Anda di halaman 1dari 7

Matrik IFAS dan EFAS Pada Bank Syariah Mandiri

Alat yang digunakan dalam menyusun faktor-faktor strategis perusahaan adalah matriks SWOT.
Matriks ini menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman internal yang dihadapi
dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan internal yang dimiliki. Matrik ini dapat
menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis.Tabel Matrik IFAS dan EFAS

IFAS STRENGTH(S) WEAKNESSES(W)


EFAS Tentukan faktor kekuatan Tentukan faktor kelemahan
internal internal
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI SO STRATEGI WO
Tentukan peluang eksternal Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan untukmeminimalkan kelemahan
memanfaatkan peluang untuk memannfaatkan
peluang
THREATS (T) STRATEGI ST STRATEGI WT
Tentukan ancamaneksternal Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan untuk meminimalkan kelemahan
mengatasi ancaman dan menghindari ancaman

Berdasarkan Matriks SWOT diatas maka didapatkan 4 langkah strategi yaitu sebagai berikut :

1. Strategi SO Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan
memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
Strategi SO menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal.

2. Strategi ST Strategi ini menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi
ancaman. Strategi ST menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk menghindari atau
mengurangi dampak ancaman eksternal.

3. Strategi WO Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara
meminimalkan kelemahan yang ada. Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan
internal dengan memanfaatkan peluang eksternal.

4. Strategi WT Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha
meminimalkan kelemahan serta menghindari ancaman. Strategi WT bertujuan untuk mengurangi
kelemahan internal dengan menghindari ancaman eksternal.

Matrik SWOT merupakan alat pencocokan yang penting untuk membantu para manajer
mengembangkan empat tipe strategi: Strategi SO (Strengths-Opportunities), Strategi WO
(Weaknesses-Opportunities), Strategi ST (Strengths-Threats), dan Strategi WT (Weaknesses-
Threats).Terdapat 8 langkah dalam menyusun matrik SWOT, yaitu:

1. Tuliskan kekuatan internal perusahaan yang menentukan.


2. Tuliskan kelemahan internal perusahaan yang menentukan.
3. Tuliskan peluang eksternal perusahaan yang menentukan.
4. Tuliskan ancaman eksternal perusahaan yang menentukan.
5. Mencocokan kekuatan internal dengan peluang eksternal dan mencatat resultan strategi
SO dalam sel yang tepat.
6. Mencocokan kelemahan internal dengan peluang eksternal dan mencatat resultan strategi
WO dalam sel yang tepat.
7. Mencocokan kekuatan internal dengan ancaman eksternal dan mencatat resultan strategi
ST dalam sel yang tepat.
8. Mencocokan kelemahan internal dengan ancaman eksternal dan mencatat resultan
strategi WT dalam sel yang tepat.

Analisis Faktor Strategis Eksternal

Analisis faktor strategis eksternal difokuskan pada kondisi yang ada dan kecenderungan yang
muncul dari luar, tetapi dapat memberi pengaruh kinerja organisasi. Setelah mengetahui faktor-
faktor strategi eksternal, selanjutnya susun tabel faktor-faktor Strategis Eksternal (External
Strategic Factors Analysis Summary/EFAS), dengan langkah sebagai berikut :

1. Menyusun faktor peluang dan ancaman pada kolom 1.


2. Memberikan bobot masing-masing faktor pada kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat penting)
sampai dengan 0,0 (tidak penting). Bobot dari semua faktor strategis yang berupa peluang
dan ancaman ini harus berjumlah 1.
3. Menghitung rating dalam (dalam kolom 3) untuk masing-msing faktor dengan memberi
skala mulai dari 4 (sangat baik/outstanding) sampai dengan 1 (sangat tidak baik/poor)
berdasarkan pengaruh faktor tersebut pada kondisi organisasi. Pemberian nilai rating
untuk peluang bersifat positif, artinya peluang yang semakin besar diberi rating +4, tetapi
jika peluangnya kecil diberi nilai +1. Sementara untuk rating ancaman bersifat
sebaliknya, yaitu jika nilai ancamannya besar, maka ratingnya -4 dan jika nilai
ancamannya kecil, maka nilainya -1.
4. Mengalikan bobot faktor pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3. Hasilnya adalah skor
pembobotan untuk masing-masing faktor.
5. Menghitung jumlah skor pembobotan. Nilai ini adalah untuk memetakan posisi
organisasi pada diagram analisa SWOT.

