Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH KOMUNIKASI DATA

“Data and Signals”

DISUSUN OLEH:

Kelompok 8

1. Rika Meliana (1729040002)


2. Imam Fahmi (1729041011)
3. Muh Suryadi Triputra R (1729041032)
4. Citra Meisarah Asril (1729042065)

Dosen Pembimbing:
Ayu Tri Wardani, S.Pd., M.Pd.

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER


TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Tuhan yang maha esa, kami panjatkan puja dan
puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang
“Data and Signals”.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang “Data and Signals” ini
dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Makassar, 3 september 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

SAMPUL ............................................................................................................i

KATA PENGANTAR ........................................................................................ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ........................................................................................2

B. Rumusan Masalah ...................................................................................3

C. Tujuan Penulisan .....................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN

A. Sinyal Analog dan Digital .......................................................................4

B. Periodic Analog Signals ..........................................................................4

C. Sinyal Digital ..........................................................................................5

D. Transmission Impairment .......................................................................6

E. Date Rate Limits .......................................................................................

F. Performance ..............................................................................................

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .............................................................................................9

B. Saran ........................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................11

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada zaman dahulu sinyal analog banyak digunakan dalam
telekomunikasi, sinyal analog atau isyarat analog adalah sebuah sinyal data
yang berbentuk gelombang yang begitu kontinyu, yang akan membawa suatu
informasi dengan merubah karakteristik dari gelombang, dua parameter atau
karakteristik yang terpenting dan dimiliki oleh isyarat analog yaitu amplitude
dan juga frekuensi, isyarat analog pada biasanya telah dinyatakan dalam
gelombang sinus, mengingat gelombang sinus itu merupakan sebuah dasar
yang berguna bagi semua bentuk isyarat analog, dan sinyal analog
memiliki tiga komponen dasar yaitu amplitude, frekuensi dan phase.
Sinyal analog di sebarluaskan melalui gelombang elektromagnetik secara
terus menerus sehingga banyak faktor pengganggu, dan sinyal analog dapat
disebut komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses pengiriman
sinyal pada gelombang elektromagnetik dan bersifat variabel yang
berurutan,gelombang analog ini disebut dengan baud, baud adalah sinyal
atau gelombang listrik analog.
Namun seiring perkembangan zaman sinyal analog berangsur-angsur
ditinggalkan karena pelayanan dengan menggunakan sinyal ini agak lambat
dan gampang eror di bandingkan dengan data dalam bentuk digital.
Pada zaman modern sekarang ini istilah digital sudah tidak asing lagi di
telinga hampir semua peralatan elektronik di sekitar kita saat ini telah
menggunakan sistem digital dalam pemrosesannya, sistem digital juga
salah satunya di gunakan dalam sinyal digital, sinyal digital merupakan
suatu teknologi yang mengubah suatu sinyal analog menjadi data digital
sehingga sinyal dapat diproses lebih mudah dan cepat, sinyal digital
sendiri adalah sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami
perubahan secara tiba-tiba, dimana dalam sinyal digital hanya mengenal dua
kondisi, dan dua kondisi tersebut biasanya berbentuk angka nol dan satu, lalu
bit adalah satuan terkecil dari sinyal digital.

2
Ada beberapa alsan mengapa sinyal digital ini digunakan, alasan yang
pertama karena pemrosesan sinyal menggunakan sistem digital terprogram
memiliki fleksibilitas dalam pemrosesan, lalu pada sistem digital untuk
mengubah suatu proses hanya dibutuhkan pengubahan program saja,
ketelitian dan akurasi juga merupakan hal yang penting dalam memproses
suatu sinyal, pengolahan sinyal menggunakan sistem sinyal digital
memiliki pengendalian dan akurasi yang lebih baik jika dibandingkan
dengan pemrosesan dengan menggunakan sistem analog, faktor toleransi
yang terdapat pada sistem sinyal analog seringkali menimbulkan
kesulitan pengendalian akurasi proses, salah satu persyaratan yang
dibutuhkan untuk menentukan akurasi pada sistem sinyal digital antara lain
penentuan akurasi pada konverter analog ke digital (A/D), sinyal-sinyal
digital dapat disimpan pada media magnetic tanpa mengalami pelemahan
atau distorsi data sinyal yang bersangkutan.dengan demikian sinyal
tersebut dapat dipindah pindahkan serta diproses dengan mudah tanpa
terlalu banyak mengurangi kualitas data.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut:
1. Apakah pengertian dan perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal Digital?
2. Apakah pengertian dan penjelasan mengenai Periodic Analog Signals dan
Digital Signal?
3. Bagaimana proses Transmission Impairment?
4. Apa pengertian dan fungsi dari Data Rate Limits?
5. Bagaimana performance (kinerja) Sinyal analog dan digital?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dan perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal
Digital.
2. untuk mengetahui pengertian dan penjelasan mengenai Periodic Analog
Signals dan Digital Signal.
3. untuk mengetahui proses Transmission Impairment.
4. Untuk mengetahui pengertian dan fungsi dari Data Rate Limits.
5. Untuk Mengetahui performance Sinyal analaog dan digital.

