Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH PROTEIN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah gizi masih cukup rawan dibeberapa wilayah Indonesia, terutama di wilayah
pemukiman kumuh daerah perkotaan, wilayah yang sering dilanda musim kering (NTB dan
NTT). Dimana kondisi masyarakat tersebut banyak yang kekurangan gizi, banyak balita yang
terkena gizi buruk. Gizi buruk / gizi kurang sering terjadi karena makanan yang tidak seimbang,
terutama dalam hal protein.
Protein sangat penting untuk membantu pertumbuhan anak-anak, dan meningkatkan daya
tahan tubuh mereka. Dan juga kelebihan protein juga akan menimbulkan penyakit, seperti
kwashiorkor, marasmus, dan obesitas.
Oleh karena itu, selain untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah “Dasar-Dasar Ilmu Gizi”
ini, penulis mengangkat judul tentang Protein, karena protein merupakan zat paling penting yang
harus ada dalam tubuh manusia. Tapi masih banyak juga kasus kekurangan energi protein (KEP).
Disini penulis tertarik untuk lebih mendalami tentang protein.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan protein?
2. Bagaimana Klasifikasi dan Metabolisme Protein?
3. Apa saja Komposisi Kimia Protein?
4. Apa saja Fungsi Protein?
5. Bagaimana perbedaan masyarakat kota dan desa?
6. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan dan kompenen ruang lingkup kebudayaan?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum.
Agar mahasiswa dan pembaca mengerti tentang pentingnya protein untuk tubuh kita.
2. Tujuan Khusus.
a. Mengemukakan permasalahan tentang protein
b. Menjabarkan kadar dan fungsi protein bagi manusia
c. Memberitahu kepada mahasiswa sumber protein
d. Menjelaskan akibat dan kekurangan protein

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Istilah protein berasal dari bahasa yunani yaitu proteos , yang berarti yang utama atau yang
didahulukan. Kata ini di perkenalkan oleh ahli kimia Belanda, gerardus mulder (1802-1880). Ia
berpendapat bahwa protein adalah zat yang paling penting dalam setiap organisme.
Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh setelah
air. Seperlima bagian tubuh adalah protein separohnya ada didalam otot, seperlima dalam tulang
dan tulang rawan, Sepersepuluh dalam kulit dan selebihnya dalam jaringan lain dan cairan tubuh.
Disamping itu, asam amino yang membentuk protein bertindak sebagai prekursor, sebagian besar
koenzim, hormon, asam nukleat, dan molekul-molekuk esensial untuk kehidupan.
Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat kimia lain, yaitu
membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh.
Protein merupakan zat gizi yang paling penting. Karena yang paling erat hubungannya
dengan proses kehidupan. Didalam sel protein terdapat protein struktural maupun protein
metabolik. Molekul protein mengandung unsur-unsur C,H,O dan unsur khusus yang terdapat
didalam protein dan tidak terdapat didalam molekul karbohidrat maupun lemak yaitu nitrogen
(N).
Protein adalah senyawa kompleks yang tersusun atas unsur-unsur C,H,O dan N. Namun
demikian ada pula protein yang mengandung unsur S dan P.
Kelenjar ludah dalam mulut tidak membuat enzim protease. Enzim protease baru terdapat
dalam lambung, yaitu pepsin yang mengubah protein menjadi albuminosa dan pepton.

Kemudian, tripsin dalam usus duabelas jari yang berasal dari pankreas mengubah sisa
protein yang belum sempurna menjadi albuminosa dan pepton. Dalam usus halus, albuminosa
dan pepton seluruhnya diubah oleh enzim pepsin menjadi asam-asam amino yang siap untuk
diserap.
Protein yang telah di ubah kedalam bentuk asam amino mempunyai sifat larut dalam air.
Seperti halnya hidrat arang, asam amino yang mudah larut dalam air ini juga dapat diserap secara
pasif dan langsung memasuki pembuluh darah.
Ketika protein mengalami hidrolisis total, akan dihasilkan sejumlah 20-24 jenis asam
amino, tergantung dari cara menghidrolisisnya. Ada 3 cara yang dapat ditempuh untuk
menghidrolisis protein yaitu hidrolisis asam, hidrolisis alkalis, dan hidrolisis enzimatik.
Struktur umum asam amino terdiri atas beberapa bagian:
1. Gugusan amino
2. Gugusan karboksil
3. Gugusan sisa molekul (molecular rest)
Perbedaan asam amino yang satu dengan yang lainnya terletak pada struktur sisa molekul
R. Asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh disebut asam amino esensial. Untuk orang
dewasa terdapat 8 jenis asam amino esensial, yaitu lisin, leusin, isoleusin, valin, treonin,
fenilalanin, metionin, triptofan, sedangkan untuk anak-anak yang sedang tumbuh, ditambahkan
dua jenis lagi, ialah histidin dan arginin. Dalam molekul protein, asam-asam amino saling
dirangkaikan melalui reaksi gugusan karboksil asam amino yang satu dengan gugusan amino
dari asam amino yang lain, sehingga terjadi ikatan yang disebut ikatan peptida.

B. Klasifikasi dan Metabolisme Protein.


Protein terdapat dalam bentuk serabut (fibrous), globular, dan kunjngsi.
1. Protein dalam bentuk serabut.
Terdiri atas beberapa rantai peptida berbentuk spiral dan terjalin satu sama lain, sehingga
menyerupai batang yang kaku.
Karakteristiknya :
 Rendah daya larutnya.
 Mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi.
 Tahan terhadap enzim pencernaan.
Contoh protein serabut : Kolagen, elastin, keratin, miosin.
2. Protein globular.
Karakteristiknya :
 Berbentuk bola.
 Larut dalam larutan garam dan asam encer.
 Mudah berubah dalam pengaruh suhu.
 Konsentrasi garam mudah mengalami denaturasi.
Contoh : Albumin, globumin, histon, protamin.
3. Protein konjungsi.
Merupakan protein sederhana yang terikat dengan bahan-bahan non asam amino (gugus
prostetik).
Contoh : Nukleoprotein, lipoprotein, fosfoprotein, metaloprotein.

