Anda di halaman 1dari 8

KWASHIOKOR (GIZI BURUK DENGAN EDEMA)

1. Edema, terutama pada kedua punggung kaki

2. Wajah membulat dan sembab (moon face)

3. Pandangan mata sayu

4. Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit.

5. Apatis dan rewel

6. Pembesaran hati

7. Otot mengecil (hipotrofi)

8. Crazy pavement dermatosis

9. Sering disertai penyakit infeksi (akut), anemia dan diare

10. Kekurangan asupan protein meskipun energi cukup

MARASMUS

1. Tampak sangat kurus, hingga seperti tulang

2. terbungkus kulit

3. Wajah seperti orang tua

4. Cengeng, rewel

5. Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada(pakai celana longgar-baggy pants)

6. Perut umumnya cekung

7. Tulang rusuk menonjol (Iga gambang, “piano sign”)

8. Sering disertai penyakit infeksi (umumnya kronis berulang)

9. Diare persisten

MARASMIK-KWASHIOKOR

Gambaran klinik merupakan campuran dari beberapa gejala klinik Kwashiorkor dan Marasmus dengan BB/TB-PB <-3 SD
disertai edema yang tidak mencolok

PENYAKIT GIZI LAIN YG MENYERTAI KEP

• Defisiensi vit A

• Defisiensi Zat besi, folat, dan B12

• Defisiensi Vitamin B2

• Defisiensi Seng/ Zn
PRINSIP DASAR TATALAKSANA

• SISTEM PENCERNAAN LEMAH : Kerusakan mukosa usus & enzim

• PEMBERIAN MAKANAN : Secara teratur (selama 24 jam), bertahap (cair, lembik, padat), porsi kecil & sering,
melalui fase stabilisasi, transisi & rehabilitasi, tidak boleh tergesa2 menaikkan berat badan, selalu dipantau dan
evaluasi

PRINSIP DASAR TATALAKSANA

• Protein pada tahap awal yang terlalu tinggi  digunakan untuk bahan bakar  NH3 dilepas  beban hati dan
ginjal meningkat  UREUM meningkat  osmolaritas urine meningkat  pengeluaran urine berlebihan 
Dehidrasi  Bila terjadi “dehidrasi”gunakan cairan rehidrasi ResomalB

DEFINISI GOUT

Salah satu penyakit metabolik (metabolic syndrom) yg terkait dengan pola makan diet tinggi purin dan minuman
beralkohol. Deposisi kristal monosodium urat pada jaringan atau akibat supersaturasi di dalam cairan ekstraseluler.

FAKTOR RISIKO

1. Suku bangsa / ras


2. Konsumsi alcohol
3. Penyakit
4. Obat-obatan
5. Jenis kelamin
6. Diet tinggi purin
7. Konsumsi ikan laut
8. Usia : level esterogen menurun, penurunan fungsi ginjal
9. Riwayat medikasi : penggunaan obat diuretic menyebabkan peningkatan reabsorbsi asam urat dalam
ginjal, hiperurisemia
10. Obesitas : berkaitan dg resistensi insulin, insulin meningkatkan reabsorbsi asam urat pd ginjal melalui
Urate anion exchanger Transporter -1 (URAT-1) yg terletak pd membran ginjal bag tubulus proksimal,
Resistensi insulin menyebabkan gangguan pd fosforilasi oksidatif shg kadar adenosin (nukleosida purin)
tubuh meningkat
11. Alkohol : metabolisme ethanol mjd Acetyl CoA mjd adenin nukleotida meningkatkan terbentuknya
adenosin monofosfat (prekusor asam urat)

PENGGUNAAN ASAM URAT

JENIS-JENIS GOUT

1. Gout arthritis stadium akut

Radang sendi timbul tanpa ada gejala apapun dan ketika bangun pagi terasa sakit yang hebat dan tidak dapat
berjalan. Faktor pencetus serangan akut antara lain berupa trauma lokal, diet tinggi purin, kelelahan fisik, stress,
tindakan operasi, pemakaian obat diuretik dan lain-lain.(Putra, 2009)

2. Stadium interkritikal

Stadium ini merupakan kelanjutan stadium akut dimana terjadi periode interkritik asimptomatik. Hal ini
menunjukkan bahwa proses peradangan masih terus berlanjut, walaupun tanpa keluhan.(Putra, 2009)
3. Stadium Gout arthritis menahun

Stadium ini umumnya terdapat pada pasien yang mampu mengobati dirinya sendiri (self medication).
Artritis gout menahun biasanya disertai tofi (kristal asam urat) yang banyak dan poliartikular (banyak persendian). Tofi
ini sering pecah dan sulit sembuh dengan obat, kadang-kadang dapat timbul infeksi sekunder.

