Anda di halaman 1dari 29

BAB

Shalat Tawarud (Sunnah)

Pembahasan :

1. Bagaimana Pengertian Sholat Sunnah?


2. Bagaimana Waktu Shalat Sunnah?
3. Bagaimana Waktu Yang Dilarang Sholat Sunnah?
4. Bagaimana Pengertian Sholat Sunnah Berjamaah Dan Macam-macamnya?
5. Bagaimana Pengertian Sholat Sunnah Munfarid Dan Macam-macamnya?

A. Pengertian Shalat Sunnah

Pengertian secara bahasa (sunnah, plural sunan) yang berarti “kebiasaan” atau
“biasa” dilakukan.1

Pengertian secara istilah sunnah adalah jalan yang ditempuh oleh rasulullah
dan para sahabatnya, baik ilmu, keyakinan, ucapan, perbuatan, maupun penetapan.2

Pengertian sunah menurut ahli hadits adalah semua hal yang berasal dari
Nabi, baik perkataan, perbuatan, ketetapan, maupun hal-hal yang lainya. menurut
pengertian ini sunnah bisa meliputi fisik maupun perilaku Nabi dalam kehidupan
sehari-hari baik sebelum ataupun sesudah beliau diangkat menjadi Rasul. Mereka
memandang Nabi adalah sosok suri tauladan yang sempurna bagi umat Islam,
sehingga dalam pandangan mereka segala sesuatu yang berasal dari Nabi; baik yang
ada kaitanya dengan hukum maupun tidak adalah sunah3

1
M.mahfudh ihsan al wina’i, sudah benarkah sholat anda?,hlm 21
2
Sayyid sabiq, fiqh sunnah, hlm 7
3
https://wildanesia.blogspot.com/2012/12/pengertian-hadits-sunnah-khabar-atsar.html
Pengertian sunah menurut ahli fiqh, ahli fiqh fmemberikan definisi yang
hampir sama, namun mereka membatasi sunnah hanya dengan yang bisa dijadikan
acuan pengambilan hukum. Hal ini disebabkan mereka memandang Nabi sebagai
(pembuat syariat) di samping Allah. Hanya saja ketika ulama usul mengucapkan
hadis secara mutlak maka yang dimaksud adalah sunnah qawliyah. karena menurut
mereka sunnah memiliki arti yang lebih luas dari hadis, yaitu mencakup semua hal
yang bisa dijadikan petunjuk hukum. bukan sebatas ucapan saja.4
Pengertian sunah menurut ahli fiqh, ulama fiqh mendefinisikan sunnah
dengan suatu hal mendapatkan pahala bila dikerjakan namun tidak sampai
mendapatkan dosa bila ditinggalkan. mereka memandang Nabi saw sebagai pribadi
yang seluruh perkataan dan perbuatannya mengandung hukum syara’.5

Sholat sunnah adalah sholat yang dikerjakan di luar sholat fardhu yang
dianjurkan untuk dilaksanakan namun tidak wajib sehingga tidak berdosa bila
ditinggalkan dengan kata lain apabila dilakukan dengan baik dan benar serta penuh
keikhlasan akan tampak hikmah dan rahmat dari Allah SWT yang begitu indah.
Berdasarkan hukumnya, sholat sunnah ada dua macam yaitu sholat sunnah muakadah
dan shalat sunnah ghairu muakadah. Penjelasannya sebagai berikut.6

Shalat sunnah muakadah merupakan shalat sunnah yang sangat di anjurkan


untuk di kerjakan (hampir mendekati shalat wajib) sedayang termasuk shalat muakad
adalah sholat hari raya idul fitri, shalat hari raya idul adha, shalat sunnah witir dan
shalat sunnah tawwaf7

4
Amir Abyan, pendidikan agama islam fikih (semarang: karya tuha putra,2008) hlm 29

5
http://web.syarif.com/index.php? Option=com_content&view=article&id=116:tuntunan-
shalat-sunnah-
6
M.mahfudh ihsan al wina’I, sudah benarkah sholat anda?,hlm 8
7
Moh.rifa’I, tuntunan shalat lengkap hlm28
Dari pengertian beberapa buku diatas dapat disimpulkan bahwa shalat sunnah
adalah shalat yang apabila dikerjakan mendapat pahala tetapi tidak mendapat dosa
bila ditinggalkan, shalat sunnah merupakan sesuatu yang sering dilaksanakan oleh
rasullulah SAW dengan kata lain apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan akan
tampak hikmah dan rahmat dari Allah SWT yang begitu indah.

B. Waktu Shalat Sunnah

Untuk waktu shalat sunnah ada tiga waktu pengerjaannya yaitu shalat sunnah
yang dikerjakan pada waktu malam hari misalnya: shalat tahajud dan shalat tarawih,
shalat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari minsalnya: shalat duhha dan shalat
sunnah yang dikerjakan pada siang hari misalnya shalat wudlu.8

C. Waktu Yang Dilarang Sholat Sunnah

Ada waktu tertentu dimana kita dilarang atau diharamkan untuk melakukan
shalat yaitu sebagai berikut:

1.Ketika matahari terbit sehingga naik setinggi lembing

2. Ketika matahari sedang berada tepat di puncaknya sehingga ia mulai condong


(kecuali hari jum’at)

3. ketika waktu sesudah ashar hingga tenggelamnya matahari

Adapun alasan mengapa waktu tersebut dilarang untuk mengerjakan sholat.


Nabi Saw menjelaskan alasan dilarangnya sholat pada waktu-waktu tersebut
berdasarkan sabdanya kepada Amr bin ‘Abasah al-Sulami:

‫س َحتَّى ت َ ْرتَ ِّف َع َف ِّإنَّ َها ت َ ْطلُ ُع‬ ُ ‫ص ََل ِّة َحتَّى ت َ ْطلُ َع الش َّْم‬ َّ ‫ص ْبحِّ ث ُ َّم أ َ ْق ِّص ْر ع َْن ال‬ ُّ ‫ص ََلةَ ال‬ َ ‫ص ِّل‬ َ
‫ين ت َ ْطلُ ُع بَ ْي َن‬ َ ‫ِّح‬ َّ ‫ص ِّل فَ ِّإ َّن ال‬
َ‫ص ََلة‬ َ ‫ار ث ُ َّم‬ُ َّ‫س ُج ُد لَ َها ا ْل ُكف‬ ْ َ‫ان َو ِّحينَئِّ ٍذ ي‬ٍ ‫ط‬َ ‫ش ْي‬َ ‫قَ ْرنَ ْي‬
‫س َج ُر‬ َّ ‫الر ْمحِّ ث ُ َّم أ َ ْق ِّص ْر ع َْن ال‬
ْ ُ ‫ص ََل ِّة فَ ِّإ َّن ِّحي َنئِّ ٍذ ت‬ ُّ ‫الظ ُّل ِّب‬ ْ َ‫ُورةٌ َحتَّى ي‬
ِّ ‫ست َ ِّق َّل‬ َ ‫ش ُهو َدةٌ َمحْ ض‬ ْ ‫َم‬
‫ص ِّل َي ا ْل َعص َْر ث ُ َّم‬ َ ُ ‫ُورةٌ َحتَّى ت‬ َ ‫ش ُهو َدةٌ َمحْ ض‬ ْ ‫ص ََلةَ َم‬ َ َ‫َج َهنَّ ُم فَ ِّإذَا أ َ ْق َب َل ا ْلفَ ْي ُء ف‬
َّ ‫ص ِّل فَ ِّإ َّن ال‬
8
Ika setyani, 2010. Pendidikan agama islam. Jakarta. Swadaya murni
ْ ‫ان َو ِّحينَ ِّئ ٍذ َي‬
‫س ُج ُد‬ ٍ ‫ط‬ ُ ‫س فَ ِّإنَّ َها ت َ ْغ ُر‬
َ ‫ب َب ْي َن قَ ْرنَ ْي‬
َ ‫ش ْي‬ َّ ‫أ َ ْق ِّص ْر ع َْن ال‬
َ ‫ص ََل ِّة َحتَّى ت َ ْغ ُر‬
ُ ‫ب الش َّْم‬
ُ َّ‫لَ َها ا ْل ُكف‬
‫ار‬
Artinya: kerjakan shalat shubuh, kemudian kerjakan shalat hingga matahari terbit
dan meninggi karena (saat itu) matahari terbit diantara dua tanduk syetan dan saat
itu pula orang-orang kafir bersujud kepadanya setelah itu silahkan mengerjakan
shalat (sunnah) karena shalat itu disaksikan dan dihadiri (oleh malaikat)sehingga
bayangan tegak lurus (tengah hari).9