Metabolisme protein.
Pada umumnya protein diserap dalam bentuk asam amino dan bersama-sama dengan
darah dibawa ke hati, kemudian dibersihkan dari toksin. Proses masuknya asam amino dapat di
katakan tidak bersifat dinamis dan selalu di perbaharui. Asam amino yang masuk tidak
sebanding dengan jumlah asam amino yang diperlukan untuk menutupi kekurangan amino yang
dipakai oleh tubuh.

C. Komposisi Kimia Protein.


Protein adalah molekul makro yang mempunyai berat molekul antara lima ribu hingga
beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino, yang terikat satu sama lain
dalam ikatan peptida. Molekul protein lebih kompleks dari pada karbohidrat dan lemak dalam
hal berat molekul dan keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya.
Asam amino terdiri atas atom karbon yang terikat pada satu gugus karboksil (-COOH),
satu gugus amino (-NH2), satu atom hidrogen (-H) dan satu gugus radikal (-R) atau rantai
cabang, sebagaimana tampak pada gambar berikut :
Pada umumnya asam amino yang diisolasi dari protein hididroksilat alfa-asam amino,
yaitu gugus karboksil dan amino terikat pada atom karbon yang sama.
Yang membedakan asam amino satu sama lain adalah rantai cabang atau gugus –R nya.
Protein adalah molekul makro yang mempunyai berat molekul antara lama ribu hingga
beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino, yang terikat satu sama lain
dalam ikatan peptida. Asam amino terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan
nitrogen; beberapa asam amino disamping itu mengandung unsur-unsur fosfor, besi, iodium, dan
kobalt. Unsur nitrogen adalah unsur utama protein akan tetapi tidak terdapat didalam
karbohidratdan lemak. Unsur nitrogen merupakan 16% dari berat protein.

Molekul protein lebih kompleks daripada karbohidrat dan lemak dalam hal berat molekul
dan keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya. Berat molekul protein bisa
mencapai empat puluh juta; bandingkan dengan berat molekul glukosa yang besarnya 180. Jenis
protein sangat banyak, mungkin sampai 1010-1012. Ini dapat dibayangkan bila diketahui bahwa
protein terdiri atas sekian kombinasi berbagai jenis dan jumlah asam amino. Ada dua puluh jenis
asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas sembilan asam amino esensial
(asam amino yang tidak dapat dibuat tubuh dan harus didatangkan dari makanan) dan sebelas
asam amino nonesensial.

D. Fungsi Protein.
Fungsi protein didalam tubuh sangat erat hubungannya dengan hayat hidup sel. Selain
itu, protein juga berfungsi sebagai zat pertahanan tubuh melawan berbagai mikroba dan zat
toksik lain yang datang dari luar dan masuk kedalam milieu interior tubuh. Protein juga sebagai
zat pengatur proses-proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon.
Protein sangat berperan penting untuk pertumbuhan manusia dan terdapat dalam semua
makhluk hidup. Jadi tanpa adanya protein tidaklah dapat dibentuk sel makhluk hidup.
Menurut sumber lain yang penulis peroleh, dapat kita lihat fungsi protein lainnya, antara
lain sebagai berikut :
1. Untuk membangun sel jaringan tubuh seorang bayi yang lahir dengan berat badan 3 kg.
2. Untuk mengganti sel tubuh yang aus atau rusak.
3. Untuk membuat air susu, enzim dan hormon air susu yang diberikan ibu kepada bayinya dibuat
dari makanan ibu itu sendiri.
4. Membuat protein darah, untuk mempertahankan tekanan osmose darah.
5. Untuk menjaga keseimbangan asam basa dari cairan tubuh.
6. Sebagai pemberi kalori.
7. Untuk pertumbuhan dan pemeliharaan.
8. Untuk pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.
9. Untuk mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
10. Untuk memelihara netralitas tubuh.
11. Untuk pembentukan antibodi.
12. Untuk mengangkat zat-zat gizi.
13. Sebagai sumber energi.
Oleh karena itu, protein sangat berperan penting dalam tubuh manusia, karena
bilamanusia tidak cukup protein, maka mereka akan dapat menderita gizi kurang bahkan gizi
buruk.

E. Sumber protein.
Sumber protein untuk manusia ada 2, yaitu :
1. Sumber protein hewani.
Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik, dalam jumlah maupun
mutu. Sumber protein hewani dapat berbentuk daging dan alat-alat dalam seperti hati, pankreas,
ginjal, paru, jantung, jeroan, susu, telur dan ikan. Ayam dan jenis burung lain merupakan sumber
protein yang berkualitas baik.

2. Sumber protein nabati.


Sedangkan protein nabati terdapan dalam biji-bijian, kacang-kacangan dan gandum. Satu
gram protein mampu menghasilkan energi 4,1 kalori.
F. Kebutuhan Protein Bagi Manusia.
Kebutuhan protein bagi manusia dapat ditentukan dengan cara menghitung jumlah
protein yang diganti dalam tubuh. Ini bisa dilakukan dengan menghitung jumlah unsur nitrogn
(zat lemas) yang ada dalam protein makanan dan menghitung pula jumlah unsur nitrogen yang
dikeluarkan tubuh melalui air seni dan peses. Penggunaan protein dapat dipengaruhi oleh banyak
faktor, sehingga dalam prakteknya jumlah protein itu belum dapat memenuhi kebutuhan.
Sebabnya antara lain :
 Kadar protein 18,75 gram itu dalam tubuh akan menyebabkan beberapa reaksi kimia yang tidak
bisa berlangsung dengan baik.
 Kecernaan protein itu sendiri. Tidak semua bahan makanan yang mengandung serat-serat
proteinnya bisa diambil tubuh. Karena adanya serat-serat ini, enzim-enzim tidak bisa masuk
untuk memecah protein.
Berdasarkan pertimbangan diatas, maka ditetapkan bahwa kebutuhan protein bagi
seorang dewasa adalah 1 gram untuk setiap kilogram berat badannya setiap hari. Untuk anak-
anak yang sedang tumbuh, diperlukan protein yang lebih banyak, yaitu 3 gram tiap satu kilogram
berat badannya.
Disamping itu, mengingat adanya protein sempurna dan tidak sempurna berdasarkan
jumlah dan macam-macam asam amino yang ada dalam makanan, maka untuk menjamin agar
tubuh benar-benar mendapatkan asam amin dalam jumlah dan macam yang cukup, sebaiknya
untuk orang dewasa seperlima dari protein yang diperlukan haruslah protein yang berasal dari
hewan, sedangkan untuk anak-anak sepertiga dari jumlah protein yang mereka perlukan.

