Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS KEPERAWATAN KELUARGA

Disusun Oleh :
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 7

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
TAHUN 2019
Tanggal Pengkajian : 02 Desember 2019
Jam : 16.00 WITA

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


A. PENGKAJIAN
I. Data Umum
Kepala Keluarga (KK) : Tn. J
Umur KK : 75 tahun
Alamat : Desa Patih Muhur Lama RT 05
Pekerjaan KK : Tidak bekerja
Pendidikan KK : Tamat SD
Tipe Keluarga : Three generation family (keluarga besar)
Suku Bangsa : Banjar
Agama : Islam
Komposisi Keluarga :
No Nama Jenis Hubungan Dengan TTL/ Pendidikan
Kelamin Keluarga Umur
1 Tn. J L Kepala Keluarga 75 tahun SR
2 Ny. J P Istri 64 tahun SR
3 Tn. M L Anak ke 2 34 tahun SD
4 Ny. J P Menantu 39 tahun SD
5 An. A L Cucu 15 tahun SD
6 An. J P Cucu 12 tahun Masih sekolah
(kelas 5 SD)
7 An. N P Cucu 9 tahun Masih sekolah
(kelas 2 SD)

Genogram :

v v

Keterangan :
: Laki-laki : Meninggal : Klien
: Perempuan : Berpisah : Tinggal serumah

Status Sosial Ekonomi Keluarga:


Status ekonomi keluarga Tn. J yaitu menengah, dengan keadaan rumah semi
permanen. Dinding dan lantai rumah terbuat dari kayu. Pendidikan terakhir
Tn. J adalah SD, Tn. J tidak bekerja sejak 1 tahun yang lalu sebelumnya
sebagai tukang cukur, istri dan menantunya bertani, anaknya sebagai tukang
bangunan. Penghasilan Tn. J dan keluarganya kurang lebih Rp. 600.000,00 –
Rp. 1.100.000,00 per bulan dan digunakan sebagian besar untuk keperluan
sehari-hari seperti membiayai tagihan listrik, makan dan kebutuhan sandang
papan lainnya. Pada saat dilakukan pengkajian keluarga Tn. J mengatakan
tidak memiliki simpanan tabungan di bank.

Aktivitas Rekreasi Keluarga:


Rekreasi yang dilakukan keluarga tidak ada.

II. Riwayat & Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini
Tahap perkembangan keluarga, Tn. J yang ditemukan yaitu keluarga Tn. J
saat ini berada dalam tahap perkembangan keluarga usia lanjut, dimana
salah satu pasangan sudah tidak bekerja lagi
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi tahap keluarga
dengan anak sekolah dan tahap keluarga dengan anak remaja
3. Riwayat Keluarga ini
Dalam keluarga Tn. J memiliki riwayat penyakit hipertensi, sesak nafas
dan tidak memiliki riwayat penyakit menular. Riwayat kesehatan masing-
masing anggota keluarga adalah sebagai berikut :
a. Kepala keluarga :
Pada saat dilakukan pengkajian Tn. J memiliki keluhan kaku di
belakang leher. Klien mengatakan memiliki penyakit hipertensi dan
sesak nafas. Klien sebelumnya meminum obat hipertensi captopril,
setelah obat habis klien hanya mengonsumsi herbal dan mengkonsumsi
obat juga tidak teratur.
b. Ny. Ji:
Pada saat dilakukan pengkajian Ny. Ji memiliki keluhan gangguan
pendengaran. Suami klien mengatakan bahwa istrinya mengalami
gangguan pendengaran sejak 2 tahun yang lalu mungkin karena terlalu
kelelahan bekerja di sawah.
c. Tn. M :
Pada saat dilakukan pengkajian Tn. M mengatakan tidak memiliki
keluhan apapun.
d. Ny. Jh :
Pada saat dilakukan pengkajian Ny. Jh mengatakan tidak memiliki
keluhan apapun hanya saja terkadang tidak nyenyak tidur.
e. An. A, An. J, An. N
Pada saat dilakukan pengkajian cucu Tn. J tidak ada keluhan apapun

4. Riwayat Keluarga sebelumnya


Klien mengatakan tidak ada penyakit keturunan seperti hipertensi dari
keluarganya. Hanya saja alm ibu Tn J dulu menderita asma.

III. Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Karakteristik rumah keluarga Tn. J adalah bangunan semi permanen.
Berlantai kayu, terdapat 1 buah jendela/ ventilasi dan selalu terbuka.
Sumber air yang digunakan untuk memasak dan minum adalah air sungai
yang terlebih dahulu dimasak. Sumber air yang digunakan untuk mandi
dan MCK yaitu air sungai. Tempat penampungan air sementara yang
digunakan oleh keluarga adalah gentong/ tajau dan selalu dikuras oleh
keluarga. Tidak memiliki WC hanya memakai tempat didekat gabah
pisang. Tn. J mengungkapkan kesulitan dalam mempertahankan penataan
yang nyaman di rumah mereka. Sistem pembuangan sampah keluarga Tn.
J adalah dengan cara dibakar dan dibuang ke sungai.

Denah
Keterangan:
1 2 3 5 1: Ruang Tamu
2: Kamar Tidur
4
3: Dapur
4: Ruang makan
5: Kamar Tidur
2. Karakteristik tetangga & komunitas RT
Keluarga Tn. J bertempat tinggal di lingkungan yang terpisah, interaksi
antar warga berjalan lancar. Tn. J menempati rumah tersebut sejak kawin
sampai sekarang. Tetangga klien yang ada disekitar rumah klien ramah-
ramah. Klien tinggal dimana penduduk setempat mempunyai
perkumpulan dan mengadakan acara keagamaan seperti yasinan, arisan
maupun acara tradisional yang biasa dilakukan setiap minggu.

3. Mobilitas geografis Keluarga


Sejak Tn. J menikah dengan Ny. Ji, keluarga Tn. J tinggal di desa Patih
Muhur Lama RT. 05

4. Perkumpulan keluarga & interaksi dengan masyarakat


Setiap hari, baik siang, sore atau malam klien dan keluarga selalu
meluangkan waktu untuk berkumpul. Keluarga juga berinteraksi baik
dengan masyarakat terbukti dengan seringnya tetangga sekitar berkunjung
ke rumah Tn. J untuk berbincang atau Tn. J akan berkunjung ke tetangga.

5. Sistem Pendukung keluarga


Anggota keluarga dalam kondisi sehat kecuali Tn J yang mempunyai
penyakit hipertensi dan sesak serta Ny. Ji yang mempunyai keluhan
gangguan pendengaran. Antara anggota keluarga saling menyayangi satu
sama lain. Keluarga klien memiliki fasilitas meliputi : tempat tidur, sarana
transportasi. Sedangkan dukungan psikologi dan spiritual keluarga
terpenuhi dengan baik.

IV. Struktur Keluarga


1. Struktur Peran
a. Tn. J
Peran Formal : Menjadi anggota masyarakat dan perkumpulan
bapak-bapak di lingkungan tempat tinggalnya.
Peran Informal: Menjadi kepala keluarga, suami, ayah dan kakek
b. Ny. Ji
Peran Formal : Menjadi anggota masyarakat dan perkumpulan ibu-
ibu di lingkungan tempat tinggalnya.
Peran Informal : Menjadi ibu rumah tangga, istri, ibu dan
nenek.

c. Tn. M
Peran Formal : Menjadi anggota masyarakat dan perkumpulan
bapak-bapak di lingkungan tempat tinggalnya.
Peran Informal : Menjadi seorang kepala keluarga, anak dan
ayah.

d. Ny. Jh
Peran Formal : Menjadi anggota masyarakat dan perkumpulan ibu-
ibu di lingkungan tempat tinggalnya.
Peran Informal : Menjadi seorang istri, menantu dan ibu

e. An. A
Peran Formal : Menjadi anggota masyarakat.
Peran Informal : Menjadi seorang anak dan cucu

f. An. J
Peran Formal : Menjadi anggota masyarakat.
Peran Informal : Menjadi seorang pelajar, anak dan cucu

g. An. N
Peran Formal : Menjadi anggota masyarakat.
Peran Informal : Menjadi seorang pelajar, anak dan cucu

2. Nilai atau Norma Keluarga


Keluarga Tn. J beragama islam dan jika sakit hal pertama yang
dilakukan adalah membeli obat di warung dan minum obat herbal jika
sudah tidak tahan dengan penyakitnya akan di bawa ke pelayanan
kesehatan
3. Pola Komunikasi Keluarga :
Komunikasi antar anggota keluarga terbina dengan baik, dalam
menghadapi setiap masalah selalu berdiskusi bersama. Bahasa yang
digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari dalam keluarga adalah
bahasa banjar.

4. Struktur Kekuatan Keluarga :


Keluarga Tn. J memberi contoh yang baik untuk anak, menantu dan
cucunya. Kekuatan keluarga berada pada Tn. J. Jika ada masalah dalam
keluarga, Tn. J selalu menyelesaikannya bersama dengan keluarga.

