Anda di halaman 1dari 61

STRUKTUR DAN UTILITAS V

Interspasial Structure

Dosen Pembimbing :

Ir. H. Pujadi SP., MM.

Disusun Oleh :

Belinda Natania

41216210004

Fakultas Teknik

Program Studi Arsitektur

Universitas Mercu Buana Kranggan

2019


INTERSPASIAL STRUCTURE 1


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih
memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga saya diberi
kesempatan yang luar biasa ini yaitu kesempatan untuk menyelesaikan tugas
penulisan makalah tentang “Struktur Interspasial”

Makalah ini disusun berdasarkan rangkuman dari beberapa sumber-


sumber informasi media elektronik yang berkaitan dengan masalah
perkembangan yang ada di dalam struktur bangunan tinggi. Dengan uraian
yang sangat sederhana serta penjelasan yang sistematis, saya harapkan
makalah ini dapat menjadi salah satu bahan bacaan yang menarik untuk
dibaca dan mudah dipahami oleh seluruh pembaca. Akhirnya saya
mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu
dalam penyelesaian makalah ini.

Akhir kata, penulis mengharapkan saran-saran dari pembaca sebagai


masukan yang berguna bagi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah
ini bermanfaat bagi semua.

Bekasi, Maret 2019

Penyusun
Belinda Natania


INTERSPASIAL STRUCTURE 2


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................... i

KATA PENGANTAR ................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang…………………………………… 5

B. Rumusan Masalah……………………………….. 6
C. Tujuan Penulisan…………………………........... 6

D. Manfaat Penulisan……………………………….. 6

BAB II PEMBAHASAN

A. Fungsi Struktur Dalam Arsitektur………………….... 7


B. Prinsip Dasar Struktur………………………………… 8
C. Elemen-elemen Dasar Struktur……………………… 9
D. Klasifikasi Struktur……………………………………. 10
E. Fungsi Utama Pada Sistem Struktur……………….. 12
F. Konsep Dasar Sistem Struktur……………………… 12
G. Unsur-unsur Dasar Bangunan Tinggi………………. 13
H. Ciri Sistem Struktur Vertikal…………………………. 13
I. Beban Kritis dan Refleksi Pada Sistem Struktural
Vertikal…………………………………………………. 18
J. Sistem yang Lengkap dan Tambahan Pada
Penyaluran Bebas Angin…………………………….. 21
K. Kelengkapan Pengikat Angin Dalam Perancangan
Denah Lantai………………………………………….. 21
L. Ketahanan Terhadap Pengaruh Angin Pada Arah

INTERSPASIAL STRUCTURE 3


Melintang dan Memanjang…………………………… 22
M. Beban yang Berpengaruh Pada Bangunan Tinggi... 23
N. Struktur Bangunan Tinggi ( Struktur Interspasial )… 35
O. Contoh Bangunan yang Menggunakan Struktur
Interspasial…………………………………………….. 41
P. Garis Besar Perencanaan Bangunan Tinggi………. 55
Q. Struktur Bangunan Tinggi yang Umum Dipilih…….. 57

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan……………………………………………. 59
B. Saran…………………………………………………… 60

DAFTAR PUSTAKA


INTERSPASIAL STRUCTURE 4


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Struktur bangunan adalah bagian dari sebuah sistem bangunan yang


bekerja untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di
atas tanah. Fungsi struktur dapat disimpulkan untuk memberi kekuatan dan
kekakuan yang diperlukan untuk mencegah sebuah bangunan mengalami
keruntuhan. Struktur merupakan bagian bangunan yang menyalurkan beban-
beban. Bebab-beban tersebut menumpu pada elemen-elemen untuk
selanjutnya disalurkan ke bagian bawah tanah bangunan, sehingga beban-
beban tersebut akhirnya dapat di tahan.

Terdapat tiga bagian dari struktur bangunan antara lain :

- Struktur bawah (substruktur) adalah bagian-bagian bangunan


yang terletak di bawah permukaan tanah. Struktur bawah ini meliputi pondasi
dan sloof.

- Struktur tengah merupakan bagian-bagian bangunan yang


terletak di atas permukaan tanah dan di bawah atap, serta layak ditinggali
oleh manusia. Yang dimaksud struktur tengah di antaranya dinding, kolom,
dan ring.

- Struktur atas (superstruktur) yaitu bagian-bagian bangunan yang


terbentuk memanjang ke atas untuk menopang atap. Struktur atas bangunan
antara lain rangka dan kuda-kuda.

Setelah banyak mengalami perkembangan jaman terdapat pula


beberapa perkembangan terhadap bentuk bangunan, sehingga sistem
struktur pada bangunan juga dituntut untuk dapat membentuk bentuk
bangunan tersebut namun juga harus memperhatikan kekokohan bangunan
tersebut. Juga tidak lepas dari fungsi rungan bangunan tersebut, banyak
bangunan yangmemerlukan ruangan yang dapat bergerak bebas dan fleksibel
tanpa adanya sistem-sistem struktur bangunan yang menghalangi, hal ini akan

INTERSPASIAL STRUCTURE 5


menjadi permasalahan apabila system struktur bangunan tersebut menerus
hingga keatas sehingga ruangan fleksibel yang luas pada bangunan tidak
dapat tercipta, sedangkan dari segi fungsi ruangan tersebut harus ada di
bangunan tersebut.

B. Rumusan Masalah

A. Apa saja fungsi dan prinsip struktur dalam arsitektur


B. Bagaimana konsep dasar sistem struktur
C. Apa saja ciri sistem struktur vertical
D. Apa yang dimaksud dengan Struktur Interspasial
E. Bagaimana contoh bangunan yang menggunakan Struktur Interspasial

C. Tujuan Penulisan

A. Untuk mengetahui fungsi dasar serta prinsip struktur dalam arsitektur


B. Untuk mengetahui bagaimana konsep dasar sistem struktur
C. Untuk mengetahui ciri-ciri sistem struktur vertical
D. Untuk memperluas wawasan ilmu mengenai Struktur Interspasial
E. Untuk mengetahui apa saja contoh bangunan yang menggunakan
Struktur Interspasial

D. Manfaat Penulisan

A. Menambah wawasan bagi penulis dan pembaca


B. Mengenal ilmu tentang bangunan tingkat tinggi
C. Mengenal hubungan struktur interspasial


INTERSPASIAL STRUCTURE 6


BAB II

PEMBAHASAN

A. Fungsi Struktur Dalam Arsitektur

Hubungan struktur konstruksi dengan arsitektur dibedakan


menjadi 2 (dua) yakni :

1. Sebagai elemen untuk mewujudkan rancangan dan hanya


berfungsi sebagai elemen untuk meneruskan beban;

2. Sebagai struktur yang ter-integrasi dengan fungsi dan bentuk.


Sebagai elemen rancangan, elemen struktur berfungsi
mempertegas dan memperkuat keberadaan ruang, dimana
aktifitas berlangsung, sedang elemen struktur sebagai elemen
untuk meneruskan beban adalah untuk mempertegas kekuatan
dan kekokohan bangunan untuk mendukung eksistensi
bangunan.

