Anda di halaman 1dari 7

Fraud dalam Kasus Flash sale

TOKOPEDIA

Kelompok 8
Azmi Farah Nisrina 18312128
Marini Ayu Gifari 18312134
Khoriya 18312146
Nabila Ayunani 18312149

Sistem Informasi Akuntansi 2 kelas F

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM INDONEISA
2019
A. Profil Tokopedia
Tokopedia adalah sebuah marketplace atau situs jual beli online yang
mempertemukan antara penjual dan pembeli dengan cara yang aman. Tokopedia
dikatakan aman karena sebagai pembeli, ketika melakukan transaksi pembelian barang
melalui tokopedia uang yang anda bayarkan bukan langsung ditransfer ke penjual
melainkan ke pihak tokopedia terlebih dahulu. Uang pembelian baru diterima oleh
penjual, jika pembeli sudah benar-benar menerima barang pesanannya. Sebagai pembeli,
anda juga bisa melakukan pembatalan transaksi jika memang barang yang anda pesan
tidak kunjung dikirim atau barang tidak sesuai dengan pesanan. Artinya, transaksi di
tokopedia memiliki tingkat keamanan yang tinggi sehingga tidak perlu takut terjadi
penipuan.
Seperti layaknya pasar tradisional, tokopedia adalah sebagai pasar yang
menyediakan lapak-lapak bagi penjual secara gratis. Jika anda memiliki barang atau
produk yang ingin di jual, tokopedia menyediakan toko online gratis yang bisa anda
manfaatkan. Kategori barang yang tersedia di tokopedia juga sangat lengkap, hampir
semua kebutuhan tersedia di tokopedia. Jadi apapun produk yang akan anda jual di
tokopedia akan dimasukkan ke dalam kategori yang sesuai dengan kriteria produk anda.
Selain gratis, fasilitas toko online yang disediakan tokopedia akan mempermudah
proses pemasaran produk yang anda jual karena Tokopedia telah dikenal orang di seluruh
Indonesia. Sehingga jangkauan pasar anda juga akan luas dan secara otomatis produk
yang anda jual akan semakin laris manis.

B. Sejarah dan Pendiri Tokopedia


Tokopedia secara perlahan mulai dirintis pada 6 februari 2009, hingga akhirnya
secara resmi dirilis untuk umum pada tanggal 17 Agustus 2009. Perjalanan tokopedia
pada tahun pertama peluncurannya bisa dibilang cukup baik dan sangat membanggakan.
Hal itu terbukti dengan adanya perolehan penghargaan dari Bubu Award sebagai salah
satu bisnis startup e-commerce terbaik di Indonesia.
Dengan profil yang bagus tersebut, tokopedia banyak dilirik oleh para investor
untuk menanamkan modalnya pada tokopedia. Seperti East ventures yang berhasil
menyuntikkan dananya pada tahun 2010, CyberAgent Venture tahun 2011, Beenos tahun
2012 dan Softbank tahun 2013.
Saat pertama perilisannya tokopedia mengklaim hanya butuh 12 menit saja untuk
mendapatkan order pertamanya. Saat itu tokopedia hanya memiliki 4 karyawan, dua
diantaranya adalah pendiri tokopedia. Mereka belum memiliki kantor, sehingga
melakukan pekerjaannya masih di rumah masing-masing.
Tokopedia berhasil didirikan oleh dua pemuda yang memiliki impian tinggi yaitu
William Tanuwijaya yang saat ini menjabat sebagai CEO Tokopedia dan Leontinus
Alpha Edison yang saat ini menjadi CTO Tokopedia.
William berasal dari keluarga yang tidak memiliki pengalaman dalam berbisnis,
oleh sebab itu banyak yang meragukan impiannya ketika itu. William selama 10 tahun
pernah bekerja sebagai karyawan. Pengalaman yang paling nyata dalam dunia internet
bagi William adalah ketika dia menjadi penjaga operator warnet saat masih kuliah.
William juga pernah bekerja pada sebuah forum jual beli pada tahun 2007, saat itu dia
sering menerima komplain terkait dengan penipuan transaksi.
Dari pengalamannya tersebut, dia menjadi tergugah pikirannya untuk menjadikan
usaha internet sebagai tempat yang aman dan bukan lagi menjadi tempat penipuan. Kala
itu William memiliki ide untuk mendirikan sebuah situs jual beli yang aman, namun
tekad tersebut terkendala masalah modal.
Hingga akhirnya William menceritakan idenya pada atasan tempatnya bekerja
dengan harapan agar diberikan bantuan modal untuk merealisasikan idenya tersebut.
Namun, karena melihat latar belakangnya yang tidak sejalan dengan idenya banyak orang
yang meragukan, apalagi untuk memberikan modal. Selama dua tahun William berusaha
mencari modal, akhirnya bosnya sendiri yang memberikan modal sebesar 10 persen.

C. Kronologi
a. Pada tanggal 15-17 Agustus 2018 Tokopedia mengadakan flash sale dalam rangka
merayakan hari jadi perusahaan itu yang ke-9.
b. Namun muncul berbagai macam bentuk komplain dari pemburu promo itu seperti
server yang mendadak eror hingga barang tertulis masih tersedia tetapi tidak bisa
ditransaksi. Dampaknya, masyarakat tidak bisa mendapatkan barang yang dijual
murah selama program itu berlangsung.
c. Banyak konsumen yang mengeluh dan protes karena tidak mendapatkan barang
incarannya saat flash sale tersebut yang diduga akibat penipuan yang dilakukan oleh
karyawan tokopedia.
d. Tokopedia pun mengakui aksi nakal para karyawannya tersebut setelah melakukan
audit internal. Hasilnya, Tokopedia menemukan sebanyak 49 transaksi produk
dilakukan oleh pekerjanya sendiri dengan cara melanggar prosedur.
e. Ahli digital forensik, menilai setidaknya ada dua metode yang dapat digunakan untuk
melakukan fraud saat flash sale berlangsung. Kemungkinan pertama, pelaku
membuat banyak akun anonim atau mendesain agar aksesnya lebih cepat daripada
konsumen yang lain.
f. Kedua, pelaku diduga membuat access list menuju IP addres yang dikehendaki.
Access list ini memungkinkan hanya akun dengan server tertentu yang bisa
menembus sistem Tokopedia, sedangkan IP para konsumen lain yang tidak tercantum
pada daftar akan terblokir. Padahal memang hanya kalangan tertentu saja yang dapat
mengakses.

1. Kondisi Penipuan yang Terjadi dalam Fraud Flash Sale Tokopedia


1. Kesempatan. Hal ini dikarenakan adanya peluang fraud yang dilakukan oleh
karyawan dalam mengakses sistem Tokopedia, agar medapatkan barang yang dia
incar.
2. Tekanan. Misalnya dalam hal emosional, yang dimana karyawan tidak mempercayai
atau menghargai aturan yang berlaku di Tokopedia dalam menjaga integritas
perusahaan. Selain itu, pengaruh dari lingkungan rekan kerja yang dimana saling
mengikuti tindakan yang salah.
3. Rasionalisasi. Misalnya, karyawan Tokopedia merasionalisasikan bahwa keinginan
mereka dalam mendapatkan barang yang diinginkan lebih penting daripada menjadi
pribadi yang jujur.

2. Cara Menggoreksi Fraud Flash sale oleh Tokopedia


Permasalahan itu baru diketahui Tokopedia setelah melakukan audit internal.
Hasilnya, Tokopedia menemukan sebanyak 49 transaksi produk dilakukan oleh
pekerjanya sendiri dengan cara melanggar prosedur.

3. Cara Mencegah Fraud Sale oleh Tokopedia


1. Secara efektif mengawasi karyawan, termasuk monitor kerja mereka dan
memperbaiki kesalahan mereka.
2. Melatih karyawan dalam integritas dan pertimbangan etis, serta pengukuran
keamanan dan pencegahan penipuan.
3. Meningkarkan hukuman karena melakukan penipuan dan menuntut pelaku.
4. Meningkatkan regulasi, internal audit, dan penegakan integritas para karyawan
Tokopedia secara menyeluruh dan secara rutin.
5. Ketika merekrut karyawan, sebaiknya melakukan pengecekan latar belakang.

4. Tindakan Kuratif dalam Fraud Flash Sale oleh Tokopedia


Memberhentikan karyawan Tokopedia yang terlibat dalam fraud flash sale agar
dapat mengembalikan kepercayaan pelanggan dan menjaga integritas Tokopedia. Bagi
tokopedia, tidak ada toleransi sama sekali untuk setiap pelanggaran yang berhubungan
dengan integritas dan kecurangan.

5. Kesimpulan Kasus Fraud Flash sale di Tokopedia


Apa yang dilakukan Tokopedia melalui program flash sale sebenarnya baik untuk
meningkatkan hubungan dengan calon konsumen. Dengan adanya flash sale ini, maka
Tokopedia bisa menambah jumlah penggunanya. Namun, nyatanya malah terjadi
kecurangan yang dilakukan karyawannya sendiri. Kasus kecurangan flash sale oleh
Tokopedia merupakan bentuk pelanggaran yang menunjukkan kegagalan integritas
karyawan terhadap perusahaan.

6. Solusi Kasus Fraud Flash Sale di Tokopedia


Solusi bagi startup e-commerce lain yang ingin mengadakan flash sale adalah
membuat rencana program yang sudah disusun secara baik agar tidak membuat
pelanggan kecewa. Edukasi untuk para karyawan pun tak kalah penting. Karena nilai-
nilai integritas dan kejujuran dalam bekerja akan meminimalkan risiko fraud. Yang
terakhir adalah kesiapan server harus menjadi perhatian utama, sehingga server toko
online tak mudah crash karena banyaknya akses dalam waktu yang bersamaan.
Selain edukasi bagi karyawan perlu juga diadakan edukasi bagi konsumen.
Konsumen harus tahu dan paham teknis ketika e-commerce menyelenggarakan flash sale
sehingga mereka tidak merasa kecewa ketika tidak beruntung mendapatkan barang yang
diinginkan.
Daftar Pustaka
Andreas, Damianus. 2018. Metode Fraud yang Digunakan dalam Kasus Flash Sale Tokopedia.
Diakses 12 September 2019 https://tirto.id/metode-fraud-yang-digunakan-dalam-kasus-flash-
sale-tokopedia-cVpY.

CNN Indonesia. 2018. Netizen Keluhkan Penipuan Flash Sale oleh Karyawan Tokopedia.
Diakses 12 September 2018 https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180827145439-185-
325218/netizen-keluhkan-penipuan-flash-sale-oleh-karyawan-tokopedia.

Gumelar, Galih. 2018. Konsumen Protes, Transaksi 'Flash Sale' Tokopedia Bermasalah. Diakses
12 September 2018 https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180527140817-185-
301643/konsumen-protes-transaksi-flash-sale-tokopedia-bermasalah.

Hidayat, Ali. 2018. Apa Itu Tokopedia : Sejarah dan Profil Pendirinya. Diakses 12 September
2018 https://www.intanblog.com/apa-itu-tokopedia/.

Rachmatunnisa. 2018. Kasus Flash Sale Tokopedia, Konsumen Perlu Paham Teknisnya. Diakses
12 September 2018 https://inet.detik.com/cyberlife/d-4189280/kasus-flash-sale-tokopedia-
konsumen-perlu-paham-teknisnya

Rizal, Adam. 2018. Begini Kemungkinan Cara Karyawan Tokopedia Curangi Program Flash
Sale. Diakses 12 September 2018 https://infokomputer.grid.id/read/12927373/begini-
kemungkinan-cara-karyawan-tokopedia-curangi-program-flash-sale?page=all.

Setiyadi, Bima. 2018. Buka Fakta Fraud, Sikap Berani Tokopedia Patut Diapresiasi. Diakses 12
September 2018 https://autotekno.sindonews.com/read/1334098/133/buka-fakta-fraud-sikap-
berani-tokopedia-patut-diapresiasi-1535554737.