Makanan Kadar
Beras setengah giling 7,6 gram
Jagung kuning 9,2 gram
100 gram terigu 11 gram
Singkong dan gaplek 1,5 gram
100 gram umbi jalar 1,8 gram
100 gram tepung sagu 1,44 gram
Daging ayam 18,2 gram
Daging sapi 18,8 gram
Telur ayam 12,8 gram
Tabel 2.1
Kandungan Protein Dalam Sejumlah Makanan
Tabel 2.2
Angka kecukupan protein menurut kelompok umur.
G. Akibat Kekurangan dan Kelebihan Protein.
1. Kekurangan protein.
Kekurangan protein banyak terdapat pada masyarakat sosial ekonomi rendah.
Kekurangan protein murni pada stadium berat menyebabkan Kwasiorkor pada anak-anak
dibawah lima tahun (balita). Kekurangan protein sering ditemukan secara bersamaan dengan.
kekurangan energi yang menyebabkan kondisi yang dinamakan Marasmus.
a. Kwashiorkor.
Istilah kwashiorkor pertamakali diperkenalkan oleh Dr. Cecily Williams pada tahun
1933, ketika ia menemukan keadaan ini di Ghana, Afrika. Dimana dalam bahasa Ghana
kwashiorkor artinya penyakit yang diperoleh anak pertama, bila anak kedua sedang ditungu
kelahirannya.
Kwashiorkor lebih banyak terdapat pada usia dua hingga tiga tahun yang sering terjadi
pada anak yang terlambat menyapih, sehingga komposisi gizi makanan tidak seimbang terutama
dalam hal protein. Kwashiorkor dapat terjadi pada konsumsi energi yang cukup atau lebih.
Gejala :
 Pertumbuhan terhambat.
 Otot-otot berkurang dan lemah.
 Udema.
 Muka bulat seperti bulan (moonface)
 Gangguan psikimotor.

Ciri khas dari kwashiorkor yaitu terjadinya edema di perut, kaki dan tangan. Kehadiran
kwashiorkor erat kaitannya dengan albumin serum. Pada kwashiorkor gambaran klinik anak
sangat berbeda. Berat badan tidak terlalu rendah, bahkan dapat tertutup oleh adanya udema,
sehingga penurunan berat badan relatif tidak terlalu jauh, tetapi bila pengobatan udema
menghilang, maka berat badan yang rendah akan mulai menampakkan diri. Biasanya berat badan
tersebut tidak sampai dibawah 60 % dari berat badan standar bagi umur yang sesuai.
Ciri-ciri :
 Rambut halus, jarang, dan pirang kemerahan kusam.
 Kulit tampak kering (Xerosis) dan memberi kesan kasar dengan garis-garis permukaan yang
jelas.
 Di daerah tungkai dan sikut serta bokong terdapat kulit yang menunjukkan hyperpigmentasi dan
kulit dapat mengelupas dalam lembar yang besar, meninggalkan dasar yang licin berwarna putih
mengkilap.
 Perut anak membuncit karena pembesaran hati.
 Pada pemeriksaan mikroskopik terdapat perlemkan sel-sel hati.
b. Marasmus.
Marasmus berasal dari kata Yunani yang berarti wasting/ merusak. Marasmus umumnya
merupakan penyakit pada bayi (12 bulan pertama), karena terlambat diberi makanan tambahan.
Hal ini dapat terjadi karena penyapihan mendadak, formula pengganti ASI terlalu encer dan tidak
higienis atau sering terkena infeksi. Marasmus berpengaruh dalam waktu yang panjang terhadap
mental dan fisik yang sukar diperbaiki.
Marasmus adalah penyakit kelaparan dan terdapat banyak di antara kelompok sosial
ekonomi rendah di sebagian besar negara sedang berkembang dan lebih banyak dari
kwashiorkor.
Gejala :
 Pertumbuhan terhambat.
 Lemak dibawah kulit berkurang.
 Otot-otot berkurang dan melemah.
 Erat badan lebih banyak terpengaruh dari pada ukuran kerangka, seperti : panjang, lingkar
kepala dan lingkar dada.
 Muka seperti orang tua (oldman’s face).
Pada penderita marasmus biasanya tidak ada pembesaran hati (hepatomegalia) dan kadar
lemak serta kolesterol didalam darah menurun.
Suhu badan juga lebih rendah dari suhu anak sehat, dan anak tergeletak in-aktif, tidak ada
perhatian bagi keadaan sekitarnya.
2. Kelebihan Protein.
Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh. Makanan yang tinggi proteinnya
biasanya tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas. Diet protein tinggi yang sering
dianjurkan untuk menurunkan berat badan kurang beralasan. Kelebihan dapat menimbulkan
masalah lain, terutama pada bayi. Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang
harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen.
Kelebihan protein akan menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah,
kenaikan ureum darah, dan demam. Ini dilihat pada bayi yang diberi susu skim atau formula
dengan konsentrasi tinggi, sehingga konsumsi protein mencapai 6 g/kg BB. Batas yang
dianjurkan untuk konsumsi protein adalah dua kali angaka kecukupan gizi (AKG) untuk protein.

