Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS JURNAL

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

Disusun oleh:

HERI SUTANTO, S., Kep.

NIPP: 32-115-05-11-2009

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

BEKERJA SAMA DENGAN RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

2009
ANALISIS JURNAL

EVALUATION OF INSPIRATORY PRESSURE IN CHILDREN WITH ENLARGED


TONSIL AND ADENOIDS
EVALUASI TEKANAN PERNAPASAN PADA ANAK DENGAN PEMBESARAN TONSIL
DAN ADENOID
Dianalisis Oleh : Heri Sutanto S., Kep.

1. Judul asli jurnal: Evaluation of Inspiratory Pressure in Children with Enlarged Tonsil and
Adenoids.
2. Peneliti: Mellisa Guerato Pires et.all.
3. Publikasi: Brazilian Journal of Orthinolaryngology 71 (5) part 1 September / October
2005 http://www.rborl.org.br
4. Didownload di http://www.scielo.br/pdf/rboto/v71n5/en_a09v71n5.pdf pada 9.47.50 PM
13-11-2009

Pendahuluan :
1. Pembesaran tonsil adalah penyebab utama gangguan pernapasan selama tidur.
2. Anak dengan pembesaran tonsil dan adenoid biasanya bernapas dengan tidak normal
seperti mendengkur, pernapasan mulut dan apnea.
3. Obstruksi jalan napas atas dan pernapasan mulut kemungkinan berpengaruh pada
penyakit paru-paru. Hal ini terjadi karena terbatasnya aliran udara.
4. Kejadian ini lebih sering dialami oleh anak-anak lima kali lipat dibanding kejadian pada
orang dewasa.
5. Beberapa manifestasi klinis yang timbul yaitu: mudah mengantuk, tidur tidak nyaman,
sakit kepala, agresif, berat badan kurang.

Tujuan :
Penelitian dirancang untuk mengevaluasi tekanan pernapasan pada anak dengan obstruksi
saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh pembesqaran tonsil.
Metodologi Penelitian :
1. Jenis Penelitian dan desain: Preeliminary study dan berdesain clinical dengan
transversal cohort.
2. Populasi: 204 rumah yang ada di Kelurahan Pekojan Kecamatan Tambora Jakarta
Utara.
3. Sampel: 37 anak (4-13 tahun, laki-laki dan perempuan) dengan pembesaran tonsil dan 28
anak tanpa pembesaran tonsil sebagai kelompok kontrol.
4. Teknik Pengambilan data :
a. Mendata 37 anak penderita pembesaran tonsil dan 28 anak sebaya tanpa
pembesaran tonsil sebagai kelompok kontrol.
b. Semua responden diteliti dan diberi perlakuan dalam laboratorium percobaan di
Universitas Sao Paulo, dari bulan Oktober 2002 hingga Maret 2003.
c. Semua responden di tes tekanan pernapasannya dengan manometer dan vacuum.
d. Data perbandingan telah didapat dan didokumentasikan
. Analisa Data: Data di analisis dengan Analisa Corellational value..

Hasil Penelitian :
- Nilai tekanan pernapasan menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan
antara dua kelompok.
- Tekanan pernapasan kelompok anak dengan pembesaran tonsil 14.607cm / H2O
±73321 (8-24 cm/H2O).
- Tekanan pernapasan kelompok kontrol (anak tanpa pembesaran tonsil) 27.580cm /
H2O ±47791 (15-40.00 cm/H2O).

Pembahasan :
Pembesaran tonsil dan adenoid adalah kasus yang sangat sering dijumpai pada anak-anak.
Pembesaran tonsil menjadi penyebab utama gangguan pernapasan ketika tidur. Ditandai dengan
pernapasan mulut dan mendengkur. Pembesaran tonsil berpengaruh pada obstruksi jalan napas,
sehingga mengurangi aliran udara. Aliran udara yang berkurang dan rendah berpengaruh pada
paru.
Dalam penelitian, anak dengan pembesaran tonsil akan memiliki tekanan pernapasan
yang rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa pembesaran tonsil. Pembesaran tonsil
berkorelasi dengan pengurangan aktifitas pernapasan, oksigenasi rendah, hypoksia cronik.

Kesimpulan :
Pembesaran tonsil dan adenoid berasosiasi dengan miskinnya tekanan pernapasan
(inspirasi), berpengaruh pada peningkatan usaha napas dan meningkatkan kerja otot-otot
pernapasan.

Pembahasan dan Implikasi Keperawatan :


Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pembesaran tonsil mengurangi
aliran udara pernapasan sehingga tekanan pernapasan (inspirasi) menjadi rendah dan obstruksi
jalan napas atas dan pernapasan mulut kemungkinan berpengaruh pada penyakit paru-paru
sehingga diagnosa keperawatan yang mungkin ditegakkan Bersihan jalan napas tidak efektif b.d
rendahnya aliran udara pernapasan (inadekuat oksigenasi). Diagnosa keperawatan lain yang
mungkin muncul adalah resiko Infeksi b.d kerusakan jaringan, gangguan menelan.