Anda di halaman 1dari 6

KLIPING

EKONOMI BISNIS

DISUSUN OLEH :
NAMA : ABDY WARISNO
KELAS : X AKUNTANSI 2

SMK NEGERI 1 PEKALONGAN


LAMPUNG TIMUR
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
EKONOMI BISNIS

Pengertian Ekonomi Bisnis

Pada dasarnya, pengertian ekonomi bisnis merupakan suatu bidang ilmu ekonomi terapan
yang mana bertujuan untuk menganalisa usaha bisnis berdasarkan teori ekonomi dan metode
kuantitatif.

Ekonomi bisnis juga memiliki faktor-faktor yang berkontribusi terhadap struktur


organisasional dan hubungan antara perusahaan dengan pasar tenaga kerja, modal serta
produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Berbeda dengan ekonomi pembangunan ataupun manajemen bisnis yang lebih membahas dan
mempelajari ilmu ekonomi yang berkaitan dengan pembuatan kebijakan publik serta
perencanaan bisnis.

Ekonomi bisnis ini lebih fokus untuk memadukan antara teori ekonomi dan juga pendekatan
kuantitatif, sehingga analisanya nanti digunakan untuk proses pengambilan keputusan saat
akan menjalankan usaha bisnis.

Ekonomi, secara luas, mengacu pada studi tentang komponen dan fungsi pasar atau ekonomi
tertentu, seperti penawaran dan permintaan, dan efek dari konsep kelangkaan. Sedangkan
untuk ekonomi dalam bisnis akan lebih berfokus pada elemen dan faktor dalam operasi bisnis
itu sendiri serta bagaimana cara sebuah perusahaan untuk berhubungan dengan ekonomi
secara keseluruhan.

Perlu diketahui, bahwa ada beberapa faktor yang harus diperhatikan sebelum menjalankan
bisnis, diantaranya seperti organisasi bisnis, strategi dan manajemen ekspansi bisnis serta
interaksi antara perusahaan dengan pemerintah seputar regulasi bisnis.

Bidang ekonomi dalam bisnis membahas prinsip-prinsip ekonomi, strategi praktik bisnis
standar, perolehan modal, perolehan laba, efisiensi produksi, dan strategi manajemen secara
keseluruhan.

Ekonomi dalam bisnis juga mencakup studi tentang faktor-faktor ekonomi eksternal dan
pengaruhnya terhadap keputusan bisnis seperti perubahan dalam peraturan industri atau
perubahan harga bahan baku secara tiba-tiba.

Contoh dan Karakterisktik Ekonomi dalam Bisnis

Mengacu pada pengertian ekonomi bisnis dan contohnya bisa dijelaskan antara lain seperti
kewirausahaan dan pentingnya interaksi hubungan yang harmonis dari 4 aspek dalam sebuah
usaha mulai dari karyawan, penyedia modal, konsumen dan pemerintah.

Dengan demikian, ekonomi bisnis memainkan peran penting dalam kehidupan ekonomi kita
sehari-hari dan praktik bisnis. Dalam praktik sebenarnya, berbagai jenis bisnis ada dan
dijalankan oleh orang-orang sehingga menjadi sangat berguna bagi pengusaha untuk
mempelajari ilmu ekonomi dalam bisnis.

Di dunia “ekonomi bisnis”, “bisnis” berarti keadaan sibuk. Itu artinya aktivitas apa pun yang
terus dilakukan oleh seseorang agar bisa mendapatkan penghasilan. Dengan kata lain, bisnis
jika merujuk pada aktivitas komersial memiliki tujuan untuk menghasilkan laba. Sementara
itu, berikut ini akan dijelaskan seperti apa karakteristik dari ekonomi dalam bisnis.

 Ekonomi bisnis berarti penerapan konsep ekonomi, teori dan prinsip dalam kegiatan
bisnis.

 Ekonomi dalam bisnis terkait dengan ekonomi mikro, terutama terkait dengan
masalah unit individu.