PENATALAKSANAAN GOUT

Terapi Gout Akut

• Pengobatan

– Kolkisin : mengurangi inflamasi, dengan menghambat migrasi leukosit ke peradangan

– NSAID: Aspirin , ibuprofen,

– Steroid : prednison

Terapi Gout Kronis

• Obat

– Obat yang meningkatkan eksresi asam urat : probenesid

– Obat yang menghambat pembentukan asam urat

PEMERIKSAAN FISIK, KLINIS, BIOKIMIA HIPERTIROID

• Banyak keringat

• Tidak tahan panas

• Sering BAB, kadang diare

• Jari tangan gementar (tremor)

• Nervous, tegang, gelisah, cemas, mudah tersinggung

• Jantung berdebar cepat

• Haid menjadi tidak teratur

• Bola mata menonjol dapat disertai dengan penglihatan ganda

• Denyut nadi tidak teratur terutama pada usia diatas 60 tahun

• Tekanan darah meningkat

• Denyut nadi cepat, seringkali >100x/menit

• Berat badan turun, meskipun banyak makan

• Otot lemas, terutama lengan atas dan paha

• Rambut rontok
• Kulit halus dan tipis

• Pikiran sukar konsentrasi

• Kehamilan sering berakhir dengan keguguran

• Terjadi perubahan pada mata bertambahnya pembentukan air mata, iritasi dan peka terhadap cahaya

Diagnosis Total T3 dan T4 TSH Plasma Manifestasi Klinik


Hipertiroidisme Tinggi Rendah Hipertiroid
Hipoteroidisme Rendah Tinggi Hipotiroid

PEMERIKSAAN FISIK, KLINIS, BIOKIMIA HIPOTIROID

Pemeriksaan primer TSH  Pemeriksaan T4 ditambah dengan pemeriksaan TSH dari sampel darah yang sama, bila hasil
T4 rendah  Pemeriksaan TSH dan T4 sekaligus pada satu sampel darah.

PEMERIKSAAN FISIK, KLINIS, BIOKIMIA GAKY

a. kadar Yodium Urin

b. Total Goitre Rate Metode Palpasi & Total Goitre Rate dengan Metode Ultrasonografi (USG)

c. Thyroid Stimulating Hormone (TSH): Asupan yodium pada suatu daerah dikatakan mencukupi jika kadar TSH >5 mU/L

GAMBARAN KLINIS GAKY

a. gondok

Grade 0: Dengan inspeksi tidak terlihat, baik datar maupun tengadah maksimal, dan dengan palpasi tidak teraba.

Grade IA: Kelenjar gondok tidak terlihat, baik datar maupun penderita tengadah maksimal, dan palpasi teraba lebih
besar dari ruas terakhir ibu jari penderita.

Grade IB: Kelenjar Gondok dengan inspeksi datar tidak terlihat, tetapi terlihat dengan tengadah maksimal dan dengan
palpasi teraba lebih besar dari Grade IA.
Grade II: Kelenjar Gondok dengan inspeksi terlihat dalam posisi datar dan dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade
IB.

