Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH PENDIDIKAN KEWIRAHUSAAN

"MENGOBSERVASI BAJU GARENG T-SHIRT"

Fikriani Izzah S : 20180720135


Yani : 20180720148
Intan Riana : 20180720166
Hanif Khairun N : 20180720

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADYAH YOGYAKARTA
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirt Allah SWT karena atas rahmat dan
karunia-Nya makalah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Makalah ini kami
buat agar pembaca dan penulis dapat lebih memahami dan menambah wawasan
tentang kewirausahaan.
Penyusun menyadari bahwa penyusunan laporan Magang Industri ini
tidak terlepas dari bantuan para pembimbing dan pihak-pihak lain. Oleh karena itu
dalam kesempatan ini penyusun menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

1. Bapak Suryatma Andarto selaku pemilik Gareng T-shirt yang telah


memberikan kesempatan untuk melaksanakan Observasi.
2. Ibu Miftakhul Khasanah, S.T.P., M.Si. Selaku Dosen Pendidikan
Kewirausahaan yang memberikan bimbingandan masukan dalam penyusunan
makalah.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena
keterbatasan kemampuan dan kekurangan yang ada pada kami. Oleh karena itu kami
meminta maaf dan mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna kesempurnaan
penyusunan selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan pembaca pada
umumnya.

Yogyakarta, 14 November 2019


Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................


KATA PENGANTAR .................................................................................
DAFTAR ISI ................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................
A. Latar Belakang ................................................................................
B. Rumusan Masalah...........................................................................
C. Tujuan Penulisan ............................................................................
D. Manfaat Observasi ..........................................................................
BAB II KAJIAN TEORI ............................................................................
A. Usaha Kecil ......................................................................................
a) Pengertian usaha kecil ..............................................................
b) Kriteria usaha kecil ...................................................................
c) Ciri-ciri usaha kecil ...................................................................
d) Contoh usaha kecil ....................................................................
BAB III METODE ......................................................................................
B. Lokasi Observasi dan Wawancara ................................................
C. Metode Pengambilan Data .............................................................
BAB IV LAPORAN HASIL OBSERVASI ...............................................
A. Topik Wawancara ...........................................................................
B. Profil Perusahaan Dan Pemilik Perusahaan ................................
C. Sejarah Gareng T-Shirt ..................................................................
D. Proses Produksi ...............................................................................
E. Pemasaran ........................................................................................
F. Mengahadapi persoalan .................................................................
G. Daftar Pertanyaan Hasil Wawancara ...........................................
BAB III PENUTUP .....................................................................................
A. Kesimpulan ......................................................................................
B. Saran ...............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berwirausaha merupakan salah satu cara seseorang untuk bekerja dan menitih
karir untuk kehidupan mereka di masa yang akan datang. Dengan berwirausaha
dapat pula membukakan lapangan pekerjaan baru bagi orang-orang yang
membutuhkan atau sedang mencari sebuah pekerjaan, selain itu dapat membantu
tugas pemerintah dalam mengurangi pertumbuhan pengangguran di negeri ini.
Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan ikut memiliki andil dalam mendorong
praktik-praktik kewirausahaan yang pada akhirnya memunculkan berbagai
penemuan-penemuan produk dan jasa baru bagi konsumen. Hal ini tentunya
membuka peluang kerja baru, membuka pasar baru, dan dalam jangka panjang
akan mampu menciptakan pertumbuhan usaha di berbagai sektor.
Bisnis konveksi salah satu bisnis yang berkembang di Indonesia. karena
pakaianmerupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, maka pasar untuk
menjualnya akan selalu ada. Pengusaha pun tidakkehabisan akal untuk berinovasi
untukmemanfaatkan kebutuhan manusia yang paling dasar. Prospek
pengembangan usahakonveksi sangat menjanjikan mengingat pakaian adalah
kebutuhan primer(sandang) selain makanan (pangan) dan perumahan (papan).
Kebutuhan akanpakaian ini mutlak harus dipenuhi mengingat sangat diperlukan
untukkelangsungan hidupnya. Salah satunya Gareng T-shirt yang menyediakan
pakaian dengan berbagai desain yang unik serta menjadi buah tangan wisatawan
yang sedang berkunjung di Yogyakarta.

