Anda di halaman 1dari 34

Kel a s

XII

tes potensi akademik


KEMAMPUAN VERBAL

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut.
1. Dapat menentukan sinonim kata dengan prefiks yang beragam.
2. Dapat menentukan sinonim kata dengan sufiks yang beragam.
3. Dapat menentukan antonim kata yang disediakan pada soal.
4. Dapat menentukan pola hubungan atau analogi yang sepadan pada pasangan kata.

Tes kemampuan verbal merupakan tes yang menguji kemampuan seseorang dalam
menguasai bahasa dan perbendaharaan kata. Dalam SBMPTN, tes kemampuan verbal yang
biasa diujikan adalah sinonim, antonim, dan analogi verbal. Pada tes sinonim, peserta diminta
untuk menemukan kata yang memiliki kesamaan makna dengan kata yang ditanyakan pada
soal. Untuk tes antonim, peserta diminta untuk mencari lawan kata dari kata yang disediakan
pada soal. Sementara itu, untuk tes analogi verbal, peserta diminta untuk mencari kata-kata
yang memiliki hubungan sepadan dengan kata yang disediakan.

A. Sinonim
Dalam tes sinonim, kata-kata yang digunakan dapat beraneka ragam, bisa dari kata
serapan bahasa asing, bahasa daerah, bahasa sehari-hari, dan istilah dari suatu profesi
tertentu (kedokteran, teknik, pertanian, dan lain-lain). Peserta diharapkan memiliki
perbendaharaan kata yang cukup agar dapat menghadapi tes kemampuan verbal ini
dengan baik. Selain dengan latihan soal, membaca artikel, mencari kata-kata sulit, dan
menerjemahkan kata-kata serapan, peserta juga bisa memahami sinonim dari prefiks
(awalan) dan sufiks (akhiran). Hal ini dikarenakan kata-kata yang ditanyakan pada soal
SBMPTN tidak semuanya adalah kata dasar, melainkan ada beberapa kata yang diberi
imbuhan dan membentuk arti kata tertentu.

1. Pengertian Sinonim
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sinonim adalah bentuk bahasa yang
maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain. Secara lebih sederhana, suatu
kata dapat diketahui sebagai sinonim dari kata lain jika dalam kalimat yang sama, kata-
kata tersebut dapat saling menggantikan dengan memberikan makna yang sepadan.
Kata-kata yang memiliki kesamaan arti juga dapat dikatakan sebagai sinonim. Sinonim
biasa dihubungkan dengan tanda sama dengan (=).

2. Sinonim dengan Prefiks


a. Pengertian Prefiks
Prefiks atau awalan adalah imbuhan yang ditambahkan pada awal kata dasar. Kata
dasar yang diberikan awalan ini akan mengalami perubahan bentuk dan makna kata.
Proses penambahan prefiks pada kata dasar disebut dengan prefiksasi.
Mempelajari proses pembentukan kata dan memahami metode penambahan
afiks (imbuhan) merupakan kunci untuk dapat menyelesaikan dengan baik soal-soal
sinonim yang melibatkan prefiks. Selain itu, dengan mengerti makna kata dasar,
peserta tidak perlu menggunakan metode khusus, cukup melihat fungsi dan jenis
afiksnya saja. Berikut ini adalah prefiksasi secara umum.
1.) Awalan me-
Awalan me- berfungsi membentuk kata kerja aktif. Berikut ini adalah beberapa
ketentuan dalam menggunakan awalan me-.
• Awalan me- menjadi awalan meng- jika kata dasar diawali huruf /a/, /e/, /g/,
/h/, /i/, /u/, /o/, atau /k/. Contoh: angkat – mengangkat, hasut – menghasut,
dan lain-lain.
• Awalan me- menjadi awalan men- jika kata dasar diawali huruf /c/, /d/,
atau /j/. Contoh: catat – mencatat, data - mendata, dan lain-lain.
• Awalan me- menjadi mem- jika kata dasar diawali huruf /b/, /f/, atau /v/.
Contoh: baca – membaca, buka – membuka, dan lain-lain.
• Awalan me- menjadi meny- jika kata dasar diawali huruf /s/. Contoh:
sortir – menyortir, suntik – menyuntik, dan lain-lain.
• Awalan me- mengubah huruf awal kata dasar menjadi /m/ atau /n/ jika kata
dasar tersebut diawali huruf /p/, /t/, atau /k/. Contoh: pukul – memukul,
tikam – menikam, dan lain-lain.

2
• Awalan me- tidak mengalami perubahan jika kata dasar diawali huruf /l/,
/m/, /n/, atau /r/. Contoh: lipat – melipat, makan - memakan, dan lain-lain.
2.) Awalan pe-
Awalan pe- berfungsi membentuk kata benda. Berikut ini adalah beberapa
ketentuan umum dalam menggunakan awalan pe-.
• Awalan pe- menjadi awalan peng- jika kata dasar diawali huruf /a/, /e/, /g/,
/h/, /i/, /u/, /o/, atau /k/. Contoh: hancur – penghancur, gali – penggali, dan
lain-lain.
• Awalan pe- menjadi awalan pen- jika kata dasar diawali huruf /c/, /d/, atau
/j/. Contoh: dobrak – pendobrak, jual – penjual, dan lain-lain.
• Awalan pe- menjadi awalan pem- jika kata dasar diawali huruf /b/, /f/, atau
/v/. Contoh: bayar – pembayar, bicara – pembicara, dan lain-lain.
• Awalan pe- menjadi awalan peny- jika kata dasar diawali huruf /s/. Contoh:
suka – penyuka, sikat – penyikat, dan lain-lain.
• Awalan pe- mengubah kata dasar menjadi /m/ atau /n/ jika kata dasar tersebut
diawali huruf /p/, /t/, atau /k/. Contoh: pisah – pemisah, tulis – penulis, dan
lain-lain.
• Awalan pe- tidak mengalami perubahan jika kata dasar diawali huruf /l/,
/m/, /n/, atau /r/. Contoh: lupa – pelupa, rusak - perusak, dan lain-lain.
3.) Awalan ber-
Awalan ber- berfungsi membentuk kata kerja aktif. Contoh: tugas – bertugas.
Awalan ber- dapat berubah menjadi awalan be- jika kata dasar diawali huruf /r/.
Contoh: risiko – berisiko.
4.) Awalan per-
Awalan per- berfungsi membentuk kata kerja aktif. Awalan per- dapat berubah
menjadi awalan pe- jika kata dasar diawali huruf /r/. Contoh: rusak – perusak,
rantau - perantau, dan lain-lain.
5.) Awalan di-
Awalan di- berfungsi membentuk kata kerja dan memberikan arti pasif pada
kata dasar. Contoh: bayar – dibayar, masak – dimasak, dan lain-lain.
6.) Awalan ter-
Awalan ter- berfungsi membentuk kata kerja. Arti yang diberikan oleh awalan
ini merupakan arti pasif dan dapat pula menunjukkan sesuatu yang dilakukan
dengan tidak disengaja. Contoh: bawa – terbawa, hirup – terhirup, dan lain-lain.