3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Analog dan Digital
Teknologi merupakan salah satu hal yang menyebabkan banyak perubahan
dalam kehidupan ini, terutama dalam aspek gaya hidup manusia. Dalam
perkembangan teknologi kita mengenal yang Namanya perkembangan, dan
dalam perkembangan teknologi, para pakar membagi perkembangan teknologi
menjadi dua, yang pertama adalah analog dan yang kedua adalah digital.
Analog muncul terlebih dahulu dalam perkembangan teknologi, sedangkan
digital adalah buat dari inovasi teknologi yang dilakukan oleh para pemikir.
Analog adalah sebutan dari sebuah sinyal yang mempunyai bentuk
gelombang dengan cara kerja yang berkelanjutan, Sinyal analog membawa
informasi data dengan mengubah karakteristik gelombang. Parameter yang
digunakan oleh sinyal analog menggunakan dua paramter, yaitu amplitude dan
frekuensi. Umumnya gelombang yang ada pada sinyal analog berbentuk
gelombang sinus yang memiliki tigas variabel dasar, yaitu amplitude, frekuensi
dan phase.

Analog Electron

Setelah mengetahui pengertian analog, muncul lagi yang namanya


amplitude, frekuensi dan phase, lalu apa itu amplitude, frekuensi dan phase?
Amplitude adalah ukuran dari tinggi rendahnya tegangan dari sebuah sinyal
analog. Sedangkan frekuensi adalah banyaknya jumlah gelombang yang
muncul dari sebuah sinyal analog dan Phase adalah besaran sudut dari sebuah
sinyal analoh pada waktu-waktu tertentu. Lalu bagaimana cara kerja dari
sebuah sinyal analog?

Cara kerja dari sebuah sinyal analog adalah dengan menyebarkan sinyal
melalui gelombang elektromagnetik atau gelombang radio yang dilakukan

4
secara terus menerus. Proses penyebaran sinyal analog sangat dipengaruhi
dengan berbagai macam faktor pengganggu. Pengiriman sinyal analog sangat
berurutan yang dilakukan secara terus menerus atau dalam bahasa lain disebut
dengan variable. Jadi intinya adalah sinyal analog merupakan sebuah bentuk
komunikasi elektromagnetik yang sangat menggantungkan nasibnya pada
gelombang elektromagnetik.

Digital adalah hasil dari pengembangan temuan dari analog, sebelum


adanya digital kita sudah terlebih dahulu mengenal analog. Bisa dibilang
digital adalah bentuk modern dari analog, dengan demikian digital memiliki
bentuk yang lebih maju. Digital adalah sinyal data dalam bentuk pulsa yang
dapat mengalami perubahan secara mendadak atau tiba-tiba, dengan perubahan
yang memiliki besaran 0 dan 1. Anda tidak salah lihat, memang benar besaran
yang ada dan perubahan yang ada pada sebuah sinyal digital memang hanya 0
dan 1, tetapi dua perubahan tersebut dapat mengubah hal yang besar.

Digital Electron

Transmisi yang dilakukan oleh sinyal digital memiliki jangkauan yang


relatif dekat tetapi dengan menggunakan sinyal digital tidak mudah untuk
terpengaruh oleh derau. Sinyal yang memiliki dua perubahan ini biasanya
disebut dengan bit, bit merupakan sebuah istilah untuk menyebut digital,
besaran bit yaitu hanya 0 dan 1. bit merupakan satuan terkecil dari rangkaian
perhitungan yang ada pada sinyal digital.

5
Analog dan Digital

Meskipun sama-sama sebuah sinyal analog dan digital tetap saja


memiliki perbedaan. Bukan hanya berbeda pada namanya saja, tetapi kedua
sinyal ini juga memiliki perbedaan pada penerapanya, walaupun saat ini sinyal
yang paling banyak digunakan atau diterapkan adalah sinyal digital, bukan
berarti sinyal analog sudah tidak digunakan lagi. Tetap masih banyak teknologi
yang menggunakan konsep analog, walaupun lebih banyak digital. Setelah
memahami tentang pengertian analog dan digital, berikut di bawah ini adalah
perbedaan Analog dan Digital:

1) Digital Lebih cepat, Perlu kita ketahui bahwa sistem digital memiliki
kecepatan transfer yang lebih cepat dibandingkan dengan analog. Sehingga
pengiriman informasi yang dilakukan oleh sistem berbentuk digital akan
lebih cepat sampai ke tujuan dari pada pengiriman informasi yang dilakukan
oleh sistem yang menggunakan konsep analog.

2) Analog lebih sensitif, Jika menggunakan sistem analog akan lebih rentan
terhadap berbagai macam gangguan sehingga sedikit saja hambatan yang
dilalui oleh analog akan menyebabkan terganggunya transaksi informasi,
sedangakan jika menggunakan sistem digital, hal seperti itu tidak akan
mejadi hambatan, karena sistem digital diklaim dan terbukti lebih kebal dari
berbagai macam gangguan, sehingga penggunaan sistem digital lebih aman.