B. Rumusan Masalah
Dalam laporan observasi ini akan dibahas beberapa masalah yaitu :
1. Bagaimana sejarah usaha Gareng T-shirt ?
2. Bagaimana proses produksi Gareng T-shirt ?
3. bagaimana pemasaran dan permodalan Gareng T-shirt?
4. bagaimana cara mengahapi kendala permasalahan ?

C. Tujuan Penulisan
1. Dapat mengetahui sejarah usaha Gareng T-shirt.
2. Dapat mengetahuiproses produksi Gareng T-shirt.
3. Dapat mengetahuipemasaran dan permodalan Gareng T-shirt.
4. Dapat mengetahuicara mengahapi kendala permasalahan.

D. Manfaat Observasi
Dengan pengadaan observasi ini maka akan diperoleh manfaat Bagi penulis :
1. Dapat memahami sejarah Gareng T-shirt.
2. Dapat memahami proses produksi Gareng T-shirt.
3. Dapat memahami pemasaran dan permodalan
4. Dapat memahami kendala atau permasalahan yang dihadapi pelaku UKM
Gareng T-shirt.
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Usaha Kecil
Pengertian usaha kecil
Usaha mikro berdasarkan UU No 20 Tahun 2008 adalah usaha ekonomi
produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan
usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang
dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari
Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

Kriteria usaha kecil


a. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
b. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta
rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus
juta rupiah).

Ciri-ciri usaha kecil


a. Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang
berubah
b. Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah;
c. Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana,
keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah
membuat neraca usaha;
d. Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP;
e. Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira usaha;
f. Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal;
g. Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti
business planning.

Contoh usaha kecil


a. Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja;
b. Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya;
c. Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan,
industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan
tangan;
d. Peternakan ayam, itik dan perikanan, Koperasi berskala kecil.
BAB III
METODE

A. Lokasi Observasi dan Wawancara


Observasi yang kami lakukan :
1. Rumah Kediaman Bapak Suryatma Andarto di desa Brajan Rt 07 Tamantirto
Kasihan Bantul,
2. Tempat produksi Gareng T-shirt di desa Brajan Rt 04 Tamantirto Kasihan
Bantul,
3. Showroom GarengT-shirt di Jl. Jogja Ring Road Sel. No.1, Gonjen,
Tamantirto, Kec. Kasihan, Bantul,
4. Gareng T-Shirt Sosrowijayan Malioboro, di Jalan Sosrowijayan No.19,
Sosromenduran, Gedong Tengen, Yogyakarta

B. Metode Pengambilan Data


Wawancara dilakukan dengan sifat terbuka antara pengelola usaha Gareng T-shirt
dengan observer, penulis telah mempersiapkan beberapa pertanyaan yang akan
ditanyakan. Pengumpulan data ini dilakukan dengan sebenarnya dan apa yang telah
diketahui penulis dan apa yang telah dijelaskan pemilik usaha Gareng T-shirt
tersebut.

1. Observasi
Dalam observasi dan wawancara ini dapat digunakan penulis untuk
mengetahui bagaimana cara untuk melakukan usaha atau berwirausaha. Selain
itu juga dapat mengetahui strategi mengelola dalam usaha Gareng T-shirt
tersebut.
2. Catatan Lapangan.
Dalam observasi ini catatan lapangan yaitu berupa hasil wawancara antara
penulis dengan pemilik usaha Gareng T-shirt seputar berdirinya usaha dan
manajemen usahanya.

3. Dokumentasi
Dokumentasi dalam observasi dan wawancara ini adalah berupa pengambilan
sampel foto dalam proses produksi Gareng T-shirt.

4. Browsing
Mencari data didalam internet
BAB IV
LAPORAN HASIL OBSERVASI

A. Topik Wawancara
Topik yang kita bahas dalam mata pelajaran Pendidikan Kewirausahaan kali ini
adalah Gareng T-Shirt. Gareng T-Shirt ini merupakan sebuah merk yang sudah
terkenal di Jogja, dan salah satu tempat yang menyiapkan kaos yang memiliki
macam desain yang unik pada gambar dan tulisannya. Tidak hanya itu Gareng T-
Shirt ini juga bahkan menjadi oleh-oleh kaos jogja yang murah dan berkualitas
tinggi.

B. Profil Perusahaan Dan Pemilik Perusahaan


o Profil Perusahaan Gareng T-Shirt
1) Nama Perusahaan : Gareng T-Shirt
2) Alamat tempat Produksi : Brajan Rt 04 Tamantirto Kasihan Bantul
3) Alamat : Jl. Jogja Ring Road Selatan No.1, Tamantirto,
Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
4) Tahun Berdiri : 2002 - Sekarang
5) Daerah Pemasaran : Yogyakarta dan Luar kota
o Profil Pemilik Perusahaan Gareng T-Shirt
1) Nama Pemilik : Bapak Endarto
2) Alamat Pemilik :Brajan Rt 07 Kasihan Bantul
3) Tempat lahir : Yogyakarta
4) Tanggal Lahir : 4 Mei 1966
5) Agama : Islam
6) Pendidikan :
- 1973 – 1979 SD Netral 2 Bantul
- 1979 – 1982 SMP BOPKRI 2
- 1982 – 1985 SLTA MATARAN
C. Sejarah Gareng T-Shirt
Gareng T-Shirt ialah sebuah merk yang sudah terkenal di Jogja, dan merupakan
salah satu tempat produksi kaos-kaos oblong khas jogja yang sudah berdiri sejak
tahun 2002 oleh Bapak andarto yang awalnya hanya menjual sendiri kaos ini
didaerah Malioboro (kaki lima) dan kini sudah memiliki berbagai cabang di
Malioboro dan luar Jogja. Penamaan Gareng T-Shirt sendiri terinspirasi dari salah
satu tokoh pewayangan yakni Gareng dimana tokoh tersebut memiliki karakter yang
lucu. Gareng sendiri ternyata juga memiliki singkatan yakni gaul, keren, dan gaya
dimana seperti desain-desain yang unik dengan gambar dan tulisan yang ada pada
kaos merk Gareng tersebut.
Selain memiliki gambar dan tulisan yang unik, harga kaos di Gareng T-Shirt ini
terjangkau murah dan berkualitas tinggi. Biasanya tulisan maupun gambar yang
dipakai pada kaos Gareng diambil pada momen yang sedang trend di Jogja maupun
yang tengah trend di dunia maya. Berbagai jenis dan ukuran ada di Gareng T-Shirt
ini. Pada awal permodalan bapak andarto dimulai dengan uang sendiri dan meminjam
bank. Sebelum mendirikan Gareng T-shirt, beliau berjualan baju di malioboro,
dengan membeli baju dan memasarkan kembali, dengan begitu beliau paham
bagaimana situasi dalam pasar serta beliau memiliki banyk kenalan
Beliau berpendapatbahwa memproduksi baju kaosberbeda dengan memproduksi
kethring dan makanan, apabila makanan tidak laku akan basi atau busuk dan
sebagainya sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar. beliau memilih kaos
walaupun tidak laku sekarangpun besok tahun depan sampai 3 tahun kedepan masih
bisa di jual, terpenting selalu mengembangkan inovation desain. Walaupun ada
expayet tapi kita masih berani jual, Omset yang diperoleh dari semua showroomnya
mencapai 500.000.000/bulan

D. Proses Produksi
Dalam proses produksi bahan yang digunakan ada yang polyester , ada juga
katun seperti katun kardet, katun kombet dan banyak jenisnya. Yang sering di
produksi dan di unggulkan bahan katun karena mengikuti selera konsumen yang
lebih banyak memilih atau membeli bahan katun.( katun kardet bahan menyerap
keringat, tidak panas dan harga terjangkau). sablon yang di gunakan bermacam-
macam, ada yang harganya mulai dari 20.000-150.000, untuk yang standar di
malioboro yang harganya 45.000.
Prosenya Bahan dari gulungan rol pabrik di potong sehari bisa mencapai 3000
kain, selanjutnya ada yang di sablon dan ada juga yang di jahit terlebih dahulu, Ada 2
teknis penjahitnya yaitu menggunakan pegawai dan menggunakan masyarakat
sekitar, saat selesai penyablonan ditunggu hingga mengering baru setelah itu tahap
terakhir di packing. Kemudian semua ukuran di buat disini dari ukuran anak-anak
sampai jumbo.

