Anda di halaman 1dari 2

UJIAN AKHIR SEMESTER

Nama : Jazilatul Kharimah


Nim : 189000006
Angkatan : 2018
Mata Kuliah : Pengmnb. Pembelajaran Ilmu Sosial

Jawaban

1. Keterampilan sosial berasal dari kata keterampilan dan sosial. Kata keterampilan berasal
dari kata “terampil” digunakan disini karena didalamnya terkandung suatu proses belajar,
dari tidak terampil menjadi terampil. Keterampilan sosial sangat diperlukan ketika siswa
memasuki kelompok sebaya.
Aspek-Aspek Keterampilan Sosial
Menurut John Jarolimek (1993 : 9), Keterampilan sosial yang perlu dimiliki oleh
siswa tersebut yakni: (1) bekerjasama, toleransi, menghormati hak- hak orang lain, dan
memiliki kepekaan sosial, (2) memiliki kontrol diri, dan (3) berbagi pendapat dan
pengalaman dengan orang lain.
Pernyataan Jarolimek tersebut menunjukan bahwa keterampilan sosial itu terdiri dari
aspek-aspek keterampilan untuk hidup dan bekerjasama, keterampilan untuk mengontrol
diri dan orang lain, keterampilan untuk saling berinteraksi antara satu dengan yang
lainnya, saling bertukar pikiran dan pengalaman sehingga tercipta suasana yang
menyenangkan bagi setiap anggota dari kelompok tersebut.
Maka untuk meningkatkan keterampilan sosial tersebut diperlukan berbagai aspek-
aspek keterampilan sosial, menurut Janice.j Beaty (1998 : 147) menyebutkan bahwa
keterampilan sosial atau disebut juga prosocial behavior (perilaku prososial) mencakup
perilaku-perilaku sebagai berikut:
a) Empati yang di dalamnya anak-anak mengekspresikan rasa haru dengan
memberikan perhatian kepada seseorang yang sedang tertekan karena suatu
masalah dan mengungkapkan perasaan orang lain yang sedang mengalami konflik
sebagai bentuk bahwa anak menyadari perasaan yang dialami orang lain;
b) Kemurahan hati atau kedermawanan yang di dalamnya anak-anak berbagi dan
memberikan suatu barang miliknya pada seseorang;
c) Kerjasama yang di dalamnya anak-anak mengambil giliran atau bergantian dan
menuruti perintah secara sukarela tanpa menimbulkan pertengkaran; dan
d) Memberi bantuan yang di dalamnya anak-anak membantu seseorang untuk
melengkapi suatu tugas dan membantu seseorang yang membutuhkan.

2. Indikator yang dapat dikembangkan dalam peningkatan aspek-aspek social life skill