Anda di halaman 1dari 12

Daftar isi

I. TUJUAN PRAKTIKUM ............................................................................................ 1


II. TEORI DASAR ......................................................................................................... 1
A. Monografi ............................................................................................................... 3
III. ALAT DAN BAHAN ............................................................................................. 4
IV. METODE ................................................................................................................ 4
A. Sterilisasi Alat dan Sediaan..................................................................................... 4
B. Formula Lengkap .................................................................................................... 5
C. Perhitungan Bahan .................................................................................................. 6
D. Penimbangan ........................................................................................................... 6
E. Prosedur Pembuatan................................................................................................ 7
V. PEMBAHASAN ......................................................................................................... 8
VI. Kesimpulan ............................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 10
Kemasan,etiket,label ......................................................................................................... 11
FORMULASI SEDIAAN TETES MATA PEMBAWA AIR

I. TUJUAN PRAKTIKUM

1. Untuk mengetahui pembuatan sediaan steril tetes mata.


2. Untuk menghitung isotonis suatu sediaan steril.
3. Untuk mengevaluasi sediaan steril.

II. TEORI DASAR

Atropine sulfat merupakan obat premedikasi golongan antikolinergik


yang paling sering digunakan. Keuntungan antikolinergik sebagai premedikasi
adalah mengurangi sekresi kelenjar saliva terutama bila dipakai obat anastetik
yang menimbulkan hipersekresi kelenjar saliva, menurunkan keasaman cairan
gasrtium, menghambat bradikardia oleh stimulasi vegal, menurunkan motilitas
intestinal, dan menyebabkan bronchodilatasi.

Atropine sulfat merupakan obat yang dapat memblokir kerja syaraf


parasimpatik. Efeknya mampu mengurangi aktivitas traktus digestivus, menekan
urinasi dan aksi nevrus vagus, kerugiannya adalah peningkatan kecepatan
metabolism, peningkatan denyut jantung, dapat menyebabkan bradikaria atau
takikardia dan dilatasi pupil.

1
Menurut Farmakope Indonesia Edisi III halaman 10. Tetes mata adalah

sediaan steril yang berupa larutan atau suspensi yang digunakan dengan cara

meneteskan obat pada selaput lendir mata disekitar kelopak mata dari bola

mata.DOM Martin : 880Tetes mata adalah seringkali dimasukkan ke dalam mata

yang terluka atau kecelakaan atau pembedahan dan mereka kemudian secara

potensial lebih berbahaya daripada injeksi intavena.

Larutan mata steril adalah steril berair atau berminyak solusi dari
alkaloid, alkalidal garam, antibiotic, sulfonamides, steroid, enzim,antihistamin,
pewarna, metabolisme antagonis, atau zat lain. Solusitersebut dimaksudkan
untuk instalasi ke dalam cul-de-sac yaitu ruangantara bola mata dan kelopak
mata. Larutan mata dapat digunakan baiksebagai tetes (tetes mata) atau sebagai
mencuci (lotion mata).
Obat mata (ophthalmica) terdiri dari tetes mata, salep mata (oculenta),
pencuci mata (collyria) dan beberapa bentuk pemakaian khusus. Pemakaian
yang khusus dapat berupa penyemprot mata sebagai bentuk depo,
yang digunakan pada mata utuh atau terluka.
Sediaan tetes mata adalah cairan atau suspensi steril yang mengandung
satu atau lebih zat aktif, tanpa atau dengan penambahan zat tambahan yang
sesuai. Sediaan ini digunakan pada mata dengan cara meneteskan obat tersebut
pada selaput lendir disekitar kelopak dan bola mata. Sediaan tetes mata
merupakan sediaan yang dalam pembuatannya memerlukan pertimbangan yang
tepat terhadap pemilihan formulasi sediaan, seperti penggunaan bahan aktif,
pengawet, isotonisitas, dapar, viskositas dan pengemasan yang cocok. Sediaan
tetes mata biasanya mengandung satu atau lebih bahan aktif, dan merupakan
elemen terpenting yang memberikan efek terapeutik.