Grade III: Kelenjar Gondok cukup besar, dapat terlihat padajarak 6 meter atau lebih.

b. Terhadap Pertumbuhan: Pertumbuhan abnormal, kretinisme, Keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan,
Tingkat kecerdasan rendah, Mulut menganga dan lidah tampak dari luar.

c. Wanita hamil: Abortus, Bayi lahir mati, Hipothryroid pada Neonatal

d. Perkembangan Intelegensia: gondok defisit 5 IQ Point dibawah normal & kretinisme defisit 50 IQ Point dibawah
normal.

e. Pertumbuhan Sosial: gangguan perkembangan mental, lamban berpikir, kurang bersemangat sehingga sulit dididik
dan di motivasi.

f. Perkembangan Ekonomi: GAKY menyebabkan gangguan metabolisme sehingga badan akan terasa dingin dan lesu
sehingga produktivitas kerja rendah dan mempengaruhi hasil pendapatan keluarga.

KAITAN PERILAKU DAN LINGKUNGAN DENGAN GAKY

a. Perilaku : Kurangnya pengetahuan masyarakat rendahnya pola konsumsi garam beryodium

penggunaan zat goitrogen dalam keseharian.

b. Lingkungan : kandungan yodium berbeda disetiap daerah

daerah dataran tinggi yodium dilapisan tanah paling atas terkikis banjir/hujan

Etiologi anemia

Factor yang mempengaruhi anemia ada di etiologi fakror internal


Etiologi gizi buruk

- Langsung:
 Penyakit infeksi
 Defisiensi energi dan protein
- Tidak langsung:
 Tingkat pendidikan
 Tingkat pengetahuan gizi
 Tingkat pendapatan
 Pekerjaan orang tua
 Besar anggota keluarga
 Pola asuh
 Sosial budaya
 Pola penyapihan
 Pola pemberian makanan padat

Definisi osteoporosis

Osteoporosis merupakan satu penyakit metabolik tulang yang ditandai oleh menurunnya massa tulang,
oleh karena berkurangnya matriks dan mineral tulang disertai dengan kerusakan mikroarsitektur dari jaringan
tulang, dengan akibat menurunnya kekuatan tulang, sehingga terjadi kecenderungan tulang mudah patah.

Gejala osteoporosis

Penyakit osteoporosis terjadi secara progresif selama bertahun-tahun tanpa disertai gejala. Gejala timbul
pada tahap lanjut seperti patah tulang,pungung yang semakin membungkuk, hilangnya tinggi badan, atau nyeri
punggung.

Jenis osteoporosis

Factor osteoporosis

Osteoporosis primer diakibatkan oleh penuaan atau menopause sedangkan

Osteoporosis sekunder diakibatkan oleh penyakit dasar, maupun penggunaan obat-obatan yang berpotensi
meningkatkan kerapuhan tulang.

Jenis anemia

Anemia normositik normokromik: perdarahan akut dan hemolisis terjadi perubahan jumlah eritrosit tdk disertai
dengan perubahan indeks eritrosit, bentuk, ukuran eritrosit.

Anemia makrositik hiperkromik: penyebabnya anemia megaloblastik (defisiensi B12. Asam folat) penyebabnya
dan anemia makrositik non megaloblastik (penyakit hati). Ukuran eritrosit lebih besar dari normal hiperkrom
krn konsentrasi hb lebih dr normal. Indeks eritrosit lebih tinggi dari normal.

Anemia mikrositik hipokromik: Penyebab : ADB, berkurangnya sintesis globin (thalasemia &
hemoglobinopati), ukuran eritrosit lebih kecil dr normal, Indeks eritrosit lebih rendah dari normal.
Etiologi hipoteroid

Golek di internet, yg primer,sekunder,tersier

Kaitan Perilaku Manusia dengan Lingkungan Yang Dapat Menyebabkan Hipotiroid

Umur, jenis kelamin, genetic, Merokok & stress, riwayat penyakit keluarga, lingkungan, obat-obatan

DEFINISI OBES

keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa sehingga dapat
mengganggu kesehatan

ETIOLOGI OBES

JENIS OBES

Apple shaped body (dada pinggang) & Pear shaped body (panggul dan paha)

PENATALAKSANAAN OBES

Merubah Gaya Hidup, Terapi Diet, Aktifitas fisik, Terapi perilaku, Farmakoterapi, Pembedahan
TANDA DAN GEJALA OBES

PENYEBAB STUNTING

Pendidikan ortu, pekerjaan ortu, status gizi, bumil KEK, kesadaran di 1000 HPK