3
7.) Awalan se-
Awalan se- berfungsi membentuk kata benda. Contoh: musim – semusim,
buruk – seburuk, dan lain-lain.
8.) Awalan ke-
Awalan ke- berfungsi membentuk kata kerja intransitif atau kata kerja yang
tidak memerlukan objek. Selain itu, awalan ke- juga berfungsi membentuk kata
benda. Contoh: luar – keluar, kasih – kekasih, dan lain-lain.

b. Macam-Macam Prefiks
Dalam Bahasa Indonesia, prefiks atau awalan terbagi menjadi dua macam berdasarkan
asal katanya, yaitu prefiks asli dan prefiks serapan.
1.) Prefiks asli
• Prefiks me-
Prefiks me- berfungsi membentuk kata kerja dengan beberapa makna
sebagai berikut.
o Melakukan suatu tindakan seperti yang tersebut dalam kata dasar.
Contoh: menari, menanam, memaku, dan lain-lain.
o Menjadi atau membuat jadi. Contoh: meninggi, menua, menguning,
dan lain-lain.
o Mengerjakan dengan menggunakan alat. Contoh: mendongkrak,
mengunci, menyapu, dan lain-lain.
o Berbuat seperti atau dalam kondisi sebagai. Contoh: membabi buta,
merajalela, membisu, dan lain-lain.
o Mencari atau mengumpulkan. Contoh: menyelidiki, menimbun,
menelusuri dan lain-lain.
• Prefiks pe-
Prefiks pe- berfungsi membentuk kata kerja, kata sifat, dan kata benda
dengan beberapa makna sebagai berikut.
o Sebagai pelaku tindakan yang disebut dalam kata dasar. Contoh:
penerjemah, penambang, penulis, dan lain-lain.
o Menyatakan alat. Contoh: pendingin, peruncing, pengukur, dan lain-lain.
o Menyatakan suatu pekerjaan/kegiatan. Contoh: pedagang, pesuruh,
pemasok, dan lain-lain.
o Menyatakan sebuah sifat. Contoh: penakut, pemarah, pemalu, dan
lain-lain.

4
o Menyatakan suatu penyebab. Contoh: pemanis, pewarna, perusak,
dan lain-lain.
• Prefiks ber-
Prefiks ber- berfungsi membentuk kata kerja yang umumnya berasal
dari kata benda, kata sifat, atau kata kerja itu sendiri. Prefiks ini memiliki
beberapa makna sebagai berikut.
o Menyatakan memiliki atau mempunyai. Contoh: beristri, berkumis,
berambut, dan lain-lain.
o Menyatakan menggunakan. Contoh: berdasi, berbaju, bercelana,
dan lain-lain.
o Melakukan tindakan yang ditujukan untuk diri sendiri. Contoh:
bercukur, berhias, berkebun, dan lain-lain.
o Berada dalam sebuah keadaan. Contoh: bermalas-malasan, bersedih,
berduka, dan lain-lain.
o Menyatakan hubungan timbal balik. Contoh: bersalaman, berpelukan,
bertabrakan, dan lain-lain.
• Prefiks per-
Prefiks per- berfungsi membentuk jenis-jenis kata kerja dan kata benda.
Beberapa makna dari prefiks ini adalah sebagai berikut.
o Membuat jadi atau menjadikan. Contoh: perbudakan, persembahan,
perkenanan, dan lain-lain.
o Membuat menjadi lebih. Contoh: perkecil, perbesar, pertajam, dan
lain-lain.
o Membagi menjadi. Contoh: pertiga, perempat, perdelapan, dan lain-
lain.
• Prefiks di-
Prefiks di- berfungsi membentuk kata kerja yang menyatakan makna
pasif. Penulisan prefiks ini disambung dengan kata dasar, seperti prefiks
pada umumnya. Contoh: diubah, dikelola, dipakai, dan lain-lain.
• Prefiks ter-
Prefiks ter- berfungsi membentuk kata sifat atau kata kerja pasif. Beberapa
makna dari prefiks ter- adalah sebagai berikut.
o Menyatakan dalam keadaan. Contoh: tertutup, tertumpuk, tertimbun,
dan lain-lain. Sementara itu, contoh dalam kalimat adalah pintu itu
tertutup sendiri (menyatakan bahwa pintu dalam keadaan tutup).

5
o Menyatakan sesuatu yang dapat di-. Contoh: terminum, terhubung,
tertampung, dan lain-lain. Sementara itu, contoh dalam kalimat
adalah Risma terhubung dengan Rudi melalui email (menyatakan
dapat dihubungi lewat email).
o Menunjukkan sesuatu yang dikenai tindakan secara tidak sengaja.
Contoh: terbawa, terjatuh, terpental, dan lain-lain. Sementara itu,
contoh dalam kalimat adalah payung milik Rina terbawa oleh Ani
(menyatakan tidak sengaja).
o Menyatakan paling. Contoh: terbaik, terpintar, termahal, dan lain-
lain. Sementara itu, contoh dalam kalimat adalah Rudi anak terpintar
di sekolahnya (menyatakan paling pintar).
• Prefiks ke-
Prefiks ke- berfungsi membentuk kata sifat, kata bilangan (tingkat,
kumpulan), dan kata benda. Prefiks ke- memiliki beberapa makna sebagai
berikut.
o Menyatakan suatu ciri. Contoh: kedaulatan, kehebatan, kegagahan,
dan lain-lain.
o Menyatakan orang atau sesuatu yang dituju. Contoh: kekasih,
kehendak, kemauan, dan lain-lain.
o Menyatakan urutan. Contoh: kedua, keempat, kelima, dan lain-lain.
o Menyatakan kumpulan. Contoh: kepulauan, kelautan, kenegaraan,
dan lain-lain.
• Prefiks se-
Prefiks se- berfungsi membentuk kata benda, kata penghubung, dan
beberapa jenis kata lainnya. Berikut ini adalah beberapa makna yang
dibentuk dari prefiks se-.
o Menyatakan makna “satu”. Contoh: sebuah, segenggam, sekelas, dan lain-lain.
o Menyatakan makna “seluruh”. Contoh: sedunia, sekota, sekabupaten,
dan lain-lain.
o Menyatakan makna “sama”. Contoh: segunung, seluas, sebanyak, dan lain-lain.
o Menyatakan makna “setelah”. Contoh: sekembalinya, sepulangnya,
dan lain-lain.
2.) Prefiks serapan
Prefiks serapan adalah prefiks yang berasal dari bahasa asing maupun bahasa
daerah yang diserap ke dalam Bahasa Indonesia.

6
• Prefiks a-
Prefiks ini mengandung arti “tidak” atau “tidak ber-”. Contoh: amoral,
asosial, asimetris, dan lain-lain.
• Prefiks anti-
Prefiks ini mengandung arti “melawan” atau “bertentangan dengan”.
Contoh: antibodi, antibiotik, antialergi, dan lain-lain.
• Prefiks bi-
Prefiks ini mengandung arti “dua”. Contoh: bilateral, bikonveks, dan lain-lain.
• Prefiks de-
Prefiks ini mengandung arti “meniadakan atau menghilangkan”. Contoh:
dehidrasi, dehumanisasi, deregulasi, dan lain-lain.
• Prefiks eks-
Prefiks ini mengandung arti “bekas atau mantan”, tetapi objeknya masih
ada. Contoh: eks prajurit, eks karyawan, eks lurah, dan lain-lain.
• Prefiks ekstra-
Prefiks ini mengandung arti “tambah”, “di luar”, atau “sangat”. Contoh:
ekstra terestrial, ekstra hati-hati, ekstra ketat, dan lain-lain.
• Prefiks hiper-
Prefiks ini mengandung arti “lebih” atau “sangat”. Contoh: hiperaktif,
hipersensitif, dan lain-lain.
• Prefiks in-
Prefiks ini mengandung arti “tidak”. Contoh: inaktif, intransitif,
inkonvensional, dan lain-lain.
• Prefiks infra-
Prefiks ini mengandung arti “di tengah”. Contoh: infrasonik, infrastruktur,
inframerah, dan lain-lain.
• Prefiks intra-
Prefiks ini mengandung arti “di dalam”. Contoh: intrauniversiter,
intramolekuler, intrakurikuler, dan lain-lain.
• Prefiks inter-
Prefiks ini mengandung arti “antar-“. Contoh: interdental, internasional,
interinsuler, dan lain-lain.
• Prefiks ko-
Prefiks ini mengandung arti “bersama-sama” atau “beserta”. Contoh:
kopilot, kopromotor, koinsidental, dan lain-lain.

