Anda di halaman 1dari 10

ENDAPAN RESIDUAL PHOSPAT

Oleh :

Dwiky Adimas ( 072001500029 )

Yudha Ibnu ( 072001600045 )

Nadhia Noor Syafira ( 072001700029 )

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI

UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI....................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 3
1.1. Dasar Teori............................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 6
2.1. Fosfat ....................................................................................................................... 6
2.1. Genesa Endapan dan Penyebaran Fosfat ................................................................. 6
2.1. Prospek Pemanfaatan Endapan Fosfat ..................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 10

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori

Endapan konsentrasi residu merupakan hasil dari pengumpulan mineral-


mineral berharga setelah mineral-mineral tidak berharga tersingkirkan oleh proses
pelapukan. Contoh endapan konsentrasi residu adalah bijih besi yang terkandung
dalam gamping murni dalam bentuk besi karbonat, oleh proses pelarutan
(pelapukan kimia) gampingnya akan larut dan besinya tertinggal. Untuk dapat
terbentuknya endapan-endapan jenis ini diperlukan sarat-sarat:

1. Terdapat batuan asal atau endapan-endapan yang mengandung


mineral / unsur-unsur mineral berharga, disana mineral berharga
sukar larut dan gangue mineralnya mudah larut pada kondisi
atmorfis.

2. Kondisi/ iklim yang memungkinkan terjadinya proses-proses


kimia.

3. Morfologi yang landai / tidak terlalu curam sehingga mineral-


mineral region tidak tercuci habis oleh erosi (pelapukan kimia lebih
kuat daripada erosi pada daerah tersebut)

4. Kestabilan permukaan yang continue dan dalam waktu lama (tidak


ada pengangkatan / penurunan) sehingga bisa terjadi pengumpulan
mineral-mineral baerharga yang cukup besar.

Endapan yang berbentuk dari konsentrasi residual adalah endapan yang


terakumulasi atau terkonsetrasi di dekat atau di atas batuan sumbernya melalui
proses pelapukan. Endapan residual hanya dapat terbentuk pada permukaan yang

3
relatif datar, bila permukaan berubah menjadi miring, maka endapan tersebut akan
mengalami transportasi dan membentuk endapan placer eluvial.
Pelapukan sebagai proses yang memegang peranan penting dalam
konsentrasi residual merupakan suatu kejadian komplek dan meliputi berbagai
proses yang bisa bekerja sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan proses yang
lain. Misalnya pelapukan batuan bisa terjadi dalam bentuk desintegrasi mekanik
atau dekomposisi kimiawi atau kedua-duanya. Mineral yang tidak stabil pada saat
pelapukan berlangsung akan larut dan terbawa ketempat lain, sedangkan mineral
stabil menjadi residu dan kemudian terakumulasi membentuk konsentrasi residual.
Pelapukan (weathering) dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti
air, angin, perubahan temperatur, tumbuhan dan bakteri. Pelapukan adalah
tahapan awal dari proses denudasi, dimana hasil lapukan biasanya tidak langsung
mengalami transportasi. Pelapukan dapat dibagi menjadi :

a. Pelapukan mekanik yang menyebabkan terjadinya


desintegrasi/penghancuran batuan terutama disebabkan oleh ekspansi air dalam
pori atau kekar batuan akibat perubahan temperatur.

b. Pelapukan kimiawi yang menyebabkan terjadinya perubahan komposisi


oleh aksi unsur-unsur yang terbawa dalam air hujan. Pelapukan kimiawi ini
sangat aktif terutama pada daerah beriklim tropis atau lembab dimana air hujan
lebih banyak mengandung CO2.

Syarat utama pembentukan deposit mineral dari konsentrasi residual


adalah sebagai berikut :

1. kehadiran batuan yang mengandung mineral berharga yang


resisten, sedang unsur-unsur yang tidak berharga mudah larut pada
saat pelapukan erlangsung.

2. kondisi iklim yang memungkinkan berlangsungnya pelapukan


kimiawi; dalam hal ini iklim tropik dan subtropik adalah kondisi
yang sangat tepat untuk pembentukan endapan residual.