Dalam proses perancangan ada beberapa tahapan yang perlu


diperhatikan untuk membentuk arsitektur, yakni :

a. Perlu wawasan dan pemahaman terhadap keterkaitan yang erat


antara struktur dan arsitektur;

b. Juga pemahaman terhadap prilaku struktur, stabilitasnya dan


metode konstruksi yang dilakukan;

c. Melakukan pemodelan pada struktur untuk melihat


kemungkinankemungkinan prilaku struktur sesuai metode-
metode struktur yang dipakai;

d. Pengenalan terhadap material, struktur dan metode konstruksi


yang benar untuk mendapatkan properti material secara baik;

e. Melakukan pemahaman secara holistik (terpadu) terhadap sistim


struktur, konstruksi dan material/bahan dengan prinsip-prinsip
perancangan, konsep struktur, pengetahuan iklim, sosial budaya
dan lainnya yang menunjang ide desain.


INTERSPASIAL STRUCTURE 7


B. Prinsip Dasar Struktur

Ekspresi bentuk arsitektur dengan pendekatan aspek struktur


akan memberikan cerminan kekuatan, keseimbangan dan kestabilan
struktur.

o Kekuatan.

Kekuatan merupakan kemampuan elemen dan komponen


struktur bangunan yang bekerja secara vertikal ataupun horizontal
bangunan dalam menahan beban-beban yang timbul. Komponen
struktur vertikal berupa kolom yang fungsinya untuk menahan gaya-
gaya vertikal yang dialirkan dan disebarkan menuju sub-struktur dan
pada pondasi bangunan. Komponen struktur horizontal berupa struktur
lantai dan balok (balok utama dan balok anak) sebagai penahan beban
mati dan beban hidup yang diteruskan ke kolom. Struktur yang dibentuk
oleh elemen-elemen kaku struktur untuk memikul beban yang bekerja.
Dimana untuk membentuk struktur adalah dengan meletakkan elemen-
elemen garis (atau gabungan elemen garis) atau sebagai bentuk
elemen permukaan atau gabungan keduanya untuk saling berhubungan
dengan maksud untuk mendukung beban.

o Kestabilan.

Kestabilan bangunan merupakan kemampuan bangunan dalam


mengatasi gaya-gaya lateral dari luar, seperti angin, gempa ataupun
gaya gravitasi bumi. Hal ini dapat tercapai dari ekspresi massa ataupun
pembentuk struktur bangunan yang memberikan prilaku struktur yang
stabil. Kestabilan lateral sembarang struktur yang mengalami
sembarang kondisi pembebanan harus dicapai dengan menggunakan
pemikul beban lateral dengan memakai pengekangan lateral di
sekeliling denah.

o Keseimbangan.

Keseimbangan merupakan prilaku massa bangunan dalam


mengatasi gaya gravitasi bumi dan angin. Dimana prilaku struktur
dicapai dengan memberikan bidang-bidang vertikal masif (shear wall
atau bearing wall) yang berfungsi untuk meneruskan beban dan
membentuk sudut dengan permukaan tanah. Gerakan atau defleksi
yang diakibatkan oleh efek dinamis angin, khususnya bangunan
bertingkat, akan mengalami perubahan bentuk akibat perilaku dinamis
angin. Membesar dan mengecilnya gaya-gaya ini menyebabkan

INTERSPASIAL STRUCTURE 8


gedung berosilasi terhadap defleksi ratarata sesuai arah gaya angin
yang besar dan frekwensinya tergantung karakteristik gaya angin dan
kekakuan serta distribusi massa gedung itu sendiri. Prosedur paling
aman untuk memodelkan struktur ini adalah dengan susunan pegas
(penahan vibrasi) untuk mereduksi respon struktur aktual. Mekanisme
peredam ini dipasang pada titik-titik hubung antara balok dan kolom
untuk menyerap energi dan meredam gerakan.

C. Elemen-elemen Dasar Struktur

Elemen Struktur Vertikal

- Kolom Murni ; perletakan kolom (Lihat Lampiran Gambar)


- Letak kolom dengan pengulangan secara merata

- Letak kolom ditepi,

- Ditepi dan ditengah

- Letak kolom terpusat

- Dinding Murni ; Lihat Lampiran Gambar)

- Dinding Lurus/Linear

- Dinding Siku/Tekuk

- Dinding Core Terbuka

- Dinding Core Tertutup

- Gabungan/Kombinasi

- Kombinasi antara kolom, dinding-dinding

- Dapat diletakkan tegak, miring atu kurva



Elemen Struktur Horizontal

- Plat Lantai
- Plat Beton Slab (Solid)
- Plat Wafel
- Plat Komposit (Steel Deck - Bondex)
- Plat Berongga (Hollow-core concrete slabs)
- Atap Datar
- Dak Beton
- Steel Deck
- Komposit/Kombinasi
- Balok-Balok
- Balok Paralel; satu arah (oneway) dan dua arah (two way system)
- Balok dengan susunan Radial
- Balok dengan susunan Diagonal
- Balok dengan susunan Kombinasi (Hibrid)

INTERSPASIAL STRUCTURE 9



 Elemen Dasar Struktur menurut Bentuk Geometrik

- Elemen Garis Lurus (Balok dan Kolom) – merupakan elemen struktur
satu dimensi.

- Elemen Bidang Datar (Flat Surface Structure/Slab)

- Elemen Lipat/Patah dan Lipat Kurva ( “Folded and Curved Line“)

- Elemen Dinding Lengkung dan Dinding Miring

- Elemen Permukaan Lengkung (“Curved Surface“)


D. Klasifikasi Struktur

1. Klasifikasi struktur berdasarkan geometri dan bentuk dasarnya :

- Elemen garis adalah elemen yang panjang dan langsing dengan


potongan melintang nya lebih kecil dibandingkan ukuran
panjangnya.Elemen garis dapat dibedakan menjadi elemen lurus
dan elemen melengkung.

- Elemen permukaan adalah elemen yang ketebalannya lebih kecil


dari pada ukuran panjang nya.Elemen datar dapat berupa datar
atau lengkung.Elemen lengkung bisa berupa lengkung tunggal
atau lengkung ganda.

2. Klasifikasi struktur berdasarkan karakteristik kekakuan elemen :

- Elemen kaku, biasanya sebagai elemen yang tidak mengalami


perubahan bentuk yang cukup besar apabila mengalami tekanan
beban.

- Elemen tidak kaku atau fleksibel, misalnya kabel yang berubah


menjadi bentuk tertentu pada suatu kondisi
pembebanannya.Struktur fleksibel akan mempertahankan
keutuhan fisik nya meskipun bentuknya berubah-ubah.

3. Berdasarkan susunan elemen :

- System satu arah, dengan mekanime transfer beban dari struktur


untuk menyalurkan ketanah merupakan aksi satu arah
saja.Sebuah balok yang terbentang pada dua titik tumpuan adalh

INTERSPASIAL STRUCTURE 10


contoh system satu arah.

- System dua arah dengan system bersilang yang terletak diantara


dua titik tumpuan dan tidak terletak diatas garis yang sama.