D. Pengertian Shalat Sunnah Berjamaah Dan Macam-Macamnya.

Shalat sunnah berjamaah adalah shalat yang dikerjakan secara bersama salah
satu imam dan yang lain menjadi makmum dengan syarat yang telah di tentukan.
Macam-macam sholat sunnah berjamaah:

1. Shalat idain

Idain artinya dua hari raya, yang dimaksud shalat idain adalah pada waktu dua
hari yakni hari Raya Idul Fitri (1 syawal) dan Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijah).10

Waktu pelaksanaan shalat idain adalah sesudah terbit matahari sampai


menjelang zuhur. Pelaksanaan shalat idul fitri lebih utama apabila dilaksanakan lebih
siang. Bagi orang yang belum menunaikan zakat fitrah, dapat segera membayarkan.
Adapun shalat idul adha lebih utama dilaksanakan lebih awal, sehingga dapat segera
melaksanakan penyembelihan hewan kurban. shalat idul fitri dan idul adha terdiri atas
dua rakaat dan khutbah setelah shalat adapun hukum melaksanakannya adalah sunnah
muakkad yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.11

Tata cara shalat idain menurut beberapa mahzab:

9
Mashun, tuntunan shalat lengkap dan doa, 178
10
http://orgawam.wordpress.com/2010/11/15/panduan-shalat-idain-shalat-pada-dua-hari-
raya/
11
http://paismpn4skh.wordpress.com/2010/01/02/shalat-sunah-berjamaah-danmunfarid/
 Tata cara menurut Mazhab Hanafi adalah dimulai dengan mengangkat
tangan seraya mengucapkan takbir (takbiratul ihram). Kemudian mengucapkan
takbir TIGA KALI dengan diam sejenak setelah membaca takbir, atau boleh juga
mengucapkan Subhanallah walhamdulillah wala Ilaha illallah wallahu akbar.
Kemudian membaca ta’awudz dan Surat Alfatihah dan satu surat. Kemudian ruku’,
i’tidal, sujud dan menyempurnakan rakaat pertama. pada rekaat kedua, dimulai
dengan membaca Surat Alfatihah dan satu surat. kemudian mengucapkan
takbir TIGA KALI kemudian ruku’ dan seterusnya hingga menyempurnakan
rekaat kedua dan diakhiri dengan salam.

 Tata cara menurut Mahzab Syafi’I shalat diawali dengan mengangkat tangan
seraya mengucapkan takbir (takbiratul ihram). kemudian mengucapkan
takbir TUJUH KALI yang di antara sela-sela takbir membaca Subhanallah
walhamdulillah wala Ilaha illallah wallahu akbar. kemudian membaca ta’awudz,
Surat Alfatihah, dan Surat Qaf. Kemudian ruku’, i’tidal, sujud dan
menyempurnakan rakaat pertama. pada rakaat kedua, ketika bangkit ke rakaat
kedua dimulai dengan takbir. kemudian mengucapkan takbir kembali LIMA
KALI kemudian membaca Surat Alfatihah dan Surat Alqamar. kemudian ruku’
dan seterusnya hingga menyempurnakan rakaat kedua dan diakhiri dengan salam.

 Tata cara menurut Mahzab Hanbali shalat diawali dengan mengangkat tangan
seraya mengucapkan takbir (takbiratul ihram). kemudian mengucapkan
takbir ENAM KALI yang di antara sela-sela takbir membaca Allahu akbar
kabira, walhamdulillahi kasira wasubhanallahi ibukratan wa asila, washalallahu
‘ala Muhammaddin wa ‘alihi wassalama tasliman. kemudian membaca ta’awudz,
Surat Alfatihah, dan Surat Al A’la. Kemudian ruku’, i’tidal, sujud dan
menyempurnakan rakaatpertama. pada rekaat kedua, ketika bangkit ke rekaat
kedua dimulai dengan takbir. Kemudian mengucapkan takbir kembali LIMA
KALI kemudian membaca Surat Alfatihah dan Surat Alghasyiyah. Kemudian
ruku’ dan seterusnya hingga menyempurnakan rekaat kedua dan diakhiri dengan
salam.

 Tata cara menurut Mahzab Maliki shalat diawali dengan mengangkat tangan
seraya mengucapkan takbir (takbiratul ihram). kemudian mengucapkan
takbir ENAM KALI. Kemudian membaca ta’awudz, Surat Alfatihah, dan Surat
Al A’la. Kemudian ruku’, i’tidal, sujud dan menyempurnakan rakaat pertama.
pada rekaat kedua, ketika bangkit ke rekaat kedua dimulai dengan takbir.
kemudian mengucapkan takbir kembali LIMA KALI kemudian membaca Surat
Alfatihah dan Surat Asy syamsyi. Kemudian ruku’ dan seterusnya hingga
menyempurnakan rekaat kedua dan diakhiri dengan salam.12

2. Shalat tarawih

Secara bahasa tarawih diartikan sebagai “waktu sesaat istirahat”. menurut


istilah tarawih adalah shalat yang dilaksanakan pada malam bulan ramadhan, mulai
dari setelah waktu shalat isya hingga sebelum fajar yang dilakukan paling sedikit 8
(delapan) paling banyak 20 (dua puluh) rakaat.