H. Penyakit Gizi Yang Berhubungan dengan Protein


Ada dua jenis penyakit gizi yang berhubungan dengan protein yaitu penyakit yang
berdasarkan defisiensi protein dan berdasarkan kelainan sintesis serta metabolisme protein.
Penyakit kurang kalori dan protein (KKP/PCMPEM)
Defisiensi protein secara ekstrim dengan kalori yang relatif mencukupi. Dalam hal ini
akan terjadi penyakit dengan gambaran klinis yang disebut kwashiorkor. Pada marasmus
penderita sangat kurus dengan sebutan tinggal tulang dan kulit. Kasus yang terbanyak adalah
campuran kedua gambaran klinis diatas, disebabkan oleh kekurang energi dan protein sekaligus.
Keadaan campuran ini disebut marasmik kwashiorkor, dan inilah yang disebut KKP. Penderita
mempunyai berat badan dibawah standar pada umurnya, tetapi mungkin tidak terlalu jauh dari
bawah.
Penyakit penyerta
Penyakit penyerta ini biasanya berupa infeksi, penyakit infeksi yang sering dijumpai
sebagai penyakit penyerta pada penderita KKP adalah:
1. Penyakit infeksi saluran pernapasan, terutama bagian atas
2. Penyakit infeksi saluran pencernaan, dengan gejala mencret, dan
3. Berbagai penyakit anak secara umum juga meningkat, baik dalam morbiditas maupun
mortalitas.
Terapi
Penatalaksanaan dilakukan terhadap gejala penyakit infeksi yang akut dahulu, seperti
kejang-kejang, dehidrasi dan diare. Realimentasi dilakukan dengan makanan cair, yang
mengandung cukup kalori, vitamin dan protein serta komponen gizi lainnya. Konsentrasi zat-zat
dapat dimulai parsial, misalnya mulai dengan pengenceran ½ atau ¼ dan secara bertingkat
dinaikkan sehingga konsentrasi penuh.

I. Upaya Penanggulangan.
Untuk menanggulangi kekurangan / kelebihan protein, maka dapat dilakukan upaya
penanggulangan sebagai berikut :
 Pemantauan status gizi (PSG) masyarakat.
 Pemberian makanan tambahan (PMT).
 Pemantauan garam beryodium.
 Pemberian kapsul vit. A
 Pemberian tablet Fe.
 Pengumpulan data KADARZI.

J. Pencegahan Kekurangan Energi Protein.


Kekurangan energi protein disebabkan oleh multifaktor yang saling terkait sinergis secara
klinis maupun lingkungan atau masyarakat. Pencegahan hendaknya meliputi seluruh faktor
secara simultan dan konsisten. Walaupun kekurangan energi protein tidak sepenuhnya dapat
diberantas, tanpa harus menunggu, dapat segera dilaksanakan beberapa tindakan untuk mengatasi
keadaan:
1. Mengendalikan penyakit infeksi, khususnya diare:
a. Sanitasi: personal, lingkungan terutama makanan dan peralatannya.
b. Pendidikan: dasar kesehatan dan gizi.
c. Program imunisasi.
d. Pencegahan penyakit yang erat dengan lingkungan antara lain: TBC, nyamuk (malaria, DHF),
parasit (cacing).
2. Memperkecil dampak penyakit-penyakit infeksi terutama diare di wilayah yang
sanitasi lingkungannya belum baik. Diare merupakan penyakit endomo-epidemik yang
menjadi salah satu penyebab bagi malnutrisi. Dehidrasi awal dan re-feeding secepat
mungkin merupakan pencegahan untuk menghindari bayi malnutrisi atau kekurangan
energi protein.
3. Deteksi dini dan manajemen kekurangan energi protein awal atau ringan:
a. Memonitor tubuh kembang dan status gizi balita secara kontinyu. Misalnya dengan tolok ukur
KMS.
b. Perhatian kusus untuk faktor “resiko tinggi” yang akan berpengaruhkelangsungan status gizi
(antara lain: kemiskinan, ketidaktahuan, adanya penyakit infeksi).
4. Memelihara status gizi anak
a. Dimulai sejak dalam kandungan, ibu hamil dengan gizi yang baik, diaharapkan akan melahirkan
bayi dengan status gizi yang baik pula.
b. Setelah lahir segera beri air susu ibu eksklusif sampai usia 4 atau 6 bulan.
c. Pemberian makanan pendamping air susu ibu bergizi, mulai usia 4 atau 6 bulan secara bertahap
sampai anak dapat menerima menu lengkap keluarga.
d. Memperpanjang masa menyusui (prolong lactation) selama ibu dan bayi menghendaki.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan.
Dari makalah diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa protein sangatlah penting,
terutama bagi pertumbuhan. Disamping itu protein merupakan zat utama dalam membantu
tumbuh kembang anak. Sehingga apabila anak cukup asupan proteinnya, maka anak akan
tumbuh sehat, jauh dari gizi kurang dan tidak terjadinya gangguan tumbuh kembang.
Selain itu, protein merupakan penghasil energi terbesar. Dengan adanya protein dalam
tubuh, maka tubuh akan merasa tetap segar. Tetapi yang harus diperhatikan asupan protein untuk
tubuh haruslah seimbang, tidak boleh kekurangan dan tidak bileh pula kelebihan. Karena
kelebihan atau kekurangan asupan protein dapat menimbulkan penyakit, seperti : kwashiorkor,
marasmus, dan obesitas.
Oleh karena itu, diharapkan kepada pembaca, untuk dapat memanfaatkan apa yang telah
disampaikan dalam makalah ini, guna untuk meningkatkan status gizi di masyarakat, sehingga
tercipta masyarakat yang sehat.
B. Saran.
1. Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memenuhi asupan protein, agar dapat
tumbuh dengn sehat.
2. Agar seluruh ibu-ibu memperhatikan gizi anak, terutama asupan proteinnya, agar tidak ada lagi
penderita gizi buruk.
3. Kepada tenaga kesehatan untuk dapat mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang gizi,
terutama tentang protein.
4. Diharapkan masyarakat atau pun pembaca mau ikut serta menggalakkan program tentang
pemberantasan gizi buruk, untuk mencapai Indonesia sehat 2010.