3) Digital lebih fleksibel, dengan menggunakan sistem digital pengguna atau


perangkat yang diterapkan akan lebih memiliki tingkat fleksibilitas tinggi,
sehingga memiliki fungsionalitas yang lebih banyak daripada menggunakan

6
sistem analog. Sehingga banyak pengembang yang lebih memilih sistem
digital daripada analog.

4) Digital Easy save, Penggunaan sistem digital akan memudahkan proses


penyimpanan informasi yang lebih ringkas dari pada penggunaan sistem
analog. Karena penyimpanan informasi itu dilakukan oleh sebuah rangkaian
pengalihan khusus yang dapat melakukan penyesuaian dengan informasi
tersebut. Sehingga masa peyimpanan itu dapat dilakukan selama waktu yang
diperlukan.

B. Periodic Analog Signals and Digital Signals


1) Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sebuah kontinyu sinyal untuk waktu yang berbeda-
beda, fitur variabel dari sinyal adalah representasi dari beberapa waktu lain
yang bervariasi jumlah, yaitu analog dengan sinyal yang berbedabeda dalam
waktu lain, Ini berbeda dari sinyal digital dalam hal fluktuasi kecil sinyal
yang bermakna, analog biasanya memikirkan dalam listrik konteks namun
mekanik pneumatik hidrolik dan sistem lain juga menyampaikan sinyal
analog.
Elektrik merupakan properti yang paling sering digunakan yang di
dalamnya terdapat tegangan yang diikuti oleh frekuensi, arus, dan biaya,
sebuah sinyal analog mempunyai sinyal diukur adalah respon terhadap
perubahan dalam fenomena fisik, seperti suara, cahaya, suhu, posisi, atau
tekanan, misalnya dalam rekaman suara Sinyal analog memiliki resolusi
teoritis tak terbatas, dalam prakteknya sebuah sinyal analog tunduk pada
kebisingan dan yang terbatas adalah laju perubahan tegangan, sehingga baik
analog dan sistem digital ada pembatasanpembatasan dalam resolusi dan
bandwidth.
Keuntungan utama sinyal analog adalah baik dari sinyal analog itu sendiri
juga memiliki potensi yaitu jumlah sinyalnya yang tak terbatas dalam
resolusi sinyal, apabila dibandingkan dengan sinyal-sinyal digital, sinyal
analog mempunyai kepadatan yang tinggi, dapat dilakukan pengolahan lebih
sederhana dibandingkan dengan digital, sinyal analog dapat diproses secara

7
langsung oleh komponen analog, meskipun beberapa proses tidak tersedia
kecuali dalam bentuk digital.
Kerugian utama dari sinyal analog adalah bahwa sistem apapun memiliki
suara yaitu acak variasi yang tidak diinginkan, Sebagian sinyal akan disalin
dan disalin ulang, atau ditransmisikan dalam jarak jauh, listrik kerugian ini
dapat dikurangi dengan melindungi hubungan baik dari beberapa jenis
seperti kabel koaksial atau twisted pair, lalu dampak dari kebisingan juga
membuat kehilangan sinyal dan distorsi, dan ini tidak mungkin untuk pulih,
karena memperkuat sinyal untuk memulihkan bagian dilemahkan
memperkuat sinyal suara juga.
a. Ciri ciri Sinyal Analog:
1) Transmisi efektif terjadi pada frekuensi tinggi
2) Memungkinkan frequency division multiplexing

b. Jenis-jenis modulasi analog:

1) Amplitude modulation (AM) Modulasi jenis ini adalah modulasi


yang paling sederhana, frekwensi pembawa atau carrier diubah
amplitudenya sesuai dengan sinyal informasi yang akan
dikirimkan, dengan kata lain AM adalah modulasi dalam, dimana
amplitude dari sinyal pembawa berubah karakteristiknya sesuai
dengan amplitude sinyal informasi, modulasi ini disebut juga linear
modulation, artimya bahwa pergeseran frekwensinya bersifat linier
mengikuti sinyal informasi yang akan di jalankan.

2) Frequency modulation (FM) Modulasi Frekwensi adalah salah satu


cara merubah sinyal sehingga memungkinkan untuk membawa dan
mentransmisikan informasi ketempat tujuan. frekwensi dari sinyal
pembawa dapat berubah-ubah menurut besarnya amplitude dari
sinyal informasi, dan FM ini lebih tahan noise dibanding AM.

3) Pulse Amplitude Modulation (PAM) PAM adalah merubah


amplitudo sinyal carrier yang berupa deretan pulsa diskrit yang
perubahannya mengikuti bentuk amplitudo dari sinyal informasi
yang akan dikirimkan ketempat tujuan, sehingga sinyal informasi
yang dikirim tidak seluruhnya tapi hanya sampelnya saja.

