Anda di halaman 1dari 3

PERILAKU KONSUMEN PENDEKATAN ORDINAL

DAN KARDINAL

Posted: Desember 5, 2012 in Tugas Kuliah


0

Sebelum kita mempelajari apa yang dimaksud teori Perilaku konsumen


baik secara ordinal maupun cardinal,yang pertama-tama kita bahas yaitu
apa yang dimaksud dari Perilaku konsumenterdahulu. Apa yang
dimaksud Perilaku Konsumen?? Konsumen adalah setiap orang pemakai
barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi
kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup
lain dan tidak untuk diperdagangkan. Pengertian perilaku konsumen
menurut Philip Kotler adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang
mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya.

Sedangkan menurut Etat Swan pengertian dari perilaku konsumen


adalah evaluasi secara sadar atau penilaian kognitif menyangkut apakah
kinerja produk relatif bagus atau jelek atau apakah produk bersangkutan
cocok atau tidak cocok dengan tujuan/pemakaiannya
Pelanggan merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi, dan merasa
amat gembira kalau harapan mereka terlampaui.

Pelanggan yang puas cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih
banyak, kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya
menguntungkan perusahaan.
Seorang konsumen dalam memilih sesuatu mempunyai beberapa factor
penting untuk memilih suatu barang/benda yang akan
dipilihnya,beberapa faktornya sebagai berikut :

1. tingkatpendapatan seseorang
2. jenis/ukuran yg dibutuhkan
3. tingkat kebutuhan
4. Efektifitas

Teori pendekatan konsumen terdapat 2 macan yaitu :


1.Pendekatan Konsumen Oridinal

Pendekatan konsumen Ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu


barang
tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu
membuat urutan
tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi
sekelompok barang.
Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar
seorang konsumen adalah :

 Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu


merangking kebutuhan yang dimilikinya
 Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
 Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih
sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi
menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang
dimilikinya. Kelemahan pendekatan konsumen ordinal yaitu
terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan
konsumen dari mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dari satu
kepuasan.

2.Pendekatan Konsumen Kardinal

 Pendekatan konsumen Kardinal adalah daya guna dapat diukur


dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau
daya guna tergantung kepada subyek yang menilai. Pendekatan ini
juga mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang
bagi seseorang, maka akan semakin diminati

Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal. Pada


pendekatan Kardinal terdapat beberapa asumsi yang dapat digunakan
untuk menunjukan bahwa tingka konsumennya,yaitu :

1. Konsumen Rasional, konsumen bertujuan memaksimalkan


kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2. Diminshing marginal utility, tambahan utilitas yang diperoleh
konsumen makin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari
komoditas tersebut
3. Pendapatan konsumen tetap
4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap

Dan juga asumsi dasar dari Pendekatan Konsumen Kardinal adalah :

 Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.


 Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
 Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada
tambahan kepuasan setiap satu satuan
 Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa
dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin
mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan
yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika
kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan
mau membayar dengan harga murah.