DAFTAR PUSTAKA

Alimul H, A. Aziz.2009.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia.Aplikasi Konsep dan Proses


Keperawatan. Jakarta: Salemba Medica.
Almatsier, S. 2006.Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta :PT. Gramedia Pustaka Utama.
http//www.google.com//gizi buruk//2008.
http//www.google.co.id//journal tentang protein.// 2008.
Irianto, Kus.2008.Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia Untuk Para Medis.Bandung: Yrama
Widya.
Jati, wijaya. 2007. Aktif Biologi. Jakarta : Ganeca exact.
Kartasapoetra, Drs.G. 2003.Ilmu Gizi. Jakarta: Rineka Cipta.
Moehdi, S. 2002. Ilmu Gizi. Jakarta: Papasinar Sinanti.
im Penerbit Buku Kedokteran.2005.Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC.
Diposkan oleh Bintang Baskoro di 00.14
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
MAKALAH PROTEIN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Protein (protos yang berarti ”paling utama”) adalah senyawa organik kompleks yang
mempunyai bobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer
asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Peptida dan
protein merupakan polimer kondensasi asam amino dengan penghilangan unsur air
dari gugus amino dan gugus karboksil.
Jika bobot molekul senyawa lebih kecil dari 6.000, biasanya digolongkan sebagai
polipeptida. Proetin banyak terkandung di dalam makanan yang sering dikonsumsi
oleh manusia. Seperti pada tempe, tahu, ikan dan lain sebagainya. Secara umum,
sumber dari protein adalah dari sumber nabati dan hewani. Protein sangat penting bagi
kehidupan organisme pada umumnya, karena ia berfungsi untuk memperbaiki sel-sel
tubuh yang rusak dan suplai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Maka, penting bagi kita
untuk mengetahui tentang protein dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Protein
merupakan salah satu dari biomolekul raksasa selain polisakarida, lipid dan
polinukleotida yang merupakan penyusun utama makhluk hidup.
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain
dengan ikatan peptida. Molekul protein itu sendiri mengandung karbon, hidrogen,
oksigen, nitroge dan kadang kala sulfur serta fosfor.Protein dirumuskan oleh Jons
Jakob Berzelius pada tahun 1938.

1.2. RUMUSAN MASALAH


• Apa pengertian protein?
• Apa komponen penyusun protein ?
• Bagaimana ikatan peptida pada protein?
• Bagaimana struktur protein?
• Bagaimana sintesis protein ?
• Apa fungsi protein?
• Keuntungan dan kekurangan protein?

1.3. TUJUAN
Tujuan dari makalah ini yaitu :
• Untuk mengetahui pengertian protein
• Untuk mengetahui penyusun protein
• Untuk mengetahui ikatan peptide pada protein
• Untuk mengetahui struktur dari protein
• Untuk mengetahui sintesis protein dan
• Untuk mengetahui fungsi protein
• Untuk mengetahui keuntungan dan kekurangan protein.

BAB II
ISI
2.1. PENGERTIAN
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer – monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain
dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor . Protein berperan penting dalam struktur
dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim
atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis,
seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.
Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam
bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam
transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber
asam aminobagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut
(heterotrof). Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain
polisakarida,lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk
hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti
dalam biokimia.
Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun1838. Biosintesis protein
alami sama dengan ekspresi genetik . Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi
menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom.
Sampai tahap ini, protein masih “mentah”, hanya tersusun dari asam amino
proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki
fungsi penuh secara biologi.Sumber – sumber protein berasal dari Daging, Ikan, Telur
, Susu, dan produk sejenis Quark , Tumbuhan berbji, Suku polong-polongan dan
Kentang.
Berikut adalah ke-20 asam amino penyusun protein (singkatan dalam kurung
menunjukkan singkatan tiga huruf dan satu huruf yang sering digunakan dalam kajian
protein), dikelompokkan menurut sifat atau struktur kimiawinya:
2.2 KOMPONEN PENYUSUN PROTEIN
Unit dasar penyusun struktur protein adalah asam amino. Dengan kata lain protein
tersusun atas asam-asam amino yang saling berikatan.
Struktur asam amino
Suatu asam amino-α terdiri atas:
1. Atom C α. Disebut α karena bersebelahan dengan gugus karboksil (asam).
2. Atom H yang terikat pada atom C α.
3. Gugus karboksil yang terikat pada atom C α.
4. Gugus amino yang terikat pada atom C α.
5. Gugus R yang juga terikat pada atom C α.
Agar lebih jelas dapat Anda cermati Gambar 2.1 berikut.

Gambar 2.1
Struktur asam amino α
Sumber: http://www.biology.arizona.edu\biochemistry\biochemistry.html, 2003, The
Biology Project-Biochemistry

Macam asam amino

Ada 20 macam asam amino, yang masing-masing ditentukan oleh jenis gugus R atau
rantai samping dari asam amino.Jika gugus R berbeda maka jenis asam amino
berbeda.Contohnya ada pada Gambar 2.2.Dari gambar tersebut tampak bahwa asam
amino serin, asam aspartat dan leusin memiliki perbedaan hanya pada jenis gugus R
saja.

