Anda di halaman 1dari 7

Deasy Anggraini-2201838286

Fildzah Adani Islamey- 2201843531

Nur Rizqi Wulandari-2201840435

Perdana Cancer Kencana-220187825

Rifdatul Khoiri-2201832742

Tugas Kelompok ke-4

(Minggu 10 /Sesi 15)


Pertanyaan:

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep analisis permintaan agregat dan penawaran
agregat?
2. Jelaskan kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal dan bagaimana pengaruhnya terhadap
permintaan agregat?
3. Dalam suatu perekonomian negara diketahui bahwa
C = 100 + 0,8Y
I = 200
G = 300
X = 75
M = 25
Berdasarkan data di atas,
a. Tentukan keseimbangan perekonomian negara tersebut!
b. Berdasarkan pendapatan nasional keseimbangan, kemudian pemerintah menambah
pengeluarannya sebesar 100. Berapakah pendapatan nasional yang baru ?

ECON6066 – Micro And MacroEconomics-R1


Jawaban:
1. Yang dimaksud dengan konsep analisis permintaan agregat dan penawaran agregat
adalah:

Permintaan Agrerat
Definisi : pengukuran terhadap keselurahan permintaan barang dan jasa akhir yang
diproduksi dalam suatu ekonomi, dinyatakan sebagai jumlah total uang yang
dipertukarkan untuk barang dan jasa tersebut.
Empat komponen PDB (Y) berkontribusi pada permintaan agregat untuk barang dan
jasa dapat dituliskan sebagai berikut :
Y = C + I + G + Nx
*C = Pengeluaran konsumen untuk barang dan jasa
*I = Investasi swasta dan pengeluaran perusahaan untuk barang modal non-final
(pabrik, peralatan, dll.)
*G = Pengeluaran pemerintah untuk barang publik dan layanan sosial (infrastruktur,
Medicare, dll.)
*Nx = Ekspor neto (ekspor dikurangi impor)
Kurva : Kurva permintaan agregat miring ke bawah dari kiri ke kanan. Permintaan
meningkat atau menurun di sepanjang kurva karena harga barang dan jasa naik atau
turun. Juga, kurva dapat bergeser karena perubahan jumlah uang beredar, atau kenaikan
dan penurunan tarif pajak. Faktor-faktor yang menyebabkan Kurva permintaan agregat
mempunyai slope negatif adalah Tingkat harga dan konsumsi, Tingkat harga dan
investasi dan Tingkat harga dan ekspor neto.

Penawaran Agrerat
Definisi : Penawaran agregat, juga dikenal sebagai total output, adalah total pasokan
barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu ekonomi pada tingkat harga keseluruhan yang
diberikan dalam periode tertentu.
Kurva : Kurva penawaran agrerat ada 2 yaitu jangka panjang dan jangka pendek
a) Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, produksi barang dan jasa suatu perekonomian
tergantung pada pasokan atas tenaga kerja, modal, dan sumber daya alam dan
teknologi yang tersedia yang digunakan untuk mengubah faktor-faktor produksi

ECON6066 – Micro And MacroEconomics-R1


menjadi barang dan jasa. Tingkat harga tidak mempengaruhi variabel-variabel ini
dalam jangka panjang. Bentuk kurva penawaran agrerat jangka panjang vertikal
pada tingkat output alamiah. Tingkat produksi ini juga disebut sebagai output
potensial atau output dengan full-employment.

b) Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, peningkatan tingkat harga dalam perekonomian
cenderung meningkatkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Penurunan
tingkat harga cenderung mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

2. Penjelasan kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal dan bagaimana pengaruhnya


terhadap permintaan agregat adalah:

- Kebijakan Moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk
mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau
lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga
pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak
sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan
pemerintah lain.
Kemiringan kurva permintaan agregat bergerak menurun karena tiga pengaruh yaitu
Pengaruh kekayaan, Pengaruh suku bunga dan Pengaruh nilai tukar, Ketiga pengaruh ini
harusnya tidak dianggap sebagai teori alternatif.
Untuk memahami bagaimana kebijakan memengaruhi permintaan agregat, kita
memepelajari pengaruh suku bunga secara mendalam. Disini, kita mengembangkan teori
tentang bagaimana suku bunga ditentukan yang disebut dengan teori preferensi likuiditas
(theory of liquidity preference).
Teori preferensi likuiditas (theory of liquidity preference) –teori Keynes yang
menyatakan bahwa suku bunga berubah-ubah untuk membuat jumlah uang yang beredar dan
permintaan uang menjadi seimbang. Isi teori:
1. Jumlah uang beredar : jumlah uang yang beredar dikendalikan oleh Bank Sentral.
Karena ditetapkan oleh kebijakan bank sentral, jumlah uang yang beredar tidak dipengaruhi
oleh variabel-variabel ekonomi lainnya. Secara khusus jumlah uang yang beredar tidak
bergantung pada suku bunga. Setelah bank sentral memutuskan kebijakannya, jumlah uang

ECON6066 – Micro And MacroEconomics-R1


yang beredar tidak berubah, tanpa memandang suku bunga yang berlaku. Kita menggambarkan
jumlah uang yang beredar tetap dengan kurva penawaran vertikal.
2. Permintaan Uang : Kenaikan suku bunga menaikkan biaya kepemilikan uang
sehingga mengurangi jumlah permintaan uang. Penurunan suku bunga mengurangi biaya
kepemilikan uang dan menaikkan jumlah permintaan. Oleh karena itu, kurva permintaan
uang miring ke bawah.

3. Keseimbangan dalam Pasar Uang : Ada jenis suku bunga yang disebut dengan
suku bunga keseimbangan yang menyebabkan jumlah permintaan uang tepat seimbang
dengan jumlah uang yang beredar. Apabila suku bunga berada di tingkat lain, orang akan
berusaha menyesuaikan portofolio asset mereka sehingga mendorong suku bunga ke titik
keseimbangannya.

Kemiringan ke Bawah Kurva Permintaan Agregat

Analisis pengaruh suku bunga terhadap permintaan agregat barang dan jasa dapat
dirangkum menjadi 3 langkah, (1) tingkat harga yang lebih tinggi meningkatkan permintaan
uang, (2) permintaan uang yang lebih tinggi menyebabkan suku bunga menjadi lebih tinggi,
(3) suku bunga yang lebih tinggi mengurangi jumlah permintaan barang dan jasa. Hasil akhir
analisis ini adalah hubungan negatif antara tingkat harga dan jumlah permintaan barang dan
jasa yang diilustrasikan oleh kurva permintaan agregat yang miring ke bawah.

Perubahan Jumlah yang Beredar

teori ini menjelaskan beberapa peristiwa lain yang mengubah jumlah permintaan
barang dan jasa. Setiap jumlah permintaan barang dan jasa berada pada tingkat harga tertentu,
kurva permintaan agregat pun bergeser. Satu variabel penting yang menggeser kurva
permintaan agregat adalah kebijakan moneter: Apabila bank sentral menaikkan jumlah uang
yang beredar, suku bunga turun dan jumlah permintaan barang dan jasa untuk tingkat harga
tertentu naik yang menyebabkan kurva permintaan agregat bergeser ke kanan.

Teori preferensi likuiditas memberi satu prinsip penting: Kebijakan moneter dapat
dijelaskan, baik dalam terminologi jumlah uang yang beredar maupun terminologi suku
bunga. apabila bank sentral menetapkan target suku bunga, bank sentral berkomitmen untuk
menyesuaikan jumlah uang yang beredar untuk membuat keseimbangan dipasar uang guna
mencapai target tersebut.

- Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pihak


pemerintah guna mengelola dan mengarahkan kondisi perekonomian ke arah yang
lebih baik atau yang diinginkan dengan cara mengubah atau memperbarui
penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Salah satu hal yang ditonjolkan dari
kebijakan fiskal ini adalah pengendalian pengeluaran dan penerimaan pemerintah
atau negara.

ECON6066 – Micro And MacroEconomics-R1


Bagaimana kebijakan fiscal memengaruhi permintaan agrerat:

1. Perubahan-Perubahan dalam Pembelanjaan Negara

Ketika mengubah jumlah uang yang beredar atau tingkat pajak, pemerintah mengubah kurva
permintaan agregat dengan memengaruhi keputusan belanja perusahaan atau rumah
tangga.Sebaliknya,ketika mengubah belanja barang dan jasanya sendiri pemerintah
mengubah kurva permintaan agregat secara langsung.

2. Efek Penggandaan

Efek penggandaan (multiplier effect) adalah pergeseran tamabahan pada permintaan agregat
yangmuncul jika kebijakan fiscal ekspansif meningkatkan pendapatan yang menyebabkan
kenaikan belanja konsumen.

Pengganda = 1 / (1 – MPC)

Rumus penggandaan ini memberikan kesimpulan penting: Besar pengganda bergantung pada
kecenderungan konsumsi marginal.

3. Efek Pembatasan Paksa

Efek pembatasan paksa (crowding out effect) –imbangan permintaan agregat yang muncul
apabila kebijakan fiskal yang mengekspansi menaikkan suku bunga dan akibatnya
menurunkan belanja investasi.

4. Perubahan dalam perpajakan

Besarnya pergeseran permintaan agregat yang ditimbulkan oleh perubahan pajak juga
dipengaruhi oleh efek penggandaan dan pembatasan paksa. Ketika pemerintah menurunkan
pajak dan mendorong belanja konsumen, pernghasilan dan keuntungan meningkat yang juga
mendorong belanja konsumen. Ini merupakan efek pengandaan. Pada saat yang bersamaan,
pendapatan lebih tinggi meningkatkan permintaan uang yang cenderung menaikan suku
bunga. Suku bunga yang lebih tinggi membuat pinjaman lebih mahal sehingga menurunkan
belanja investasi. Ini merupakan efek pembatasan paksa. Tergantung besar efek pengandaan
dan efek pembatasan paksa, pergeseran permintaan agregat dapat lebih besar atau lebih kecil
dari pada pajak perubahan yang menyebabkannya.

ECON6066 – Micro And MacroEconomics-R1


3. Jika diketahui:
C = 100 + 0,8Y
I = 200
G = 300
X = 75
M = 25

a) Y = C + I + G + (X-M)
Y = 100 + 0,8Y + 200 + 300 + (75-25)
Y = 0,8Y + 650
Y – 0,8Y = 650
0,2Y = 650
Y = 3250
Jadi keseimbangan perekonomian negara Y = 3250
b) Y = C + I + G + (X-M)
Y = 100 + 0,8Y + 200 + (300+100) + ( 75-25)
Y = 0,8Y + 750
Y – 0,8Y = 750
0,2Y = 750
Y = 3750
Jadi keseimbangan pendapatan nasional negara setelah pemerintah manambah
pengeluaranya sebesar 100 adalah Y = 3750

ECON6066 – Micro And MacroEconomics-R1


Source:
https://www.investopedia.com/terms/a/aggregatedemand.asp
https://www.investopedia.com/terms/a/aggregatesupply.asp
https://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_moneter
https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-tujuan-dan-macam-macam-kebijakan-
fiskal/
http://madeaguspramanaputra.blogspot.com/2017/01/pengaruh-kebijakan-moneter-
dan-fiskal.html
Lecture Note 10
N. Gregory Mankiw. (2018). Principles of Economics. 08. Cengage Learning Asia Pte
Ltd. Singapore. ISBN: 978-981-4780-35-3

ECON6066 – Micro And MacroEconomics-R1