2
Faktor-faktor dibawah ini sangat penting dalam sediaan larutan mata:
1. Ketelitian dan kebersihan dalam penyiapan larutan.
2. Sterilisasi akhir dari collyrium dan kehadiran bahan antimikrobayang
efektif untuk menghambat pertumbuhan dari banyakmikrorganisme selama
penggunaan dari sediaan.
3. Isotonisitas dari sediaan.
4. Ph yang pantas dalam pembawa untuk menghasilkan stabilitasyang
optimum (scoville:211)
Obat tetes mata yang baik seharusnnya memiliki sifat sebagai berikut:
1. Steril.
2. Dalam pembawa yang mengandung bahan-bahan germisidal
untukmeningkatkan sterilitas .
3. Bebas dari partikel yang tersuspensi.
4. Bahan-bahan yang akurat.
5. Isotonik atau sangat mendekati isotonik.
6. Dibuffer sebagaimana mestinya.
7. Dimasukkan dalam wadah yang steril.
8. Dimasukkan dalam wadah kecil dan praktis.
A. Monografi

1. Bahan berkhasiat : Atropin sulfat


Pemerian : Hablur tidak berwarna atau serbuk hablur
putih, tidak berbau, sangat pahit. (FI III,
98)
Kelarutan : Larut dalam kurang dari 1 bagian air dan
dalam lebih kurang 3 bagian etanol 90%.
(FI III, 98)
Titik leleh : 191-195 oC (FI III, hal 99)
2. Dosis
Dosis lazim :-
Dosis Maksimum :-

3
3. Daftar Obat
Obat keras
4. Sediaan Obat
Pemerian : Larutan bening
Stabilitas :
OTT : Alkali, asam tanat, garam merkuri
(Mart, 523)
Ph : 3,5 - 6 (Fornas II, 32) Ditambahkan
HCl/NaOH sebagai pestabil pH.
Antioksidan :-
Pengawet : Benzalkonii Chloridum 0,01%
Stabilisator : Dinatrii edetas 0,05% (Chelating Agent)

III. ALAT DAN BAHAN


- Alat
Beaker glass, corong & kertas saring, pipet tetes mata, botol tetes mata,
kaca arloji, spatel logam, batang pengaduk, syiringe.
- Bahan
Atropin sulfat, benzalkonium chloridum, dinatrii etedas, natrii
chloridum, aquades.

IV. METODE

A. Sterilisasi Alat dan Sediaan

 Alat
ALAT STERILISASI WAKTU
Beaker glass Oven 1700C 30’
Corong & kertas saring Autoklaf 1210C 15’
Pipet tetes mata Autoklaf 1210C 15’
Botol tetes mata Oven 1700C 30’

4
Kaca arloji Api langsung 20’
Spatel logam Api langsung 20’
Batang pengaduk Api langsung 20’
Syringe Autoklaf 1210C 15’

 Bahan
1. Pemanasan dalam otoklaf (Sterilisasi A)
Sediaan yang akan disterilkan diisikan ke dalam wadah yang
cocok, kemudian ditutup kedap. Jika volume dalam tiap wadah
yang tidak lebih dari 100 ml. Sterilisasi dilakukan dengan uap air
jenuh pada suhu 115° sampai 116° selama 30 menit.
Jika volume dalam tiap wadah lebih dari 100 ml, waktu
sterilisasi diperpanjang hingga seluruh isi tiap wadah berada pada
suhu 115° sampai 116° selama 30 menit.
2. Penyaringan (Sterilisasi C)
Larutan disaring melalui penyaring bakteri steril, diisikan
ke dalam wadah akhir yang steril, kemudian ditutup kedap
menurut Teknik aseptic.

B. Formula Lengkap
1. Formula
Atropin sulfat 1%
Obat tetes mata 10 ml No. 1

2. Formula lengkap
Atropin sulfat 1%
Benzalkonium chloridum 0,01%
Dinatrii edetas 0,05%
Natrii chloridum 0,763%
Aquades

5
C. Perhitungan Bahan
A. Kelengkapan
Zat ∆tb C
Atropin sulfat 0,073 1
Benzalkonii chloridum 0,091 0,01
Dinatrii edetas 0,132 0,05

B. Perhitungan tonisitas
0,52 − ∆𝑡𝑏. 𝐶
𝑤=
0,576

0,52 − {(0,073.1) + (0,091.0,01) + (0,132.0,05)}


=
0,576
0,52 − 0,080
=
0,576
0,44
=
0,576

= 0,763 % 𝑏/𝑣

D. Penimbangan
Bahan Satuan dasar Volume produksi
1 ml 15 ml
Atropin sulfat 100 mg 0,1% x 15 ml
=0,15 g = 150 mg
NaCl 76,3 mg 0,01% x 15 ml
=0,0015 g = 1,5 mg
Dinatrii edetas 5 mg 0,05% x 15 ml
= 0,0075 g = 7,5 mg
Sediaan tersedia dalam bentuk
larutan 1 : 100
1 : 100 = 1g/100ml =10mg/ml

