangkan, penyusunan
pesan yang bersifat dua sisi merupakan kekurangan atau aspek
negatif dari suatu ide atau produk yang dikomunikasikan.
2. Urutan Penyajian (Order of Presentation)
Dalam penyajian pesan yang bersifat satu sisi (one sided),
terdapat dua hal, yaitu climax dan anticlimax order. Model climax
order menunjuk pada cara penyusunan pesan yang dimana
argumen yang terpenting atau terkuat dari isi pesan ditempatkan
pada bagian akhir. Sedangkan argumen yang ditemoatkan di
bagian awal disebut anti climax order. Sementara jika argumen
ditempatkan di bagian tengah yang mana bersifat dua sisi (two
sided) yaitu: pyramidal order yang terdiri dari recency and
primacy model. Primacy model menunjuk pada teknik penyajian
pesan dimana aspek positif/kekuatan dari ide suatu produk
ditempatkan di bagian awal. Sementara, recency model adalah
penyusunan pesan dengan aspek positif/kekuatan dari ide
ditempatkan di bagian akhir.
3. Penarikan Kesimpulan (Drawing A Conclusion)
Penarikan kesimpulan atas isi pesan mengenai suatu ide atau
produk yang dikomunikasikan dapat dilakukan secara langsung
dan jelas (eksplisit). Selain itu dapat dilakukan secara tidak
langsung (implisit) dalam arti bahwa penarikan kesimpulan
diserahkan pada pihak khalayak itu sendiri. Sementara itu, ada 4
pendekatan yang dapat dipergunakan agar penyajian pesan dapat
menarik perhatian khalayak, yaitu: fear appeals, rational appeals,
emotional appeals, dan pendekatan humoris.
 Karakteristik Saluran Komunikasi
Terdapat tiga saluran komunikasi yang dapat dipergunakan dalam
menyampaikan pesan kepada masyarakat, yaitu: saluran komunikasi
personal, media massa, dan media tradisional. Pemilihan satu atau
beberapa dari saluran tersebyt sebaiknya didasarkan pada 2
pertimbangan. Pertaman, pertimbangan yang menyangkut karakteristik
media. Kedua, pertimbangan yang menyangkut pada karakteristik isi
dan penyajian pesan yang akan disampaikan (karakteristik kreatif)
 Karakteristik Khalayak
Khalayak (audience) merupakan faktor penentu keberhasilan dari
suatu komunikasi dimana adanya upaya komunikasi dengan pesan-
pesan yang disampaikan melalui suatu saluran/medium yang dapat
diterima/sampai kepada khalayak/sasaran yang dapat dipahami dan
akan mendapatkan tanggapan positif sesuai yang diharapkan oleh
komunikator. Karena, khalayak bukanlah sekumpulan individu yang
bersikap pasif, melainkan mereka juga bertindak aktif dan selektif.
Walaupun mereka mendapatkan isi pesan yang sama, pasti akan ada
perbedaan-perbedaan mengenai perhatian, pemahaman, tanggapan,
serta tindakan yang timbul di kalangan khalayak. Schramm (1974)
menegaskan bahwa seorang perancang komunikasi yang baik tidak
akam memulai upayanya dari “apa yang harus dikatakan”, “saluran apa
yang akan dipergunakan”, atau “bagaimana cara mengatakannya”,
melainkan akan terlebih dahulu ditanyakan “siapa yang akan menjadi
saluran penyampaian pesan”. Artinya, sebelum komunikasi itu
memengaruhi khalayak melalui pesan-pesan yang disebarluaskan,
khalayak telah terlebih dahulu memengaruhi komunikator. Atas dasar
irulah, komunikator akan berusaha menyimpulkan data dan informasi
mengenai karakteristik dari khalayak yang dijadikan sasarannya.
Nantinya, komunikator akan dapat menentukan “apa” yang akan
disampaikan dan “bagaimana” cara menyampaikannya.

D. PENUTUP

Kesimpulan

Dalam komunikasi yang efektif, terdapat juga salah satu model, yaitu
model Berlo yang begitu dikenal dengan model SMCR. Selain itu juga,
terdapat prinsip dalam komunikasi efektif, seperti karakteristik sumber,
bentuk dan teknik penyajian pesan, karakteristik saluran, dan karakteristik
khalayak. Diharapkan dengan adanya penjelasan mengenai model dan
prinsipnya, kita dapat mengerti dan tidak akan keliru.

Bibliography

Sasa Djuarsa Sendjaja. (2005). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Universitas


Terbuka.

Sri Haryani. (2001). Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan
AMP YKPN.

Prof. Deddy Mulyana, M.A., P. D. (2016). Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung: PT


Remaja Rosdakarya.