Anda di halaman 1dari 4

Soal AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN

L7-2 Pilihan Ganda tentang pengaruh Transfer Persediaan (Diadaptasi dari AICPA)
1. Selama tahun 20X3 PT. Pangan mencatat penjualan persediaan dengan biaya perolehan
sebesar Rp. 500.000.000 ke PT. Sandang anak perusahaan yang dimiliki penuh, dengan perjanjian
penjualan yang sama dengan penjualan ke pihak ketiga. Pada tanggal 31 Desember 20X3, PT. Sandang
masih memiliki 1/5 dari barang yangdibeli tersebut pada persediannya. Informasi berikut terkait dengan
penjualan PT. Pandang dan PT. Sangan selama tahun 20X3.

PT. Pangan PT. Sandang


Penjualan Rp. 2.000.000.000 Rp. 1.400.000.000
Biaya Penjualan Rp. 800.000.000 Rp. 700.000.000

Laba Kotor Rp. 1.200.000.000 Rp. 700.000.000

1. Dalam laporan laba rugi konsolidasi, berapa jumlah yang dilaporkan PT. Pangan sebagai biaya
penjualan?
a. Rp. 1.000.000.000
b. Rp. 1.060.000.000
c. Rp. 1.260.000.000
d. Rp. 1.500.000.000

Pertanyaan 2 sampai 3 berdasarkan informasi berikut:


Data terpilih dari neraca dan laporan laba rugi terpisah dan konsolidasi PT. Prapat dan anak
perusahaannya, PT. Samosir, per 31 Desember 20X8, dan tahun yang berakhir 31 Desember 20X8 adalah
sebagai berikut:

PT. Prapat PT. Samosir Konsolidasi


Akun Neraca Rp 26,000,000 Rp 19,000,000 Rp 39,000,000
Persediaan Rp 30,000,000 Rp 25,000,000 Rp 52,000,000
Investasi pada PT. Samosir Rp 67,000,000 - -
Paten - - Rp 30,000,000
Kepemilikan Monoritas - - Rp 10,000,000
Akuitas Pemegang Saham Rp 154,000,000 Rp 50,000,000 Rp 154,000,000
Akun Laporan Laba Rugi
Pendapatan Rp 200,000,000 Rp 140,000,000 Rp 308,000,000
Harga Pokok Penjualan Rp 150,000,000 Rp 110,000,000 Rp 231,000,000
Laba Kotor Rp 50,000,000 Rp 30,000,000 Rp 77,000,000
Ekuitas atas laba PT. Samosir Rp 11,000,000 - -
Amortisasi Paten - - Rp 2,000,000
Laba Bersih Rp 36,000,000 Rp 20,000,000 Rp 40,000,000
Informasi tambahan:
 Selama tahun 20X8 PT. Prapat menjual barang dagangan ke PT. Samosir dengan mark up atas biaya
perolehan yang sama dengan penjualan lain. Pada tanggal 31 Desember 20X8, PT. Samosir belum
membayar semua barang dagangan tersebut dan masih memilliki 37,5% dari barang tersebut
persediannya.
 Pt. Prapat mengakusisi kepemilikannya di PT. Samosir pada tanggal 2 Januari 20X9. Kebijakan PT.
Prapat adalah untuk mengamortisasi paten dengan metode garis lurus.
2. Berapakah Jumlah penjualan antarperusahaan dari PT. Parapat ke PT. Samosir selama tahun
20X8?
a. Rp. 3.000.000
b. Rp. 6.000.000
c. Rp. 29.000.000
d. Rp. 32.000.000

3. Pada tanggal 31 Desember 20X8, berapa jumlah uang PT. Samosir ke PT. Parapat semua
penjualan antarperusahaan ?
a. Rp. 3.000.000
b. Rp. 6.000.000
c. Rp. 29.000.000
d. Rp. 32.000.000

L7-3 Pilihan Ganda-Laporan laba rugi konsolidasi

PT. Brebes membeli 60% kepemilikan di PT. Kendal pada tahun 20X1. Pada tanggal 10 Mei 2012 PT.
Kendal membeli persediaan dari PT. Brebes seharga Rp. 60.000.000. PT. Kendal menjual seluruh
persediaan tersebut ke perusahaan non-afiliasi seharga Rp. 86.000.000 pada tanggal 10 november 20X1
PT. Brebes memproduksi barang yang dijual ke PT. Kendal senilai Rp. 47.000.000. Kedua perusahaan
tidak mempunyai transaksi lain selama 20X2.