Shalat tarawih termasuk salah satu shalat lail, yakni shalat yang dikerjakan
pada tiap malam sehabis shalat isya sampai terbit fajar pada bulan Ramadan. Hukum
shalat tarawih adalah sunah muakad yang dapat dikerjakan sendiri-sendiri atau
berjamaah di rumah atau di masjid.13

Tata cara shalat tarawih:

 Niat
 Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah

12
https://mujiyaulkhaq.wordpress.com/2013/08/11/shalat-idain-2/#more-1548
13
Moh.rifa’I, tuntunan shalat lengkap,hlm 106
 Membaca surat Al Fatihah
 Membaca surat atau ayat Al Qur’an
 Ruku’ dengan tuma’ninah
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
 Sujud kedua dengan tuma’ninah
 Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
 Membaca surat Al Fatihah
 Membaca surat atau ayat Al Qur’an
 Ruku’ dengan tuma’ninah
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
 Sujud kedua dengan tuma’ninah
 Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
 Salam14

Niat shalat tarawih:


‫سنَّةَ الت َّ َرا ِّويْحِّ َر ْك َعتَي ِّْن َمأ ْ ُم ْو ًما ِّ َّّلِلِّ ت َ َعالَى‬ َ ُ‫أ‬
ُ ‫ص ِّل ْي‬
Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena
Allah Ta’ala”

3. Shalat witir

14
https://sumsel.tribunnews.com/2019/08/26/tata-cara-sholat-tarawih-niat-doa-sholat-
tarawih-lengkap-bacaan-latin-arab-dan-artinya?page=2
Menurut bahasa (sholatul witir) adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada
waktu malam hari antara setelah waktu isya dan sebelum waktu shalat subuh, dengan
rakaat ganjil.

Shalat witir artinya shalat yang ganjil yang dapat dikerjakan satu rakaat, tiga
rakaat, lima rakaat, dan seterusnya. shalat witir sedikit dikitnya dikerjakan satu rakaat
dan sebanyak-banyaknya dikerjakan sebelas rakaat. shalat witir dikerjakan setelah
shalat Isya, shalat tarawih, atau shalat tahajud. shalat ini boleh dikerjakan dua rakaat
dua rakaat salam dan yang terakhir satu rakaat salam atau tiga rakaat salam.15

Tata cara shalat witir:

Dalam mengerjakan shalat witir, boleh dikerjakan dua rakaat-dua rakaat


kemudian diakhiri dengan satu rakaat, dengan masing-masing satu tasyahud dan satu
kali salam. Boleh pula keseluruhan rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Untuk tiga rakaat atau lebih dengan sekali salam ini, boleh degan dua
tasyahud sekali salam, boleh pula hanya dengan satu tasyahud di rakaat terakhir saja,
sebagaimana hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha:

ِّ ‫سبْعٍ أَ ْو ِّب َخ ْم ٍس َل َي ْف‬


‫ص ُل َب ْي َن ُه َّن ِّبت َ ْس ِّل ٍيم‬ َ ‫سلَّ َم يُو ِّت ُر ِّب‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ‫َّللاُ َعلَ ْي ِّه َو‬ ُ ‫َكانَ َر‬
َّ ‫سو ُل‬
َ ِّ‫َّللا‬

Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwitir tujuh atau lima rakaat
secara bersambung dan tidak dipisahkan dengan salam (HR. An Nasa’i, Ibnu Majah
dan Ahmad)

Juga hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:

ٍ‫ش ْىء‬ ُ ‫ث َع ْش َرة َ َر ْكعَةً يُوتِّ ُر ِّم ْن ذَلِّكَ بِّخ َْم ٍس لَ يَجْ ِّل‬
َ ‫س فِّى‬ َ َ‫ص ِّلى ِّمنَ اللَّ ْي ِّل ثَال‬ َّ ‫سو ُل‬
َ ُ‫ ي‬-‫صلى هللا عليه وسلم‬- ِّ‫َّللا‬ ُ ‫َكانَ َر‬
ِّ ‫إِّلَّ فِّى‬
‫آخ ِّرهَا‬

15
Moh rifa’I, kumpulan shalat-shalat sunah,hlm 59
Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat malam 13
rakaat, termasuk di dalamnya sholat witir lima rakaat. Beliau tidak duduk tasyahud
kecuali pada rakaat yang terakhir. (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat shalat witir:

‫ستَ ْق ِّب َل ا ْل ِّق ْبلَ ِّة اَدَا ًء َمأ ْ ُم ْو ًما ِّهللِّ تَعَالَى‬ َ َ‫سنًّةَ ا ْل ِّوتْ ِّر ثََل‬
ٍ ‫ث َر َكعَا‬
ْ ‫ت ُم‬ َ ُ‫ا‬
ُ ‫ص ِّلى‬
Artinya: aku niat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala

4. Shalat istisqo

Menurut bahasa (istisqo) adalah shalat sunnah yang dilakukan untuk meminta
diturunkan hujan. shalat ini biasanya dilakukan apabila terjadi kemarau yang panjang
atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajat tertentu16

Shalat sunnah Istisqo’ artinya shalat sunnah dua rakaat untuk minta
diturunkan hujan. Hukumnya sunnah muakad dan dilaksanakan berjamaah.

Tata cara shalat istisqo:

 Shalat dua rakaat, sebagaimana shalat ‘Id, rakaat pertama takbir tujuh kali dan
kedua lima kali. Ibnu Abbas berkata:” lakukan pada Istisqo seperti pada waktu
‘Id”.
 Rakaat pertama disunnahkan membaca surat Al-A’la dan rakaat kedua surat Al-
Ghasiyah
 Setelah shalat, diteruskan dengan khutbah dua kali.
 Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan.
 Dianjurkan doa Istisqo dibacakan oleh Ahli Bait dan orang shalih
 Bertawasul dengan amal shalih
 Khusus untuk kaum lelaki disunnahkan memindahkan dan membalikkan
selendang atau sorbannya.
 Dianjurkan imam keluar bersama masyarakat.
 Dianjur kanmem bawa binatang ternak.
16
Drs.H.Ali Rosyidi.2007.pendidikan agama islam.jakarta.tunas melati, hlm 78
Niat shalat istisqo:

‫اء َر ْك َعتَي ِّْن ِّ َّّلِلِّ تَعَالَى‬ ِّ ْ َ‫سنة‬


ِّ َ‫ال ْستِّ ْسق‬ ُ ‫ص ِّل ْي‬
َ ُ‫ا‬

Artinya : Saya niat Sholat sunnah istisqo’ dua rakaat (sebagai imam/ma’mum)
karena Allah Ta’ala17

5. Shalat Khusuf (Gerhana Matahari) dan Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)

Shalat gerhana matahari dan gerhana bulan adalah shalat sunah yg dilakukan
saat terjadi fenomena alam gerhana bulan maupun gerhana matahari, hukum shalat
kusufain (gerhana bulan dan matahari) sunnah muakad.18

Cara Mengerjakan Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari :


 Yang Pertama : Shalat 2 raka’at sebagaimana shalat biasanya, boleh kita
melaksanakannya sendiri-sendiri, atau mungkin lebih utama jika kita
melaksanakannya secara berjama’ah

 Yang Kedua : Shalat 2 raka’at dengan 4 kali rukuk, dan juga 4 kali sujud, yaitu
pada raka’at pertama (sesudah rukuk dan i’tidal) kita membaca surat Al-Fatihah
lagi, selanjutnya kita terus melakukan rukuk sekali lagi dan i’tidal, kemudian kita
terus sujud selnjutnya sebagaimana biasa. Dan pada raka’at kedua juga kita
lakukan seperti halnya pada raka’at yang pertama. Jadi dengan demikian shalat
Gerhana tersebut seluruhnya berjumlah 4 rukuk, 4 fatihah dan 4 sujud.

17
https://sumsel.tribunnews.com/2019/08/26/tata-cara-sholat-istisqa-niat-doa-sholat-
istisqa-lengkap-bacaan-latin-arab-dan-artinya?page=2
18
http://kaahil.wordpress.com/2012/04/04/bagus-pengertian-hukum-shalat-gerhana-bulan-
matahari-s/
Apabila shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari tersebut dilaksanakan
seperti shalat biasanya yakni 2 raka’at dengan 2 rukuk, maka hal itu tidak menjadi
halangan juga (cukup sah pula).19

Niat shalat khususf:

‫ف ْالقَ َم ِّر َر ْك َعتَي ِّْن ِّ َّّلِلِّ ت َ َعالَى‬ ُ ‫سنَّةَ ِّل ُخ‬


ِّ ‫س ْو‬ َ ُ‫أ‬
ُ ‫ص ِّل ْي‬
Artinya : Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena
Allah ta’ala.20

Gerhana Matahari

‫مس َر ْك َعتَي ِّْن ِّ َّّلِلِّ تَعَالَى‬ َّ ‫ف ال‬


ِّ ‫ش‬ ُ ‫سنَّةَ ِّل ُك‬
ِّ ‫س ْو‬ َ ُ‫أ‬
ُ ‫ص ِّل ْي‬
Artinya : Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat
karena Allah ta’ala 21

E. Pengertian Shalat Sunnah Munfarid Dan Macam-Macamnya

1. Shalat sunah tahiyatul masjid

Shalat tahiyatul masjid adalah shalat sunah yang dilaksanakan ketika seorang
masuk masjid. Hukum melaksanakannya adalah sunah, dikerjakan 2 rakaat sebelum
duduk dengan tujuan menghormati(memuliakan) masjid. Nabi SAW bersabda:

َ ‫إِ َذا َد َخ َل أ َ َح ُدكُ ْم ْال َم ْس ِِج َد َفَ ْْلَيَ ْْر َك ْْع َْر ْكَعََتََي ِِْن َقَ ْب َل أ َ ِْن َيَ ِْج ِْل‬
‫س‬

Artinya: jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua
rakaat sebelum dia duduk. “(H.R. AL-Bukhari Muslim)22

2. Shalat sunah tahajud


19
Ika setyani.2010.pendidikan agama islam.jakarta.swadaya murni
20
http://www.mutiarapublic.com/ragam-public/kumpulan-tips/tata-cara-dan-niat-shalat-
gerhana-bulan-dan-matahari/
21
http://www.mutiarapublic.com/ragam-public/kumpulan-tips/tata-cara-dan-niat-shalat-
gerhana-bulan-dan-matahari/
22
http://sugito78.wordpress.com/2012/12/shalat-tahiyatul-masjid/
Shalat sunah tahajud adalah shalat sunah yang dilakukan setelah shalat isya
sampai menjelang waktu subuh. Lebih utama dikerjakan sepertiga malam yang
terakhir (02:00) hukum melaksanakan shalat sunah tahajud adalah sunnah muakkad.
Jumlah rakaatnya paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak tak terbatas. Firman
Allah SWT:

َ‫سى أ َ ْن يَ ْبعَثَكَ َربُّك‬ َ َ‫َمقَا ًما َمحْ ُمودًا َو ِّمنَ اللَّ ْي ِّل فَت َ َه َّج ْد بِّ ِّه نَافِّلَةً لَك‬
َ ‫ع‬
Artinya: dan pada sebagian malam hari (shalat) tahajudlah kamu sebagai (ibadah)
tambahan bagimu. Mudah-mudahan tuhanmu memberikan tempat (kedudukan) yang
terpuji”(Q.s.Al-Isra’:79)23

Taata cara shalat tahajud:

 Niat sholat tahajud


 Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
 Membaca surat Al Fatihah
 Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Rasulullah biasa membaca surat yang
panjang-panjang.
 Ruku’ dengan tuma’ninah
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
 Sujud kedua dengan tuma’ninah
 Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
 Membaca surat Al Fatihah
 Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Rasulullah biasa membaca surat yang
panjang.

23
http://adehumaidi.com/islam/pengertian-waktu-hukum-shalat-tahajud-2013
 Ruku’ dengan tuma’ninah
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
 Sujud kedua dengan tuma’ninah

 Tahiyat akhir dengan tuma’ninah


 Salam24

Niat shalat tahajud:

‫سنَّةَ الت َّ َه ُّج ِّد َر ْك َعتَي ِّْن ِّ َّّلِلِّ تَعَالَى‬ َ ُ‫أ‬


ُ ‫ص ِّل ْي‬

Artinya: Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala25

3.Shalat sunah istikharah

Shalat istikharah artinya shalat sunah dua rakaat dengan maksud mohon
petunjuk dari Allah SWT dalam menentukan pilihan terbaik diantara dua pilihan atau
lebih. hukum melaksanakannya adalah sunah dikerjakan pada waktu siang atau
malam, pagi atau sore dengan 2 rakaat.

ِّ ‫َارة َ ِّفىاأل ُ ُم‬


‫ َك َما‬، ‫ور ُك ِّل َها‬ ِّ ُ‫ص َحابَه‬
َ ‫ال ْس ِّتخ‬ ْ َ ‫َّللاِّ – صلى هللا عليه وسلم – يُ َع ِّل ُم أ‬ َّ ‫سو ُل‬ ُ ‫َكانَ َر‬
ِّ ‫ورة َ ِّمنَ ْالقُ ْر‬
‫آن يَقُو ُل « ِّإذَا َه َّم أ َ َحدُ ُك ْم ِّباأل َ ْم ِّر‬ َ ‫س‬ُّ ‫يُ َع ِّل ُم ال‬

Artinya: “rasulullah mengajarkan kami ber-istikharah dalam seluruh perkara


sebagaimana beliau mengajarkami surat Al-Qur’an. “apabila kalian bermaksud
sesuatu, maka shalatlahdua rakaat sunnah kemudian berdoalah”(HR.Bukhari).26

Tata cara shalat istikharah:

24
https://bersamadakwah.net/sholat-tahajud-niat/
25
https://bersamadakwah.net/sholat-tahajud-niat/
26
http://al-badar.net/shalat-istikharah-niat-doa/
 Niat shalat istikharah
 Takbiratul ihram, diikuti dengan dengan doa iftitah

 Membaca surat Al Fatihah


 Membaca surat dari Al Qur’an, diutamakan Surat Al Kafirun
 Ruku’ dengan tuma’ninah
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
 Sujud kedua dengan tuma’ninah
 Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
 Membaca surat Al Fatihah
 Membaca surat dari Al Qur’an, diutamakan Surat Al Ikhlas
 Ruku’ dengan tuma’ninah
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
 Sujud kedua dengan tuma’ninah
 Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
 Salam27

Niat shalat istikharah:

َ ‫سنَّةَ ا ِّل ْس ِّتخ‬


‫َار ِّة َر ْك َعتَي ِّْن ِّ َّّلِلِّ تَ َعالَى‬ َ ُ‫أ‬
ُ ‫ص ِّل ْي‬

Artinya: Aku niat shalat sunnah istikharah dua raka’at karena Allah Ta’ala28

4.Shalat sunah dhuha


27
https://bersamadakwah.net/niat-shalat-istikharah/
28
https://bersamadakwah.net/niat-shalat-istikharah/
Secara bahasa dhuha shalat sunnah yang dilakukan seorang muslim ketika
waktu dhuha. waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mlai naik kurang lebih 7
hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat
shalat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Shalat sunah dhuha adalah
shalat sunnah yang dilaksanakan pada pagi sampai siang hari dari setelah matahari
agak tinggi sampai sebelum masuk waktu zuhur. waktu terbaik adalah dengan
mengakhirkan sampai waktu agak panas. kira-kira antara jam 8 sampai jam 10.
hukum shalat sunah dhuha adalah sunah muakkad, jumlah rakaatnya paling sedikit
dua rakaat dan paling banyak dua belas rakaat, yang paling utama delapan rakaat.
Rasulullah Saw bersabda:

‫ت فَقَ ْد أ َ ْفلَ َح َوأ َ ْن َج َح‬ْ ‫صلُ َح‬َ ‫ص َالتُهُ فَإ ِّ ْن‬ َ ‫ب بِّ ِّه ْال َع ْبدُ َي ْو َم ْال ِّق َيا َم ِّة ِّم ْن‬
َ ‫ع َم ِّل ِّه‬ ُ ‫س‬َ ‫إ ِِّ َّن أ َ َّو َل َما يُ َحا‬
‫ظ ُروا ه َْل ِّل َع ْبدِّي‬ ُ ‫ع َّز َو َج َّل ا ْن‬ َ ُّ‫الرب‬َّ ‫ش ْي ٌء قَا َل‬ َ ‫ص ِّم ْن فَ ِّري‬
َ ‫ضتِّ ِّه‬ َ َ‫َاب َو َخس َِّر فَإ ِّ ْن ا ْنتَق‬ َ ‫ت فَقَ ْد خ‬ َ َ‫َو ِّإ ْن ف‬
ْ َ‫سد‬
َ‫علَى ذَلِّك‬
َ ‫ع َم ِّل ِّه‬
َ ‫سائِّ ُر‬
َ ‫ون‬ َ ‫ص ِّم ْن ْالفَ ِّري‬
ُ ‫ض ِّة ث ُ َّم َي ُك‬ َ َ ‫ِّم ْن ت‬
َ َ‫ط ُّوعٍ فَيُ َك َّم َل ِّب َها َما ا ْنتَق‬

Artinya: Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba ialah
shalatnya. Apabila baik, maka ia telah beruntung dan selamat; dan bila rusak, maka
ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya , maka Rabb
Azza wa Jalla berfirman,“Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat tathawwu’
(shalat Sunnah),” lalu disempurnakanlah dengannya yang kurang dari shalat
wajibnya tersebut, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian. [HR at-
Tirmidzi]. Dan di antara yang disyariatkan ialah shalat Dhuha.29

Tata cara shalat Dhuha:

 Niat
 Takbiratul ihram, lalu membaca doa iftitah
 Membaca surat Al Fatihah
 Membaca surat atau ayat Al Qur’an
 Ruku’ dengan tuma’ninah

29
http://www.alkhoirot.net/2012/03/shalat-dhuha.html
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
 Sujud kedua dengan tuma’ninah
 Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
 Membaca surat Al Fatihah
 Membaca surat atau ayat Al Qur’an
 Ruku’ dengan tuma’ninah
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
 Sujud kedua dengan tuma’ninah
 Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
 Salam30

Niat shalat dhuha:

‫ض َحى َر ْك َعتَيْنَ ُم ْست َ ْق ِّب َل ْال ِّق ْبلَ ِّة أَدَا ًء ِّ َّّلِلِّ ت َ َعالَى‬
ُّ ‫سنَّةَ ال‬ َ ُ‫أ‬
ُ ‫ص ِّلى‬

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena
Allah Ta’ala31

5.Shalat sunah tasbih

Shalat sunah tasbih adalah shalat sunah empat rakaat yang banyak
mengandung ucapan tasbih yaitu sebanyak 300 kali dan setiap rakaatnya ada bacaan
tasbih sebanyak 75 kali, yang dikerjakan paling tidak minimal sekali seumur

30
https://bersamadakwah.net/niat-sholat-dhuha/
31
https://bersamadakwah.net/niat-sholat-dhuha/
hidup.tetapi jika mampu bolehmengerjakannya setahun sekali, sebulan sekali,
seminggu sekali atau setiap malam sekali

Sholat sunnah tasbih memiliki dalil yang diriwayatkan oleh Abu Dawud,
berikut ini adalah bunyi dalil atau hadist yang diucapkan oleh Abu Dawud

‫ع ْب ِّد‬ ِّ ‫سلَّ َم قَا َل ِّل ْلعَب‬


َ ‫َّاس ب ِّْن‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬
َ ‫علَ ْي ِّه َو‬ َ ِّ‫س ْو َل هللا‬ ُ ‫ع ْنهُ أ َ َّن َر‬ َ ُ‫ي هللا‬ َ ‫ض‬ ِّ ‫َّاس َر‬ٍ ‫عب‬ َ ‫ع ْن اب ِّْن‬ َ
َ‫صا ٍل إِّذَا أ َ ْنتَ فَ َع ْلت‬ َ ‫ع ْش َر ِّخ‬ َ َ‫ْطيْكَ أَلَ أ ُ ْمنِّحُكَ أَلَ أ ُ ِّحب ُّْوكَ أَلَ أ َ ْفعَ ُل بِّك‬ ِّ ‫ع َّما ْه أَلَ أُع‬َ ‫َّاس يَا‬ُ ‫عب‬ َ ‫ب يَا‬ َّ ‫ا ْل ُم‬
ِّ ‫ط ِّل‬
ُ‫عالَنِّيَّتَه‬
َ ‫ص ِّغي َْرهُ َو َكبِّي َْرهُ ِّس َّرهُ َو‬
َ ُ‫ع ْمدَه‬ ْ ‫آخ َرهُ قَ ِّد ْي َمهُ َو َح ِّد ْيثَهُ خ‬
َ ‫َطأَهُ َو‬ ِّ ‫غفَ َر هللاُ لَكَ ذَ ْنبَكَ أ َ َّولَهُ َو‬َ َ‫ذَلِّك‬
‫س ْو َرة ً فَإِّذَا فَ َر ْغتَ ِّم ْن‬
ُ ‫ب ِّو‬ِّ ‫ت ت َ ْق َرأ ُ فِّ ْي ُك ِّل َر ْكعَ ٍة فَاتِّ َحةَ ْال ِّكت َا‬
ٍ ‫ي أ َ ْربَ َع َر ْكعَا‬ َ ُ ‫صا ٍل أ َ ْن ت‬
َ ‫ص ِّل‬ َ ‫عش ََر ِّخ‬ َ
َ ‫عش ََرة‬ َ ‫س‬ َ ‫س ْب َحانَ هللاِّ َو ْال َح ْمدُ ِّ َّّلِلِّ َولَ إِّلَهَ إِّلَّ هللاُ َوهللاُ أ َ ْكبَ ُر خ َْم‬
ُ َ‫ْالقُ ْرا َءةِّ فِّ ْي أ َ َّو ِّل َر ْكعَ ٍة َوأ َ ْنتَ قَائِّ ٌم قُ ْلت‬
‫اجدًا‬
ِّ ‫س‬ َ ‫ي‬ َ ‫الر ُك ْوعِّ فَتَقُ ْولُ َها‬
ْ ‫ع ْش ًرا ث ُ َّم ت ْه ِّو‬ ُّ َ‫سكَ ِّمن‬ َ ْ‫عش ًَرا ث ُ َّم ت َْرفَ ُع َرأ‬َ ‫َم َّرة ً ث ُ َّم ت َْر َك ُع فَتَقُ ْولُ َها َوأ َ ْنتَ َرا ِّك ٌع‬
‫ع ْش ًرا ث ُ َّم ت َْرفَ ُع‬َ ‫ع ْش ًرا ث ُ َّم ت َ ْس ُجدُ فَتَقُ ْولُ َها‬
َ ‫س ُج ْو ِّد فَتَقُ ْولُ َها‬
ُّ ‫سكَ ِّمنَال‬ َ ْ‫ع ْش ًرا ث ُ َّم ت َْرفَ ُع َرأ‬
َ ٌ‫اجد‬
ِّ ‫س‬ َ َ‫فَتَقُ ْولُ َها َوأ َ ْنت‬
َ‫طعْت‬ ٍ ‫س ْبعُ ْونَ فِّ ْي ُك ِّل َر ْكعَ ٍة ت َ ْفعَ ُل ذَلِّكَ فِّ ْي أ َ ْربَعِّ َر ْكعَا‬
َ َ ‫ت إِّ ِّن ا ْست‬ َ ‫س َو‬ ٌ ‫ع ْش ًرا فَذَلِّكَ خ َْم‬ َ ‫سكَ فَتَقُ ْولُ َها‬ َ ْ‫َرأ‬
‫ش ْه ٍر‬ َ ُ ‫أ َ ْن ت‬
َ ‫ص ِّليَ َها فِّ ْي ُك ِّل يَ ْو ٍم َم َّرة ً فَا ْفعَ ْل فَإ ِّ ْن لَ ْم ت َ ْفعَ ْل فَ ِّف ْي ُك ِّل ُج ْمعَ ٍة َم َّرة ً فَإ ِّ ْن لََِ ْم ت َ ْفعَ ْل فَ ِّف ْي ُك ِّل‬
‫سنَ ِّة َم َّرة ً فَإ ِّ ْن لَ ْم ت َ ْف َع ْل فَ ِّف ْي‬
َ ‫َم َّرة ً فَإ ِّ ْن لَ ْم ت َ ْف َع ُل فَ ِّف ْي ُك ِّل‬

Artinya: Ya Abbas ! Wahai paman ! sungguh aku ingin memberi kepadamu sesuatu
yang berharga, anugrah, aku senang dan berbuat untukmu 10 perkara, apabila
engkau melakukannya niscaya Allah akan menghapuskan dosa dosamu, baik yang
awal maupun yang akhir, yang dahulu atau yang baru, yang tidak disengaja atau
disengaja, yang kecil atau yang besar, yang rahasia atau yang terang terangan, yaitu
engkau mengerjakan shalat 4 rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al fatihah
dan surah, setelah selesai membaca surah dan masih dalam keadaan berdiri . maka
bacalah tasbih sebanyak 15 kali kemudian kamu ruku, maka dalam ruku membaca
tasbih 10 kali. Kemudian bangun dari ruku dan i’tidal membaca tasbih 10 kali ,
kemudian kamu sujud , dalam sujud membaca membaca tasbih 10 kali, kemudian
bangun dari sujud atau duduk diantara dua sujud membaca tasbih 10 kali kemudian
sujud yang kedua membaca tasbih 10 kali, bangun dari sujud sebelum berdiri duduk
kembali dan membaca tasbih 10 kali, semua itu berjumlah 75 tasbih. Dan kamu
kerjakan sebanyak 4 rakaat. Jika kamu sanggup melakukannya maka kerjakanlah
setiap hari 1 kali jika tidak setiap jum’at satu kali jika tidak setiap bulan 1 kali jika
tidak satu tahun satu kali jika tidak seumur hidup satu kali”32

Tata cara shalat tasbih:

 Niat
 Membaca Surat Al-Fatihah
 Surat Al-Kafirun
 Membaca Tasbih Sebanyak 15 Kali
 Ruku’
 I’Tidal Dengan Tasbih 10 Kali
 Duduk Diantara Dua Sujud
 Sujud Kembali
 Salam33

Niat shalat tasbih:

 Niat sholat tasbih dengan dua rakaat atau dua kali salam bacaannya adalah

sebagai berikut ini :

ْ َّ ‫سنَّةَ الت‬
‫سبِّيْحِّ َر ْكعَتَي ِّْن ِّ َّّلِلِّ تَعَالَى‬ ُ ‫أُص َِّلى‬

artinya: “saya niat sholat sunat tasbih dua rakaat karena Allah ta’ala.”34

 Sholat sunat tasbih dengan empat rokaat memiliki bacaan atau lafadz seperti

berikut ini :

32
Ika setyani.2010.pendidikan agama islam.jakarta.swadaya murni
33
https://dalamislam.com/shalat/sholat-tasbih
34
https://dalamislam.com/shalat/sholat-tasbih
‫ت ِّ َّّلِلِّ تَعَالَى‬ ْ َّ ‫سنَّةَ الت‬
ٍ ‫سبِّيْحِّ أ َ ْربَ َع َر َكعَا‬ ُ ‫أُص َِّلى‬

artinya: “saya niat sholat sunat tasbih 4 rakaat karena Allah ta’ala.” 35

6.Shalat sunah rawatib

Shalat sunah rawatib adalah shalat sunah waktu pelaksanaannya mengirirngi


shalat fardu lima waktu. Shalat tersebut dilakukan sebelum atau sesudah shalat fardu.
Shalat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardu di sebut rawatib qobliyah,
sedangkan shalat sunah rawatib yang dikerjakan sesudah shalat fardu disebut rawatib
bakdiyah. Hukum shalat sunah rawatib bila di tinjau dari segi hukumnya terbagi dua
yaitu:

1. Shalat sunah rawatib muakkad yaitu shalat sunah yang sangat di anjurkan untuk
di laksanakan, karena selalu di kerjakan oleh nabi Muhammad SAW.

