Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tekstil memiliki peranan penting di dalam kehidupan sehari-hari kita, sehingga


setiap orang harus mengetahui dasar-dasar pengetahuan mengenai serat atau bahan. Serat
tekstildigunakan secara luas untuk berbagai macam hal seperti fungsi penutup, memperoleh
kehangatan, kesenangan pribadi, bahkan menampilkan tingkat kekayaan.Pengetahuan dasar
mengenai serat adalah salah satu cara memfasilitasi diri sendiri agar menemukan tipe
bahan yang cocok untuk barang tertentu. Juga, mengidentifikasi kualitas yang tepat dalam
pengaplikasiannya. Secara umum, serat tesktil dibagi menjadi dua ketagori, yaitu serat
alami yang berasal dari alam dan serat buatan yang asalnya dibuat oleh tangan manusia.
Kedua kategori tersebut dibagi lagi berdasarkan spesifikasi asal dan kegunaannya
menggunakan nama-nama tertentu. Serat buatan yaitu polyester.
Polyester terbentuk dari polimer sintetik rantai panjang terdiri dari unsur dasar
karbon, oksigen dan hirogen yang dipolimerisasikan. Sifatnya yang termoplastik, kuat dan
tidak menyerap, maka bahan ini digunakan untuk kemeja, jaket dan topi. Selain itu,
polyester dipakai untuk perabot rumah tangga seperti furnitur berlapis, seprai, selimut, dan
sabuk pengaman.Dakron termasuk dalam poliester. Dakrom merupakan kopolimer yang
terbentuk dari 2 monomer, monomer yang digunakan untuk pembentukan dakron adalah
etilen glukol dan dimetil tereftalat.

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan tentang Polyester !
2. Jelaskan tentang Dacron !

C. Tujuan
1. Mengetahu tentang Polyester
2. Mengetahui tentang Dacron

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Poliester
1. Pengertian Poliester

Poliester adalah suatu kategori polimer yang mengandung gugus fungsional ester
dalam rantai utamanya. Meski terdapat banyak sekali poliester, istilah "poliester" merupakan
sebagai sebuah bahan yang spesifik lebih sering merujuk pada polietilena tereftalat (PET).
Poliester termasuk zat kimia yang alami, seperti yang kutin dari kulit ari tumbuhan, maupun
zat kimia sintetis seperti polikarbonat dan polibutirat.
Dapat diproduksi dalam berbagai bentuk seperti lembaran dan bentuk 3 dimensi,
poliester sebagai termoplastik bisa berubah bentuk sehabis dipanaskan. Walau mudah
terbakar di suhu tinggi, poliester cenderung berkerut menjauhi api dan memadamkan diri
sendiri saat terjadi pembakaran. Serat poliester mempunyai kekuatan yang tinggi dan E-
modulus serta penyerapan air yang rendah dan pengerutan yang minimal bila dibandingkan
dengan serat industri yang lain.
Kain poliester tertenun digunakan dalam pakaian konsumen dan perlengkapan
rumah seperti seprei ranjang, penutup tempat tidur, tirai dan korden. Poliester industri
digunakan dalam pengutan ban, tali, kain buat sabuk mesin pengantar (konveyor), sabuk
pengaman, kain berlapis dan penguatan plastik dengan tingkat penyerapan energi yang
tinggi. Fiber fill dari poliester digunakan pula untuk mengisi bantal dan selimut penghangat.
Kain dari poliester disebut-sebut terasa “tak alami” bila dibandingkan dengan
kain tenunan yang sama dari serat alami (misalnya kapasdalam penggunaan tekstil).
Namun kain poliester memiliki beberapa kelebihan seperti peningkatan ketahanan dari
pengerutan. Akibatnya, serat poliester kadang-kadang dipintal bersama-sama dengan serat
alami untuk menghasilkan baju dengan sifat-sifat gabungan. Poliester juga digunakan untuk
membuat botol, film, tarpaulin, kano, tampilan kristal cair, hologram, penyaring, saput
(film) dielektrik untuk kondensator, penyekat saput buat kabel dan pita penyekat.

Poliester kristalin cair merupakan salah satu polimer kristalin cair yang
digunakan industri yang pertama dan digunakan karena sifat mekanis dan ketahanan
terhadap panasnya. Kelebihan itu penting dalam penggunaannya sebagai segel mampu kikis
dalam mesin jet.

Poliester keraspanas (thermosetting) digunakan sebagai bahan pengecoran,


dan resin poliester chemosetting digunakan sebagai resin pelapis kaca serat dan dempul
badan mobil yang non logam. Poliester tak jenuh yang diperkuat kaca serat banyak
digunakan dalam bagian badan dari kapal pesiar serta mobil.
Poliester digunakan pula secara luas sebagai penghalus (finish) pada produk
kayu berkualitas tinggi seperti gitar, piano, dan bagian dalam kendaraan / perahu pesiar.

2
Perusahaan Burns London, Rolls-Royce, dan Sunseeker merupakan segelinter perusahaan
yang memakai poliester untuk memperhalus produk-produk mereka. Sifat-sifat tiksotropi
dari poliester yang bisa dipakai sebagai semprotan membuatnya ideal untuk digunakan pada
kayu gelondongan bijian-terbuka, sebab mampu mengisi biji kayu dengan cepat, dengan
ketebalan saput yang terbentuk dengan kuat per lapisan. Poliester yang diawetkan bisa
diampelas dan dipoleskan ke produk akhir.

2. Sifat-Sifat Serat Poliester


- Sifat Mekanis
Penyerapan energi plastik yang diperkuat dengan serat kimia (uji benturan,
pelentukan, dan tarik) Investigasi atas persyaratan praktis untuk mengukur penyerapan
energi dari bahan-bahan gabungan (komposit), dan pengembangan metode yang cocok
untuk melaksanakan pengukuran tersebut. Sejumlah metode uji dinamis untuk mengukur
penyerapan energi dari berbagai lapisan, termasuk uji benturan pelentukan, uji benturan
berulang-ulang, uji benturan tarikan, dan uji tumbukan pembengkokan. Didiskusikan pula
ujian benturan pada lempengan berlapis. Penekanan khusus ditempatkan pada studi pada
berbagai komposit yang diperkuat dengan sebuah serat kimia. Tak dapat dimungkiri bahwa
ada hubungan antara penyerapan energi statis yang semu dari berbagai serat dan penyerapan
energi dinamisnya komposit. Komposit berpoliester komersial dan serat poliamida memiliki
penyerapan energi yang tertinggi, dimana peranti pengujian memiliki efek yang signifikan.

- Sifat kimiawi
Poliester tidak diketahui memiliki sifat kimiawi.

3. Industri Poliester
1. Dasar-dasar
Poliester merupakan salah satu polimer sintetis yang terbuat Purified Terephtalic
Acid (PTA) atau dimetil ester dimethyl terephthalate (DMT) dan Mono Etilena Glikol
(MEG). Dengan pangsa pasar sebesar 18% dari semua bahan plastik yang diproduksi,
poliester berada di urutan ketiga setelah polietilena (33.5%) dan polipropilena (19,5%).

Bahan-bahan mentah utamanya adalah sebagai berikut:

 Purified Terephthalic Acid – PTA – CAS-No.: 100-21-0


Sinonim: 1,4 Dibenzenedicarboxylic acid,
Sum formula; C6H4(COOH)2 , berat mol: 166,13

 Dimethylterephthalate – DMT- CAS-No: 120-61-6


Sinonim: 1,4 Dibenzenedicarboxylic acid dimethyl ester
Sum formula C6H4(COOCH3)2 , berat mol: 194,19

 Mono Etilena Glikol – MEG – CAS No.: 107-21-1


Sinonim: 1,2 Ethanediol, Sum formula: C2H6O2 , berat mol: 62,07

3
Lebih banyak informasi mengenai berbagai bahan mentah poliester bisa ditemukan
untuk PTA [1],DMT [2] dan MEG [3], di laman web INCHEM "Chemical Safety Information
from Intergovernmental Organizations". Dibutuhkan katalis untuk menghasilkan sebuah
polimer dengan berat molekul yang tinggi. Katalis yang paling umum dipakai adalah
antimon trioksida (atau antimon tri asetat):
Antimon trioksida – ATO – CAS-No.: 1309-64-4 Sinonim: tak ada, berat mol: 291,51
Sum formula: Sb2O3
Pada 2008, sekitar 10 000 t Sb2O3 digunakan untuk memproduksi sekitar 49 Mio t
polietilena tereftalat.
Poliester dideskripsikan sebagai berikut:
Polyetilena Tereftalat CAS-No.: 25038-59-9 Sinonim / singkatan: poliester, PET, PES
Sum Formula: H-[C10H8O4]-n=60-120 OH, berat unit mol: 192,17
Ada beberapa alasan pentingnya PTA:
 Relatif mudah diaksesnya berbagai bahan mentah PTA atau DMT dan MEG
 Proses kimianya sintesis poliester yang mudah dijelaskan dan sangat mudah dipahami
 Rendahnya tingkat toksisitas semua bahan mentah serta produk sampingan selama
produksi dan pengolahan
 PET bisa diproduksi dalam sebuah simpal (gelung) tertutup pada emisi yang rendah ke
lingkungan
 Bisa didaur ulang
 Banyaknya varian produk antara dan final yang terbuat dari poliester
Dalam tabel 1: produksi poliester sedunia untuk poliester tekstil, resin poliester botol,
poliester saput (film) yang terutama sekali untuk pengepakan dan poliester khusus buat
plastik mesin. Berdasarkan tabel ini, produksi poliester dunia melebihi 50 juta ton tiap tahun
sebelum tahun 2010.
Tabel 1: Produksi poliester dunia

Pangsa Per Tahun

Jenis Produk 2002 [Mio t/a] 2008 [Mio t/a

Tekstil -PET 20 39

Resin, Botol/A-PET 9 16

Film-PET 1.2 1.5

Poliester Spesial 1 2.5

TOTAL 31.2 49

4
1. Produsen bahan Mentah
Kebanyakan bahan mentah PTA, DMT, dan MEG diproduksi perusahaan kimia
besar yang kadang-kadang diintegrasikan ke penyulingan minyak mentah dimana p-xilena
merupakan bahan dasar untuk menghasilkan PTA dan elpiji merupakan bahan dasar
memproduksi MEG. BP, Reliance, Sinopec, SK-Chemicals, Mitsui, dan Eastman Chemicals
merupakan contoh dari sekian banyak produsen PTA. Produksi MEG ada dalam genggaman
sekitar 10 pemain global yang dipimpin oleh MEGlobal a JV of DOW dan PIC Kuweit
diikuti oleh Sabic.

Berikut ini adalah nama-nama produsen poliester terbesar:


Artenius, Advansa, DAK, DuPont, Eastman/Voridian, Hyosung, Huvis,
Indorama, Invista, Jiangsu Hengli Chemical Fiber, Jiangsu Sanfangxian Industry, M&G
Group, Mitsui, Mitsubishi, NanYa Plastics, Reichhold, Reliance, Rongsheng, Sabic, Teijin,
Toray, Trevira, Tuntex, Wellman, Yizheng Sinopec, Zhejiang Hengi Polymerization.
Di China terdapat lebih dari 500 pabrik poliester, tak heran bila setengah produksi
poliester dunia berasal dari negara tirai bambu itu. Informasi lebih lanjut mengenai poliester
di China bisa ditemukan di situs China Chemical Fiber Economic Information Network

2. Pengolahan Poliester

Sesudah tahap pertama produksi polimer dalam fase leleh, arus produk terbagi
menjadi dua bidang aplikasi yang berbeda yakni aplikasi tekstil dan aplikasi pengepakan.
Dalam tabel 2, terdapat daftar berbagai penerapan (aplikasi) utama poliester pengepakan dan
tekstil.
Tabel 2: Daftar penerapan poliester pengepakan dan tekstil
POLIMER BERBASIS-POLIESTER
(LELEH atau BUTIRAN)
Tekstil Pengepakan
Serat stapel (PSF) Botol untuk CSD, Air, Bir, Jus, Deterjen
Filamen POY, DTY, FDY A-PET Film
Benang teknis dan kawat ban Thermoforming
Tak tertenun dan spunbond BO-PET
Mono-filamen Pembalutan
Singkatan: PSF = Polyester Staple Fiber (Serat Stapel Poliester); POY = Partially
Oriented Yarn (Benang Berorientasi Parsial); DTY = Draw Textured Yarn (Benang
Tekstur); FDY = Fully Drawn Yarn; CSD = Carbonated Soft Drink (minuman ringan yang
diisi dengan gas karbon); A-PET = Amorphous Polyester Film (saput poliester tak
berbentuk); BO-PET = Biaxial Oriented Polyester Film (saput poliester berorientasi
disumbu). Pasar kecilnya poliester (<< 1 Million t/a) digunakan untuk memproduksi plastik
teknis dan pembetsan induk. Untuk menghasilkan poliester leleh dengan sangat efisien,
beberapa langkah pengolahan beroutput tinggi seperti serat stapel (50–300 t/d per lini
pemintalan) atau POY /FDY (sampai 600 t/d yang dipisahkan menjadi sekitar 10 mesin

5
pemintalan) merupakan proses yang semakin horizontal, terintegrasi, dan langsung. Ini
berarti polimer leleh langsung diubah menjadi filamen atau serat tekstil tanpa melalui tahap
pembutiran. Kita sedang membahas integrasi horizontal sepenuhnya saat poliester
diproduksi mulai dari minyak mentah atau berbagai produk penyulingan dalam chain oil ->
benzena -> PX -> PTA -> PET leleh -> serat / filamen atau bottle-grade resin. Eastman
Chemicals adalah yang pertama kali memperkenalkan ide menutup rantai dari PX ke resin
PET resin dengan apa yang mereka sebut dengan proses INTEGREX®. Kapasitas tempat
produksi yang terintegrasi dan horizontal seperti itu >1000 t/d dan bisa dengan mudah
mencapai 2500 t/d.
Di samping unit pengolahan besar untuk memproduksi benang atau serat stapel
yang tadi sudah disebutkan, terdapat sepuluh ribu pabrik pengolahan yang kecil dan sangat
kecil, jadi bisa diperkirakan bahwa poliester diolah dan didaur-ulang di lebih dari 10.000
pabrik di seluruh dunia. Ini tanpa menghitung semua perusahaan yang terlibat dalam industri
supply chain, dimulai dari perekayasaan dan mesin pengolahan serta diakhiri dengan
stabilisator, warna, dan aditif tambahan

3. Sintesis

Sintesis poliester pada umumnya dicapai dengan reaksi polikondensasi. Rumus


umum untuk reaksi dari sebuah diol dengan sebuah asam dikarboksilat adalah:

(n+1) R(OH)2 + n R´(COOH)2 ---> HO[ROOCR´COO]nROH + 2n H2O

 Esterifikasi azeotrop
Dalam metode klasik ini, satu alkohol dan satu asam alkanoat bereaksi
membentuk ester karboksilat. Untuk menghimpun sebuah polimer, air
yang terbentuk dari reaksi harus terus-menerus dihilangkan dengan
penyulingan azeotrop.
 Transesterifikasi beralkohol

O
O
\\
\\
C - O[Oligomer2] +
C - OCH3 + OH[Oligomer2]
CH3OH
/
/
[Oligomer1]
[Oligomer1]

(ester-terminated oligomer + alcohol-terminated (oligomer yang lebih besar +


oligomer) metanol)

6
 Asilasi (Metode HCI)
Asam bermula sebagai sebuah asam klorida, dan dengan begitu
polikondensasi meneruskan emisi (pemancaran) asam klorida (HCl),
bukannya air. Metodi ini bisa dilakukan di dalam larutan.
Metode silil
Dalam varian metode HCl ini, asam alkanoat klorida diubah dengan
trimetil silil eternya komponen alkohol dan hasilnya adalah trimetil
silil klorida.
 Polimerisasi Pembukaan cincin
Poliester alifatik bisa disusun dari lakton pada kondisi temperatur ruang
dan tekanan 1 atm, dikatalisasikan secara anion, kation,
atau organologam (metalorganik)

B. Dacron
1. Pengertian Dacron
Dakron adalah polimer yang tersusun atas glikol dengan asam tereftalat dan
terbentuk melalui polimerisasi kondensasi. Dakron banyak dimanfaatkan sebagai bahan
sandang. Dacron atau kalau di Indonesia dikenal dengan sebutan Dakron yaitu sebuah bahan
sintetis yang banyak digunakan sebagai bahan untuk mengisi bantal dan boneka, selain itu
juga sebagai serat untuk pakaian, untuk wadah pembungkus banda cair dan makanan dan
lain-lain. Dakron merupakan kopolimer yang terbuat dari etilena glikol serta dimetil
terflalat. Polimernya disebut dengan terflalat. Pada bentuk aslinya, polimer ini bersifat
amorf. Lalu dibuat benang dengan melelehkan serta memeras ke luar (ekstrusi) melalui
pemintal. Benang tersebut lalu diregangkan hingga 4 kali panjang dari bentuk awalnya.
Melalui pengolahan inilah molekul-mmolekul yang menyerupai rantai ini akan bersikap
sejajar, sehingga didapat polimer kristalin.

2. Proses Pembuatan Dacron


Proses pembuatan dacron yaitu melalui sebuah reaksi esterifikasi. Esterifikasi
adalah tahap pembentukan monomer. Proses ini berjalan langsung karena gugus karboksil (-
COO-) dari asam terflalat bisa secara mudah bereaksi dengan etilen glikol jadi untuk
reaksinya tidak membutuhkan katalis. Pada proses esterifikasi menghasilkan sebuah produk
sampingan yang berbentuk air yang bisa menghambat kesetimbangan reaksi, untuk air
dihilangkan dari proses esterikasi. Ada juga selain air hasil sampingan yang perlu dihindari
yaitu terbentuknya asetaldehida yang terbentuk akibat terdegradasi suhu yang tinggi
akibatnya akan mempengaruhi sifat akhir polimer poliester yang terbentuk.

7
3. Sifat Dacron
Sifat bahan dakron yaitu mempunyai daya serap yang rendah, itu menunjukan
kalau dakron bisa kering dengan cepat. Selain itu dakron terkenal dengan bahan yang kuat,
lentur, tidak mudah rusak.

4. Fungsi Dacron
Fungsi atau kegunaan dakron yaitu sebagai bahan sandang, untuk mengisi
bantal dan boneka, untuk kain, pita elektronik, serta bahan dasar film potret. Kain dakron
banyak digunakan untuk layar, pakaian, jok, jaring serta kain pelapis.

5. Kelebihan Dacron
Kelebihan bahan dacron yaitu apabila bahan dakron di pres atau vukum hingga
mengecil untuk dibungkus saat pengiriman barang, maka sesudah dilepas atau dibuka akan
kembali mengembang seperti semula. Inilah kenapa bahan dacron sangat direkomendasikan
sebagai bahan membuat bantal, boneka serta berbagai media yang mulanya berbahan dasar
kapuk beralih ke dakron. Dakron kuat dan lentur serta praktis. Jadi ketika bantal dan boneka
yang berbahan dakron dipres atau divakum akan mengeluarkan angin yang terdapat di antara
isi dakron. Proses inilah yang membuat bantal maupun boneka yang berbahan dakron
mengecil, sehingga tidak akan memakan tempat pada saat pengiriman serta biaya
pengirimanpun akan menjadi lebih murah. Dakron mempunyai daya serap yang rendah,

8
sehingga membuat dakron tidak menyerap air. Kelebihan ini yaitu sangat cocok dengan
kebutuhan isi bantal dan boneka yang bisa dicuci serta dikeringkan secara cepat dan mudah.

9
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

1. Poliester adalah suatu kategori polimer yang mengandung gugus fungsional ester
dalam rantai utamanya. Meski terdapat banyak sekali poliester, istilah "poliester" merupakan
sebagai sebuah bahan yang spesifik lebih sering merujuk pada polietilena tereftalat (PET).
Poliester termasuk zat kimia yang alami, seperti yang kutin dari kulit ari tumbuhan, maupun
zat kimia sintetis seperti polikarbonat dan polibutirat. Poliester digunakan pula secara luas
sebagai penghalus (finish) pada produk kayu berkualitas tinggi seperti gitar, piano, dan
bagian dalam kendaraan / perahu pesiar. Perusahaan Burns London, Rolls-Royce, dan
Sunseeker merupakan segelinter perusahaan yang memakai poliester untuk memperhalus
produk-produk mereka.
2. Dakron adalah polimer yang tersusun atas glikol dengan asam tereftalat dan
terbentuk melalui polimerisasi kondensasi. Dakron banyak dimanfaatkan sebagai bahan
sandang. Dacron atau kalau di Indonesia dikenal dengan sebutan Dakron yaitu sebuah bahan
sintetis yang banyak digunakan sebagai bahan untuk mengisi bantal dan boneka, selain itu
juga sebagai serat untuk pakaian, untuk wadah pembungkus banda cair dan makanan dan
lain-lain. Proses pembuatan dacron yaitu melalui sebuah reaksi esterifikasi. Esterifikasi
adalah tahap pembentukan monomer. Proses ini berjalan langsung karena gugus karboksil (-
COO-) dari asam terflalat bisa secara mudah bereaksi dengan etilen glikol jadi untuk
reaksinya tidak membutuhkan katalis. Fungsi atau kegunaan dakron yaitu sebagai bahan
sandang, untuk mengisi bantal dan boneka, untuk kain, pita elektronik, serta bahan dasar
film potret. Kain dakron banyak digunakan untuk layar, pakaian, jok, jaring serta kain
pelapis. Fungsi atau kegunaan dakron yaitu sebagai bahan sandang, untuk mengisi bantal
dan boneka, untuk kain, pita elektronik, serta bahan dasar film potret. Kain dakron banyak
digunakan untuk layar, pakaian, jok, jaring serta kain pelapis.

10
Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Poliester
https://www.temukanpengertian.com/2015/09/pengertian-dakron.html

11
12