Anda di halaman 1dari 3

Capsicum annuum L.

Tumbuhan berupa terna atau setengah perdu, dengan tinggi 45-100 cm,
biasanya berumur hanya semusim. Bunga tunggal dan muncul di bagian ujung ranting, posisinya
menggantung; mahkota bunga berwarna putih, berbentuk seperti bintang. Kelopak seperti
lonceng. Buah tunggal pada setiap ruas, bervariasi dalam ukuran, bentuk, warna dan tingkat
kepedasan; bentuk buah seperti garis, menyerupai kerucut, seperti tabung memanjang, seperti
lonceng atau berbentuk bulat; warna buah setelah masak bervariasi dari merah, jingga, kuning
atau keunguan; posisi buah menggantung. Biji berwarna kuning pucat

Djarwiningsih, T. 2005. Capsicum spp. (cabai) : asal, persebaran dan nilai ekonomi. Jurnal Biodiversitas.
6(4): 292-295.

Cabai rawit spesies C. annuum memiliki warna mahkota (corolla) putih dan ungu, warna anter biru dan
ungu, warna buah muda hijau, ungu, putih kehijauan, dan kuning kehijauan, tangkai buah mengikuti
bentuk pangkal buah dan tidak ada penyempitan, bentuk daun lanceolate dan ovate.

Adapun cabai rawit spesies C. frutescens hanya memiliki warna mahkota (corolla) hijau keputihan,
warna anter biru, warna buah muda hijau, putih, dan putih kehijauan, tangkai buah mengecilatau
menyempit pada bagian pangkal buah, bentuk daun deltoid.
as. Capsicum annuum L. adalah tumbuhan berupa terna, biasanya berumur hanya semusim, berbunga
tunggal dan mahkota berwarna putih dan ada yang ungu, bunga dan buah muncul di setiap
percabangan, warna buah setelah masak bervariasi dari merah, jingga, kuning atau keunguan, posisi
buah menggantung.

C. frutescens L. adalah tumbuhan berupa terna, hidup mencapai 2 atau 3 tahun. Bunga muncul
berpasangan di bagian ujung ranting dalam posisi tegak, mahkota bunga berwarna kuning kehijauan
atau hijau keputihan dengan bentuk seperti bintang. Buah muncul berpasangan pada setiap ruas, rasa
cenderung sangat pedas, bentuk buah bervariasi mulai dari bulat memanjang atau setengah kerucut,
warna buah setelah masak biasanya merah dengan posisi buah tegak. Spesies ini kadang-kadang disebut
cabai burung (Greenleaf, 1986; Pickersgill, 1989; Djarwaningsih, 2005)

Greenleaf, W.H. 1986. Pepper breeding. p. 67-134. In M.J. Basset (Eds.). Breeding Vegetables Crops. AVI
Publishing Co. Conecticut.

Djarwaningsih, T. 2005. Capsicum spp (Cabai): asal, persebaran dan nilai ekonomi. Biodiversitas 6:292-
296.

Umur berbunga pada tanaman cabai rawit berkisar antara 47.67 -63.67 hari setelah tanam (HST)

Ciri-ciri daunnya ada yang berbentuk membulat telur, melonjong, oval, bahkan ada yang melanset
(Wiryanta, 2002). Warna permukaan daun bagian atas hijau muda, hijau tua, sampai hijau kebiruan,
sedangkan pada permukaan daun bagian bawah umumnya berwarna hijau, hijau muda, atau hijau
pucat. Permukaan daun ada yang halus dan ada yang berkerut-kerut. Panjang daun cabai berkisar antara
3- 11 cm, dengan lebar antara 1-5 cm (Zulfitri, 2005). Batang tanaman cabai berwarna hijau muda, atau
hijau tua. Akar cabai merupakan akar tunggang yang terdiri atas akar utama dan akar samping yang
berupa serabut-serabut akar (Fatmawati, 2008). Bunga berbentuk bintang, tumbuh pada ketiak daun,
dalam keadaan tunggal atau bergerombol dalam tandan. Satu tandan biasanya terdapat 2-3 bunga saja.
Mahkota bunga warnanya bermacam-macam, ada yang putih, putih kehijauan, dan ungu. Bunga
berdiameter antara 5-20 mm, merupakan bunga sempurna, yaitu dalam satu tanaman terdapat bunga
jantan dan bunga betina. Buah cabai merupakan bagian tanaman cabai yang paling banyak dikenal dan
memiliki banyak variasi misalnya bentuk seperti lonceng atau bell (Prajnanta, 2007)

Nama cabai kecil (Capsicum frutescens L.) di daerah Jawa lebih dikenal dengan sebutan cabe rawit.
Kultivar cabai rawit bermacam-macam diantaranya cabai mini, cabai ceplik (rawit putih), cabai cengis
(rawit hijau), dan lombok japlak (Setiadi, 1997). Ciriciri morfologi yang mencolok adalah batang
berbukubuku atau bagian atasnya bersudut, daun berbentuk melonjong atau membundar telur, panjang
1-12 cm, tulang daun menyirip, letak bunga berdekatan. Mahkota bunga membintang, berwarna putih
kehijauan atau kadang- kadang ungu, bunga biasanya menggantung, mempunyai garis tengah 1,75-2
mm. Kelopak bunga umumnya berbulu tetapi ada pula yang tidak berbulu, mempunyai panjang 2-3 mm
berwarna kehijauan. Buah tegak, kadang-kadang pada tanaman hibrid buah menggantung, berbentuk
bulat telur, jorong dengan diameter 0,75-1,50 mm, panjang 2,5-12 cm. Buah muda berbeda-beda
warnanya ada yang berwarna hijau tua, hijau muda, ungu, hitam, putih, putih kekuningan, ketika
setengah masak warnanya juga berbeda-beda ada yang hijau, cokelat kemerahan, dan setelah masak
buah berwarna merah, hitam, ungu kehitaman (Setiadi, 2006).

Capsicum frustescens (cabai rawit) memiliki buah yang masih muda berwarna putih, kuning, atau hijau.
Bunganya berwarna putih kehijauan. Pada umumnya, dalam satu ruas terdapat satu kuntum bunga,
tetapi kadang-kadang lebih dari satu. Tangkai bunga tegak saat anthesis, tetapi bunganya merunduk,
sedangkan tangkai daun pendek. Daging buah umumnya lunak, dengan kapsaisin yang kadarnya tinggi,
sehingga rasa buah pedas. Umumnya cabai rawit dipanen ketika buah masih muda, berwarna hijau,
putih, atau kuning. Umur panennya lebih panjang daripada C. annuum (Kusandriani & Muharam, 2005).