Shalat sunah rawatib muakkad terdiri dari:

1) dua rakaat sebelum shalat subuh

2) empat rakaat sebelum shalat zuhur

3) dua rakaat sesudah shalat zuhur

4) dua rakaat sesudah shalat magrib

5) dua rakaat sesudah shalat isya

Dalil naqlinya:

ُّ ‫ت قَ ْب َل‬
‫الظ ْه ِّر‬ ٍ ‫َّللاُ لَهُ بَ ْيتًا فِّي ْال َجنَّ ِّة أ َ ْربَعِّ َر َكعَا‬
َّ ‫سنَّ ِّة بَنَى‬ُّ ‫ع ْش َرة َ َر ْكعَةً ِّم ْن ال‬ َ ‫علَى ثِّ ْنت َْي‬َ ‫َم ْن ثَابَ َر‬
‫َاء َو َر ْكعَتَي ِّْن َق ْب َل ْالفَجْ ِّر‬
ِّ ‫ب َو َر ْكعَتَي ِّْن بَ ْعدَ ْال ِّعش‬ ِّ ‫َو َر ْكعَتَي ِّْن بَ ْعدَهَا َو َر ْكعَتَي ِّْن بَ ْعدَ ْال َم ْغ ِّر‬

35
https://dalamislam.com/shalat/sholat-tasbih
Artinya: Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat,
maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat
sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat
setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-
Nasai no. 1772 dari Aisyah)36

2. Shalat sunah rawatib ghoiru muakkad yaitu shalat sunah yang kurang dianjurkan,
karena nabi Muhammad SAW tidak selalu melaksanakannya.

Shalat sunah ghoiru muakkad terdiri dari:

1) dua rakaat sebelum shalat zuhur

2) dua rakaat sesudah shalat zuhur

3) empat rakaat sebelum shalat ashar

4) dua rakaat sebelum shalat magrib

5) dua rakaat sebelum shalat isya37

Tata cara shalat sunah rawatib:

Cara mengerjakan shalat Rawatib itu sama dengan shalat sunnah yang lain hanya saja
yang berbeda ialah lafazd niatnya.38

Niat Sholat Sunnah Qabliyah (Sebelum) Sholat Dzuhur :

Artinya : Saya niat sholat sunnah sebelum Dzuhur dua raka’at, karena Allah Ta’ala..

36
http://www.alkhoirot.net./2012/04/shalat-sunnah-rawatib.html
37
http://id.wikipedia.org/wiki/shalat-rawatib
38
https://sajadahmuslimku.blogspot.com/2014/07/tata-cara-shalat-sunnah-rawatib.html
Bacaan Niat Sholat Sunnah Ba’diyah (Sesudah) Sholat Dzuhur :

Artinya : Saya niat sholat sunnah sesudah Dzuhur dua raka’at, karena Allah Ta’ala..

Bacaan Niat Sholat Sunnah Qabliyah (Sebelum) Sholat Ashar :

Artinya : Saya niat sholat sunnah sebelum Ashar dua raka’at , karena Allah Ta’ala..

Bacaan Niat Sholat Sunnah Qabliyah (Sebelum) Sholat Maghrib :

Artinya : Saya niat sholat sunnah sebelum Maghrib dua raka’at, karena Allah
Ta’ala..

Bacaan Niat Sholat Sunnah Ba’diyah (Sesudah) Sholat Maghrib :

Artinya : Saya niat sholat sunnah sesudah Maghrib dua raka’at, karena Allah
Ta’ala..

Bacaan Niat Sholat Sunnah Qabliyyah (Sebelum) Sholat Isya’ :


Artinya : Saya niat sholat sunnah sebelum Isya’ dua raka’at, karena Allah Ta’ala..

Bacaan Niat Sholat Sunnah Ba’diyah (Sesudah) Sholat Isya’ :

..

Artinya : Saya niat sholat sunnah sesudah Isya’ dua raka’at, karena Allah Ta’ala..

Bacaan Niat Sholat Sunnah Qobliyah Sebelum Sholat Subuh :

Artinya : Saya niat sholat sunnah sebelum Subuh dua raka’at, karena Allah Ta’ala.39.

7.Shalat sunah hajat

Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan dengan maksud khusus
memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan hajat, kebutuhan atau
keperluannya. setiap orang pasti memiliki hajat, memiliki kebutuhan dan keperluan.
ada kalanya keperluan itu sifatnya ringan dan tidak banyak disadari. misalnya
kesehatan bagi orang yang sehat dan kebutuhan sehari-hari. para sahabat
mencontohkan, mereka selalu berdoa kepada Allah dalam urusan kecil sekalipun.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan untuk melakukan demikian:

‫س َع نَ ْع ِّل ِّه ِّإذَا ا ْنقَ َطع‬ ِّ ُ‫سأَلَه‬


ْ ‫ش‬ ْ ‫سأَلَهُ ا ْل ِّم ْل َح َو َحت َّى َي‬
ْ ‫سأ َ ْل أ َ َح ُد ُك ْم َربَّهُ َحا َجتَهُ َحتَّى َي‬
ْ ‫ِّل َي‬

39
http://www.mutiarapublic.com/ragam-public/kumpulan-doa/panduan-niat-dan-cara-
sholat-sunnah-rawatib-lengkap/
Artinya: “Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya
kepada Tuhan, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta tali
sandalnya ketika putus.” (HR. Tirmidzi; hasan)

Ketika kebutuhan atau keperluan itu dirasa besar, Rasulullah mengajarkan


untuk tidak hanya berdoa namun mendahuluinya dengan sholat sunnah dua rakaat.
Nah, sholat dua rakaat dengan maksud meminta pertolongan Allah inilah yang
disebut sholat hajat.40

Tata cara shalat hajat:

 Niat
 Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
 Membaca surat Al Fatihah
 Membaca surat atau ayat Al Qur’an
 Ruku’ dengan tuma’ninah
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
 Sujud kedua dengan tuma’ninah
 Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
 Membaca surat Al Fatihah
 Membaca surat atau ayat Al Qur’an
 Ruku’ dengan tuma’ninah
 I’tidal dengan tuma’ninah
 Sujud dengan tuma’ninah
 Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

40
http://www.pengobatan.com/khazanah_islamiah/sholat-hajat.html
 Sujud kedua dengan tuma’ninah
 Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
 Salam 41

Niat shalat hajat:

‫سنَّةَ ا ْل َحا َج ِّة َر ْكعَتَ ْي ِّن ِّ َّّلِلِّ تَعَالَى‬ َ ُ‫أ‬


ُ ‫ص ِّل ْي‬

Artinya: “Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala”42

8.Shalat sunnah mutlak

Shalat sunah mutlak adalah shalat yang boleh dikerjakan pada waktu kapan
saja, kecuali pada waktu yang di larang untuk mengerjakan shalat sunah dengan
jumlah rakaat yang tidak terbatas. Niat shalat mutlak tidak terkaitdengan niat tertentu
selain ikhlas hanya karena ibadah kepada Allah SWT. Shalat sunah mutlak dikerjakan
tiap-tiap dua rakaat dengan satu salam.43

F. Waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shakat sunah

1) ketika matahari berada tepat di puncak ketinggiannya hingga tergelincirnya,


kecuali pada hari jum’at ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan tahiyatul
masjid.

2) sesudah shalat ashar sampai terbenam matahari

3) sesudah shalat subuh hingga terbit matahari agak tinggi

4) ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya44

41
https://bersamadakwah.net/niat-sholat-hajat/
42
https://bersamadakwah.net/niat-sholat-hajat/
43
http://www.scribd.com.doc/72976811/15/SHALAT-SUNNAH-MUTLAK
44
Mashun, tuntunan shalat lengkap dan doa-doa, hlm 190
G. Kesimpulan

 Sholat sunnah adalah sholat yang dikerjakan di luar sholat fardhu yang
dianjurkan untuk dilaksanakan namun tidak wajib sehingga tidak berdosa
bila ditinggalkan dengan kata lain apabila dilakukan dengan baik dan benar
serta penuh keikhlasan akan tampak hikmah dan rahmat dari Allah SWT
yang begitu indah. Berdasarkan hukumnya, sholat sunnah ada dua macam
yaitu sholat sunnah muakadah dan shalat sunnah ghairu muakadah.
Penjelasannya sebagai berikut.

 Untuk waktu shalat sunnah ada tiga waktu pengerjaannya yaitu shalat sunnah
yang dikerjakan pada waktu malam hari misalnya: shalat tahajud dan shalat
tarawih, shalat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari minsalnya: shalat
duhha dan shalat sunnah yang dikerjakan pada siang hari misalnya shalat
wudlu.

 Ada waktu tertentu dimana kita dilarang atau diharamkan untuk melakukan
shalat yaitu sebagai berikut:

1.Ketika matahari terbit sehingga naik setinggi lembing

2.Ketika matahari sedang berada tepat di puncaknya sehingga ia mulai


condong (kecuali hari jum’at)

3. ketika waktu sesudah ashar hingga tenggelamnya matahari

 Shalat sunnah berjamaah adalah shalat yang dikerjakan secara bersama salah
satu imam dan yang lain menjadi makmum dengan syarat yang telah di
tentukan. Macam-macam sholat sunnah berjamaah:
 Shalat sunah ida’in
 Shalat sunah tarawih
 Shalat sunah witir
 Shalat sunah istisqo
 Shalat sunah khusuf (gerhana bulan dan gerhana matahari)

 Shalat tahiyatul masjid adalah shalat sunah yang dilaksanakan ketika seorang
masuk masjid. Hukum melaksanakannya adalah sunah, dikerjakan 2 rakaat
sebelum duduk dengan tujuan menghormati(memuliakan) masjid.
Shalat sunah tahiyatul masjid
 Shalat sunah tahajud
 Shalat sunah istikharah
 Shalat sunahdhuha
 Shalat sunah tasbih
 Shalat sunah rawatib (rawatib muaakad dan ghoiru muakaad)
 Shalat sunnah hajat
 Shalat sunah mutlak

H. Saran

Shalat sunnah akan mendapatkan pahala apabila dikerjakan, maka apabila


kita ingin mendapatkan pahala tambahan disamping shalat fardhu dapat
dilaksanakan dengan melakukan shalat sunnah tanpa meninggalkan shalat fardhu
karena shalat fardhu wajib dilaksanakan apabila tidak dilaksanakan maka akan
mendapat dosa.
Daftar Pustaka

M.mahfudh ihsan al wina’i, sudah benarkah sholat anda?,hlm 21


Sayyid sabiq, fiqh sunnah, hlm 7
https://wildanesia.blogspot.com/2012/12/pengertian-hadits-sunnah-khabar-
atsar.html
Amir Abyan, pendidikan agama islam fikih (semarang: karya tuha putra,2008)
hlm 29
http://web.syarif.com/index.php?
Option=com_content&view=article&id=116:tuntunan-shalat-sunnah-
M.mahfudh ihsan al wina’I, sudah benarkah sholat anda?,hlm 8
Moh.rifa’I, tuntunan shalat lengkap hlm28
Ika setyani, 2010. Pendidikan agama islam. Jakarta. Swadaya murni
Mashun, tuntunan shalat lengkap dan doa, 178
http://orgawam.wordpress.com/2010/11/15/panduan-shalat-idain-shalat-
pada-dua-hari-raya/
http://paismpn4skh.wordpress.com/2010/01/02/shalat-sunah-berjamaah-
danmunfarid/
https://mujiyaulkhaq.wordpress.com/2013/08/11/shalat-idain-2/
Moh.rifa’I, tuntunan shalat lengkap,hlm 106
https://sumsel.tribunnews.com/2019/08/26/tata-cara-sholat-tarawih-niat-doa-
sholat-tarawih-lengkap-bacaan-latin-arab-dan-artinya?page=2
Moh rifa’I, kumpulan shalat-shalat sunah,hlm 59
Drs.H.Ali Rosyidi.2007.pendidikan agama islam.jakarta.tunas melati, hlm 78
https://sumsel.tribunnews.com/2019/08/26/tata-cara-sholat-istisqa-niat-doa-
sholat-istisqa-lengkap-bacaan-latin-arab-dan-artinya?page=2
http://kaahil.wordpress.com/2012/04/04/bagus-pengertian-hukum-shalat-
gerhana-bulan- matahari-s/
Ika setyani.2010.pendidikan agama islam.jakarta.swadaya murni
http://www.mutiarapublic.com/ragam-public/kumpulan-tips/tata-cara-dan-niat-
shalat-gerhana-bulan-dan-matahari/
http://www.mutiarapublic.com/ragam-public/kumpulan-tips/tata-cara-dan-niat-
shalat- gerhana-bulan-dan-matahari/
http://sugito78.wordpress.com/2012/12/shalat-tahiyatul-masjid/
http://adehumaidi.com/islam/pengertian-waktu-hukum-shalat-tahajud-2013
https://bersamadakwah.net/sholat-tahajud-niat/
http://www.alkhoirot.net/2012/03/shalat-dhuha.html
https://bersamadakwah.net/niat-sholat-dhuha/
Ika setyani.2010.pendidikan agama islam.jakarta.swadaya murni
https://dalamislam.com/shalat/sholat-tasbih
http://www.alkhoirot.net./2012/04/shalat-sunnah-rawatib.html
http://id.wikipedia.org/wiki/shalat-rawatib
https://sajadahmuslimku.blogspot.com/2014/07/tata-cara-shalat-sunnah-
rawatib.html
http://www.mutiarapublic.com/ragam-public/kumpulan-doa/panduan-niat-dan-
cara- sholat-sunnah-rawatib-lengkap/
http://www.pengobatan.com/khazanah_islamiah/sholat-hajat.html
https://bersamadakwah.net/niat-sholat-hajat/
https://bersamadakwah.net/niat-sholat-hajat/
http://www.scribd.com.doc/72976811/15/SHALAT-SUNNAH-MUTLAK
Mashun,tuntunan shalat lengkap dan doa-doa, hlm 190
Biodata Penulis

Nama : Melda Sartika


NIM : 18.1028
TTL : Batam, 17 Juni 2000
Alamat : Jl. Air bini kecamatan siantan selatan
Cita- Cita : Pengusaha
Jabatan : Anggota
“Sabar adalah kunci keberhasil

Nama : Siti Khadijah


NIM : 18.1000
TTL : Air Bini, 06 April 1999
Alamat : Tarempa, Anambas, Prov. KEPRI
Cita- Cita : Pengusaha
Jabatan : Anggota
“Belajar dari kesalahan”

Nama : Nurul Annisa Riski


NIM : 18.1026
TTL : Bintan 11 Juni 1999
Alamat : Bintan
Cita- Cita : Guru
Jabatan : Anggota
“Jadilah orang yang bermanfaatl”