Anda di halaman 1dari 5

A.

TEORI-TEORI PERKEMBANGAN
1. TEORI PSIKOANALITIS
Para teoritisi psikoanalitis yakin bahwa perilaku semata-mata adalah suatau karakteristik
permukaan dan untuk benar-benar memahami perkembangan kita harus menganalisis makna
simbolis perilaku (symbolic meanings of behavior) dan kerja pikiran yang paling dalam
(inner workings of the mind). Para teoritisi psikoanalitis juga menekankan bahwa
pengalaman-pengalaman sebelumnya dengan orangtua secara ekstensif membentuk
perkembangan kita.
a. Teori Freud
Freud(1856-1939) mengembangkan gagasan-gagasannya tentang teori psikoanalitis dari
pekerjaan dengan para pasien mental. Ia adalah seorang dokter medis yang mengambil
spesialisasi dalam bidang ilmu penyakit syaraf (neurology).
Freud (1917) yakin bahwa kepribadian memiliki tiga struktur, yaitu :
 Id adalah adalah struktur kepribadian yang terdiri atas naluri (instinct), yang
merupakan gudang energi psikis individu
 Ego adalah struktur kepribadian menerut Freud yang berurusan dengan tuntutan
realitas.
 Superego adalah struktur kepribadian Freud yang merupakan badan moral
kepribadian dan benar-benar memperhitungkan apakah sesuatu benar atau salah.
Cara ego mengatasi konflik antara tuntutannya atas realitas, keinginan id, dan hambatan
superego, ialah:
 Mekanisme pertahanan (defense mechanisms) , istilah psikoanalitis bagi metode
ketidaksadaran, ego membelokkan atau mendistorsi realitas, dengan demikian
melindunginya dari kecemasan.
 Mekanisme pertahanan (defense mechanisms) , istilah psikoanalitis bagi metode
ketidaksadaran, ego membelokkan atau mendistorsi realitas, dengan demikian
melindunginya dari kecemasan.
Freud yakin bahwa kita melampaui lima tahap perkembangan psikoseksual dan bahwa pada
setiap tahap perkembangan tersebut kita mengalami kenikmatan pada satu bagian tubuh
lebih daripada bagian tubuh yang lain. Tahapannya ialah :
 Tahap mulut (oral stage) ialah tahap pertama kepribadian Freud, yang berlangsung
selama 18 bulan pertama kehidupan, dalam mana kenikmatan bayi berpusat disekitar
mulut.
 Tahap lubang anus ( anal stage ) ialah tahap kedua kepribadian Freud, yang
berlangsung antar usia 1 dan 3 tahun, dalam mana kenikmatan terbesar anak meliputi
lubang anus atau fungsi pengeluaran/pembersihan yang diasosiasikan dengannya.
 Tahap alat kelamin (phallic stage) ialah tahap ketiga kepribadian Freud, yang
berlangsung antar usia 3 dan 6 tahun.
 Tahap laten/tersembunyi (latency stage) ialah tahap keempat kepribadian Freud,
yang berlangsung antara kira-kira usia 6 tahun dan masa pubertas; anak menekan
semua minat terhadap seks dan mengembangkanketerampilan sosial dan intelektual.
b. Teori Erikson
Erikson menekankan perubahan perkembangan sepanjang siklus kehidupan manusia,
sementara Freud berpendapat bahwa kepripadian dasar kita dibentuk pada lima tahun
pertama kehidupan. Dalam teori Erikson, delapan tahap perkembangan terbentang ketika
ketika kita melampaui siklus kehidupan. Masing-masing tahap terdiri dari tugas
perkembangan yang khas yang menghadapkan individu dengan suatu krisis yang harus
dihadapi
 Kepercayaan dan ketidakpercayaan (trust versus mistrust) ialah tahap psikososial
pertama menurut Erikson yang dialami dalam tahunpertama kehidupan. Suatu rasa
percaya menuntut perasaan nyaman secar fisik dan sejumlah kecil ketakutan serta
kekuatiran akan masa depan.
 Otonomi dengan rasa malu dan keraguu-raguan ( autonomy versus shame and
doubt) ialah yang berlangsung pada akhir masa bayi dan masa bru mulai berjalan ( 1-3
tahun).
 Prakarsa dan rasa bersalah ( innitiative versus guilt) ialah yang berlangsung selama
tahun-tahun prasekolah.
 Tekun dan rasa rendah diri ( industry versus inferiority) ialah yang berlangsung kira-
kira padatahun-tahun sekolah dasar.
 Identitas dan kebingungan identitas ( identity versus identity confusion) ialah yang
dialami individu selama tahun-tahun masa remaja. Pada masa ini individu dihadapkan
dengan penemuan siap mereka, bagaimana mereka nantinya, dan ke mana mereka
menuju dalam kehidupannya.
 Keintiman dan keterkucilan (intimacy versus isolation) ialah yang dialami individu
selama tahun-tahun awal masa dewasa. Pada masa ini, individu menghadapi tugas
perkembangan pembentukan relasi intim dengan prang lain.
 Bangkit dan mandeg (generativity versus stagnation) ialah yang dialami individu
selama pertengahan masa dewasa.
 Integritas dan kekecewaan (intergrity versus despair) ialah yang dialami individu
selama akhir masa dewasa
2. TEORI KOGNITIF
Teori-teori kognitif menekankan pikiran-pikiran sadar mereka. Dua teori kognitif yang
pentiang yaitu:
a. Teori Pieget
Jean Piaget(1896-1980) menekankan bahwa anak-anak membangun secara aktif
dunia kognitif mereka sendiri.; informasi tidak sekedar dituangkan kedalam pikiran
mereka dari lingkungan. Piaget yakin bahwa anak-anak menyesuaikan pemikiran mereka
untuk mencakup gagasan-gagsan baru, karena informasi tambahan memajukan
pemahaman. Pieget (1954) yakin bahwa kita menyesuaikan diri dalam dua cara yaitu :
Pieget berpikir bahwa asimilasi dan akomodasi berlangsung sejak kehidupan bayi yang
masih sangat kecil. Bayi yang baru lahir secara refleks mengisap segala sesuatu yang
menyentuh bibirnya (asimilasi), tetapi setelah beberapa bulan pengalaman, mereka
membangun pemahaman mereka tentang dunia secara berbeda. Beberapa obyek, seperti
jari dan susu ibu, dapat diisap, dan obyek lain, seperti selimut yang berbulu halus
sebaiknya tidak diisap (akomodasi).

