Anda di halaman 1dari 7

Kasus Dietetik Lanjut

Ny.s usia 51 tahun bersuku Jawa dan beragama Islam. Seorang Guru SD dengan
BB 64 kg dan TB 155. Masuk rumah sakit dengan keluhan jempol kaki kiri luka
dan bernanah. Saat di RS pasien didiagnosa menderita DM tipe II dengan
komplikasi mata kuning badan kuning (Liver). Pasien juga sering merasa lemah,
sering BAK dan berwarna seperti teh, Kebiasaan pasien suka mengkonsumsi
makanan dalam bentuk berlebih, dan makanan siap saji. Pasien selalu merasa
haus, mengkonsumsi minuman sirup dalam jumlah berlebih
Albumin 2,10 g/dl, proteinuria (+), DM GDS 211 GD2 JPP 241 HBA1C 10,8
meningkat, T Bil tinggi, AST tinggi, ALT Tinggi. Hasil recall konsumsi makan 24
jam terakhir saat di RS didapatkan energy 1430 kal, protein 53,97 gram, lemak
30,57 gram dan karbohidrat 272,05 gram.

Prinsip Diet : Rendah KH, 3 J (Tepat Jumlah, Jenis, Jadwal)

Tujuan :

1. Menurunkan konsumsi karbohidrat untuk membantu menormalkan


kembali kadar glukosa darah, dan mencegah kenaikan berat badan
2. Membatasi pemberian makanan tinggi lemak
3. Meningkatkan kadar albumin darah

Syarat :

1. Energi dihitung berdasarkan rumus PERKENI (2006), dengan


memperhitungkan basal, jenis kelamin, usia, aktifitas dan faktor
kegemukan. Energi diberikan untuk memenuhi kebutuhan basal
metabolisme, aktifitas pada saat sakit, mengurangi berat badan pasien dan
mempercepat proses penyembuhan pasien, karena saat ini pasien dalam
keadaan lemah. Contoh Sumber Bahan Makanan : beras giling, kentang,
jagung.
2. Protein tinggi, diberikan sebesar 1,3 g/kgBB/hari untuk membantu
meningkatkan kadar albumin. Contoh Sumber Bahan Makanan: ayam,
daging, ikan.
3. Lemak rendah diberikan 20% dari kebutuhan energi total untuk membantu
menurunkan BB pasien. Contoh Sumber Bahan Makanan : minyak.
4. Karbohidrat diberikan rendah untuk membantu menurunkan KGD, serta
menurunkan BB pasien. Contoh Sumber Bahan Makanan : beras giling,
kentang, roti.
5. Serat diberikan sebesar 25-30 gram/hari, terutama untuk membantu
memperlambat waktu pengosongan lambung, meningkatkan waktu transit
dengan memperlambat pergerakan di usus halus, sehingga sangat
membantu juga di dalam menurunkan BB pasien.
6. Makanan diberikan dengan porsi kecil tapi sering, dengan frekuensi makan
: 3 x makan utama, 2X selingan dengan mematuhi prinsip 3J (tepat jumlah,
jadwal dan jenis).

Makanan yang dianjurkan : Untuk penderita diabetes diantaranya ayam tanpa


kulit, ikan, putih telur, daging tidak berlemak. Sumber protein nabati yang
dianjurkan diantaranya tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah,
kacang kedelai, sayuran yang diperbolehkan diantaranya kangkung, daun kacang,
oyong, ketimun, tomat, labu air, kembang kol, lobak, sawi, selada, seledri, terong.
Buah-buahan seperti jeruk, apel, pepaya, jambu air, salak dan belimbing
diperbolehkan untuk dikonsumsi.

Makanan yang tidak dianjurkan : Bahan makanan yang tidak dianjurkan,


dibatasi, atau dihindari untuk diet diabetes mellitus adalah
1. Mengandung banyak gula sederhana seperti :
a. gula pasir, gula jawa
b. sirop, jum, jelly, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis,
minuman botol ringan, dan es krim
c. Kue-kue manis dan tarcis
2. Mengandung banyak lemak, seperti : cake, makanan siap saji (Fastfood),
goreng-gorengan
3. Mengandung banyak natrium,seperti : ikan asin, telur asin, makanan yang
diawetkan
Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi :

BB = 64 kg, TB = 155 cm, BBI = 50,4 kg, LLA = 30 cm

BBI : TB (m)2 x 21 = 1,55 (m)2 x 21 = 50,4 Kg

Perhitungan IMT : BB/(TB)2 = 64/(1,55)2 = 26,64 kg/m2

Kebutuhan Energi Basal = 25 Kal/kg x BBI = 25 Kal x 50,4 kg = 1260 kalori

Koreksi Usia (51 th) = 1260 kalori x 5% = 63 kalori

Aktifitas (istirahat) = 1260 kalori x 10% = 126 kalori

Komplikasi (P. Hati) = 1260 kalori x 20% = 252 kalori

Koreksi Berat Badan = 1260 kalori x 20% = 252 kalori

Total kebutuhan energi =

= Energi basal – Koreksi usia + Aktifitas + Komplikasi – K. Berat Badan

= 1260 kalori – 63 kalori + 126 kalori + 252 kalori – 252 kalori

= 1323 kalori

Protein (gram) = 1,3 g/Kg BB = 1,3 g x 50,4 kg = 65,52 gram

% Protein = (65,52 gram x 4 kal/g x 100%): 1323 kal = 19,8%

Lemak = 20% x total kebutuhan energi = 20% x 1323 kalori = 264,6 kalori

Lemak (gram) = 264,6 kal : 9kal/gram = 29,4 gram

% Karbohidrat = 100 % – (% protein + % lemak) = 100 % – (19,8% + 20%) =


60,2 %

Karbohidrat (kal) = 60,2% x total kebutuhan energy = 60,2% x 1323 kalori


= 796,446 kalori

Karbohidrat (g) = 796,446 kalori : 4 kal/gram = 199,1 gram

Kebutuhan Serat :