Gambar2.2
Contoh struktur dari beberapa asam amino
Sumber: http://www.biology.arizona.edu\biochemistry\biochemistry.html, 2003, The
Biology Project-Biochemistry

Gugus R dari asam amino bervariasi dalam hal ukuran, bentuk, muatan, kapasitas
pengikatan hidrogen serta reaktivitas kimia.Keduapuluh macam asam amino ini tidak
pernah berubah.Asam amino yang paling sederhana adalah glisin dengan atom H
sebagai rantai samping. Berikutnya adalah alanin dengan gugus metil (-CH3) sebagai
rantai samping. Untuk selanjutnya, dapat Anda cermati nama dan struktur dari 20
macam asam amino pada Tabel 2.1 dan Gambar 2.3.

Tabel 2.1
Nama-nama asam amino

No Nama Singkatan
Alanin (alanine)
Arginin (arginine)
Asparagin (asparagine)
Asam aspartat (aspartic acid)
Sistein (cystine)
Glutamin (Glutamine)
Asam glutamat (glutamic acid)
Glisin (Glycine)
Histidin (histidine)
Isoleusin (isoleucine)
Leusin (leucine)
Lisin (Lysine)
Metionin (methionine)
Fenilalanin (phenilalanine)
Prolin (proline)
Serin (Serine)
Treonin (Threonine)
Triptofan (Tryptophan)
Tirosin (tyrosine)
Valin (valine) Ala
2.3 Ikatan peptida

Kedua puluh macam asam amino saling berikatan, dengan urutan yang beraneka
ragam untuk membentuk protein. Proses pembentukan protein dari asam-asam amino
ini dinamakan sintesis protein. Ikatan antara asam amino yang satu dengan lainnya
disebut ikatan peptida.Ikatan peptida ini dapat disebut juga sebagai ikatan amida.
Coba Anda pelajari kembali struktur dasar asam amino. Pada protein atau rantai asam
amino, gugus karboksil (-COOH) berikatan dengan gugus amino (-NH2). Setiap
terbentuk satu ikatan peptida, dikeluarkan 1 molekul air (H2O).Agar lebih jelas, coba
Anda cermati
2.4 Struktur protein
Ada 4 tingkat struktur protein yaitu struktur primer, struktur sekunder, struktur tersier
dan struktur kuartener.
1. Struktur primer
Struktur primer adalah urutan asam-asam amino yang membentuk rantai polipeptida
(Gambar 2.5). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun
proteinyangdihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Frederick Sanger merupakan
ilmuwan yangberjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada
protein, denganpenggunaan beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara
asam amino tertentu,menjadi fragmen peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan
lebih lanjut dengan bantuankertas kromatografik. Urutan asam amino menentukan
fungsi protein, pada tahun 1957,Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam
amino akan mengubah fungsi protein, danlebih lanjut memicu mutasi genetik.

2. Struktur sekunder
Struktur sekunder protein bersifat reguler, pola lipatan berulang dari rangka
protein.Dua pola terbanyak adalah alpha helix dan beta sheet.Struktur sekunder
protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada
protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder
misalnya ialah sebagai berikut:
o alpha helix (α-helix, “puntiran-alfa”), berupa pilinan rantai asam-asam amino
berbentuk seperti spiral;
o beta-sheet (β-sheet, “lempeng-beta”), berupa lembaran-lembaran lebar yang
tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen
atau ikatan tiol (S-H);
o beta-turn, (β-turn, “lekukan-beta”); dan
o gamma-turn, (γ-turn, “lekukan-gamma”).[4]
Lihat Gambar 2.6.

3. Struktur tersier
Struktur tersier protein adalah lipatan secara keseluruhan dari rantai polipeptida
sehingga membentuk struktur 3 dimensi tertentu.Sebagai contoh, struktur tersier
enzim sering padat, berbentuk globuler.Struktur tersier yang merupakan gabungan
dari aneka ragam dari struktur sekunder. Struktur tersier biasanya berupa
gumpalan.Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan
kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer)
dan membentuk struktur kuartener.

4. Struktur kuartener
Beberapa protein tersusun atas lebih dari satu rantai polipeptida.Struktur kuartener
menggambarkan subunit-subunit yang berbeda dipak bersama-sama membentuk
struktur protein.
Ditinjau dari strukturnya, protein dapat dibagi dalam 2 golongan yaitu:
1. Protein sederhana yang merupakan protein yang hanya terdiri atas molekul-molekul
asam amino
2. Protein gabungan yang merupakan protein yang terdiri atas protein dan gugus
bukan protein. Gugus ini disebut gugus prostetik dan terdiri atas karbohidrat, lipid
atau asam nukleat.

Protein sederhana menurut bentuk molekulnya dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:


1. Protein fiber.
Molekul protein ini terdiri atas beberapa rantai polipeptida yang memanjang dan
dihubungkan satu sama lain oleh beberapa ikatan silang hingga merupakan bentuk
serat atau serabut yang stabil. Protein fiber tidak larut dalam pelarut-pelarut encer,
baik larutan garam, asam, basa ataupun alkohol.Berat molekulnya yang besar belum
dapat ditentukan dengan pati dan sukar dimurnikan.Kegunaan protein ini hanya untuk
membentuk struktur jaringan dan bahan, contohnya adalah keratin pada rambut.
2. Protein globular.
Protein globular pada umumnya berbentuk bulat atau elips dan terdiri atas rantai
polipeptida yang terlibat. Protein globular/speroprotein berbentuk bola, protein ini
larut dalam larutan garam dan asam encer, juga lebih mudah berubah di bawah
pengaruh suhu, konsentrasi asam dan asam encer.Protein ini mudah terdenaturasi.
Banyak terdapat pada susu, telur dan daging.
2.5 Sintese protein
Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein akan diuraikan
menjadi peptidpeptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal
ini dilakukan dengan bantuan enzim.Tubuh manusia memerlukan 9 asam
amino.Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh
esensiil, sedangkan sebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau tidak esensiil
oleh tubuh.Keseluruhan berjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka
akan diberikan ke darah. Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh.Kode
untuk asam amino tidak esensiil dapat disintesa oleh DNA.Ini disebut dengan
DNAtranskripsi. Kemudian karena hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom
atau retikulum endoplasma, disebut sebagai translasi.
Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor untuk
biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhan
kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani,
sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. Dari eksperimennya didapati
bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari
kelinci yang memperoleh protein nabati.Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari
Universitas Berkeley menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati,
lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama.
2.6 Fungsi protein
Protein memegang peranan penting dalam berbagai proses biologi. Peran-peran
tersebut antara lain:
1. Katalisis enzimatik
Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh enzim dan hampir
semua enzim adalah protein.
2. Transportasi dan penyimpanan
Berbagai molekul kecil dan ion-ion ditansport oleh protein spesifik. Misalnya
transportasi oksigen di dalam eritrosit oleh hemoglobin dan transportasi oksigen di
dalam otot oleh mioglobin.
3. Koordinasi gerak
Kontraksi otot dapat terjadi karena pergeseran dua filamen protein. Contoh lainnya
adalah pergerakan kromosom saat proses mitosis dan pergerakan sperma oleh flagela.
4. Penunjang mekanis
Ketegangan kulit dan tulang disebabkan oleh kolagen yang merupakan protein fibrosa
5. Proteksi imun
Antibodi merupakan protein yang sangat spesifik dan dapat mengenal serta
berkombinasi dengan benda asing seperti virus, bakteri dan sel dari organisma lain.
6. Membangkitkan dan menghantarkan impuls saraf
Respon sel saraf terhadap rangsang spesifik diperantarai oleh oleh protein
reseptor.Misalnya rodopsin adalah protein yang sensitif terhadap cahaya ditemukan
pada sel batang retina. Contoh lainnya adalah protein reseptor pada sinapsis
7. Pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi
Pada organisme tingkat tinggi, pertumbuhan dan diferensiasi diatur oleh protein faktor
pertumbuhan.Misalnya faktor pertumbuhan saraf mengendalikan pertumbuhan
jaringan saraf.Selain itu, banyak hormon merupakan protein.
2.7 Keuntungan dan kekurangan protein bagi tubuh
1. keuntungan protein
Protein mempunyai fungsi unik bagi tubuh, antara lain:
1. Menyediakan bahan-bahan yang penting peranannya untuk pertumbuhan dan
memeliharajaringan tubuh,
2. Mengatur kelangsungan proses di dalam tubuh,
3. Memberi tenaga jika keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan
lemak.
4. Sumber energi
5. Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
6. Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibodi
7. Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel
2. Kekurangan Protein
Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita.Pada dasarnya protein
menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh.Setiap orang dewasa
harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan
protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.

.Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:


• Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
• Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan
protein.[7] Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang
namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah
sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:
o hipotonus
o gangguan pertumbuhan
o hati lemak
• Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian

BAB III
KESIMPULAN
1. Protein adalah senyawa organik kompleks yang mempunyai bobot molekul tinggi
yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu
sama lain dengan ikatan peptida.
2. Komponen penyusun protein terdiri dari :Alanin (alanine), Arginin (arginine),
Asparagin (asparagine), Asam aspartat (aspartic acid), Sistein (cystine), Glutamin
(Glutamine), Asam glutamat (glutamic acid), Glisin (Glycine), Histidin (histidine),
Isoleusin (isoleucine), Leusin (leucine), Lisin (Lysine), Metionin (methionine),
Fenilalanin (phenilalanine), Prolin (proline), Serin (Serine), Treonin (Threonine),
Triptofan (Tryptophan), Tirosin (tyrosine), dan Valin (valine)
3. Ikatpeptidaan antara asam amino yang satu dengan lainnya disebut ikatan
4. Struktur protein ada 4 tingkatan yaitu :Struktur primer, Struktur sekunder, Struktur
tersier, Struktur kuartener.
5. Sintese protein dilakukan dengan bantuan enzim di system pencernaan, protein
diuraikan menjadi peptidpeptid yang strukturnya diuraikan lebih sederhana.
6. Fungsi protein: katalisis enzimatik, transportasi dan penyimpanan, koordinasi
gerak, penunjang mekanis, proteksi imun, Membangkitkan dan menghantarkan impuls
saraf, Pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi.
7. Keuntungan dan kekurangan protein bagi tubuh:
Keuntungan protein: Menyediakan bahan-bahan yang penting peranannya untuk
pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh, Mengatur kelangsungan proses di dalam
tubuh, Memberi tenaga jika keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan
lemak.Sumber energy, Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan, Sebagai sintesis
hormon,enzim, dan antibody, Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel.
Kekurangan Protein yaitu, kerontokan rambut, yang paling buruk ada yang disebut
dengan kwasiorkor, penyakit kekurangan protein, kekurangan yang terus menerus
menyebabkan marasmus dan berkibat kematian

DAFTAR PUSTAKA
About these ads

Share this:

 Twitter
 Facebook

Like this:

Suka Memuat...
Makalah Kimia Tentang "Protein"
Oleh :

KELOMPOK 7
AGUS JAMALUDIN | 126411887
WIDYA GUSTINA | 12641766
ANDRES | 096411353

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya layak untuk Allah S.W.T Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat,
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan judul ”PROTEIN”. Dalam penyusunannya, penulis
memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar
penulis yang telah memberikan dukungan yang begitu besar. Semua ini bisa memberikan
sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan,
namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar
makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Protein merupakan pembahasan yang penting dalam ilmu kimia, melalui makalah ini
penulis berusaha memperjelas kembali hal-hal yang berkaitan dengan protein. Dalam
makalah ini berbagai macam seluk beluk tentang protein sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki penulis.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam makalah ini
adalah: “apa itu protein?, bagaimana strukturnya?, dan apa manfaatnya bagi tubuh?”

