Anda di halaman 1dari 1

Dampak kekeringan dan banjir kini dirasakan semakin besar, semakin meningkat dan

sulit diprediksi. Secara umum permasalahan air yang ada di indonesia adalah persoalan
ketidaksesuaian distribusi air antara kebutuhan dan pasokan menurut waktu dan
tempat. Saat musim penghujan terjadi kelebihan air dipermukaan yang tidak bisa
dimanfaatkan sehingga menyebabkan banjir. Sedangkan pada musim kemarau terjadi
devisit air yang tidak jarang menimbulkan konflik sosial di masyarakat.
Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam/cekungan untuk menampung
air limpasan (run off) serta sumber air lainnya. Embung juga berfungsi untuk
menampung air disaat terjadi kelebihan air di permukaan.
Kecamatan Pamanukan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Subang yang sering
mengalami banjir. Untuk mereduksi banjir tersebut pemerintah Kabupaten Subang
berencana membangun embung di Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan.
Namun ada perbedaan lokasi antara yang disebutkan pada informasi awal dengan
informasi yang didapatkan setelah dilakukan identifikasi awal, dimana menurut ibu Hj.
Eli Amalia selaku camat pamanukan lokasi rencana embung tersebut berada di desa
rancahilir dan telah dilakukan pembebasan lahan oleh pemerintah kabupaten subang
kurang lebih seluas 2 Ha. Hal ini juga dibenarkan oleh Sekretaris Desa Rancahilir Bapak
Maman yang menyebutkan bahwa lokasi tersebut berada di Desa Rancahilir.
Berdasarkan pengamatan awal bersama aparat Desa Rancahilir dan perwakilan dari
Kecamatan Pamanukan bapak Iyan Suryadi, S. IP sumber air yang dapat dimanfaatkan
untuk embung tersebut diambil dari kelebihan air Sungai Cigadung. Beda tinggi antara
sungai dan rencana lokai embung cukup datar. Sehingga perlu rekayasa dalam desain
inlet dan outletnya.
Untuk merealisasikan pembanunan embung ini perlu dilakukan penelusuran lanjutan
diantranya dengan melakukan study kelayakan dan kajian UKL-UPL terlebih dahulu
sebelum dilanjutkan dengan pembuatan DED pembangunan embung di lokasi tersebut.