Anda di halaman 1dari 6

Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662

Vol.10, No.1, April 2007, hal 99-103

SIMULASI GERAK PARTIKEL BERMUATAN DALAM


PENGARUH MEDAN LISTRIK DAN INDUKSI MAGNET
MENGGUNAKAN MATLAB VERSI 7.1

Much. Azam,Tomy Kusbramanto dan Jatmiko Endro Suseno


Lab Fisika atom dan inti , Fisika FMIPA UNDIP

ABSTRACT
Charged particle motion under external electric, magnetic induction, and electric-magnetic induction
field simulation program has been made using MATLAB ver. 7.1 to get the visual description of
charged particle motion. The simulation program is made based on non relativistic Lorentz equation.
Each of charged particle’s position and velocity components, which is moved under external electric
and or induction magnetic filed(s), is numerically computed using forth order Runge-Kutta method
and be made visible by the simulation program. Proper test of the simulation program is made using
known text book as the reference. Simulation results which made of 3D profile of charged particle’s
motion path and each velocity components has already shown that it have good relationship with the
known text book

Keywords : charged particle motion, position, velocity

INTISARI
Telah dibuat program simulasi gerak partikel bermuatan dalam pengaruh medan listrik, medan
induksi magnet, dan medan listrik-induksi magnet menggunakan bahasa pemrograman MATLAB versi
7.1 untuk mengetahui gambaran lintasan partikel setelah mendapat pengaruh dari medan listrik dan
atau medan induksi magnet. Program simulasi dibuat berdasar persamaan Lorentz dalam ranah non-
relativistik dan digunakan untuk menghitung besar masing-masing komponen kecepatan dan posisi
partikel setelah mendapat pengaruh dari medan listrik dan atau medan induksi magnet luar dengan
menggunakan metode Runge-Kutta orde 4 dalam MATLAB versi 7.1. Uji kesesuaian dilakukan dengan
membandingkan hasil simulasi dengan referensi. Berdasarkan intepretasi hasil simulasi 3 dimensi
diperoleh kesesuaian antara bentuk lintasan dan besar masing-masing komponen kecepatan hasil
simulasi gerak partikel bermuatan dengan bentuk lintasan dan masing-masing komponen kecepatan
gerak partikel bermuatan yang ada dalam referensi.

Kata kunci: gerak partikel bermuatan, posisi partikel, kecepatan partikel.

PENDAHULUAN
Salah satu aspek penting dalam bermuatan tersebut banyak digunakan
elektromagnetisme skala makroskopik dalam studi reaksi pada fisika nuklir dan
adalah bagaimana mendeskripsikan gerak pada fisika energi tinggi. Aplikasi luas
partikel bermuatan dalam pengaruh medan lainnya dalam bidang astrofisika,
listrik E dan atau medan magnet B . Efek- geofisika, fisika plasma,
efek medan listrik E dan atau medan magnetohidrodinamika, studi reaksi
magnet B terhadap gerak partikel termonuklir [1].
bermuatan memiliki aplikasi dalam Dewasa ini, studi dan aplikasi simulasi
perancangan devais penghasil partikel dalam bidang-bidang fisika di atas terus
bermuatan yang memiliki energi kinetik berkembang seiring perkembangan ilmu
tinggi. Devais penghasil partikel pengetahuan dan teknologi komputer dan

99
Much. Azam dkk Simulasi Gerak partikel …..

perangkat lunak. Simulasi gerak partikel Gerak partikel bermuatan dalam medan
bermuatan dalam pengaruh medan listrik listrik E dan induksi magnet B statik
E dan atau medan induksi magnet B dan homogen
dilakukan untuk mendapatkan informasi Kedua medan elektromagnetik dalam
dan pemahaman tentang gerak partikel persamaan (1), yaitu E dan B ,
bermuatan tersebut (posisi, kecepatan, diasumsikan tidak sama dengan nol, E ≠ 0
momentum, dan energi) secara kuantitatif. dan B ≠ 0 , dan juga tak gayut posisi dan
Hasil-hasil eksperimen yang memiliki waktu. Apabila masing-masing komponen
kaitan erat dengan gerak partikel kecepatan v dan E diuraikan dalam
bermuatan dapat dibandingkan dengan komponen yang sejajar (||) dan tegak lurus
karakteristik dinamika partikel bermuatan (⊥) terhadap medan induksi magnet B ,
hasil program simulasi, misal: simulasi maka persamaan (1) menjadi :
transpor elektron-foton pada bagian head
m0 || + m0 ⊥ = q (E|| + E ⊥ + v ⊥ × B ) (2)
dv dv
akselerator SATURN 43 menggunakan
kode program PENELOPE [2]. dt dt
Pada penelitian ini dilakukan karena v || × B = 0 .
simulasi untuk mendapatkan gambaran Persamaan (2) menghasilkan persamaan-
gerak partikel bermuatan, baik dari segi persamaan:
posisi dan arah kecepatannya, dalam dv ||
pengaruh medan listrik E dan atau medan m0 = qE || , (3)
induksi magnet B dengan menggunakan dt
MATLAB versi 7.0.1 dan
dv
m0 ⊥ = q(E ⊥ + v ⊥ × B ) (4)
DASAR TEORI dt
Gerak Partikel Bermuatan Dalam
Medan Elektromagnetik Gerak partikel bermuatan dalam medan
Wangsness (1986) menyatakan induksi magnet B gayut waktu, medan
bahwa persamaan gerak non-relativistik listrik E = 0
sebuah partikel bermuatan q dan memiliki Sebuah partikel bermuatan di’batasi’
posisi r dalam medan elektromagnetik bergerak menempuh suatu lintasan yang
dinyatakan oleh gaya Lorentz [1]: berbentuk lingkaran berjari-jari R yang
dv melingkupi medan induksi magnet yang
m0 = q (E + v × B ) , (1) memiliki kesimetrian silindris, B = B z zˆ ,
dt
yang tegak lurus terhadap bidang orbit
dengan v = dr dt ; v << c , E , B , dan
partikel bermuatan tersebut. Medan
m0 , berturut-turut mewakili kecepatan induksi magnet B divariasi terhadap
partikel; dengan syarat besar kecepatan v waktu sehingga kerja pada partikel
sangat kecil dibandingkan laju cahaya bermuatan tersebut, untuk setiap satu
dalam ruang vakum c , medan listrik, putaran penuh, sama dengan perkalian
medan induksi magnet, dan massa partikel muatannya dengan gaya elektromotif
bermuatan tanpa memperhitungkan efek imbas ε ind :
relativistik. Persamaan (1), secara umum,
dΦ d Bz
dapat digunakan untuk mendeskripsikan ε ind = ∫ Eind • ds = − = −πR 2 (5)
gerak partikel bermuatan dalam pengaruh dt dt
medan listrik eksternal dengan dengan B z menyatakan nilai rata-rata
mengabaikan emisi radiasi yang dihasilkan
besar induksi magnet B pada suatu luasan
oleh gerak partikel bermuatan tersebut [3] .
yang dilingkupi oleh orbit lintasan partikel
bermuatan tersebut. Medan listrik imbas

102
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol.10, No.1, April 2007, hal 99-103
E ind = Eϕ ϕ̂
ϕ dan integral dalam persamaan sebagai berikut, dengan menggunakan k i
(5) bernilai 2πREϕ karena kesimetrian sebagai variabel menengah:
k1 = hf ( x n , y n )
silindris medan induksi magnet B = Bz zˆ ,
k 2 = hf ( x n + 1 2 h, y n + 1 2 k1 )
sehingga besar medan listrik imbas E ind
k 3 = hf ( x n + 1 2 h, y n + 1 2 k 2 )
dinyatakan oleh:
1 d Bz k 4 = hf ( x n + h, y n + k 3 )
Eϕ = R , (6)
y n+1 = y n + (k1 + 2k 2 + 2k3 + k 4 ) + O(h 5 ) .(12)
2 dt 1
dan gaya tangensial akibat medan listrik 6
imbas E ind adalah sebesar:
METODE PENELITIAN
1 d Bz dv ϕ
f ϕ = qEϕ = qR = m0 . (7) Perancangan program simulasi gerak
2 dt dt partikel bermuatan
Sebelum dilakukan perancangan
Metode Runge-Kutta program terlebih dahulu diidentifikasi data
Koonin (1986) menyatakan bahwa masukan dan data keluaran. Perancangan
salah satu metode pengintegralan program simulasi ini menggunakan
persamaan-persamaan diferensial dalam MATLAB 7.1 dan terdiri dari beberapa m-
fisika komputasi yang terkenal tepat dan file program, antara lain:
digunakan secara luas adalah metode a. Program utama ta.m
Runge-Kutta. Terdapat beberapa bentuk Program ta.m berisi kode GUI
orde metode Runge-Kutta, masing-masing (Graphical User Interfaces) menu
dengan kelemahan dan keakuratannya program utama simulasi, dan juga
sendiri-sendiri. Fungsi f dalam [4]: memanggil program perhitungan posisi
x n +1
dan kecepatan partikel bermuatan yang
y n +1 = y n + ∫ f (x, y )dx ,
xn
(8) disimulasikan (persGerak.m), dan
program penampil hasil simulasi
dihampiri menggunakan penderetan Taylor (hasil.m).
pada titik tengah interval integrasi untuk b. Program perhitungan r dan v partikel
mendapatkan orde kedua dari metode bermuatan persGerak.m
Runge-Kutta sehingga didapat : persGerak.m berfungsi untuk
( )
y n +1 = y n + hf ( x n + 1 2 , y n + 1 2 ) + O h 3 (9) menyelesaikan persamaan gerak
galat (error) muncul dari suku kuadrat partikel bermuatan dalam medan
dalam penderetan Taylor fungsi elektromagnetik luar (persamaan
f sedangkan pengintegrasian suku linear Lorentz).
berharga nol. Bila didefinisikan k sebagai c. Program hasil.m
hampiran tengah terhadap beda antara Kode hasil.m digunakan untuk
y n + 12 dan y n , prosedur dua-langkah menampilkan hasil simulasi gerak
partikel bermuatan dalam medan
berikut menghasilkan nilai y n +1 dengan elektromagnetik luar
menggunakan nilai-nilai y n :
k = hf ( x n , y n ) (10)
Tes dan koreksi program
Tes dan koreksi program merupakan
( )
yn+1 = yn + hf (xn + 12 h, yn + 12 k ) + O h3 (11) tahap pemeriksaan program yang meliputi
Persamaan (11) merupakan algoritma pemeriksaan statement penulisan untuk
Runge-Kutta orde kedua. Algoritma menghindari listing error, pemeriksaan
Runge-Kutta orde keempat dinyatakan logika atau prosedural langkah untuk
menghindari logic error, dan pemeriksaan

103
Much. Azam dkk Simulasi Gerak partikel …..

data masukkan/keluaran untuk medan induksi magnet B statik dan


menghindari data error. homogen, data masukan didapat dengan
memilih opsi Ey dan E0 = 10 V/m dalam
Pengolahan Data Simulasi Gerak kotak Medan Listrik, dan dengan memilih
Partikel Bermuatan opsi Bz dan B0 = 2 T dalam kotak Medan
Data simulasi gerak partikel Magnet seperti yang diperlihatkan dalam
bermuatan yang digunakan dalam gambar 1. Oleh karena itu, didapat medan
penelitian ini berupa data sintetis yang listrik E = Eyˆ dan medan induksi magnet
didapat dari contoh aplikasi program B = Bzˆ yang saling tegak lurus satu sama
simulasi gerak partikel bermuatan (proton) lain. Lintasan gerak partikel bermuatan
dalam pengaruh medan elektromagnetik yang diperlihatkan dalam gambar 3
luar yang meliputi medan E statik dan berbentuk sikloid biasa (ordinary cycloid)
homogen, medan B = 0 ; medan B statik yang berarah x̂ . Hal tersebut disebabkan
dan homogen, medan E = 0 ; medan E oleh adanya kontribusi kecepatan hanyut
dan B statik dan homogen; medan dB dt v D = Eyˆ × Bzˆ B 2 = Exˆ B dalam
dan medan E = 0 , sehingga didapatkan komponen kecepatan pada sumbu x , v x x̂ .
tampilan lintasan partikel bermuatan
Komponen kecepatan pada sumbu z pada
(proton) dalam tiga dimensi dan grafik
hasil simulasi, Vz, tetap berharga nol
hubungan masing-masing komponen
karena v|| × B = 0 .
kecepatan proton terhadap waktu.

Pengujian Kesesuaian Hasil


Hasil simulasi gerak partikel
bermuatan, berupa wujud lintasan, posisi,
dan besar masing-masing komponen
kecepatannya perlu dibandingkan dengan
wujud lintasan gerak, besar masing-masing
komponen posisi, dan kecepatan partikel
bermuatan yang ada dalam referensi.

Intepretasi Hasil Simulasi Gerak


Tampilan posisi partikel bermuatan
(proton) dalam tiga dimensi dan grafik Gambar 1 Hasil simulasi gerak partikel bermuatan
dalam medan listrik E dan medan induksi magnet
hubungan besar masing-masing komponen
B statik dan homogen
kecepatannya terhadap waktu yang
didapatkan dari program simulasi gerak
Gerak Partikel Bermuatan Dalam
partikel bermuatan (proton) dalam
Medan Induksi Magnet B Gayut
pengaruh medan elektromagnetik luar
Waktu, Medan Listrik E = 0
diintepretasikan sehingga didapat
Komponen kecepatan pada sumbu x
karakteristik gerak partikel bermuatan
pada hasil simulasi 2 bernilai 0 m/s selama
(proton) dalam pengaruh medan
waktu simulasi karena Vx sejajar dengan
elektromagnetik luar.
medan induksi magnet gayut waktu.
Akibat perubahan arah dan besar medan
HASIL DAN PEMBAHASAN
induksi magnet B terhadap waktu, gerak
Gerak Partikel Bermuatan Dalam
melingkar partikel bermuatan yang
Medan Listrik E dan Induksi Magnet
disimulasikan juga mengalami perubahan
B Statik dan Homogen
arah gerak melingkar. Saat medan induksi
Pada simulasi gerak partikel
magnet makin bernilai maksimum positif
bermuatan dalam medan listrik E dan

102
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol.10, No.1, April 2007, hal 99-103
10 T, atau dengan kata lain saat berarah x̂ , partikel bermuatan dalam pengaruh medan
arah gerak melingkar partikel bermuatan listrik dan induksi magnet dengan bentuk
berlawanan arah jarum jam sedangkan saat lintasan dan besar masing-masing
medan induksi magnet makin bernilai komponen kecepatan gerak partikel
maksimum negatif -10 T, atau dengan kata bermuatan yang ada dalam referensi.
lain saat berarah − x̂ , arah gerak melingkar
partikel bermuatan searah jarum jam. DAFTAR PUSTAKA
[1].Wangsness, R.K. 1986.
Electromagnetic Fields. Second
Edition. New York: John Wiley &
Sons, Inc
[2] Salvat, F., Fernández-Varea, J.M. and
Sempau J. 2003. PENELOPE, a code
system for Monte Carlo simulation of
electron and photon transport.
Facultat de Física (ECM), Universitat
de Barcelona: Barcelona
[3].Jackson, J.D. 1975. Classical
Electrodynamics. Second Edition.
Gambar 2. Hasil simulasi gerak partikel bermuatan New York: John Wiley & Sons, Inc.
dalam medan induksi magnet B gayut waktu [4] Koonin, S.E. 1986. Computational
Physics. Redwood City, California:
KESIMPULAN Addison-Wesley Publishing
Berdasarkan intepretasi hasil uji Company, Inc
simulasi terdapat kesesuaian antara bentuk [5] Halliday, D. dan Resnick R. 1990.
lintasan dan besar masing-masing Fisika. Jilid 2. Edisi ke-3
komponen kecepatan hasil simulasi gerak (terjemahan). Jakarta: Erlangga

103
Much. Azam dkk Simulasi Gerak partikel …..

102