V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Keluarga Tn. J sangat menyayangi keluarganya. mereka mencari nafkah
dan saling menjaga, mereka mendidik anak dan cucunya dengan baik
supaya besar nanti bisa menjadi anak yang sholeh dan menghormati
kedua orang tuanya. Keadaan antara anggota keluarga saling membantu
bila ada kesulitan atau ada masalah.

2. Fungsi Sosialisasi
Interaksi keluarga terjalin baik, masing-masing anggota keluarga masih
memperhatikan dan menerapkan etika atau sopan santun dalam
berperilaku. Keluarga ini juga membina hubungan yang baik dengan
tetangga sekitar rumahnya terbukti dengan seringnya tetangga main ke
rumahnya untuk berbincang-bincang dengan anggota keluarga

3. Fungsi Reproduksi
Jumlah anak yang dimiliki Tn. J ada 3 anak berjenis kelamin 1 laki-laki
dan 2 perempuan dan semuanya sudah menikah. Hanya anak yang kedua
yang ikut tinggal bersama Tn. J beserta anak dan istrinya.

4. Fungsi Ekonomi
Keluarga Tn. J menggunakan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan
keluarga sehari-hari. Anaknya Tn. M juga kadang membantu memberikan
sebagian penghasilannya untuk kebutuhan keluarga. Ny. Jh juga jika
musim panen padi akan membantu suaminya mencari nafkah dengan
memanen padi di lahan milik orang (meambil upah).

5. Pengetahuan keluarga tentang penyakitnya dan penanganannya adalah :


a. Mengenal masalah
Saat dilakukan pengkajian Tn. J memiliki keluhan kaku kuduk dan
sesak nafas, klien juga mengatakan jika memiliki penyakit tinggi
darah. Tn. J mengatakan kurang tahu secara rinci tentang penyakit
tinggi darah. Namun Tn. J mengatakan jika selama ini memiliki
pemantang makanan laut dan
b. Mengambil keputusan
1) Keluarga sepertinya kurang mengerti tentang kesehatan pada
anggota keluarganya. Hanya saja keluarga sudah mampu
mengambil keputusan jika ada anggota keluarga yang sakit tidak
dapat tertahankan akan dibawa ke pelayanan kesehatan.
2) Keluarga merasa cemas dengan kemungkinan penyakit yang
menyerang anggota keluarga yang lain.
3) Keluarga mampu menjangkau fasilitas kesehatan yang ada,
meskipun jaraknya jauh, karena keluarga juga mempunyai sarana
transportasi untuk pergi ke tempat pelayanan kesehatan.

c. Merawat Anggota Keluarga Yang Sakit


Pengetahuan keluarga mengenai penyakit terbatas. Jika keluarga ada
yang sakit dan sekiranya perlu penanganan tenaga kesehatan, maka
keluarga akan mempercayakan perawatan dan penyembuhan kepada
tenaga kesehatan. Namun bila sakitnya masih tergolong ringan,
keluarga hanya membeli obat di warung. Setiap anggota keluarga
mengerti akan fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Tn J
mengatakan memiliki penyakit tinggi darah. Tn. J mengatakan
sebelumnya mengkonsumsi obat tinggi darah, tapi karena sudah habis
sekarang melanjutkan minum obat herbal saja. Tn. J mengatakan
sudah beberapa minggu terakhir tidak lagi kontrol ke yankes dan baru
beberapa hari tidak meminum obat karena kehabisan.
d. Memodifikasi lingkungan
Tn. J mengatakan bahwa menantunya yang menyapu dan
membersihkan rumah saat mulai kotor. Lantai rumah terbuat dari
kayu yang dilapisi tikar, tempat pertukaran udara dan pencahayaan
cukup. namun titian menuju rumah Tn. J cukup menakutkan karena
jika tidak hati-hati bisa terpeleset dan terjatuh
e. Menggunakan Fasilitas Kesehatan Yang Ada
Keluarga sudah mengetahui bila ada fasilitas kesehatan di daerahnya.
Keluarga memahami dan mengerti keuntungan yang diperoleh jika
mereka memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan optimal. Namun
keluarga kurang memanfaatkan fasilitas tempat pelayanan kesehatan
dengan baik, terbukti saat obat darah tinggi habis Tn J tidak lagi
control ke yankes, hanya mengonsumsi obat herbal

VI. Stres dan Koping Keluarga


1. Stresor yang muncul dalam keluarga
Dalam keluarga Tn. J mengatakan jika ada keluarga yang bermasalah
maka akan dibicarakan dan diselesaikan dengan cara musyawarah,
dipecahkan dan didiskusikan bersama anggota keluarga yang lain.
2. Koping keluarga dalam menghadapi masalah
Keluarga Tn. J mengatakan jika ada masalah dalam keluarga selalu
dibicarakan. Mekanisme koping yang maladaptif. Keluarga Tn. J
mengatakan jika kadang ada keluarga yang sakit dan sakitnya tidak parah
maka akan dibiarkan saja dan apabila jika belum sembuh juga akan
dibelikan obat dari warung dan jika bertambah parah baru diperiksakan ke
bidan praktik.
3. Harapan Keluarga
Keluarga berharap tidak ada di kelurganya yang mengalami sakit parah
dan tetap sehat semua dan tahu cara pertolongan pertama mengatasi
apabila ada salah satu anggota keluarga yang sakit.

VII. Pemeriksaan Fisik


1. Tn. J
Pemeriksaan fisik umum Tn. J tanggal 02 Desember 2019 ditemukan
kesadaran klien composmentis, dengan GCS E4V5M6, klien tampak
duduk.
TTV:
TD : 180/110 mmHg
N : 92x/menit
R : 20x/menit
T : 36,7oC
Saat dilakukan pemeriksaan head to toe ditemukan:
a. Kulit.
Warna kulit sawo matang, turgor mulai > 2 dtk, tidak ada lesi dan
kelainan pada kulit, kulit teraba hangat
b. Kepala dan Leher
Bentuk simetris, tidak ada trauma pada kepala dan leher, pergerakan
baik, tidak ada pembesaran vena jugularis pada leher, kebersihan
cukup, klien dapat menggerakkan kepala ke segala arah. Hanya saja
kadang mengeluh kaku bagian belakang leher.
c. Penglihatan dan Mata
Struktur mata simetris, tidak terdapat peradangan dan pendarahan,
sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan baik dengan menggunakan
alat bantu penglihatan.
d. Penciuman dan Hidung
Struktur hidung tampak simetris, hidung tampak bersih, fungsi
penciuman cukup baik, dan tidak ada peradangan pada hidung.
e. Pendengaran dan Telinga
Struktur telinga tampak simetris, telinga tampak bersih, fungsi
pendengaran baik, dan tidak ada peradangan pada telinga.
f. Mulut dan Gigi
Kebersihan mulut cukup baik, gigi sudah tidak ada lagi, fungsi
pengunyahan terganggu namun dapat menelan.
g. Dada dan Pernafasan
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan saat di palpasi, frekuensi
nafas 24x/menit, hanya saja klien terkadang mengeluhkan sesak.
h. Abdomen
Bentuk simetris namun tampak buncit, tidak terdapat nyeri tekan
i. Ekstrimitas Atas dan Bawah
Tidak terdapat keterbatasan gerak pada ekstrimitas atas maupun
bawah. Hanya saja jika terlalu banyak bergerak dapat sesak

2. Ny. Ji
Pemeriksaan fisik umum Ny. F tanggal 02 Desember 2019 ditemukan
kesadaran klien composmentis, dengan GCS E4V5M6, klien tampak
duduk.
TTV:
TD : 120/80 mmHg
N : 90x/menit
R : 20x/menit
T : 36,2oC
Saat dilakukan pemeriksaan head to toe ditemukan:
a. Kulit.
Warna kulit sawo matang, turgor < 2 dtk, tidak ada lesi dan kelainan
pada kulit, kulit teraba hangat
b. Kepala dan Leher
Bentuk simetris, tidak ada trauma pada kepala dan leher, pergerakan
baik, tidak ada pembesaran vena jugularis pada leher, kebersihan
cukup, klien dapat menggerakkan kepala ke segala arah.
c. Penglihatan dan Mata
Struktur mata simetris, tidak terdapat peradangan dan pendarahan,
sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan baik, klien tidak
menggunakan alat bantu penglihatan.
d. Penciuman dan Hidung
Struktur hidung tampak simetris, hidung tampak bersih, fungsi
penciuman cukup baik, dan tidak ada perdangan pada hidung.
e. Pendengaran dan Telinga
Struktur telinga tampak simetris, telinga tampak bersih, fungsi
pendengaran terganggu, Tn J mengatakan bahwa istrinya
mengalami gangguan pendengaran sejak 2 tahun yang lalu mungkin
karena terlalu rajin bekerja tidak memandang panas hujan tetap
bertani dan faktor kelelahan
f. Mulut dan Gigi
Kebersihan mulut cukup baik, gigi masih cukup baik, fungsi
pengunyahan dan menelan baik.
g. Dada dan Pernafasan
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan saat di palpasi, frekuensi
nafas 20x/menit.
h. Abdomen
Bentuk simetris, tidak terdapat nyeri tekan
i. Ekstrimitas Atas dan Bawah
Tidak terdapat keterbatasan gerak pada ekstrimitas atas maupun
bawah.

