Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

SANITASI AIR BERSIH DAN AIR KOTOR


PADA RUMAH TINGGAL SEDERHANA
Di Susun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Gambar Bangunan
Dosen Pengampu : Oties T Tsarwan, ST, MT

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 2
BAGAS ERVAN SANTOSO ǀ 41119110117
SYAIFUL UMAM ǀ 41119110118
ROBBY MAYARSO TAUFIK HIDAYATULAH ǀ 41119110119
RINTO HERDIMAN SITORUS ǀ 41119110121
DEAN YUDISTIRA ǀ 41119110122
SITI FATIMAH ǀ 41119110204

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MERCUBUANA
TAHUN 2019 / 2020

1
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya
kepada kami, sehingga kami bisa selesaikan makalah mengenai sanitasi air bersih dan sanitasi air
kotor rumah sederhana.

Makalah ilmiah ini sudah selesai kami susun dengan maksimal dengan bantuan pertolongan dari
berbagai pihak sehingga bisa memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut berkontribusi didalam pembuatan makalah
ini. Atas bantuan guru dan pembimbing kami semua, yang telah memberikan bantuan dalam
penyusunan makalah ini, maka penulis mengucapkan banyak menerima termakasih kepada :

1. Ibu Oties T Tsarwan, ST, MT


2. Ibu Ir. Nuning Chaerani
3. Bapak Ir. Arif Budi Santoso
4. Bapak Didik Siswanto, ST

Selaku dosen pengajar dan pembimbing yang telah memberikan saran, ide, menambahkan dorongan
masukan, materi pendukung serta bimbingan kepada penulis. Untuk mempelajari lebih terkait
sanitasi air bersih dan air kotor rumah sederhana.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari seutuhnya bahwa masih jauh dari kata sempurna baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami terbuka untuk menerima segala
masukan dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sehingga kami bisa melakukan
perbaikan makalah ini sehingga menjadi makalah yang baik dan benar.

Akhir kata kami meminta semoga makalah sanitasi air bersih dan sanitasi air kotor rumah
sederhana ini bisa memberi manfaat ataupun inpirasi pada pembaca, terim kasih.

Jakarta, 12 Oktober 2019

Bagas Ervan Santoso Syaiful Umam Robby Mayarso T. H.


41119110117 41119110118 41119110119

Rinto H. Sitorus Dean Yudistira Siti Fatimah


41119110121 41119110122 41119110204

2
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

DAFTAR ISI

COVER / JUDUL……………………………………………………………………..……1
KATA PENGANTAR……………..………………………………………………………2
DAFTAR ISI………………………...……………………………………………………..3
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………………………………………………………................4
B. Pengertian Sanitasi menurut para ahli……………………………………………….4
C. Ruang Lingkup Sanitasi……………………………………………………………..5
D. Tujuan Sanitasi Secara Umum………………………………………………………6
E. Manfaat Sanitasi Bagi Manusia…………………………..…………………………6
BAB II. PEMBAHASAN
A. Sistem Sanitasi Bangunan…………………………………………………………...7
a. Instalasi / Jaringan Air Bersih…………………………………………………...7
b. Alat – Alat Sanitair……………………………………………………………..10
B. Sistem Drainase Bangunan………………………………………………………...11
a. Instalasi / Jaringan Air Kotor…………………………………………………..11
b. Perlengkapan Drainase………………………………………………………...13
C. Contoh Desain Sistem Sanitasi & Drainase………………………………………..18
1. Denah Instalasi Air Bersih……………………………………………………..18
2. Denah Instalasi Air Kotor……………………………………………………...18
3. Gambar Rencana Denah Sanitasi yang menunjukan…………………………...19
4. Gambar Detail Khusus yang menunjukan……………………………………...20
5. Gambar Isometrik yang menunjukan…………………………………………..21
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan…… …………………………………………………………………..22
B. Saran……………………………………………………………………………….23
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….24

3
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Apa yang dimaksud dengan sanitasi (sanitation). Secara umum, pengertian sanitasi
adalah suatu upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mewujudkan dan menjamin kondisi
lingkungan (terutama lingkungan fisik, yaitu tanah, air, dan udara) yang memenuhi syarat-
syarat kesehatan.

Pendapat lain mengatakan arti sanitasi adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan
kesehatan masyarakat, terutama penyediaan air minum bersih dan pembuangan limbah
yang memadai. Sanitasi dapat membantu mencegah timbulnya penyakit dengan cara
pengendalian faktor-faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan rantai penularan
penyakit.

Dengan kata lain, sanitasi adalah perilaku manusia yang disengaja untuk membudayakan
kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk mencegah manusia terkontaminasi langsung
dengan bahan-bahan kotor dan berbahaya dengan harapan bisa menjaga dan
memperbaiki tingkat kesehatan manusia.

B. Pengertian Sanitasi Menurut Para Ahli

1. Edward Scoot Hopkins


Menurut Edward Scoot Hopkins (1983), pengertian sanitasi adalah cara
pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh
terhadap kesehatan.

2. Richard Sihite
Menurut Richard Sihite (2000:4), pengertian sanitasi adalah suatu usaha
kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatan kepada usaha kesehatan
lingkungan hidup manusia.

4
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

3. Azrul Azwar
Menurut Azrul Azwar MPH, arti sanitasi adalah cara pengawasan terhadap
berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan
masyarakat.

4. World Health Organization (WHO)


Menurut WHO, pengertian sanitasi adalah pengendalian semua faktor lingkungan
fisik manusia yang dapat menimbulkan akibat buruk terhadap kehidupan manusia,
baik fisik maupun mental.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)


Menurut KBBI, arti sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu
keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat

C. Ruang Lingkup Sanitasi

Sanitasi berhubungan dengan sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran


manusia, serta pemeliharaan kondisi higienis melalui pengelolaan sampah dan limbah cair.

Mengacu pada pengertian sanitasi di atas, adapun beberapa hal yang termasuk dalam
ruang lingkup sanitasi adalah sebagai berikut:

1. Penyediaan air bersih/ air minum (water supply): ini meliputi pengawasan terhadap
kualitas, kuantitas, dan pemanfaatan air.
2. Pengolahan sampah (refuse disposal): ini meliputi cara pembuangan sampah,
peralatan pembuangan sampah dan cara penggunaannya.
3. Pengolahan makanan dan minuman (food sanitation): ini meliputi pengadaan,
penyimpanan, pengolahan, dan penayajian makanan.
4. Pengawasan/pengendalian serangga dan binatang pengerat (insect and rodent
control): ini meliputi cara pengendalian serangan dan binatang pengerat.
5. Kesehatan dan keselamatan kerja: melakukan kegiatan K3 (baca: pengertian K3)
meliputi ruang kerja (misalnya dapur), pekerjaan, cara kerja, dan tenaga kerja.

5
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

D. Tujuan Sanitasi Secara Umum

Pada dasarnya sanitasi bertujuan untuk menjamin kebersihan lingkungan manusia


sehingga terwujud suatu kondisi yang sesuai dengan persyarakat kesehatan. Selain itu,
sanitasi juga bertujuan untuk mengembalikan, memperbaiki, dan mempertahankan
kesehatan manusia.

Dengan terwujudnya kondisi lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan maka proses
produksi akan semakin baik dan menghasilkan produk yang sehat dan aman bagi
manusia. Secara umum, berikut ini adalah contoh tindakan sanitasi lingkungan:

 Membuat dan mengatur saluran pembuangan air hujan di pinggir jalan.


 Membuat dan mengatur saluran pembuangan limbah rumah tangga (dapur dan
kamar mandi).
 Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
 Penyediaan fasilitas toilet umum yang bersih dan terawat.
 Pengelolaan limbah/ sampah dengan baik, teratur, dan berkesinambungan.
Misalnya dengan memilah sampah plastik, kertas, organik, kaca, dan logam.

E. Manfaat Sanitasi Bagi Manusia

Sanitasi memberikan banyak manfaat bagi lingkunan manusia, khususnya lingkungan


fisik; tanah, air, dan udara. Secara singkat, berikut ini adalah beberapa manfaat sanitasi
bagi kehidupan manusia:

 Terciptanya kondisi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi manusia.
 Mencegah timbulnya penyakit-penyakit menular.
 Mencegah atau meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan.
 Mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya polusi udara, misalnya bau
tidak sedap.
 Menghindari pencemaran lingkungan.
 Mengurangi jumlah persentase orang sakit di suatu daerah

6
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sistem Sanitasi Bangunan


Setiap bangunan harus memiliki syarat-syarat teknik kesehatan yang meliputi:
 menjaga kesehatan lingkungan, dan
 mencegah pengotoran lingkungan
Dari hal tersebut diatas, maka setiap bangunan harus dilengkapi dengan:
 Fasilitas penyediaan air bersih
 Fasilitas perlengkapan sanitasi dan saluran pembuangannya.
Pada perencanaan sistem sanitasi bangunan dapat di uraikan lebih lanjut menjadi 2
bagian, yaitu :
- Instalasi / Jaringan Air Bersih
- Alat – alat sanitair
a) Instalasi / Jaringan Air Bersih :

Sumber – sumber air bersih


- Perusahaan Air Minum (PAM)
- Sumber setempat (sumur / mata air artesis)

Persyaratan air bersih untuk Air minum, Mandi, Cuci


- Jernih
- Tidak berwarna
- Tidak berbau
- Kadar bakteri rendah

Persyaratan untuk sistem jaringan


- Tidak mengganggu sistem struktur bangunan
- Tidak mengurangi estetika
- Terlindung
- Peralatan saniter memenuhi standar

7
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

Skema jaringan air bersih dari PAM


Saluran
Tersier

Saluran
Sekunder

Saluran
Primer

PAM

Reservoar

Kran
Kebakaran
Box Meter Konsumen

Skema jaringan air bersih dari local

Bak Penampungan /
Tandon

Pipa Pipa
Tekan Distribusi

Pompa
Distribusi
Air Minum

Pipa Hisap
Mandi

Cuci

Sumur Artesis

8
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

Dimensi Pipa pada Jaringan

1
- Di halaman = 12” s.d. 2”

- Menempel dinding bangunan = 1”


1 3
- Menembus bangunan = 2” atau 4”
3 3 1
- Ukuran kran = ” , ” dan ”
8 4 2

Perlengkapan pada Bak Penampung / Tandon

Keuntungan penggunaan tandon adalah dapat menyimpan air / terdapat

persediaan air pada waktu listrik padam / aliran PAM mati. Yang perlu di perhatikan

adalah perawatan / pemeliharaan bak tandon secara periodic.

9
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

b) Alat – Alat Sanitair :

- Bath tub

Untuk mandi, di lengkapi kran air dingin dan kran air panas

- Shower

Untuk Pancuran air mandi

- Closet

Untuk buang air besar / kecil, dengan model jongkok / duduk

- Urinoir

Untuk buang air kecil khusus pria

- Bidet

Untuk buang air kecil khusus wanita

- Wastafel / Lavatory

Untuk Cuci tangan

- Zink

Untuk cuci piring / dapur

10
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

B. SISTEM DRAINASE BANGUNAN


Pada perencanaan sistem drainase bangunan dapat di uraikan lebih lanjut menjadi 2
bagian, yaitu :
- Instalasi / Jaringan air kotor
- Perlengkapan drainase

a) Instalasi / Jaringan Air Kotor :

Sistem Jaringan
- Sistem Terbuka
Untuk air hujan / saluran yang tidak menimbulkan bau
- Sistem Tertutup
Untuk saluran yang menimbulkan pencemaran / polusi

Dalam pelaksanaannya untuk saluran tertutup di pisah menjadi 2, yaitu :


 Saluran dari WC >>> Septitank >>> Peresapan
 Saluran dari Kamar Mandi / Dapur / Cuci >>> Peresapan

11
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

Persyaratan untuk sistem jaringan


- Jaringan tidak boleh langsung masuk ke saluran kota, kecuali saluran air hujan
- Sistem harus di lengkapi trap yang berfungsi sebagai penahan bau dari saluran
pembuang
- Jaringan di buat spendek mungkin
- Jangan terlalu banyak bangunan

- Belokan tidak boleh tajam < 90⁰


- Pertemuan dan belokan di beri bak control
- Kemiringan saluran Minimal 1 %
- Perlu perawatan secara periodic
Saluran air hujan
- Air hujan dari cucuran atap serta ruang terbuka / halaman di salurkan ke saluran
kota (jika sudah tersedia) atau di buatkan peresapan local
- Saluran dibuat terbuka agar mudah di bersihkan
- Menggunakan pipa ½ Dia. 20 cm
- Sebaiknya di buatkan peresapan tersendiri sebagai usaha konservasi air tanah
- Pada bagian yang terkena sirkulasi diberi / di tutup dengan pelat beton / kisi –
kisi besi beton
- Pada pertemuan dan belokan di beri bak control
Riolering
Riolering adalah saluran pembuangan. Dalam bangunan (rumah tinggal) terbagi menjadi
dua, yaitu:
1. Riolering rumah,
Yaitu semua jaringan pembuangan di dalam dan diluar rumah serta bak kontrol dan bak
penampungannya, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik/penghuni
bangunan.
2. Riolering kota,
Yaitu semua jaringan saluran terbuka dan tertutup, yang menerima pembuangan dari
riolering rumah / bangunan. Sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan wewenang
Pemerintah Daerah.