Analisis Faktor Strategis Internal

Analisis faktor strategis internal adalah analisis yang menilai prestasi/kinerja yang merupakan
faktor kekuatan dan kelemahan yang ada untuk mencapai tujuan organisasi. Seperti halnya pada
Analisis Faktor Strategis Eksternal, maka dengan cara yang sama menyusun tabel Faktor-faktor
Strategis Internal (Internal Strategic Factors Analysis Summary/IFAS).
Contoh Penelitian Dengan Menggunakan Matrik IFAS dan EFAS

ANALISIS SWOT BANK SYARIAH MANDIRI


Analisis SWOT Bank Syariah Mandiri saya bagi menjadi dua bagian besar yaitu faktor Internal
dan eksternal dan kemudian akan didapatkan kesimpulan dari kedua analisis tersebut menjadi
satu ringkasan analisis strategis yang disebut SFAS (Strategic Factors Analysis Summary)
IFAS (Internal Strategic Factors Summary)

Faktor Strategis Internal Bobot Peringkat Terbobot Keterangan


Kekuatan: 0,15 4 0,60 Menjamin BSM tidak akan
 Dewan Perusahaan, terdiri dari dewan melenceng dari konsep
komisaris dan dewan pengawas ekonomi syariahDengan
 Sumber Daya Manusia BSM profesional 0,15 4 0,60 diadakannya program
dan sepenuhnya mengerti operasional pendidikan dan pelatihan
perbankan syariah Untuk memenuhi kebutuhan
 Jaringan Pemasaran tersebar di 20 0,05 3 0,15 nasabahSebagai pilihan dalam
provinsi di tanah air bertransaksiSebagai positioning
BSM
Tidak mengalami kesulitan
 Produk dan jasa yang ditawarkan sangat 0,05 3 0,15
dibidang permodalan
bervariasi
Tidak adanya SDM yang
kompeten di bidangnya
 Identitas Merek BSM melekat sebagai 0,05 2 0,10
Sedikitnya PT/PTN yang
bank syariah yang adil dan berorientasi pada bank
menentramkan syariahPangsa pasar yang
 Dukungan modal dari PT. Bank Mandiri 0,15 4 0,60 relative masih sedikit
yang besar Belum ada kerjasam di antar
Kelemahan: bank lain
 Adanya direktur yang memegang jabatan 0,1 -2 -0,20 Karna ada kata syariah yang
rangkap yang berbeda bidangnya mencerminkan keislaman
 Sulit mendapatkan SDM yang 0,15 -2 -0,30
berkompeten dalam bidang perbankan
syariah
 Belum meratanya penyebaran kantor 0,05 -2 -0,10
bank syariah mandiri di seluruh provinsi.
 Belum adanya pelayanan produk (ATM) 0,05 -2 -0,10
bersama secara menyeluruh dengan
bank-bank lain di Indonesia
 Image di masyarakat BSM sebagai bank 0,05 -2 -0,10
yang diperuntukkan hanya untuk orang
islam
TOTAL 1.00 1,20

EFAS (External Strategic Factors Summary)

Faktor Strategis Eksternal Bobot Peringkat Terbobot Keterangan


Peluang: dengan pembangunan
 Pertumbuhan Perbankan 0,2 4 0,80 bank syariah di daerah-
Syariah daerahpeluang yang
besar untuk pnerapan
 Pertumbuhan teknologi yang 0,1 3 0,30 teknologi-teknologi baru
sangat pesat dalam bidang IT pada bidang perbankan
 Masyarakat Indonesia yang 0,05 3 0,15 80% dari 250 juta jiwa
mayoritas beragama islam. Masih ada 5 BUS

 Masih sedikit pesaing 0,1 4 0,40 Dalam produk


Ancaman: perbankan
 Pesaing mempunyai teknologi 0,1 -4 -0,40
Mudharabah,Murabahah,
yang lebih canggih
dll
 Banyaknya produk yang sejenis 0,15 -3 -0,45
Tabungan,Deposito
yang menawarkan banyak maupun
keunggulan GiroKecendrungan akan
 Banyaknya pilihan produk dari 0,05 -2 -0,10 fasilitas,produk,dll
perbankan lain 96% market Share
 Kekuatan nasabah untuk 0,1 -3 -0,30 dikuasai Bank
memilih bank lain cukup tinggi Konvensioanal
 Pesaing dari dalam negri tidak 0,15 -4 -0,60
hanya terdiri dari bank-bank
konvensional tapi juga bank
syariah yang lain
TOTAL 1.00 -0,20

SFAS (Strategic Factors Analysis Summary)

Faktor Strategis Kunci Bobot Peringkat SkorTerbobot Pendek Menengah Panjang Keterangan
 Dukungan modal 0,15 5 0,75 X X X Tidak mengalami
dari PT. Bank kesulitan dibidang
Mandiri yang besar permodalan
 Sumber Daya 0,1 4 0,40 X X X
Manusia BSM Dengan diadakannya
profesional dan program pendidikan dan
sepenuhnya pelatihan
mengerti operasional
perbankan syariah Tidak adanya SDM yang
 Adanya direktur 0,1 3 0,30 X kompeten di bidangnya
yang memegang
jabatan rangkap Sedikitnya PT/PTN yang
yang berbeda berorientasi pada bank
bidangnya syariah
 Sulit mendapatkan 0,15 4 0,60 X
dengan pembangunan
SDM yang
bank syariah di daerah-
berkompeten dalam
daerah
bidang perbankan
syariah Masih ada 5 BUS
 Pertumbuhan 0,15 3 0,45 96% market Share
Perbankan Syariah dikuasai Bank
 Masih sedikit 0,1 3 0,30 Konvensioanal
pesaing.
Mudharabah,Murabahah,
 Pesaing dari dalam 0,15 3 0,45
dll
negri tidak hanya
terdiri dari bank-
bank konvensional
tapi juga bank
syariah yang lain
 Banyaknya produk 0,1 3 0,30
yang sejenis yang
menawarkan banyak
keunggulan
TOTAL 1.00 3,55