 Ekonomi dalam bisnis juga berkaitan dengan ekonomi makro. Seorang pengusaha
juga harus mampu mempelajari konsep ekonomi makro seperti Pendapatan Nasional,
Siklus Bisnis, Hubungan Perburuhan, Kebijakan Pemerintah tentang perpajakan,
anggaran, masalah moneter, dan perdagangan internasional, dll.

Dengan mempelajari konsep-konsep makroekonomi ini seorang pengusaha dapat mengambil


keputusan penting sehubungan dengan masa depan sebuah perusahaan.

Ruang Lingkup Ekonomi dalam Bisnis

Ruang lingkup Ekonomi dalam bisnis berakar pada teori ekonomi. Tetapi cakupannya
berbeda dengan teori ekonomi. Ekonomi bisnis menyediakan manajemen dengan alat
perencanaan strategis.

Dengan demikian, perspektif dunia bisnis akan diperjelas terkait dengan cara kerjanya.
Ekonomi dalam bisnis terutama berkaitan dengan penerapan prinsip dan teori ekonomi.

Ruang lingkup ekonomi bisnis mencakup dua bidang pengambilan keputusan yaitu:

 Masalah Operasional atau Internal.

 Masalah Lingkungan atau Eksternal.

Seorang manajer sebuah perusahaan bisnis akan menghadapi berbagai masalah dalam
pekerjaan sehari-harinya. Masalah-masalah ini dibagi menjadi dua jenis. Jenis masalah
pertama terkait dengan masalah dalam perusahaan bisnis dan jenis masalah lainnya terkait
dengan masalah lingkungan sekitar perusahaan bisnis.

Oleh karena itu, sejumlah masalah tersebut dikenal sebagai masalah operasional atau internal
dan masalah lingkungan atau eksternal.
Masalah Operasional atau Internal

Merupakan masalah yang dihadapi seorang manajer perusahaan bisnis terkait dengan masalah
internal perusahaan. Masalah-masalah tersebut perlu dikendalikan oleh seorang manajer
perusahaan dengan bantuan teori dan prinsip ekonomi, yang diantaranya sebagai berikut.

1. Apa yang harus dihasilkan? Misalnya, mengenai, masalah pilihan komoditas.

2. Bagaimana cara menghasilkan? Misalnya, teknik apa yang harus digunakan? Apakah
itu teknik padat modal atau teknik padat karya.

3. Berapa rasio modal-tenaga kerja yang akan digunakan?

4. Berapa harga yang harus dipungut?

5. Bagaimana cara berinvestasi? Dan berapa jumlahnya?

6. Bagaimana cara menjual? Berapa harganya? Bagaimana cara bersaing?

7. Bagaimana modal dan laba dapat dikelola untuk memanfaatkannya dengan sebaik-
baiknya? Dan lain sebagainya.

Masalah-masalah tersebut terkait dengan teori dan prinsip ekonomi, diantaranya sebagai
berikut.

 Analisis permintaan

 Teori produksi

 Analisis biaya

 Teori harga

 Teori laba

 Alokasi sumber daya

 Analisis modal-investasi

 Manajemen persediaan

 Periklanan

Masalah Lingkungan atau Eksternal

Masalah-masalah ini terkait dengan lingkungan bisnis umum di mana perusahaan atau bisnis
tersebut beroperasi, diantaranya seperti lingkungan sosial, ekonomi dan politik, lingkungan
ekonomi termasuk jenis sistem ekonomi, situasi yang ada di bidang produksi, pendapatan,
pekerjaan, harga, tabungan dan investasi, lembaga keuangan seperti bank, perusahaan
keuangan, asuransi perusahaan, tren dalam ekonomi bisnis internasional dan permasalahan
ekonomi bisnis eksekutif lainnya.
Masalah-masalah tersebut juga mencakup kondisi yang berlaku di pasar tenaga kerja dan
pasar modal, kebijakan pemerintah, kebijakan industri, koperasi konsumen kebijakan
moneter, dan lain sebagainya. Lingkungan politik terkait dengan kegiatan negara.