3. kemiringan lereng relatif landai

4
4. stabilitas lahan yang cukup lama sehingga residu yang terkumpul
tidak terganggu oleh erosi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Fosfat

Fosfat merupakan satu -satunya bahan galian (diluar air) yang


mempunyai siklus, unsur fosfor di alam diserap oleh mahluk hidup, senyawa
fosfat pada jaringan mahluk hidup yang telah mati terurai, kemudian terakumulasi
dan terendapkan di lautan. Proses terbentuknya endapan fosfat
ada tiga:
1. Fosfat primer terbentuk dari pembekuan
magma alkali yang bersusunan nefelin, syenit dan takhit, mengandung mineral
fosfat apatit, terutama fluor apatit {Ca5(PO4)3F}dalam keadaan murni
mengandung 42 % P2O5 dan 3,8 % F2.
2. Fosfat sedimenter (marin), merupakan
endapan fosfat sedimen yang terendapkan di laut dalam, pada lingkungan alkali
dan suasana tenang, mineral fosfat yang terbentuk terutama frankolit.
3. Fosfat guano, merupakan hasil
akumulasi sekresi burung pemakan ikan dan kelelawar yang terlarut dan bereaksi
dengan batugamping karena pengaruh air hujan dan air tanah. Berdasarkan
tempatnya endapan fosfat guano terdiri
dari endapan permukaan, bawah permukaan dan gua.

2.1. Genesa Endapan dan Penyebaran Fosfat

Pada beberapa contoh dilakukan analisa kimia, petrografi, XRD


dan SEM, dari hasil analisa tersebut mineral fosfat terdiri dari kolofan, dahlit dan
hidroksiapatit, kandungan P2O5 sangat bervariasi, dan dari pemboran inti

5
diperoleh endapan fosfat tidak lebih dari dari kedalaman 17 m, hal tersebut
menunjukkan bahwa endapan merupakan fosfat guano. Unsur fosfor yang
terkandung dalam kotoran burung sekitar 2 - 4 %, kemudian bereaksi dengan
batuan karbonat membentuk mineral kalsium fosfat. Air hujan atau air permukaan
yang mengandung CO2 dari udara maupun hasil pembusukan organik bereaksi
dengan kalsium fosfat membentuk mineral karbonat
hidroksi apatit.
Deposit fosfat merupakan sumber daya alam yang sangat penting dalam
industri pupuk fosfat untuk pertanian. Hanya beberapa negara yang beruntung di
wilayahnya ditemukan deposit fosfat yang ekonomis baik untuk industri pupuk
maupun untuk digunakan langsung sebagai pupuk. Deposit fosfat ditemukan
dalam berbagai formasi geologi seperti sebagai batuan sedimen, batuan beku,
batuan metamorfik, dan guano. Sekitar 80-90% batuan fosfat yang ditambang
berasal dari batuan sediment, 10- 20% berasal dari batuan beku (FAO, 2004), dan
hanya 1-2% berasal dari guano terutama akumulasi hasil ekskresi burung dan
kelelawar (van Straaten, 2002). Hampir semua deposit batuan sedimen berupa
carbonate-flourapatite yang disebut francolite, mengandung banyak karbonat
untuk substitusi fosfat yang sangat reaktif dan cocok digunakan langsung untuk
pupuk atau amelioran.

6
Penyebaran deposit fosfat alam dari batuan sedimen di dunia ( minimal
30% P2O5 )

Penyebaran deposit fosfat alam dari batuan beku di beberapa negara


( minimal 30% P2O5 )