8
2) Sinyal Digital
Semua informasi digital memiliki sifat-sifat umum yang membedakannya
dari metode komunikasi analog sinkronisasi dalam informasi digital yang
disampaikan oleh simbol urutan yang diperintahkan, semua skema digital
memiliki beberapa metode untuk menentukan awal sebuah urutan dan
semua komunikasi digital memerlukan bahasa, yang terdiri dari semua
informasi bahwa pengirim dan penerima harus komunikasi digital kedua
miliki, di muka, agar komunikasi bisa sukses
Gangguan noise dalam komunikasi analog selalu memperkenalkan
beberapa, umumnya penyimpangan atau kesalahan kecil antara
dimaksudkan dan komunikasi aktual, gangguan dalam komunikasi digital
tidak mengakibatkan gangguan kecuali kesalahan sangat besar untuk
menghasilkan sebuah simbol yang disalahartikan sebagai simbol lainnya,
atau mengganggu urutan simbol-simbol. kesalahan dalam komunikasi
digital bisa mengambil bentuk kesalahan substitusi di mana simbol yang
seharusnya digantikan dengan symbol lain.
Komunikasi digital umumnya bebas dari kesalahan, dan salinansalinan
dapat dibuat tanpa batas, ketika variabel yang terus-menerus dan nilai
analog direpresentasikan dalam bentuk digital maka akan ada keputusan
mengenai jumlah simbol yang akan ditetapkan untuk nilai, jumlah simbol
menentukan presisi atau resolusi yang dihasilkan datum.
Perbedaan antara nilai analog aktual dan representasi digital dikenal
sebagai kesalahan kuantisasi, sinyal-sinyal digital dapat disimpan pada
media magnetik berupa tape atau disk tanpa mengalami pelemahan atau
distorsi data sinyal yang bersangkutan, metode-metode pemrosesan sinyal
digital juga membolehkan implementasi algoritma-algoritma pemrosesan
sinyal yang lebih canggih.
Implementasi digital dalam sistem pemrosesan sinyal mempunyai biaya
lebih murah dibandingkan secara analog, hal ini disebabkan karena
perangkat keras digital lebih murah, atau mungkin karena implementasi
digital memiliki fleksibilitas untuk dimodifikasi, kelebihan-kelebihan
pemrosesan sinyal digital yang telah disebutkan sebelumnya menyebabkan
pemrosesan sinyal digital lebih banyak digunakan dalam berbagai aplikasi,

9
namun implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan, dalam hal
kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan.
a. Ciri-ciri Sinyal Digital:
1. Mampu mengirikan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat
membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
2. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak
mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
3. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam
berbagai bentuk.
4. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan
mengirimnya secara interaktif

b. Jenis-jenis Modulasi Digital:

1. ASK (Amplitudo Shift Keying) adalah suatu bentuk modulasi yang


mewakili data digital sebagai variasi amplitudo dari gelombang
pembawa, amplitudo dari sinyal carrier analog bervariasi sesuai
dengan aliran bit (modulasi sinyal), menjaga frekuensi dan fase
konstan. Tingkat amplitudo dapat digunakan untuk mewakili logika 0
dan 1, ASK (Amplitude Shift Keying) merupakan suatu modulasi di
mana logika 1 diwakili dengan adanya sinyal dan logika 0 diwakili
dengan adanya kondisi tanpa sinyal.

2. Frequncy Shift Keying Frequency Shift Keying (FSK) atau


pengiriman sinyal melalui penggeseran frekuensi. Metoda ini
merupakan suatu bentuk modulasi yang memungkinkan gelombang
modulasi menggeser frekuensi output gelombang pembawa

3. Phase Shift Keying Phase Shift Keying (PSK) atau pengiriman sinyal
melalui pergeseran fase. Metoda ini merupakan suatu bentuk modulasi
fase yang memungkinkan fungsi pemodulasi fase gelombang
termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan
sebelumnya.

10
C. Transmission Impairment

1. Konsep dan istilah-istilah

Data transmisi melewati transmitter (pemancar) dan receiver (penerima)


melalui media transmisi. Media transmisi diklasifikasikan sebagai:

a. Media yang dituntun (guided media), gelombang – gelombang dituntun


melewati jalur fisik, contoh: twisted pair, kabel koaksial dan fiber optik.

b. Media yang tidak dituntun (unguided media), menyediakan suatu device


untuk mentransmisi gelombang elektromagnetik tetapi tanpa
menuntunnya, contoh: penyebaran melalui udara, hampa udara, dan air
laut.

Direct link menyatakan arah transmisi antara dua device dimana sinyal
disebarkan langsung dari transmitter ke receiver dengan tanpa device
perantara (amplifier atau repeater yang dipakai untuk meningkatkan kekuatan
sinyal). Gambar 2.1.a menunjukkan medium tansmisi point to point untuk
direc link antara dua device saja. Gambar 2.1.b menunjukkan konfigurasi
multipoint dimana dapat lebih dari dua device pada medium yang sama

Sistem – sistem transmisi (menurut definisi ANSI):

a. Simplex, sinyal ditransmisi dalam satu arah saja; stasiun yang satu bertindak
sebagai transmitter dan yang lain sebagai receiver.

