Anda di halaman 1dari 8

FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA Tn.

DI KELURAHAN MERTASINGA

KECAMATAN CILACAP UTARA

Disusun Oleh :

Kelompok 7

1. Citra Anisa Ramdani (108117063)


2. Intan Apriana Putri (108117073)
3. Asa Apriliana Pratiwi (108117075)
4. Khizrun Nizar Zulmi (108117079)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP

TAHUN 2019
I. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Tn. S
2. Usia : 35 tahun
3. Pendidikan : SMA
4. Pekerjaan : Pegawai Swasta
5. Alamat : Jalan Maesa Timur 54,

Mertasinga, Cilacap Utara

6. Komposisi anggota keluarga : Suami, istri, dan anak


JENIS HUBUNGAN
NO NAMA UMUR PENDIDIKAN PEKERJAAN
KELAMIN DG KK
35 Ibu Rumah
1. Ny. N P Istri Sarjana 1
tahun Tangga
2. Tsaqiif L Anak 8 tahun SD Pelajar
3. Bazla L Anak 2 tahun - -

Genogram

Keterangan :

= Laki – laki = Garis pernikahan

= Perempuan = Garis keturunan

= Keluarga binaan laki-laki = tinggal serumah

= keluarga binaan perempuan


7. Tipe Keluarga :
Tipe keluarga Tn. S adalah keluarga imti (nuclear family) yaitu dalam
satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
8. Suku Bangsa :
Keluarga klien berasal dari suku Jawa atau Indonesia, kebudayaan
yang dianut tidak bertentangan dengan masalah kesehatan sedangkan bahasa
sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.
9. Agama :
Sekuruh anggota Tn. S adalah beragama Islam dan taat beribadah, sering
mengikuti pengejian yang ada di RT.
10. Status Sosial Ekonommi Keluarga :
Sumber pendapatan keluarga diperoleh dari KK yang bekerja di
Malaysia +/- Rp 7.000.000 / bulan. Kebutuhan yang diperlukan keluarga :
Makan : Rp 1.500.000
Bayar listrik / PDAM : Rp 300.000
Pendidikan : Rp 700.000
Lain – lain : Rp 1.000.000
Sisanya ditabung untuk kebutuhan yang mendadak. Barang – barang yang
dimiliki :
1 buah TV, 2 kipas angin, 1 AC, 1 sepeda, 1 motor, dan 1 mobil. Pada ruang
tamu terdapat 1 set kursi dan lemari, pada ruang tengah terdapat 1 lemari besar
dan 1 kulkas.
11. Aktivitas Rekreasi Keluarga :
Rekreasi yang digunakan untuk mengisi kekosongan waktu dengan menonton
TV bersama dirumah, sedangkan untuk rekreasi diluar rumah mereka
mengadakan liburan 1 tahun sekali dengan keluarga besar yang lain.
II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
12. Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Keluarga Tn. S dalam tahap perkembangan pada tahap IV yaitu keluarga
dengan anak usia sekolah. Tahap ini dimulai dari sejak anak berusia 6 tahun
dan berakhir pada usia 12 tahun. Pada fase ini pada umumnya keluarga
mencapai fase jumlah anggota keluarga yang maksimal. Tugas perkembangan
sebagai berikut :
 Membantu mensosialisasikan anak, tetangga, sekolah, dan lingkungan
 Mempertahankan keintiman pasangan
 Memenuhi kebutuhan biaya hidup yang semakin meningkat, termasuk
kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga
13. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :
Dalam semua tugas perkembangan keluarga sudah mampu
mengatasinya. Seperti anak sudah diberi kebebasan untuk mengikuti kegiatan
diluar rumah seperti ekstrakulikuler selain itu ketika Tn. S dan Ny. N
berselisih mereka tidak menunjukkan perselisihan didepan anak-anaknya.
Kebutuhan hidup keluarga Tn. S juga sudah tercukupi.
14. Riwayat keluarga inti :
Keluarga Tn. S yang mengalami masalah kesehatan adalah Tn. S. Tn.
S menderita hipertensi, saat dilakukan pengkajian TD : 150/90. Ny. N
mengatakan jika Tn. S mengeluh pusing maka langsung minum obat anjuran
dokter yang dibeli di apotek.
15. Riwayat keluarga sebelumnya :
Keluarga Tn. S memiliki riwayat penyakit yaitu penyakit hipertensi dan DM.
Dari keluarga Tn. S yang menderita hipertendi dan DM adalah ibu Tn. S.