E. Pemasaran
Dalam marketing pemasarannya melalui non online dan online, awal-awal
pemasaran dahulu melalui media lebih tepatnya majalah dan yellow pages (buku
telvon). Dijogja sendiri sudah ada 4 yaitu di sekitar Malioboro dan Sosrowijayan ada
juga pemasaran ke luar jogja tapi bukan menggunakan merk, hanya memakai nama
kota mereka dan desainnya menggunakan karakter daerah mereka masing-masing
atau sesuai dengan permintaan dalam pemasaran pusat ada di ring road selatan,
banyak wisatawan yang datang dalam jumlah rombongan dan di ring road selatan
ada parkir luas cukup untuk menampung banyak bis, sedangkan pemasaran ada di
Malioboro karena disana Malioboro adalah pusat semua wisatawan, dalam pemilihan
desain kami melihat motif dan corak yang disukai konsumen dan yang sedang
ngetrend dikalangan masyarakat. Setiap saat mengupdate desain yang sedang
ngetrend baik didalam maupun diluar.

F. Mengahadapi Persoalan
Disaat penjualan sepi menggunakan strategi mengurangi dari jumlah produksi,
misal sehari nyetak 3000 menjadi 2000. Seumpama sampai rugi yang fatal, kami
harus suplay dana dari bank lagi, supaya usaha ini selalu jalan. Dalam gareng t-shirt
tidak ada organisasi antar karyawan, biasanya ada rapat dengan seluruh karyawan
untuk membahas kinerja, dalam struktur ada sebagai bagian coordinator sablon,
coordinator menjait,kepala gudang dan keuangan atau akutansi. Untuk kemitraan
atau kejasama dengan konsumen di luar dan pelanggan yang tiap bulan pasti
memesan, yang lain hanya sebatas pedagang.Sedangkan kemitraan dari pemerintah
tidak ada. Saat permintaan naik ketika liburan pabrik selalu menyetok barang 1,5 /2
bulan sebelumya dan ketika surut biasanya jeda antara liburan sama sekolah mau
ujian jadi ada waktu-waktu tertentu kita mengurangi jumlah produksi. Apabila baju
yang diproduksi tidak laku laku maka akan dijual dengan harga aslinya dengan
tujuan bisa balik modal, kendala saat produksi dari penjahit, tukang sablon yang
kurang teliti atau dari bahan dari distributor yang tidak utuh.
Dianggap berhasil itu saat barang yang kami produksi itu sudah habis,laku
terjual. Karna saat barang produksi sudah habis berarti kita sukses dan berhasil bisa
menghabiskan produksi kami sampai keluar dan habis terjual.Yang pasti selalu
optimis, disaat lagi down disitulah kita berkaca diri mungkin ada kesalahan kita atau
akibat keteledoran kita, disaat kita lemah kita harus bangkit lagi menyemangati diri
sendiri untuk terus bangkit, jadikan itu sebuah pengalaman jangan sampai
mengulangi kesalahan yang fatal lagi. Jadi harus diingat bahwa kesalahan bukanlah
kegagalan, tapi kegagalan adalah kunci dan guru untuk kita maju lebih sukses lagi.
G. Daftar Pertanyaan Hasil Wawancara
1.Gareng T-Shirt itu usaha seperti apa dan Mengapa usaha ini di manakan
Gareng T-Shirt ?
jawab:
Saat pembentukan usaha ini pada tahun 2002, waktu itu terinspirasi oleh tokoh
wayang dan karakternya , desainnya sesuai dengan tokoh wayang dan watak karakter
tokoh, dimana tokohnya itu riacenaka serta memiliki unsur yang lucu, selanjutnya
gareng juga memilki singkatan yaitu (gaul,keren dan gaya), dan sesuai atau identic
dengan jogja (tokoh kejawaanya)
2. Apa saja yang di produksi oleh Gayang T-Shirt ini ?
Jawab:
Usaha ini memproduksi spesialis kaos tapi juga ada produksi sampingan yaitu tas,
tapi lebih khusunya kaos.