3. Tn. M
Pemeriksaan fisik umum Tn. M tanggal 02 Desember 2019 ditemukan
kesadaran klien composmentis, dengan GCS E4V5M6, klien tampak
duduk.
TTV:
TD : 90/70 mmHg
N : 82x/menit
R : 16x/menit
T : 36,0oC
Saat dilakukan pemeriksaan head to toe ditemukan:
a. Kulit.
Warna kulit sawo matang, turgor mulai <2 dtk, tidak ada lesi dan
kelainan pada kulit, kulit teraba hangat
b. Kepala dan Leher
Bentuk simetris, tidak ada trauma pada kepala dan leher, pergerakan
baik, tidak ada pembesaran vena jugularis pada leher, kebersihan
cukup, klien dapat menggerakkan kepala ke segala arah.
c. Penglihatan dan Mata
Struktur mata simetris, tidak terdapat peradangan dan pendarahan,
sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan baik, klien tidak
menggunakan alat bantu penglihatan.
d. Penciuman dan Hidung
Struktur hidung tampak simetris, hidung tampak bersih, fungsi
penciuman cukup baik, dan tidak ada perdangan pada hidung.
e. Pendengaran dan Telinga
Struktur telinga tampak simetris, telinga tampak bersih, fungsi
pendengaran baik, dan tidak ada peradangan pada telinga.
f. Mulut dan Gigi
Kebersihan mulut cukup baik, gigi masih cukup baik, fungsi
pengunyahan dan menelan baik.
g. Dada dan Pernafasan
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan saat di palpasi, frekuensi
nafas 16x/menit.
h. Abdomen
Bentuk simetris, tidak terdapat nyeri tekan
i. Ekstrimitas Atas dan Bawah
Tidak terdapat keterbatasan gerak pada ekstrimitas atas maupun
bawah.

4. Ny. Jh
Pemeriksaan fisik umum Ny. Jh tanggal 02 Desember 2019 ditemukan
kesadaran klien composmentis, dengan GCS E4V5M6, klien tampak
duduk.
TTV:
TD : 110/90 mmHg
N : 80x/menit
R : 18x/menit
T : 36,5oC
Saat dilakukan pemeriksaan head to toe ditemukan:
a. Kulit
Warna kulit sawo matang, turgor mulai < 2 dtk, tidak ada lesi dan
kelainan pada kulit, kulit teraba hangat
b. Kepala dan Leher
Bentuk simetris, tidak ada trauma pada kepala dan leher, pergerakan
baik, tidak ada pembesaran vena jugularis pada leher, kebersihan
cukup, klien dapat menggerakkan kepala ke segala arah.
c. Penglihatan dan Mata
Struktur mata simetris, tidak terdapat peradangan dan pendarahan,
sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan baik, klien tidak
menggunakan alat bantu penglihatan.
d. Penciuman dan Hidung
Struktur hidung tampak simetris, hidung tampak bersih, fungsi
penciuman cukup baik, dan tidak ada perdangan pada hidung.
e. Pendengaran dan Telinga
Struktur telinga tampak simetris, telinga tampak bersih, fungsi
pendengaran baik, dan tidak ada peradangan pada telinga.
f. Mulut dan Gigi
Kebersihan mulut cukup baik, gigi masih cukup baik, fungsi
pengunyahan dan menelan baik.
g. Dada dan Pernafasan
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan saat di palpasi, frekuensi
nafas 21x/menit.
h. Abdomen
Bentuk simetris, tidak terdapat nyeri tekan pada abdomen bagian
tengah atas.
i. Ekstrimitas Atas dan Bawah
Tidak terdapat keterbatasan gerak pada ekstrimitas atas maupun
bawah.

5. An. A
Pemeriksaan fisik umum An A tanggal 02 Desember 2019 ditemukan
kesadaran klien composmentis, dengan GCS E4V5M6, klien tampak
duduk.
TTV:
N : 64x/menit
R : 21x/menit
T : 36,5oC
Saat dilakukan pemeriksaan head to toe ditemukan:
a. Kulit.
Warna kulit sawo matang, turgor mulai < 2 dtk, tidak ada lesi dan
kelainan pada kulit, kulit teraba hangat
b. Kepala dan Leher
Bentuk simetris, tidak ada trauma pada kepala dan leher, pergerakan
baik, tidak ada pembesaran vena jugularis pada leher, kebersihan
cukup, klien dapat menggerakkan kepala ke segala arah.
c. Penglihatan dan Mata
Struktur mata simetris, tidak terdapat peradangan dan pendarahan,
sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan baik, klien tidak
menggunakan alat bantu penglihatan.
d. Penciuman dan Hidung
Struktur hidung tampak simetris, hidung tampak bersih, fungsi
penciuman cukup baik, dan tidak ada perdangan pada hidung.
e. Pendengaran dan Telinga
Struktur telinga tampak simetris, telinga tampak bersih, fungsi
pendengaran baik, dan tidak ada peradangan pada telinga.
f. Mulut dan Gigi
Kebersihan mulut cukup baik, gigi masih cukup baik, fungsi
pengunyahan dan menelan baik.
g. Dada dan Pernafasan
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan saat di palpasi, frekuensi
nafas 21x/menit.
h. Abdomen
Bentuk simetris, tidak terdapat nyeri tekan
i. Ekstrimitas Atas dan Bawah
Tidak terdapat keterbatasan gerak pada ekstrimitas atas maupun
bawah.

6. An. J
Pemeriksaan fisik umum Ny. Jh tanggal 02 Desember 2019 ditemukan
kesadaran klien composmentis, dengan GCS E4V5M6, klien tampak
duduk.
TTV:
N : 80x/menit
R : 23x/menit
T : 36,1oC

Saat dilakukan pemeriksaan head to toe ditemukan:


a. Kulit.
Warna kulit sawo matang, turgor mulai < 2 dtk, tidak ada lesi dan
kelainan pada kulit, kulit teraba hangat
b. Kepala dan Leher
Bentuk simetris, tidak ada trauma pada kepala dan leher, pergerakan
baik, tidak ada pembesaran vena jugularis pada leher, kebersihan
cukup, klien dapat menggerakkan kepala ke segala arah.
c. Penglihatan dan Mata
Struktur mata simetris, tidak terdapat peradangan dan pendarahan,
sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan baik, klien tidak
menggunakan alat bantu penglihatan.
d. Penciuman dan Hidung
Struktur hidung tampak simetris, hidung tampak bersih, fungsi
penciuman cukup baik, dan tidak ada perdangan pada hidung.
e. Pendengaran dan Telinga
Struktur telinga tampak simetris, telinga tampak bersih, fungsi
pendengaran baik, dan tidak ada peradangan pada telinga.
f. Mulut dan Gigi
Kebersihan mulut cukup baik, gigi masih cukup baik, fungsi
pengunyahan dan menelan baik.
g. Dada dan Pernafasan
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan saat di palpasi, frekuensi
nafas 23x/menit.
h. Abdomen
Bentuk simetris, tidak terdapat nyeri tekan
i. Ekstrimitas Atas dan Bawah
Tidak terdapat keterbatasan gerak pada ekstrimitas atas maupun
bawah.

7. An. N
Pemeriksaan fisik umum An. N tanggal 02 Desember 2019 ditemukan
kesadaran klien composmentis, dengan GCS E4V5M6, klien tampak
duduk
.
TTV:
N : 72x/menit
R : 25x/menit
T : 36,0oC
Saat dilakukan pemeriksaan head to toe ditemukan:
a. Kulit.
Warna kulit sawo matang, turgor mulai < 2 dtk, tidak ada lesi dan
kelainan pada kulit, kulit teraba hangat
b. Kepala dan Leher
Bentuk simetris, tidak ada trauma pada kepala dan leher, pergerakan
baik, tidak ada pembesaran vena jugularis pada leher, kebersihan
cukup, klien dapat menggerakkan kepala ke segala arah.
c. Penglihatan dan Mata
Struktur mata simetris, tidak terdapat peradangan dan pendarahan,
sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan baik, klien tidak
menggunakan alat bantu penglihatan.
d. Penciuman dan Hidung
Struktur hidung tampak simetris, hidung tampak bersih, fungsi
penciuman cukup baik, dan tidak ada perdangan pada hidung.
e. Pendengaran dan Telinga
Struktur telinga tampak simetris, telinga tampak bersih, fungsi
pendengaran baik, dan tidak ada peradangan pada telinga.
f. Mulut dan Gigi
Kebersihan mulut cukup baik, gigi masih cukup baik, fungsi
pengunyahan dan menelan baik.
g. Dada dan Pernafasan
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan saat di palpasi, frekuensi
nafas 25x/menit.
h. Abdomen
Bentuk simetris, tidak terdapat nyeri tekan
i. Ekstrimitas Atas dan Bawah
Tidak terdapat keterbatasan gerak pada ekstrimitas atas maupun
bawah.
Analisa Data
No Data Fokus Masalah Penyebab

1 Data subjektif Nyeri Ketidakmampuan


keluarga merawat
- Ny. N mengatakan sering sakit kepaladan badan terasa anggota keluarga
pegal-pegal yang sakit
- Ny. N mengatakan tidak pernah teratur meminum obat
hipertensi

Data objektif

- Ny. N tampak lemah


- TD : 200/110mmHg
- Suhu :360C
- N : 78 x/mnt
- RR : 18 x/mnt

2 Data subjektif Resiko tinggi Ketidakmampuan


terjadi keluarga mengenal
- Ny. N mengatakan bahwa ia tidak mengetahui bahaya komplikasi bahaya yang dapat
penyakit hipertensi yang dideritanya serta pencegahan dari hipertensi terjadi pada
dan penanganannya hipertensi
- Ny. N juga mengatakan bahwa ia baru akan
memeriksakan penyakitnya kalau ada keluhan saja atau
jika ada waktu saja
- Ny. N mengatakan tidak pernah teratur meminum obat
hipertensi karena tidak tahu pentingnya pengobatan
hipertensi
- Keluarga juga mengatakan jarang mengikuti kegiatan
penyuluhan yang diadakan di Puskesmas atau oleh
petugas kesehatan

Data Obyektif :

- Keluarga Ny. N menbanjarb tidak tahu ketika ditanya


tentang hipertensi
- Keluarga Ny. N tampak tidak bisa mendemonstrasikan
cara perawatan anggota keluarga yang sakit di rumah

3.3 Diagnosa Keperawatan


3.3.1 Nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit
3.3.2 Risiko tinggi komplikasi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal bahaya yang dapat terjadi pada hipertensi

3.4 Skoring data masalah keperawatan keluarga

3.4.1 Nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota


keluarga yang sakit.

No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran


Ny. N mengatakan sering sakit
3/3 x1=1 kepala dan badan terasa
1 Sifat masalah 3 1 pegal-pegal

Skala :

- Aktual = 3
- Resiko = 2 1/2 x2=1 Ny. N mengatakan tidak pernah
- Potensial = 1 teratur meminum obat
hipertensi

Kemungkinan masalah
dapat diubah

2 Skala : 1 2 3/3x1=1
Keluarga terbuka, kooperatif
- Mudah = 2 dan mau mengikuti saran yang
- Sebagian = 1 dianjurkan mahasiswa
- Tdk dapat = 0

Potensial masalah untuk 2/2x1=1


dicegah Ny. N mengeluh sering sakit
kepala dan TD: 180/100 mmHg
Skala :

- Tinggi = 3
- Cukup= 2
3 - Rendah = 1 3 1

Menonjolnya masalah.

Skala :

- Masalah berat harus


segera di tangani = 2
- Ada masalah tp tdk
perlu ditangani = 1
- Masalah tidak
dirasakan 0

4 2 1

Jumlah skor 4
3.4.2 Risiko tinggi komplikasi berhubungan dengan ketidakmampuan
keluargadalam mengenal anggota keluarga yang sakit

No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

2/3x1=1 Ny. N tidak mengetahui bahaya


1 Sifat masalah. 2 1 penyakit hipertensi, pencegahan
dan penanganannya
Skala : Resiko
1/2x 2=1 Keluarga Ny. N menbanjarb tidak
tahu ketika ditanya tentang
hipertensi

2 Kemungkinan 1 2 2/3x1=2/3 Keluarga Ny. N tampak tidak bisa


masalahdapat mendemonstrasikan cara perawatan
diubah. anggota keluarga yang sakit di
rumah
Skala : sebagian
2/2x1=1 tidak pernah teratur meminum obat
hipertensi

Potensial masalah
untuk dicegah
3 2 1
Skala : cukup

Menonjolnya
masalah.
4 2 1
Skala : masalah
berat

harus segera di
tangani

Jumlah skor 3 2/3

3.5 Diagnosa keperawatan sesuai dengan prioritas masalah :


3.5.1 Nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit.
3.5.2 Risiko tinggi komplikasi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal bahaya yang dapat terjadi pada hipertensi.

3.6 Rencana Keperawatan

Rencana Intervensi
Diagnosa
No Tujuan Umum Tujuan Khusus
Keperawatan
Kriteria Intervensi

1 Nyeri Setelah dilakukan Setelah dilakukan Verbal: dapat 1. Menjelaskan tentang


berhubungan tindakan pertemuan 1 x 30 menyebutkan penyakit hipertensi:
dengan keperawatan menit diharap pengertian, pengertian, penyebab,
gejala, perawatan dan
ketidakmampua keluarga selama 1 keluarga : penyebab,
pengobatan di rumah
n keluarga minggu/2 minggu, gejala, 2. Mendiskusikan dengan
merawat keluarga mampu 1. Mempunyai perawatan dan keluarga pilihan
motivasi untuk
anggota merawat anggota pengobatan terbaik untuk
mendapatkan
keluarga yang keluarga yang hipertensi di perawatan Ny. N
pelayanan
sakit sakit rumah 3. Ajarkan Ny. N teknik
kesehatan.
relaksasi jika nyeri
2. Menggunakan
kepalanya datang
dan
4. Motivasi keluarga utuk
memanfaatkan
Verbal: dapat mendapatkan
fasilitas
mengambil pelayanan kesehatan
kesehatan
5. Gali pengetahuan
3. Mendemonstras keputusan
keluarga untuk
ikan cara pilihan menyebutkan cara
merawat pelayanan tradisional
anggota
kesehatan menurunkan hipertensi
keluarga yang
6. Jelaskan cara
sakit di rumah
Verbal: dapat menurunkan hipertensi
4. Dapat merawat
menyebutkan secara alami
anggota
jenis 7. Beri reinforcement
keluarga
keluarga untuk
dengan pengobatan
mengulang
hipertensi tradisional 8. Beri reinforcement
positif pada keluarga
untuk hipertensi

1. Gali pengetahuan
2 Risiko tinggi Setelah tindakan Setelah dilakukan - Verbal: keluarga tentang
komplikasi keperawatan/penk pertemuan 1 x 30 menyebutkan hipertensi dan
berhubungan es, keluarga dapat menit diharap tentang masalah akibatnya
hipertensi 2. Berikan penkes kepada
dengan mengenal bahaya keluarga:
- Non verbal: Ny. N tentang definisi,
ketidakmampua yang dapat terjadi dapat menimak tanda gejala,
n keluarga akibat hipertensi 1. Mengenal dan pencegahan, serta
masalah
mengenal mendengarkan dampak yang akan
hipertensi
bahaya yang semua terjadi bila tekanan
2. Mampu
dapat terjadi penjelasan dari darah tidak terkontrol
menyebutkan
pada hipertensi mahasiswa 3. Beri reinforcement
penyebab
- Verbal: mampu keluarga untuk
terjadinya
menyebutkan mengulang
peningkatan
kembali tentang 4. Beri reinforcement
tekanan darah
definisi, positif pada keluarga
tinggi
penyebab,
3. Menyebutkan
gejala, serta
akibat yang
dampak yang
terjadi bila
akan terjadi bila
tekanan darah
tekanan darah
tidak terkontrol
tidak terkontrol
3.7 Implementasi Keperawatan
No Hari/tanggal Diagnosa Implementasi
keperawatan

1 Senin Nyeri 1. Menjelaskan tentang penyakit hipertensi:


berhubungan pengertian, penyebab, gejaladan
Jam. dengan ketidak penanganannya di rumah di rumah
14.00.WITA- 2. Motivasi keluarga utuk mendapatkan
mampuan
selesai pelayanan kesehatan jika gejala hipertensi
keluarga merawat dirasakan ada
anggota keluarga 3. Mendiskusikan tentang obat tradisional/buah
yang sakit yang dapat digunakan untuk menurunkan
hipertensi
4. Jelaskan cara menurunkan hipertensi secara
alami

1. Menanyakan kepada keluarga tentang sejauh


mana pengetahuan keluarga tentang
hipertensi dan akibatnya
2. Memberikan penkes dengan menggunakan
media leaflet kepada Ny. N tentang definisi,
tanda gejala, pencegahan, serta dampak yang
Senin
Risiko tinggi akan terjadi bila tekanan darah tidak
komplikasi terkontrol
Jam.13.00-
berhubungan 3. Memberi reinforcement positif pada keluarga
13.30.WITA
dengan
ketidakmampuan
2
keluarga
mengenal bahaya
yang dapat terjadi
pada hipertensi
DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Arthur C, Fisiologi manusia dan mekanisme penyakit, EGC Penerbit buku
kedokteran, Jakarta, 2007.

Brunner and Suddarth.2002. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC

Doengoes 2000. Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC

Smith T. 2005. Tekanan Darah Tinggi. Cetakan V. Arcan.Jakarta

Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam, UI Press, Jakarta, 2004.

Sobel, B. J. M. D. and George L. Bakris, M .D .FACP.2009 .Pedoman KLinis


diagnosa dan Terapi Hipertensi. Penerbit Hipokrates