1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk, mengetahui tentang protein, struktur
protein, dan manfaat protein bagi tubuh.

1.4. Manfaat
Penulisan makalah diharapkan memberi manfaat bagi pembaca dapat mengetahui tentang
protein, struktur protein, dan manfaat protein bagi tubuh.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1. Apa Itu Protein?
Protein merupakan senyawa terpenting penyusun sel hidup yang terdapat dalam semua
jaringan hidup, baik tumbuhan, hewan, maupun tubuh kita. Protein sangat penting bagi
makhluk hidup, antara lain sebagai sumber energi, menyintesis atau memperbaiki jaringan
yang rusak, alat transport, melindungi kita dari berbagai penyakit, dan sebagai enzim yang
mengkatalis berbagai reaksi metabolisme.

Protein adalah makromolekul yang tersusun dari rantai-rantai panjang asam alfa amino
dengan massa molekul relatif berkisar dari 6000 hingga beberapa juta. Oleh karena itu,
pembahasan akan dimulai dengan komponen penyusun protein, lalu dilanjutkan struktur
dan penggolongan protein, serta uji pengenalan protein.

2.2. Asam Amino


Asam amino merupakan turunan (derivat) asam alkanoat, dimana satu atom H-nya
disubsitusi oleh gugus amino. Oleh karena itu, setidaknya asam amino mengandung satu
gugus karboksil (-COOH) dan satu gugus amino (-NH2). Asam amino dalam protein disebut
juga asam alfa amino, karena gugus amino terikat pada atom C alfa (yaitu atom karbon
yang terikat langsung pada gugus karboksil).

Struktur dasar dari asam amino diberikan berikut ini :

Jika gugus –R diganti atom H, diperoleh glisin.


Jika gugus –R diganti metil, diperoleh alanin.

Protein merupakan polimer dari sekitar 20 asam amino yang dibedakan menjadi asam
amino esensial dan asam amino nonesensial. Asam amino esensial adalah asam amino
yang tidak dapat disintesis tubuh (harus disuplai dari luar), sedangkan asam amino
nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesis dalam tubuh.

Gugus –R pada setiap asam amino berperan dalam menentukan struktur, kelarutan, dan
fungsi biologis protein.

Ada dua jenis gugus –R, yaitu:


· Gugus nonpolar yang merupakan hidrokarbon dan bersifat hidrofobik (menolak air atau
tidak larut dalam air).
· Gugus polar yang mengandung gugus seperti -NH2, -OH, -COOH, yang bersifat hidrofilik
(larut dalam air).

Beberapa contoh asam amino dengan gugus –R polar dan nonpolar diberikan pada tabel
berikut :

Semua asam amino bersifat optis aktif, karena minimal memiliki 1 atom C asimetris yaitu
atom C-α, kecuali glisin.

Telah kita ketahui bahwa gugus karboksil (-COOH) bersifat asam (dapat melepas H+),
sedangkan gugus amino (-NH2) bersifat basa (dapat menyerap H+). Oleh karena itu,
molekul asam amino dapat mengalami reaksi asambasa intramolekul membentuk suatu ion
dipolar yang disebut ion zwitter.

Asam amino bersifat amfoter, bereaksi baik dengan asam maupun basa karena memiliki
gugus asam dan gugus basa. ]ika direaksikan dengan asam, maka asam amino akan
menjadi suatu kation.

Sebaliknya, jika asam amino direaksikan dengan basa, maka asam amino menjadi anion.
Dalam larutan, muatan asam amino ini bergantung pada pH larutan. Ada tiga kemungkinan
yang dapat terjadi. Perhatikan penjelasan berikut ini:

H3N+ -o- COOH Pada kondisi lebih asam/ asam amino bermuatan positif

H3N+ -o- COO- Pada titik isolistrik (TIL), asam amino netral

H2N -o- COO- Pada kondisi larutan lebih basa, asam amino bermuatan negatif

2.3. Struktur Protein


Struktur yang dimiliki protein jauh lebih kompleks dibandingkan dengan struktur karbohidrat.
Struktur ini memegang peranan penting dalam menentukan aktivitas biologisnya. Struktur
protein dapat dibedakan menjadi empat tingkatan yaitu struktur primer, sekunder, tersier
dan kuarterner.

Struktur primer adalah urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun
protein. Protein pertama yang berhasil ditentukan struktur primernya adalah insulin, yaitu
hormon yang berfungsi mengatur kadar gula darah. Struktur primer dari insulin sapi.

Struktur sekunder berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida. Oleh karena
adanya ikatan hidrogen antara atom hidrogen dari gugus amino dengan atom oksigen dari
gugus karboksil dalam satu rantai, suatu rantai polipeptida menggulung seperti spiral (alfa
heliks) atau seperti lembaran kertas continues form (beta-pleated sheet), atau bentuk triple
helix.

Struktur tersier protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein. Bagaikan seutas
mie yang diletakkan di dalam cawan, suatu rantai polipeptida dapat melipat atau
menggulung sehingga mempunyai bentuk tiga dimensi tertentu.

Setiap protein mempunyai bentuk tiga dimensi tertentu. Jadi, semua molekul hemoglobin,
sebagai contoh, mempunyai bentuk tiga dimensi yang sama. Bentuk tiga dimensi protein
sangat berperan dalam menentukan fungsi biologis protein tersebut. Sering kali suatu
molekul organik bukan protein terikat pada rantai polipeptida dalam struktur tersiernya,
suatu polipeptida yang terdiri dari 153 residu asam amino terikat pada satu unit heme.

Sebagian protein hanya mengandung rantai tunggal polipeptida, tetapi yang lain, yang
disebut protein oligomer, terdiri dari dua atau lebih rantai. Sebagai contoh, hemoglobin
mempunyai empat rantai. Masing-masing rantai merupakan satu subunit protein. Susunan
subunit-subunit dalam protein oligomer disebut struktur kuarterner.