Anda di halaman 1dari 9

Lampiran 1.

PENJELASAN TENTANG PENELITIAN

Judul Penelitian : Perilaku Perawat dalam Pelaksanaan


Pengkajian Airway, Breathing, Circulation (ABC)
pada Pasien COB di IGD RSUD Provinsi Nusa
Tenggara Barat

Kami mahasiswa Program Studi D4 Keperawatan Politeknik


Kesehatan Kemenkes Mataram, bermaksud mengadakan penelitian untuk
mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan
pengkajian airway, breathing, circulation (abc) pada pasien COB di IGD
RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2017.

Diharapkan dengan di laksanakannya peneelitian ini dapat


meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan pelaksanaan
pengkajian airway, breathing, circulation (ABC) di Instalasi Gawat Darurat.
Adapun resiko yang akan di ambil antara lain waktu kerja perawat akan
berkurang karena digunakan untuk mengisi lembar quesioner.

Peneliti sangat menghargai dan menjunjung tinggi hak responden


dengan cara menjamin kerahasiaan identitas dan data yang diberikan,
baik dalam pengumpulan, pengelolaan maupun pengkajian data. Peneliti
sangat mengharapkan responden untuk mengisi angket yang diberikan
dengan sejujur-jujurnya.

Melalui penjelasan singkat ini peneliti sangat mengharapkan


partisipasi Anda berperan serta dalam penelitian ini. Pertanyaan atau
masukan dapat disampaikan melalui No. 081907106299. Atas kesediaan
dan partisipasinya peneliti ucapkan terimakasih.

Mataram, ............................2017
Peneliti,

Muhammad Arif Hidayatullah


Lampiran 2.

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Setelah membaca penjelasan tentang penelitian dan setelah


mendapat jawaban terhadap pertanyaan yang saya ajukan mengenai
penelitian ini, saya mengerti bahwa peneliti dapat menghargai dan
menjunjung tinggi hak-hak saya sebagai responden dan saya memahami
bahwa penelitian ini akan sangat berguna bagi saya dan untuk pembaca.

Saya menyadari bahwa keikutsertaan dan kejujuran saya dalam


penelitian ini sangat besar manfaatnya bagi saya dan masyarakat umum.

Dengan ditanda tanganinya surat persetujuan ini, maka saya


menyatakan bersedia untuk berperan serta menjadi responden dalam
penelitian ini.

Mataram, ............................2017

Peneliti, Responden,

(Muhammad Arif Hidayatullah) (_____________ )


Lampiran 3

ALAT PENGUMPULAN DATA (KUESIONER)PADA PENELITIAN


Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Pelaksanaan
Pengkajian Airway, Breathing,Circulation (ABC) pada pasien COB di
IGT RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017

A. Karakteristik responden
Berikan tanda rumput (√) sesuai dengan keadaan anda pada
kolom di bawah ini:
1. Umur : _______ tahun
2. Jenis kelamin : Laki – Laki
Perempuan

3. Pendidikan : SPK
D3 Kep
S1 /D4
S2

4. Masa Kerja : _______ Tahun

5. Sumber Informasi : Televisi


Internet
Buku
Koran/majalah
Lain – lain:……….
Lampiran 4

B. Pengetahuan

Berikan tanda silang ( X ) sesuai dengan pilihan jawaban yang

Anda anggap benar.

No Pertanyaan
1 Pengkajian ABC (Airway, Breathing, Circulation) yang harus selesai
dilakukan dalam 2 - 5 menit disebut?
a. Survey primer
b. Surver Skunder
c. Pengkajian kegawat daruratan
2 Survey primer dan survey skunder bertujuan untuk ?
a. Mempersiapkan dan menyediakan metode perawatan
b. Terapi untuk pasien
c. Menenangkan pasien
3 Ketika melaksanakan pemeriksaan ABC, apa tindakan yang
pertama kali dilakukan?
a. Memeriksa responsivitas pasien
b. Memeriksa jalan nafas
c. Memeriksa lingkungan pasien
4 Tanda jalan nafas pasien terbuka adalah?
a. Pasien Berbicara dengan jelas
b. Pasien dapat membuka mata secara spontan
c. Pasien tenang
5 Ketika pengjkajian airway tulang belakang leher harus dilindungi
selama intubasi endotrakeal jika ?
a. Dicurigai terjadi cedera pada kepala, leher atau dada.
b. Pasien mengalami trauma kepala
c. Pilihan A dan b benar
6 Berikum yang bukan merupakan bukti adanya masalah pada
saluran napas bagian atas adalah.
a. Muntahan
b. Trauma wajah
c. Pasien tidak sadar
7 Yang bukan tanda-tanda terjadinya obstruksi jalan nafas pada
pasien antara lain:
a. Napas > 26x/menit
b. Adanya snoring atau gurgling
c. Agitasi (hipoksia)
8 Berikun bukan merupakan pemberian intervensi untuk ventilasi
yang tidak adekuat dan / atau oksigenasi adalah ?
a. Pemberian terapi oksigen
b. Bag-Valve Masker
c. RJP
9 Pada pasien dengan Gigi atau Gigi palsu yang lepas atau hilang
harus dicurigai adanya ?
a. sumbatan jalan nafas
b. gangguan pernapasan
c. ganguan sirkulasi
10 Diagnosis shock didasarkan pada temuan klinis yaitu?
a. Pucat
b. Hipotensi
c. Jawaban a dan b benar
Lampiran 5

C. Sikap

Berikan tanda rumput (√ ) pada kolom SS, S, TS, atau STS sesuai
dengan pernyataan.
Keterangan:
SS = Sangat Setuju, S = Setuju, TS = Tidak Setuju, STS =
Sangat Tidak Setuju
No Pernyataan SS S TS STS
1 Saya akan melakukan pengkajian ABC
(Airway, Breathing, Circulation) dalam waktu
2 - 5 menit.
2 Saya akan melakukan survey primer dan
survey skunder pada setiap pasienyang
dating ke IGD untuk mempersiapkan dan
menyediakan metode perawatan individu
yang mengalami multiple trauma secara
konsisten dan tim, agar tetap terfokus pada
prioritas perawatan.
3 Tindakan pertama kali yang akan saya
harus lakukan ketika melaksanakan
pemeriksaan ABC (Airway, Breathing,
Circulation) adalah memeriksa responsivitas
pasien.
4 Ketika akan melakukan pemeriksaan ABC
saya memeriksa apakah seorang pasien
dapat berbicara dengan jelas untuk
memeriksa apakah jalan nafas pasien
terbuka atau tidak.
5 Pasien yang dicurigai mengalami cedera
pada kepala, leher atau dada, ketika saya
akan melakukan pengkajian airway, tulang
belakang leher harus dilindungi.
6 Ketika akan melakukan pemeriksaan ABC
saya selalu memeriksa apakah terdapat
muntahan, perdarahan, trauma wajah untuk
mengetahui adanya masalah pada saluran
napas bagian atas dan potensial penyebab
obstruksi .
7 Saya akan selalu memeriksa apakah
terdapat gigi atau gigi palsu yang lepas atau
hilang untuk mencurigai adanya sumbatan
jalan nafas.
8 Saya selalu memeriksan apakah pasien
mengalami hipotensi, takikardia, takipnea,
ketika melakukan pemeriksaansirkulasi
untuk mengetahui diagnosis shock.
9 Saya akan emberikan terapi oksigen pada
pasien sebagai intervensi untuk ventilasi
yang tidak adekuat tampa melakukan
pemantauan ulang jalan nafas pasien
10 Saya akan memeriksa adanya snoring
atau gurgling untuk mengetahui Tanda-
tanda terjadinya obstruksi jalan nafas pada
pasien.
Lampiran 6

D. Ceklist Pemeriksaan ABCDE


TIDAK
NO TINDAKAN DILAKUKAN
DILAKUKAN
A Pemeriksaan Airway
1. Kaji kepatenan jalan nafas pasien. Apakah
pasien dapat berbicara atau bernafas
dengan bebas?
2. Tanda-tanda terjadinya obstruksi jalan nafas
pada pasien antara lain:
a. Adanya snoring atau gurgling
b. Stridor atau suara napas tidak normal
c. Agitasi (hipoksia)
d. Penggunaan otot bantu pernafasan /
paradoxical chest movements
e. Sianosis
3. Look dan listen bukti adanya masalah pada
saluran napas bagian atas dan potensial
penyebab obstruksi :
a. Muntahan
b. Perdarahan
c. Gigi lepas atau hilang
d. Gigi palsu
e. Trauma wajah
4. Jika terjadi obstruksi jalan nafas, maka
pastikan jalan nafas pasien terbuka.
5. Gunakan berbagai alat bantu untuk
mempatenkan jalan nafas pasien sesuai
indikasi :
 Chin lift/jaw thrust
 Lakukan suction (jika tersedia)
 Oropharyngeal airway/nasopharyngeal
airway, Laryngeal Mask Airway
 Lakukan intubasi
B Pengkajian Breathing
1. Look, listen dan feel; lakukan penilaian
terhadap ventilasi dan oksigenasi pasien.
a. Inspeksi dari tingkat pernapasan sangat
penting. Apakah ada tanda-tanda sebagai
berikut : cyanosis, penetrating injury, flail
chest, sucking chest wounds, dan
penggunaan otot bantu pernafasan
b. Palpasi untuk adanya : pergeseran
trakea, fraktur ruling iga, subcutaneous
emphysema, perkusi berguna untuk
diagnosis haemothorax dan
pneumotoraks.
c. Auskultasi untuk adanya : suara
abnormal pada dada.
2. Buka dada pasien dan observasi pergerakan
dinding dada pasien jika perlu
3. Tentukan laju dan tingkat kedalaman nafas
pasien; kaji lebih lanjut mengenai karakter
dan kualitas pernafasan pasien.
4. Pemberian intervensi untuk ventilasi yang
tidak adekuat dan / atau oksigenasi:
 Pemberian terapi oksigen
 Bag-Valve Masker
 Intubasi (endotrakeal atau nasal dengan
konfirmasi penempatan yang benar), jika
diindikasikan
Catatan: defibrilasi tidak boleh ditunda
untuk advanced airway procedures
C Pengkajian Sirkulasi
1. Cek nadi dan mulai lakukan CPR jika
diperlukan.
2. Kontrol perdarahan yang dapat
mengancam kehidupan dengan
pemberian penekanan secara langsung.

3. Palpasi nadi radial jika diperlukan:


a. Menentukan ada atau tidaknya
b. Menilai kualitas secara umum
(kuat/lemah)
c. Identifikasi rate (lambat, normal, atau
cepat)
d. Regularity
4. Kaji kulit untuk melihat adanya tanda-
tanda hipoperfusi atau hipoksia (capillary
refill).