Anda di halaman 1dari 7

NAMA : Waode Gustia Ulfa

NPM : 0227 1611 086

KELAS : VI A – AKUNTASI

METODE PENYELIDIKAN DAN LAPORAN KECURANGAN

A. PEMAHAMAN TERHADAP REAKSI


Orang yang sedang mengalami krisis memiliki serangkaian reaksi yang
dapat diprediksi.pewawancara yang memahami reaksi-reaksi ini lebih efektif
dibanding pewawancara yang tidak memahaminya. Dari model klasik diatas dapat
diketahui pemahaman reaksi individu terhadap krisis. Model ini berguna ketika
mewawancarai orangorang tertentu dalam kasus.
Tahap pertama adalah penyangkalan yang berfungsi sebagai penahan
setelah orang menerima berita yang tidak diharapkan atau mengejutkan. Pada
tahap ini orang yang berhubungan dengan kecurangan kemungkinan akan
mengendalikan perasaan dan pikirannya serta melakukan pembelaan yang tidak
terlalu radikal.
Tahap kedua adalah kemarahan, dalam tahap ini kemarahan sulit di atasi
karena kemarahan biasanya ditujukan ke segala arah dan diproyeksikan ke dalam
lingkungan. Tahap ini adalahwaktu yang berbahaya untuk menyelesaikan
kecurangan.
Tahap ketiga adalah rasionalisasi, dalam tahap ini orang berusaha untuk
menjustifikasi tindakan tidak jujur atau meinimalkan kejahtan yang mereka
lakukan. Wawancara dalam tahap ini sering kali tidak objektif dan dapat
mengganggu upaya untuk mengungkapkan kebenaran, atau membahayakan upaya
tuntutan hukum di masa yang akan datang.
Tahap keempat adalah depresi, depresi terjadi karena upaya untuk
menyelesaikan permaslahan gagal.
Tahap terakhir adalah penerimaan, dalam tahap ini setelah mengalami
berbagai tahap secara berbeda orang akan berusaha untuk menyesuaikan diri
terhadap krisis kecurangan. Dimana mereka tidak lagi merasa depresi atau marah
namun mereka memiliki pemahaman realitis mengenai apa yang terjadi. Tahap ini
seringkali dipicu oleh pengetahuan terkait fakta mengenai kecurangan, termasuk
pengetahuan mengenai motivasi pelaku. Selama tahap ini wawancara paling
efektif dilakukan dan saksi merupakan orang yang palin korporatif.

B. PERENCANAAN WAWANCARA
Ketika akan melakukan wawancara,ikutilah rencana yang telah di buat
untuk memastikan bahwa pewawancara mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Perencanaan yang sesuai memungkinkan anda untuk mendapatkan banyak
informasi dari wawancara yang dilakukan dilakukan dan untuk meminimalisir
penggunaan waktu. Perencanaan tersebut termasuk memastikan sebanyak
mungkin fakta yang ada sebelumnya terkait pelanggaran dan intervewee, serta
menentukan tempat dan waktu yang kondusif untuk dilakukan wawancara,
sehingga tujuan wawancara dapat tercapai.
Untuk memperoleh fakta mengenai pelanggaran dan Interview, lakukan
tinjauan terhadap dokumen yang relevan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin
informasi lainmengenai faktor-faktor:
Pelanggaran
1. Sifat hukum pelanggaran
2. Tanggal, waktu dan tempat kejadian
3. Cara kejahatan dilakukan
4. Motif yang memungkinkan
5. Semua bukti yang ada

Interviewee
1. Informasi latar belakang pribadi-usai, pendidikan, status perkawinan, dan
sebagainya
2. Perilaku selama investigasi
3. Seluruh kondisi fisik atau mental, seperti penggunaan alkohol atau obat-
obatan.
Biasanya, tempat yang paling baik untuk melakukan wawancara adalah
dikantor atau tempat interview, sehingga interviewee dapat mengakses dokumen,
data dan bukti lain yang dibutuhkan dengan nyaman.
Apabila menghadapi intervewee yang ramah atau netral, buatlah janji
terlebih dahulu dan gunakan waktu yang cukup untuk wawancara. Ketika anda
membuat janji, identifikasi informasi yang akan dibutuhkan interviewee.
Usahakan untuk melakukan wawancara hanya kepada satu orang pada satu waktu.
Sikap Pewawancara
1. Duduklah cukup dekat dengan interviewew tanpa meja atau apapun yang
menghalangi.
2. Jangan berbicara dengan nada yang merendahkan interviewee.
3. Lebih hati-hati dengan hal-hal yang sensitif terkait persoalan pribadi
seperti: jenis kelamin, ras, agama dan latar belakang etnis
4. Lakukan wawancara dengan cara profesional. Bersikap ramah untuk
mencari kebenaran.
5. Hindari sikap otoriter; jangan mendominasi selama wawancara
berlangsung.
6. Bersikap simpatik dan menghormati.
7. Berterima kasih kepada saksi atas waktu dan usaha untuk berkerjasama.
8. Sebisa mungkin jangan memperlihatkan kertas dan pensil selama
wawancara.
9. Akhiri setiap wawancra yang kooeratif dengan mengungkapkan apresiasi
anda.