III. LINGKUNGAN
16. Karakteristik rumah :
Rumah keluarga Tn.S berukuran 12m2 x 6m2, dengan dinding beton
seutuhnya. Terdapat 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur +
ruang keluarga, carport, taman, dan teras. Lantai keramik dan ada ventilasi
disetiap ruangan.
Denah Rumah :

Taman Kamar Kamar Kamar


Tidur 1 Mandi Tidur 2

Ruang Taman
Ruang Tengah
Tamu

Carport
Dapur

17. Karakteristik tetangga dan komunitas :


Hubungan antar tetangga Tn. S baik, saling membantu, bahkan jika Ny.
N sedang repot mengurus anak nomer 2 tetangga mau membantu
mengantarkan sekolah anak nomer 1
18. Mobilitas geografis keluarga :
Keluarga Tn. S saat pertama kali menikah mereka tinggal bersama
keluarga Tn. S. Kemudian keluarga Tn. S setelah memiliki anak pertama
mereka memutuskan untuk mengontrak rumah di Jalan Kambing, Mertasinga
selama 5 tahun.
19. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :
Ny. S aktif ikut dalam kegiatan ibu2 disekitar komplek. Interaksi antar
tetangga baik, tidak pernah terjadi perselisihan antar tetangga. Tn. S juga
selalu mengikuti pengajian bapak-bapak setiap jumat malam dan selalu sholat
berjamaah di masjid komplek. Ny. N mengatakan setiap sore anak-anak
mereka bermain didepan rumah bersama anak-anak tetangga yang lain.
20. Sistem pendukung keluarga :
Jumlah anggota keluarga Tn. S 4 orang, yaitu suami, istri, dan 2 anak.

IV. STRUKTUR KELUARGA


21. Pola komunikasi keluarga :
Keluarga yang harmonis. Dalam menghadapi suatu masalah biasanya
selalu dilakukan musyawarah keluarga sebelum mengambil keputusan.
Anggota keluarga berkomunikasi langsung dengan bahasa indonesia dan
bahasa jawa, dan mendapat informasi kesehatan dari petugas kesehatan dan
informasi lainnya didapat dari TV dan internet.
22. Struktur kekuatan keluarga :
Keluarga Tn. S adalah keluarga yang saling memperhatikan satu sama
lain. Dalam keluarga hanya Tn. S yang sakit hipertensi.
23. Struktur peran keluarga :
 Pesan formal :
Tn. S sebagai kepala keluarga, ayah dan suami. Ny. N sebagai
ibu dan istri. Dan 2 anak.
 Pesan informal :
Tn. S sebagai orang yang dihormati, pengambil keputusan dan
pencari nafkah. Ny. N bertanggung jawab mengurus anak dan
keperluan dapur. Anak sebagi anak yang betanggung jawab atas
adiknya dan juga pendidikannya disekolah.
24. Nilai dan norma budaya :
Keluarga percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu
Allah SWT. Demikian pula dengan sehat dan sakit. keluarga juga percaya
bahwa tiap sakit ada obatnya, bila ada keluarga yang sakit, dibawa ke Rumah
Sakit atau petugas kesehatan.

V. FUNGSI KELUARGA
25. Fungsi afektif :
Hubungan antar keluarga baik, saling mendukung, bila ada yang sakit
langsung dibawa ke Rumah Sakit atau petugas kesehatan.
26. Fungsi sosialisasi :
Setiap hari keluarga selalu berkumpul di rumah, tak terkecuali dengan
Tn. S yang bekerja di malaysia, setiap hari mereka selalu video call pada pagi
hari dan malam hari. Hubungan dalam keluarga baik dan selalu mentaati
norma yang ada.
27. Fungsi perawatan keluarga :
 Penyediaan makanan selalu dimasak sendiri, komposisi nasi, lauk pauk
dan sayur dengan frekuensi 3x sehari. Dan bila ada keluarga yang
sakit, keluarga merawat dan memeriksakannya ke Rumah sakit.
 Kemampuan mengenal masalah kesehatan.
Keluarga mengatakan Tn. S sering mengeluh pusing dikarenakan
hipertensi.
 Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan.
Bila Tn. S sakit langsung minum obat yang sudah dianjurkan oleh
dokter dengan membelinya di apotek.
 Merawat anggota keluarga yang sakit.
Dalam merawat Tn. S yang sakit masih diberikan makanan yang sama
dengan anggota keluarga lainnya, pola tidur juga belum sesuai dan
juga waktu tidur kurang.
 Kemampuan keluarga memelihara lingkingan yang sehat.
Ny. N membersihkan rumahnya setiap har, mengepel 1 minggi sekali
dan lantai kamar mandinya tidak licin, bersih dan terawat.
 Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat.
Bila sakit keluarga selalu memeriksakan anggota keluarganya ke
Rumah Sakit. anak kedua keluarga Tn. S juga rajin datang ke posyandu
dan juga teratur menjalankan imunisasi.

VI. STRESS DAN KOPING KELUARGA


28. Stressor jangka pendek :
Ny. N menerima pendapatan suami dengan ikhlas dan tidak meminta
lebih. Dan keluarga juga menginginkan anaknya dapat sekolah sampai sarjana
dan dapat membantu orang tua bila sudah sukses nanti. Tn. S juga sering
mengeluh pusing.
29. Kemampuan keluarga berespons terhadap masalah :
Keluarga Tn. S dapat menghadapi masalah yang ada.
30. Strategi koping yang digunakan :
Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah
yang ada.
31. Strategi adaptasi disfungsional :
Keluarga selalu menggunakan pendekatan yang adaptif dan edukasif
dengan keluarga.
VII. HARAPAN KELUARGA TERHADAP ASUHAN KEPERAWATAN
KELUARGA.
Keluarga Tn. S ingin melihat anaknya sampai sarjana dan sukses. Dan
keluarga Tn. S berharap agar keluarganya tidak mengalami penyakit dan lebih
waspada serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya.