Anda di halaman 1dari 11

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

SMA Laboratorium UM (UM Laboratory School)


Jl. Bromo No.16, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
Phone: (0341) 368639 E-mail: smalabum@yahoo.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


(RPL)
TAHUN PELAJARAN 2019-2020

Satuan pendidikan : SMA Laboratorium UM


Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling
Kelas/Semester : X IPA 4/I
Materi Pokok : Toleransi terhadap Perbedaan
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Komponen Layanan Layanan dasar


B. Bidang Bimbingan Pribadi sosial
C. Topik Layanan Toleransi terhadap Perbedaan
D. Fungsi Layanan Pemahaman dan pengembangan
E. Tujuan Umum Peserta didik mampu memahami toleransi terhadap
perbedaan
F. Tujuan Khusus 1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian
toleransi
2. Peserta didik mampu mengemukakan macam-
macam toleransi terhadap perbedaan
3. Peserta didik mampu menyimpulkan cara
membangun sikap toleransi terhadap perbedaan
G. Materi Layanan 1. Pengertian toleransi
2. Macam-macam toleransi terhadap perbedaan
3. Cara membangun sikap toleransi terhadap
perbedaan
H. Sasaran Layanan Kelas X IPA 4
I. Waktu 2 x 40 menit (2 kali pertemuan)
J. Sumber Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1996.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka, Cet. ke-2.
Hamidah, Siti. (2015). Toleransi Peguruan Pencak
Silat. Skripsi. Fakultas Psikologi. Universitas
Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Yasir, Muhammad. 2014. Makna Toleransi dalam Al-
Qur’an. Jurnal Ushuluddin, (22), (2).
K. Model/Metode/Teknik Sosiodrama
L. Media/Alat Naskah sosiodrama, PPT, LCD, Laptop
M. Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pembukaan
a. Pembinaan 1. Guru BK menyapa peserta didik dengan salam,
hubungan baik menanyakan kabar, dan mengajak peserta didik
untuk berdoa.
2. Guru BK melakukan presensi.
3. Guru BK mengajak peserta didik untuk melakukan
ice breaking “sambung kata”
b. Pernyataan topik dan 1. Guru BK menyampaikan topik kegiatan yaitu
tujuan “Toleransi terhadap Perbedaan”
2. Guru BK menyampaikan tujuan yang akan dicapai
dalam kegiatan yaitu:
a. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian
toleransi
b. Peserta didik mampu mengemukakan macam-
macam toleransi terhadap perbedaan
c. Peserta didik mampu menyimpulkan cara
membangun sikap toleransi terhadap perbedaan
d. Penjelasan tentang Guru BK menjelaskan kegiatan hari ini yaitu:
langkah-kegiatan Pertemuan ke 1:
1. Mendengarkan materi pengantar oleh Guru BK
2. Pembagian kelompok
3. Menyusun skenario setiap kelompok
4. Bermain sosiodrama
5. Diskusi refleksi
Pertemuan ke 2:
1. Bermain sosiodrama bagi kelompok yang
belum maju
2. Diskusi refleksi
3. Penyimpulan pengalaman belajar
e. Mengarahkan Guru BK memberitahukan mengenai aturan dalam
kegiatan kegiatan: time limit, mengangkat tangan sebelum
(konsolidasi) berpendapat, dan menyimak materi dengan baik.
f. Tahap Guru BK menanyakan kesiapan peserta didik
peralihan/transisi
3. Tahap Inti
Rincian kegiatan layanan, Kegiatan Guru BK Kegiatan Peserta Didik
sesuai dengan prosedur Pertemuan ke 1: Pertemuan ke 1:
model/metode/teknik yang a. Guru BK a. Peserta didik
digunakan menyampaikan materi memperhatikan
pengantar mengenai penjelasan Guru BK
toleransi b. Peserta didik
b. Guru BK membagi berhitung 1 sampai 4
peserta didik menjadi 4 untuk membuat
kelompok kelompok
c. Guru BK membagi c. Peserta didik
topik sosiodrama untuk berkumpul dengan
masing-masing masing-masing
kelompok: kelompoknya
1. Toleransi terhadap d. Peserta didik
perbedaan agama menyusun naskah
2. Toleransi terhadap sosiodrama sesuai
perbedaan budaya topiknya masing-
3. Toleransi terhadap masing
perbedaan rasial e. Peserta didik yang
4. Toleransi terhadap bertugas menjadi
perbedaan pemikiran kelompok pemain
d. Guru BK menjelaskan memerankan
tugas kelompok pemain sosiodrama
dan kelompok f. Peserta didik yang
penonton bertugas menjadi
e. Guru BK mengarahkan kelompok penonton
peserta didik untuk bertugas
menyusun naskah mengobservasi
sosiodrama di setiap pelaksanaan
kelompok sosiodrama
f. Guru BK melakukan g. Peserta didik dan Guru
observasi terhadap BK melakukan diskusi
pelaksanaan refleksi
sosiodrama Pertemuan ke 2:
g. Guru BK dan peserta a. Peserta didik
didik melakukan berkumpul dengan
diskusi refleksi masing-masing
Pertemuan ke 2: kelompoknya
a. Guru BK mengarahkan b. Peserta didik sebagai
peserta didik untuk kelompok pemain
berkumpul dengan yang belum tampil,
kelompoknya masing- memainkan naskah
masing sosiodrama yang telah
b. Guru BK menjelaskan disusunnya
kembali tugas c. Peserta didik sebagai
kelompok pemain dan kelompok penonton
kelompok penonton mengobservasi
c. Guru BK melakukan pelaksanaan
observasi terhadap sosiodrama
pelaksanaan d. Peserta didik dan Guru
sosiodrama bagi BK melakukan diskusi
kelompok yang belum refleksi terhadap
maju di pertemuan pelaksanaan
sebelumnya sosiodrama
d. Guru BK dan peserta
didik melakukan
diskusi refleksi
terhadap pelaksanaan
sosiodrama
5. Tahap Penutup
a. Menyimpulkan 1. Penyimpulan pengalaman belajar peserta didik.
2. Pemberian penguatan atas pengalaman belajar
peserta didik.
b. Merencanakan Guru BK memberikan motivasi pengalaman belajar
tindak lanjut dalam kehidupan sehari-hari kepada peserta didik serta
menyampaikan tindak lanjut.
c. Mengevaluasi Guru BK menyampaikan rencana evaluasi proses dan
evaluasi hasil layanan yang akan dilaksanakan
N. Evaluasi
1. Evaluasi Proses Evaluasi proses menggunakan instrumen evaluasi
proses dengan cara observasi oleh Guru BK. Aspek
yang dievaluasi yaitu:
1. Keterlaksanaan program
2. Perolehan peserta didik pasca layanan
3. Perhatian peserta didik
4. Kesesuaian progran
5. Keterlibatan peserta didik
2. Evaluasi Hasil Evaluasi hasil menggunakan lembar kerja peserta didik
serta angket untuk mengukur aspek:
1. Tingkat pemahaman dan pengetahuan peserta didik
terhadap materi yang telah disampaikan
2. Kemenarikan teknik dan media yang digunakan
Lampiran:
1. Ice Breaking
2. Uraian materi
3. Pelaksanaan sosiodrama
4. Instrumen evaluasi proses
5. Instrumen evaluasi hasil

