Anda di halaman 1dari 21

FORMAT LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

Asuhan Keperawatan gerontik pada Lansia A dengan (Diabetes Mellitus)


di Ruang Mawar
Tanggal 04 November 2019

I. PENGKAJIAN/PENGUMPULAN DATA :
A. IDENTITAS/DATA BIOGRAFIS KLIEN
1. Nama : Lansia A
2. No. Rekam Medis : 123456
3. Jenis Kelamin : Laki - laki
4. Tempat Tanggal Lahir : 31 Desember 1950
5. Umur : 69 tahun
6. Agama : Hindu
7. Status Perkawinan : Menikah
8. Pekerjaan : PNS (pension)
9. Pendidikan Terakhir : SMA
10. Alamat Rumah : Denpasar Timur
11. Orang yang dekat dihubungi : Anak Lansia A (Bapak B)
12. Hubungan dengan klien : Anak
13. Tanggal masuk ke RS : 03 November 2019
B. KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan lemas
C. RIWAYAT KESEHATAN SAAT INI
Pasien mengatakan mempunyai riwayat diabetes mellitus
D. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
Pasien mengatakan mempunyai riwayat penyakit Diabetes Mellitus (DM) dari 2 tahun
lalu.
E. GENOGRAM
F. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan
G. RIWAYAT PEKERJAAN
Pasien mengatakan bekerja di kantor camat Denpasar.
H. RIWAYAT LINGKUNGAN HIDUP
Klien tinggal di rumah pribadi anaknya, bersama anaknya, menantunya dan juga 3
orang cucunya. Jumlah kamar dalam rumah tersebut berjumlah 4 kamar, kondisi
kamar cukup baik, peralatan tertata rapi, kondisi tempat tidur cukup baik. Namun
pertukaran udara dan cahaya matahari dalam kamar Tn. A kurang. Tingkat
kenyamanan dan privacy klien cukup terjamin. Tetangga Tn. A yang terdekat dari
rumahnya ialah ibu S
I. RIWAYAT REKREASI
Klien memiliki hobi membaca koran dan membuat kaligrafi. Klien mengatakan
pernah menjadi anggota pengurus RT dan menjadi di dekat rumahnya. Klien juga
mengatakan ia dan kluarganya sering melakukan perjalanan rekreasi ke daerah
pegunungan dan pantai. Klien mengatakan sangat senang ketika dirinya berekreasi
bersama keluarga karena dengan begitu klien merasa masih diperhatikan dan dihargai
oleh keluarganya.
J. SISTEM PENDUKUNG
Di deket rumah klien terdapat seorang dokter memang kenal dengan keluarga klien.
Terkadang keluarga klien meminta tolong kepada dokter tersebut untuk memeriksa
kondisi Tn. A. adapun jarak rumah dokter tersebut dengan rumah klien hanya berjarak
5 km. rumah klien tidak jauh dr R.S Pasar Rebo yang berjarak sekitar 500 km dari
rumahnya. Selain itu juga terdapat klinik Sejahtera di dekat rumah klien yang berjarak
sekitar 50 km. keluarga masih kurang memperhatikan kondisi klien dikarenakan
kesibukan mereka bekerja diluar rumah. Namun kluarga tetap membantu mengawasi
kesehatan klien.
K. SPIRITUAL/KULTURAL
1. Pelaksanaan ibadah
Biasanya klien melaksanakan persembahyangan 1 hari sekali di sore hari di merajan.
Dan klien mengatakan sering membaca mantram gayatri untuk menghilangkan
pikiran-pikiran negatifnya dan untuk membantu menenangkan dirinya akibat dari
respon stress yang ditimbulkan karena penyakit yang klien derita.
2. Keyakinan tentang kesehatan
Klien mengatakan kesehatan merupakan hal yang penting bagi dirinya dan kluarga
sebab tanpa kesehatan sesorang tidak akan mampu melakukan aktivitasnya sehari-
hari.