6
Jika 1ml=20 tetes
10 7,5
=(20 = ) = 15 tetes
𝑥

Benzalkonii chloridum 1 mg 0,01% x 15 ml


=0,0015 g = 1,5 mg
Sediaan tersedia dalam bentuk
larutan 1 : 1000
1: 1000 = 1g / 1000 ml =
1mg/ml
Jika 1 ml=20 tetes
1 1,5
=( 20 = ) = 30 tetes
𝑥

E. Prosedur Pembuatan
1. Dilarutkan atropin sulfat dalam sebagian aquadest
2. Dilarutkan NaCl dalam sebagian aquadest
3. Dicampurkan kedua larutan tersebut
4. Ditambahkan larutan benzalkonii chloridum 30 tetes
5. Ditambahkan larutan dinatrii edetas 15 tetes
6. Ditambahkan aquadest ad mendekati volume akhir (12 ml). Cek pH. pH
yang di dapatkan 5
7. Ditambahkan aquadest ad 15 ml
8. Disiapkan botol tetes mata dan pipetnya yang telah disterilkan
9. Saring larutan atropin sulfat dengan menggunakan bakteri filter sebanyak
10,5 ml secara aseptik

7
V. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini membuat obat tetes mata menggunakan zat
aktif atropin sulfat. Pembuatan sediaan obat tetes atropin sulfat dibuat
dengan menggunakan pelarut air.Atropine sulfat sangat mudah larut dalam
air, sehingga pembuatanya juga lebih stabil dengan pelarut air. Pembawa air
yang digunakan adalah aquadest. Pada formulasinya ditambahakan zat
tambahan Natrium chloridum (NaCl), karena jika tidak ditambahkan obat
tetes mata tidak memenuhi syarat yaitu hipotonis. Jika larutan obat tetes
mata dalam keadaan hipotonis akan berbahaya karena menyebabkan
pecahnya pembuluh darah.
Semua alat-alat harus disterilisasikan agar mendapatkan larutan
yang steril, bebas partikel asing dan mikroorganisme. Agar obat tetes mata
dan cuci mata nyaman dan tidak pedih dimata saat digunakan maka harus
dibuat isotonis dengan penambahan NaCl. Dalam pembuatan obat tetes
mata perlu di perhatikan pHnya supanya tetap dalam rentang kesetabilan
bahan. Sediaan dibuat steril dengan cara penyaringan menggunakan bakteri
filter.
Evaluasi sediaan yang dapat dilakukan setelah sediaan obat tetes
mata selesai dibuat adalah evaluasi penampilan sediaan obat tetes
mata yang dihasilkan diperoleh larutan bening. Hal ini di karenakan
atropine sulfat tidak terjadi reaksi dan stabil pada saat penyimpanan dan
pembuatan, atropine sulfat memiliki pH sekitar 3,5-6.

8
VI. Kesimpulan
Dari hasil praktikum di dapat nilai tonisitas dari sediaan tetes mata
Atropine Sulfat adalah 0,763% sehingga harus ditambah NaCl agar larutan
menjadi isotonis.Sediaan obat tetes mata Atropin Sulfat ini disterilisasi
dengancara C, yaitu dengan menggunakan bakteri filter. Sediaan dibuat
sebanyak 1 botol tetes mata dengan masing-masing 10 ml. Formula yang
digunakan yaitu Atropin Sulfat 1%, Benzalkonium Chloridum 0,01%,
Dinatrii edetas 0,05%, NaCl 0,763% dan aquadest ad 10 ml. Benzalkonium
Chloridum sebagai pengawet dan Dinatrii edetas sebagai stabilisator.

9
DAFTAR PUSTAKA

Anief, Moh. 2004. Ilmu Meracik Obat . Yogyakarta : Gadjah Mada University
Press.
Anonim. 2006. Martindale The Extra Pharmacopoeia 36th edition. London:
The Pharmaceutical Press.
Syamsuni. 2006. Ilmu Resep. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Anonim. 1995. Farmakope Indonesia edisi III. Departemen Kesehatan
Republik Indonesia. Jakarta.
Lachman, Lieberman . 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Jakarta: UI-
Press.

10
Kemasan,etiket,label

11