Gambar 1. Mengkategorikan elemen berdasarkan transfer beban

Gambar 2. Klasifikasi elemen struktur



INTERSPASIAL STRUCTURE 11


4. Berdasarkan material pembentuknya di bedakan :

- Struktur kayu
- Struktur baja
- Struktur beton,dll

Elemen-elemen struktur utama seperti pada gambar 3 di kelompok kan


menjadi 3 kelompok utama yaitu :

- Elemen kaku yang umum digunakan yaitu balok, kolom, pelengkung,


pelat datar, pelat berpelengkungan dan cangkang.
- Elemen tidak kaku atau fleksibel seperti kabel, membrane atau kabel
berpelengkung tunggal maupun ganda.
- Elemen elemen yang merupakan rangkaian dari elemen elemen tunggal
: rangka, rangka batang, kubah dan jaring.

E. Fungsi Utama Pada Sistem Struktur

Fungsi utama dari system struktur adalah untuk memikul beban


yang bekerjapada bangunan (beban mati,beban hidup,beban
hujan,beban angin,bebanseismic,beban tekanan air
dan tanah,beban konstruksi,dan beban lain;suhu
yangpanas,gerakan elevator dll),,serta menyalurkannya ke tanah
melelu pondasi.Systemstruktur yang sesuai untuk bangunan tinggi:
berbentuk bidang maupun berupabatang/linier.

F. Konsep Dasar Elemen Struktur

- Pola dan Koordinasi Modul



untuk memudahkan dalam mendisain, pelaksanaan
lapangan dan perhitungan-perhitungan sruktur
1. Modul Perencanaan (Ruang/Arsitektural)
2. Modul Struktur
3. Modul Bahan/Material
4. Modul Utilitas
5. Modul Perlengkapan Furnitur

- Pola Struktur

INTERSPASIAL STRUCTURE 12


1. Pola/Modul Grid, garis-garis kotak lurus
2. Pola Radial/Memusat
3. Pola Abstrak/tidak berbentuk
4. Pola Gabungan

G. Unsur-unsur Dasar Bangunan Tinggi

a. Unsur Linear
Berupa kolom dan balok yang mampu menahan
gaya aksial dan gaya rotasi.

b. Unsur Permukaa
Terdiri dari dinding dan plat.

c. Unsur Spasial
Merupakan pembungkus fasade atau core (inti)
dengan mengikat bangunan agar berlaku sebagai
satu kesatuan .

H. Ciri Sistem Struktur Vertikal

Ciri-ciri Sistem Struktur Vertikal:

§ Merupakan elemen padat yang kaku, yang lebih mengutamakan


pengembangan vertikal
§ Menahan beban lateral dan menahan dengan kuat pada bidang
dasar/tanah
§ Dapat mengumpulkan beban beban bidang-bidang horisontal di atas
muka tanah dan kemudian menyalurkan ke pondasi
§ Mementingkan pengumpulan beban bidang-bidang horisontal yang
tersusun/saling menumpang, yang secara vertikal mengalir ke dasar
bangunan.


INTERSPASIAL STRUCTURE 13


§ Dibentuk oleh berbagai sistem pengumpulan beban, penyaluran beban,
dan kesimbangan lateral
§ Digunakan untuk penyampaian/penyaluran sistem-sistem beban/gaya
mekanisme:
• Form aktif
• Vektor aktif
• Bulk aktif
• Surface aktif
§ Karena kemungkinan pengembangan tinggi dan beban horisontal, maka
keseimbangan horisontal merupakan komponen utama dalam
perancangannya.
Pada ketinggian bangunan tertentu, masalah pembebanan horisontal
menjadi faktor penentu untuk rancangan.

§ Sistem pengumpulan beban saling berpengaruh dengan bentuk


organisasi kegiatan pada denah bangunan, sehingga tercapai
kemungkinan pengurangan elemen vertikal penyaluran beban dalam
jumlah dan kelompok/bagian.
Sistem gabungan/komposit penyaluran beban pada struktur vertikal

Sistem bentang bebas Sistem bentang (bay) Sistem bentang bebas Sistem bentang tidak
(free-span)
dengan dan kantilever (free-span) dan simetri
pendukung di tengah
INTERSPASIAL STRUCTURE
kantilever 14


Beban perlantai Beban-beban disalurkan Beban disalurkan ke titik Beban disalurkan tidak
disalurkan sebagian ke ke titik-titik di tengah antara (intermediate) seimbang ke tittik
bagian tengah dan sistem bentang pengumpul beban, yang pengumpul
sebagian ke dinding tepi pengumpul beban ke duanya
mengumpulkan beban
dari bagian tepid an
tengah bangunan
Prinsip dasar sistem penyaluran beban pada struktur vertikal:

Sistem bentang Sistem kantilever Sistem bentang bebas


(free-span system)
(bay system) (cantilever system)


INTERSPASIAL STRUCTURE 15


Pengumpulan beban
horizontal dan
penyaluran beban
vertikal

Titik-titik pengumpulan Titik-titik pengumpulan Titik-titik pengumpulan


beban disalurkan beban dibagian tengah beban pada bagian tepi
merata bangunan bangunan

Bentang dua arah (2-


way span direction)

Bentang satu arah (1-


way span direction)

Beban lantai per unit Beban lantai disalurkan Beban lantai disalurkan
area terkumpul dan ke shafa di tengah ke tepi luar bangunan
disalurkan ke tanah bangunan dan dan disalurkan ke tanah
pada setiap titik disalurkan ke tanah
memusat

INTERSPASIAL STRUCTURE 16


SISTEM DENGAN PEMBEBANAN VERTIKAL TIDAK LANGSUNG PADA
TIPE BENTANG (BAY-TYPE) SISTEM GANTUNG (SUSPENSION) PADA
STRUKTUR VERTIKAL

A. Sistem dengan beberapa lantai gantung pada balok di tengah


B. Sistem dengan gantung yang menerus
C. Sistem dengan kombinasi penggantung dan pendukung pada beberapa
kelompok lantai


INTERSPASIAL STRUCTURE 17


I. Beban Kritis dan Refleksi Pada Sistem Struktural

Vertikal

Beban-beban yang menentukan dalam perancangan sistem


struktur vertikal merupakan hasil dari beban hidup wajib (super-
imposing): beban mati, beban hidup dan angin. Kombinasi tersebut
membentuk gaya miring (slant). Semakin kecil sudut gaya miring,
semakin besar kesulitan penyaluran gaya tersebut ke tanah/dasar
bangunan.