2. Berapakah jumlah harga pokok penjualan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi
rahun 20X2?
a. Rp. 36.000.000
b. Rp. 47.000.000
c. Rp. 60.000.000
d. Rp. 107.000.000

3. Berapakah laba bersih konsolidasi yang dilaporkan untuk tahun 20X2?


a. Rp. 13.000.000
b. Rp. 26.000.000
c. Rp. 28.600.000
d. Rp. 39.000.000

L7-4 Pilihan Ganda- Saldo Konsolidasi

PT. Lampung memberli persediaan dari PT. Dipa seharga Rp. 120.000.000 pada tanggal 20
September 20X1, dan menjual kembali 805 dari persediaan tersebut ke perusahaan non-afiliasi sebelum
tanggal 31 desember 20X1 seharga Rp. 140.000.000. PT. Dipa memproduksi persediaan yang dijual ke
PT. Lampung senilai Rp. 75.000.000. PT. Lampung memiliki 70% dari saham biasa eredar PT. Dipa.
Kedua perusahaan tidak mempunyai transaksi lain selama tahun 20X1.

1. Berapakah Jumlah penjualan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 20X1?
a. Rp. 98.000.000
b. Rp. 120.000.000
c. Rp. 140.000.000
d. Rp. 260.000.000

2. Berapakah jumlah harga pokok penjualan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun
20X1?
a. Rp. 60.000.000
b. Rp. 75.000.000
c. Rp. 96.000.000
d. Rp. 120.000.000
e. Rp. 171.000.000

L7-5 Pilihan ganda - Laporan Laba Rugi Konsolidasi

PT. SELEBRITI memiliki 80% saham PT. Mania Film. selama tahun 20X4, PT. SELEBRITI membeli
persediaan berupa snack items dengan harga Rp. 40.000.000 dan menjual kembali Rp. 30.000.000
diantaranya ke PT. Mania FIlm seharga Rp. 48.000.000. PT. Mania Film melaporkan penjualan sebesar
Rp. 67.000.000 pada tahun 20X4 dan mempunyai persediaan sebesar Rp. 16.000.000 pada tanggal 31
Desember 20X4. Kedua perusahaan tidak mempunyai persediaan awal dan teransaksi lain selama tahun
20X4.

1. Berapakah jumlah harga pokok penjualan yang akan di laporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi
tahun 20X4?
a. Rp. 20.000.000
b. Rp. 30.000.000
c. Rp. 52.000.000
d. Rp. 62.000.000

2. Berapakah laba bersih konsolidasi yang dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 20X4?
a. Rp. 12.000.000
b. Rp. 18.000.000
c. Rp. 40.000.000
d. Rp. 47.000.000
e. Rp. 53.000.000

3. Berapakah jumlah laba rugi yang akan dialokasikan ke pemilikan minoritas dalam laporan laba rugi
konsolidasi tahun 20X4?
a. Rp. 7.000.000
b. Rp. 8.000.000
c. Rp. 9.400.000
d. Rp. 10.200.000
c. Rp. 13.400.000

(HALAMAN 348)

5. PT. Carika mempunyai transaksi berikut dengan pihak afiliasi selama tahun 20X2:
 Penjualan sebesar Rp. 60.000.000 ke PT. Dawina dengan keuntungan kotor Rp. 20.000.000. PT.
Dawina masih meiliki persediaan tersebut sebesar Rp. 15.000.000 pada akhir periode. PT. Carika
memiliki 15% kepemilikan di PT. Dawina dan tidak mempunyai pengaruh signifikan.
 Membeli bahan baku senilai Rp. 240.000.000 dari PT. Kencana, anak perusahaan dimiliki penuh.
Laba kotor PT. Kencana atas penjualan sebesar Rp. 48.000.000. PT. Carika masih memiliki
persediaan tersebut sebesar Rp. 600.000.000 pada tanggal 31 Desember 20X2.
Sebelum ayat jurnal eliminasi, PT. Carika mempunyai aset lancar konsolidasi sebesar Rp. 320.000.000.
Berapakah jumlah yang seharusnya dilaporkan PT. Carika di neraca 31 Desember 20X2 sebagai aset
lancar?
a. Rp. 320.000.000
b. Rp. 317.000.000
c. Rp. 308.000.000
d. Rp. 303.000.000
6. Data terpilih untuk anak perusahaan PT. Dumai dari neraca percobaan sebelum jurnal penutup
tanggal 31 Desember 20X8 adalah sebagai berikut:

PT. Bondan PT. Lamda


(Debit) (Kredit)

Pengiriman ke PT. Bondan Rp. - Rp. 150.000.000


Pengiriman dari PT. Lamda Rp. 200.000.000 -
Keuntungan persediaan antar perusahaan dari total Rp. 50.000.000
Pegiriman

Data tambahan sehubungan dengan persediaan tanggal 31 Desember 20X8 adalah sebagai berikut:

Persediaan dibeli oleh PT. Bondan dari pihak luar Rp. 175.000.000
Persediaan dibeli oleh PT. Lamda dari pihak luar Rp. 200.000.000
Persediaan dibeli oleh PT. Bondan dari pihak PT. Lamda Rp. 60.000.000

Pada tanggal 31 Desember 20X8, persediaan yang diaporkan dalam neraca gabungan dua anak
perusahaan adalah :
a. Rp. 425.000.000
b. Rp. 435.000.000
c. Rp. 470.000.000
d. Rp. 485.000.000