25g/1000kal/hari, maka kebutuhan serat pasien = (25 gx1323 kal)/1000kalori =


33,075 gram.
ASSESMENT
AD (Antropometri)

- AD 1.1.2. Berat Badan : 64 kg

- AD 1.1.1. Tinggi Badan : 155 cm

- AD 1.1.5. IMT :26,64

FH (Riwayat Gizi)

- FH 1.2 Asupan makanan dan minuman :

Pasien selalu merasa haus, mengkonsumsi minuman sirup dalam jumlah

berlebih

- FH.1.2.2. Asupan makanan

- FH 1.2.2.1. Jumlah makanan : pasien suka mengkonsumsi makanan dalam

bentuk berlebih

- FH 1.2.2.2. Jenia makanan : pasien suka mengkonsumsi makanan siap saji

BD (Data Biokimia)

- BD 1.1.1.1 Albumin : 2,10 g/dl (rendah)

- BD 1.5.2. Glukosa sewaktu : 211 (tinggi)

- BD 1.5.3. HbA1c : 10,8 (tinggi)

- GD2 JPP 241 (tinggi)

- T Bil (tinggi)

- Aspartate Transaminase (AST) (tinggi)

- Transaminase Alanina (ALT) (Tinggi)

- BD 1.12.1. Warna Urin : BAK berwarna seperti teh


PD ( Fisik Klinis)

- PD 1.1.1 Penampilan keseluruhan : pasien merasa lemah, mata dan badan

kuning.

CH (Riwayat Personal)

- CH.1.1.1 Umur : 51 tahun

- CH1.1.2. Jenis Kelamin : Perempuan

- CH 1.1.3 Suku : suku Jawa

- CH 2.1 Riwayat medis pasien : DM tipe II

CS (Standar Pembanding)

- Estimasi Kebutuhan energi : 1.323 kalori

- Estimasi kebutuhan protein : 65,52 gram

- Estimasi kebutuhan lemak : 29,4 gram

-estimasi kebutuhan KH : 199,1 gram

DIAGNOSA

NI.5.8.2 Asupan karbohidrat yang berlebihan (P) berkaitan dengan kurangnya


pengetahuan (E) ditandai dengan pola konsumsi glukosa murni (syrup) yang
berlebihan, GDP tinggi, G2JPP tinggi, HBA1c tinggi, peningkatan BB 7 kg slm 3
bulan (S/S).

NI.5.4 Penurunan kebutuhan lemak (P) berkaitan dengan adanya sumbatan


pada saluran empedu (E) ditandai dengan hasil USG, T Bil tinggi, AST tinggi,
ALT tinggi, telah menjalani diet rendah lemak (S/S).

NI.5.1 Peningkatan kebutuhan protein (P) berkaitan dengan gangguan


sintesis albumin (E) ditandai dengan kadar albumin yang rendah (S/S).
INTERVENSI

ND 1.2.4. Diet Modifikasi Karbohidrat

menurunkan konsumsi karbohidrat untuk membantu menormalkan kembali kadar


glukosa darah, dan mencegah kenaikan berat badan

ND.1.2.5. Diet Modifikasi Lemak

Membatasi pemberian makanan tinggi lemak

- NE 1.3 Informasi sementara (menginformasikan makanan yang tidak boleh di


konsumsi)

- NC 1.4 Tahap Perubahan

Memotifasi pasien untuk merubah pola makan agar tetap sehat, memberikan
informasi seputar makanan untuk pasien

MONITORING & EVALUASI

Monitoring :

- S 1.1.5 Perubahan BB menjadi normal sehingga status gizi menjadi normal

- S 2.9.1 Perubahan Albumin menjadi normal

- FI 5.1 Monitoring asupan lemak rendah

- FI 1.1. Monitoring asupan energi (mengurangi makan yang mengandung


glukosa yang berlebihan)

- BE 1.1.1 Pengetahuan siap berubah

Evaluasi :

- Monitoring asupan energi dan KH sesuai kebutuhan sehari

- Monitoring kadar albumin : Protein tinggi, diberikan sebesar 1,3 g/kgBB/hari


- Karbohidrat diberikan rendah untuk membantu menurunkan KGD, serta
menurunkan BB pasien. Contoh Sumber Bahan Makanan : beras giling, kentang,
roti.

- Lemak rendah diberikan 20% dari kebutuhan energi total untuk membantu
menurunkan BB pasien. Contoh Sumber Bahan Makanan : minyak.