12
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

b) Perlengkapan Drainase :

Peresapan Air Hujan

Septic Tank
Berfungsi sebagai tempat proses penghancuran
disposal padat secara biologis / dibantu
bakteri pembusuk.

Contoh penentuan dimensi ruang penghancur :

Kebutuhan air / orang / hari = 25 liter


Kotoran hancur dalam waktu = 3 hari
Tinggi air dalam septic tank (T) = 150 cm = 1,5 m
Volume air (V) = 15 x 25 x 3 = 1125 liter = 1,125 m³
Misal di rencanakan Panjang ruang (P) = 1 m
𝑉 1,125
Maka lebar ruang (L) = = = 0,75 m
𝑇.𝑃 1,5 .1

13
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

Kapasitas Dimensi dalam cm


Tampung T P L
15 orang 150 100 75
25 orang 150 150 100
50 orang 150 250 120
100 orang 150 250 120
150 orang 150 300 150
200 orang 150 300 150

Peresapan Air Kotor


Berfungsi sebagai filter aliran air dari septic tank sebelum meresap ke dalam tanah
Terdapat 2 model peresapan, yaitu :
- Model Memanjang
Dipergunakan bila halaman cukup luas / tanah merupakan lapisan pasir
- Model Sumuran
Dipergunakan pada halaman yang sempit / lapisan tanah bagian atas tidak mudah
meresap air

Peresapan model memanjang

Kapasitas Panjang
Tampung Peresapan
15 orang 5m
25 orang 7m
50 orang 10 m
100 orang 12 m

14
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

Peresapan model sumuran

Bak Kontrol Air Kotor


Berfungsi untuk pemeliharaan jaringan secara periodic
Penempatan bak control, yaitu :

‘- dibuat pada setiap jarak Panjang 6 m

‘- pada jaringan pipa yang membelok

15
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

‘- pada pertemuan pipa jaringan

Bak Kontrol dari aliran WC

Bak Kontrol dari limbah cuci

16
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

Hubungan Septic Tank dan Rembesan dengan Sumber Air Bersih

1. jarak yang baik antara septic tank/rembesan dengan sumber air bersih (sumur) adalah

minimal 8 – 10 meter.

2. pada kondisi tanah miring/berkontur, maka letak sumber air bersih harus berada pada

bagian yang lebih tinggi dari septic tank/rembesan.

3. penempatan septic tank idealnya sedekat mungkin dengan WC, untuk mengurangi

kemungkinan mampat.

Persyaratan dan Prinsip Saluran Pembuangan

1. Pemipaan atau pembuatan saluran harus dipikirkan untuk jarak yang terdekat/terpendek

agar dapat lebih ekonomis (dengan cara mengelompokkan ruang-ruang basah pada

satu area, dan menempatkan septic tank dekat dengan area kamar mandi/WC)

2. sedikit mungkin saluran berada di bawah lantai bangunan (dengan jalan membuat WC /

kamar mandi dekat dengan dinding luar)

3. melengkapi saluran dengan bak-bak kontrol agar mudah apabila ada kemampatan.

4. apabila terpaksa ada saluran yang dibelokkan atau dimiringkan, maka sebaiknya tidak

lebih dari 1 – 2 % saja kemiringannya untuk mencegah kemampatan.

17
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

C. CONTOH DESAIN SISTEM SANITASI & DRAINASE

1. Denah Instalasi Air Bersih

2. Denah Instalasi Air Kotor

18
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

3. Gambar Rencana Denah Sanitasi yang menunjukan :

a. Sistem Air Bersih Mulai dari pipa air bersihPDAM atau dari sumur dalam sampai ke
tangki bawah.
b. Sistem Air Kotor dan Air Kotoran Mulai dari pipa tegak sampai ke Instalasi
Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau saluran air limbah kota.
c. Sistem Air Hujan Mulai dari pipa tegak sampai ke sumur resapan dan dari drainase
halaman ke saluran drainase kota, lengkap dengan diameter pipa dan
kemiringannya, bak kontrol dan elevasinya berdasarkan “peil” Priok.