INTERSPASIAL STRUCTURE 18


Gaya kompresif/tekan Momen putar(filting) Momen lentur (bending) Gaya geser (shear)

Mekanisme dukung beban lateral:

Dengan peningkatan tinggi bangunan maka tekanan angin per-unit area


meningkat juga. Akibatnya pada struktur menjadi lebih banyak (predominant)
dalam kaitannya dengan penyebab beban vertikal. Struktur vertikal
dipertegang oleh angin (beban)


INTERSPASIAL STRUCTURE 19


Sistem stabilisasi beban lateral karena pengaruh angin pada struktur bentang
(bay-type):

(a) Dinding geser (sistem surface-aktif)


(b) Pengait/pengaku angin (wind-bracing) – (sistem vektor-aktif)
(c) Rangka angin (wind-frame) – (sistem bulk-aktif)
(d) Diafragma rangka (sistem surface aktif)


INTERSPASIAL STRUCTURE 20


J. Sistem yang Lengkap dan Tambahan Pada

Penyaluran Beban Angin

K. Kelengkapan Pengikat Angin Dalam Perancangan

Denah Lantai

Elemen struktur untuk


pengikat angin (wind-bracing):

§ Dinding-dinding core
sirkulasi

§ Dinding-dinding luar atau


partisi


INTERSPASIAL STRUCTURE 21


L. Ketahanan Terhadap Pengaruh Angin Pada Arah

Melintang dan Memanjang

Berkaitan dengan denah lantai dan bidang-bidang penutup/dinding.

§ Melalui core sirkulasi

§ Melalui dinding luar

§ Melalui rangka


INTERSPASIAL STRUCTURE 22


M. Beban yang Berpengaruh Pada Bangunan Tinggi

Dua macam beban, yaitu:

a) Geofisika
§ Beban grafitasi:
Ø pemakaian (kantor, pabrik, tempat tinggal, umum)
Ø beban mati
Ø konstruksi
§ Beban seismologi
§ Beban meteorologi
Ø Air, bumi (settlement, pressure)
Ø Angin (tenang, kencang)
Ø Salju, debu, hujan

b) buatan manusia
§ Terikat tekanan:
Ø Menahan volume
- Pembebanan yang lama
- Perubahan temperatur (ekspansi, kontraksi)
- Perubahan kelembaban (kembang, kempio)
Ø Prestress (pra tegang)
Ø Ketidak sesuaian
Ø Sisa
- Produksi
- Berdirinya bangunan
- Pengelasan
§ Dinamik
Ø Secara acak
- Angin kencang

INTERSPASIAL STRUCTURE 23


- Perubahan pemakaian
- Pukulan
Ø Relatif tenang (perpindahan manusia)
Ø Vibrasi (getaran)
- Elevator
- Kendaraan
- Mesin-mesin

Beban geofisika dipengaruhi oleh:

• Masa
• Ukuran
• Bentuk
• Bahan
Beban yang bersumber dari buatan manusia berasal dari pergerakan
manusia dan peralatan, gaya-gaya terikat pada struktur selama proses
manufaktur dan pembangunan.

Beban diklasifikasikan dua kategori, yaitu statik dan dinamik:

Ø Beban statik adalah merupakan bagian permanen dari struktur


Ø Beban dinamik adalah beban-beban yang temprorer terhadap ruang atau
struktur.

o Beban mati merupakan beban statik yang ditimbulkan oleh


beban setiap elemen pada struktur, yaitu: berat elemen
pendukung beban pada bangunan, lantai, penyelesaian plafon,
dinding partisi permanen, penyelesaian facade bangunan, tangki
penyimpanan air, sistem distribusi secara mekanik dan lain-lain.
Estimasi beban mati 15 – 20 % dari keseluruhan beban.


INTERSPASIAL STRUCTURE 24


o Beban hidup lebih bervariasi dan tidak dapat dipastikan, karena
perubahannya selain karena waktu juga sebagai fungsi dari
lokasi/penempatan. Beban ini disebut juga sebagai beban
pemakai yang termasuk berat orang, perabotan, partisi bongkar
pasang, buku-buku, almari, peralatan mekanik dan industri,
kendaraan dan semua beban semi permanen atau temporer

Bagian-bagian struktural dan rentangan antara lantai dengan bagian


struktural harus dirancang untuk mendukung beban yang terdistribusi secara
seragam ataupun yang terkonsentrasi, yang menghasilkan tegangan yang
lebih besar.

Kapasitas beban pada bangunan berkurang karena umur abngunan, yan


gdiakibatkan oleh beban angin, getaran, perubahan temperatur, pergeseran,
perubahan-perubahan menerus karena pengaruh lingkungan.

Sedangkan beton dan bata misalnya, makin lama akan meningkat


kapasitas beban atau dukungannya.

Dari sudut struktural, pemilihan sistem struktur yang sesuai tergantung atas 3
faktor, yaitu:

- Beban yang akan didukung


- Perlengkapan bahan-bahan bangunan
- Aksi struktural: beban dialirkan melalui bagian-bagian bangunan ke tanah

Beban konstruksi:


INTERSPASIAL STRUCTURE 25


Pada umumnya bgian-bagianstruktural dirancangan untuk
menanggulangi beban hidup dan mati, namun adakalanya dirancang
jauh melebihi. Hal tersebut dibutuhkan untuk memenuhi pembebanan
saat pelaksanaan pembangunan, misalnya adanya penimbunan bahan-
bahan yang berat, pemindahan dan sebagainya. Pada beton ”precast”,
saat-saat kritisnya adalah saat cetakan panel berat tersebut diangkat
dari pencetaknya. Panel tersebut harus juga tahan terhadap proses
pengangkutan-pembangunan-kejutan-regangan saat-saat
pemasangannya.

Beban hujan, es dan salju:

Air merupakan bahan yang cukup berat dan harus


diperhitungkan, terutama pada bentuk atap datar saat terjadi
penyumbatan saluran drainasinya. Saat air menimbun maka lantai atap
tersebut dapat melengkung. Proses ini diseebut “ponding” atau
mengolam (seperti kolam) yang menyebabkan runtuhnya atap tersebut.

Beban angin:

Bangunan struktur batu yang memiliki bidang pembukaan yang


sempit, jarak antar kolomnya sempit, bagian-bagiannya masif, bidang-
bidang partisinya berat sehingga bangunan tersebut sangat berat,
masalah beban angin bukan hal yang berat. Namur pengenalan
bangunan rangka baja yang ringan sehingga berat tidak lagi menjadi
factor pembatas ketinggian bangunan, maka era bangunan tinggi
tersebut mendapatkan masalah-masalah baru. Untuk mengurangi
beban mati dan mencipta ruang-ruang yang besar dan lebih fleksibel,
balok dengan bentang yang lebih lebar, partisi-partisi yang dapat

INTERSPASIAL STRUCTURE 26


dipindah-pindahkan dan lain-lain telah dikembangkan. Hal-hal tersebut
telah banyak mengurangi tingkat kekakuan bangunan (“rigidity”)
sehingga beban lateral berupa goyangan menjadi pokok perhatian bagi
kekuatan bangunan tersebut.

Pengaruh angin pada bangunan hádala dinamik yang


dipengaruhi oleh factor lingkungan seperti kekasaran dan bentuk area
dalam skala besar, bentuk, kelangsingan dan tekstur wajah bengunan
dan penataan bangunan-bangunan yang berdekatan.