11
b. Half-duplex, kedua stasiun dapat melakukan transmisi tetapi hanya sekali
dalam suatu waktu.

c. Full-duplex, kedua stasiun dapat bertransmisi secara simultan, medium


membawa dalam dua arah pada waktu yang sama

2. KONSEP TIME-DOMAIN
Suatu sinyal s(t) continuous jika : lim s(t) = s(a)
ta

Sinyal s(t) periodik jika dan hanya jika : s(t+T) = s(t) -  < t < + 

Gambar diatas menampilkan dua sinyal periodik, gelombang sinus dan


gelombang kotak(square)

Tiga karakteristik penting sinyal periodik:

a. Amplitudo, ukuran sinyal pada waktu tertentu

b. Frekuensi, kebalikan dari periode (1/T) atau banyaknya pengulangan


periode per detik (Hz atau cycles per second) atau ukuran dari jumlah

12
berapa kali seluruh gelombang berulang.

c. Phase, ukuran dari posisi relatif pada suatu saat dengan tidak melewati
periode tunggal dari sinyal.

3. TRANSMISI DATA ANALOG DAN DIGITAL


Istilah analog dan digital berhubungan dengan continuous dan
discrete yang dalam komunikasi data dipakai dalam tiga konteks:

a. data, didefinisikan sebagai entity yang mengandung sesuatu arti

b. signaling (pen-sinyal-an), adalah tindakan penyebaran sinyal melalui


suatu medium yang sesuai.

c. transmisi, adalah komunikasi dari data dengan penyebaran dan


pemrosesan sinyal

4. DATA

Data analog diperoleh pada nilai-nilai continuous dalam beberapa


interval. Contoh: suara, video. Data digital didapat pada nilai-nilai
discrete. Contoh: text dan integer(Kode yang dipakai umum adalah ASCII
(American Standart Code for Information Interchange) yang memakai 8
bit data per karakter).

5. SINYAL

Sinyal analog adalah gelombang elektromagnetik continuous yang


disebar melalui suatu media, tergantung pada spektrumnya. Sinyal digital
adalah serangakaian pulsa tegangan yang dapat ditransmisikan melalui
suatu medium kawat.
Contoh:
Sinyal suara mempunyai spektrum 20 Hz sampai 20 KHz tetapi standart
spektrumnya antara 300 sampai 3400 Hz yang mana pada range ini cukup
untuk mereproduksi suara, meminimalkan keperluan akan kapasitas
transmisi dan boleh menggunakan telephone biasa. Sinyal ini
ditransmisikan melalui sistim telephone ke suatu receiver.
Sinyal video terdiri dari komponen digital dan analog. Dimana
mengunakan pulsa-pulsa untuk line vertikal. Semuanya ini merupakan
pulsa-pulsa digital yang di-sinkron-kan (synchronisasi) yang dikirim
13
antara tiap line dari sinyal video. Yang perlu diperhatikan disini yaitu
timing dari sistim dan bandwidth yang diperlukan untuk sinyal video. Hal
ini akan mempengaruhi hasil dan resolusi dari gambar video.

6. DATA DAN SINYAL


Data analog dapat merupakan sinyal analog. Demikian pula,data
digital dapat merupakan sinyal digital. Pada gambar 2.13, data digital
dapat juga dijadikan sinyal analog dengan memakai modem
(modulator/demodulator) sedangkan data analog dapat dijadikan sinyal
digital dengan memakai codec (coder-decoder).

Lihat tabel berikut yang merangkum metode transmisi data:

a) Data dan Sinyal

b) Perlakuan Sinyal

14
Transmisi analog adalah suatu upaya mentransmisi sinyal analog tanpa
memperhatikan muatannya; sinyal-sinyalnya dapat mewakili data analog
atau data digital. Untuk jarak yang jauh dipakai amplifier yang akan
menambah kekuatan sinyal sehingga menghasilkan distorsi yang terbatas.

Transmisi digital, berhubungan dengan muatan dari sinyal. Untuk


mencapai jarak yang jauh dipakai repeater yang menghasilkan sinyal
sebagai '1' atau '0' sehingga tidak terjadi distorsi.
Alasan-alasan digunakannya teknik pen-sinyal-an digital:

1. Teknologi digital: adanya teknologi LSI dan VLSI menyebabkan


penurunan biaya dan ukuran circuit digital.

2. Keutuhan data: terjamin karena penggunaan repeater dibandingkan


amplifier sehingga transmisi jarak jauh tidak menimbulkan banyak
error.
3. Penggunaan kapasitas: agar efektif digunakan teknik multiplexing
dimana lebih mudah dan murah dengan teknik digital daripada teknik
analog.
4. Keamanan dan privasi: teknik encryption dapat diaplikasikan ke data
digital dan ke analog yang sudah mengalami digitalisasi.
5. Integrasi: karena semua sinyal (data analog dan digital) diperlakukan
secara digital maka mempunyai bentuk yang sama, dengan demikian
secara ekonomis dapat diintegrasikan dengan suara (voice), video dan
data digital.