Empat tahap dalam memahami dunia. Tahapan tersebut ialah :

 Tahap sensorimotor (sensorimotor stage), yang berlangsung dari kelahiran-2


tahun, merupakan tahap pertama Pieget.
 Tahap praoperasional (preoperational stage), berlangsung kira-kira dari usia 2-7
tahun, Pada tahap ini, anak-anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata dan
gambar-gambar.
 Tahap operasional kongkret (concrete operational stage), berlangsung dari usia
7-11 tahun, Pada tahap ini anak-anak dapat melaksanakan operasi, dan penalaran
logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam
contoh-contoh yang spesifik dan kongkret.
 Tahap operasional formal (formal operational stage), tampak dari usia 11-15
tahun. Pada thap ini, individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman
kongkret dan berpikir secara abstrak dan lebih logis.
b. Pendekatan Pemprosesan Informasi
Perkaitan dengan bagaiman individu memproses informasi tentang dunia mereka-
bagaimana informasi masuk kedalam pikiran, bagaimana informasi disimpan dan disebarkan,
dan bagaiman informasi diambil kembali untuk melaksanakan kegiatan-kigiatan yang
kompleks seperti memecahkan masalah dan pikiran.

3. TEORI PERILAKU DAN BELAJAR SOSIAL


Para behavioris (ahli perilaku) yakin bahwa kita seharusnya hanya menguji apa yang
dapat diamati dan diukur secara langsung. Kira-kira pada waktu yang sama ketika Freud
menginterpretasikan pikiran tidak sadar pasiennya sepanjang pengalaman masa awal anak-
anak, para behavioris seperti Ivan Pavlov dan John B.
a. Behaviorisme Skinner : menekan studi ilmiah tentang tanggapan perilaku yang dapat
diamati dan determinan lingkungannya.
b. Teori Belajar Sosial
c. Teori belajar sosial (social learning theory) ialah pandangan para pakar psikologi yang
menekankan perilaku, lingkungan, dan kognisi sebagai faktor kunci dalam
perkembangan.

4. TEORI ETOLOGIS
Etologi (ethology) menekankan bahwa perilaku sangat dipengaruhi oleh biologi, terkait
dengan evolusi, dan ditandai oleh periode yang penting atau peka.
5. TEORI EKOLOGIS
Teori ekologi (ecological theory) ialah pandangan sosiokultural Bonfenbrenner tentang
perkembangan, yang terdiri dari lima sistem lingkungan mulai dari masukan interaksi
langsung dengan agen-agen sosial ( social agents) yang berkembang baik hingga masukan
kebudayaan yang berbasis luas.