2.1. Prospek Pemanfaatan Endapan Fosfat

Lebih dari 90% produksi fosfat di Indonesia, khususnya kalsium fosfat


Ca3(PO4)2, digunakan untuk keperluan industri pupuk, baik pupuk alam maupun
pupuk buatan. Sisanya dikonsumsi oleh berbagai industri seperti kaca lembaran,
karet, industri kimia, dan lain-lain. Penggunaan fosfor dalam bentuk unsur
digunakan untuk keperluan fotografi, korek api, bahan peledak dan lain-lain.
Terdapat dua tipe dari unsur fosfor, yaitu fosfor putih dan fosfor merah. Fosfor
putih hampir tidak larut dalam air, larut dalam alkohol dan larutan organik
tertentu. Fosfor putih digunakan dalam pembuatan asam fosfat (H3PO4) dan bila
dicampurkan dengan lelehan metal seperti timah dan tembaga menghasilkan alloy
tertentu (special alloy), fosfor dalam bentuk ferro fosfor digunakan dalam
berbagai industri metallurgi, untuk memperoleh logam dengan standar dan
keperluan tertentu.
Deposit fosfat yang ditemukan di Indonesia mempunyai kadar rendah sampai
sedang, meskipun pada lokasi tertentu dapat mencapai kadar 40% P2O5. Terdapat
pada daerah yang terpencar, berupa endapan fosfat gua atau batugamping

7
fosfatan.Belum ditemukan deposit dalam jumlah yang cukup besar, kecuali untuk
diusahakan dalam skala kecil.
Untuk pemupukan tanah, fosfat dapat langsung digunakan setelah
terlebih dahulu dihaluskan ( sebagai pupuk alam ). Akan tetapi untuk tanaman
pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan lain-lain, pupuk alam ini tidak cocok,
karena daya larutnya yang sangat kecil didalam air sehingga sulit diserap oleh
akar tanaman pangan tersebut. Untuk itu sebagai pupuk tanaman pangan, fosfat
perlu diolah menjadipupuk buatan. Variabel yang sangat menentukan bagi
fosfat sebagai pupuk alam adalah nilai kelarutannya terutama kelarutan dalam
asam sitrat 2 %, kelarutan pada asam tersebut mencerminkan seberapa besar fosfat
yang dapat diserap oleh akar tanaman. Nilai kelarutan fosfat dalam air ditentukan
oleh jenis mineral fosfat, mineral hidroksiapatit merupakan mineral fosfat yang
mempunyai kelarutan tinggi, dengan demikian idealnya untuk pupuk alam
digunakan endapan fosfat yang kandungan mineral hidroksiapatitnya cukup
tinggi. Pupuk superfosfat terdiri dari :
- Single Super Phosphate (SSP),
- Triple Super Phosphate(TSP),
- Monoammonium Phosphate (MAP),
- Diammonium Phosphate (DAP),
- Nitro Phosphate (NP),
- Ammonium Nitro Phosphate (ANP).

Superfosfat merupakan campuran antara monokalsium fosfat dan kalsium


sulfat. Salah satu bentuk pupuk buatan adalah Super Fosfat,yaitu hasil reaksi
antara tepung fosfat alam berkadar 30% P2O5 dengan asam sulfat pekat (Moersidi
Sediyarso, 1998).
Di luar kegunaannya sebagai bahan pupuk, fosfat dalam bentuk senyawa
lain digunakan dalam berbagai industri. Asam fosfat direaksikan dengan soda abu
atau batu kapur, akan diperoleh senyawa fosfat tertentu. Asam fosfat dengan
batugamping akan membentuk dikalsium fosfat yang merupakan bahan dasar
pasta gigi dan makanan ternak. Reaksi sederhananya sebagai berikut:
Ca3(PO4)2 + CaCO3 =====> Ca HPO4(dikalsium fosfat)

8
Asam fosfat direaksikan dengan soda abu menghasilkan 3 produk dengan
fungsi berbeda. Reaksi sederhananya sebagai
berikut :
H3PO4+ Soda abu ======> 1,2,3.

1. Sodium tripoly phosphate merupakan bahan detergent


2.Sodium triotho phosphate sebagai pelembut air
3.Tetra sodium pyro phosphate digunakan untuk industri keramik.

9
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/249681586/Endapan-konsentrasi-residu

http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/buku/fosfatalam/a_ka
sno.pdf

https://docplayer.info/42990479-Endapan-fosfat-di-daerah-madura.html

10