15
7. KELEMAHAN-KELEMAHAN TRANSMISI
Pada sistim komunikasi manapun, sinyal yang diterima akan selalu
berbeda dari sinyal yang dikirim. Pada sinyal analog, hal ini berarti
dihasilkan variasi modifikasi random yang menurunkan kualitas sinyal.
Pada sinyal digital, yaitu terjadinya bit error artinya binary '1' akan
menjadi binary '0' dan sebaliknya.

Kelemahan yang paling signifikan yaitu :

a. Attenuation dan attenuation distorsi (pelemahan dan distorsi oleh


pelemahan).

b. Delay distorsi (distorsi oleh delay).

c. Noise.

8. ATTENUATION
Kekuatan sinyal akan melemah karena jarak yang jauh melalui
medium transmisi apapun.
Tiga pertimbangan untuk perancangan transmisi :
1. Sinyal yang diterima harus mempunyai kekuatan yang cukup sehingga
penerima dapat mendeteksi dan mengartikan sinyal tersebut.
2. Sinyal harus mencapai suatu level yang cukup tinggi daripada noise
agar diterima tanpa error.
3. Attenuation adalah suatu fungsi dari frekuensi.
Masalah pertama dan kedua dapat diatasi dengan menggunakan sinyal
dengan kekuatan yang mencukupi dan amplifier-amplifier atau repeater-
repeater. Masalah ketiga, digunakan teknik untuk meratakan attenuation
melalui suatu band frekuensi dan amplifier yang memperkuat frekuensi
tinggi daripada frekuesi rendah.

9. DELAY DISTORTION
Terjadi akibat kecepatan sinyal yang melalui medium berbeda-beda
sehingga tiba pada penerima dengan waktu yang berbeda. Hal ini
merupakan hal yang kritis bagi data digital yang dibentuk dari sinyal-
sinyal dengan frekuensi-frekuensi yang berbeda -beda sehingga

16
menyebabkan intersymbol interference.

Contoh attenuation dapat dilihat gambar 2.14 a. Grafik no.1 menggambarkan


attenuation tanpa equalisasi (perataan) dimana terlihat frekuensi-frekuensi
tinggi mengalami pelemahan yang lebih besar daripada frekuensi-frekuensi
rendah. Grafik no.2 menunjukkan efek dari equalisasi

10. NOISE
Noise adalah tambahan sinyal yang tidak diinginkan yang masuk
dimanapun diantara transmisi dan penerima. Dibagi dalam empat kategori:

a. Thermal noise,

1) Disebabkan oleh agitasi termal elektron dalam suatu konduktor


2) Sering dinyatakan sebagai white noise
3) Tidak dapat dilenyapkan
4) Besar thermal noise (dalam watt) dengan bandwidth W Hz
dapat dinyatakan sebagai:
N = k TW
dimana:N = noise power density
k = konstanta Boltzman = 1,3803 x 10 J/  K
17
T = temperatur (  K)
b. Intermodulation noise
1) Disebabkan karena sinyal-sinyal pada frekuensi-frekuensi yang berbeda
tersebar pada medium transmisi yang sama sehingga menghasilkan sinyal-
sinyal pada suatu frekuensi yang merupakan penjumlahan atau pengalian
dari dua frekuensi asalnya. misalnya : sinyal dengan frekuensi f1 dan f2
maka akan mengganggu sinyal dengan frekuensi f1+ f2
2) Hal ini timbul karena ketidak linearan dari transmitter, receiver atau sistim
transmisi.

c. Crosstalk
1) Adalah suatu penghubung antar sinyal yang tidak diinginkan
2) Dapat terjadi oleh hubungan elektrikal antara kabel yang letaknya
berdekatan dan dapat pula karena energi dari gelombang microwave.

d. Impulse noise
1) Terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan atau spike-spike noise dengan durasi
pendek dan dengan amplitudo yang relatif tinggi.

2) Dihasilkan oleh kilat, dan kesalahan dan cacat dalam sistim komunikasi

3) Noise ini merupakan sumber utama error dalam komunikasi data digital
dan hanya merupakan gangguan kecil bagi data analog.
Hal ini dapat dilihat pada gambar 2.15.

18
11. KAPASITAS CHANNEL

Kapasitas channel (kanal) menyatakan kecepatan yang mana data


dapat ditransmisikan melalui suatu path komunikasi yang diberikan, atau
channel, dibawah kondisi-kondisi tertentu yang diberikan.

Ada empat konsep disini yang akan dihubungan satu sama lain :

a. Data rate : adalah kecepatan, dalam bit per second (bps), dimana data
dapat berkomunikasi.

b. Bandwidth : adalah bandwidth dari sinyal transmisi yang dimiliki oleh


transmitter dan sifat dasar medium transmisi, dinyatakan dalam cycles
per second, atau hertz.

c. Noise : level noise rata-rata yang melalui path


komunikasi.

d. Error rate : kecepatan dimana error dapat terjadi.