Catatan-catatan

1. Bobot setiap faktor adalah antara 1,0 (sangat penting)– 0,0 (tidak penting) pada kolom 2
dan total bobot harus berjumlah 1,00
2. Memeringkatkan setiap faktor dari 5 (sangat baik) sampai 1 (sangat buruk) pada kolom 3
3. Mengalikan setiap bobot faktor dengan peringkat untuk mendapatkan nilai bobot fakor
dalam kolom 4
4. Untuk durasi dalam kolom 5, diperiksa kolom yang cocok (jangka pendek-kurang dari 1
tahun; menengah- 1 sampai 3 tahun; jangka panjang –lebih dari 3 tahun)
5. Kolom 6 untuk penggunaan rasional dari setiap faktor
MATRIKS SWOT BANK SYARIAH MANDIRI

Internal KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)


 Dewan Perusahaan, terdiri dari  Jabatan rangkap dalam struktur
eksternal dewan komisaris dan dewan  Sulit mendapatkan SDM yang berkompeten
pengawas dalam bidang perbankan syariah
 Sumber Daya Manusia BSM  Belum meratanya penyebaran kantor bank
profesional dan sepenuhnya syariah mandiri di seluruh provinsi.
mengerti operasional perbankan  Belum adanya pelayanan produk (ATM)
syariah bersama secara menyeluruh dengan bank-
 Jaringan Pemasaran tersebar di 20 bank lain di Indonesia
provinsi di tanah air  Image di masyarakat BSM sebagai bank
 Produk dan jasa yang ditawarkan yang diperuntukkan hanya untuk orang
sangat bervariasi islam
 Identitas Merek BSM melekat
sebagai bank syariah yang adil dan
menentramkan
 Dukungan modal dari PT. Bank
Mandiri yang besa
PELUANG (O) Strategi SO: Strategi WO:
 Pertumbuhan Perbankan Syariah  Menambah kantor cabang mandiri  Menjalin kerjasama dengan bank-bank lain
 Pertumbuhan teknologi yang sangat syariah di povinsi-provinsi yang baik itu konvensional maupun syari’ah
pesat dalam bidang IT berpotensial. untuk pengembangan ATM link.
 Masyarakat Indonesia yang mayoritas Mempertahankan dan meningkatkan  Melakukan sosialisasi di berbagai media
beragama islam variasi produk dengan penerapan tentang prinsip perbankan mandiri syariah
 Masih sedikit pesaing teknologi-teknologi terbaru. sehingga dapat menarik nasabah sebanyak-
 Memperkuat image di masyarakat banyaknya tidak hanya dikalangan umat
dengan menekankan prinsip islam saja.
ekonomi syariah.  Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber
 Meningkatkan kualitas pelayanan daya manusia yang berkompeten di bidang
kepada nasabah dengan ekonomi perbankan syariah.
menyuguhkan pelayanan yang  Menigkatkan fasilitas-fasilitas yang berbasis
profesional oleh tenaga-tenaga yang teknologi sehingga dapat memudahkan
profesional pula akses bagi nasabah.
 Meningkatkan kualitas dan frekuensi
pelatihan BSM (Training Centre BSM)
sehingga dapat memenuhi kebutuhan SDM.
ANCAMAN (T) Strategi ST: Strategi WT:
 Pesaing mempunyai teknologi yang  Pemanfaatan dan pengalokasian  Mengadakan Program-program untuk
lebih canggih modal dengan tepat yang digunakan meningkatkan kompetensi karyawan syariah
 Banyaknya produk yang sejenis yang untuk pengembangan teknologi mandiri dalam bidang IT
menawarkan banyak keunggulan seoptimal mungkin.  Mempererat kerjasama dengan penanam
 Banyaknya pilihan produk dari  Mempertahankan ciri khas produk modal dan bank-bank lain
perbankan lain dengan berbasis ekonomi perbankan  Melakukan strategi promosi yang lebih
 Kekuatan nasabah untuk memilih bank syariah gencar disemua media untuk meningkatkan
lain cukup tinggi  Mengembangkan variasi produk pangsa pasar
 Pesaing dari dalam negri tidak hanya dengan cara benchmarking
terdiri dari bank-bank konvensional
tapi juga bank syariah yang lain