Beban angin dapat ditinjau atas:

- Kecepatan angin
- Topologi sebagai faktor pokok tekanan angin
- Tekanan angin
- Turbulence (putaran angin)
- Arah angin
- Toleransi manusia
-
Beban seismik:

Terutama timbul oleh adanya geseran lapisan bumi yang disebut


gempa. Beban gempa ini sangat berpengaruh dan bahkan merusak
struktur bangunan, karena gerakan yang timbul adalah vertikal dan
horisontal secara bersamaan. Akselerasinya diukur sebagai penetrasi
akselerasi grafitasi yang merupakan dasar perancangan bangunan
tahan gempa. Untuk melindungi pemakai bangunan, maka bangunan
harus tahan dan tidak runtuh karena gempa.


INTERSPASIAL STRUCTURE 27


Tingkah laku bangunan saat terjadi gempa:

Persyaratan tambahan:

Ø Pondasi ”pile” atau ”caisson” yang dihubungkan dengan pengikat, dengan


kemampuan terhadap tekanan/tegangan beban horisontal sebersar 10 %
beban pile terbesar.
Ø Distribusi beban geser horisontal ke elemen sistem penahan gaya lateral
harus proporsional terhadap kekakuan elemen-elemen tersebut.


INTERSPASIAL STRUCTURE 28


Ø Momen torsi horiosntal (puntiran) yang timbul kerana perbedaan titik pusat
masa bangunan dan titik pusat kekakuan bangunan, maka elemen
penahan geser harus tahan terhadap momen torsi sebesar yang
berpengaruh pada lantai (geser) dengan titik pusat 5 % dimensi bangunan
maksimal pada lantai tersebut.
Ø Putaran yang disebabkan oleh angin dan gempa harus dapat ditahan oleh
bangunan. Kemampuan rangka ruang menahan momen paling tidak 25 %
dari syarat gaya seismik dari struktur keseluruhan.
Ø Dan lain-lain (HRBS page 28)

Beban tekanan tanah dan air:

Bagian struktur bangunan di bawah muka tanah mendukung


beban yang berbeda dengan bagian yang ada diatas muka tanah. Sub
struktur mendukung tekanan lateral dari tanah dan air tanah yang tegak
lurus terhadap dinding substruktur dan lantainya. Tekanan air tanah
pada setiap titik setara dengan berat satuan zat cair yang dikalikan
dengan jarak muka air tanah kedalam substruktur.


INTERSPASIAL STRUCTURE 29


Beban karena menahan perubahan volume material:

Yaitu memuai dan menyusut karena pengaruh temperatur.


Bangunan tinggi yang lebih ringan dengan bentuk-bentuk arsitektural
”exposed” menyebabkan kekakuan bangunannya berkurang dan
mudah sekali terpengaruh gerakan dan beban induksi temperatur.
Fasade struktur yang ”exposed” yang punya perbedaan suhu terhadap
suhu interior bangunan yang dikontrol, menyebabkan gerakan vertikal
pada bidang tepi bangunan, yaitu terjadinya kontraksi (menyusut) bila
suhu menurun dan ekspansi (memuai) saat temperatur naik.

Gerakan horisontal pada struktur lantai disebabkan oleh struktur


atap yang ’exposed”, dengan adanya perbedaan suhu disekitar tepi
bangunan yaitu bagian yang exposed terhadap radiasi matahari dan
bagian yang terlindung.

INTERSPASIAL STRUCTURE 30


Posisi kolom terhadap facade bangunan menghasilkan tingkat
exposed yang beragam, yaitu:

Keterangan:

a) di dalam
b) pada garis dinding
c) sebagian exposed
d) exposed seluruhnya
Macam dan pengaruh gerakan induksi temperatur:

a) bengkoknya kolom (”bending”)


b) gerakan karena perbedaan kolom-kolom exterior dan interior
c) gerakan karena perbedaan kolom-kolom eksterior
d) gaya perubahan bentuk pada lantai
e) gerakan karena perbedaan atap dan lantai di bawahnya


INTERSPASIAL STRUCTURE 31


Perbedaan susut dan muai antara bidang atap exposed dan lantai
dibawahnya dapat meretakkan struktur dinding pendukung batu bata atau
terjadi kolom yang membengkok (bending) pada bangunan rangka kaku
(rigid)

f) dan lain-lain cara menahan secara fisik (lihat HRBS page 44)
menahan secara mekanik (lihat HRBS page 45)

Beban susut muai pada struktur nbangunan punya banyak kesamaan


dengan pengaruh suhu

INTERSPASIAL STRUCTURE 32


Beban kejut (impact) dan dinamik:

Beban getaran dapat berasal dari bangunan tersebut maupun


kondisi sekitarnya. Sumber internal hádala dari elevator escalador,
mesin-mesin, peralatan mekanik, mobil-mobil dan sebagainya yang
diakibatkan oleh akselerasi dan deselerasi mendadak dari lift dan mobil
sehingga beban kejut dapat mempengaruhi struktur. Sumber outdoor
beban getar adalah gaya-gaya oleh angin dan seismik/gempa, suara,
pengaruh trafik disekitarnya. Untuk melakukan control terhadap
vibrasi/getaran tidak hanya memperkuat bagian-bagian bangunan saja,
tetapi dengan melakukan isolasi sumber getar atau meredam gerakan.
Sumber getaran dapat diisolasi dengan memisahkan sumber dari
struktur, sedangkan gerakan yang bergetar diredam dengan mengontrol
transmisi getaran dari satu ke eleven lanilla dengan menggunakan
isolator resilien. Peningkatan beban hidup untuk menanggulangi efek
dinamik, yaitu:

• Pendukung elevador 100%


• Crane pengangkat 25%
• Pendukung mesin ringan 20%
• Pendukung unit power/tenaga 50%
• Pendukung/penggantung lantai/balkon 33%


INTERSPASIAL STRUCTURE 33


Beban ledakan (blast):

Bangunan harus mampu melawan gaya tekan internal dan


eksternal yang disebabkan oleh ledakan. Runtuhnya sebagian dari
bangunan oleh ledakan gas internal karena sabotasi/kecelakaan karena
kebocoran api dan gas. Ledakan yang ditimbulkan menimbulkan
tekanan yang tinggi di area ledakan, memberikan beban yang Sangay
tinggi terhadap elemen bangunan, sehingga dinding-lantai-jendela
terlepas. Tekanan internal ini harus dapat diblokir secara lokal
sehinggga tidak menimbulkan meluasnya struktur lebih berat.

Beban kombinasi:

Karena kombinasi efek pembebanan pada bangunan sepanjang


wktu sehingga Sangay penting merancang struktur yang
memperhatikan kemungkinan kombinasi pembebanan.


INTERSPASIAL STRUCTURE 34


N. Struktur Bangunan Tinggi ( Struktur Interspasial )

Struktur interspasial merupakan sistem struktur rangka, dengan satu


lantai yang terkantilever yang berselang – seling untuk memungkinkan ruang
fleksibel di atas rangka. Ruangan yang berada di dalam lantai rangka dapat
digunakan untuk peralatan tetap, dan ruangan bebas lantai dapat digunakan
untuk kegiatan.


INTERSPASIAL STRUCTURE 35


Struktur rangka tinggi selantai yang terkantilever diadakan pada setiap
lantai antara untuk memungkinkan ruang fleksibel di dalam dan di atas rangka.
Ruangan yang berada di dalam lantai rangka di atasnya dapat digunakan untuk
kegiatan lainnya.

Dalam arsitektur, ruang interstisial adalah ruang yang tidak jatuh di


dalam ruangan, juga di luar gedung - celah antara lantai dan dinding. Meskipun
kami tidak menghuni mereka, mereka dapat menjadi bagian integral dari fungsi
bangunan. Seluruh tingkat pengantara yang dapat diakses dapat dibangun
untuk mengakomodasi pipa ledeng, listrik, dan sistem mekanis bangunan,
khususnya di rumah sakit, tempat denah lantai yang fleksibel dan layanan yang
dapat diakses meminimalkan gangguan. Bangunan pertama yang benar-benar
memanfaatkan desain ruang interstisial adalah Institut Salk untuk Studi Biologi
Louis Kahn di La Jolla, California (1959–1965), di mana tingkat menengah
yang besar antara lantai utama menyediakan akses ke saluran, tabung, dan
kabel yang menggunakan layanan itu. laboratorium institut. Desain seperti itu
memungkinkan layanan bangunan ditingkatkan secara terus-menerus seiring
kemajuan teknologi - tinjauan ke depan sangat penting bagi lembaga
penelitian.

Bagian ini menunjukkan tiga lantai laboratorium Salk Institute dengan ruang
layanan pengantara (dengan langit-langit lurik) di atas setiap lantai.


INTERSPASIAL STRUCTURE 36


Baru-baru ini, arsitek telah menggunakan istilah ini untuk
menggambarkan ruang di pinggiran lingkungan binaan. Ini mungkin berarti
penggambaran yang tajam antara bangunan dan lansekap alami, atau tanah
buram di mana di dalam bertemu di luar, ruang transisi yang secara mendalam
dapat mempengaruhi pengalaman kami tentang situs. Teras tertutup
menyediakan tempat duduk yang terlindung namun di luar; dinding kaca yang
dapat ditarik membingungkan pembagian antara masuk dan keluar. Arsitek
juga merujuk pada ruang interstisial antara bangunan yang ada, di mana
struktur baru seperti New York Goldman Alley menyebabkan ruang kota untuk
menyatu dan tumpang tindih. Budaya jalanan Melbourne yang terkenal
mendiami celah-celah ini, mengaburkan batas antara perantara dan yang
berpengalaman, atau perjalanan dan tujuan.


INTERSPASIAL STRUCTURE 37



INTERSPASIAL STRUCTURE 38



INTERSPASIAL STRUCTURE 39


Bangunan Rangka Interspasial lebih lemah dibandingkan dengan
bangunan Rangka Staggered yang lebih kokoh, karena Truss Interspasial
Rangka digunakan pada lantai antara serta mendukung bagian atas dan
bagian bawah plat lantai, sedangkan Rangka Staggered lebih kokoh dari pada
sistem interpasial. Pada rangka staggered digunakan pada setiap lantai, dan
disusun menurut pola berselang. Dengan rangka berselang seling pada satu
lantai dengan lantai lainnya, dapat dihasilkan ruang bebas yag cukup besar.
Plat-plat lantainya menumpu pada bagian bawah lantai di atasnya

Pemilihan sistem struktur bangunan tinggi tidak hanya berdasarkan atas


pemahamana struktur dalam konteksnya semata, tetapi lebih kepada faktor
fungsi terkait dengan kebutuhan budaya, sosial, ekonomi dan teknologi.

Beberapa faktor dalam perencanaan sistem pembangunan struktur


bangunan tinggi adalah :
1. Pertimbangan umum ekonomi
2. Kondisi tanah
3. Rasio tinggi lebar suatu bangunan
4. Pertimbangan fabrikasi dan pembangunan
5. Pertimbangan mekanis (sistem utilitasnya)
6. Pertimbangan tingkat bahaya kebakaran
7. Pertimbangan peraturan bangunan setempat
8. Ketersediaan dan harga bahan konstruksi utama


INTERSPASIAL STRUCTURE 40


O. Contoh Bangunan yang Menggunakan Struktur
Interspasial

- Louis Kahn – Salk’s Institute, California

Pada tahun 1959, Jonas Salk, pria yang menemukan vaksin polio,
mendekati Louis I. Kahn dengan sebuah proyek. Kota San Diego, California
telah memberinya tempat indah di La Jolla di sepanjang pantai Pasifik, tempat
Salk berniat untuk menemukan dan membangun pusat penelitian biologi. Salk,
yang vaksinnya telah memiliki dampak mendalam pada pencegahan penyakit,
bersikeras bahwa desain untuk fasilitas baru ini harus mengeksplorasi
implikasi dari ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan. Dia juga memiliki arahan
yang lebih luas, jika tidak kalah pentingnya, untuk arsitek yang dipilihnya: untuk
"menciptakan fasilitas yang layak dikunjungi oleh Picasso." Hasilnya adalah
Salk Institute, sebuah fasilitas yang dipuji karena fungsinya dan estetika yang
mencolok - dan cara masing-masing saling mendukung. [1,2]


INTERSPASIAL STRUCTURE 41


Bersamaan dengan instruksi yang tinggi ini, Salk memberikan
serangkaian persyaratan yang lebih praktis. Ruang laboratorium di fasilitas
baru harus terbuka, luas, dan mudah diperbarui karena penemuan dan
teknologi baru memajukan program penelitian ilmiah. Seluruh struktur harus
sederhana dan tahan lama, membutuhkan perawatan minimal. Pada saat yang
sama, itu harus cerah dan ramah - lingkungan yang menginspirasi bagi para
peneliti yang akan bekerja di sana. [3]


INTERSPASIAL STRUCTURE 42


Skema Kahn untuk Institut diatur secara spasial dengan cara yang mirip
dengan biara: komunitas intelektual yang terpencil. Tiga zona harus berdiri
terpisah, semuanya menghadap laut ke barat: Gedung Pertemuan, Desa, dan
laboratorium. Gedung Pertemuan harus menjadi tempat komunitas dan
konferensi yang besar, sementara Desa harus menyediakan tempat tinggal;
setiap bagian dari kompleks itu kemudian akan dipisahkan dari tetangganya
yang sejajar dengan taman air. Pada akhirnya, Gedung Pertemuan dan Desa
dipotong dari proyek, dan hanya laboratorium yang dibangun. [4]


INTERSPASIAL STRUCTURE 43


Laboratorium Salk Institute, yang pertama kali disusun sebagai
sepasang menara yang dipisahkan oleh taman, berevolusi menjadi dua blok
memanjang yang saling mencerminkan satu sama lain melintasi sebuah alun-
alun beraspal. Pengadilan pusat dibatasi oleh serangkaian menara terpisah
yang tonjolan diagonalnya memungkinkan jendela menghadap ke barat ke
laut. Menara-menara ini terhubung ke blok-blok laboratorium persegi panjang
oleh jembatan-jembatan kecil, yang menyediakan jalur melintasi celah dari dua
lapangan cekung yang memungkinkan cahaya alami merembes ke dalam
ruang-ruang penelitian di bawah ini. Kahn termasuk pengadilan ini tidak hanya
sebagai sumur cahaya, tetapi sebagai referensi ke biara biara Santo
Fransiskus dari Asisi - sebuah contoh yang sebelumnya Salk menyatakan
kekagumannya. [5,6]