L. PEMERIKSAAN FISIK
Tinjauan Sistem
1. Keadaan umum : Lemas
2. Tingkat kesadaran : Composmentis
3. (Composmetis/Apatis/Somnolen/Supor/Coma)
4. Glasgow Coma Scale (GCS) :V : 5, E : 4, M : 6
5. Tanda-Tanda Vital
a. Suhu : 36,50C
b. Nadi : 65 x/menit
c. Tekanan darah : 110/60 mmHg
d. Pernafasan : 16 x/menit
6. Tinggi badan : 169 cm
7. Berat badan : 65 Kg
8. IMT (Indeks Massa Tubuh) : 25,3
9. Sistem Kardiovaskuler
Inspeksi : Keadaan umum baik
Palpasi : Tidak ada pelebaran pembuluh darah dan pembesaran
jantung
Perkusi : Suara pekak
Auskultasi : S1 S2 Reguler tunggal

10. Sistem Pernafasan


Inspeksi :Dada kanan dan kiri terlihat simetris,
Palpasi : Tidak ada perbesaran abnormal
Perkusi : Suara sonor
Auskultasi : Suara vesikuler

11. Sistem Integument


Warna kulit sawo matang, kulit lembab, tidak terdapat luka, turgor kulit tidak elastis,
tidak terdapat jaringan parut, kuku terlihat agak tebal, keadaan rambut kepala menipis
dan beruban hampir seluruh permukaan rambut, kulit keriput
12. Sistem Perkemihan
Tidak ada masalah dalam system perkemihan, klien mengatakan bisa BAK di kamar
mandi dengan frekuensi 3-4 x/hari
13. Sistem Musculoskeletal
Range of motion : Penuh

14. Sistem Endokrin


Pasien mengatakan menderita diabetes mellitus dan sudah mendapatkan terapi insulin
selama 2 tahun.
15. Sistem Immun Hematologi
Tidak ada masalah dalam system immune, klien mengatakan klien diimunisasi
lengkap
16. Sistem Gastrointestinal
Nafsu makan baik, klien mengatakan saat ini mempunyai makanan pantangan seperti
makanan yang manis dan kolesterol, ketika dikaji tidak terdapat anorexia, mual
ataupun muntah, proses mengunyah masih baik walaupun sebagian giginya tanggal,
proses menelan baik, bising usus baik, saat dipalpasi tidak terdapat pembesaran kolon,
perut tidak kembung, klien mengatakan BAB nya lancar.
17. Sistem Reproduksi
Tidak dilakukan pengkajian pada system reproduksi
18. Sistem Neurosensori
Tidak ada masalah pada system persyarafan. Klien mengatakan status mental klien
baik, emosi klien stabil dan respon klien terhadap pembicaraan (+) dengan bicara
yang normal dan jelas serta interpretasi klien terhadap lawan bicara cukup baik.
Keadaan mata klien normal dan kemampuan pendengaran klien cukup baik.
M. PENGKAJIAN FUNGSIONAL
ADL (Activity Daily Living)
Pengkajian fungsional berdasarkan INDEKS KATZ
Pengkajian ini meliputi obsservasi kemampuan klien untuk melakukan aktivitas
kehidupan sehari-hari/Activity Daily Living (ADL)
1. INDEKS KATZ
Termasuk/katagori manakah klien?
Skore Kriteria:
Katagori Keterangan
A Kemandirian dalam hal makan, kontinen (BAB atau
BAK), berpindah, ke kamar kecil, mandi dan
berpakaian
B Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari
fungsi tersebut
C Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi dan
satu fungsi tambahan
D Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi,
berpakaian dan satu fungsi tambahan
E Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi,
berpakaian, ke kamar kecil, dan satu fungsi
tambahan
F Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi,
berpakaian, ke kamar kecil, berpindah dan satu
fungsi tambahan
G Ketergantungan pada ke enam fungsi tersebut
Lain-Lain Tergantung pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak
dapat diklasifikasikan sebagai C, D, E atau F
Keterangan:
Pasien masuk dalam kategori B dalam melakukan kegiatan sehari – hari. Kemandirian
dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tersebut. Lansia A diberikan pengawasan saat
makan agar keluarga dapat tetap mengawasi diet pasien.
2. MODIFIKASI DARI BARTHEL INDEKS
Termasuk yang manakah klien?
Item yang
NO Skor Nilai
dinilai
1 Makan 0 = Tidak mampu
2
(Feeding) 1 = Butuh bantuan memotong,
mengoles mentega, dll
2 = Mandiri
2 Mandi 0 = Tergantung dengan orang lain
(Bathing) 1 = Mandiri 1

3 Perawatan 0 = Membutuhkan bantuan orang


diri lain
(Grooming) 1 = Mandiri dalam perawatan 0
muka, rambut, gigi, dan
bercukur
4 Berpakaian 0 = Tergantung dengan orang lain
(Dressing) 1 = Sebagian dibantu (missal
1
mengancing baju)
2 = Mandiri
5 Buang air 0= Inkontinensia atau pakai kateter
kecil dan tidak terkontrol
(Bladder) 1 = Kadang inkotinensia (maks, 1x
2
24 jam)
2 = Kontinensia (teratur untuk
lebih dari 7 hari)
6 Buang air 0 = Inkontinensia (tidak teratur
besar atau perlu enema)
(Bowel) 1 = Kadang inkotinensia (sekali 2
seminggu)
2 = Kontinensia (teratur)
7 Penggunaan 0 = Tergantung bantuan orang lain
toilet 1= Membutuhkan bantuan, tapi
dapat melakukan beberapa hal 1
sendiri
2 = Mandiri
8 Transfer 0 = Tidak mampu
1 = Butuh bantuan untuk bisa
duduk (2 orang)
2 = Bantuan kecil (1 orang) 2
3 = Mandiri

9 Mobilitas 0 = Imobilitas (tidak mampu)


1 = Menggunakan kursi roda 2
2 = Berjalan dengan bantan satu
orang
3= Mandiri (meskipun
menggunakan alat bantu seperti
tongkat)
10 Naik turun 0 = Tidak mampu
tangga 1 = Membutuhkan bantuan (alat
1
bantu)
2 = Mandiri

Interpretasi hasil:
20 : Mandiri
12-19 : Ketergantungan Ringan
9-11 : Ketergantungan Sedang
5-8 : Ketergantungan Berat
0-4 : Ketergantungan Total
N. PENGKAJIAN KOGNITIF
1. Identifikasi tingkat intelektual dengan Short Protable Mental Status Questioner
(SPMSQ)
Instruksi :
Ajukan pertanyaan 1-10 pada daftar ini dan catat semua jawaban
Catat jumlah kesalahan total berdasarkan total kesalahan berdasarkan 10
pertanyaan.
Keterangan
Skore No Pertanyaan Jawaban
Kesalahan 0-2 : + -
Fungsi intelektual utuh 1 Tanggal berapa hari ini? 4 November

Kesalahan 3-4 : 2019


2 Hari apa sekarang? Senin
Kerusakan intelektual
3 Apa nama tempat ini? Rumah Sakit
ringan
4 Berapa nomor telepon Anda? 08722292342
Kesalahan 5-7 : Dimana alamat Anda?
Kerusakan intelektual (tanyakan bila tidak memiliki
sedang telepon)

Kesalahan 8-10 : 5 Berapa umur Anda? 69 tahun


6 Kapan Anda lahir? 31 Deseber
Kerusakan intelektual
1950
berat
7 Siapa Presiden Indonesia Jokowododo
sekarang?
8 Siapa Presiden sebelumnya? SBY
9 Siapa nama Ibu Anda? Dadong
Dauh
10 Berapa 20 dikurangi 3? (Begitu 17
seterusnya sampai bilangan
terkecil)
2. Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental dengan mnggunakan Mini Mental
Status Exam (MMSE)
Nilai Nilai Pertanyaan
maksimum pasien
Orientasi
5 5 (tahun) (musim) (bulan apa sekarang?) (tanggal) (hari)
5 5 Dimana kita: (negara) (propinsi) (kota) (rumah sakit)
(lantai)?
Registrasi
3 3 Sebutkan 3 buah nama benda ( jeruk, uang, mawar), tiap
benda 1 detik, pasien disuruh mengulangi ketiga nama
benda tadi. Nilai 1 untuk tiap nama benda yang benar.
Ulangi sampai pasien dapat menyebutkan dengan benar
dan catat jumlah pengulangan
Perhatian dan kalkulasi
5 5 Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 untuk tiap jawaban yang
benar. Hentikan setelah 5 jawaban. Atau disuruh mengeja
terbalik kata “ WAHYU” (nilai diberi pada huruf yang
benar sebelum kesalahan; misalnya uyahw=1 nilai)
Mengingat
3 1 Meminta untuk mengulang ketiga objek di atas. Berikan 1
poin untuk setiap kebenaran
Bahasa
2 2 Pasien diminta menyebutkan nama benda yang ditunjukkan
( pensil, arloji)

Pasien diminta mengulang rangkaian kata :” tanpa kalau


1 1 dan atau tetapi ”
Pasien diminta melakukan perintah: “ Ambil kertas ini
dengan tangan kanan, lipatlah menjadi dua dan letakkan di
3 1 lantai”.

Pasien diminta membaca dan melakukan perintah


“Angkatlah tangan kiri anda”

Pasien diminta menulis sebuah kalimat (spontan)


1 1
Pasien diminta meniru gambar di bawah ini

1 1

1
1
30 25 Nilai total

Keterangan
Pedoman Skor kognitif global (secara umum):
Nilai: 24 -30: normal
Nilai: 17-23 : mungkin gangguan kognitif
Nilai: 0-16: pasti gangguan kognitif
Catatan: dalam membuat penilaian fungsi kognitif harus diperhatikan tingkat
pendidikan dan usia responden
PENGKAJIAN STATUS EMOSIONAL
Identifikasi masalah emosional

Pertanyaan tahap 1
a. Apakah klien mengalami kesulitan tidur?
Tidak
b. Apakah klien sering merasa gelisah?
Tidak
c. Apakah klien sering murung dan menangis sendiri?
Tidak
d. Apakah klien sering was-was atau khawatir?
Tidak
Pertanyaan tahap 2
a. Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari satu kali dalam satu bulan?
Iya
b. Ada atau banyak pikiran?
Tidak ada
c. Ada masalah atau gangguan dengan keluarga lain?
Tidak
d. Menggunakan obat tidur/penenang atas anjuran dokter?
Tidak
e. Cenderung mengurung diri?
Tidak
Bila lebih dari satu atau sama 1 jawaban “ya”Masalah Emosional Positif (+)
O. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
Pasien masih mampu bersosialisasi, bergaul dan berkomunikasi dengan lingkungan
sekitarnya, pasien bersikap ramah dan sopan terhadap orang-orang disekitarnya,
pasien selalu berharap mampu bersosialisasi dan memiliki hubungan baik, terhadap
orang-orang disekitarnya
P. PENGKAJIAN SPIRITUAL
Pasien beragama hindu, sebelum sering sakit-sakitan, pasien selalu mengikuti
kegiatan keagamaan seperti odalan, menurut keyakinan pasien kematian merupakan
bersatunya kembali roh manusia dengan penciptanya, pasien selalu berharap mampu
menjalankan perintah agamanya dengan baik
PENGKAJIAN DEPRESI
Menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS)
NO ITEM PERTANYAAN YA TIDAK
1 Apakah Bapak/ Ibu sekarang ini merasa puas 1 0
dengan kehidupannya?
2 Apakah Bapak/ Ibu telah meninggalkan 1 0
banyak kegiatan atau kesenangan akhir-akhir
ini?
3 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa hampa/ 0 1
kosong di dalam hidup ini?
4 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa bosan? 0 1
5 Apakah Bapak/ Ibu merasa mempunyai 1 0
harapan yang baik di masa depan?
6 Apakah Bapak/ Ibu merasa mempunyai 0 1
pikiran jelek yang mengganggu terus
menerus?
7 Apakah Bapak/ Ibu memiliki semangat yang 1 0
baik setiap saat?
8 Apakah Bapak/ Ibu takut bahwa sesuatu yang 0 1
buruk akan terjadi pada Anda?
9 Apakah Bapak/ Ibu merasa bahagia sebagian 1 0
besar waktu?
10 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa tidak 1 0
mampu berbuat apa- apa?
11 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa resah dan 0 1
gelisah?
12 Apakah Bapak/ Ibu lebih senang tinggal 0 1
dirumah daripada keluar dan mengerjakan
sesuatu?
13 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa kawatir 0 1
tentang masa depan?
14 Apakah Bapak/ Ibu akhir – akhir ini sering 0 1
pelupa?
15 Apakah Bapak/ Ibu pikir bahwa hidup Bapak/ 0 1
Ibu sekarang ini menyenangkan?
16 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa sedih dan 0 1
putus asa?
17 Apakah Bapak/ Ibu merasa tidak berharga 0 1
akhir-akhir ini?
18 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa kawatir 0 1
tentang masa lalu?
19 Apakah Bapak/ Ibu merasa hidup ini 1 0
mengembirakan?
20 Apakah sulit bagi Bapak/ Ibu untuk memulai 0 1
kegiatan yang baru?
21 Apakah Bapak/ Ibu merasa penuh semangat? 1 0
22 Apakah Bapak/ Ibu merasa situasi sekarang 0 1
ini tidak ada harapan?
23 Apakah Bapak/ Ibu berpikir bahwa orang lain 0 1
lebih baik keadaanya daripada Bapak/ Ibu?
24 Apakah Bapak/ Ibu sering marah karena hal- 0 1
hal yang sepele?
25 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa ingin 0 1
menangis?
26 Apakah Bapak/ Ibu sulit berkonsentrasi? 0 1
27 Apakah Bapak/ Ibu merasa senang waktu 0 1
bangun tidur di pagi hari?
28 Apakah Bapak/ Ibu tidak suka berkumpul di 0 1
pertemuan sosial?
29 Apakah mudah bagi Bapak/ Ibu membuat 1 0
suatu keputusan?
30 Apakah pikiran Bapak/ Ibu masih tetap mudah 1 0
dalam memikirkan sesuatu seperti dulu?
Ket: Setiap jawaban yang “ SESUAI” diberi skor 1
Skor : 10
Skor 0-10 : Menunjukkan tidak depresi
Skor 11-20 : Menunjukkan depresi ringan
Skor 21-30 : Menunjukkan depresi sedang/ berat

Q. PENGKAJIAN RISIKO JATUH


1. Pengakjian dengan menggunakan MORSE Scale
Tgl
No Item Penilaian Jam
Skor IA 1 2 3 4
1 Usia 1
a. Kurang dari 60 0
b. Lebih dari 60 1
c. Lebih dari 80 2
2 Defisit Sensoris 0
a. Kacamata bukan bifokal 0
b. Kacamata bifokal 1
c. Gangguan pendengaran 1
d. Kacamata multifokal 2
e. Katarak/ glaukoma 2
f. Hamper tidak melihat/ buta 3
3 Aktivitas 2
a. Mandiri 0
b. ADL dibantu sebagian 2
c. ADL dibantu penuh 3
4 Riwayat Jatuh 0
a. Tidak pernah 0
b. Jatuh< 1 tahun 1
c. Jatuh < 1bulan 2
d. Jatuh pada saat dirawat 3
sekarang

5 Kognisi 0
a. Orientasi baik 0
b. Kesulitan mengerti perintah 2
c. Gangguan memori 2
d. Kebingungan 3
e. Disorientasi 3
6 Pengobatan dan Penggunaan Alat 2
Kesehatan
a. >4 jenis pengobatan 1
b. Antihipertensi/ 2
hipoglikemik/ antidepresan 2
c. Sedative/ 2
psikotropika/narkotika
d. Infuse/ epidural/ spinal/
dower catheter/ traksi
7 Mobilitas 4
a. Mandiri 0
b. Menggunakan alat bantu 1
berpindah 2
c. Kordinasi/ keseimbangan 3
memburuk 4
d. Dibantu sebagian 4
e. Dibantu penuh/bedrest/nirse
assist
f. Lingkungan dengan banyak
furniture
8 Pola BAB/BAK 0
a. Teratur 0
b. Inkotinensia urine/feses 1
c. Nokturia 2
d. Urgensi/frekuensi 3
9 Komorbiditas 2
a. Diabetes/ penyakit jantung/ 2
stroke/ ISK 2
b. Gangguan saraf pusat/ 3
Parkinson
c. Pasca bedah 0-24 jam

Total skor
Keterangan
Risiko Rendah 0-7
Risiko Tinggi 8-13 11
Risiko Sangat Tinggi ≥ 14
Nama/ paraf
Catatan:
a. Pengkajian awal risiko jatuh dilakukan pada saat pasien masuk rumah sakit, dituliskan
pada kolom IA (Initial Assessment)
b. Pengkajian ulang untuk pasien risiko jatuh ditulis pada kolom keterangan dengan
kode:
1) Setelah pasien jatuh (Post Falls) dengan kode: PF
2) Perubahan kondisi (Change of Condition) dengan kode: CC
3) Menerima pasien pindahan dari ruangan lain (On Ward Transfer) dengan kode:
WT
4) Setiap minggu (Weekly) dengan kode: WK
5) Saat pasien pulang (Discharge) dengan kode: DC
Kode ini dituliskan pada kolom keterangan
2. Pengkajian dengan instrumen “THE TIMED UP AND GO” (TUG)
NO LANGKAH Skor
1 Posisi pasien duduk di kursi 5
2 Minta pasien berdiri dari kursi, berjalan 10 langkah (3 meter), 15
kembali ke kursi, ukur waktu dalam detik
Keterangan:
Skor:
>12 detik : risiko jatuh tinggi
≤ 12 detik : risiko jatuh rendah
R. APGAR keluarga
NO ITEMS PENILAIAN SELALU KADANG - TIDAK
(2) KADANG (1) PERNAH (0)


1 A: Adaptasi
Saya puas bisa kembali
pada keluarga (teman-
teman) saya untuk
membantu apabila saya
mengalami kesulitan
(adaptasi)


2 P: Partnership
Saya puas dengan cara
keluarga (teman-teman)
saya membicarakan
sesuatu dan
mengungapkan masalah
dengan saya (hubungan)


3 G: Growth
Saya puas bahwa
keluarga(teman-teman)
saya menerima dan
mendukung keinginan
saya untuk melakukan
aktivitas (pertumbuhan)


4 A: Afek
Saya puas dengan cara
keluarga (teman-teman)
saya mengekspresikan
afek dan berespons
terhadap emosi saya,
seperti marah, sedih atau
mencintai


5 R: Resolve
Saya puas dengan cara
teman atau keluarga saya
dan saya menyediakan
waktu bersama-sama
mengekspresikan afek
dan berespon
JUMLAH 10
Penilaian:
Total nilai <3 : disfungsi keluarga yang sangat tinggi
Total nilai 4-6 : disfungsi keluarga sedang
Total nilai 7-10: tidak ada disfungsi keluarga
S. INFORMASI PENUNJANG
1. Laboratorium
-
2. Radiologi
-
3. Diagnosa medis
Diabetes Mellitus
4. Terapi medis, obat dan lain-lain
Terapi insulin.

II. ANALISA DATA


NO TGL/JAM DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM
1 04/11/19 DS: Pasien Ketidakseimbangan produksi Ketidakstabilan kadar
08.00 mengatakan insulin glukosa darah
merasa lemas, dan
kesemutan pada Gula darah mengalami
telapak tangan. peningkatan
DO: pasien
tampak lemah. Gangguan intoleransi glukosa
Hasil GDS : darah
652mg/dL
TD : Ketidakstabilan kadar glukosa
110/60mmHg darah
N : 65 X/ menit
S : 36,50C
RR : 16 x/menit
DS: Pasien Penurunan fungsi ginjal Keletihan
mengatakan
merasa lemas. Frekuensi BAK meningkat
DO: Pasien
terlihat lemah, Peningkatan BAK di malam
tidak mampu hari
mempertahankan
aktivitas rutin. Gangguan tidur

Penurunan kondisi fisiologis

Keletihan
3 DS : Pasien Gangguan metabolism glukosa Resiko Jatuh
mengatakan
lemas. Perubahan kadar glukosa
DO : pasien darah
berusia > 65
tahun.
Skor pengkajian Kekuatan otot menurun
resiko jatuh 11
(Resiko tinggi). Kelemahan fisik
Skor TUG >12
detik (Resiko Resiko Jatuh
Jatuh Tinggi)

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS MASALAH


Diagnosa keperawatan yang mengacu pada klien lansia dan keluarganya (diagnosa
fisik/biologis dan psikososial). Minimal mengangkat 3 diagnosa keperawatan.
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah b.d Gangguan intoleransi glukosa darah d.d Pasien
mengatakan merasa lemas, dan kesemutan pada telapak tangan, dan pasien tampak lemah. Hasil
GDS : 652mg/dL TD : 110/60mmHg N : 65 X/ menit S : 36,50C RR : 16 x/menit
2. Keletihan b.d kondisi fisiologis d.d pasien mengatakan lemas dan Pasien terlihat
lemah, tidak mampu mempertahankan aktivitas rutin.
3. Resiko jatuh d.d kekuatan otot menurun.
IV. RENCANA KEPERAWATAN
NO Diagnosa Tujuan & Intervensi Rasional Nama/
Keperawatan Kriteria TTD
hasil

V. IMPLEMENTASI
No Impleme Nama/TTD
No Tgl/Jam Respon klien
Diagnosa ntasi
DS:
DO:

DS:
DO:
VI. EVALUASI
No Tanggal/Jam Nomor Evaluasi Nama/TTD
Diagnosa
Keperawatan
S:
O:
A:
P:
S:
O:
A:
P:

DAFTAR PUSTAKA
…………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………