Kapasitas channel dibatasi oleh keadaan fisik dari medium transmisi


atau dari dari sumber-sumber lainnya.

12. MEDIA TRANSMISI

Medium transmisi adalah penghubung fisik antara transmitter dan


receiver dalam sistem transmisi data.
Terdapat dua media yaitu guided media (lihat tabel 2.3) dan unguided
media

Tabel 2.3 Karakteristik Transmisi point to point dari Media Guided

19
D. Data Rate Limits

Batasan Kecepatan Data

Hal penting yang perlu diperhitungkan didalam komunikasi data adalah seberapa
cepat kita dalam mengirimkan data didalam bit per second melalui kanal.
Kecepatan data (data rate) tergantung pada tiga faktor berikut:

1) Besarnya bandwidth yang tersedia

2) Level sinyal yang kita gunakan

3) Kualitas dari kanal (terhadap besarnya noise)

Untuk kanal noiseless, untuk mendapatkan bit rate yang maksimal, Nyquist
mempunyai formula sebagaimana berikut:

1) Bit Rate adalah banyaknya jumlah bit dalam satu detiknya (bps), -

2) Bandwidth adalah bandwidth dari sebuah kanal dan –

3) L adalah jumlah level sinyal yang digunakan untuk merepresentasi


data.

Bila kita memberi Bandwidth yang spesifik maka kita bisa mendapatkan bit
rate yang kita inginkan dengan meningkatkan jumlah tingkatan sinyalnya. Meskipun
teorinya dapat demikian namun pada prakteknya tidak begitu karena terdapat
batasan/limit.

Dalam kenyataannya, kita tidak bisa mendapatkan noiseless channel karena


didalam kanal selalu terdapat noise atau noisy. Claude Shannon memiliki formula
yang disebut Shannon Capacity untuk menentukan data rate tertinggi untuk sebuah
noisy Channel.

1) bandwidth adalah bandwidth dari sebuah kanal,

2) SNR adalah rata-rata sinyal dibanding rata-rata noise,


20
3) capacity adalah kapasitas dari sebuah kanal dalam bit per detik.

Ada 2 formula teoritis yang dikembangkan untuk menghitung data rate, yang
pertama oleh Nyquist untuk kanal noiseless dan yang kedua oleh Shannon untuk kanal
noisy.

Contoh Soal

Sebuah kanal noiseless memiliki bandwidth sebesar 3000Hz, dengan mengirimkan


sinyal sebanyak 2 level. Berapa bit rate yang didapatkan?

Jawab:

Bit Rate = 2 x Bandwidth x log2L

= 2 x 3000 x log2 2

= 6000 bps

= 6 Kbps

E. Performance

Dalam suatu komunikasi data banyak sekali hal mempengaruhi suatu kualitas dari
komunikasi data tersebut. Kualitas komunikasi data terdiri dari 5 kategori
Performance, Consistency, Realibility, Recovery, Security. Kali ini saya akan mba
mencoba mengulas tentang Performance.

Menurut bahasa performance berarti daya guna. Dalam komunikasi data


performance dapat diartikan sebagai ukuran yang dapat diperhitungkan dengan
waktu dalam men-transmisikan data yang terbebas dari kesalahan. Ukuranwaktu ini
bias disebut dengan istilah Response Time atau waktu tanggap dalam men- transmisi
–kan data. Response time juga dapat diartikan jumlah lama waktu yang dihitung dari
akhir permintaan tersebut dilayani.
Contoh performance pada seorang manusia pada percakapan si A dan si B berikut :

B: apa yang paling kamu sukai ?

A: tidur.... kamu sich?

B: apa yaaa.....

A: ya yang paling kamu sukai apa..

21
B: yaa semuanya suka laghhh...yg penting enak
Dari percakapan tersebut performance si A dapat dikatakan lebih bagus dari
performance si B karena transmisi data dari si B dapat langsung ditanggapi oleh si A
dalam waktu yang cukup singkat dibanding si B. Jadi response Time si A lebih bagus
dibanding si B.

Hal-hal yang mempengaruhi performance dari komunikasi data:

1) Jumlah pengguna
" Semakin banyak jumlah pengguna maka akan semakin lambat "
Contoh saja pada transmisi data jaringan internet area hotspot. Jika penggunanya
semakin banyak maka proses transmisi datanya juga akan lambat / lelet.

2) Kecepatan transmisi

Diukur dari cepat data yang akan ditransmisikan (bit per second / bps)

Kecepatan transfer data dalam dunia komputer dan telekomunikasi adalah jumlah
data dalam bit yang melewati suatu medium dalam satu detik. Umumnya
dituliskan dalam bit per detik (bit per second) dan disimbolkan bit/s atau bps
bukan bits/s. Seringkali disalahartikan dengan bytes per second atau B/s atau Bps.
Rata-rata kecepatan internet dial-up di Indonesia saat ini adalah 56
kbps.Kecepatan transfer data melalui komunikasi tanpa kabel (wireless) pada 2.4
GHz adalah 2 Mbps sedangkan kecepatan sebuah switch standar adalah 100
Mbps. Jadi akan lebih bagus performance dengan menggunakan jaringan kabel
dari pada dengan nirkabel.

3) Jenis transimisi

Jenis koneksi fisik yang digunakan antar node / titik-titik komunikasi.


Jenis transmisi yang digunakan mempengaruhi performance, jadi jenis yang
digunakan harus sesuai dengan kebutuhan / yang lebih efisiaen atau lebih bagus.
Contoh pada komunikasi jarak jauh melalui kabel banyak dilakukan secara serial,
misalnya saluran telepon, karena untuk transmisi paralel diperlukan kabel 8-kali
lipat kebutuhan kabel pada transmisi serial.

a. Jenis hardware yang digunakan

Jenis komputer dan perangkat pendukung komunikasi. Jenis komputer dengan

22
spec yang bagus akan lebih bagus performance-nya.
b. Program perangkat lunak

NOS (network operating sistem).

23
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Analog adalah sebutan dari sebuah sinyal yang mempunyai bentuk gelombang
dengan cara kerja yang berkelanjutan, Sinyal analog membawa informasi data dengan
mengubah karakteristik gelombang. Parameter yang digunakan oleh sinyal analog
menggunakan dua paramter, yaitu amplitude dan frekuensi. Umumnya gelombang
yang ada pada sinyal analog berbentuk gelombang sinus yang memiliki tigas variabel
dasar, yaitu amplitude, frekuensi dan phase.
Cara kerja dari sebuah sinyal analog adalah dengan menyebarkan sinyal melalui
gelombang elektromagnetik atau gelombang radio yang dilakukan secara terus
menerus. Proses penyebaran sinyal analog sangat dipengaruhi dengan berbagai macam
faktor pengganggu. Pengiriman sinyal analog sangat berurutan yang dilakukan secara
terus menerus atau dalam bahasa lain disebut dengan variable. Jadi intinya adalah
sinyal analog merupakan sebuah bentuk komunikasi elektromagnetik yang sangat
menggantungkan nasibnya pada gelombang elektromagnetik.

Digital adalah hasil dari pengembangan temuan dari analog, sebelum adanya
digital kita sudah terlebih dahulu mengenal analog. Bisa dibilang digital adalah bentuk
modern dari analog, dengan demikian digital memiliki bentuk yang lebih maju. Digital
adalah sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan secara
mendadak atau tiba-tiba, dengan perubahan yang memiliki besaran 0 dan 1. Anda
tidak salah lihat, memang benar besaran yang ada dan perubahan yang ada pada
sebuah sinyal digital memang hanya 0 dan 1, tetapi dua perubahan tersebut dapat
mengubah hal yang besar.

Istilah analog dan digital berhubungan dengan continuous dan discrete yang
dalam komunikasi data dipakai dalam tiga konteks:

a. data, didefinisikan sebagai entity yang mengandung sesuatu arti

b. signaling (pen-sinyal-an), adalah tindakan penyebaran sinyal melalui suatu


medium yang sesuai.

c. transmisi, adalah komunikasi dari data dengan penyebaran dan pemrosesan


sinyal

24
Data analog diperoleh pada nilai-nilai continuous dalam beberapa interval.
Contoh: suara, video. Data digital didapat pada nilai-nilai discrete. Contoh: text dan
integer(Kode yang dipakai umum adalah ASCII (American Standart Code for
Information Interchange) yang memakai 8 bit data per karakter).

Hal penting yang perlu diperhitungkan didalam komunikasi data adalah


seberapa cepat kita dalam mengirimkan data didalam bit per second melalui kanal.
Kecepatan data (data rate) tergantung pada tiga faktor berikut :

1. Besarnya bandwidth yang tersedia

2. Level sinyal yang kita gunakan

3. Kualitas dari kanal (terhadap besarnya noise)

Dalam komunikasi data performance dapat diartikan sebagai ukuran yang


dapat diperhitungkan dengan waktu dalam men-transmisikan data yang terbebas dari
kesalahan. Ukuranwaktu ini bias disebut dengan istilah Response Time atau waktu
tanggap dalam men- transmisi –kan data. Response time juga dapat diartikan jumlah
lama waktu yang dihitung dari akhir permintaan tersebut dilayani.

B. Saran

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.

25
DAFTAR PUSTAKA

Hermawan. (2019, 29 Juni). Pengertian Analog dan Digital Beserta Perbedaannya.


Dikutip Pada 2 September 2019 Dari https://www.nesabamedia.com
Pranata, Andi Agus. (2015, 7 Juni). Sinyal Analog dan sinyal Digital. Dikutip 2
September 2019 Dari https://andikaagus.blog.st3telkom.ac.id
Pusualaikasari. (2014, 31 Agustus). Transmisi Data. Dikutip pada 2 September 2019 Dari
https://puzulaikasari.staff.gunadarma.ac.id

26

Beri Nilai