Banyak keputusan desain yang diimplementasikan Kahn di Salk


Institute berasal dari pelajaran yang dipetik selama karyanya di Laboratorium
Penelitian Medis Richards di Universitas Pennsylvania. Masalah dengan
crowding di Laboratorium Richards menyebabkan tata letak yang lebih terbuka,
tidak terhalang di Salk. Itu juga di Pennsylvania bahwa Kahn pertama kali
mengembangkan gagasan memisahkan ruang penelitian dari infrastruktur
utilitas di lantai yang berbeda, sebuah inovasi yang akan diterapkan lebih
komprehensif dalam proyeknya nanti. Pergantian tingkat laboratorium dan
infrastruktur memungkinkan pemeliharaan bangunan terjadi tanpa
mengganggu penelitian yang terjadi di atas atau di bawah. [7]


INTERSPASIAL STRUCTURE 44


Sesuai instruksi Salk, Kahn juga merancang laboratorium agar mudah
ditingkatkan. Balok pendukung dibatasi pada tepi masing-masing lab,
memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengkonfigurasi ulang
peralatan dan ruang di dalamnya. Sistem mekanis tidak disegel di belakang
beton, tetapi di balik dinding blok yang dapat dipindahkan keluar dari jalan
selama pemeliharaan dan renovasi. Jendela laboratorium ditahan dengan
sekrup, yang memungkinkannya untuk sementara dilepas sehingga peralatan
besar dapat dipindahkan masuk dan keluar dari gedung tanpa memerlukan
struktur apa pun untuk dihancurkan. Bangunan ini dapat "menebak besok,"
saran Salk. pada tahun 1967. [8]


INTERSPASIAL STRUCTURE 45



INTERSPASIAL STRUCTURE 46


Laboratorium, dengan desain, ruang perusahaan bersama kolaborasi
spontan; mereka yang mencari privasi harus melintasi jembatan ke salah satu
dari sepuluh menara yang melapisi alun-alun pusat. Menara-menara berisi
studi kecil, dengan jendela menghadap ke barat mengarahkan pandangan ke
arah alun-alun dan Samudra Pasifik di luar. [9] Ujung barat dari kedua sayap
laboratorium juga dikhususkan untuk ruang kantor, akibatnyaadalah bahwa
kedua kantor dan studi diberikan pemandangan laut. [10]


INTERSPASIAL STRUCTURE 47


Antara menara ruang studi yang berirama adalah hamparan batu
travertine off-white yang hampir tanpa fitur. Kahn awalnya berencana untuk
mengisi ruang dengan taman, tetapi diyakinkan oleh arsitek Luis Barragán


INTERSPASIAL STRUCTURE 48


untuk meninggalkan ruang kosong. [11] Saluran air tipis membagi dua plaza,
menarik mata seseorang ke arah cakrawala biru. Beton yang belum selesai
yang membentuk dinding Institut hampir identik dalam warna dengan travertine
di alun-alun, memberikan ruang monumentalitas primitif dan hampir agung
yang mengisyaratkan leluhur Romawi kuno tanpa referensi gaya langsung.
(Namun, perbandingannya disarankan oleh spesifikasi Kahn tentang beton
pozzolan - jenis yang sama yang digunakan dalam konstruksi Romawi.) Panel
jati inset mengidentifikasi lokasi studi dan jendela kantor, memberikan satu-
satunya bantuan material dari beton monolitik dan batu yang digunakan di
seluruh Institut. [12]


INTERSPASIAL STRUCTURE 49


Dalam lima dekade yang telah berlalu sejak Salk Institute membuka
pintunya pada tahun 1965, penampilan luar dari karya besar Kahn sebagian
besar tetap tidak berubah. Beton dan batunya telah menahan elemen-elemen
tepi laut hampir seluruhnya tanpa cedera, sementara upaya pelestarian baru-
baru ini oleh Getty Foundation berusaha memperbaiki panel kayu jati dengan
tetap menjaga 70% dari bahan aslinya. Pandangan ke depan Salk dan Kahn
dalam desain laboratorium juga telah memungkinkan Institut untuk tetap
berfungsi sebagai fasilitas untuk penelitian lanjutan, yang telah menjadi tuan
rumah bagi setengah lusin pemenang Hadiah Nobel sejak pendiriannya.
Dengan desainnya yang fleksibel dan interaksi material dan ruang yang luar
biasa, Salk Institute kemungkinan akan mempertahankan signifikansinya
sebagai pusat penelitian dan keajaiban arsitektur yang jauh di masa depan.
[13]


INTERSPASIAL STRUCTURE 50



INTERSPASIAL STRUCTURE 51



INTERSPASIAL STRUCTURE 52


- Lincoln Modern, Singapore

Lincoln Modern adalah kondominium 30 lantai dalam bentuk 56 apartemen,


studio dan penthouse tingkat terpisah. Apartemen hunian ini merupakan
pengembangan dari prinsip-prinsip yang pertama kali dieksplorasi dalam
prototipe dua lantai Le Corbusier yang bertempat di proyek Immeubles-Villas
1922, yang kemudian ditampilkan di Paviliun Esprit Nouveau di Pameran Paris
1925. Eksposisi menunjukkan gambar-gambar hunian dalam konteks yang
memungkinkan, baik sebagai unit bertumpuk maupun sebagai vila pinggiran
kota yang terpisah.


INTERSPASIAL STRUCTURE 53



INTERSPASIAL STRUCTURE 54


P. Garis Besar Perencanaan Bangunan Tinggi

a) Segi ekonomik
• Harus mempertimbangkan biaya pembangunan dan pengoperasian
bangunan
• Semakin tinggi bangunan, maka dibutuhkan raungan yang lebih luas
untuk mewadahi struktur, sistem mekanik, elevator dan lain-lain
sehingga luasan ruang yang dapat digunakan menyempit, sedangkan
biaya yang dikeluarkan untuk fasilitas bangunan meningkat. Juga
semakin tinggi suatau bangunan, maka dibutuhkan fasilitas pelengkap
yang lebih berkualitas dan canggih.
b) Kondisi tanah
• Pemilihan macam bangunan adalah Sangay ditentukan oleh jenis
geologi sitenya, karena itu kondisi tanah harus diketahui sebelum
menentukan sistem strukturnya. Pada site tertentu, kemampuan daya
dukung tanah kurang baik sehingga dibutuhkan tiang pancang (pile)
atau pondasi caisson. Untuk keadaan demikian, bangunan berat
dengan beton akan Sangay mal dibanding konstruksi baja ringan.
• Pada setiap kasus, 3 variabel struktur bangunan adalah: superstruktur,
sub struktur, dan tanah.
c) Rasio tinggi dan lebar bangunan
• Bila rasio tinggi dan lebar bangunan meningkat , maka tingkat kekakuan
bangunan meningkat. Kekakuan tersebut bergantung pada usuran dan
jumlah trafe (bay), sistem struktur, dan kekakuan bagian-
bagian/penyampung bangunan.
• Sistem yang harus dipilih adalah secara ekonomis mampu mewadahi
pengaruh lateral dan sesuai ukuran trafenya.
d) Proses pembangunan dan fabrikasi
• Perencanaan prosedur pembangunan dan fabrikasi menghasilkan
faktor-faktor penting berkaitan dengan pemilihan sistem struktur, yang