3. Bagaimana sejarah perkembangan usaha ini seperti apa?
jawab:
Pada perkembangannya di awal 2002 dengan menjual sendiri koas ini di daerah
malioboro (kaki lima), selanjutnya produsen serta pedagang yang lain tertarik hingga
meminta untuk di buatkan untuk di jual lagi, perkembangan gareng sreth ini di jual
sampai luar kota hingga sekarang.
4. Apakah usaha Gareng T-Shirt pernah mendapat penghargaan ?
jawab:
Belum pernah mendapat penghargaan dari pemerintah, tapi kalo survey-survei dari
sekolah, universitas,instansi dan banyak piagama pengahargaan dari kalangan
tersebut, yang berada di luar pulau jawa maupun di dalam pulau jawa. Kalau dari
pemerintah belum ada satu pun baik survey maupun peninjauan.
5. Mengapa memilih usaha baju kaos ini ?
jawab:
Karena memproduksi baju kaos ini beda dengan memproduksi kethring dan makanan,
kalau makanan saya berfikir kalau tidak laku akan basi busuk dan sebagainya
sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar. Saya memilih kaos walaupun
tidak laku sekarang besok tahun depan sampai 3 tahun kedepan masih bisa di jual,
yang penting kita inovatin desain, dan memang kaos ada expayed, tapi kita bisa jual
6. Bagaimana pemilihan tempat untuk produksi?
jawab:
Tempatnya yang paling efektif di tentu di pinggiran kota, tidak terlalu rame, lokasi
tanahnya masih standar, sedangkan di malioboro adalah tempat pemasara baju kaos
ini (grosir).
7. Bahan apa saja yang di gunakan dalam pembuatan baju kaos Gareng T-Shirt
ini?
jawab:
Bahannya ada yang polyester, ada juga katun seperti katun kardet, katun kombet dan
banyak jenisnya. Semua kita pake tapi yang sering di produksi dan di unggulkan
bahan katun karana mengikuti selera konsumen yang lebih banyak memilih atau
membeli bahan katun, karena yang enak dipake, harga terjangkau, yang nomor
2katun kardet bahan menyerap keringat, tidak panas,
8. Bagaimana cara pembuatannya kaos Gareng T-Shirt?
jawab:
Bahan dari gulungan rol pabrik di potong, selanjutnya ada yang di sablon dan ada
juga yang di jait terlebih dahulu setelah itu tahap terakhir di packing. Kemudian
semua ukuran di buat disini dari ukuran anak-anak sampai jumbo.
9. Berapa jumlah untuk pemotongan kain dalam sehari?
jawab:
Jumlah pemotongan sehari bisa sampai 3000 kain.
10. Bagaimana teknis penjaitannya, Apakah di jait sendiri atau di lepar
kemasyarakat untuk membantu?
jawab:
Ada 2 teknis ada yang di jait sendiri di dalam pabrik dan di sub di luar, jadi jika
hanya mengandalkan tenaga yang di dalam pabrik kurang mampu dan waktunya
tidak cukup, perbandingan yang di jait di dalam dan di sub di luar seimbang.
11. Berapa jahit kaos yang dapat di hasilkan dalam sehari?
jawab: :
jadi 1 sub atau 1 grup ada 4 orang dan rata-rata mereka mampu menghasislkan koas
bisa 100/200 kaos.
12. Apa jenis sablon yang di gunakan?
jawab:
sablon yang di gunakan bermacam-macam, ada yang harganya mulai dari 20.000-
150.000, tergantung kita pakek untuk produksi yang mana, untuk yang standar di
malioboro yang harganya 45.000 jenis karet, ada yang lebih murah jenisnya tapi
bukan sablon karet dan kurang diminati, setelah di sablon di packing tapi sebelunya
di sotir dahulu supaya kita bisa menggetahui apakah ada sablon yang rusak dan gagal
di produksi, jika ada yang rusak untuk konsumen pabrik akan bertanggung jawab.
13. Bagaimana aspek pemasaran kaos gareng T-Shirt?
jawab:
untuk marketing pemasarannya melalui non online dan online (grosir di malioboro
dan internet ada web dan Instagram).
14. Ketika awal merintis usaha ini bagaiama aspek pemasarannya?
jawab:
awal-awal pemasrannya dulu melalui media lebih tepatnya majalah dan yellow pages
(buku telpon).
15. Bagaimana modal awal membangun usaha ini ?
Jawab:
Modal awal itu dimulai dengan uang sendiri dan meminjam bank.
16. Bagaimana mengantisifasi kerugian ketika di pemasran sedang surut?
jawab:
ya kami kurangin dari jumlah produksi, misal sehari nyetak 3000 menjadi 2000.
Seumpama sampai rugi yang fatal, kami harus suplay dana dari bank lagi, supaya
usaha ini selalu jalan.
17. Bagaimana organisasi,kemitraan, dan personaliaan di Gareng T-Shirt ini?
jawab:
di gareng t-shirt tidak ada organisasi. Biasanya ada rapat karyawan diberikan
pengertian untuk mengejar produksi, melakukan musyawarah, Ada sebagai bagian
Koordinator sablon, Koordinator menjait,kepala gudang dan keuangan atau akutansi.
Untuk kemitraan atau kejasama dengan pabrik dan konsumen di luar, pabrik dengan
bahan, dan dengan pelanggan yang tiap bulan pasti memesan, yang lain hanya sebatas
pedagang biasa.
Sedangkan kemitraan dari pemerintah tidak ada.
18. Bagaimana pasang surut dari usaha Gareng T-Shirt?
jawab:
pasti pasangannya ketika liburan penjualan kaos ini meningkat jadi pabrik selalu
menyetok barang 1,5 /2 bulan sebelumya .dan ketika surut biasanya jeda antara
liburan sama sekolah mau ujian jadi ada waktu-waktu tertentu kita mengurangi
jumblah produksi.
19. Ketika kaos ini sudah terlalu lama atau desainnya ketinggalan (expayed) apa
yang bapak lakukan?
jawab:
kita jual dengan harga yang relative murah, tetapi tidak rugi hanya menggambalikan
modal awal saja, exp jadi saat kita mengeluarkan desain bar sangat laku, kemudian
buat lagi dan kurag minat maka dinamakan exp ditunggu 3-4 bulan, harus cepat
dihabiskan.
20. Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan dari usaha Gareng T-Shirt ini?
jawab:
a) kendala/kegagalan
kendala dari usaha ini ialah biasanya untuk diproduksi itu rata-rata dari pekerjanya
dari tukang sablon dan penjait kadang- kadang ada kesalahan jahit misalnya
seharusnya sempurna namun ada yang muntir dan pada saat penyablonan karna
memang kurang cermat membuat sablon ada yang meleset, serta dari bahannya karna
kami juga tidak tahu itu utuh atau tidak jadi untuk tukang potong pertama itu harus
seleksi karna faktor dari kegagalan tersebut bisa berasal dari kain yang kena bercak
bintik ataupun garis panjang lalu dipotong itu yang akan membuat kerugian yang
fatal bagi usaha ini
b) faktor keberhasilan
Bagi kami yang dianggap berhasil itu saat barang yang kami produksi itu sudah
habis,laku terjual. Karna saat barang produksi sudah habis berarti kita sukses dan
berhasil bisa menghabiskan produksi kami sampai keluar dan habis terjual.
21. Untuk SDM yang disini itu, lebih memilih orang dari luar atau hanya orang
sekitar lingkungan tempat bapak memproduksi kaos ini dan apa alasannya
Jadi dimanapun saya usaha, saya khususkan pada lingkungan sekitar dahulu jadi
kalau mereka ingin bekerja saya persilahkan namun kalau hanya untuk sekedar
mengisi waktu saja saya tidak bisa, karena disini saya ingin mengembangkan SDM
dilingkungan saya, yang tadinya menganggur jadi ada pekerjaan yang tadinya
pendapatannya kurang jadi bertambah.
22. Untuk pemasarannya kenapa bapak lebih memilih di Malioboro
Kenapa di Malioboro karena disana lebih efektif hanya di Malioboro adalah pusat
semua wisatawan
23. dimana saja cabang usaha bapak
Dijogja sendiri sudah ada 4 yaitu di sekitar Malioboro dan Sosrowijayan dll disitu
yang memakai produk-produk kami dan kami sendiri sedangkan yang diluar kota ada
banyak namun tidak menggunakan merk Gareng, hanya memakai nama kota mereka
dan desainnya menggunakan karakter sesuai daerah mereka masing-masing.
24. bagaimana dengan pemilihan desainnya
Untuk desain kami melihat motif dan corak yang disukai konsumen dan yang sedang
ngetrend dikalangan masyarakat. Jadi kami selalu mengupdate desain yang sedang
ngetrend baik didalam maupun diluar.
25. bagaimana dengan penggajian karyawan disini
Untuk penggajian karyawan kami sistemnya borongan jadi ada yang tiap minggu dan
ada yang perbulan. Tidak ada koperasi bekerjasama dengan bank BRI
26. apa motivasi bapak untuk generasi muda terus bangkit saat usaha sedang
down
Yang pasti selalu optimis, disaat lagi down disitulah kita berkaca diri mungkin ada
kesalahan kita atau akibat keteledoran kita, disaat kita lemah kita harus bangkit lagi
menyemangati diri sendiri untuk terus bangkit, jadikan itu sebuah pengalaman kita
harus optimis jangan sampai mengulangi kesalahan yang fatal lagi. Jadi harus diingat
bahwa kesalahan bukanlah kegagalan, tapi kegagalan adalah kunci dan guru untuk
kita maju lebih sukses lagi.
27. sebelum digareng kerja apa?
Jualan kaos di pkl malioboro, dengan kulakan dan menjual, maka beliau tau pasar dan
lapngan
28. Cara beliau meraih market
Beliau berawal dari bawah dan tau kondisi di pasar banyak kenalan
29. Cara bersaing
Kualitas dan desain yang inovatif
30. Omset
Omset dari seluruh showroom 500 jt/bln
31. Jumlah karyawan
Anggota sekitar 70an
32. kerjasama dengan masyarakat sekitar
Jumlah mitra masyarakat yaitu penjahit dari tetangga sekitar 20orang, ada sistem
pencatatan untuk pembagian penjahit, untuk kaos yang dibawa pulang bayarannya
lebih mahal karena mereka bahan benang dll dari sendiri. Banyak tukang sablon
belajar dari sini udah pintar kemudian keluar dan membikin usaha sablon sendiri
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan di perusahaan ini sebenarnya
untuk memulai suatu usaha di bidang fhasion, perlu adanya ketelatenan dan niat yang
kuat untuk mencapai tujuan kita dalam usaha. Tidak semua usaha yang kita pilih
langsung sukses, semua butuh pengorbanan, kerja keras, semangat, keuletan atau
ketelatenan dan selalu berfikir positif. Untuk mempertahankan pelanggan , usaha baju
Gareng T-shirt ini harus tetap mempertahankan kualitas dan selalu menampilkan
desain-desain yang baru yang selama ini menjadi pebeda dengan para pesaing, supaya
pelanggan tetap setia daan bertambah semakin banyak.

3.2 Saran
1. Perlu adanya inovasi terhadap desain serta kemasan agar tidak kalah oleh banyak
pesaing dan agar lebih menarik banyak pelanggan baru, namun juga harus tetap
menjaga kualitas produk yag di hasilkan
2. Usaha ini sebaiknya di turunkan ke anaknya mengingat usia pemilik yang sudah
mulai tua, agar pelanggan tetap ada dan tidak beralih ke yang lain.
DAFTAR PUSTAKA

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2014-2-02383-
MN%20Bab2001.pdf