4. sdjsdjsljadlsd

Rencana Sanitasi Rumah Tinggal

19
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

4. Gambar Detail Khusus yang menunjukan :

a. Contoh area yang rumit, denah tata letak alat plambing, pemipaan, diameter pipa
dan kemiringannya untuk setiap lantai, lengkap dengan elevasi dan peruntukan
ruang yang dilalui jalur pipa.

b. Potongan memanjang dan melintang bangunan di mana penempatan alat


plambing, jalur pipa dan perlengkapan pada struktur bangunan.

Gambar Denah Detail KM / WC

Gambar Potongan Detail KM / WC


20
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

Gambar Potongan Detail KM / WC


5. Gambar Isometrik yang menunjukan :

Gambar isometric pipa lengkap dengan diameter dan kemiringannya serta alat plumbing
untuk setiap lantai yang berbeda (titpikal), lengkap dengan elevasi dan peruntukan ruang
yang di lalui jalur pipa.

Gambar Kerja Isometri Perpipaan Plumbing


21
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka penulis mampu menyimpulkan bahwa:

Sanitasi Rumah Sederhana

Setiap bangunan harus memiliki syarat-syarat teknik kesehatan yang meliputi:


1. menjaga kesehatan lingkungan, dan
2. mencegah pengotoran lingkungan

Dari hal tersebut diatas, maka setiap bangunan harus dilengkapi dengan:
1. Fasilitas penyediaan air bersih
2. fasilitas perlengkapan sanitasi dan saluran pembuangannya.

Air Bersih

Sumber pengadaan air bersih:


1. Air tanah (pompa)
2. jaringan PAM
Kebutuhan air bersih untuk bangunan perumahan adalah 100 – 120 liter/ orang/hari.
Kebutuhan air bersih untuk rumah tinggal yang utama meliputi:
1. Kamar mandi
2. Washtafel
3. Dapur, dan
4. Cuci
Instalasi air bersih meliputi jaringan pipa mendatar dan jaringan pipa vertical, dengan
menggunakan bahan pipa paralon (PVC), atau pipa besi galvanis, dengan ukuran diameter
pipa ½”, ¾” dan 1”.

Air Kotor

Saluran pembuangan air kotor terbagi menjadi:


1. Air hujan
2. Air Limbah, yang terbagi lagi menjadi:
a. limbah dapur dan mandi cuci
b. limbah WC

22
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

Riolering

Riolering adalah saluran pembuangan. Saluran pembuangan ini dapat berupa saluran
tertutup atau saluran terbuka.

Septic Tank

Septic tank berguna sebagai bak penampung dan pengolahan untuk mengendapkan
kotoran padat dan membuang air luapannya ke dalam resapan atau (apabila sudah cukup
bersih) kedalam riolering kota.
Berdasarkan jumlah penghuni/pengguna bangunan, volume septic tank adalah sebesar +1
M3/orang.

B. SARAN

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis
akan lebih fokus dan detail didalam menyebutkan perihal makalah di atas bersama
sumber–sumber yang lebih banyak yang tentunya mampu di pertanggung jawabkan.

Untuk wejangan mampu berisi kritik atau saran kepada penulis supaya mampu untuk
menanggapi terhadap analisis berasal dari bahasan makalah yang sudah dijelaskan.
Untuk bagian paling akhir berasal dari makalah adalah daftar pustaka.

23
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA
PERKULIAHAN GAMBAR BANGUNAN KELOMPOK 2

DAFTAR PUSTAKA

 Herry Fitriyadi, S.Pd. 2009 / 2010 : Sistem Sanitasi dan Drainase Pada Bangunan
Di ambil dari :
https://slideplayer.info/slide/12641321/?_gl=1*1o7sbqt*_ga*cF9GbEZLYm5kczVS
dk9rMUM3cnVwZHlhWGxubFVFT0lMaFEzREo3Y2JHZlFYZV82NWd1OC0yVTRZ
dFJKSHpTSw

 Pengertian Sanitasi adalah ?


Di ambil dari : https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-sanitasi.html

Di Periksa dan Di Setujui Oleh :


Dosen Pembimbing Dosen Pembimbing

( Oties T Tsarwan, ST, MT ) ( Ir. Nuning Chaerani )


Tgl. 23 November 2019 Tgl. 23 November 2019
Dosen Pembimbing Dosen Pembimbing

( Ir. Arif Budi Santoso ) ( Didik Siswanto, ST )


Tgl. 23 November 2019 Tgl. 23 November 2019

24
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA