Anda di halaman 1dari 3

DATA PENDUKUNG KASUS CLABSI

1. SDM
A. Perawat ruangan ICU:
1. Sebesar 100% perawat baru sudah dapat pelatihan bunlde CLABSI
2. Sebesar 94% perawat lama mendapatkan pelatihan bundle CLABSI
3. Kepatuhan mengisi bundle CLABSI sebesar 84.71%
4. Hasil validasi bundle CLABSI sebesar 100%

B. Petugas di Kamar Operasi


1. Perawat kamar operasi sudah bekerja selama 5-10 th sebesar 80%, 20% dengan masa
kerja 1-5 tahun.
2. Sudah memiliki sertifikat keahlian di kamar operasi
3. Belum semua perawat mendapatkan pelatihan bundle CLABSI
4. Kepatuhan menjalankan cuci tangan 90%, kurang patuh pada momen 1 dan 4.
5. APD yang digunakan sesuai (tersedia sesuai kebutuhan)
6. Melakukan cuci tangan dengan handrub sebelum menjadi asisten pemasangan CVC

C. Dokter Operator/Anestesi
1. Dokter spesialis memiliki sertifikat kompetensi
2. Dokter melakukan pemeriksaan pada pasien sebelum dipasang CVC
3. Melakukan cuci tangan surgical sebelum melakukan pemasangan CVC
4. APD yang digunakan sesuai (tersedia sesuai kebutuhan)

D. Petugas CSSD
1. Petugas CSSD sudah mengikuti pelatihan CSSD
2. Proses cleaning, desinfeksi dan sterilisasi dilakukan sesuai SPO
3. Monitoring indikator steril dilakukan
4. Penyimpanan alat steril sesuai SPO
2. Fasilitas dan Sarana
A. Fasilitas
Pemasangan CVC dapat dilakukan di kamar operasi dan ICU. Kamar operasi
memiliki perputaran udara 28x/jam, kelembaba 58% dan suhu kamar operasi 19oC,
tekanan udara positive diukur dengan magnahelic. Fasilitas cuci tangan bedah dan
ABHR tersedia. Kadang kondisi air berwarna keruh saat ada gangguan pada PDAM.
Tersedia alkes perawatan CVC sesuai kebutuhan dan tidak expired. Tersedia
dreasing CVC yang mengandung CHG.
B. Sarana
Instrumen diproses di CSSD, dengan indicator (internal dan external) untuk
memonitor kondisi alat yang sudah dilakukan proses sterilisasi. Filter udara diganti
rutin (2x/tahun), tersedia laboratorium mikrobiologi untuk kultur. Desinfektan
pembersih kamar operasi tersedia dan efektif membunuh kuman. Ada cemical untuk
melakukan pembersihan kamar operasi dan sudah dilakukan uji efektifitas cemical.
Di ICU Jarak antara bed < 1.5 meter, fasilitas cuci tangan tersedia.
C. Metode
Dilakukan surveilen aktif untuk menjaring kejadian infeksi, Staf melakukan tehnik
aseptik saat memberikan injeksi, dan pemasangan CVC debngan tehnik steril.
Tersedia form pemantauan/bundle surveilens dan form insersi CVC, tetapi kurang
monitoring pelaskanaannya karena staf tidak konsisten dalam dokumentasi, tetapi
pelaksanaan sudah sesuai. Audit kepatuhan pelaksanaan bundle dilakukan setiap
bulan. Pelaporan kasus HAIs sudah melalui laporan kejadian HAIs untuk segera
dilakukan pembahasan dan Rencana perbaikan.

3. Kebijakan dan Prosedur


a. Ada spo pencegahan CLABSI
b. Ada program penerapan bundle CLABSI
c. Ada kebijakan RS tentang surveilen CLABSI
d. Ada program pembahasan kasus HAIs
e. Membuat laporan kejadian bila ada kejadian HAIs
5. Pasien
a. Pasien dengan riwayat hipertensi
b. Pemasangan CVC dilakukan terencana
c. Edukasi HH sudah dilakukan pada pasien dan keluarga

6. Financial
Biaya perawatan bertambah karena infeksi (obat dan pemeriksaan laboratorium)

7. Lingkungan
a. Kamar operasi bersih dari kotor dan debu
b. Pembersihan dilakukan selesai pemasangan CVC dan general cleaning setiap minggu
c. Kebersihan di ICU baik, masih ada debu di sudut ruangan