INTERSPASIAL STRUCTURE 55


mungkin erat kaitannya dengan metode konstruksi prefabrikasi. Sistem-
sistem tersebut dipilih karena dapat menghemat biaya tenaga
pelaksanaan dan waktu untuk pembangunannya, sehingga diusahakan
sesedikit mungkin jumlah bagian-bagian struktur untuk mempersingkat
waktu pelaksanaan.
• Bentuk-bentuk yang rumit dihindari, pengelasan componen di lapangan
dikurangi dan lain-lain.

e) Sistem mekanik
• Sistem mekanik yang meliputi HVAC (heat, ventilating, AC), elevator,
listrik, pemipaan dan sistem pembuangan dapat mencapai 1/3 dari
harga bangunan. Dan sistem suplai energi dapat terkonsentrasi di core
mekanik.
f) Penanggulangan kebakaran
• Masalah kebakaran merupakan bagian terpenting pada bangunan
tinggi, karena:
1) Ketinggian bangunan menyebabkan tangga-tangga mobil
pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau, sehingga
diperlukan pengamanan dari dalam bangunan.
2) Pengamanan secara menyeluruh tidak dapat dilakukan dalam
waktu singkat.
• Bagian yang paling bahaya selain panasnya api kebakaran yaitu: efek
asap dan gas-gas beracun.
• Sistem konstruksi bangunan harus mampu memberikan:
1) Kesempurnaan struktur untuk jangka waktu yang cukup lama
dengan memanfaatkan bahan-bahan tahan api, yang tidak mudah
terbakar ataupun tidak menghasilkan asap/gas beracun.
2) Pembatasan api untuk menangkal meluasnya api ke berbagai
area.
3) Sistem jalur darurat yang mencukupi.

INTERSPASIAL STRUCTURE 56


4) Sistem deteksi api dan asap yang efektif.
5) Penggunaan sprinkler-sprinkler dan ventilasi bagi asap dan udara
panas.
g) Peraturan setempat
• Peraturan daerah yang mengatur zona-zona kegiatan dalam kota yang
dapat mempengaruhi pemilihan sistem dan konstruksi.
• Misal: pembatasan ketinggian bangunan, garis rooi horizontal dan
vertical, tinggi antar lantai yang seminim mungkin dan lain-lain.
h) Kemampuan penanganan dan pembiayaan bagi bahan-bahan utama
konstruksi
• Biaya pengiriman pada lokasi, yang bagi bahan-bahan umum lebih
murah, tetapi untuk pengiriman bahan-bahan prefabrikasi menjadi lebih
mahal.
• Kemampuan penanganan/pelaksanaan dengan bahan-bahan yang
baru, mutahir/teknologi tinggi.
• Keseluruhan pemikiran terhadap persoalan yang timbul perlu
dipertimbangkan lagi berkaitan dengan masalah pembiayaan.

Q. Struktur Bangunan Tinggi yang Umum Dipilih

Dengan tinggi bangunan yang meningkat sehingga berakibat:

Ø Gaya lateral meningkat


Ø Dengan ketinggian tertentu goyangan (sway) meningkat, sehingga
dibutuhkan pengendalian kekakuan bangunan selain kekakuan bahan
struktur.
Ø Tingkat kekakuan bangunan karena sistem struktur
Ø Efisiensi sistem-sistem tertentu berkaitan dengan persyaratan ruang
untuk mendapatkan kekakuan maksimum dan berat/beban minimum


INTERSPASIAL STRUCTURE 57


Sehingga dibutuhkan pengembangan sistem-sistem baru, misalnya:

• Bahan struktur berkekuatan tinggi ® baja, beton khusus.


• Aksi komposit pada elemen struktural.
• Teknik-teknik pengikat baru ® pengelasan, pembautan.
• Perkiraan tingkah laku struktur menyeluruh dengan menggunakan
komputer.
• Pengunaan bahan konstruksi yang ringan.
• Teknik konstruksi yang baru.


INTERSPASIAL STRUCTURE 58


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa,


dalam arsitektur, ruang pada Struktur Interspasial adalah ruang yang tidak
jatuh di dalam ruangan, juga di luar gedung - celah antara lantai dan dinding.
Meskipun ruangan tersebut tidak dihuni, ruang pada Struktur Interspasial
tersebut dapat menjadi bagian integral dari fungsi bangunan.

Dapat difungsikan sebagai tingkat pengantara yang dapat diakses


sertadapat dibangun untuk mengakomodasi pipa ledeng, listrik, dan sistem
mekanis bangunan, ( atau untuk kesediaan space untuk utilitas ) khususnya di
rumah sakit, tempat denah lantai yang fleksibel dan layanan yang dapat
diakses meminimalkan gangguan.

Desain seperti itu memungkinkan layanan bangunan ditingkatkan


secara terus-menerus seiring kemajuan teknologi - tinjauan ke depan sangat
penting bagi lembaga penelitian. Tetapi, sampai saat ini, masih banyak
bangunan yang belum menerapkan Struktur Interspasial ini untuk bangunan
tinggi.


INTERSPASIAL STRUCTURE 59


Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak kesalahan dari penulisan, kedepannya penulis akan lebih fokus dan
detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber
yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.

Untuk saran bisa berisi kritik maupun saran terhadap penulisan juga
untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah
dijelaskan.


INTERSPASIAL STRUCTURE 60


DAFTAR PUSTAKA

https://dokumen.tips/documents/sistem-struktur-bangunan-tinggi03.html

https://slideplayer.info/slide/3232872/

https://www.scribd.com/document/242690664/Bangunan-Bertingkat-tinggi

https://alumascfacades.com/high-rise/high-rise-not-high-risk-fire-safety/

https://www.scribd.com/document/138211164/bangunan-tinggi

https://slideplayer.info/slide/13633233/

http://www.indiana.edu/~iucdp/Mollman_Project2.pdf

http://arsibook.blogspot.com/2017/04/struktur-dalam-arsitektur.html

https://dokumen.tips/documents/struktur-rangka-56327b4a242b1.html

https://www.academia.edu/13554120/SISTEM_STRUKTUR_VERTIKAL

https://www.academia.edu/11300422/SISTEM_STRUKTUR_BANGUNAN_TI
NGGI

https://www.archdaily.com/61288/ad-classics-salk-institute-louis-kahn

https://www.slideshare.net/RatnaDhani/struktur-interspasial

https://andthosewerethereasons.wordpress.com/tag/interstitial-architecture/

https://berandaarsitek.blogspot.com/2015/10/sistem-struktur-inti-core-
structure.html

http://www.scdaarchitects.com/architecture/lincoln-modern


INTERSPASIAL STRUCTURE 61