Bahasa wawancara
1. Gunakan pertanyaan pendek, terbatas pada satu topik yang dapat dipahami
secara jelas dan mudah
2. Tanyakan pertanyaan yang membutuhkan jawaban naratif: bila perlu,
hindari pertanyaan dengan jawaban “ya “ atau “tidak”
3. Hindari pertanyaan yang mengarahkan pada sesuatu yang menjadi bagian
dari jawaban, yang sering disebut sebagai pertanyaan pengarah.
4. Mintalah saksi mata unuk membeikan dasar faktual untuk seluruh
kesimpulan yang mereka nyatakan
5. Cegahlah saksi menjawab secara bertele-tele. Mintalah jawaban tegas dan
pasti.
6. Jangan biarkan saksi mengarahkan anda untuk keluar dari topik.
7. Selama wawancara, kosentrasi lebih pada jawaban yang anda dengar,
bukan pad pertanyaan selanjutnya yang anda tanyakan.
8. Pahami setiap jawaban secara jelas sebelum anda melanjutkan.
9. Tetaplah memegang kendali sepenuhnya selama wawancara
10. Tunjukkan beberapa bukti tidak langsung tetapi jangan semuanya.

Jenis-Jenis pertanyaan
Dalam wawancara, pewawancara menanyakan lima jenis pertanyaan:
1. Perkenalan:
Dalam tahap ini pewawancara menggunakan pertanyaan dengan
dua tujuan yakni untuk memulai wawancara dan untuk membuat
responden menyatakan persetujuannya untuk bekerja sama. Disini
pewawancara menyatakan tujuan wawancara dan kemudian
menanyakan pertanyaa yang mengarahkan responden supaya bersedia
memberikan informasi.
2. Informatif
Setelah dibuat format wawancara yang sesuai, pewawancara mulai
mengumpulkan fakta. Disini pewawancara menanyakan secara
berurutan pertanyaan terbuka, tertutup dan arahan sesuai dengan
kebutuhan.
3. Penilaian
Pertanyaan ini ditujukan untuk menentukan kredibilitas
responden.Jika pewawancara melihat dan menilai responden
melakukan penipuan atau pernyataan reponden tidak konsiten, berikan
pertanyaan hipotesis dan tidak terkesan menuduh.
4. Penutup
Dalam hal ini pertanyaan tertentu akan ditanyakan untuk
konfirmasi ulang fakta, memperoleh informasi yang belum didapat dan
menjaga kesesuaian sikap. Menutup wawancara secara positif adalah
suatu keharusan dalam wawancara informatif.
5. Upaya memperoleh pengakuan.
Wawancara untuk memperoleh pengakuan ditujukan untuk
individu yang sudah pasti bersalah. Pertanyaan untuk memperoleh
pengakuan diajukan dengan urutan yang didesain untuk membebaskan
orang yang tidak bersalah dan mendorong orang terbukti bersalah
untuk membuat pengakuan. Pertanyaan-pertanyaan ini tidak boleh
melanggar hak dan dan keistimewaan.

C. MEKANISME WAWANCARA
Karakteristik Wawancara yang Baik
Wawancara yang baik biasanya memiliki karakteristik umum diantaranya,
1. Dilakukan secara mendalam untuk mengungkapkan fakta yang relevan dan
obyektif,
2. Berfokus pada informasi yang relevan dan segera mengalihkan
pembicaraan dan informasi yang tidak relevan,
3. Wawancara sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan waktu
terjadinya peristiwa yang sedang diselidiki. Agar memori interviewee
tentang peristiwa yang sedang diselidiki tidak hilang, karena ketika ada
jeda waktu dimungkinkan daya ingat akan menjadi cacat dan rincian
penting dapat hilang atau terlupakan.

Karakteristik Pewawancara yang baik


Pewawancara yang baik memiliki karakteristik yakni: memiliki
kepribadian yang ramah,tidak memotong pembicaraan interviewee serta
berinteraksi baik dengan orang lain, membantu orang-orang sekitar.
Pewawancara yang sukses adalah orang yang dianggap nyaman untuk tempat
berbagi informasi dengan orang lain. Orang yang diwawancarai harus
memahami bahwa pewawancara berusaha untuk memperoleh fakta yang
relevan saja dan tidak di luar itu. Selainitu dibutuhkan Profesionalisme dalam
wawancara, pewawancara sebaiknya tepat waktu, berpakaian secara
profesional dan adil dalam menangani responden.
DAFTAR PUSTAKA

Tuanakotta, Theodorus M. 2013. Mendeteksi Manipulasi; Laporan Keuangan.


Salemba Empat.

Internet :

https://www.scribd.com/doc/266200453/Makalah-Fraud-Chapter-10
(diambil pada tanggal 18 april 2019)