Masalah eksternal atau lingkungan dalam ekonomi bismis terkait dengan Makro-Ekonomi.
Dengan demikian, ruang lingkup pendekatan ini juga meliputi bidang mikro dan juga makro.

Pengertian dan Contoh Bentuk Hubungan Ekonomi Bisnis Internasional

Berbicara mengenai masalah eksternal dalam pendekatan ini, tentunya tidak bisa dipisahkan
dari yang namanya ekonomi bisnis internasional. Ekonomi bisnis internasional pada dasarnya
juga memanfaatkan metode yang berkaitan dengan analisis dasar yang sama dengan cabang-
cabang ilmu ekonomi lain.

Hal tersebut jelas disebabkan karena motif dan perilaku baik itu individu maupun perusahaan
dalam sebuah bisnis internasional sama dengan perdagangan yang dilakukan secara lokal.

Satu hal yang membedakan antara pendekatan biasa ini dengan ekonomi bisnis internasional
hanyalah permasalahan yang terkait dengan bisnis itu melibatkan hubungan ekonomi antara
negara yang satu dengan negara yang lain.

Hal seperti itu akan membentuk setidaknya 3 hubungan yang berbeda walaupun ketiganya itu
juga memiliki keterkaitan, seperti berikut ini.

Bentuk hubungan ekonomi bisnis pertukaran hasil

Contohnya bisa dilihat dari praktek ekspor sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dan
praktek impor sumber daya alam yang berasal dari negara lain dan kemudian masuk ke
Indonesia.

Pertukaran hasil atau dalam hal ini juga disebut dengan output tidak hanya sebatas barang
saja, melainkan jasa ikut pula di dalamnya yang terbukti dari pertukaran jasa turisme antara
Indonesia dengan negara-negara lain.

Bentuk hubungan pertukaran aliran sarana produksi

Bentuk pendekatan ini internasional ini bisa dilihat dari contoh adanya tenaga kerja Indonesia
yang bekerja di negara lain, begitu pula tenaga kerja luar negeri juga memiliki kesempatan
bekerja di Indonesia.

Penyebab tenaga kerja bekerja bukan di negaranya sendiri juga bermacam-macam, ada yang
disebabkan karena faktor imbalan yang nilainya lebih tinggi di negara lain, adanya program
bantuan luar negeri, atau ada juga yang disebabkan karena faktor darurat seperti ancaman
perang dan lain sebagainya.

Meskipun ada bermacam-macam aliran sarana produksi yang dapat ditukarkan antara negara
satu dengan yang lainnya, namun tanah yang juga merupakan salah satu sarana produksi
adalah contoh yang tidak dapat mengalir ke negara lain, karena tanah bersifat terikat pada
lokasinya, meskipun demikian sumber daya alam yang terkandung dalam tanah masih dapat
ditukarkan ke negara lain.

Bentuk hubungan pendekatan ini terkait hutang piutang

Sama halnya dengan hubungan ekonomi yang melibatkan individu, maka dalam ekonomi
bisnis internasional baik itu yang dilakukan pemerintah ataupun antar perusahaan tentunya
juga masih akan terkait dengan hutang piutang.

Umumnya, terjadinya hutang piutang ini disebabkan karena adanya hubungan perdagangan
serta bentuk hubungan aliran sarana produksi yang sudah dijelaskan di atas.

Contohnya seperti ada perusahaan Indonesia yang mengimpor mesin giling ke Jepang dengan
proses penjualan secara kredit, maka hubungan bisnis tersebut secara langsung akan
menimbulkan terjadinya hutang piutang.

Begitupun sebaliknya, jika misalnya ada perusahaan Amerika Serikat yang mengekspor
gandum ke Indonesia dengan proses penjualan secara kredit, hal seperti itu juga akan
langsung menimbulkan hutang piutang.