7
• Prefiks kontra-
Prefiks ini mengandung arti “berlawanan” atau “menentang”. Contoh:
kontrarevolusi, kontraindikasi, dan lain-lain.
• Prefiks makro-
Prefiks ini mengandung arti “besar” atau “dalam arti luas”. Contoh:
makroekonomi, makrolinguistik, dan lain-lain.
• Prefiks mikro-
Prefiks ini mengandung arti “kecil” atau “renik”. Contoh: mikroorganisme,
mikrofilm, dan lain-lain.
• Prefiks multi-
Prefiks ini mengandung arti “banyak”. Contoh: multipartai, multijutawan,
multilateral, dan lain-lain.
• Prefiks neo-
Prefiks ini mengandung arti “baru”. Contoh: neokolonialisme, neorealisme,
neofeodalisme, dan lain-lain.
• Prefiks non-
Prefiks ini mengandung arti “bukan” atau “tidak ber-”. Contoh: nonmigas,
nonaktif, nongelar, dan lain-lain.
• Prefiks pre-
Prefiks ini mengandung arti “sebelum”. Contoh: preposisi, prefiks, prematur,
dan lain-lain.

c. Contoh Soal
Dalam soal-soal TPA SBMPTN, cukup banyak ditemukan soal-soal sinonim dengan
prefiks-prefiks yang disebutkan di atas. Dengan mengetahui makna prefiks tersebut,
peserta diharapkan dapat lebih mudah menemukan sinonim atau persamaan kata
dari soal yang disediakan. Untuk lebih memahaminya, perhatikan beberapa contoh
soal berikut ini.

Contoh Soal 1
Bilingual = ….
A. dua arti
B. dua kata
C. dua bahasa

8
D. dua pendapat
E. dua anggapan
Jawaban: C
Pembahasan:
Kata bilingual terdiri atas prefiks bi- yang berarti “dua” dan kata lingual yang berarti
bahasa. Oleh karena itu, bilingual memiliki persamaan kata dengan dua bahasa. Selain
itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bilingual adalah mampu atau
bisa memakai dua bahasa dengan baik; bersangkutan dengan atau mengandung
dua bahasa.

Jadi, sinonim bilingual adalah dua bahasa.

Contoh Soal 2
Hipertensi = ….
A. tekanan darah tinggi
B. asam lambung naik
C. dehidrasi
D. kelebihan cairan
E. tekanan darah rendah
Jawaban: A
Pembahasan:
Kata hipertensi terdiri atas prefiks hiper- yang berarti “lebih” atau “sangat” dan kata
dasar tensi yang berarti tekanan darah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
hiper- memiliki arti “di atas”. Oleh karena itu, persamaan kata yang tepat dari hipertensi
adalah tekanan darah tinggi. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
hipertensi adalah tekanan darah atau denyut jantung yang lebih tinggi daripada
normal karena penyempitan pembuluh darah atau gangguan lainnya.

Jadi, sinonim hipertensi adalah tekanan darah tinggi.

Contoh Soal 3
Kontradiksi = ….
A. bersamaan
B. bertentangan
C. berkesinambungan

9
D. bergerombolan
E. beraturan
Jawaban: B
Pembahasan:
Kata kontradiksi terdiri atas prefiks kontra- yang berarti “berlawanan” atau
“menentang”. Jika dilihat dari pilihan jawaban yang tersedia, persamaan kata yang
tepat adalah bertentangan. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), kontradiksi adalah pertentangan antara dua hal yang sangat berlawanan atau
bertentangan.

Jadi, sinonim kontradiksi adalah bertentangan.

Contoh Soal 4
Degradasi = ….
A. penurunan
B. kebobrokan
C. peningkatan
D. kenaikan harga
E. perubahan warna
Jawaban: A
Pembahasan:
Degradasi terdiri atas prefiks de- yang berarti “meniadakan” atau “menghilangkan”
dan kata gradasi yang berarti susunan derajat atau tingkat. Gabungan kedua kata
tersebut bermakna penurunan. Oleh karena itu, persamaan kata degradasi yang
tepat adalah penurunan. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
degradasi adalah kemunduran, kemerosotan, penurunan, dan sebagainya (tentang
mutu, moral, pangkat, dan sebagainya).

Jadi, sinonim degradasi adalah penurunan.

3. Sinonim dengan Sufiks


a. Pengertian Sufiks
Sufiks adalah imbuhan yang ditambahkan di akhir suatu kata dasar. Kata dasar
dengan sufiks sering kali mengalami perubahan makna. Sufiks dapat digunakan
untuk membentuk kata benda, kata sifat, atau kata kerja.

10
Beberapa soal dalam SBMPTN menggunakan kata-kata dengan akhiran atau
sufiks. Oleh karena itu, pemahaman mengenai makna kata dasar dengan sufiks dapat
membantu peserta SBMPTN dalam menjawab soal tersebut dengan baik.
Makna kata dapat diketahui dengan memahami arti kata pada pilihan jawaban
berdasarkan akhiran yang ada. Dalam proses pembentukannya, kata dasar yang
ditambahkan sufiks disebut dengan sufiksasi. Pada sufiksasi, kata dasar tidak
mengalami perubahan dalam penulisannya. Berikut ini adalah beberapa sufiksasi.
1.) Akhiran pembentuk kata benda: -kan, -an, -i, -nya, -man, -wati, -wan, -asi, -isme,
-in, -wi, dan lain-lain. Contoh: lampir – lampiran, warta – wartawan, dan lain-lain.
2.) Akhiran pembentuk kata sifat: -if, -ik, -is, -er, -wi, dan lain-lain. Contoh: magnet
– magnetik, manusia - manusiawi, dan lain-lain.
3.) Akhiran pembentuk kata sifat yang berasal dari Bahasa Inggris atau yang berasal
dari Bahasa Arab: -al, -iah, -i, -nya, -in, -at, -us, -or, -if, dan lain-lain. Contoh:
produk – produktif, hewan – hewani, dan lain-lain.

b. Macam-Macam Sufiks
Dalam Bahasa Indonesia, terdapat setidaknya dua macam sufiks, yaitu sufiks asli dan
sufiks serapan.
1.) Sufiks asli
• Sufiks –an
Penambahan sufiks -an pada kata dasar membentuk kata benda. Beberapa
makna yang terbentuk oleh sufiks –an adalah sebagai berikut.
o Menyatakan tempat. Contoh: lapangan, kubangan, jalanan, dan lain-lain.
o Menyatakan menyerupai (dapat menggunakan kata ulang). Contoh:
rumah-rumahan, mobil-mobilan, pedang-pedangan, dan lain-lain.
o Menyatakan bagian. Contoh: bulanan, harian, kiloan, dan lain-lain.
o Menyatakan hal atau objek tertentu. Contoh: lukisan, gambaran,
ramalan, dan lain-lain.
o Menyatakan alat atau benda. Contoh: meteran, timbangan, ayunan,
dan lain-lain.
o Menyatakan keseluruhan atau himpunan. Contoh: lautan, daratan,
dan lain-lain.
• Sufiks -kan
Akhiran -kan mengubah suatu kata dasar menjadi kata kerja yang bermakna
perintah. Contoh: ambilkan, dengarkan, tumbangkan, dan lain-lain.

11
• Sufiks –i
Kata dasar dengan akhiran -i akan berubah menjadi kata yang bermakna
perintah. Contoh: cabuti, turuti, lengkapi, dan lain-lain.
• Sufiks –nya
Pada umumnya, akhiran –nya digunakan untuk mengungkapkan
keterangan kata ganti orang ketiga tunggal. Contoh: mobilnya, rumahnya,
dan lain-lain. Namun, sufiks –nya juga memiliki beberapa makna berikut.
o Menyatakan kata tugas. Contoh: rupanya, sesungguhnya, sepertinya,
dan lain-lain.
o Menyatakan efek penekanan atau penegasan yang terlihat saat
digunakan dalam sebuah kalimat. Contoh: Tutup pintunya sekarang!
o Menjelaskan cara atau situasi yang dapat terlihat jika digunakan
dalam suatu kalimat. Contoh: Rudi belajar dengan rajinnya.
• Sufiks –man, -wan, -wati
Ketiga sufiks ini dapat dikelompokkan dalam kategori sufiks yang
menunjukkan jenis kelamin pada kata dasar. Sufiks –man dan –wan
digunakan untuk menunjukkan jenis kelamin laki-laki. Sementara itu, sufiks
–wati digunakan untuk menunjukkan jenis kelamin perempuan. Contoh
ketiga sufiks ini adalah seniman, wartawan, karyawati, dan lain-lain.
• Sufiks –kah
Sufiks –kah lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kata
dengan akhiran ini memiliki makna berupa penegasan dalam pertanyaan.
Contoh: bukankah, sudahkah, benarkah, dan lain-lain.
• Sufiks –pun
Sufiks –pun membentuk makna ‘juga’. Contoh: saya pun, mereka pun,
adapun, dan lain-lain.
2.) Sufiks serapan
Sufiks serapan dapat ditemui pada kata-kata serapan asing. Berikut ini adalah
beberapa sufiks serapan.
• Sufiks -al
Sufiks -al mempunyai makna sifat. Contoh: aktual, formal, emosional, dan
lain-lain.
• Sufiks -iah
Sufiks -iah mempunyai makna sifat. Contoh: alamiah, lahiriah, batiniah,
dan lain-lain.

12
• Sufiks -asi/-isasi
Sufiks -asi/-isasi bermakna proses. Contoh: naturalisasi, konfirmasi,
aktualisasi, dan lain-lain.
• Sufiks -asme
Sufiks -asme membentuk kata benda. Contoh: sarkasme, pleonasme,
antusiasme, dan lain-lain.
• Sufiks -er
Sufiks -er membentuk kata sifat. Contoh: sekunder, primer, tersier, dan
lain-lain.
• Sufiks -if
Sufiks -if membentuk makna sifat. Contoh: sportif, objektif, subjektif, dan
lain-lain.
• Sufiks -is
Sufiks -is mempunyai makna sifat. Contoh: praktis, ekonomis, individualis,
dan lain-lain.
• Sufiks -itas
Sufiks -itas menyatakan kata benda. Contoh: aktualitas, objektivitas,
produktivitas, dan lain-lain.
• Sufiks -isme
Sufiks -isme bermakna paham/aliran. Contoh: komunisme, nasionalisme,
dan lain-lain.
• Sufiks -or
Sufiks -or mempunyai makna orang yang bertindak sebagai. Contoh:
narator, aktor, distributor, dan lain-lain.
• Sufiks -ektomi
Sufiks -ektomi dalam ilmu kedokteran berarti membuang. Contoh:
hepatektomi, hipofisektomi, dan lain-lain.
• Sufiks -karta
Sufiks -karta banyak ditambahkan pada nama tempat di Indonesia.
Contoh: Jakarta, Jogjakarta, Purwakarta, dan lain-lain
• Sufiks -logi
Sufiks -logi digunakan untuk membentuk nama ilmu dan kumpulan
tulisan. Contoh: sosiologi, eulogi, trilogi, dan lain-lain.

13
• Sufiks -oskopi
Sufiks -oskopi biasanya digunakan dalam istilah kedokteran dan artinya
melihat ke dalam tubuh manusia untuk berbagai keperluan medis.
Contoh: histeroskopi, soiposkopi, dan lain-lain.
• Sufiks -itis
Sufiks -itis dalam ilmu kedokteran berarti radang atau peradangan. Sufiks
-itis biasa digunakan untuk menamai penyakit-penyakit tertentu. Contoh:
arthritis, meningitis, dan lain-lain.
• Sufiks -otomi
Sufiks -otomi merupakan salah satu akhiran yang sering digunakan dalam
ilmu kedokteran yang berarti memotong, menyayat, atau memisahkan.
Contoh: gastronomi, kardiotomi, dan lain-lain.
• Sufiks -grafi
Sufiks -grafi memiliki arti tulisan/salinan yang dibuat dengan cara atau
dengan proses tertentu. Sufiks -grafi bisa juga diartikan sebagai tulisan
mengenai bidang studi/subjek tertentu. Contoh: bibliografi, biografi, dan
lain-lain.

c. Contoh Soal
Dalam soal-soal TPA SBMPTN, cukup banyak ditemukan soal-soal sinonim dengan
sufiks-sufiks tertentu. Dengan mengetahui makna kata dasar dan sufiksnya, sinonim
kata dapat lebih mudah ditemukan.

Contoh Soal 5
Hedonisme = ….
A. hura-hura
B. hemat
C. bebas
D. serakah
E. hati-hati
Jawaban: A
Pembahasan:
Kata hedonisme terdiri atas sufiks -isme yang berarti “paham” atau “aliran” dan
kata hedon yang berarti sikap seseorang yang senang menghambur-hamburkan
kekayaan. Oleh karena itu, persamaan kata yang tepat dari hedonisme adalah hura-

14
hura. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hedonisme
adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai
tujuan utama dalam hidup.

Jadi, sinonim hedonisme adalah hura-hura.

Contoh Soal 6
Sosialisasi = ….
A. pergaulan
B. pertemanan
C. pengenalan
D. perkumpulan
E. penyesuaian
Jawaban: C
Pembahasan:
Sosialisasi terdiri atas sufiks -asi/-isasi yang berarti “proses” dan kata sosial yang berarti
berhubungan dengan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa
sosialisasi merupakan proses yang berkenaan dengan komunikasi kepada masyarakat.
Oleh karena itu, persamaan kata sosialisasi yang tepat adalah pengenalan.
Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sosialisasi adalah usaha
untuk mengubah milik perseorangan menjadi milik umum; proses belajar seorang
anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat
dalam lingkungannya; upaya memasyarakatkan sesuatu sehingga menjadi dikenal,
dipahami, dihayati oleh masyarakat; pemasyarakatan.

Jadi, sinonim sosialisasi adalah pengenalan.

Contoh Soal 7
Mediator = ….
A. pembanding
B. perantara
C. penuntut
D. pewaris
E. pembicara
Jawaban: B

15
Pembahasan:
Mediator terdiri atas sufiks -or yang berarti “orang yang bertindak sebagai” dan
kata media yang berarti sarana. Oleh karena itu, mediator memiliki persamaan kata
dengan orang yang bertidak sebagai perantara. Selain itu, menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), mediator adalah perantara (penghubung, penengah).

Jadi, sinonim mediator adalah perantara.

Contoh Soal 8
Objektif = ….
A. okuler
B. rasional
C. subjektif
D. superlatif
E. sarkastik
Jawaban: B
Pembahasan:
Objektif terdiri atas sufiks -if yang membentuk makna sifat dan kata objek yang
berarti "hal" atau "benda". Berdasarkan hal tersebut, objektif dapat diartikan sebagai
sifat yang melihat ke dalam suatu hal atau benda. Oleh karena itu, persamaan
kata yang tepat untuk objektif adalah rasional. Selain itu, menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), objektif adalah mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa
dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.

Jadi, sinonim objektif adalah rasional.

4. Menemukan Sinonim tanpa Prefiks dan Sufiks


Selain soal sinonim dengan prefiks dan sufiks, dalam tes kemampuan verbal juga terdapat
soal mengenai sinonim dari kata-kata tanpa imbuhan apapun. Oleh karena itu, jika peserta
menemukan kata-kata dasar yang sulit, dapat digunakan cara SUPER “Solusi Quipper”
berikut.

16
SUPER "Solusi Quipper"
Untuk mempermudah dalam menemukan sinonim kata, gunakan cara berikut.
• Gunakan kata pada soal dalam kalimat sehari-hari.
• Gunakan kalimat tersebut pada pilihan jawaban dengan mengganti kata pada
soal dengan kata pada pilihan jawaban. Jika terdengar memiliki makna yang sama,
kemungkinan besar kata tersebut adalah jawabannya.
• Jika menemukan kata-kata serapan, terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan
coba pahami makna dan penggunaan kata tersebut.
• Jangan memilih jawaban yang memiliki kemiripan bunyi, baik di awal maupun di
akhir suku kata.

B. Antonim
Tes kemampuan verbal yang kedua adalah antonim. Secara umum, menemukan antonim
kata adalah menemukan kata yang memilki arti berlawanan.

1. Pengertian Antonim
Antonim berasal Bahasa Yunani, yaitu anti yang berarti melawan dan onoma yang berarti
nama. Oleh karena itu, antonim dapat diartikan sebagai suatu kata yang memiliki arti
berlawanan atau bertentangan dengan kata lain dan bersifat tidak mutlak. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata
lain. Antonim biasa dihubungkan dengan tanda ><.

2. Jenis-Jenis Antonim
Antonim mempunyai beberapa pembagian sesuai dengan jenisnya. Berikut ini adalah
jenis-jenis antonim.
a. Antonim Kembar
Antonim kembar adalah kata-kata tertentu yang menunjukkan pertentangan satu
sama lain. Ciri-ciri dari antonim ini adalah jika terdapat penyangkalan terhadap salah
satu kata, berarti ada penegasan pada kata yang lain. Contoh: hidup >< mati (jika
dikatakan tidak hidup, berarti mati dan jika dikatakan tidak mati, berarti hidup).
b. Antonim Majemuk
Antonim majemuk adalah antonim yang melibatkan pertentangan terhadap banyak
kata, tetapi masih dalam satu kelas atau satu jenis tertentu. Ciri-ciri dari antonim ini
adalah jika terjadi penyangkalan terhadap salah satu kata, berarti ada penegasan

17
terhadap kata lainnya. Contoh: bunga itu berwarna merah >< bunga itu berwarna
kuning (jika tidak berwarna merah, berarti kemungkinan bisa berwarna lain).
c. Antonim Gradual
Antonim gradual adalah antonim yang memiliki tingkatan dalam mempertentangkan
kata lain. Antonim ini mempertentangkan dua kata yang melibatkan beberapa tingkatan
dari makna kata itu sendiri. Misalnya kata mewah yang tingkatannya berada di atas kata
sederhana. Ciri-ciri dari antonim ini adalah jika terjadi penyangkalan terhadap suatu
kata, tidak berarti penegasan terhadap kata lainnya. Contoh: rumah mewah >< rumah
sederhana (sesuai dengan tingkatannya, bisa jadi rumah tersebut biasa saja, tidak mewah
atau mungkin saja sederhana).
d. Antonim Hierarkis
Antonim hierarkis adalah antonim yang mempertentangkan kata-kata dengan
tingkatan tertentu. Jenis antonim ini berbeda dengan antonim majemuk, karena
mempunyai kriteria khusus, yaitu tingkat. Contoh: Januari >< Februari (setelah bulan
Januari adalah bulan Februari).
e. Antonim Relasional
Antonim relasional adalah antonim antara dua kata yang saling berhubungan atau
berkaitan. Contoh: suami >< istri; kiri >< kanan; pembicara >< pendengar.

3. Menemukan Antonim
Dalam mengerjakan soal-soal antonim SBMPTN, peserta dapat melakukan eliminasi pada
jawaban yang memiliki kemiripan makna dengan soal. Peserta perlu berhati-hati dalam
memilih jawaban, jangan sampai terkecoh dengan persamaan kata yang disediakan.

SUPER "Solusi Quipper"


Untuk mempermudah dalam menentukan antonim kata, gunakan cara berikut.
• Gunakan kata pada soal dalam kalimat sehari-hari.
• Gunakan kalimat tersebut pada pilihan jawaban dengan mengganti kata pada
soal dengan kata pada pilihan jawaban. Jika terdengar memiliki makna yang sama,
gugurkan jawaban tersebut. Ingat bahwa yang dicari adalah kata yang berlawanan
makna, bukan kata memiliki kesamaan makna.

18
4. Contoh Soal
Dalam soal-soal TPA SBMPTN, cukup banyak ditemukan soal-soal antonim dengan jenis-
jenis yang telah disebutkan. Untuk lebih memahaminya, perhatikan beberapa contoh soal
berikut ini.

Contoh Soal 9
Kasar >< ….
A. halus
B. keras
C. rata
D. bergelombang
E. kasap
Jawaban: A
Pembahasan:
Lambang >< pada soal menandakan bahwa yang ditanyakan adalah antonim. Untuk
mempermudah dalam menentukan antonim, dapat digunakan SUPER “Solusi Quipper”
berikut.

SUPER "Solusi Quipper"


• Gunakan kata pada soal dalam suatu kalimat sehari-hari.
Kata pada soal dapat digunakan dalam kalimat berikut.
Tekstur meja ini sangat kasar.
• Gunakan kalimat tersebut pada pilihan jawaban dengan mengganti kata pada
soal dengan kata pada pilihan jawaban. Jika terdengar memiliki makna yang sama,
gugurkan jawaban tersebut. Ingat bahwa yang dicari adalah kata yang berlawanan
makna, bukan kata yang memiliki kesamaan makna.
o Tekstur meja ini sangat halus → sesuai sebagai antonim.
o Tekstur meja ini sangat keras → tidak sesuai sebagai antonim.
o Tekstur meja ini sangat rata → tidak sesuai sebagai antonim.
o Tekstur meja ini sangat bergelombang → tidak sesuai sebagai antonim.
o Tekstur meja ini sangat kasap → tidak sesuai sebagai antonim.

Berdasarkan kalimat-kalimat tersebut, pilihan jawaban yang memiliki makna berlawanan

19
dengan kasar adalah halus. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata
kasar memiliki makna agak besar; tidak halus; bertingkah laku tidak lemah lembut; kasap;
kesat; tidak halus waktu diraba.

Jadi, antonim kasar adalah halus.

Contoh Soal 10
Tambun >< …. (SBMPTN, 2014)
A. tipis
B. kurus
C. kosong
D. sesak
E. tumpuk
Jawaban: B
Pembahasan:
Lambang >< pada soal menandakan bahwa yang ditanyakan adalah antonim. Untuk
mempermudah dalam menentukan antonim, dapat digunakan SUPER “Solusi Quipper”
berikut.

SUPER "Solusi Quipper"


• Gunakan kata pada soal dalam suatu kalimat sehari-hari.
Kata pada soal dapat digunakan dalam kalimat berikut.
Genta berbadan tambun.
• Gunakan kalimat tersebut pada pilihan jawaban dengan mengganti kata pada
soal dengan kata pada pilihan jawaban. Jika terdengar memiliki makna yang sama,
gugurkan jawaban tersebut. Ingat bahwa yang dicari adalah kata yang berlawanan
makna, bukan kata yang memiliki kesamaan makna.
o Genta berbadan tipis → tidak sesuai sebagai antonim.
o Genta berbadan kurus → sesuai sebagai antonim.
o Genta berbadan kosong → tidak sesuai sebagai antonim.
o Genta berbadan sesak → tidak sesuai sebagai antonim.
o Genta berbadan tumpuk → tidak sesuai sebagai antonim.

20
Berdasarkan kalimat-kalimat tersebut, pilihan jawaban yang memiliki makna berlawanan
dengan tambun adalah kurus. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata
tambun memiliki makna gemuk (tentang manusia dan binatang); berisi (tentang tubuh).

Jadi, antonim tambun adalah kurus.

Contoh Soal 11
Krusial >< ….
A. penting
B. urgensi
C. sepele
D. besar
E. genting
Jawaban: C
Pembahasan:
Lambang >< pada soal menandakan bahwa yang ditanyakan adalah antonim. Untuk
mempermudah dalam menentukan antonim, dapat digunakan SUPER “Solusi Quipper” berikut.
SUPER "Solusi Quipper"
• Gunakan kata pada soal dalam suatu kalimat sehari-hari.
Kata pada soal dapat digunakan dalam kalimat berikut.
Masalah ini harus cepat diselesaikan karena sangat krusial.
• Gunakan kalimat tersebut pada pilihan jawaban dengan mengganti kata pada
soal dengan kata pada pilihan jawaban. Jika terdengar memiliki makna yang sama,
gugurkan jawaban tersebut. Ingat bahwa yang dicari adalah kata yang berlawanan
makna, bukan kata yang memiliki kesamaan makna.
o Masalah ini harus cepat diselesaikan karena sangat penting → tidak sesuai
sebagai antonim.
o Masalah ini harus cepat diselesaikan karena sangat urgensi → tidak sesuai
sebagai antonim.
o Masalah ini harus cepat diselesaikan karena sangat sepele → sesuai sebagai antonim.
o Masalah ini harus cepat diselesaikan karena sangat besar → tidak sesuai
sebagai antonim.
o Masalah ini harus cepat diselesaikan karena sangat genting → tidak sesuai
sebagai antonim.

21
Berdasarkan kalimat-kalimat tersebut, pilihan jawaban yang memiliki makna berlawanan
dengan krusial adalah sepele. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
kata krusial memiliki makna gawat; genting; menentukan; rumit; sulit sekali.

Jadi, antonim krusial adalah sepele.

Contoh Soal 12
Pemicu >< …. (SBMPTN, 2014)
A. peletup
B. pencetus
C. penutup
D. penyulut
E. peredam
Jawaban: E
Pembahasan:
Lambang >< pada soal menandakan bahwa yang ditanyakan adalah antonim. Untuk
mempermudah dalam menentukan antonim, dapat digunakan SUPER “Solusi Quipper” berikut.

SUPER "Solusi Quipper"


• Gunakan kata pada soal dalam suatu kalimat sehari-hari.
Kata pada soal dapat digunakan dalam kalimat berikut.
Kompor yang lupa dimatikan akan menjadi pemicu kebakaran.
• Gunakan kalimat tersebut pada pilihan jawaban dengan mengganti kata pada
soal dengan kata pada pilihan jawaban. Jika terdengar memiliki makna yang sama,
gugurkan jawaban tersebut. Ingat bahwa yang dicari adalah kata yang berlawanan
makna, bukan kata yang memiliki kesamaan makna.
o Kompor yang lupa dimatikan akan menjadi peletup kebakaran → tidak sesuai
sebagai antonim.
o Kompor yang lupa dimatikan akan menjadi pencetus kebakaran → tidak
sesuai sebagai antonim.
o Kompor yang lupa dimatikan akan menjadi penutup kebakaran → tidak
sesuai sebagai antonim.
o Kompor yang lupa dimatikan akan menjadi penyulut kebakaran → tidak
sesuai sebagai antonim.
o Kompor yang lupa dimatikan akan menjadi peredam kebakaran → sesuai
sebagai antonim.

22
Berdasarkan kalimat-kalimat tersebut, pilihan jawaban yang memiliki makna berlawanan
dengan pemicu adalah peredam. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), kata pemicu memiliki makna orang yang memicu; alat untuk memicu.

Jadi, antonim pemicu adalah peredam.

Contoh Soal 13
Keadilan >< …. (SBMPTN, 2014)
A. kefakiran
B. kezaliman
C. kebodohan
D. kecongkakan
E. kesombongan
Jawaban: B
Pembahasan:
Lambang >< pada soal menandakan bahwa yang ditanyakan adalah antonim. Untuk
mempermudah dalam menentukan antonim, dapat digunakan SUPER “Solusi Quipper” berikut.

SUPER "Solusi Quipper"


• Gunakan kata pada soal dalam suatu kalimat sehari-hari.
Kata pada soal dapat digunakan dalam kalimat berikut.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjunjung tinggi keadilan.
• Gunakan kalimat tersebut pada pilihan jawaban dengan mengganti kata pada
soal dengan kata pada pilihan jawaban. Jika terdengar memiliki makna yang sama,
gugurkan jawaban tersebut. Ingat bahwa yang dicari adalah kata yang berlawanan
makna, bukan kata yang memiliki kesamaan makna.
o Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjunjung tinggi kefakiran →
tidak sesuai sebagai antonim.
o Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjunjung tinggi kezaliman →
sesuai sebagai antonim.
o Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjunjung tinggi kebodohan
→ tidak sesuai sebagai antonim.
o Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjunjung tinggi kecongkakan
→ tidak sesuai sebagai antonim.
o Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjunjung tinggi kesombongan
→ tidak sesuai sebagai antonim.

23
Berdasarkan kalimat-kalimat tersebut, pilihan jawaban yang memiliki makna berlawanan
dengan keadilan adalah kezaliman. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
kata keadilan memiliki makna sifat (perbuatan, perlakuan, dan sebagainya) yang adil.

Jadi, antonim keadilan adalah kezaliman.

C. Analogi Verbal
Tes analogi verbal merupakan bentuk tes kemampuan verbal yang mengukur proses
penalaran bahasa seseorang dengan menentukan hubungan antara dua kata. Dalam tes
analogi verbal, peserta diminta untuk mencari padanan kata yang memiliki kesamaan
hubungan dengan pasangan kata sebelumnya.

1. Pengertian Analogi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), analogi adalah persamaan atau
persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan; kias. Berdasarkan hal tersebut,
dapat diketahui bahwa menganalogikan kata berarti mencari pasangan kata yang sepadan
atau memahami hubungan antarkata berdasarkan pola tertentu.

2. Jenis-Jenis Analogi Verbal


Dalam tes SBMPTN, terdapat beberapa tipe soal analogi verbal, yaitu sebagai berikut.
a. Analogi Ganda

A : … ≈ C : ….
atau
…:B≈…:D

Pada tipe soal ini, peserta diminta untuk mencari hubungan antara dua pasang
kata yang disediakan. Akan tetapi, umumnya hanya disediakan satu kata di ruas kiri
dan satu kata di ruas kanan (A dan C saja atau B dan D) saja. Tugas peserta adalah
menentukan kata yang setara untuk melengkapi soal, sehingga pasangan kata pada
ruas kiri dan ruas kanan memiliki hubungan yang sepadan.

b. Memilih Pasangan Analog

A : B ≈ … : ....

24
Pada tipe soal ini, peserta diminta untuk mencari pasangan kata yang memiliki
hubungan sepadan dengan pasangan kata pada soal. Untuk mampu menjawab soal
dengan benar, peserta harus menemukan hubungan yang tepat di antara pasangan
kata yang disediakan.

c. Melengkapi Pasangan Analog

A : B ≈ C : ….

Pada tipe soal ini, disediakan pasangan kata yang memiliki suatu hubungan dan
satu kata lain yang belum memiliki pasangan. Tugas peserta adalah menentukan
pasangan kata tersebut, sehingga kedua pasang kata memiliki hubungan yang
sepadan.

3. Menentukan Pola-Pola Hubungan dalam Analogi Verbal


a. Pola-Pola Hubungan dalam Analogi 1
Pola-pola hubungan dalam analogi 1 merujuk pada penentuan pola hubungan kata
dengan menggunakan kalimat. Berikut ini adalah beberapa contoh pola hubungan
antarkata yang bisa digunakan dalam analogi verbal.
1.) Himpunan bagian
P adalah himpunan bagian dari Q.
Contoh: pistol : senjata ≈ merpati : burung → pistol adalah himpunan bagian
dari senjata, begitu juga merpati adalah himpunan bagian dari burung.
2.) Beranggotakan
P beranggotakan Q.
Contoh: mamalia : sapi ≈ unggas : ayam → mamalia beranggotakan sapi, begitu
juga unggas beranggotakan ayam.
3.) Hasil
P adalah hasil Q.
Contoh: madu : lebah ≈ telur : ayam → madu dihasilkan oleh lebah, begitu juga
telur dihasilkan oleh ayam.
4.) Bahan baku
P adalah bahan baku Q.
Contoh: kain : baju ≈ kayu : meja → kain adalah bahan baku (pembuatan) baju,
begitu juga kayu adalah bahan baku (pembuatan) meja.

25
5.) Tempat bekerja
P bekerja di Q.
Contoh: suster : rumah sakit ≈ montir : bengkel → suster bekerja di rumah sakit,
begitu juga montir bekerja di bengkel.
6.) Rasa
P memiliki rasa Q.
Contoh: garam : asin ≈ gula : manis → garam rasanya asin, begitu juga gula
rasanya manis.
7.) Dikendalikan/dikemudikan
P dikemudikan oleh Q.
Contoh: pesawat : pilot ≈ kereta : masinis → pesawat dikemudikan oleh pilot,
begitu juga kereta dikemudikan oleh masinis.
8.) Alat
P bekerja menggunakan Q.
Contoh: montir : obeng ≈ koki : panci → montir bekerja menggunakan obeng,
begitu juga koki bekerja menggunakan panci.
9.) Ilmu
Ilmu yang mempelajari P disebut dengan Q.
Contoh: cuaca : meteorologi ≈ bumi : geologi → ilmu yang mempelajari tentang
cuaca disebut dengan meteorologi, begitu juga ilmu yang mempelajari tentang
bumi disebut geologi.
10.) Tidak memiliki
Tidak memiliki P disebut Q.
Contoh: rambut : botak ≈ gigi : ompong → tidak memilliki rambut disebut
botak, begitu juga tidak memilki gigi disebut ompong.

SUPER "Solusi Quipper"


Untuk mempermudah dalam mengerjakan soal analogi verbal dengan menggunakan
kalimat, gunakan SUPER “Solusi Quipper” berikut.
• Temukan kata kunci yang menjadi hubungan antarkata.
• Gunakan kata kunci tersebut dalam kalimat.
• Cari pasangan kata yang memiliki hubungan dengan kata kunci yang sama. Pilih
pilihan jawaban dengan makna yang paling logis.

26
Contoh Soal 14
Baju : kancing ≈ pintu : ….
A. kayu
B. besi
C. kunci
D. gerendel
E. aluminium
Jawaban: C
Pembahasan:
Soal tersebut merupakan tipe analogi verbal melengkapi pasangan analog. Oleh karena
itu, harus dicari kata yang sepadan untuk melengkapi pasangan kata pada soal. Untuk
memudahkan pencarian kata atau pasangan kata, dapat digunakan SUPER “Solusi
Quipper” berikut.

SUPER "Solusi Quipper"


• Temukan kata kunci yang menjadi hubungan antarkata.
Kata kunci yang bisa digunakan pada soal ini adalah “dikunci oleh”.
• Gunakan kata kunci tersebut dalam kalimat.
Baju dikunci oleh kancing.
• Cari pasangan kata yang memiliki hubungan dengan kata kunci yang sama. Pilih
pilihan jawaban dengan makna yang paling logis.
o Pintu dikunci oleh kayu → tidak sesuai.
o Pintu dikunci oleh besi → tidak sesuai.
o Pintu dikunci oleh kunci → sesuai.
o Pintu dikunci oleh gerendel → tidak sesuai.
o Pintu dikunci oleh aluminium → tidak sesuai.

Berdasarkan kalimat-kalimat tersebut, yang memiliki hubungan sepadan dengan


baju : kancing adalah pintu : kunci.

Jadi, jawaban yang benar adalah kunci.

27
Contoh Soal 15
Ratu : mahkota ≈ … : ….
A. sarjana : toga
B. pegawai : dasi
C. juara : medali
D. pengantin : riasan
E. penjual : belanjaan
Jawaban: A
Pembahasan:
Soal tersebut merupakan tipe analogi verbal memilih pasangan analog. Oleh karena itu,
harus dicari pasangan kata yang sepadan untuk melengkapi pasangan kata pada soal.
Untuk memudahkan dalam menemukan pasangan kata tersebut, dapat digunakan SUPER
“Solusi Quipper” berikut.

SUPER "Solusi Quipper"


• Temukan kata kunci yang menjadi hubungan antarkata.
Kata kunci yang bisa digunakan pada soal ini adalah “ … menggunakan … di
kepalanya.”
• Gunakan kata kunci tersebut dalam kalimat.
Ratu menggunakan mahkota di kepalanya.
• Cari pasangan kata yang memiliki hubungan dengan kata kunci yang sama. Pilih
pilihan jawaban dengan makna yang paling logis.
o Sarjana menggunakan toga di kepalanya → sesuai.
o Pegawai menggunakan dasi di kepalanya → tidak sesuai.
o Juara menggunakan medali di kepalanya → tidak sesuai.
o Pengantin menggunakan riasan di kepalanya → tidak sesuai.
o Penjual menggunakan belanjaan di kepalanya → tidak sesuai.

Berdasarkan kalimat-kalimat tersebut, yang memiliki hubungan sepadan dengan


ratu : mahkota adalah sarjana : toga.

Jadi, pasangan kata yang benar adalah sarjana : toga.

28
Contoh Soal 16
Nasi : … ≈ tapai : ….
A. oryzae - ubi
B. gandum - tebu
C. pokok - nanas
D. padi - umbi
E. beras - singkong
Jawaban: E
Pembahasan:
Soal tersebut merupakan tipe analogi ganda. Oleh karena itu, harus dicari dua kata untuk
melengkapi pasangan kata pada soal, sehingga diperoleh hubungan yang sepadan. Untuk
memudahkan pencarian dua kata tersebut, gunakan SUPER “Solusi Quipper” berikut.

SUPER "Solusi Quipper"


• Temukan kata kunci yang menjadi hubungan antarkata.
Kata kunci yang bisa digunakan pada soal ini adalah “… bahan bakunya adalah ....”
• Gunakan kata kunci tersebut dalam kalimat.
Nasi bahan bakunya adalah …, sedangkan tapai bahan bakunya adalah ….
• Cari pasangan kata yang memiliki hubungan dengan kata kunci yang sama. Pilih
pilihan jawaban dengan makna yang paling logis.
o Nasi bahan bakunya adalah oryzae, sedangkan tapai bahan bakunya adalah
ubi → tidak sesuai.
o Nasi bahan bakunya adalah gandum, sedangkan tapai bahan bakunya adalah
tebu → tidak sesuai.
o Nasi bahan bakunya adalah pokok, sedangkan tapai bahan bakunya adalah
nanas → tidak sesuai.
o Nasi bahan bakunya adalah padi, sedangkan tapai bahan bakunya adalah
umbi → tidak sesuai.
o Nasi bahan bakunya adalah beras, sedangkan tapai bahan bakunya adalah
singkong → sesuai.

Berdasarkan kalimat-kalimat tersebut, pasangan kata dengan pola hubungan yang


sepadan adalah nasi : beras dan tapai : singkong.

Jadi, dua kata yang benar untuk melengkapi soal ini adalah beras – singkong.

29
Contoh Soal 17
Penyakit : patologi ≈ … : ...
A. cuaca : meteorologi
B. cuaca : iklim
C. angin : arah angin
D. dokter : stetoskop
E. suhu : termometer
Jawaban: A
Pembahasan:
Soal tersebut merupakan tipe analogi verbal memilih pasangan analog. Oleh karena itu,
harus dicari pasangan kata yang sepadan untuk melengkapi pasangan kata pada soal.
Untuk memudahkan dalam menemukan pasangan kata tersebut, dapat digunakan SUPER
“Solusi Quipper” berikut.

SUPER "Solusi Quipper"


• Temukan kata kunci yang menjadi hubungan antarkata.
Kata kunci yang bisa digunakan pada soal ini adalah “ilmu yang mempelajari …
disebut ....”
• Gunakan kata kunci tersebut dalam kalimat.
Ilmu yang mempelajari penyakit disebut patologi.
• Cari pasangan kata yang memiliki hubungan dengan kata kunci yang sama. Pilih
pilihan jawaban dengan makna yang paling logis.
o Ilmu yang mempelajari cuaca disebut meteorologi → sesuai.
o Ilmu yang mempelajari cuaca disebut iklim → tidak sesuai.
o Ilmu yang mempelajari angin disebut arah angin → tidak sesuai.
o Ilmu yang mempelajari dokter disebut stetoskop → tidak sesuai.
o Ilmu yang mempelajari suhu disebut termometer → tidak sesuai.

Berdasarkan kalimat-kalimat tersebut, pasangan kata yang pola hubungannya sepadan


dengan penyakit : patologi adalah cuaca : meteorologi.

Jadi, pasangan kata yang benar untuk melengkapi soal taresbut adalah cuaca : meteorologi.

30
b. Pola-Pola Hubungan dalam Analogi 2
Pola-pola hubungan dalam analogi 2 merujuk pada penentuan pola hubungan kata
dengan menggunakan klasifikasi. Berikut ini adalah beberapa contoh klasifikasi pola
hubungan antarkata yang sering muncul dalam tes analogi verbal SBMPTN.
1.) Ukuran
Contoh: samudra : laut ≈ benua : pulau → samudra lebih luas daripada laut dan
benua lebih luas daripada pulau.
2.) Urutan
Contoh: lapar : makan ≈ mengantuk : tidur → lapar terlebih dahulu lalu makan
dan mengantuk terlebih dahulu lalu tidur.
3.) Golongan
Contoh: fiksi : drama ≈ serabut : akar → fiksi adalah salah satu jenis drama dan
serabut adalah salah satu jenis akar.
4.) Habitat
Contoh: cacing : tanah ≈ ikan : air → cacing tinggal di tanah dan ikan tinggal di air.
5.) Sifat
Contoh: cerdas : ilmuwan ≈ berani : pemadam kebakaran → cerdas adalah sifat
ilmuwan dan berani adalah sifat pemadam kebakaran.
6.) Fungsi
Contoh: mata : melihat ≈ hidung : mencium → mata untuk melihat dan hidung
untuk mencium.
7.) Asosiasi
Contoh: hutan : pohon ≈ atap : genting → hutan terdiri atas beberapa pohon
dan atap terdiri atas beberapa genting.
8.) Media
Contoh: membaca : perpustakaan ≈ menabung : bank → membaca di
perpustakaan dan menabung di bank.
9.) Antonim
Contoh: siang : malam ≈ hidup : mati → siang lawan katanya malam dan hidup
lawan katanya mati.
10.) Sebab-akibat.
Contoh: kemarau : kekeringan ≈ hujan : banjir → kemarau dapat mengakibatkan
kekeringan dan hujan dapat mengakibatkan banjir

31
Contoh Soal 18
Kering : ... ≈ gelap : remang-remang
A. basah
B. hujan
C. sejuk
D. lembap
E. dingin
Jawaban: D
Pembahasan:
Soal tersebut merupakan tipe analogi verbal melengkapi pasangan analog. Oleh karena
itu, harus dicari kata yang sepadan untuk melengkapi pasangan kata pada soal. Perhatikan
pasangan kata pada ruas kanan, yaitu gelap terjadi sebelum remang-remang atau
sebaliknya. Ini merupakan klasifikasi pola berupa urutan. Untuk itu, jawaban yang tepat
adalah lembap, karena lembap terjadi sebelum kering atau sebaliknya.

Jadi, jawaban yang tepat adalah lembap.

Contoh Soal 19
Besar : lebih besar ≈ lebih besar : ....
A. raksasa
B. super
C. jumbo
D. lebih besar
E. paling besar
Jawaban: E
Pembahasan:
Soal tersebut merupakan tipe analogi verbal melengkapi pasangan analog. Oleh karena
itu, harus dicari kata yang sepadan untuk melengkapi pasangan kata pada soal. Perhatikan
pasangan kata pada ruas kiri, yaitu besar menjadi lebih besar. Ini merupakan klasifikasi
pola berupa ukuran. Dalam hal ini, besar menjadi lebih besar dan akhirnya menjadi paling
besar.

Jadi, jawaban yang tepat adalah paling besar.

32
Contoh Soal 20
Otonom : ... ≈ ... : banyak akal
A. mandiri – cerdas
B. cerdik – usaha
C. tekun – pandai
D. lincah – kerja keras
E. ulet – licik
Jawaban: A
Pembahasan:
Soal tersebut merupakan tipe analogi ganda. Oleh karena itu, harus dicari dua kata untuk
melengkapi pasangan kata pada soal, sehingga diperoleh hubungan yang sepadan.
Perhatikan bahwa soal ini memiliki klasifikasi pola berupa sifat objek. Otonom adalah sifat
orang yang mandiri dan cerdas adalah sifat orang yang banyak akal.

Jadi, dua kata yang tepat untuk melengkapi soal tersebut adalah mandiri – cerdas.

Contoh Soal 21
Bencana : gempa ≈ … : .… (SBMPTN, 2014)
A. banjir : air
B. tenda : tidur
C. logistik : beras
D. gunung : lahar
E. bantuan : sukarela
Jawaban: C
Pembahasan:
Soal tersebut merupakan tipe analogi verbal memilih pasangan analog. Oleh karena itu,
harus dicari pasangan kata yang sepadan untuk melengkapi pasangan kata pada soal.
Perhatikan pasangan kata pada ruas kiri. Pasangan kata tersebut memiliki klasifikasi
pola berupa golongan, yaitu gempa merupakan salah satu golongan bencana. Pilihan
jawaban dengan pola hubungan yang sama adalah beras merupakan salah satu golongan
logistik.

Jadi, pasangan kata yang tepat adalah logistik : beras.

33
Contoh Soal 22
Bab : buku ≈ … : …. (SBMPTN, 2014)
A. ide : tulisan
B. sajak : puisi
C. judul : cerita
D. paragraf : alinea
E. kata : kalimat
Jawaban: E
Pembahasan:
Soal tersebut merupakan tipe analogi verbal memilih pasangan analog. Oleh karena itu,
harus dicari pasangan kata yang sepadan untuk melengkapi pasangan kata pada soal.
Perhatikan pasangan kata pada ruas kiri. Pasangan kata tersebut memiliki klasifikasi pola
berupa asosiasi: Kumpulan beberapa bab membentuk buku dan kumpulan beberapa kata
membentuk kalimat.

Jadi, pasangan kata yang tepat adalah kata : kalimat.

34