Mengetahui,
Guru BK Pamong/Guru BK Mahasiswa

Fitriana Naimatu Jannah, S.Pd Mitha Silvia Yuhanata


Lampiran 1. Ice Breaking

“Sambung Kata”

Prosedur permainan:
1. Ice breaking dipimpin oleh konselor
2. Kata kunci dari ice breaking ini adalah “meneruskan suku kata terakhir yang
diucapkan oleh teman disebelahnya sehingga membentuk kata baru.”
Misalnya ketika peserta didik mengucapkan kata “buku” lalu peserta didik di
sebelahnya meneruskan menjadi “kuda”
3. Begitu seterusnya permainan diulangi dari satu peserta didik ke peserta didik lainnya
hingga semuanya mendapatkan giliran untuk menjawab.
Lampiran 2. Uraian Materi

TOLERANSI TERHADAP PERBEDAAN

A. PENGERTIAN TOLERANSI
Toleransi berasal dari bahasa latin, “tolerar” yang berarti menahan diri,
bersikap sabar, menghargai orang lain, berpendapat lain, berhati lapang dan tenggang
rasa terhadap orang yang berlainan pandangan atau agama (dalam Yasir, 2014).
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia diterangkan bahwa toleransi adalah bersifat
atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian
(pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan kelakuan) yang berbeda atau
bertentangan dengan pendiriannya sendiri. Menurut Hamidah (2015) toleransi ialah
sikap seseorang dimana mampu membiarkan dengan lapang dada, menghargai,
mengakui, menghormati, tidak dendam, pengertian, terbuka terhadap pendapat,
perbedaan, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, sikap dan sebagainya yang lain atau
yang bertentangan dengan pendiriannya sendiri.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa toleransi pada
dasarnya memberikan kebebasan terhadap sesama manusia, atau kepada sesama
warga masyarakat untuk menjalankan keinginanya atau mengatur hidupnya, mereka
bebas menentukan nasibnya masing-masing, selama dalam menjalankan dan
menentukan sikapnya itu tidak melanggar dengan aturan yang berlaku sehinga tidak
merusak sendi-sendi perdamaian.

B. MACAM-MACAM TOLERANSI
1. Toleransi dalam beragama
Di bidang agama, pengertian toleransi berkaitan dengan rasa hormat dan
menerima berbagai keyakinan yang berbeda dari ajaran agamanya. Agama
berhubungan dengan bentuk-bentuk pemahaman dunia dan hubungan manusia
dengan fenomena yang berada di atas pemahamannya. Agama adalah bagian
penting dari kehidupan banyak orang, bersikap toleran dalam hal ini adalah
penting. Dengan memiliki sikap toleransi maka itu sama halnya dengan
menghormati keyakinan orang lain.
Contoh toleransi agama adalah bagaimana seseorang tidak mencela apa
yang diyakini oleh ajaran agamanya yang berbeda dengannya. Pemahaman
konsep wujud adanya Tuhan mungkin berbeda antara agama Islam, Kristen
atau Hindu, namun demikian adanya perbedaan itu tetap tidak memecah belah
satu sama lainnya
2. Toleransi dalam berbudaya
Sikap toleransi juga harus ditunjukkan dalam berbudaya. Indonesia adalah
negara yang sangat kaya akan budaya, bahkan setiap daerah memiliki budayanya
masing-masing. Toleransi dalam perbedaan budaya artinya adalah sikap saling
menghargai budaya orang lain tanpa memandang rendah budaya tersebut. Jika
toleransi dalam perbedaan budaya ini rusak, maka kerukunan masyarakat akan
terganggu.
Toleransi budaya ini juga harus ditunjukkan oleh masyarakat dunia selain
masyarakat Indonesia. Selama budaya tersebut tidak bertentangan dengan nilai-
nilai pancasila, maka budaya tersebut wajib dihargai. Budaya adalah sesuatu yang
telah mendarah daging. Orang batak harus menghargai budaya orang jawa, begitu
juga sebaliknya, orang jawa juga harus menghargai budaya orang batak. Inilah
yang disebut dengan toleransi dalam perbedaan budaya.
3. Toleransi rasial
Toleransi rasial berkaitan dengan hubungan yang mungkin ada antara
orang-orang dari ras atau etnis yang berbeda. Toleransi rasial adalah tentang
bagaimana orang berinteraksi secara harmonis dengan orang-orang yang
memiliki latar belakang ras yang berbeda. Asal-usul toleransi ini melibatkan
karakteristik fisik seseorang, bentuk perilaku dan tabiatnya.
4. Toleransi pemikiran
Toleransi pemikiran adalah bagiaman seseorang mau menerima
perbedaan gagasan meskipun gagasan yang dimiliki berbeda atau bahkan
bertentangan dengan apa yang seseorang anut. Prinsip-prinsip yang mendasari
tujuan adanya toleransi pemikiran adalah dapat menghasilkan penyatuan
berbagai pemikiran dan gagasan dari berbagai sudut kehidupan.

C. CARA MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI


Menurut Hamidah (2015), ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
mengembangkan sikap toleransi, antara lain.
1. Memberikan kebebasan dan kemerdekaan
Setiap manusia diberikan kebebasan untuk berbuat, bergerak maupun
berkehendak menurut dirinya sendiri-sendiri dan juga di dalam memilih satu
agama atau kepercayaan. Kebebasan ini diberikan sejak manusia lahir sampai
meninggal, dan kebebasan atau kemerdekaan yang manusia miliki tidak dapat
digantikan atau direbut oleh orang lain dengan cara apaun, karena kebebasan itu
adalah datangnya dari Tuhan YME yang harus dijaga dan dilindungi. Negara
melindungi kebebasan-kebebasan setiap manusia baik dalam undang-undang
maupun dalam peraturan yang ada.
2. Mengakui hak setiap orang
Mengakui hak setiap orang merupakan suatu sikap mental yang mengakui hak
setiap orang di dalam menentukan sikap perilakunya dan nasibnya masing-
masing. Tentu saja sikap atau perilaku yang dijalankan itu tidak melanggar hak
orang lain, karena kalau demikian kehidupan di dalam masyarakat akan kacau.
3. Menghormati keyakinan orang lain
Menghormati keyakinan orang lain dimaksudkan tidak hanya perihal agama,
tetapi juga dalam konteks toleransi sosial. Misalnya dalam pengambilan keputusan
ketika seseorang memilih suatu organisasi yang berbeda dengan kita, maka kita
harus menghormati pilihannya tersebut dengan tidak menjelek-jelekkan organisasi
pilihannya tersebut.
4. Saling mengerti
Tidak akan terjadi saling menghormati antara sesama manusia bila mereka tidak
ada rasa saling mengerti. Saling anti, saling membenci, dan saling berebut adalah
salah satu akibat dari tidak adanya saling mengerti dan saling menghargai antara
satu dengan yang lainnya.
Lampiran 3. Skenario Sosiodrama

Langkah Pelaksanaan Sosiodrama

1. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok


2. Setiap kelompok harus membuat naskah sosiodrama yang nantinya akan diperankan
atau dimainkan di kelas secara bergantian
3. Masing-masing kelompok mendapatkan topik yang berbeda
a. Kelompok 1 membuat naskah sosiodrama dengan topik toleransi terhadap
perbedaan agama
b. Kelompok 2 membuat naskah sosiodrama dengan topik toleransi terhadap
perbedaan budaya
c. Kelompok 3 membuat naskah sosiodrama dengan topik toleransi terhadap
perbedaan rasial
d. Kelompok 4 membuat naskah sosiodrama dengan topik toleransi terhadap
perbedaan pemikiran
4. Setelah peserta didik selesai membuat naskah sosiodrama, setiap kelompok secara
bergiliran maju untuk memainkan skenarionya. Kelompok yang tidak maju
(kelompok penonton) mengobservasi kelompok yang maju (kelompok pemain).
5. Bagi kelompok yang belum maju pada pertemuan hari itu akan mendapatkan giliran
maju di pertemuan berikutnya.
Lampiran 4. Instrumen Evaluasi Proses
INSTRUMEN PENILAIAN PROSES
LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

No Proses Yang Dinilai


Ya Tidak Ket
A Keterlaksanaan program
1. Program layanan terlaksana sesuai dengan RPL
2. Waktu pelaksanaan sesuai dengan RPL
3. Metode yang digunakan variatif dan menarik
4. Menggunakan media layanan BK
B Perolehan Siswa Pasca Layanan
1. Peserta didik memperoleh pemahaman baru
2. Peserta didik mempunyai perasaan positif
C Perhatian Siswa
1. Peserta didik hadir tepat waktu dalam ruangan
2. Peserta didik mendengarkan dengan baik selama
kegiatan
3. Peserta didik aktif bertanya
4. Peserta didik mengangkat tangan sebelum
berpendapat
5. Peserta didik aktif menjawab pertanyaan
6. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan Guru
BK
7. Peserta didik hadir semua saat kegiatan berlangsung
D Kesesuaiaan Program
1. Program disusun sesuai dengan kebutuhan siswa
2. Materi layanan sesuai kebutuhan siswa
3. Materi layanan sesuai tugas perkembangan peserta
didik
4. Materi layanan mengacu pada sumber yang jelas
5. Program dilaksanakan sesuai waktu yang telah
ditentukan
6. Kesesuaian tujuan dengan materi layanan
Lampiran 5. Instrumen Evaluasi Hasil

LEMBAR REFLEKSI PESERTA DIDIK

Nama Peserta Didik :


Kelas :
Asal Sekolah :

1. Apakah makna toleransi bagi dirimu sendiri?


2. Ceritakan pengalamanmu dalam hal toleransi terhadap perbedaan, dan apakah yang
kamu lakukan ketika dalam situasi tersebut?
3. Pengalaman belajar apa yang kamu peroleh dari pertemuan hari ini?