Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah Seiring perkembangan dunia yang pesat, perkembangan kondisi

pasar sekarang ini telah membawa pengaruh terhadap strategi yang harus

diterapkan oleh perusahaan dalam menawarkan dan memasarkan produk mereka,

untuk mencapai sasaran dalam suatu usaha pemasaran perusahaan selalu

mengandalkan pengambilan ideagar produk yang diciptakan di gemari oleh banyak

orang.

Memenangkan persaingan pelaksanaannya, selain berfungsi untuk

membuat produk baru, pegumpulan ide juga digunakan untuk mengangkat citra

perusahaan. Pengumpulan mempunyai peranan penting dalam menancapkan merek

suatu produk ke pikiran konsumen. Kenyataan ini sangat disadari oleh perusahaan

yang menciptakan suatu produk tertentu. Sebuah produk harus diposisikan untuk

menyampaikan seperangkat keuntungan yang akan didapatkan oleh konsumen

apabila menggunakan produk tersebut, oleh karena itu perusahaan harus mampu

mengenal apa yang menjadi kebutuhan dan harapan konsumen saat ini maupun

yang akan datang.

Dengan demikian tercipta sikap positif terhadap merek tersebut dan

mendorong konsumen untuk mencoba produk yang diiklankan. Dengan

menggunakan iklan sebagai media dalam mengkomunikasikan suatu produk atau

merek, dapat membuat masyarakat lebih mengenal produk atau merek.


1.2 Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini, antara lain:

1. Dapat mengetahui apa itu penyaringan ide.

2. Dapat menerapkan penyaringan ide pada praktikum pilot plant.

3. Dapat memahami manfaat dari penyaringan ide


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penyaringan Ide

Penyaringan ide merupakan tahapan yang bertujuan untuk mengevaluasi ide

atau konsep dasar yang sudah dikumpulkan pada tahapan pembentukan ide. Ide-ide

produk baru tersebut akan dieliminasi berdasarkan beberapa hal seperti:

a. Superioritas atau kualitas produk dari segi manfaat, keunikan, kemudahan

penggunaan

b. Value for money yaitu keunggulan ekonomis terhadap konsumen

c. Sinergi antara perusahaan dan produk baru, khususnya apakah

resources/sumber daya yang dimiliki perusahaan (material, teknologi,

pemasaran, keuangan) dapat digunakan secara optimal untuk menyukseskan

produk ini.

d. Sesuai dengan visi dan misi perusahaan

e. Gambaran peluang pasar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pertumbuhan dan ukuran pasar

f. Pesaing dan situasi persaingan

g. Compatibility (kesesuaian dan kecukupan) teknologi perusahaan untuk

melakukan riest pengembangan, rekayasa dan produksi produk baru tersebut

Penyaringan ide harus dilakukan seselektif mungkin, karena kesalahan

penyaringan ide seperti menolak ide yang bagus atau meloloskan ide yang buruk

akan berdampak terhadap besarnya biaya pengembangan produk yang terbuang.

Penyaringan ide dapat dilakukan dengan pelaksanaan tiga cara ini secara bersamaan

yaitu:
1. Studi potensi pasar

Melalui studi potensi pasar, kita dapat memperkirakan jumlah pembeli

potensial, tingkat pembelian potensial dan situasi persaingan (siapa pesaing

utama, kompetisi harga)

2. Perincian Konsep Produk dan Pengujian Konsep

Sebelumnya ide yang telah tersaring diberikan gambaran detail mengenai fitur

dan manfaat produk beserta visualisasinya. Kemudian konsep ini ditanyakan

kepada konsumen mengenai persepsi, penilaian, kesediaan atau kemungkinan

mencba ide produk baru yang ditawarkan.

3. Model Skoring

Model Skoring adalah pemberian nilai oleh pihak manajemen terhadap ide

produk tersebut berdasarkan kelayakannya terhadap:

a. Aspek objektifitas, pakah ide produk ini sesuai dengan visi misi

perusahaan.

b. Aspek teknologi, apakah sumber daya teknologi yang perusahaan miliki

memenuhi untuk mengadopsi ide tersebut sebagai produk baru?

c. Aspek keuangan, apakah sumber daya finansial yang perusahaan miliki

memenuhi untuk mengadopsi ide tersebut sebagai produk baru?

d. Aspek pemasaran, apakah konsep produk yang ditawarkan inovatif dan

sesuai dengan kebutuhan konsumen

Tahap penyaringan ide terdiri atas sejumlah aktivitas yang dirancang

untuk mengevaluasi suatu konsep produk baru. Konsekuensinya, akan ada banyak

konsep baru yang dieliminasi dalam tahap ini. Setidaknya, informasi yang diperoleh

dalam tahap penyaringan dapat membantu pihak manajamen untuk:


(1) memproyeksikan tingkat permintaan potensial,

(2) mengidentifikasi peluang keberhasilan produk, dan

(3) memperkitakan tingkat kanibalisasi. Kegiatan-kegiatan penyaringan dapat

meliputi studi potensi pasar (market potensial studies), pengujian konsep

(concept test), dan model skoring (scoring model).

Penyaringan ide, perusahaan harus menghindari dua jenis kesalahan.

Pertama adalah menolak ide yang sesungguhnya bagus, kedua adalah menerima

dan meneruskan ide yang buruk ke tahap pengembangan dan komersisasi. Dapat

membedakan tiga jenis kegagalan produk. Pertama, kegagalan produk yang absolut,

yaitu kegagalan yang menimbulkan kerugian, di mana penjualan tidak dapat

menutupi biaya variabel. Kedua, kegagalan produk yang bersifat parsial, di mana

ini menimbulkan kerugian tetapi penjualannya dapat menutupi biaya variabel dan

sebagian biaya tetap. Sedangkan yang ketiga, kerugian produk relatif adalah jenis

kegagalan produk yang memberikan laba yang lebih kecil daripada sasaran tingkat

pengembalian yang diharapkan perusahaan.

2.2 Tujuan Penyaringan Ide

Tujuan penyaringan ide adalah untuk menolak ide-ide buruk sedini mungkin.

Karena biaya pengembangan produk semakin besar dalam setiap tahap

pengembangan, Jika sebuah produk telah mencapai tahap berikutnya, maka

umumnya pihak manajemen beranggapan bahwa mereka telah melakukan banyak

investasi dalam produk tersebut, sehingga produk itu harus diluncurkan untuk

mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan. Padahal sesungguhnya ide

awalnya bukanlah ide yang bagus, karena itu situasi ini dapat menimbulkan

kerugian besar bagi perusahaan.


Suatu ide produk baru perlu dijelaskan dalam bentuk standar yang

menggambarkan ide produk, pasar sasaran dan persaingannya, serta memberikan

perkiraan kasar mengenai ukuran pasarnya, harga produk, waktu dan biaya

pengembangan, biaya produksi, dan tingkat pengembalian. Kemudian setiap ide

yang ada dibandingkan dengan sejumlah kriteria. Rincian pertanyaan mengenai

apakah suatu ide produk dapat sesuai dengan tujuan, strategi, dan sumber daya

perusahaan. Ide-ide yang tidak dapat menjawab satu atau lebih pertanyaan-

pertanyaan tersebut harus ditolak.

2.3 Strategi Pengembangan Produk

Pengembangan produk baru, perusahaan menghadapi berbagai kendala.

Menghadapi kendala-kendala tersebut maka perusahaan harus mempunyai seperangkat

startegi dalam menghadapi setiap perubahan bisnis yang mungkin terjadi.

Menurut Philip Kotler ada tiga macam strategi di dalam pengembangan produk:

a. Strategi peningkatan kwalitas (quality improvement)

Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja fungsional produk, daya

tahan, keandalan, kecepatan dan rasa.

b. Strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement)

Strategi ini bertujuan untuk menambah keistimewaan baru (seperti ukuran,

berat, bahan, kelengkapan tambahan dan aksesoris) yang mempeluas

keanekaragaman, keamanan atau kenyamanan produk.

c. Strategi peningkatan gaya (style improvement)


Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik astetis suatu produk,

seperti perusahaan memperkenalkan variasi warna, dan tekstur serta sering

merubah gaya kemasan.


BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat

Alat yang digunakan, sebagai berikut:

1. Printer sebagai alat untuk mencetak hasil penyaringan ide.

2. Laptop sebagai media mencari sumber penyaringan ide.

3. Spidol sebagai alat untuk menulis.

3.2 Bahan

Bahan yang digunakan sebagai berikut:

1. Kertas A4 sebagai tempat menulis ide.

2. Kertas Karton sebagai tempat menulis ide.

3. Selotip sebagai bahan untuk menempelkan hasil ide.

3.3 Prosedur Kerja

3.3.1 Studi Potensi Pasar

1. Setiap kelompok membuat kuesioner pertanyaan terstruktur dengan

metode tertutup (kuesioner dengan pilihan jawaban tersedia) mengenai

ide-ide produk yang akan disaring. Setiap ide produk harus memiliki satu

kuesioner.

2. Pertanyaan kuesioner harus berupa pertanyaan yang lugas, jelas dan tidak

bersifat ambigu. Pertanyaan yang diajukan harus dapat mengumpulkan

informasi mengenai keinginan konsumen, pilihan bentuk/ukuran/rasa dan

fitur lainnya yang diinginkan oleh konsumen.


3. Kuesioner kemudian diberikan kepada target konsumen dengan jumlah

sebanyak-banyaknya baik melalui media daring, pertemuan langsung dan

sebagainya.

Hasil kuesioner kemudian ditabulasikan dan dijadikan acuan dalam

pembuatan konsep produk. Studi potensi pasar ini, setiap kelompok diminta untuk

memetakan persaingan produk tersebut dengan melakukan identifikasi:

a) Jumlah produk pesaing

b) Fitur yang dimiliki produk pesaing

c) Harga yang ditawarkan pesaing

3.3.2 Pembuatan Konsep Produk

Hasil dari kuesioner pada tahap , akan diperlukan sebagai bahan materi

pembuatan konsep. Keinginan konsumen tersebut harus dimasukkan ke dalam

konsep produk. Konsep produk memuat:

a. Target konsumen

b. Fitur produk yang dunggulkan (sifat sensorik/kimia/fisik)

c. Teknologi yang digunakan

d. Ide pemasaran dalam bentuk image produk

3.3.3 Pengujian Konsep Produk

Konsep produk kemudian diuji kepada konsumen dengan menanyakan hal-

hal di bawah ini. Pilihan jawaban yang tersedia dapat menggunakan skala hedonik

1-5 (sangat tidak suka hingga suka atau sangat tidak ingin mencoba/membeli hingga

ingin mecoba/membeli):

a. Apakah anda menyukai ide produk ini?

b. Bagaimana penilaian anda terhadap ide produk ini?


c. Jika produk ini diperjual belikan, apakah anda bersedia mencoba produk?

d. Jika produk ini diperjual belikan, apakah anda bersedia mencoba membeli

produk ini?

3.3.4 Model Skoring

Setiap anggota kelompok diminta untuk menilai ide produk berdasarkan:

a. Aspek objektifitas, pakah ide produk ini sesuai dengan visi misi perusahaan.

b. Aspek teknologi, apakah sumber daya teknologi yang perusahaan miliki

memenuhi untuk mengadopsi ide tersebut sebagai produk baru?

c. Aspek keuangan, apakah sumber daya finansial yang perusahaan miliki

memenuhi untuk mengadopsi ide tersebut sebagai produk baru?

d. Aspek pemasaran, apakah konsep produk yang ditawarkan inovatif dan

sesuai dengan kebutuhan konsumen

Hasil penilaian setiap anggota kelompok ditabulasi dan kemudian dilakukan

penilaian peringkat.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari percobaan ini ialah:

1. Penyaringan ide merupakan tahapan yang bertujuan untuk mengevaluasi ide

atau konsep dasar yang sudah dikumpulkan pada tahapan pembentukan ide.

Ide-ide produk baru tersebut akan dieliminasi.

2. Percobaan ini kami dapat menerapkan penyaringan ide yaitu dari lima

produk yang akan di buat di saring menjadi tiga ide dan akhirnya menjadi

satu ide yaitu membuat minuman Jahe.

3. Manfaat dari penyaringan ide ini ialah produk yang akan di buat lebih baik

dan lebih terstruktur.

5.2 Saran

Sebaiknya percobaan dilakukan lebih teliti dan baik lagi. Agar ide yang

didapatkan dapat digunakan dan dipasarkan dengan bagus.